tumblr_lw5yao5Cxu1qjf3ieo1_500

One Love For Cho Kyuhyun

 

Main Cast : WonSung Slight KyuSung

Disclaimer : Mereka milik tuhan, orangtua mereka, SMTOWN. Tapi FF ini milik saya. #author masih ngarep Yeppa milik author. *eaaaaaaaaaa

Summary : Siapa yang akan dipilih Yesung? Siwon atau Kyuhyun?

Genre : Romance/Hurt/Comfort/Fantasi ~ ONESHOOT ~

Rate : T

Warning : Unsur YAOI, Death Character, Alur kecepetan, OOC, Mbulet, Typo(s), Cerita abal-abal, bingungin. Mianhaeyo!

.

Cerita ini Request dari WonYeKyu Shipper. Mianhae baru bisa publish and maap maap kalo ceritanya tidak sesuai keinginan. Author benaaaaaar-benar minta maap ne. #bow

.

.

Cinta itu rela mengorbankan apa saja yang kita punya untuk orang yang kita cintai. Mulai dari Waktu, teman, sahabat, keluarga, bahkan nyawa sekalipun. walaupun pada akhirnya, kita tau bahwa cinta tidak selalu memiliki.

.

.

.

^Happy reading^

.

.

.

Siwon membuka buku bacaannya sambil menghentak-hentakkan kakinya. Dia terus menatap kamar mandi yang ada di apartementnya.

“Kenapa dia tidak pergi darisini sih?” batin Siwon kesal karena sekarang di apartementnya ada seorang namja yang menurut dia ‘aneh’.

“Segar sekali…” Kata seorang namja yang dibilang Siwon ‘aneh’ itu. Si namja itu mengeringkan rambutnya dengan handuk. “Wonnie, kau tidak mandi?”

“Anii.” Jawabnya ketus sambil terus berakting membaca bukunya. Namja ‘aneh’ yang bernama Yesung itu hanya mengangkat bahunya menandakan bahwa ia tidak peduli dengan jawaban Siwon.

Dia berjalan menuju kedapur untuk mengambil makanan. Melihat Yesung sedikit mengacuhkannya, Siwon menghampiri Yesung yang berada didapur apartementnya itu.

“Hei.. sampai kapan kau akan tinggal disini?” Yesung hanya tersenyum sambil memakan puding yang dia ambil dari lemari es.

“Appamu menyuruhku untuk tinggal bersamamu, agar kau ada yang menjaga.”

“Dan kau menurut apa kata Appaku?” Yesung mengangguk. Dimulutnya dipenuhi oleh puding yang ia makan bersamaan. “Hei… pergilah darisini, aku tidak nyaman kau berada disini bersamaku.”

“Terserah kau bicara apa Siwonie, tapi aku sudah anggap Appamu sebagai Appaku sendiri, jadi aku harus menurut apa kata Appamu untuk melindungi dan menjagamu 24 jam. lagipula untuk apa kau harus tinggal di apartement? Rumahmu juga tidak jauh darisini.”

“I..itu.. terserah aku dong, apa masalahmu?”

“Anii.”

“Yesungie!”

“YA! Aku lebih tua darimu, seharusnya kau memanggilku dengan sebutan Hyung.” Siwon mengerucutkan bibirnya. Sikap Siwon memang seperti anak kecil, berbeda sekali dengan tubuhnya yang tinggi besar. Oleh sebab itu Appa dia menyuruh Yesung untuk menjaga Siwon 24 jam dengan cara tinggal di apartement Siwon.

Siwon mengambil mantelnya dan bergegas untuk pergi dari apartement, melihat Siwon beranjak dari apartement itu, Yesung berlari mengambil mantelnya dan berjalan mengekor dibelakang Siwon.

Siwon terus menunjukkan sikap tidak sukanya pada Yesung. Mereka masuk kedalam mobil Siwon. “Kau disuruh menjagaku, tapi aku yang menyetir mobil.” Racau Siwon kesal, Yesung melayangkan senyum innocentnya sambil menatap kearah luar.

“Kalau kau tidak mau biar aku yang menyetir.”

“Tidak perlu, lagipula kalau terjadi apa-apa dengan mobilku, apa kau mau bertanggung jawab?”

“Tidak akan terjadi sesuatu dengan mobilmu.” Siwon memutar bola matanya malas lalu menjalankan mobilnya menuju ke toko buku yang ada ditengah kota.

.

.

Fikiran Siwon tidak fokus saat dia mencari buku yang ia cari, karena daritadi Yesung terus berada dibelakangnya. Yesung sendiri hanya membuka-buka buku seperti akan membaca, padahal dia tidak suka membaca seperti Siwon.

“Ah.. lihat.. mereka tampan sekali…” ujar 2 orang yeoja yang berjalan disamping Siwon, Siwon mengumbar senyumannya, tapi tidak dengan Yesung, dia mengacuhkan Yeoja yang tersenyum padanya.

“Hey… kalau ada yang tersenyum padamu, tersenyumlah!” suruh Siwon ditelinga Yesung.

“Haruskah? Kan mereka melihatmu, bukan melihatku.”

“Aish.. kau benar-benar namja yang menjengkelkan.” Gerutu Siwon kesal.

Begitulah hari-hari Siwon, disampingnya sekarang selalu ada Yesung yang menemaninya. Dan terkadang yang membuat Siwon semakin kesal adalah setiap Siwon tidur, Yesung selalu menyentuh philtrumnya.

Itu adalah hal yang paling tidak disuka oleh Siwon. Tapi entah akhir-akhir ini Siwon mulai merasa nyaman dekat dengan Yesung, itu terjadi saat Siwon hampir terkena air mendidih yang ia masak sendiri. Hanya untuk melindungi Siwon, Yesung membiarkan tangan kirinya terkena air mendidih itu.

“Bagaimana tanganmu… Hyung?” ucap Siwon tapi kata ‘Hyung’ itu dia ucapkan lirih sekali.

“Masih sakit sih, Cuma sudah agak mendingan.” Jawab Yesung seraya menyentuh tangan kirinya yang berbalut perban. Siwon mengambil perlengkapan obat dan duduk disamping Yesung.

“Perbanmu waktunya diganti.” Kata dia seraya melepaskan perban yang ada ditangan Yesung.

“Argh..” Yesung meringis kesakitan saat jemari Siwon tanpa sengaja menyentuh lukanya.

“Ah.. mianhae Hyung..” Yesung terdiam sambil menatap Siwon bingung.

“Ucapkan sekali lagi?” Siwon menelan salivanya dengan susah. “Siwonie, kau bicara apa tadi?”

“Ish..”

“AAARGGHH…” Pekik Yesung saat Siwon sengaja menyentuh lukanya. “Siwonie!”

“Makanya jangan banyak tanya. Mulai sekarang aku akan memanggilmu Hyung.” Yesung terperangah, dia menatap Siwon seraya meringis kesakitan. “Dan… gomawo.. kau sudah menolongku.” Ucapnya seraya menundukkan kepalanya malu.

“Cheonmaneyo… itu sudah menjadi tugasku Wonnie.” Siwon diam tanpa menatap Yesung sambil terus memperban luka Yesung.

.

.

“Hyung, aku mau ke Bandara.” Ucap Siwon saat melihat Yesung sedang memasakkan makanan untuknya.

“Bandara? Tunggu sebentar, ne! Aku masih memasak.”

“Kau tidak perlu mengikutiku Hyung, kau disini saja.”

“Wae?” Yesung menatap Siwon bingung.

“Aku Cuma menjemput temanku yang datang dari China. Setelah itu aku akan langsung pulang.”

“Kau tidak makan dulu?”

“Anii… lagipula masakanmu tidak enak.”

“YA! Jujur sekali kau mengatakan itu. SIWON!” Terlambat, Siwon sudah keluar dari apartement itu. “Apa benar tidak enak?” Yesung mencoba mencicipi masakannya.

“Tidak juga, enak kok.” Ucapnya sambil mempoutkan bibirnya.

.

.

“KYUHYUN-AH!”

“SIWONIE!” Siwon berlari lalu memeluk temannya yang baru saja datang dari China.

“Akhirnya kau ke Korea juga.”

“Ne. Aku sedang tidak sibuk, makanya aku menyempatkan diri menemuimu di Korea.” Siwon mengacak-acak rambut Kyuhyun.

“Sok Sibuk kau…” Kyuhyun cengingisan.

“Kita kemana sekarang?”

“Ke apartementku.”

“Apartement?” Siwon mengangguk sambil menenteng koper milik Kyuhyun. “Kau tinggal di apartement? Untuk apa?”

“Aku malas tinggal dirumah, jadi sudah 2 bulan ini aku tinggal di Apartement tidak jauh dari rumah.”

“Dasar boros! Untuk apa kau menyewa apartement kalau tidak jauh dari rumahmu.” Cetus Kyuhyun mulai kesal dengan sifat temannya itu.

“YA! Kenapa kau jadi marah-marah padaku, cepat masuk kemobil.”

“Aish.. kenapa aku bisa punya teman sepertimu.” Ujar Kyuhyun lirih.

“Tudeol gajima!” pekik Siwon, Kyuhyun cengingisan lalu masuk kedalam mobil Siwon.

.

.

“Aku pulang..” Siwon masuk kedalam apartementnya, dibelakangnnya ada Kyuhyun yang mengikutinya.

“Memang kau tinggal bersama siapa?”

“Kau sudah pulang?”

