tumblr_ls0xh4HbJl1qi9wue

Don’t Leave Me Hyung – chapter 3

Chapter 3.

Cast : Member Super Junior

Pairing : YeWook slight WonSung

Summary : Penyakit itu membuat Yesung ingin keluar dari Funf Sterne

Genre : Fantasi / Romance

Warning : Yaoi, OOC, Typo

.

.

Aku tidak ingin menyusahkan Funf Sterne, Lebih baik aku keluar dan pergi darisini.

.

.

“Hyung!” Seru Donghae dan Eunhyuk bersamaan

.

Mereka melihat Yesung berciuman dengan Siwon. Terlihat pipi Yesung basah, sepertinya dia menangis, tapi Donghae dan Eunhyuk tidak habis fikir kenapa Yesung melakukan semua itu.

.

“Hyung kau tau apa kesalahanmu?” tanya Donghae saat dia meminta Yesung dan Siwon duduk didepan TV bersama Eunhyuk, Leeteuk dan Kangin. Yesung terdiam sambil terus menunduk.

“Kau telah menghianati Wookie-ah, Hyung!”

“Aku tidak mengerti apa maksudmu Hyung, tapi aku tidak suka sifatmu yang seperti ini, kalau memang kau sudah tidak mencintai Wookie, putuskan dia. Kau semakin membuat dia terluka.”

“Hyung, sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Siwon-ah?” berbagai pertanyaan terlontar dari bibir Eunhyuk, Kangin dan Donghae. Sebenarnya Leeteuk tau siapa Siwon sebenarnya karena mereka juga member Funf Sterne, tapi dia tidak mau ikut campur, jadi dia memutuskan untuk diam.

“Hyung…”

“Tolong jangan memojokkan Yesung Hyung terus.”

“Tak apa Siwonie, aku tau aku yang salah.”

“Tapi Hyung…” Yesung mengehela nafas panjang.

“Aku mau Wookie membenciku, oleh sebab itu aku melakukan semua ini.” semua yang ada disitu melongo mendengar jawaban Yesung.

“Maksudmu apa Yesungie?”

“Teukie Hyung…” Siwon memegang tangan Yesung, Yesung menatapnya terus seperti berkata. “I’m fine Siwonie.” Dia mengambil nafas panjang. “Aku akan mati Hyung.”

“APA!” Semuanya terkaget saat mendengar pernyataan itu.

“Maksudmu apa Hyung?”

.

.

Gleb… Tin… Yesung mengunci mobilnya lalu berjalan menuju sungai han. Dia mencoba mencari Ryeowook disana, karena sungai Han adalah tempat yang sering mereka kunjungi, jadi dia yakin kalau Ryeowook, namjachingunya berada disana.

Dan benar saja, dari jauh terlihat sosok yang sangat dia kenal, sosok yang sangat dia cintai. Dia melepaskan mantel yang dia pakai, lalu berjalan mendekatinya. Setelah berada dibelakang Ryeowook, dia memakaikan mantelnya untuk namja cantik itu.

“Hyung” kata Ryeowook sambil mendongak ke atas, pelupuk matanya lebam karena terlalu banyak menangis. Yesung duduk disampingnya.

“Ayo pulang!” pinta Yesung sambil menatap Ryeowook manis. Yesung menampakkan ketampanannya, bibirnya merah seperti buah delima, membuat Ryeowook ingin memakannya. Tapi Ryeowook sadar kalau dia sedang marah pada Hyung-nya ini.

“Anio Hyung, aku tidak mau pulang!” jawabnya sambil memalingkan wajahnya.

“Kau bisa mati kedinginan kalau kau tetap disini chagi.”

“Aku tidak peduli, lagipula sekarang sudah tidak ada yang memperdulikan aku, namjachinguku juga sudah tidak perhatian lagi kepadaku.”

“Mianhae Wookie-ah, aku sudah membuatmu marah.” Ryeowook terdiam tapi masih memalingkan wajahnya. Karena tidak tahan terus diacuhkan oleh Ryeowook, Yesung menarik pundak Ryeowook dan meraih dagu Ryeowook lantas mencium bibirnya. Disitu Ryeowook menangis lagi lalu tenggelam di dada hangat Yesung.

