ff-kyusung

The Last One For You

 

Main cast : KyuSung

Rate : T

Genre : Romance / Angst ~ ONE SHOOT ~

Summary : Yesung berjuang untuk hidup karena Kyuhyun. Kyuhyun hampir saja meminang Yesung setelah dia pulang dari Amerika, segala sesuatu sudah ia persiapkan dengan matang, tapi ternyata takdir berkata lain….

WARNING : Unsur YAOI, Death Character, Alur kecepetan, OOC, Mbulet, Typo(s), Cerita abal-abal, bingungin.

Author datang lagi dengan One Shoot Angst… Mianhae kalau reader gak suka sama ceritanya.. author galau jadi bikin FF kayak gini deh hiks.. hikss… udah ah nangisnya, langsung baca aja ne ^^

.

.

Tunggu aku sampai aku pulang Hyung? Aku akan menyematkan cincin ini padamu, kita akan menikah dan berbulan madu ke Negara yang kau impikan Hyung.. aku mencintaimu…

.

.

.

Happy Reading

.

.

Seorang namja manis dengan wajah pucatnya sedang menengadahkan tangannya merasakan dedauan yang berguguran, indah.. itulah yang ia fikirkan. Tapi ada satu hal yang membuat keindahan itu tidak sempurna. Rumah sakit, selama ini ia terus saja berada dirumah sakit, bosan… itu yang ia rasakan.

Ia menarik nafas panjang lalu mengepalkan tangannya erat-erat. Ia menunduk dan mulai menitihkan airmatanya. Sampai saat ia merasakan ada yang memeluknya dari belakang. Melingkarkan sebuah tangan ke lehernya.

“Kau sedang apa Yesung Hyung?” Namja yang bernama Yesung itu menoleh kebelakang.

“Kyunnie…” Kyuhyun atau yang akrab dipanggil Kyunnie itu tersenyum.

“Ayo kita kembali kekamarmu Hyung, kau tidak boleh terlalu lama terkena angin seperti ini.” Yesung tersenyum lalu menggeleng pelan.

“Anii Kyu, aku ingin menikmati musim yang aku sukai ini, aku takut kalau esok aku sudah tidak bisa merasakan musim seperti ini lagi.” Ucapnya seraya memejamkan matanya dan mendongakkan kepalanya menatap langit.

“Apa yang kau katakan itu Hyung? Kau pasti sembuh, percayalah padaku.” Sahut Kyuhyun meyakinkan sambil jongkok dihadapan Yesung.

“Aku tidak mau banyak berharap Kyunnie, kau dengar kan? Dokter saja tidak berani memastikannya.”

“Tapi kau harus percaya keajaiban Hyung!”

“Aku percaya Kyunnie, percaya.. tapi aku…” ucapan Yesung terhenti saat Kyuhyun melumat bibirnya, Kyuhyun menyapu bibir tipis itu secara perlahan.

“Aku tidak mau mendengar semua ucapanmu itu Hyung, bagiku… kau akan sembuh! Kau akan menemaniku jalan-jalan, menari, menyanyi, dan melakukan hal-hal yang merupakan kegiatan yang kita sukai.” Yesung mengembangkan senyumnya, rambut ikal itu tergurai terkena semilir angin.

“Kau akan selalu dihatiku Hyung..” Ucap Kyuhyun seraya menunjuk dada kirinya.

“Kyunnie..” Yesung menarik tubuh Kyuhyun masuk kedalam pelukannya. “Gomawo… Gomawo selama ini kau selalu berada disisiku.”

“Ne. Hyung.. aku melakukannya karena aku sangat mencintaimu.” Yesung melepas pelukannya dan tersenyum. “Kita kembali kekamar, ne?” Yesung mengangguk. Kyuhyunpun mengecup kening namja manis itu lalu mendorong kursi roda yang dipakai namja yang ia cintai itu kembali kekamarnya.

Ya.. namja manis bernama Yesung itu mengidap kanker tulang stadium akhir, yang membuat ia tidak bisa berjalan lagi. Tepatnya satu tahun yang lalu, ia masuk rumah sakit karena kanker tulang yang ia derita sudah menjalar ke stadium akhir.

Flashback

“Hyung… semakin lama dance mu semakin keren, aku jadi iri padamu.” Seru Kyuhyun sambil membersihkan keringat yang ada dikeningnya. Yesung melemparkan handuk yang ia bawa kepada Kyuhyun.

“Tapi kau masih lebih hebat daripada aku Cho Kyuhyun.” Sahutnya dengan penekanan dinama Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh lalu memeluk Yesung dari belakang.

“Aku semakin menyayangimu Hyung..”

“Lepas Kyunnie, kau bau!” Kyuhyun tersentak lalu memundurkan langkahnya, ia menghirup aroma tubuhnya sendiri.

“Jinjja? Aku bau?” tanyanya dengan tampang lugunya. Yesung terkekeh.

“Yesung Hyuuuung!” tiba-tiba seorang namja yang dijuluki namja perfect itu datang dan langsung memeluk Yesung dari belakang. Kyuhyun yang melihat Yesung-nya dipeluk langsung melemparkan handuk yang ia bawa kewajah namja perfect itu.

“Eits… tidak kena!” cetus namja itu sambil memiringkan wajahnya menghindari lemparan handuk dari Kyuhyun.

“Choi Siwon, lepaskan Hyung-ku!” pekik Kyuhyun kesal saat melihat Siwon malah mempererat pelukannya.

“Hyung-mu? Tapi Yesung Hyung juga Hyung kesayanganku. Weeek!” Celetuk Siwon seraya menjulurkan lidahnya tanda mengejek. Kyuhyun langsung mengepalkan tangannya erat-erat. “Hyung.. hari ini kau terlihat sangat sexy.” Desah Siwon ditelinga Yesung membuat Yesung membulatkan matanya sempurna.

Begitu juga Kyuhyun, ia terperangah dan membelolokkan matanya. “KUDA PERVEEEERT! LEPASKAN HYUNG-KU!” Jerit Kyuhyun lalu berlari mengejar Siwon, tapi saat tau Kyuhyun mengejarnya, dengan cepat, Siwon langsung berlari keluar dari Studio dan menguncinya dari luar.

Dug… dug… dug…

“Kuda pervert! Bukaaa!” Dug… dug… dug… Kyuhyun terus mendobrak pintu itu dari dalam.