“Ne.” Kyuhyun terperangah saat melihat seorang namja manis yang memakai kemeja putih, namja itu sedang menyisir rambutnya dengan jemari tangannya.

“Ini temanmu.”

“Ne.” Siwon berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, sedangkan Yesung terus tersenyum saat Kyuhyun terus memandanginya.

“Chagi.. sampai kapan kau akan berdiri disitu?” Goda Yesung sambil menunjukkan wajah lord evilnya.

“Ah… Aish…” semburat merah memenuhi wajah Kyuhyun, dia tersenyum tipis lalu membawa kopernya masuk kedalam kamar (?). dia berhenti dan menatap Siwon. “Wonnie, aku tidur dimana?”

“Uhuuk…” Siwon tersedak, dia lupa kalau apartementnya hanya menampung 2 kamar. “Aigo.. aku lupa…”

“Tidur dikamarku saja, biar aku tidur di sofa.” Usul Yesung.

“Apa? Anii.. kalau seperti itu, aku akan merepotkanmu Hyung..”

“Tak apa… ehm.. sebentar, Ireumi mwoyeyo?”

“Oh.. Naneun Cho Kyuhyun Imnida..” Kyuhyun membungkukkan badannya saat berkenalan dengan Yesung.

“Yesung Imnida.” Siwon hanya melirik aneh, tidak biasanya Yesung bisa cepat akrab dengan orang. Ini kali pertama dia melihat sikap Yesung seperti itu. “Baiklah Kyuhyun-ah, begitu saja. Kau tidur dikamarku saja, aku akan tidur di sofa.”

“Tapi…”

“Ikuti saja kemauan dia Kyunnie.” Kyuhyun sedikit berfikir lalu mengikuti perkataan Siwon.

.

.

Kyuhyun melihat Yesung sibuk didapur, karena penasaran, dia menghampirinya. “Hyung.. sedang apa?” Yesung menatap Kyuhyun sepintas.

“Sedang memasak.”

“Memasak? Boleh aku bantu?”

“Tak usah Kyuhyun-ah, kau tunggu saja diruang tengah.” Tapi Kyuhyun tetap berdiri disitu, merasa kalau Kyuhyun tidak beranjak pergi, Yesung tersenyum lalu mengangguk. “Baiklah.. kau boleh membantuku.”

“Nah.. begitu dong.” Kyuhyun langsung membantu Yesung menyiapkan makan malam untuk mereka.

Siwon yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap bingung kearah 2 namja itu, sejak kapan mereka jadi akrab seperti itu. Seorang Yesung yang menurut dia ‘aneh’ bisa bergaul secepat itu dengan si ‘evil’. Pertanyaan itu memenuhi kepalanya.

“Oya Hyung… kalau boleh tau, Hyung itu siapanya Siwonie?”

“Aku Cuma penjaganya.” Ujar Yesung datar tanpa menatap kearah Kyuhyun.

“Penjaga?”

“Ne. Appa Kyuhyun menyuruhku untuk menjadi bodyguard Siwon selama 24 jam sehari.”

“Wae? Jadi Hyung bukan namjachingunya Siwonie?”

“Wae? Namjachingu?” Kyuhyun mengangguk. Yesung cekikikan. “Anii Kyunnie, aku Cuma penjaga dia, tidak lebih.” Kyuhyun menggembungkan pipinya sambil mengangguk.

“Kau mau ini?” tawar Yesung kepada Kyuhyun saat mereka bertiga sedang duduk dimeja makan.

“Boleh.” Siwon yang melihat sikap baik Yesung terhadap Kyuhyun sedikit merasa tidak suka. “Hyung.. aku mau itu..” pinta Kyuhyun manja sambil menunjuk kesebuah piring berisikan tofu.

“YA! Kyunnie, kau kan bisa ambil sendiri, tidak perlu menyuruh Yesung Hyung.” Spontan Yesung dan Kyuhyun melongo karena tiba-tiba Siwon terlihat kesal.

“Wonnie, kau kenapa?” tanya Yesung lembut. Tapi Siwon membalas tatapan lembut Yesung dengan tatapan kesal.

“Tak apa.” Jawabnya datar lalu pergi meninggalkan meja makan.

“Dia kenapa Hyung?”

“Anio Kyunnie.”

Siwon masuk kedalam kamarnya, dia melemparkan bantal yang ada diranjangnya kelantai. “Ada apa denganku, kenapa tiba-tiba aku merasa sangat kesal dengan kedekatan mereka berdua?” dia menggigiti bibir bawahnya. “Argh siaaaall!”

“Wonnie, aku boleh masuk?” terdengar suara Yesung dari balik pintu. Tapi Siwon tetap mengabaikannya, tanpa disuruh, Yesung langsung membuka pintu itu.

“Siapa yang menyuruhmu masuk!” bentak Siwon kesal, wajahnya benar-benar terlihat garang.

“Kau kenapa? Kau marah?”

“Bukan urusanmu kan?”

“Jelas urusanku, karena aku adalah penjagamu.”

“Kau Cuma penjagaku, jadi kau tidak perlu tau ada apa denganku.” Ucapnya ketus. Yesung menanggapinya dengan senyuman.

“Aku sudah mengenalmu sejak kecil tuan muda, jadi kalaupun kau tutup-tutupi, aku akan tau.” Siwon terdiam. Memang, Yesung dan Siwon sudah sejak kecil bersama, orangtua Yesung bekerja dirumah Siwon sejak Yesung kecil. Dan semenjak itu, Yesung selalu menjaga Siwon layaknya seorang kakak.

“Kau tidak mau menceritakannya padaku, eh?”

“Keluarlah Hyung, aku sedang kesal padamu.” Kata Siwon, nadanya mulai menurun. Mendengar nada suara Siwon yang sudah terlihat tidak emosi lagi, Yesung keluar dari kamar Siwon.

“Baiklah aku akan keluar, selamat tidur Wonnie.”

“Eh.. Hyung..” wajah Siwon memerah saat Yesung menatap dia.

“Ne.”

“I..itu.. tutup pintunya kalau keluar.” Ucapnya gerogi.

“Arraseo.”

Siwon terus berguling-guling diranjangnya, ia tidak bisa tidur, entah apa yang sedang ia fikirkan. Dia bangkit dari ranjang mencoba untuk mengambil sebuah kaleng minuman didapur. Tapi saat keluar dari kamar, tatapannya tertuju pada namja manis yang sedang tertidur lelap disofa depan ruang TV.

Yesung tidur tanpa memakai selimut, hanya beralaskan piyama. “Hyung.” Dia kembali kekamarnya untuk mengambil selimut dan menyelimutkannya ketubuh kecil Yesung.

“Urhm..” kecap Yesung dalam tidurnya, sepertinya dia sedang bermimpi. Siwon tersenyum dan eits… Siwon mengecup kening Yesung.. tapi sekejap ia langsung menutupi bibirnya dengan tangannya.

“Astaga.. apa yang aku lakukan?” dia buru-buru kembali kekamar tanpa ingat apa rencana awal dia tadi.

.

.

5 hari berlalu semenjak kedatangan Kyuhyun ditengah-tengah Siwon dan Yesung. Entah sejak kapan Siwon yang sekarang jadi sering membantu Yesung didapur.

“Wonnie, kau tidak salah minum obat kan?” tanya Yesung seraya menempelkan punggung tangannya dikening Siwon. Siwon menepisnya.

“Aaahh.. Hyung.. kau itu apa-apa’an sih?”

“Tapi sifatmu jadi aneh sekarang.”

“Aneh apa? Aku baik-baik saja kok.”

“Kau yakin?”

“Yesung Hyuuungg…” Yesung dan Siwon menoleh kearah suara manja itu. Suara dari si ‘evil’ Kyuhyun.

“Pagi Kyunnie, kau sudah bangun.”

“Ne. Hyung.. mau jalan-jalan tidak?”

“Jalan-jalan? Kemana?”

“Ke…”

“Tidak bisa.” Cetus Siwon memotong pembicaraan Kyuhyun.

“Kenapa Wonnie? Bukannya hari ini kau dirumah saja.”

“Ehm.. itu.. aku… kau harus menemaniku ke toko buku, ada buku yang mau aku beli.” Ketus Siwon. “Mati aku, buku apa Siwon? Bukannya bukumu sudah lengkap.” Gumamnya.

“Bukannya kapan hari kita sudah beli banyak buku, memang sudah kau baca semua?”

“Sudah lah Hyung.. jangan banyak tanya, kau itu penjagaku, bukan penjaganya Kyuhyun.” Kyuhyun tersenyum evil, sepertinya dia sudah merasa kalau Siwon cemburu kepadanya. “Dan kau Kyunnie, sampai kapan kau akan disini?”

“2 bulan kedepan, aku masih tetap stay disini.”

“WAE? 2 BULAN?”

“MWA! Wonnie, apa perlu berteriak sekeras itu?”

“Bukannya kau hanya akan 1 bulan berada disini, kenapa jadi nambah 1 bulan lagi?”

“Terserah aku dong, kau menyuruh aku cepat pulang?” Yesung menutup telinganya mendengar 2 namja itu beradu mulut.

“Pulanglah! Jangan lama-lama disini.”

“Kenapa? Apa urusanmu!”

“Kau hanya akan merepotkan kalau lama-lama berada disini.”

“Yesung Hyung tidak bilang seperti itu.”

“Tapi aku maunya kau cepat pulang!”