“Apa kau sudah tidak mencintaiku hyung?” tanya Ryeowook saat dia melepaskan pelukannya.

“Apa?”

“Apa kau sudah bosan denganku?”

“Wookie-ah.”

“Jawab Hyung! Apa semua itu benar?” Yesung terdiam sambil terus menatap namja yang sangat ia cintai itu. “Hyung”

“Saranghae”

“Apa?” Ryeowook terpaku mendengar kata-kata Hyung-nya itu.

“Saranghae Kim Ryeowook, saranghae.” Ryeowook tersenyum disela-sela tangisnya lalu memeluk Yesung erat.

“Nado saranghae Hyung, aku mohon jangan tinggalkan aku.” Ryeowook kembali tenggelam didada Yesung. Yesung mencium rambut ikal berwarna hitam milik namja-nya itu.

“Ah…” Yesung kembali memegangi perutnya, tapi kali ini dia mencoba menahannya walaupun rasanya sangat sakit. “Tuhan, kenapa sakit sekali?” saking sakitnya, Yesung sampai mengeluarkan airmata dari mata indahnya. Dia mendongak ke langit.

“Tuhan, kalau kau mau mengambil nyawaku, ambillah segera Tuhan. Tapi tolong, jaga kekasihku ini, jangan buat dia sedih ataupun merasa tersakiti Tuhan. Karena kesedihan dia adalah kesedihanku, kesakitan dia adalah kesakitanku. Aku sangat mencintainya Tuhan, sangat. ”

“Argh..”

“Aku tidak sanggup melihat airmatanya Tuhan.”

Tangan dan badan Yesung mulai gemetaran, merasa ada yang bergetar, Ryeowook melepaskan pelukannya.

“Hyung kau baik-baik saja?” Yesung tersenyum disela-sela sakitnya. “Wajahmu pucat sekali Hyung, kau sakit?”

“Anii Chagi, aku baik-baik saja”

“Lalu kenapa kau memegangi perutmu terus Hyung? Kau lapar?”

“Apa?”

“Hyung” Yesung terdiam. “Kau baik-baik saja?”

“Ne. Aku lapar sekali chagi, ayo kita cari makan!” ajaknya. Dia berdiri lalu berjalan mendahului Ryeowook.

“Hyung” Yesung berhenti dan menoleh ke arah Ryeowook.

“Ah…” Ucapnya saat Ryeowook tiba-tiba berlari dan memeluk dia.

“Saranghae Hyung” Yesung tersenyum lalu membalas pelukan Ryeowook

“Nado saranghae… Sudah, ayo makan.”

“Ne. biar aku yang nyetir ya Hyung?”

“Apa? Jangan chagi!”

“Sudah tak apa Hyung.” Katanya memaksa lalu merampas kunci mobil yang ada ditangan Yesung. “Hyung kan lapar, nanti gak bisa konsentrasi nyetir malahan.”

“Kau itu ada-ada saja chagi.” Yesung mengacak-acak rambut namja-nya itu.

Mereka menuju ke kedai ramen Jepang yang buka di Korea. Disitu mereka masih sempat menampakkan keromantisan mereka, mulai dari saling menyuapi, bercanda, tertawa, sampai berpelukan didepan umum.

.

.

“Finally, Arrived at our room Hyung.” Ucap Ryeowook sambil rebahan diranjangnya. “Oiya Hyung.. boleh tanya sesuatu tidak?” lanjutnya sambil bangkit dari tidurnya. Yesung yang saat itu sedang melepaskan bajunya, menghentikan aktifitasnya. Dia menghampiri Ryeowook sambil bertelanjang dada, membuat wajah namja cantik itu memerah karena malu.

“Waeyo chagi?”

“Ehm… Itu Hyung… sebenarnya, Siwon Hyung itu siapa sih Hyung? Apa dia termasuk member Funf Sterne?”

“Apa?” Yesung terdiam seraya menatap namja-nya yang tersipu malu karena dia. Saat tersadar dari lamunannya, dia memalingkan wajahnya.

“Kau tidak perlu tau soal dia Wookie-ah, karena bagiku dia adalah masa laluku dan aku tidak mau mengenangnya lagi..”