“Tidak akan evil magnae.” Suara tawa terdengar keras dari luar. “Yesung Hyung… kalau kau terus menunjukkan ke-sexy’anmu didepanku, suatu saat nanti aku akan menyentuhmu, Hahahah!” jerit Siwon dari luar. Kyuhyun langsung menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

“YA! Choi Kuda! Awas saja kalau kau berani menyentuh Hyung-ku, tak akan kubiarkan kau menghirup udara lagi!” tawa itu terdengar lagi dan terdengar semakin keras, Yesung hanya menunduk seraya terkekeh melihat 2 dongsaengnya ini memperebutkan dirinya.

“Kyunnie, sudah, jangan kau hiraukan perkataan Wonnie, dia hanya bercanda.” Ujar Yesung menenangkan.

“Tapi bercandanya keterlaluan Hyung!” Sahut Kyuhyun seraya menatap Yesung dan mempoutkan bibirnya. Yesung menunjukkan senyum termanisnya lalu berjalan mendekati Kyuhyun. “Aku tidak suka dia memelukmu Hyung, apalagi dia berkata akan menyentuhmu.” Yesung menyentuh kedua pipi Kyuhyun.

“Kau harus percaya padaku Kyunnie, aku… hanya… untukmu…” katanya mantap lalu mengecup bibir Kyuhyun.

“Kau hanya untukku Hyung? Kau janji?”

“I promise Cho Kyuhyun.”

“I trust you Kim Jong Woon.” Yesung tersenyum dan mengangguk. Kyuhyun langsung menarik tengkuk Yesung dan melumat bibir tipis itu.

.

.

“Teukie Hyung.. kau tau dimana Yesung Hyung?” tanya Kyuhyun saat melihat Leeteuk leadernya akan memasuki ruangannya.

“Yesungie?” Kyuhyun mengangguk. “Kalau tidak salah, aku tadi melihatnya menuju ke atap.”

“Atap?”

“He’em.. coba saja cari kesana.”

“Ne. Gomawo Hyung.” Leeteuk tersenyum. Kyuhyunpun langsung berlari menuju atap gedung, mencoba mencari keberadaan Hyung tercintanya.

Yesung PROV

Aku membaca surat yang aku terima dari rumah sakit Seoul yang menyatakan kalau kanker tulang yang aku derita sudah dalam masa kritisnya, dan tidak akan lama lagi, aku akan lumpuh, aku tidak akan bisa berjalan lagi, tidak bisa melakukan hal yang aku suka yaitu menari. aku hanya akan duduk dikursi roda… dan… yah, aku tau itu akan sangat membosankan bagiku.

“Hyuuung!” Aku mendengar teriakan dari orang yang aku cintai, buru-buru aku memasukkan surat yang aku bawa itu kedalam saku jasku. Aku menoleh kearahnya dan menunjukkan seulas senyum agar ia tidak curiga padaku.

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau ada disini?” tanya Kyuhyun seraya memegang kedua pipiku, hangat… itu yang aku rasakan saat kedua telapak tangan Kyuhyun menyentuh pipiku.

“Mianhae Kyunnie, aku Cuma ingin sendiri dulu, menghirup udara segar.”

“Tapi kau kan bisa mengajakku Hyung!” rajuk Kyuhyun seraya mengerucutkan bibirnya.

“Mianhae Chagi, kau tadi terlihat sibuk sekali, lagipula sekarang kau kan ada tawaran main di drama musical, kau pasti akan sangat sibuk sekarang.”

“Tapi kalau untukmu, pekerjaanku akan aku nomor duakan Hyung.”

“YA! Kau itu bicara apa, pekerjaan harus menjadi prioritas utama Kyunnie-ah, aku tidak mau kau menomor duakan pekerjaan, arra!” Kyuhyun menunduk. “Kyu, lihat aku!” Aku meraih dagunya agar pandangan kita saling bertatapan.

“Kita tidak boleh berfikir seperti itu, kau harus bisa profesional Kyunnie-ah. Kau mengerti maksudku kan?” Kyuhyun mengangguk.

“Sekarang tersenyumlah.” Kyuhyun masih terdiam. “Hey.. pabboya, kau tidak mendengar perintahku, eh!” ucapku berlagak kesal.

“Ne. Hyung.. arraseo.” Seulas senyum manis itu akhirnya terlihat dibibir namja yang paling aku cintai itu, aku langsung memeluknya erat, sangat erat. Aku tidak peduli walaupun aku tidak bisa bernafas karena pelukan erat ini. Yang aku fikirkan hanyalah, apa lain kali aku masih bisa memeluknya seerat ini?

.

.

Hyuung ku sayang… nanti malam kau akan datang ke lokasi drama musicalku kan?” Aku tersenyum saat melihat pesan singkat dari Kyuhyun.

Ne. Kyunnie-ah, nanti malam aku akan kesana bersama Minnie-ah.” Balasku seraya berjalan menuju ke ruang TV. Aku lihat semua member minus Siwon dan Kyuhyun sedang berkumpul diruang TV untuk menyaksikan sebuah acara yang bawakan oleh Leader kami Leeteuk dan King of Yadong, Eunhyuk yaitu Strong Heart.

“Minnie-ah, nanti malam kau jadi ikut aku atau tidak?”

“Kemana Yesungie?” tanya Teukie Hyung ingin tau.

“Ke lokasi drama musicalnya Kyunnie, Hyung.” Teukie Hyung manggut-manggut dan aku rasa ia mengerti.

“Ne. Hyung aku pasti ikut.”

.

Aku dan Sungmin menjalankan mobil kita kearah lokasi tempat Kyuhyun berada sekarang. Tak lama kemudian, kita sampai ditempat yang kita tuju. Aku dan Sungmin langsung dipersilahkan masuk oleh penjaga pintu itu. Tak jauh dari pintu itu, sudah terdengar suara nyaring Kyuhyun yang sedang bernyanyi dengan indahnya.

Tapi tiba-tiba langkahku terhenti saat tanpa sengaja aku melihat Kyuhyun terjatuh dan mencium bibir seorang yeoja tepat didepan mataku. Hatiku benar-benar remuk saat itu juga, aku yakin itu bukan bagian dari skenario.

“Ah.. mianhae Soyoung noona. Aku tidak sengaja.” Seru Kyuhyun meminta maaf seraya membungkukkan badannya. Orang-orang yang ada disitu terdiam dan terus menatap Kyuhyun dan yeoja yang bernama Soyoung itu.

Tanpa aku sadari, airmata tiba-tiba menetes tanpa aku komandoi. “Yesung Hyung…” ucap Kyuhyun saat melihatku dan Sungmin berdiri didepan pintu. Aku langsung berlari keluar dari lokasi itu. “Hyuuuung…” aku mendengarnya, aku mendengar ia memanggil namaku.