“Tidak.”

“Pulang!”

“Tidak!”

“Pulang!”

“Tidaaaaak!”

“STOP!” Yesung mulai angkat bicara, telinganya sudah sangat panas mendengar Kyuhyun dan Siwon bertengkar mulut.

“Daripada kalian beradu mulut seperti ini, nih!” Yesung menyerahkan pisau ke Siwon dan Kyuhyun, lalu pergi meninggalkan mereka. “Cepatlah saling membunuh!” Siwon dan Kyuhyun mengernyitkan dahi seraya melihat Yesung berlalu dari mereka.

.

.

.

“Sekarang carilah buku yang kau inginkan.” Suruh Yesung, Siwon mempoutkan bibirnya lalu mulai berjalan ke deretan buku-buku sejarah, Kyuhyun berjalan disamping Yesung sambil menerawang toko buku itu.

“Hyung sering kesini bersama Siwon?”

“Ne. Aku sering menemani dia kemari.” Siwon menghentak-hentakkan kakinya saat merasa Yesung dan Kyuhyun mengacuhkannya. Kyuhyun yang melihat Siwon mulai kesal malah dengan sengaja melingkarkan tangannya di pundak Yesung.

“Hyung.. setelah ini kita nonton film di bioskop, ne?”

“Bioskop?”

“He’em..”

“Baiklah.”

“Aku tidak mau.” Jawab Siwon tanpa ditanya, dia terus memperhatikan buku yang dia bawa.

“Aku tidak menanyaimu Wonnie, kenapa kau menyahut?” Jleb. Siwon benar-benar merasa sangat malu, si ‘evil’ ini benar-benar membuat dia merasa sangat kesal.

“Tapi Yesung Hyung kan harus bersamaku. Benar kan Hyung?”

“Tidak juga.” Semburat merah langsung memenuhi wajah Siwon, Kyuhyun cekikikan mendengar jawaban dari Yesung. “Aku ingin melihat film di bioskop bersama Kyuhyun, kalau kau tidak mau, kau boleh pulang.”

“Hyung..”

“Tuh kan kau sudah mendengar sendiri dari Yesung Hyung, Hyung mau nonton film bersamaku.”

“Evil Kyuhyun, kau benar-benar membuatku sangat kesal, lihat saja, akan kubuat kau menyesal sudah membuat aku malu seperti ini.”

“Baiklah aku ikut.” Jawabnya dengan tampang sok cuek.

“Kita tidak mengajakmu Wonnie, lebih baik kau pulang, kau kan tidak suka nonton Film.” Cetus Kyuhyun seraya ber-evil smirk pada Siwon.

“Siapa bilang? Aku suka?”

“Jinjja? Lalu siapa ya yang dulu pernah aku ajak ke bioskop, eh malah tidur sampai filmnya selesai?” Tanya Kyuhyun seraya menatap tajam kearah Siwon.

“I…itu kan karena aku kecapek’an.”

“Alasan.” Yesung memutar bola matanya malas. Kenapa dia harus berada ditengah-tengah dua namja yang kekanak-kanakan ini?

“Baiklah! Daripada aku kesal mendengar kalian terus berdebat, lebih baik kita segera pergi darisini.” Ketus Yesung lalu berjalan meninggalkan Siwon dan Kyuhyun.

“Eh Hyung..” Kyuhyun berlari mengejar Yesung, tapi sebelumnya dia memberikan tatapan evil-nya kepada Siwon, Siwonpun memberinya sebuah deathglare dan tatapan mata yang tajam.

.

.

“Hyung kau mau popcorn? Atau minuman?”

“Terserah kau saja lah Kyu.”

“Ok, tunggu disini, aku belikan dulu.”

“Kyuhyun-ah, kau tidak menawari Siwon?” Kyuhyun melirik kearah Siwon.

“Dia bisa beli sendiri.” Jawabnya enteng lalu berjalan santai menuju counter popcorn dan minuman.

“Kau benar-benar mengajakku berkelahi Evil Magnae?”

“Goenchana Wonnie?” Tanya Yesung saat melihat Siwon menatap Kyuhyun dengan tatapan sinis dan dingin.

“Goenchanayo.” Jawabnya datar sambil berjalan masuk kedalam teater, Yesung hanya tersenyum lalu mengekor dibelakangnya.

Tak lama setelah Siwon dan Yesung duduk, Kyuhyun datang dengan membawa 2 kantung popcorn besar dan juga 2 air minum, ia lalu duduk disamping Yesung, jadi sekarang Yesung duduk ditengah-tengah mereka.

Siwon meliriknya sinis. “Hyung.. Ini popcorn dan minumannya.” Ujar Kyuhyun seraya menyerahkan popcorn dan sekaleng minuman.

“Gomawo.” Kyuhyun tersenyum, Yesung langsung menawarkan minuman dan popcorn itu kepada Siwon membuat Kyuhyun melebarkan matanya kesal.

“Kau mau?”

“Anii Hyung.” Jawabnya datar tanpa menatap kearah Yesung, ia hanya menatap layar lebar teater itu. Yesung tersenyum tipis lalu menundukkan kepalanya.

Saat filmnya diputar, Siwon terus saja menguap, dia benar-benar merasa sangat bosan, lebih baik membaca buku sebanyak mungkin daripada harus menonton film yang seperti ini. Saat itu film yang sedang diputar adalah film ber-genre horor. Tanpa ia sadari tiba-tiba Yesung menggenggam tangan kanannya erat, dia menoleh dan melihat raut wajah Yesung mulai ketakutan sedangkan si Evil Kyuhyun dengan santainya menonton film itu seraya menikmati popcornnya.

Merasa tangan Yesung mulai terasa sangat dingin, Siwon mulai khawatir, dia mendekatkan wajahnya ketelinga Yesung. “Hyung, kita keluar saja ne, kau takut kan?”

Yesung menatap Siwon lalu tersenyum. “Anii Wonnie, Goenchanayo, kasihan Kyunnie sendirian.” Siwon menatap intens wajah manis yang ada didepannya itu, sekilas dia menatap bibir mungil milik Yesung, entah apa yang ada difikirannya, karena tiba-tiba dia berfikir untuk mengecup bibir ranum itu.

“Wonnie, kau…” Yesung terdiam saat telunjuk Siwon menyentuh bibir tipisnya. “Wonnie…”

“Ssstt.. diamlah Hyung.” Karena mendengar perintah Siwon, Yesung hanya terdiam seraya terus menatap wajah tampan Siwon. Seperti tidak ada bosannya, Siwon terus mengamati wajah dan bibir itu bergantian.

Yesung menelan salivanya dengan susah saat semakin lama Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah dia. Entah apa juga yang ada difikiran Yesung, kenapa dia tidak memberontak ataupun menjauh, dia juga ingin menikmati bibir yang mempunyai philtrum indah itu. Siwon sedikit memiringkan kepalanya agar dia bisa mengecup bibir Yesung dengan mudahnya.

Yesung memejamkan matanya saat merasa bibir Siwon mulai mendekat kearahnya. “Kalian sedang apa?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Spontan Yesung dan Siwon langsung menjauhkan wajah mereka. Semburat merah merona memenuhi wajah mereka. Kyuhyun yang merasa sedikit aneh hanya bisa menatap mereka bergantian.

Dimobil, Kyuhyun yang ada di jok belakang hanya menatap aneh kearah 2 namja yang ada didepannya itu, suasana begitu hening. Kenapa mereka jadi canggung seperti itu. Saat sudah sampai di apartementpun tidak ada kata-kata yang terlontar dari mulut mereka.

“Hyung.. kau mau tidur bersamaku?” Kyuhyun mencoba menawari Yesung. Siwon langsung membelolokkan matanya saat mendengar perkataan Kyuhyun.

“What do you say Kyuhyun-ah?”

“Kenapa? Aku bicara dengan Yesung Hyung.” Jawabnya acuh tak acuh. Yesung hanya terdiam sambil memijat-mijat pelipisnya. Mendengar mereka selalu adu mulut membuat kepalanya terasa berputar-putar.

“Kau tidak boleh tidur bersama Yesung Hyung!”

“Kenapa? Apa urusanmu?”

“Jelas itu urusanku, karena Yesung Hyung adalah penjagaku.” Penglihatan Yesung mulai kabur, matanya berkunang-kunang, kepalanya terasa sangat berat, dadanya sangat sesak.

BRUGG..

Siwon dan Kyuhyun kaget saat melihat tubuh Yesung sudah tak sadarkan diri. “HYUNG!” Mereka berlari mendekati Yesung.

“Hyung.. sadarlah!” Kyuhyun mencoba menggoyang-goyangkan tubuh Yesung.

“Demamnya tinggi.” Ucap Siwon saat dia menyentuh kening yesung. “Aku akan membawanya kekamar, kau cepat telfon Dokter Kyunnie.”

“Ne. Arraseo.” Kyuhyun langsung mengambil handphone dan langsung menghubungi Dokter yang ia kenal di korea.

Siwon menempatkan Yesung diranjang tidurnya. Dia mengkompres kening Yesung dengan handuk dingin. “Erhm..” Erang Yesung, sepertinya ia juga merasakan kalau demamnya sangat tinggi.

“Hyuung.. kau harus sembuh!” ucap Siwon lirih seraya menggenggam erat tangan Yesung.

“Bagaimana Wonnie? Apa demamnya sudah turun?” Siwon menggeleng pelan.