“Hyung” Ryeowook melambai-lambaikan tangannya didepan mata Yesung, membuyarkan lamunan Hyung-nya itu.

“Oh.. Ne. Siwonie itu member Funf Sterne, kau baru tau chagi?” Ryeowook mengangguk pelan. “Siwonie pergi ke Italy 3 tahun yang lalu bersama keluarganya untuk mengurusi perusahaan ayahnya disana.”

“Jadi selama 3 tahun ini dia belum pernah kembali ke Korea?” Yesung mengangguk lalu menundukkan kepalanya. “Ehm… apa… Hyung dekat sekali dengannya?”

“Apa?” Secepat kilat Yesung menatap Ryeowook.

“Ehm bukan begitu Hyung, karena aku merasa semenjak kedatangan Siwon Hyung ditengah-tengah kita, hubungan kita jadi… ”

“Sudah jangan bahas soal itu!” potongnya.

“Hyung…” Yesung langsung berbaring membelakangi Ryeowook. “Hyung apa kau marah?” ucap Ryeowook manja sambil menarik-narik tangan Yesung.

“…”

“Hyung, mianhae.” Mendengar sedikit rengekan dari Ryeowook, Yesung menoleh kearah Ryeowook dan meraih dagu namja mungil itu.

“Aku tidak marah Chagi. Cuma aku tidak suka kau mencampur adukkan hubungan kita dengan Siwonie. Aku menganggap dia sama seperti member Funf Sterne yang lain. Lagipula hubungan kita baik-baik saja kan?aku mencintaimu, kau mencintaiku.” Ucapnya lembut lalu mencium bibir mungil Ryeowook.

“Mian Hyung, Mian.” Yesung tersenyum manis pada Ryeowook setelah menyudahi ciuman itu.

“Chagiya…”

“Ne.” tiba-tiba Ryeowook merasakan aura yang aneh disekitarnya, dia melihat tatapan mesum dari hyung-nya itu. Dia bersandar ke dinding yang ada dibelakangnya.

“Kita lakukan ya?”

“Apa?lakukan apa Hyung?” Yesung bangkit dari tidurnya sambil ber-evil smirk.

“Aish, kau sudah dewasa Chagiya, apa perlu aku jelaskan lagi?” katanya sambil mulai menggerayangi tubuh Ryeowook, Ryeowook yang merasa bergidik ngeri melihat tingkah Hyung-nya itu langsung merebahkan badannya dengan cepat dan menutup semua tubuhnya dengan selimut tebal.

“Anii Hyung.”

“Aigo, kau tega pada Hyung-mu ini Chagi? selama ini, setiap aku ajak, kau selalu menolak. Apa kau tidak mencintaiku?”

“Anii Hyung, aku belum siap.” Jawabnya tapi masih tetap menutup semua tubuh dan wajahnya dengan selimut tebal. “Mian Hyung.” Lanjutnya sambil cekikikan.

Yesung tidak menyerah begitu saja, dia berdiri lalu tidur diatas Ryeowook yang menutupi semua tubuhnya dengan selimut. “Ah.. Hyung berat!” oceh Ryeowook.

“Salah sendiri aku ajak gak mau, sekarang biarkan aku tidur diatasmu, ayo buka selimutmu!”

“Anii Hyung.” Kata Ryeowook sambil tertawa.

“Cepat.”

“Aniiii…”

.

“Mereka sedang apa Hyung?” tanya Kangin pada Leeteuk saat mereka mendengar kegaduhan dari kamar Yesung dan Ryeowook.

“Ah.. mungkin mereka sedang melakukan itu Chagi, biarkan saja lah! Ayo kita lakukan juga?” ajak Leeteuk dengan muka pengen-nya. Kangin tersenyum. mereka berdua menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua.

.

.

“Apa? Funf Sterne berkumpul?” para mahasiswa dan mahasiswi kampus itu berlari menuju ruangan dimana Funf Sterne sering berkumpul. Mereka bergerombol berdiri didepan ruangan itu.

“Jadi Heechul Oppa dan Hangeng Oppa datang?”

“Ne. tadi aku sempat melihat Heechul Oppa masuk ke ruangan ini.”