Tapi saat itu aku benar-benar sudah merasa sangat sakit hati, hatiku benar-benar remuk dibuatnya. Sampai pada jalan yang sepi, aku berhenti dan menangis sekencang-kencangnya. “KAU BODOH CHO KYUHYUN! AKU MEMBENCIMU!” Jerit Yesung.

“HYUNG!” Kyuhyun memanggilku dari sebrang jalan, dan saat ia hampir menghampiriku, langkahnya terhenti dan menatap kearah kanan jalan. Disitu aku juga melihat ada mobil dengan kecepatan kencang melaju kearahku.

“HYUNG AWAS! Teriaknya, tapi kakiku benar-benar terasa mati. Aku tidak bisa bergerak sedikitpun, hingga akhirnya…

BRUAAAKKKKK…

Yesung PROV END

Kyuhyun merasa jantungnya berhenti saat ia melihat sosok yang sangat ia cintai terpental jauh karena tabrakan keras dari mobil itu. Selama 2 bulan Yesung tidak sadarkan diri, ia terbaring koma diranjang rumah sakit. Sampai akhirnya saat hampir menginjak bulan ketiga, Yesung mulai sadarkan diri.

“Hyung..” Yesung hanya diam tanpa menatap kearah Kyuhyun. Sekarang sudah hari ke 4 sejak Yesung tersadar dari komanya, tapi ia masih tetap tidak membuka suara pada Kyuhyun ataupun member lainnya. “Mianhae Hyung, aku mohon bicaralah!” Kyuhyun mulai meneteskan airmata.

“Saranghae Hyung..” butiran bening itu menetes ketangan mungil Yesung, membuat Yesung terenyah dan menatap Kyuhyun. Ia menggerakkan tangannya dan menghapus airmata yang ada dipipi Kyuhyun. “Hyung..” ucap Kyuhyun saat tangan Yesung menyentuh pipinya.

“Jangan menangis Kyunnie, aku sudah tidak marah padamu.” Katanya dengan suara yang sangat lemah.

“Apa?”

“Aku tidak marah padamu.” Ucapnya lagi, tapi kali ini dengan menunjukkan senyum termanisnya.

“Hyuung..” Kyuhyun langsung memeluk erat tubuh Yesung yang masih terbaring lemah diranjang rumah sakit itu. Tapi masalah datang setelah itu, Yesung tidak dapat menggerakkan kakinya sama sekali, ia terus saja mencoba menggerakkannya tapi hasilnya tetap nihil.

Dokterpun menyarankan untuk menjalani sebuah rontgenuntuk mengetahui keadaan tulang kaki Yesung. Dan hari itu juga setelah Yesung menjalani rontgenitu, kenyataan yang sangat pahit terdengar ditelinga Kyuhyun.

“Kanker Tulang yang diderita Yesung-ssi sudah masuk stadium akhir.” Kyuhyun benar-benar tidak percaya akan apa yang dikatakan Dokter dihadapannya dan Yesung. Kyuhyun menatap Yesung dan melihat namja yang sangat ia cintai itu menunduk dan menangis.

“Dokter pasti bercanda kan? Selama ini Hyung-ku baik-baik saja Dok, tidak mungkin ia mengidap penyakit semacam ini.” Bantah Kyuhyun dan mencoba untuk tidak meneteskan airmata. “Hah.. Dokter hanya bercanda kan?”

“Mianhae Kyuhyun-ssi, tapi yang membuat Yesung-ssi tidak bisa berjalan adalah Kanker Tulang yang ia derita.”

“Tapi Hyung-ku masih bisa sembuh kan Dok? Masih ada kesempatan untuk bisa berjalan lagi kan Dok?” Yesung langsung menarik tangan Kyuhyun mencoba menenangkan Kyuhyun yang tersulut emosi. Tapi Kyuhyun langsung menepis tangan Yesung dan menghampiri Dokter. “Dokter katakan padaku!”

“Kami tim Dokter tidak bisa memastikannya Kyuhyun-ah, Kanker Tulang yang diderita Yesung-ssi benar-benar sangat ganas. Kemungkinan untuk sembuh hanya 10%.” Kyuhyun memundurkan langkahnya, ia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan yang ia dengar.

“Sekarang kita hanya bisa berdoa dan berusaha sebisa mungkin Kyuhyun-ssi.” Kata Dokter seraya menepuk bahu Kyuhyun. “Istirahatlah Yesung-ssi.”

“Gamsahamnida Dok.” Ucap Yesung sambil tersenyum. Dokter itupun keluar dari kamar Yesung. Kyuhyun langsung menatap Yesung, airmata terus saja membanjiri kelopak matanya.

“Kenapa? Kenapa Hyung tidak mengatakannya dari awal, eh? Kenapa harus menyembunyikan semua ini dariku?” Yesung tidak berbicara, ia hanya menunduk dan tidak berani menatap Kyuhyun.

“Hyung bicaralah! Kenapa Hyung merahasiakan semua ini padaku?” bentaknya.

“Untuk apa aku mengatakannya padamu? Aku tidak mau setelah kau tau aku menderita penyakit ini, kau akan merasa kasihan padaku.”

“Tapi kau orang yang sangat aku cintai Hyung.”

“Aku tau Kyunnie, aku Cuma tidak ingin membuatmu khawatir.” Kyuhyun langsung merekuh tubuh Yesung kedalam pelukannya. “Aku tidak mau kau akan terus memikirkanku Kyunnie, aku tidak mau mengganggu fikiranmu.” Ucapnya masih menangis lalu tenggelam didada hangat Kyuhyun.

“Selamanya aku akan menjagamu Hyung, aku tidak akan meninggalkanmu.”

“Kyunnie…” Kyuhyun benar-benar sangat mencintai Yesung, semenjak Yesung di vonis tidak bisa sembuh dari penyakit Kanker Tulangnya, ia resmi mundur dari Super Junior dan sekarang tempat ia tinggal adalah Rumah sakit.

Setiap hari, Kyuhyun selalu menjenguk Yesung kerumah sakit, setiap Kyuhyun mengadakan tour keluar negri selama berhari-hari, ia masih terus menghubungi Yesung lewat media internet dan 3G seluler. Kyuhyun tidak mau menyia-nyiakan satu detikpun tanpa suara ataupun melihat wajah namja yang sangat ia cintai itu.

Flashback END

Kyuyun mengangkat tubuh Yesung dari atas kursi roda dan menaruhnya secara perlahan ke ranjang tidur yang sudah hampir 1 tahun lebih selalu menemani Yesung.