“Apa kita bawa Yesung Hyung kerumah sakit saja?”

“Jangan dulu. Kata Dokter, Hyung Cuma kecapekan, kalau sampai besok pagi demamnya belum turun, kita baru membawanya kerumah sakit, bagaimana?” usul Kyuhyun. Siwon menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia mengangguk pelan.

.

.

.

Silau matahari masuk dari gorden kamar apartement itu, namja manis yang tadi malam tidak sadarkan diri itu membuka matanya perlahan karena silaunya. Dia merasakan tubuhnya tidak bisa bergerak, ia menoleh kesisi kanan dan matanya membuka sempurna saat melihat Kyuhyun berada disisi kanannya sedang memeluk tangan kanannya, sedangkan disisi kirinya ada Siwon yang masih terlelap dengan memeluk tangan kirinya.

“Apa-apa’an ini, kenapa mereka tidur disampingku?” gumam Yesung dalam hati seraya mencoba menarik kedua tangannya dari pelukan 2 namja yang ada disisinya itu.

“Urhm..” Siwon terbangun saat merasakan ada yang menarik tangan Yesung. “Hyung..” Siwon langsung bangkit dari tidurnya. “Kyuhyun-ah.. bangun!” ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kyuhyun.

“Apa sih Siwonie, aku masih ngantuk!” eluhnya tanpa membuka mata sambil terus memeluk erat tangan kanan Yesung. Yesung meringis malu melihat 2 orang namja yang ada disampingnya.

“Kyuhyun-ah!” Siwon mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh dari Yesung.

BRUAAKK..

Seketika mata Kyuhyun terbuka saat Siwon mendorong tubuhnya sampai dia terjatuh dari tempat tidur.

“YAA! Siwonie, kau itu apa-apa’an!” Pekiknya sambil memijat pantatnya.

“Lihat, Yesung Hyung kesakitan kau memeluk tangannya terlalu erat.”

“Wae?” Kyuhyun bangkit dan menatap wajah namja yang masih terbaring diranjang itu. “Yesung Hyung, kau sudah sadar?” Yesung tak menjawab, dia hanya menyunggingnya senyumnya sambil sedikit menutup matanya.

Siwon menyentuh kening Yesung dengan punggung tangannya. “Demamnya sudah turun, Hyung.. kita check up ke dokter saja ne?” Yesung menggeleng pelan.

“Anii Wonnie, jal jinaemnida.”

“Tapi Hyung..”

“Aku tak apa Kyunnie.” Saat Yesung mencoba untuk bangun. Kyuhyun dan Siwon segera memegang lengan Yesung.

“Jangan bangun Hyung!” Ucap WonKyu bersamaan. Yesung terperangah seraya menatap Kyuhyun dan Siwon bergantian. Sedangkan Kyuhyun dan Siwon hanya menunduk malu.

“Kalian ini kenapa? Aku mau buatkan kalian makanan.”

“Tidak Hyung, biar aku saja!” sekali lagi Siwon dan Kyuhyun mengucapkannya bersamaan. Yesung semakin bingung dengan tingkah 2 namja yang ada didepannya itu. Siwon dan Kyuhyun bertatapan sadis seperti berkata ‘Apa maumu?’

Tak lama setelah mereka bertatapan sadis, dengan cepat mereka berlari menuju ke dapur dan meninggalkan Yesung dengan tampang bingung. Saat tersadar, Yesung tersenyum tipis lalu mulai memejamkan matanya lagi.

Tidak lama setelah Yesung terpejam, keningnya berkerut saat mendengar keramaian dari arah dapur, kepala terasa berputar-putar, telinganya mendengung cukup kencang. Dia bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kedapur. “AIGOOO!” Pekik Yesung saat melihat dapur berantakan.

“Hyung..” ucap WonKyu bersamaan sambil cengingisan. Dapurnya sungguh mengenaskan, banyak tumpahan minyak dan bekas-bekas kecap. Wajah mereka pun banyak terkena noda dari makanan yang mereka buat.

Yesung menghela nafas panjang lalu berjalan menghampiri Kyuhyun dan Siwon. “Pergi darisini, biar aku yang memasak.” Ucapnya kesal.

“Tapi Hyung, kau kan sedang sakit, biar kami saja ne?” rajuk Kyuhyun.

“Aku tidak apa-apa, kalau kalian berada didapur hanya akan membuat pekerjaanku semakin banyak.” Yesung masih terlihat sangat kesal.

“Ini gara-gara kau Kyuhyun-ah!”

“Apa kau!” Kyuhyun memberikan deathglare untuk Siwon.

“Pergi darisini atau akan kulempar pakai panci ini!” cetus Yesung seraya menunjukkan panci yang akan dia lempar.

“KYAAA!” Siwon dan Kyuhyun berlari pergi dari dapur.

.

.

“Sedang apa Hyung?” Tanya Kyuhyun saat melihat Yesung sedang duduk dibalkon. Dia pun duduk dikursi yang ada disamping Yesung.

“Sedang mengamati bintang, kau sendiri sedang apa? Tumben kau tidak memainkan PSPmu?”

“Lagi bosan.”

“Wae? Bosan? Sejak kapan seorang Cho Kyuhyun bosan untuk memainkan PSPnya?” tanya Yesung seraya terkekeh.

“YAA! Hyung.. kenapa kau bicara seperti itu, pasti Siwon yang sudah menceritakan semuanya padamu, eh?” ujarnya sambil mempoutkan bibirnya. Yesung tidak menjawab, dia masih saja terkekeh melihat raut wajah Kyuhyun yang kesal dengan pertanyaannya.

“Hey.. Mianhae.. jangan cemberut terus!” kata Yesung sembari mengelus rambut Kyuhyun, Kyuhyun terdiam sambil terus menatap namja yang ada disampingnya itu. Yesung tersenyum lalu kembali menatap langit malam itu.

“Kau tau Kyu, kau itu persis sekali seperti dongsaengku.”

“Dongsaengmu?” Yesung mengangguk. “Lalu dia sekarang ada dimana?”

“Dia sudah bahagia di Surga.” Kata Yesung seraya tersenyum menatap bintang yang berkilauan dilangit.

“Ehm.. Mianhae Hyung, aku…”

“Tak apa Kyu. Entah kenapa malam ini aku begitu merindukannya.”

“Hyuung..”

“Dia meninggal saat dia berusia 3 tahun, saat itu aku dan dia berjalan menuju supermarket untuk membeli susu, tapi ternyata Tuhan begitu mencintainya. Saat perjalanan pulang, sebuah mobil menabrak dia dengan keras, dan…” Yesung menghentikan ucapannya dan menunduk, butiran-butiran bening mulai mengalir dari mata indahnya.

“Hyung..”

“Dia meninggal seketika.” Yesung sudah tidak kuat menahan airmatanya, dia menangis seraya menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Hyung.” Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan jongkok didepan Yesung lalu menarik tubuh Yesung kepelukannya. “Uljima Hyung..” Yesung terus saja menangis dipelukan Kyuhyun.

Tanpa mereka sadari, sesosok mata dari Choi Siwon mengamati mereka dari balik gorden tidak jauh dari tempat mereka duduk. Dia mengepalkan tangannya erat, entah apa yang sedang ia fikirkan sekarang.

.

Saat Yesung keluar dari dapur untuk mengambil air minum, matanya tertuju pada sosok seorang Choi Siwon yang sedang duduk dengan serius didepan ruang TV tanpa menyalakan TV. Yesung kembali ke dapur untuk mengambil 2 kaleng minuman lalu menghampiri Siwon.

“Nih..” ucap Yesung seraya menyodorkan kaleng minuman itu kepada Siwon. Siwon hanya terdiam tanpa bereaksi sedikitpun. “Kau kenapa?” tanyanya lembut sambil duduk disamping Siwon, ia meletakkan kaleng-kaleng minuman itu diatas meja.

Saat itu Kyuhyun sedang keluar untuk menemui seseorang, jadi di apartement itu hanya tinggal Siwon dan Yesung. “Wonnie..” ujar Yesung sambil memegang pundak Siwon.

“Jangan sentuh aku.” Cetusnya dingin. Tapi Yesung tetap kukuh memegang pundak Siwon.

“Ada apa denganmu? Kenapa kau jadi bersikap dingin seperti ini?”

“AKU BILANG JANGAN SENTUH AKU!” Bentaknya. Yesung langsung menjauhkan tangannya dari pundak Siwon. “Pergilah darisini!” Katanya seraya memalingkan wajahnya.

“Wae? Apa yang kau katakan Wonnie?”

“Apa kau ingin aku mengulang apa yang aku katakan?”

“Ta..tapi ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba kau bersikap seperti ini padaku?”

“Kau tidak perlu tau!”

“Aku harus tau!”

“HYUNG… kalau kau terus disini, kau hanya membuat aku merasa ter…” dia terdiam lalu memalingkan wajahnya.

“Merasa ter- apa Wonnie? Katakan padaku!” Yesung menarik dagu Siwon agar dia menatap wajahnya. Siwon menelan salivanya dengan susah saat melihat wajah manis Yesung, sekali lagi ia merasakan bibir plum itu begitu menggodanya.

Tidak tahan melihat bibir itu, Siwon mulai mendekatkan wajahnya, Yesung yang semula kagetpun mulai terbawa suasana, tapi saat Siwon hampir menyentuh bibir indah itu, dia langsung membuang wajahnya untuk tidak melihat bibir itu. “Kenapa Wonnie?”