“WAH… pengen lihat mereka menunjukkan pesonanya lagi!” yeoja-yeoja itu benar-benar penasaran melihat pesona Funf Sterne. Karena semenjak Siwon berangkat ke Italy, Hangeng dan Heechul ke Prancis, Funf Sterne hanya tinggal Leeteuk dan Yesung.

.

“Kapan Hyung pulang? Kenapa tidak memberitahu kami?” tanya Yesung saat mereka berlima sedang berkumpul di private room mereka.

“To the point Yesungie, Leeteuk hyung sudah memberitahu semuanya. Kau akan keluar dari Funf Sterne dan akan pindah ke Kanada, apa itu benar?” kata Heechul mengawali. Yesung hanya bisa menunduk.

“Yesungie, apa semua itu benar? Apa kau tega meninggalkan kami? Apa kau tega meninggalkan namjachingumu?” keheningan terasa beberapa saat.

“Ne. Hyung.”

“Yesungie, Funf Sterne tidak bisa disebut Funf Sterne tanpa kau. Kehilangan satu member Funf Sterne adalah luka. Dari pertama kita berlima, dan selamanya kita akan tetap berlima.” Terang Hangeng, Yesung tersenyum simpul.

“Aku tidak mau merepotkan kalian, aku tidak mau membuat kalian sedih dan terluka saat aku benar-benar tidak ada lagi didunia ini. Jadi biarkan aku keluar dari Funf Sterne, biarkan aku tinggal disana tanpa kalian, tanpa namjachinguku.”

“Yesungie, kalau kau tinggal disana, tidak akan ada yang memperhatikanmu, menjagamu, merawatmu dan juga memarahimu.” Yesung tersenyum. “Kalau kau disini, kita bisa menjagamu, kita bisa menyembuhkanmu.”

“Apa kau tega melihat namja yang sangat kau cintai bersedih?”

“Aku akan semakin membuat dia sedih kalau aku tetap disisinya Teukie Hyung.”

“Kau akan sembuh Yesungie, Percayalah.”

“Aku tidak akan bisa sembuh Hyung!” katanya dengan nada mulai menaik.

“Hyung…” Siwon menggenggam erat tangan Yesung. “Are you believe that time for miracle?” Yesung mengernyitkan dahinya. “Kau akan sembuh, keajaiban itu akan datang suatu saat nanti Hyung, asal kita selalu bersama kita pasti bisa mendatangkan keajaiban itu.” Katanya lembut.

“Siwonie.” Heechul, Hangeng dan Leeteuk berjalan mendekati Yesung dan memeluknya.

“Selamanya kita akan tetap bersama Yesungie, kau terluka, kita juga terluka. Kau bersedih kita juga bersedih. Dan kalau kau bahagia, itu adalah kebahagian kita, kebahagiaan Funf Sterne..” Yesung meneteskan airmata saat mendengar kata-kata Leeteuk.

“Gomawo Hyung.” Kata dia sambil menggenggam tangan Leeteuk. “Gomawo Siwonie.” Dia membalas pelukan semua member itu.

.

.

“Ini makanlah Chagi.” Kata Donghae sambil menyuapkan makanan ke Eunhyuk dengan mesra, begitu pula Kyuhyun dan Sungmin. Sedangkan Ryeowook dan Kangin hanya bisa melihat kemesraan 4 insan yang sedang dilanda kasmaran itu. Saat itu mereka sedang beristirahat di kantin.

“Hyung, apa kau sudah pernah melakukannya?” tanya Ryeowook tiba-tiba.

“Maksudmu?” Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan.

“Itu Hyung, masak kau tidak tau?”

“Maksudmu apa sih Wookie-ah?” Kyuhyun mulai menunjukkan wajah evilnya.

“Ahh.. aku tau maksudmu.”

“Kau tau Kyuhyun-ah?” Kyuhyun melenggangkan tangannya dileher sungmin dan tersenyum evil.

“Ah… I know!” jerit Eunhyuk. Ryeowook tertawa takut.

“Memangnya kau tidak pernah melakukannya Wookie-ah?” tanya Kangin sambil menatap Ryeowook dari atas sampai bawah.

“Anii Hyung.” Jawabnya enteng sambil cengingisan.