“Gomawo Kyunnie.”

“Cheonma Hyung.” Sahutnya seraya mengelus surai hitam milik Yesung.

“Ohya, bukannya hari ini kau ada jadwal pemotretan?”

“AIGO…” Cetusnya sambil memukul keningnya. “Aku lupa Hyung..” Yesung terkekeh.

“Cepat pergi sana.”

“Ne.” Kyuhyun memeluk tubuh Yesung dan berlari keluar dari kamar Yesung. Yesung mengambil nafas panjang sebelum merebahkan tubuhnya ke ranjang. “Hyuung..” Yesung memegangi dadanya kaget karena tiba-tiba Kyuhyun kembali masuk kedalam kamarnya.

“Waeyo Kyunnie? Kenapa kembali?” Kyuhyun tersenyum lalu mendekat kearah Yesung.

“Ini belum!” rajuknya seraya menunjuk bibirnya dengan ibu jarinya.

“Aish kau itu.” Cup. Yesung mengecup bibir itu sepintas.

“Kenapa Cuma sebentar?”

“Lalu?”

“Lagi…” pintanya manja. Yesung menghela nafas panjang lalu kembali mengecup โ€“bukan- melumat bibir Kyuhyun, kali ini cukup lama karena Kyuhyun menarik dan menahan tengkuk Yesung.

“Kyu… uh!” Yesung mendorong tubuh Kyuhyun karena ia merasa kehabisan nafas. Ia langsung mengerucutkan bibirnya.

“Gomawo Yesung Hyung.. saranghae..” ucapnya lalu mengecup kening Yesung dan berlari keluar dari kamar Yesung. Kali ini Yesung benar-benar merebahkan tubuhnya lalu menatap langit-langit kamar itu.

Tuhan.. aku percaya akan keajaiban, tapi kalau memang kesempatan untukku hidup tidak lama lagi, maka berilah orang yang paling aku cintai itu seseorang yang dapat membuatnya bahagia.”

Tapi jika aku boleh meminta satu permohonan lagi padamu, tolong beri aku waktu sebentar lagi, aku masih ingin berada didekatnya. Aku sangat mencintainya Tuhan.” Tanpa ia rasakan, airmata mengalir dari sudut matanya.

Kyunnie adalah seseorang yang sangat berharga bagiku, aku tidak tau apa jadinya diriku sekarang tanpa dia disisiku.”

.

.

Sehari-hari Kyuhyun terus saja mengunjungi Yesung yang berada dirumah sakit, ia tidak pernah mengeluh capek atau sakit di sela-sela jadwalnya sebagai member Super Junior itu semakin memadat. Kali ini ia ingin memberikan sebuah hadiah yang mungkin akan membuat Hyung tercintanya bahagia.

“Hyuung..” sapanya saat sampai didepan pintu, ia melihat Yesung tengah duduk diranjangnya seraya menatap kearah luar jendela.

“Kyunnie, kau sudah datang?”

“Ne. Hyung, kau sedang apa?” tanyanya lalu mengecup kening Yesung, kedua tangannya masih setia membawa sesuatu dibelakang punggungnya.

“Sedang mengamati burung-burung itu.” Jawabnya sambil menoleh kearah dimana banyak burung berterbangan diluar sana. “Apa yang kau bawa dibelakangmu itu Kyunnie?” tanyanya saat merasa tangan Kyuhyun membawa sesuatu dibelakang punggungnya.

“Hmm.. apa ya?” goda Kyuhyun seraya menunjukkan seringaian khas dirinya.

“Aish.. aku benci dengan seringaian itu.” Cetus Yesung dengan wajah kesalnya. Tapi bagi Kyuhyun wajah kesal Yesung semakin membuatnya terlihat manis. “Jangan berseringai seperti itu.” Kyuhyun terkekeh.

“Close your eyes Hyung!”

“Wae?”

“Ahh.. Hyung.. cepatlah! Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

“Sesuatu? Tidak ah, aku tidak mau menutup mata.”

“Hyuuung…” rajuk Kyuhyun manja.

“Tidak Kyunnie.”

“Ayolah Hyung, sekaliiii saja, ne!”

“Tidak.”

“Hyuuuung…” Kyuhyun mempoutkan bibirnya. Yesung sedikit melirik kearah Kyuhyun dan melihat namja yang umurnya lebih muda darinya itu mulai cemberut.

“Ne. Ne. Aku akan menutup mataku.” Senyum sumringah langsung terlihat diwajah member termuda di Super Junior itu.

“Jangan mengintip ya Hyung.” Yesung mengangguk. Kyuhyun langsung menaruh sesuatu yang ia bawa dipangkuan Hyung-nya itu, Yesung pun langsung mengernyitkan dahinya merasa ada sesuatu dipangkuannya. “Sekarang buka matamu Hyung.”

Sedikit demi sedikit Yesung membuka matanya, dan seketika ia terperangah melihat boneka besar berbentuk kura-kura berwarna hijau tengah ada dipangkuannya. “I-ini…”

“Itu untukmu Hyung, kau suka bukan?”

“Aku tidak suka.” Sahut Yesung tiba-tiba membuat Kyuhyun membuka matanya lebar-lebar.

“Kenapa Hyung?” tanyanya mulai kecewa.

“Karena Cuma satu Kyunnie, aku maunya kamar ini harus dipenuhi dengan kura-kura, entah itu Cuma boneka atau Kura-kura asli.” Rajuknya manja seraya mengambil boneka yang ada dipangkuannya itu.

“Ah.. mianhae Hyung, aku tidak berfikir sampai kesitu.” Ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Yesung tersenyum lalu menatap Kyuhyun manis.

“Gomawo Kyunnie, aku Cuma bercanda kok.”

“Wae?” Yesung cengingisan melihat ekspresi Kyuhyun mulai berubah lagi. “Aish.. Hyung.. kau ketularan siapa jadi suka mempermainkan aku seperti ini, eh?” Yesung menaikkan satu alisnya.

“Siapa lagi kalau bukan kau pabboya!”

“Wae? Hyung memanggilku apa?”

“Cho Kyuhyun pabboya, kurang jelas!”

“Ish.. awas kau Hyung.. rasakan ini!” Kyuhyun langsung menggelitiki perut Yesung yang membuat Yesung memberontak sambil mendorong tubuh Kyuhyun.

“Hahaha.. Kyunnie, hentikan!” hahaha..

“Tidak akan, kau sudah mempermainkan aku, sekarang rasakan pembalasanku Hyung.”

“Kyunniiiieee…”

.