“Kenapa berhenti?”

“Cukup Hyung, segera keluarlah dari apartement ini!” ketus Siwon lalu meninggalkan Yesung sendiri. Yesung terdiam sambil terus menatap sosok Siwon sampai hilang dari pandangan.

Yesung berbaring di sofa yang biasa ia tiduri, entah kenapa airmata terus saja mengalir dengan derasnya. Dia merasa sakit hati karena tiba-tiba Siwon menyuruhnya pergi dari apartement ini. karena terlalu capek menangis, ia pun tertidur dengan luka dihatinya.

.

.

Paginya, Siwon yang baru saja selesai mandi mengernyitkan dahinya saat melihat Yesung masih berada di dapur apartementnya. “Bukannya aku sudah menyuruhmu pergi darisini?”

“Aku tidak akan pernah pergi darisini kecuali Appamu yang menyuruhku.”

“Kau! Disini aku yang berkuasa, jadi kau tidak perlu menunggu perintah dari Appaku.” Bentaknya.

“Mianhae Siwonie, tapi aku menghormati Appamu, jadi semua keputusan ada ditangan Appamu.” Ucapnya lembut. Dia menatap Siwon dengan tatapan sendu, sama sekali tidak terlihat kalau dihatinya, dia begitu terluka.

“YAA! KIM JOONG WOON!”

“SIWON-AH!” Jerit Kyuhyun saat dia mendengar Siwon membentak Yesung. Kyuhyun langsung berlari menghampiri Yesung. “Hyung, kau tak apa?” Yesung tersenyum. “Apa-apa’an kau itu, kenapa kau membentak Yesung Hyung?”

“Itu bukan urusanmu Kyuhyun-ah!”

“Kyunnie, tolong biarkan aku berdua dulu dengan Siwon.” Ucap Yesung lalu menarik tangan Siwon pergi dari dapur. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia begitu kesal dengan sikap Siwon kepada Yesung.

.

“LEPAS!” Siwon menghempaskan tangannya agar terlepas dari genggaman Yesung. Dia langsung membuang muka kearah jendela.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu Wonnie? Tidak biasanya kau seperti ini.”

“…”

“Wonnie, jangan diamkan aku seperti ini, kalau kau marah padaku, katakan… katakan apa kesalahanku agar aku bisa mengoreksinya.” Siwon tetap saja diam, Yesung mulai berjalan mendekati Siwon lalu menarik lengan Siwon.

“Choi Siwon, ayo katakan, apa yang membuatmu seperti ini?” Siwon menatap tajam kearah Yesung.

“Sebenarnya apa yang membuatku marah kepadanya? Apa jangan-jangan aku mulai jatuh cinta kepadanya… aish.. apa kau gila Choi Siwon? Kau seorang namja, dia juga seorang namja.”

“Wonnie…”

“Tidak… aku tidak mungkin mencintainya… tidak mungkin. Sejak kecil aku sudah tidak menyukainya, dia terlalu sering bersamaku, aku bosan dengan sikapnya yang terlalu menganggapku seperti anak kecil.”

“Apa kau cemburu melihat kedekatanku dengan Kyuhyun-ah?” Jleb. Dada Siwon terasa sangat sesak saat Yesung memojokkannya dengan pertanyaan seperti itu.

“A…aku…” Siwon memalingkan wajahnya.

“Siwon-ah, apa semua itu benar? Kau cemburu pada Kyuhyun-ah?” Siwon mengempalkan tangannya erat-erat, entah kenapa saat Yesung bertanya seperti itu padanya, hatinya terasa sangat kesal. “Siwon…”

“CUKUP HYUNG! BISAKAH KAU DIAM!” Yesung langsung memundurkan kakinya satu langkah, dia benar-benar kaget saat Siwon membentaknya.

“NE. AKU CEMBURU, AKU KESAL MELIHATMU DEKAT DENGAN KYUHYUN-AH, PUAS!”

“Sial, apa yang sudah aku katakan barusan? Pabboya kau choi Siwon.” Siwon menatap Yesung yang terperangah mendengar kata-katanya.

“Si…siwonie…” tiba-tiba Siwon menarik tengkuk Yesung lalu mencium bibirnya. Dia mulai membelai lembut bibir tipis Yesung dengan bibirnya, tapi karena Yesung merasa kaget, dia tidak membuka bibirnya. “Erhm..” eluhnya saat Siwon menggigit bibir bawahnya dan itu adalah kesempatan Siwon untuk memasukkan lidahnya. Dia mengisap kuat-kuat lidah Yesung.

“Erhm…” desah Siwon saat menikmati lidah namja yang usianya lebih tua dibanding dia itu. Mereka mulai bertarung lidah sampai akhirnya dimenangkan oleh Siwon yang lebih ahli daripada Yesung.

Siwon mulai mengabsen deretan gigi putih milih Yesung. Tangan kirinya menuntun tangan Yesung untuk melingkar di lehernya. Tak jarang karena ciuman panas itu, saliva mereka saling bertukar satu sama lain. “Si..won..” Desah Yesung saat ia sudah merasa kehabisan nafas.

Siwon pun melepaskan ciuman itu sampai membentuk sebuah jembatan saliva. Mereka berdua mencoba mengatur nafas mereka. Terengah-engah, itulah hal pertama yang mereka rasakan setelah baru kali pertama melakukan ciuman seperti itu.

“Kau… sudah mengam…bil ciuman… pertamaku Choi Siwon…” Kata Yesung kesal sambil terus terengah-engah. Ia mempoutkan bibirnya. Sedangkan Siwon terperangah mendengar perkataan Yesung.

“Jadi… tadi itu…” Siwon mulai angkat bicara lalu mendekati wajah Yesung, ia mengangkat dagu Yesung agar mereka saling bertatapan. “Hyung.. itu…”

“Apa?” tanyanya seraya mengerucutkan bibirnya. Lesung pipit namja tampan itu terlihat, melihat Yesung kesal padanya, ia kembali menarik tengkuk Yesung dan mengecup bibir namja itu sekali lagi.

“Sekarang bukan yang pertama kan?” godanya. Wajah Yesung memerah, ia hanya menunduk untuk menutupi rona merah yang memenuhi pipinya itu. Siwon menarik tubuh namja manis itu dan memeluknya erat.

“Haji mara Hyung, tetaplah disini bersamaku.” Siwon melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pipi Yesung. “Mianhae, tolong jangan fikirkan ucapanku tadi malam.”

“Si..siwon..” mereka saling bertatapan intens.

.

“ARRRRGHHHH!” Jeritan Kyuhyun membuyarkan tatapan mereka.

“Itu suara Kyuhyun.”

“Ayo Hyung!” Siwon dan Yesung berlari menuju dapur.

“KYUHYUN-AH!” Pekik Yesung saat melihat Kyuhyun terduduk. “Waeyo?” tanya Yesung seraya mendekati Kyuhyun.

“Aku terpeleset Hyung!” Siwon langsung melongo, jeritan mengerikan tadi itu hanya karena ia terpeleset.

“Terpeleset?” raut wajah Yesung pun berubah. Ia memicingkan matanya kesal. “Kau teriak karena kau terpeleset?” Kyuhyun mempoutkan bibirnya lalu mengangguk. Yesung berdiri lalu berjalan menjauhi Kyuhyun tanpa berucap sedikitpun.

“Hyuuuungg…” rajuk Kyuhyun. Yesung tidak menghiraukannya, Kyuhyun hanya mendapatkan evil-smirk dari Siwon. Setelah sukses membuat Kyuhyun kesal, Siwon berjalan menyusul Yesung.

.

.

Saat makan malam, mereka tidak saling bicara, tidak saling menatap ataupun menawari makanan satu sama lain. Hal yang cukup aneh, yang biasanya selalu ribut dimeja makan, sekarang malah tidak bersuara sama sekali.

“Aku selesai.” Ucap Siwon lalu melenggang pergi meninggalkan meja makan tanpa menatap Yesung ataupun Kyuhyun. Yesung dan Kyuhyunpun segera membersihkan piring dan makanan yang ada dimeja makan.

“Istirahatlah Kyu, biar aku saja yang bereskan.”

“Anii Hyung. Aku mau membantumu membersihkan ini dulu.”

“Tidak usah Kyunnie, lagipula kau habis terpeleset kan?” Ucap Yesung seraya cekikikan.

“Ah.. Hyung..” Kyuhyun mempoutkan bibirnya.

“Mianhae. Sudah kekamar sana!”

“Aniii Hyung, biarkan aku membantumu dulu.” Yesung menatap sejenak wajah Kyuhyun lalu tersenyum simpul.

“Ne.. Ne.. kau boleh membantuku.” Kyuhyun langsung tersenyum. Mereka membersihkan meja makan dan mencuci piring agar tidak menimbulkan bau menyengat saat pagi hari.

“Hyung, kau tidur bersamaku ne? Kau kan baru sembuh, jangan tidur di sofa.” Pinta Kyuhyun seraya membersihkan tangannya dengan air.

“Anii, tak usah Kyu, aku kan sudah biasa tidur di sofa, tak usah mengkhawatirkanku.”

“Tapi Hyung…”

“Sudahlah Kyu, daripada malah menimbulkan masalah, lebih baik kita tidur ditempat masing-masing.”

“Menimbulkan masalah?” Yesung hanya tersenyum lalu melenggang pergi dari dapur.