“Aigo, selama hampir 2 tahun kau berpacaran dengan Yesung Hyung, sekalipun kau tidak pernah melayani dia?” Ryeowook masih cengingisan sambil menggelengkan kepalanya.

“Mwa… untung kau bukan namjachinguku!”

“Kenapa Donghae Hyung?”

“Kau gila Wookie-ah, kalian kan saling mencintai, kenapa tidak pernah melakukan itu?”

“Yesung Hyung tidak memintanya padamu?”

“Anii Sungmin-ah, Yesung Hyung sering minta kepadaku, tapi aku bilang, aku belum siap.” Katanya sambil menunduk. Kyuhyun berdiri dan duduk disebelah Ryeowook.

“Jadi…” Kyuhyun melenggangkan tangannya dileher Ryeowook membuat Sungmin mempoutkan bibirnya. “Kau masih…” Ryeowook merasakan aura aneh didiri Kyuhyun, secepat kilat dia mendorong Kyuhyun hingga hampir terjatuh dari kursi.

“Kyuhyun-ah..” Sungmin memegang tangan Kyuhyun. “Kau baik-baik saja?” Kyuhyun tersenyum.

“Hey Kyuhyun-ah, kalau kau macam-macam padaku, aku adukan pada Hyung-ku!”

“Ah, aku takut Sungmin-ah!” kata Kyuhyun sambil ber-evil smirk pada Ryeowook.

“Donghae Oppa!” ada 3 yeoja yang datang menghampiri meja mereka, mereka membawa sebuket bunga mawar. “Ini untuk Oppa!” katanya sambil menyerahkan buket bunga mawar itu pada Donghae. Donghae berdiri dari tempat duduknya dan mengambil buket bunga itu.

“Gomawo Chagiya…” ucapnya manis.

“AHHH…” Yeoja-yeoja itu histeris melihat ketampanan Donghae. Mereka berjalan menjauhi Donghae sambil masih berteriak histeris. Donghae hanya tersenyum sinis lalu melangkah menuju tong sampah dan membuangnya.

Donghae memang namja yang sangat tampan dan berbakat di kampus itu, banyak yeoja yang menyukai dia, terkadang setiap hari dia selalu mendapat coklat dan bunga mawar tapi dia selalu membuangnya karena menurut dia itu sangatlah tidak penting. #Digampar Fishies#.

“Wookie-ah, cobalah melayani Hyung-mu, enak kok, tidak seseram yang kau fikirkan.”

“Begitu ya Sungmin-ah?” Sungmin tersenyum.

“FUNF STERNE!” Yeoja-yeoja yang berada dikantin itu histeris saat melihat 5 member Funf Sterne berjalan memasuki kantin.

“Oppa…” member Funf Sterne hanya membalasnya dengan senyuman termanis yang mereka miliki. Serasa bidadari akan jatuh setiap melihat senyuman yang terlukis dibibir member Funf Sterne.

“Eh.. itu Hyung-mu, katakan, Hyung aku mau melakukannya denganmu!” seru Eunhyuk.

“Eunhyuk Hyung…” kata Ryeowook sambil tersipu malu.

“Chagi…” Yesung datang lalu memeluk namja cantik yang tersipu malu itu. “Kau kenapa?” tanyanya saat melihat Ryeowook sedikit malu padanya.

“Anii Hyung.”

“Boleh kita ikutan duduk disini?” tanya Hangeng sambil masih melenggangkan tangannya dipinggang Heechul.

“Ne. Suatu kehormatan bagi kita, kalau member Funf Sterne mau duduk bersama kita disini.” Kata Kangin. Akhirnya member Funf Sterne berkumpul jadi satu bersama Ryeowook, Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Kyuhyun dan juga Kangin.

“Oiya, kita mau adakan pesta dirumah Namja-ku, Hangeng di Incheon besok malam, kalian bisa datang kan?”

“Pesta apa Hyung?” tanya Eunhyuk ingin tau.

“Cuma pesta biasa, kan aku dan Hangeng baru pulang dari Prancis, jadi kita mau mengadakan pesta kecil-kecilan bersama kalian.”

“Besok kan sudah libur kuliah, ayo kita liburan disana!” ajak Leeteuk.