.

“Hyung.. lusa SM akan mengadakan Concert di Amerika.” Ujar Kyuhyun saat dirinya dan Yesung sedang berada ditaman rumah sakit.

“Jinjja? SM akan mengadakan concert disana lagi?” Kyuhyun mengangguk. “Wah senangnya, andai aku bisa ikut melihatnya.” Kyuhyun menunduk.

“Kau kenapa Kyunnie, kenapa sepertinya kau tidak senang?”

“Aku sedih Hyung, pertama karena aku tidak bisa satu panggung lagi denganmu, kedua.. kita tidak bisa jalan-jalan lagi seperti dulu saat pertama kali SM ke Amerika. Dan ketiga…” Kyuhyun menghentikan ucapannya.

“Ketiga apa Kyunnie?” tanya Yesung sambil mengangkat dagu Kyuhyun.

“Aku jadi tidak bisa menemanimu dirumah sakit ini Hyung.” Yesung tersenyum.

“Hey.. jangan berfikir seperti itu, kita kan masih bisa melakukan Video call yang biasa kita lakukan setiap kau ke luar negri.”

“Tapi masalahnya kalau SM yang mengadakan concert, pasti aku akan lama stay disana Hyung.”

“Tidak masalah Kyunnie, lagipula paling lama Cuma 1 mingguan lebih kan?”

“Tapi itu lama sekali buatku Hyung.” Yesung menyentuh kedua pipi Kyuhyun.

“Kyunnie, dengarkan aku! Aku akan setia menunggumu disini, kau kan tau aku tidak selemah itu.”

“Tapi nanti siapa yang akan menemanimu Hyung? Siapa yang akan menyanyikan lagu selamat tidur untukmu?”

“Kau kan bisa menyanyikannya untukku darisana?”

“Aku tidak ikut saja ya Hyung.” Celetuknya seraya menatap kearah lain.

“YA! Ucapanmu semakin ngelantur saja, aku akan sangat membencimu kalau kau tidak ikut dalam concert itu, kau salah satu member Super Junior Kyunnie. ELF, Sparkyu dan orang-orang menunggu penampilanmu. Mereka akan kecewa kalau kau tidak ikut dalam concert itu.”

“Tapi Hyung…”

“Aku tidak mau mendengar kata tapi.” Kyuhyun menundukkan kepalanya. “Kau harus berjanji akan ikut terbang ke Amerika Kyunnie.”

“…” Kyuhyun masih terdiam.

“Kau harus mengikuti concert itu, aku berjanji akan menunggumu pulang.”

“…” Yesung meraih dagu Kyuhyun lalu menyapu bibir tebal itu dengan lembutnya. Sesekali ia memberikan gigitan-gigitan kecil agar Kyuhyun bereaksi. Merasa ciuman itu begitu hangat untuknya, Tangan kanan Kyuhyun mulai bereaksi, ia menarik tengkuk Yesung dan sedikit memiringkan kepalanya untuk mempermudah ciuman mereka.

Tangan kirinya ia gunakan untuk membantu Yesung melingkarkan tangan mungil itu ke lehernya. Yesung sedikit membuka bibirnya agar lidah Kyuhyun dapat masuk dan memanjakan lidahnya. “Urhm..” desah Kyuhyun saat merasakan kehangatan dirongga hangat namjachingunya itu.

Sampai akhirnya 5 menit berlalu, mereka melepaskan ciuman mereka yang diakhiri dengan jembatan saliva diantara mereka. “Berjanjilah kau akan menungguku pulang Hyung!” pinta Kyuhyun. Entah kenapa rasanya ia tidak rela berangkat ke Amerika dan meninggalkan Yesung sendirian.

“Aku berjanji Kyunnie.” Kyuhyun mengecup kening Yesung dan menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya.

.

.

.

4 hari berlalu begitu saja semenjak kepergian Kyuhyun ke Amerika untuk mengadakan SM TOWN Concert. Hari-hari Yesung jadi begitu sepi. Ia hanya bisa mendengus kesal karena bosan, hanya boneka kura-kura pemberian dari Kyuhyunlah yang setia menemaninya setiap hari.

Aku merindukanmu Kyunnie..” desahnya seraya memainkan boneka Kura-kura yang ada dipangkuannya itu.

Tess… Yesung langsung menutup hidungnya saat tiba-tiba darah keluar dan mengenai boneka kura-kuranya itu.

Tess… darah itu terus saja terjatuh walaupun sekarang Yesung sudah menutupi hidungnya dengan tisu. Ia mendongakkan kepalanya keatas, berharap bahwa darah itu akan segera berhenti mengalir.

Tess… tapi ternyata itu sama sekali tidak berguna, darah itu semakin lama semakin meluber dan membuat boneka kura-kura yang tadinya berwarna hijau menjadi terkena bercak-bercak merah.

Kenapa ini? Kenapa darahnya tidak mau berhenti?” Ia mencoba bersikap tenang walau sebenarnya dihatinya, ia benar-benar mulai ketakutan.

Aku mohon berhentilah mengalir, Aku mohon!” Yesung terus saja membasuh darah yang ada disekitar mulut dan hidungnya itu dengan tisu yang ada di ranjangnya.

Beep… beep… beep…

Dan sekarang Yesung benar-benar merasa ketakutan, disaat seperti ini Kyuhyun menelfonnya dan mengajaknya melakukan Video Call.

Aku mohon berhentilah untuk sekarang saja, aku ingin mendengar dan melihat suara orang yang aku cintai. Aku mohon!”

Beep.. beep… beep…

Yesung masih berusaha untuk membersihkan darah yang tersisa di mulut dan hidungnya sebelum ia menerima video call dari Kyuhyun.

Aku mohon sekali saja berhentilah mengalir sejenak.” Pinta Yesung memohon dengan sangat. Sampai akhirnya darah itu berhenti mengalir dengan sendirinya. “Terima kasih Tuhan.. Terima kasih…” Yesung mulai tersenyum lalu membuang sisa tisu dengan bercak darah itu ke tong sampah yang ada dibawah ranjangnya.

Ia langsung menerima panggilan video call dari Kyuhyun.

“Hyuung… kenapa lama sekali mengangkatnya?” tanya Kyuhyun dari sebrang telfon dengan mengerucutkan bibirnya.

“Mianhae Kyunnie, aku tadi ketiduran lalu saat mendengar suara handphone berbunyi, aku mencari dimana aku taruh handphonenya.” Sanggahnya mencoba menunjukkan senyum termanisnya.