Kyuhyun merebahkan tubuhnya diranjang yang empuk, ia memikirkan Yesung yang tidur disofa. Entah kenapa fikirannya selalu terpaut pada namja manis itu. Ia mengambil handphonenya lalu membuat galery fotonya.

Senyuman manis terpancar dari bibirnya saat melihat selca-selca Yesung yang ia ambil diam-diam. “Kau sungguh manis Hyung, kenapa ada namja sepertimu?” Kyuhyun bangkit dari tidurnya lalu berjalan keluar dari kamarnya, tapi sebelumnya ia menaruh handphonenya diranjang.

Kyuhyun melihat sosok yang akhir-akhir ini selalu ada di fikirannya, ia mulai berjalan mendekati sosok yang sedang tertidur pulas itu lalu jongkok dihadapannya. Ia melihat raut wajah seorang malaikat sedang tertidur dengan tenang. “Sepertinya… aku sudah mulai menyukaimu Hyung.” Gumamnya seraya mengelus surai halus Yesung.

“Erhm..” erang Yesung dalam tidur. Kyuhyun tersenyum saat melihat wajah lucu Yesung saat tertidur, dia mulai mendekatkan wajahnya kearah Yesung, dibelainya pipi tembem seorang Yesung. Bibirnya mulai ia dekatkan, entah keinginan darimana sehingga malam itu ia ingin sekali mengecup bibir itu. “Boleh kan Hyung, aku mengecup bibirmu?” tanyanya lirih, mungkin hanya dia yang akan mendengar perkataannya. Semakin dekat, semakin merasakan nafas dari Yesung. Dan saat kedua bibir itu sudah hampir menempel…

“Kau sedang apa Kyuhyun-ah?” Kyuhyun melonjak kaget.

Bruak…

Sontak Kyuhyun membentur meja yang ada dibelakangnya. “Ehm.. Siwonie.. aku…”

“Apa yang akan kau lakukan pada Yesung Hyung?” tanyanya dingin.

“A…aku…”

“Katakan Kyu!” mendengar suara keributan, Yesung membuka matanya dan mendapati seorang Kyuhyun tengah duduk dilantai sebelah sofa ia tidur.

“Kyunnie…” Yesung bangkit dari tidurnya dan menatap Siwon bingung. “Apa yang terjadi Wonnie?” Siwon diam tanpa menatap Yesung, sedangkan Kyuhyun hanya menunduk dengan wajah memerah karena malu.

“Hyung.. tidurlah dikamarku, aku akan tidur bersama Kyuhyun.”

“Wae?kau itu bicara apa Wonnie?”

“Sudahlah! Kenapa kau selalu membuatku mengulang apa yang aku katakan!”

“Wonnie tapi…” belum sempat Yesung melanjutkan ucapannya, Siwon sudah lebih dulu masuk kekamar yang ditempati Kyuhyun. Sekarang Yesung sedang mengamati Kyuhyun yang sedari tadi masih diam membisu. “Kyunnie, ada apa sebenarnya?”

“Tak apa Hyung, kau masuklah ke kamar Siwon.” Ucapnya ketus dan berjalan masuk meninggalkan Yesung.

“Ada apa dengan mereka, kenapa masalahnya menjadi rumit begini?”

.

.

“Apa sebenarnya maumu Kyuhyun-ah?” tanya Siwon sinis tanpa menatap Kyuhyun. Mereka tidur dengan saling membelakangi.

“Heh… kenapa? Kau cemburu aku mendekatinya?” Kyuhyun benar-benar merasa tidak takut, ia malah membalas pertanyaan Siwon dengan nada yang menantang.

“Anii.”

“Lalu kenapa kau bertanya seperti itu? Dia bukan milikmu, jadi aku berhak mendekatinya.” Mendengar ucapan Kyuhyun, Siwon langsung bangkit dan menoleh kearah Kyuhyun.

“Kyu!”

“Siwon-ah!” Kyuhyunpun bangkit dan menatap tajam kearah Siwon. “Aku sudah mulai menyukainya, aku mencintainya Siwon-ah. Dan aku harap, kalau memang kau tidak menyukainya, biarkan aku memilikinya.” Ketus Kyuhyun seraya ber-evil smirk pada Siwon.

“Kau…” Siwon mengepalkan tangannya erat. “Aahh!” pekiknya kesal lalu berlari keluar dari kamar itu.

“Haha.. kena kau Siwon, kita lihat saja sampai kapan kau akan seperti itu.”

.

.

Pagi menjelang, sinar matahari mulai masuk melalui celah-celah gorden. Yesung bergeliat diranjang Siwon, benar-benar menyenangkan, sudah lama ia tidak tidur diranjang empuk seperti itu lagi. Ia mengucek-ucek matanya untuk menyegarkan penglihatannya lalu berjalan keluar dari kamar menuju dapur.

Langkahnya terhenti saat melihat Siwon tengah tertidur diruang makan. Sepintas Yesung menoleh kekamar Kyuhyun. “Ada apa sebenarnya antara Siwon dan Kyuhyun? Dan kenapa Siwon tidur disini?” . Yesung berjalan mendekati Siwon dan mulai menggoyang-goyangkan tubuh Siwon.

“Siwon-ah, bangun!” Yesung terus menggoyang-goyangkan tubuh Siwon. “Siwon-ah bangun!”

“Erhm… Hyung…” Siwon bangun seraya mengucek matanya. “Sudah pagi!”

“Kenapa kau tidur disini? Dan kenapa kau minum sebanyak itu!” Ucap Yesung seraya menunjuk 8 kaleng minuman beralkohol.

“Tak apa Hyung, lagi pengen saja.” Jawabnya enteng seraya memijat tengkuknya. Saat dia berdiri dari tempat duduknya, tiba-tiba keseimbanganya koyah.

“Siwon-ah…” Yesung mencoba menangkap Siwon, tapi karena tubuh Siwon lebih besar daripada tubuhnya, iapun ikut terjatuh. Ia terjatuh tepat diatas tubuh Siwon. “Siwon-ah, Siwon-ah bangun…” Yesung memukul pelan pipi Siwon saat Siwon menutup matanya. “Siwon!” saat merasa Siwon tidak bereaksi, Yesung semakin cemas.

“Ada apa Hyung?” tanya Kyuhyun saat mendengar suara Yesung didapur, kebetulan kamar Yang ditempati Kyuhyun tidak jauh dari dapur. “Hyuung…” Kyuhyun dengan cepat membantu Yesung berdiri lalu mencoba membangunkan Siwon. “Dia pingsan Hyung..”

“Kita harus menelfon Dokter Kyu, bantu aku membawa Siwon kekamar.”

“Ne. Kajja!” akhirnya dengan sekuat tenaga, Kyuhyun dan Yesung membopoh tubuh kekar Siwon menuju kamarnya.

.

“Bagaimana keadaannya Dok?”

“Tidak apa-apa, tidak ada yang perlu dicemaskan, dia hanya kebanyakan minum saja, cukup beri dia istirahat, makan yang cukup dan minum vitamin yang akan saya berikan.”

“Baik Dok. Gamsahamnida.” Setelah itu Dokter melenggang pergi dari apartement mereka. Yesung duduk disamping Siwon seraya menggenggam erat tangan Siwon. Kyuhyun merasa sangat kesal saat melihatnya, tapi apa yang harus ia perbuat, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam dan melihat.

“Aku akan memasakkan bubur untuknya, sekalian memasakkan makanan untukmu.” Kata Yesung seraya bangkit dari duduknya.

“Hyuuung..”

“Hem…” Kyuhyun menatap Yesung intens, Yesung sedikit mengeryitkan dahinya melihat ekspresi Kyuhyun. “Waeyo Kyunnie?”

“Aku… Ehm…” Kyuhyun menggigiti bibir bawahnya.

“Aku apa Kyu? Apa yang ingin kau katakan?”

“Ehm… Aku…” Yesung tersenyum tipis lalu mulai berjalan keluar dari kamar Siwon. “Saranghae Hyung..”

Deg… Yesung terpaku, kakinya membatu, ia tidak bisa menggerakkan kakinya sama sekali. “Kenapa ini? Ayo jalanlah, kenapa aku hanya diam disini.”

“Jeongmal saranghae Hyung.” Kyuhyun mulai mendekati Yesung lalu memeluk tubuh Yesung dari belakang, Yesung terperangah, ia diantara sadar dan tidak sadar, tapi sekarang tubuhnya terasa kaku karena ucapan Kyuhyun. “Kau mau menjadi namjachinguku kan Hyung?”

“Cukup Kyu, cukup… kenapa kau terus berucap seperti itu. Aku mohon hentikan!” Jeritnya dalam hati. Ingin sekali ia berteriak, tapi entah kenapa tiba-tiba bibirnya seraya terkunci oleh gembok, jangankan bersuara untuk membuka bibirnya saja ia tak mampu.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Yesung agar berhadapan dengannya. “Kau kenapa Hyung?” tanya Kyuhyun lembut saat melihat raut wajah Yesung yang memucat.

“Hyung aku mohon bicaralah!” masih tidak ada suara yang terlontar dari bibir tipis seorang Yesung. Lama sekali mereka hanya bertatapan tanpa saling bicara sampai akhirnya Kyuhyun tersenyum tipis dan menghela nafas panjang.

“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang Hyung, itu terserah kau, tapi aku Cuma ingin mengatakan, aku tidak punya banyak waktu.” Ucapnya lembut lalu melenggang pergi entah kemana.