“Jeoseumnida. C-mon, kita berangkat ke INCHEON!” Seru Sungmin riang.

.

Hari yang ditunggu-tunggu datang juga, mereka bersiap-siap untuk berangkat ke Incheon. Yesung satu mobil bersama Ryeowook, Leeteuk dan Kangin. Lalu Donghae bersama Eunhyuk, Sungmin dan Kyuhyun. Sedangkan Siwon berangkat sendiri karena memang Siwon tidak tinggal di apartement.

Gleb.. Tin… Leeteuk dan juga Donghae mengunci mobil mereka masing-masing saat mereka sampai dirumah Hangeng di Incheon.

“Ini rumahnya? Indah sekali.” Kagum Eunhyuk.

“Ayo masuk!” mereka berjalan menuju pintu masuk rumah itu, rumah Hangeng memang sangat indah, dimana-mana banyak bunga yang bermekaran, berbagai jenis bunga ada dihalaman rumah itu.

Ting… Tong… Ting… Tong…

“Annyeong..” kata Leeteuk saat melihat Heechul membukakan pintu untuk mereka.

“Kalian sudah sampai, ayo masuklah!”

“Wah besar sekali rumahnya!” sekarang berganti Ryeowook yang terkagum-kagum melihat bagian dalam rumah itu.

“Kamar disini ada banyak, kalian boleh memilih sesuka kalian.”

“Ne Hyung, Gomawo.” Yesung tiba-tiba menarik tangan Ryeowook dan menyeret Ryeowook masuk kekamar yang ada dilantai 1 paling ujung. Saat mereka masuk, Ryeowook benar-benar terpesona melihat kamar itu.

“Indah sekali Hyung, ini kamar kita?” Yesung mengangguk. Ryeowook berlarian kesana kemari, dia celingukan dari jendela kamar itu, terlihat pemandangan yang sangat indah.

“Kau suka?” tanyanya sambil memeluk Ryeowook dari belakang.

“Ne. Hyung.”

“Hanya dari kamar ini kita bisa melihat keindahan pemandangan itu.”

“Wae? Jinjja?” Yesung tersenyum dan mengangguk.

“Setiap member Funf Sterne menghabiskan waktu disini, ini adalah kamar favoritku yang aku namai Destiny Room. Tidak ada yang boleh menempati kamar ini kecuali aku dan… ” Yesung menghentikan kata-katanya.

“Aku dan siapa Hyung?” tanya Ryeowook sambil menatap Yesung. Yesung terdiam dan melamun. “Hyung?”

“Ah… sudahlah, tidak usah difikirkan. Ayo kita istirahat dulu, nanti malam kita berpesta kan?” Kata dia sambil melenggang pergi meninggalkan Ryeowook.

“Sebenarnya ada apa dengan Hyung-ku ini? Apa yang dia sembunyikan dariku?”

.

Ryeowook bergeliat saat merasakan ada yang melumat bibirnya.

“Hyung..” katanya sambil membuka matanya sedikit demi sedikit.

“Ayo bangun chagi, kita akan berpesta!” bukannya bangkit, Ryeowook malah menutup kedua matanya dengan tangan dia dan sedikit mendesah. “Kau kenapa Wookie-ah?” Yesung memegang kening Ryeowook dan punggung tangannya. “Astaga, kau demam?”

“Aku baik-baik saja Hyung, Hyung pergi saja kebawah!”

“Kau harus ke dokter!”

“Anii Hyung, aku Cuma butuh istirahat.” Kata dia sambil memegang tangan Yesung.

“Kau yakin?” Ryeowook tersenyum. “Tapi badanmu demam Wookie-ah!”

“Hyung.. ini Cuma demam biasa, aku juga sering seperti ini kan?” Yesung terdiam sambil terus menatap namja cantik yang tergolek lemas di ranjang itu. “Hyung, pergilah! Kau harus menghadiri pesta itu kan? Lagipula pestanya ditaman belakang rumah ini, kau bisa sewaktu-waktu kembali kekamar ini kan?”

“Tapi aku tidak bisa pergi tanpamu Wookie-ah..”