“Kau banyak alasan Hyung, apa jangan-jangan kau tidak mau mengangkat telfonku, eh?”

“Aigo.. Kyunnie, kenapa kau berfikir seperti itu, eh?” sekarang berganti Yesung yang mempoutkan bibirnya.

“Hehehe.. mianhae Hyung, aku Cuma bercanda.” Jawabnya terkekeh.

Melihatmu tersenyum benar-benar membuatku semakin merindukanmu Cho Kyuhyun.”

“Hyung.. kenapa kau melamun?”

“Eh.. ah.. anii.. kau sedang apa?”

“Ini sedang berada di backstage Hyung, setelah ini aku mau tampil solo bersama Changmin.”

“Shim Changmin?” Kyuhyun mengangguk. “Kau tidak akan melakukan Fanservice bersamanya kan Kyunnie-ah?”

“Eh? Ehm.. Mollayo Hyung, kalau fans minta ya dengan senang hati…”

“Awas saja kalau kau melakukan fanservice bersama Changmin.” pekiknya memotong ucapan Kyuhyun.

“Eh?” Kyuhyun terdiam sejenak lalu tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kesal Hyung-nya itu.

“YA! Cho Kyuhyun! Kenapa kau malah tertawa!”

“Hahahah.. kau lucu Hyung, aku tidak mungkin lah melakukan Fanservice bersamanya, aku kan setia padamu.”

“Bullshit.”

“Eh? Kau tidak percaya?” Yesung mengeleng seraya menunjukkan wajah sok kesalnya.

“Baiklah Kim Jong Woon kalau kau tidak percaya, Tunggu sebentar ne.” Yesung melihat ekspresi Kyuhyun yang sedang menggigit bibir bawahnya seraya merogoh sesuatu disaku celananya.

“Kau sedang apa Kyunnie?”

“Tunggulah sebentar Hyung Chagi, tidak sabaran sekali sih!”

“Aish.. evil magnae, kau itu..” Kyuhyun terkekeh senang setiap dia selalu sukses membuat Hyung-nya yang satu ini kesal.

“Ini…” Yesung mengernyitkan dahinya saat Kyuhyun menunjukkan sebuah kotak kecil berbentuk kura-kura berwarna merah.

“Apa itu? Itu kura-kura hidup? Kenapa warnanya merah?” Kyuhyun terlihat cengingisan melihat Yesung mulai penasaran. Dan.. Klik… kotak kecil berbentuk kura-kura berwarna merah itu terbuka dan menunjukkan dua cincin berlapis berlian yang ada didalamnya. “K-kyunnie.. I-itu a-apa?” tanya Yesung tergagap, rasa kaget, takut, senang, bahagia, penasaran bercampur aduk jadi satu.

“Sepulang dari Amerika, aku akan menyematkan cincin ini ke jari manismu Hyung.”

“A-apa?” Yesung terperangah, dia tidak bisa berucap satu katapun selain kata ‘apa’.

“Tunggu aku Kim Jong Woon, aku akan menikahimu dan kita akan berbulan madu ke Negara yang kau impikan.” Tetesan airmata menetes dengan sendirinya dipipi Yesung. “Eh, Hyung.. kenapa kau menangis?” tanya Kyuhyun cemas saat ucapannya membuat Yesung menitihkan airmata. “Hyung.. Uljimma, aku tidak mau melihatmu menangis, jangan menangis lagi Hyung..”

Yesung mencoba tersenyum lalu menghapus airmatanya. “Aku tidak menangis Kyunnie, ini tadi ada tetesan air hujan yang masuk dari atap kamar.”

“Bohong kau Hyung, kau kira aku anak kecil yang bisa dibohongi? Kau sedih?”

“Apa?”

“Kau sedih karena aku akan menikahimu?”

“Kau itu bicara apa Cho Kyuhyun!”

“Lalu kenapa kau menangis?”

“Aku menangis bukan karena aku bersedih kau akan menikahiku, justru aku sangat bahagia karena akhirnya aku bisa menikah dengan orang yang aku cintai.”

“Yesung.. Hyung..”

“Cepatlah pulang Kyunnie, aku sudah tidak sabar menunggumu menyematkan cincin itu ke jari manisku.” Kyuhyun tersenyum simpul.

“Ne. Hyung. Aku akan pulang secepatnya dan setelah itu kita akan langsung menikah.” Yesung mengangguk.

Kyuhyun-ah.. ayo bersiap-siap, setelah ini giliranmu dan Changmin.” terdengar suara teriakan dari salah satu crew yang sepertinya berada tak jauh dari lokasi Kyuhyun menelfon Yesung.

“Ne. Hyung.. sebentar!” jawab Kyuhyun. “Hyung.. nanti aku telfon lagi ne? Kau istirahatlah, wajahmu pucat sekali.”

“Ne. Hwaiting Kyunnie.. Saranghae.”

“Nado Yesung Chagi..” ucapnya terkekeh. “Jangan lupa makan, minum obat dan istirahat, awas saja sampai aku tau kau tidak melakukan semua perintahku.”

“Siap nae Evil Magnae!” cetus Yesung seraya memberi hormat kepada Kyuhyun dan tersenyum.

Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke handphonenya. “Muach.. Jeongmal Saranghae nae Hyung..” Yesung tersenyum lalu mematikan handphonenya.

Kyunnie.. aku benar-benar bahagia memilikimu, kau adalah seseorang yang sangat berharga bagiku.” Gumamnya senang lalu merebahkan tubuhnya ke ranjang tidurnya.

Aku akan berusaha mempertahankan hidupku sampai kau pulang Kyunnie.” Desahnya lalu mulai menutup matanya dengan memeluk erat boneka kura-kuranya.

.

.

.

“WUAAAHH! Ini apa Hyung?” jerit Kyuhyun kaget saat melihat kamarnya dipenuhi binatang kesayangan Yesung. Semua member Suju mengikutinya dari belakang dan tertawa saat melihat ekspresi kaget dari sang magnae.

“Kapan hari kan kau bilang akan memberi kejutan pada Yesungie saat kalian menikah esok.” Sahut sang leader menjelaskan.

“Tapi kan ini masih di Amerika Hyung, lagipula kita masih 3 hari lagi berada disini, kenapa harus dipersiapkan sekarang?” Cetus Kyuhyun kesal seraya memasukkan satu persatu kura-kura yang sedang melata dilantai itu kedalam aquarium yang ada dimeja ruang tamu.

“Kita semua tidak akan sempat mempersiapkan semua itu Kyunnie, makanya kita memutuskan untuk membelinya disini, lagipula kura-kura disini kan blasteran.” Celetuk Eunhyuk yang spontan mendapat deathglare dari sang evil magnae.