“Apa… apa yang harus aku katakan padanya? apa yang harus aku perbuat sekarang? Dan apa maksudnya dengan tidak punya banyak waktu?”

.

.

“Kau kenapa Hyung?” tanya Siwon saat melihat Yesung termenung seraya mengaduk-aduk bubur yang ada dihadapannya. Yesung sudah selesai memasakkan bubur untuk Siwon, sudah memasakkan makanan untuk Kyuhyun, tapi sekarang ia tidak tau kemana Kyuhyun pergi.

“Hyung..” Siwon melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Yesung.

“Ah…”

“Kau sakit?”

“A..anii Wonnnie.”

“Lalu kenapa daritadi kau melamun? Kau ada masalah?”

“Anii.. sudahlah, ayo aku suapin bubur ini.” Siwon merasa Yesung berbeda dari biasanya, tapi ia masih berfikir positif. Berfikir kalau yang ia fikirkan itu salah.

.

.

“Dimana Kyunnie, sudah jam segini kenapa belum pulang?” ucap Yesung lirih seraya menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.

“Kau menunggu siapa Hyung?”

“Ehm… Wonnie, itu… Kyunnie belum pulang daritadi pagi.”

“Biarkan saja, paling dia lagi ke… argh…” tiba-tiba Siwon merintih kesakitan, ia terus saja memegangi dada bagian kirinya.

“Siwon-ah…” Yesung berlari menghampiri Siwon yang sudah roboh. “Siwon-ah, kau kenapa?”

“Sa..kit Hyung..”

“Apa?” Yesung cemas, ia sangat khawatir melihat rintihan dari namja tampan yang ada disebelahnya itu.

“ARGH…” BRUG… Siwon akhirnya tidak sadarkan diri, ia roboh, roboh tepat dipelukan Yesung.

“Siwon… Siwon ayo bangun! SIWON!”

.

.

Yesung menggenggam tangannya erat-erat, ia sudah berada dirumah sakit menunggu kabar dari ruang ICU, Ruang dimana Siwon dirawat sekarang. Saat itu keluarga Siwon sedang tidak berada di Korea, oleh sebab itu Yesung hanya bisa duduk sendiri dan merenung.

“Tuhan.. tolong sembuhkan Siwon, aku tidak bisa melihatnya sakit. Aku mohon Tuhan.” Doanya. Tanpa ia tau, sepasang mata tengah menatapnya tajam dari balik pilar besar rumah sakit itu. Ia mengepalkan tangannya erat saat melihat Yesung mulai menitihkan airmata.

“Apa anda Yesung-ssi?” tanya seorang Dokter yang keluar dari ruang ICU.

Yesungpun bangkit dari tempat duduknya. “Oh… Ne Dokter, bagaimana keadaan Siwon?” Dokter menggeleng lemah, raut wajahnya terlihat sangat sedih, ini pasti kabar yang sangat buruk. “Dokter…”

“Dia mengalami gagal jantung, dan harus segera mendapatkan jantung baru.”

“Maksud Dokter?”

“Secepatnya, ia harus mendapatkan donor jantung yang pas untuk dirinya, atau kesempatan dia untuk hidup hanya tinggal menunggu waktu.”

“Apa…” Yesung terduduk, ia benar-benar shock, matanya mulai berkaca-kaca. “Tidak Dok, Dokter pasti salah, dia kuat Dok, dia tidak mungkin… tidak…” Yesung tidak bisa melanjutkan ucapannya, ia hanya bisa menarik nafas panjang dan sesekali meneteskan airmata.

“Kita harus berdoa Yesung-ssi agar Siwon-ssi secepatnya mendapatkan donor jantung.” Ucap sang Dokter seraya mengelus pundak Yesung.

Yesung berjalan masuk keruang ICU, Dilihatnya tubuh Siwon terkulai lemah dengan banyak jarum dan peralatan untuk menopang hidupnya. Sosok yang sangat kuat dihadapannya kini ternyata mempunyai sebuah penyakit kronis dan mengancam jiwanya.

“Siwon-ah, aku memang benar-benar bodoh, aku sudah lama bersamamu tapi aku tidak tau kalau kau mempunyai penyakit semacam ini.” Yesung terkekeh pelan disela airmatanya.

“Pabboya… kajja! Bangunlah! Kau tidak mau memarahiku lagi? Hari ini aku tidak membersihkan rumah, aku tidak mau memasak. Apa kau tidak marah!” Yesung mencoba berinteraksi dengan Siwon, ia menggenggam erat tangan Siwon.

“Pabboya… bangunlah!” Yesung duduk dikursi yang disediakan disamping ranjang Siwon. “Pabboya.. cepat bangunlah!” karena terlalu banyak menangis dan kelelahan iapun tertidur.

.

Siwon Prov

Aku melihatnya, aku melihat orang yang aku sayangi tengah tertidur disampingku. Tapi tiba-tiba aku terpaku saat melihat tubuhku tengah terbaring koma diranjang rumah sakit ini. Apa jangan-jangan aku sudah mati? Kenapa aku bisa keluar dari tubuhku sendiri?

Ah.. aku tidak peduli, yang penting sekarang aku bisa melihat orang yang aku sayangi tengah menjagaku. Baru kali ini aku melihat sosok seorang malaikat tidur dengan raut wajah sedih, kau menangis Hyung? Kau menangis karena aku?

Krieeeekk… suara pintu ruang ICU itu terbuka, kuhentikan aktifitas tanganku membelai surau lembut milik namja yang ada disampingku itu. Tapi mataku langsung terbelalak lebar saat melihat yang melangkahkan kaki masuk itu adalah namja yang aku kenal, Cho Kyuhyun.

Dia berjalan menghampiriku dan Yesung secara perlahan, dia menyentuh tanganku, erat… erat sekali, aku bisa merasakannya.

“Siwonie, aku sudah mendengar kalau kau membutuhkan donor jantung, eh!” ucapnya lirih, sangat lirih. Mungkin ia tidak ingin membuat Yesung terbangun. Ia berjalan kesebelah kanan ranjangku dan membisikkan sesuatu.

“Kau harus sembuh Choi Siwon..” Aku terpaku, aku menatap dia secara intens walaupun dia tidak bisa menatapku, dia tersenyum dan… baru kali ini aku melihat senyuman itu, senyuman terindah yang selama ini belum pernah ia pancarkan. Tapi ada yang berbeda darinya, raut wajahnya, kenapa? Kenapa raut wajahnya pucat sekali? Ia seperti mayat hidup, sungguh aku tidak pernah melihat wajahmu sepucat ini. Ada apa denganmu Kyu?

“Hyung… Saranghae…” Aku kembali menatap sosok Yesung dan menolehkan pandanganku kearah Kyuhyun lagi, matanya berkaca-kaca, tapi ia langsung berlari keluar dari ruanganku. Aku penasaran, apa yang akan ia lakukan? Aku harus mengejarnya, harus! Aku turun dari ranjangku dan mulai mengejar sosok Kyuhyun.

Kau dimana Kyu? Apa yang akan kau lakukan? Aku terus berlari mencari kemana arah Kyuhyun, sampai akhirnya aku berhasil menemukan dia. KYUHYUN-AH! Panggilku. Ah pabboya kau Choi Siwon, ini kan Rohmu, kau tidak benar-benar ada disini, ia tak mungkin melihatmu.

Aku mengikutinya masuk keruangan yang belum pernah aku masuki sebelumnya, apa ini? Itulah pertanyaan yang aku lontarkan saat aku memasuki ruangan itu. Ru…ruang operasi? Mataku terbelalak lebar, Kyuhyun berbaring diranjang dengan penerangan yang sangat terang, disampingnya banyak peralatan seperti gunting, pisau dan sebagainya.

Apa yang akan kau lakukan Kyu? Apa yang mau kau Operasi? Aku mulai takut, fikiranku mulai bernegatif thinking kepadanya. Ah… tidak, kau pasti bercanda, kau pasti mau mengoperasi organ tubuhmu lagi kan Kyu? Tepisku terkekeh mencoba menenangkan kegalauan hatiku.

Suster mulai memasangkan saluran infus ditangannya, lalu memasangkan selang pernafasan kebibir Kyuhyun. Aku berjalan mendekatinya, dia terus saja tersenyum seraya menatap langit-langit kamar itu.

“Kau ada disebelahku ya Wonnie-ah?” Aku tercengang, kenapa tiba-tiba dia bisa merasakan kalau aku ada disampingnya.

“Tapi aku tidak tau kau ada disebelah mana.” Dia masih bisa terkekeh disaat kritis seperti ini? Kau benar-benar ‘Evil’ Cho Kyuhyun.

“Jangan berfikir aku adalah Evil, aku Angel.” Suaranya lemah, dia masih bisa bercanda walaupun suaranya selemah ini.

“Aku Cuma ingin kau menjaga Yesung-ku.” Yesungmu? Batinku. “Aku akan melihat kalian dari atas sana, tapi kalau sampai kau melukai Yesung-ku, aku tidak akan segan-segan membuatmu sakit Choi Siwon.”

Apa maksud semua ini, kau mau kemana Kyu? Apa yang akan kau lakukan?

“Apa detak jantungnya stabil?” tanya seorang Dokter kepada susternya.

“Stabil dok.”

“Baiklah kita mulai, sudah siapkan suntik infusnya.” Sang suster mengangguk.