“Kau harus bisa Hyung, aku akan membencimu kalau kau tidak mau pergi! Cepat pergi!” kata Ryeowook sambil mulai mendorong tangan Yesung agar Yesung pergi dari kamar itu. “Pergi Hyung!”

“Ok.. Ok.. Aku akan pergi.” Yesung memeluk Ryeowook erat. “Saranghae Chagi.”

“Nado Saranghae Hyung.” Jawabnya sambil membalas pelukan Yesung dan tersenyum. Yesung dengan sangat terpaksa berjalan menuju taman belakang rumah itu sendirian, tanpa Ryeowook, tanpa namjachingu yang sangat ia cintai.

Dari jauh sudah terdengar suara gelak tawa ditaman itu, semuanya sudah berkumpul disana.

“Hyung, mana Wookie?” tanya Donghae saat tidak melihat Ryeowook disisi Yesung.

“Dia sakit, sekarang sedang beristirahat dikamar.”

“Sakit apa?”

“Cuma demam Eunhyuk-ah, dia bilang, dia Cuma butuh istirahat.”

“Ooo.. ya sudah, ayo berpesta!”

.

“Cheersss!” semuanya mengangkat gelas mereka.

“Apa dia akan baik-baik saja Chagi?” Tanya Eunhyuk lirih ditelinga Donghae sambil menatap kearah Yesung.

“Aku juga sedikit khawatir padanya.”

Mereka mengadakan pesta minuman, selama 3 jam lebih mereka menghabiskan hampir 30 botol arak, sampai saat mereka sudah mulai kehilangan kesadaran mereka, satu persatu dari mereka kembali ke kamar masing-masing.

Terlihat Yesung duduk sendirian sambil sempoyongan dikursi dekat kolam renang, dia menundukkan kepalanya. Terlihat dia sudah sangat mabuk, tapi karena tidak kuat untuk berjalan kembali kekamarnya, dia memutuskan untuk duduk dikursi itu dulu.

“Hyung…” dia mendengar ada seseorang yang berdiri didepannya. Tapi dia hanya terus menunduk. “Ayo kembali kekamar.” Namja itu membopoh Yesung kembali ke kamar.

“Wookie-ah, bukannya kau sakit? Kenapa kau ada disini?” tanya Yesung sambil sempoyongan, kesadarannya benar-benar hilang, sampai-sampai dia tidak tau siapa yang sedang bersama dengannya.

Namja itu membawa Yesung masuk kesebuah kamar, dan yang pasti itu bukan kamar Yesung dan Ryeowook. Yesung digendong ala bridal style lalu direbahkannya tubuh Yesung ke ranjang itu.

“Ah..” desah Yesung saat tubuhnya sudah berada diranjang itu, kemeja yang dipakainya sedikit terbuka, membuat tubuhnya terlihat sexy.

“Kau semakin tampan Hyung!” kata namja itu sambil mulai mendekati Yesung. “Aku akan merebutmu lagi Hyung, tidak akan ku biarkan Namja itu memilikimu, hanya aku yang boleh memilikimu.” Lanjutnya sambil mulai membuka kancing kemeja Yesung. Dia juga membuka gasper dan juga celana milik Yesung.

Namja itu ber-evil smirk pada Yesung yang sudah tidak sadarkan diri karena mabuk berat. Sampai akhirnya tubuh mereka berdua tidak tertutupi sehelai benang sekalipun. #Skip#Author malez nerusin adegan yang satu ini..heheheh#

.

.

“Ahhh!” Yesung bergeliat diranjang itu sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. “Kepalaku pusing…”.

“Ah.. mana bajuku?” tanyanya saat dia melihat tubuhnya tidak memakai apapun, hanya tertutupi selimut tebal.

“Wookie… ” dia terdiam saat melihat namja yang sedang tidur disampingnya. Saat itu juga dia merasa jantungnya berhenti.

“Si… siwon-ah…”

** T.B.C **

4 comments on “Don’t Leave Me Hyung – chapter 3

  1. hiks kasian yesung
    ternyata dya begitu karna sakit
    seru banget ya kalo bergeng isinya cowok2 ganteng semua

    siwonnn jahaaaaaaatttttttttttttttttttttt getok jg ni orng ck

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s