“Sudahlah Kyunnie, mereka pasti bisa bertahan hidup kok.”

“Tapi Minnie Hyung…”

“Tenanglah Kyunnie, kita melakukan semua ini untuk kelancaran acara pernikahanmu dengan Yesung Hyung.” Terang Donghae menenangkan. Kyuhyun langsung terduduk disofa dan seketika aura hitam menyelimutinya.

“Ehm.. sepertinya sekarang kita harus keluar Hyung!” Pinta Ryeowook takut saat merasa aura itu semakin menyelimuti kamar sang evil magnae. Semua member minus Kyuhyun mulai memundurkan langkah mereka pelan-pelan. Dan tanpa aba-aba, mereka langsung berlari bersama-sama keluar dari kamar Kyuhyun.

“HYUNGDEUUUULLLL…” Jerit Kyuhyun nyaring yang membuat para Hyung-nya itu menutup telinga dan lari ketakutan.

.

.

Kyuhyun PROV

Sekarang adalah hari terakhir SM mengadakan concert di Amerika, aku benar-benar merasa sangat senang, karena itu berarti besok kita semua akan kembali ke Korea.

“Give me Five..” Pekik Semua member Suju termasuk aku lalu ber-high five bersamaan. Rasa puas terpancar diraut wajah kami, karena pengorbanan kami selama ini tidak sia-sia. Concert berjalan dengan sangat sukses.

“Cie.. yang sudah tidak sabar menantikan hari pernikahannya, daritadi senyum-senyum sendiri.” Goda Heechul Hyung seraya menyenggol lenganku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman. Memang tidak bisa dipungkiri, aku benar-benar sangat senang dan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Hyung yang paling aku cintai.

“Kura-kura kemarin bagaimana nasibnya? Masih hidup kan?”sekarang berganti namja ‘yadong’ yang menggodaku.

“Hyung kira, aku akan memakannya?” tanyaku mulai kesal.

“Ya mungkin saja kan.”

“Ish…” Aku hampir melayangkan pukulan mautku, tapi buru-buru Hyukkie Hyung berlindung dibelakang Namjachingunya, Donghae Hyung.

“Sudah.. kalian ini kenapa sih setiap ketemu selalu saja bertengkar!” Teukie Hyung mencoba menengahi pertengkaran konyol kami.

“Kau juga Kyunnie, namja ‘yadong’ seperti itu kau ladeni, mending kau memikirkan pernikahanmu lusa.” Saran namja berjuluk Prince of China itu padaku. Aku manggut-manggut mengerti.

“Aah.. semuanya membela Evil Magnae itu, mentang-mentang dia member termuda, padahal kan kalau dilihat dari wajah, aku masih yang termuda.” Celetuk Hyukkie hyung kesal melihat banyak Hyungdeul yang memihakku.

“BOHONG!” Seru mereka minus aku dan Hyukkie Hyung bersamaan. Gelak tawapun langsung menggelegar diruang ganti kami.

Pyaarrrr…

Tanpa sengaja tanganku menyenggol gelas kaca yang ada dimeja ruang ganti. Dan seketika perasaanku menjadi sangat tidak enak. Aku menggigiti bibir bawahku seraya menatap gelas yang sudah pecah itu.

“Kyunnie, kau baik-baik saja?” tanya Teukie Hyung padaku, tapi aku masih terdiam. Aku benar-benar merasa takut sekarang, karena fikiranku langsung mengarah kepada orang yang aku cintai.

“Kyunnie…”

“Perasaanku tidak enak Hyung, Yesung Hyung…”

“Hmm?” aku merasa tangan Teukie Hyung menyentuh pundakku. “Itu Cuma perasaanmu saja Kyunnie, kami yakin Yesungie pasti baik-baik saja.”

BRAAAAKKK…

“KYUHYUN-AH!” Pekik Jong Hyung, manager kami seraya membuka pintu ruang ganti kami dengan sangat keras. Aku terdiam saat melihat ekspresi aneh diwajah manager kami itu.

“Ne. Waeyo manager Jong?” tanya Teukie Hyung kaget. Jong Hyung diam dan mulai menitihkan airmata seraya berjalan menghampiriku lalu memegang kedua pundakku.

“Waeyo Hyung? Kenapa kau menangis?” aku mulai takut, jantungku berdegup cukup kencang melihat ekspresi sedihnya.

“Kau harus merelakannya Kyuhyun-ah!” ucapnya seketika. Aku masih belum tau apa maksud dari Jong Hyung, yang aku tau sekarang, para Hyung-ku sudah terperangah mendengar ucapan dari manager kami itu.

“A-apa maksudmu Hyung? Aku tidak mengerti.”

“…”

“H-hyung.. katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi?” Jong Hyung menghapus airmatanya.

“Yesungie…” mendengar kalimat itu, dadaku mulai terasa sangat sesak.

“K-katakan H-hyung!”

“Dia…”

“…” Keheningan terasa, tidak terdengar suara dari kami semua.

“Yesungie… baru saja… menghembuskan nafas terakhirnya…”

Deg…

Aku langsung merasa matahari menimpaku saat itu juga, tubuhku terasa mati, aku tidak bisa menggerakkan satupun organ tubuhku. aku hanya mendengar suara isak tangis dari para Hyung-ku.

“Kyunnie…” Teukie Hyung memelukku, ya.. aku merasakannya, dia memelukku dan sekarang baju bagian belakangku basah dan aku yakin itu karena tetesan air matanya.

“Tidak Hyung.. ini Cuma mimpi, aku sekarang masih tidur diranjangku, yang dikatakan Jong Hyung semuanya tidak benar.”

“Kyunnie.. Uljimma..”

“TIDAK HYUNG!” Pekikku lalu mendorong tubuh Teukie Hyung kebelakang.

“Kyunnie…” Kangin Hyung langsung merekuh tubuh Teukie Hyung dipelukannya, begitu pula Hyung-ku yang lain.

“Kyunnie.. kau harus bisa menerima semua kenyataan ini.”

“DIAM HYUNG! SEMUA INI TIDAK BENAR-BENAR TERJADI! YESUNG HYUNG TIDAK MUNGKIN MENINGGALKANKU.”

“Kyuhyun-ah.. tapi semua ini benar.”

“DIAAAM! Yesung Hyung sudah berjanji akan menungguku sampai aku pulang. Dan kita akan menikah, aku yakin ia hanya tertidur sementara waktu.” Siwon Hyung langsung meraih tanganku dan memelukku dengan sangat erat.