Dokter… apa yang akan kau lakukan kepada Kyuhyun? Aku mencoba memukul-mukul Dokter itu tapi percuma, aku tidak bisa meraih Dokter itu. Dokter jangan macam-macam dengan Kyuhyun-ah! DOKTEERRR! Dokter itu membius Kyuhyun. Aku kembali menatap Kyuhyun, dia tersenyum, dia masih bisa tersenyum.

APA YANG KAU FIKIRKAN CHO KYUHYUN! Bentakku.

“Aku men..cintainya Choi Siwon…” Apaa? “Yesung Hyuuung.. aku mencintainya…” itu adalah ucapan terakhir Kyuhyun, setelah itu ia mulai menutup mata, menutup mata untuk selama-lamanya.

KYUHYUN-AAAAHH…

Siwon Prov End

.

.

.

Siwon mulai membuka matanya, rasanya tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.

“Wonnie… Wonnie… kau sadar?”

“Suara itu? Aku mengenalnya.. itu suara yang aku sukai, suara yang membuatku bersemangat sampai saat ini.” Batin Siwon.

“Wonnie…” Yesung menggenggam erat tangan Siwon.

“H-hyung…” Ucap Siwon lemah

“Ne. Wonnie, aku ada disini.”

“I-ini d-dimana Hyung?”

“Kau ada dirumah sakit, Kau baru saja menjalani sebuah operasi.” Siwon menggerakkan kepalanya sedikit demi sedikit untuk bisa menatap wajah Yesung.

“O-operasi?”

“Ssstt… sudah, kau masih harus banyak istirahat, tidurlah dulu.”

“H-hyung… Ky-Kyuhyun… d-dimana dia?” Yesung menunduk, entah kenapa tiba-tiba airmata menetes tanpa dikomandoi. “K-kenapa H-hyung menangis?” Yesung mencoba untuk tersenyum, walaupun airmata terus saja mengalir dipipinya.

“Kyuhyun… dia…”

“D-dia dimana H-hyung?”

“Dia sudah tenang dialam sana Wonnie.” Eluh Yesung menunduk sambil terus meneteskan airmata.

“A-ahh.. k-kau bercanda H-hyung… T-tidak mungkin d-dia selemah itu..” Siwon mencoba menenangan hatinya, tapi bulir-bulir bening mulai menetes dari pucuk matanya. “K-Kyuhyun…” Yesung yang tidak kuat menahan airmatanya langsung memeluk Siwon erat.

“Dia meninggal seminggu yang lalu, disaat kau juga menjalani Operasi donor jantung, dan sekarang jantung yang ada di tubuhmu adalah jantung Kyuhyun Wonnie.” Siwon terpaku, airmata semakin deras menetes dari matanya, tapi ia tetap tidak bergerak, ai membiarkan airmata menetes begitu saja.

“Jadi yang aku lihat diruang operasi itu? Kyuhyun benar-benar serius dengan perkataannya?” Siwon terus menerus mengeluarkan butiran-butiran bening dari matanya.

“Apa yang kau fikirkan Cho Kyuhyun? Kenapa kau lebih memilih mengorbankan nyawamu, eh? Kau tau betapa terpukulnya aku? Kau tau betapa sakitnya aku sekarang?” Siwon mencoba menggerakkan tangan kirinya untuk bisa membalas pelukan Yesung. Karena terus berusaha mengeluarkan kekuatan yang ia punya, Siwon berhasil menyentuh tubuh Yesung, berhasil membalas pelukan namja yang sedang menangis dipelukannya itu.

“D-dia mencintaimu Hyung.. K-Kyuhyun mencintaimu…” Yesung tidak bergeming, ia terus memeluk Siwon erat seraya terus menangis.

.

.

2 minggu kemudian..

Hari ini Yesung dan Siwon berencana mengunjungi pemakaman Kyuhyun. Mereka membawa sebuket bunga lili dan mawar merah. Yesung menggenggam erat tangan Siwon.

“Kyuhyun-ah, aku menepati janjiku, sekarang aku sudah mengunjungi makammu dengan orang yang kau cintai yang sekarang menjadi namjachinguku.” Siwon menatap Yesung lalu menggenggam erat tangan Yesung.

“Aku tidak akan menyakitinya, aku akan mengikuti semua kata-katamu… karena aku mencintainya.” Lesung pipi Siwon terlihat sangat jelas membuat raut wajah Yesung merona merah. “Ayo Hyung.. katakan!”

Yesung tersenyum. “Kyunnie, gomawo… gomawo kau sudah membuat orang yang aku cintai bisa hidup sampai sekarang, aku benar-benar tidak tau cara untuk membalas semua pengorbananmu untuk kami.” Yesung terdiam, ia menengadahkan kepalanya mencoba untuk tidak menangis. Tapi saat Siwon melihatnya, Siwon langsung melingkarkan tangannya dileher Yesung.

“Aku merindukanmu Kyuhyun-ah, aku rindu dengan sifat evilmu, aku rindu dengan rajukanmu, aku rindu pada semua yang ada pada dirimu. Hiks.” Siwon pun mencoba mengambil nafas panjang, mencoba untuk tidak menangis.

“Aku tau.. aku memang baru mengenalmu.. tapi kau yang sudah membuatku bisa tertawa selebar itu, bisa semarah itu dan bisa merasakan bagaimana rasanya dicintai. Kau benar-benar seorang pahlawan bagiku Kyu.” Yesung menyentuh nisan yang bertuliskan nama Cho Kyuhyun.

“Kau harus tenang disana, kau tidak usah memikirkan kami, aku dan Siwon akan bahagia selamanya dan bahagia ini untukmu juga Cho Kyuhyun.”

Siwon dan Yesung berdiri lalu berpelukan erat. “Saranghae Hyung…” ucap Siwon sambil terus memeluk Yesung erat.

“Nado Saranghae Choi Siwon…” Yesung dan Siwon menatap nisan Kyuhyun lalu tersenyum simpul.

“Jeongmal Saranghae Cho Kyuhyun…” Cup. Yesung memegang pipi kirinya, ia merasa ada yang tiba-tiba mengecup pipinya.

“Nado jeongmal saranghae Hyung..”

Saat bunga mulai berguguran…

Itulah saat dimana aku tidak ada lagi didunia ini…

Penyakit ini membuatku tidak bisa bertahan lama, Kanker Otak stadium akhir…

Dokter menyatakan aku akan mati, dan sekaranglah saatnya aku mengorbankan apa yang aku punya…

Aku ingin membuatmu bahagia Yesung Hyung, tapi aku tau hanya Siwonlah yang bisa melakukan semua itu padamu…

Jantung ini, aku serahkan sepenuhnya kepada Siwon, agar aku bisa selalu berada disisimu dengan sosok seorang Choi Siwon…

Choi Siwon.. aku sudah melakukan pengorbanan untukmu, dan sekarang adalah giliranmu.. jaga dia, sayangi dia, cintai dia, dan jangan sekalipun kau melukainya, kau mengerti…

Berjanjilah kalau kau akan sering mengunjungi pemakamanku bersama Yesung Hyung…

Satu hal lagi… Aku Cho Kyuhyun, seorang Angel… bukan seorang Evil, ingat itu!^^

Aku menyayangi kalian..

Dan aku sangat mencintaimu Hyung… sangat…

‘Aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbananmu Kyuhyun-ah, kau adalah sahabat terbaik yang pernah ada. Tenanglah disana, aku akan menjaga milikmu dengan sebaik-baiknya.’

.

.

^^ THE END ^^

12 comments on “One Love For Cho Kyuhyun

  1. d ff in Kyuppa bnr2 jd angel..
    trharu bngt am pngorbanan Kyuppa..
    Rela mendonorkan jantungny buat Siwon n kbahagiaan Yeppa..
    Ff-ny keren bnget chingu..bhsany jg indah bngt wktu pendeskripsianny..(sok th)..hehehe
    Semangat trs ya chingu..
    Salam Nami

  2. Aghh…….bantalku bsah pnuh dengan air mata terharu#plakkk sok puitis
    Eh tapi keren unni,aq suka ะ’anget
    ฦ—ฦ—ษฦ—ฦ—ษฦ—ฦ—ษ ใƒ„
    Miyan kalo baru coment alny baru aja bca
    Oh ya unnie perkenalkan saya readers baru
    “Anhyeong hasseo, nina imida”#mrsa bner brbhasa kore- plakkkk-

  3. Kyuhyun kalo jd orang ketiga di ff yewon pasti predikat evilnya mendadak ilang deh xD
    Dalam cinta segitiga emang harus ada yg berkorban, dan akhirnya Cho ‘Evil’ Kyuhyun yang beruntung di sini T__T
    Padahal tadinya aku kira Yesung yg mati xD
    Chukkae buat Yewon! :*

  4. kyuhyun udh b’korban demi orng yg d’cintai’a๐Ÿ™‚
    dan skrang giliran siwon yg harus menjaga milik’a yg b’harga,
    dan siwon haarus menjaga sungie dan mencintai’a,
    karna kyuhyun sangaaaaat mencintai sungie๐Ÿ™‚

  5. Whatz ?!
    Kyupil seorang angel ?!
    Hell !? Tpi. . . Bner jga sich,. Kalo crita.x kyak gni yg mank julukan ntu co”k bwt si Kyupil. . .
    nae bca nie pkek backsound lgu.x Encung loving you.๐Ÿ˜ฆ huwee. . . So sad e0n. . .

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s