“Cobalah menerima semua ini Kyunnie, aku tau ini sangat sulit bagimu, tapi kau harus bisa merelakannya.”

“CUKUP!” Aku terus memberontak dipelukan Siwon Hyung, tapi pelukannya begitu erat. “Cukup Hyung.. Cukup…” aku terduduk, tanpa aku sadari, airmata keluar dengan derasnya, dadaku sesak, sangat sesak, perih, sangat perih. Tidak mungkin Hyung yang paling aku cintai meninggalkanku begitu saja.

“Yesung Hyung sudah berjanji kepadaku, ia akan menungguku pulang Hyung.. ia sudah berjanji…” ucapku seraya terus menangis. “HYUUUUNGG… KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU… KAU SUDAH BERJANJI AKAN MENUNGGUKU HYUUUNG… HYUUUUUNGG…”

“AKU AKAN MEMBENCIMU KALAU KAU TIDAK MENUNGGUKU HYUNG!”

“Kyunnie…”

“YESUUUUUNG HYUUUUUNG!” Hiks..

.

.

Aku berjalan menyusuri pemakaman itu sendirian, terlihat diujung sana sudah banyak orang yang berkumpul. Aku berdiri terpaku lalu mengambil kotak berbentuk kura-kura yang ada disaku celanaku dan membukanya.

“Kau berbohong padaku Hyung, kenapa kau tidak menahannya sebentar saja untukku, kenapa kau tidak menungguku untuk pulang.. kenapa kau meninggalkanku disaat aku tidak ada disisimu Hyung.”

Aku mendekati makam itu setelah semua orang pergi darisitu. Aku terduduk disisi makam itu, ku sentuh nisan bertuliskan nama Kim Jong Woon. Aku masih berusaha untuk tidak menangis lagi.

“Kenapa kau tidak menungguku Hyung?”

“Apa kau tidak mencintaiku, eh?” tes…

“Cih.. kenapa airmata ini tidak bisa berhenti mengalir.” Ucapku seraya membuka kacamata yang aku pakai dan mengusap airmataku.

“Kau tau Kim Jong Woon, aku sangat membencimu.. sangat membencimu Yesung Hyung.. apa kau tidak mau menikah denganku? Kenapa kau pergi disaat aku tidak ada disisimu, eh?” Aku mengambil satu cincin yang ada di kotak berbentuk kura-kura yang aku bawa, lalu menaruhnya diatas makam Hyung yang paling aku cintai.

“Tuhan.. aku bersedia, bersamanya dalam suka maupun duka, dalam senang maupun sedih, dalam sehat maupun sakit dan dalam kaya maupun miskin.” Hiks.. kembali airmata ini tidak bisa berhenti mengalir.

“Aku Cho Kyuhyun… bersedia menikah dengan Kim Jong Woon.”

Plug… seuntai bunga tiba-tiba terjatuh tepat dipangkuanku. “Kau menerimaku Hyung, kau bersedia menjadi istriku?” tanyaku entah kepada siapa. Aku yakin Yesung Hyung mendengarku, dan sekarang kau pasti merasa sangat bahagia karena kita telah resmi menikah walaupun tak ada orang yang mengetahuinya.

.

.

Aku bahagia Kyunnie, bahagia sudah mempunyai seseorang seperti dirimu…

Aku tau aku sudah membuatmu sangat kecewa karena kita tidak bisa mengucapkan janji suci kita didepan altar…

Tapi percayalah Kyunnie, di kehidupan kedua kelak, kita akan bersama…

Aku mau kau melupakanku Kyunnie, tapi aku ingin kau akan terus mengenangku…

Kau tau.. kebahagiaanku berlipat ganda karena aku meninggalkan dunia ini tepat disaat hari terakhir bunga berguguran disekitarku…

Kyunnie… aku benar-benar meminta maaf padamu karena aku tidak bisa menepati janjiku padamu, aku tidak mampu menunggu kepulanganmu…

Tapi sekali lagi aku mohon percayalah padaku Kyunnie, selamanya kau akan selalu ada dihatiku…

Saranghae Kyunnie…

Jeongmal Saranghae Cho Kyuhyun…

Gomawo.. selama aku hidup, kau sudah membuatku bahagia…

Ingat nae Evil.. Jangan menangis karena kepergianku..

Berjanjilah padaku…

Berjanjilah…

.

‘Aku berjanji Hyung.. aku tidak akan menangisi kepergianmu, aku yakin kau bahagia berada disana, aku juga sangat berharap, kelak kita akan dipertemukan kembali dengan Cinta kita yang akan selalu abadi…’

Aku Mencintaimu Kim Jong Woon… Terima kasih karena kau juga mencintaiku..

.

.

THE END

21 comments on “The Last One For You

  1. knp Yeppa hrus prgi..??
    Ksian bngt Kyuppa..๐Ÿ˜ฅ
    Tp kren bngt ff-ny chingu..trharu bngt waktu Kyuppa ngucapin janji setia d makam Yeppa..jd trsentuh..
    Oh ya..salam knal ya chingu..
    Smangat trs ya buat ff-ny..๐Ÿ™‚
    Salam Nami

  2. Mungkin saya yg paling terlambat ngasih coment di sini tapi yesudalah………
    Saya hanaya mau bilang, sumpah unn teragis bener kisah hidup dua orang yg satu ni [dua orang? Satu? Kosa kata yg abal-abal. -_-]
    Kenapa mesti meninggal sih memangnya gdk kejaiban gito…….
    Hahahh aku lebih suka brhayal menunggu keajaiban……ฦ—ฦ—ษฦ—ฦ—ษฦ—ฦ—ษ ใƒ„
    Tpi kren unn salut ma unn deh
    Keep writing unn :*

  3. huweee… hikz, hikz..
    sumpah ini kisah tragis bangeet sih??
    pada hal kyuhyun udh mempersiapkan semua’a,
    tpi, semua sia” karna sungie udh pergi๐Ÿ˜ฆ
    knpa mereka harus terpisah dengan cara seperti ini๐Ÿ˜ฅ ??

  4. huaaaa….knp sad ending….??
    beneran nangis ni saya…
    tp keren, ngena bgt…gomawo for the story๐Ÿ˜€..
    huaaaa hiks hiks๐Ÿ˜ฅ

  5. hiks…hiks….miris bgt si ff nya,q jg kshan pas pertama kyuhyun dnger yesung mati,pd hal kan lusa mau nikah,tp q terharu pas kyuhyun ngucapin janji suci di kuburan’a yesung,slm knal

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s