tumblr_m1ix16cpY81qhewo1o1_500

Don’t Leave Me Hyung – chapter 4

 

Chapter 4.

Cast : Member Super Junior

Pairing : YeWook slight WonSung

Summary : Penyakit itu membuat Yesung ingin keluar dari Funf Sterne

Genre : Fantasi / Romance

Rate : T

Warning : Yaoi, OOC, Typo

 

.

.

Dia hanya masa laluku, tapi kenapa sekarang dia datang ditengah-tengah hubunganku dengan namjachinguku. apa maumu Choi Siwon?

.

.

“Si… siwon-ah…”

.

Melihat Siwon yang tidur disampingnya, Yesung bangkit dari ranjangnya dan langsung memakai pakaiannya yang tergeletak dilantai.

“Hyung.. kau sudah bangun?” tanya Siwon saat dia terbangun karena merasa Yesung bangkit dari ranjangnya.

“Apa yang kau lakukan Siwon-ah? Dan apa yang sudah kita lakukan?” tanya Yesung tegas sambil selesai merapikan kemejanya. Bukannya menjawab pertanyaan Yesung, Siwon malah tersenyum manis. “Siwon-ah!”

“Kenapa sih Hyung? Tadi malam Kita melakukan apa yang biasa kita lakukan dulu.”

“Apa?” Yesung langsung merasa dadanya sangat sesak. Siwon hanya tersenyum lalu bangkit dari tidurnya.

“Kau tidak perlu sekaget itu Hyung!”

“Kau gila Siwon-ah! Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, kau tau itu!”

“Tidak ada kata putus di antara kita Hyung!” Siwon juga mulai menaikkan nada bicaranya.

“Aku tidak peduli Siwon-ah, tapi bagiku, kau sudah bukan namjachinguku lagi, namjachinguku hanyalah Ryeowook, dan aku mencintainya.” Katanya sambil mulai beranjak pergi dari kamar itu.

“Tapi aku masih mencintaimu Hyung.” Yesung berdiri terpaku, tatapannya berubah, dia menunduk dan menarik nafas panjang.

“Hubungan kita sudah usai 3 tahun lalu, sudah usai saat kau memutuskan pindah ke Italy.”

“Hyung…”

“Dan aku peringatkan kepadamu Siwon-ah, kalau sampai Ryeowook tau soal kejadian ini, aku akan membuat perhitungan denganmu.” Cetusnya marah lalu keluar dengan membanting pintu.

“Hubungan kita sudah usai 3 tahun lalu, sudah usai saat kau memutuskan pindah ke Italy.” Siwon menunduk sambil memikirkan kata-kata namja yang masih ia cintai itu.

FLASHBACK ON

“Siwonie, minggu depan kita jadi berlibur ke Kanada kan?” tanya Yesung saat dia dan juga Siwon sedang berada di Destiny Room, kamar favorit mereka yang ada dirumah Hangeng.

“Hyung…”

“Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu, aku mau berkeliling Kanada bersamamu.”

“Hyung…”

“Kita harus menyiapkan semuanya Siwonie!”

“Hyung dengarkan aku!” Yesung terdiam lalu menatap Siwon.

“Waeyo?” keheningan terasa beberapa saat. Siwon menarik nafas panjang lalu menggenggam tangan Yesung.

“Mianhae Hyung, kita tidak bisa ke Kanada.” Yesung terhempas kedinding saat itu juga.

“Kenapa?” Siwon benar-benar bingung bagaimana harus mengatakannya, dia memalingkan wajahnya, dia tidak tega melihat namja yang ia cintai itu mulai meneteskan airmata didepannya. “Siwonie kenapa?”

“Aku… besok 0akan pergi ke Italy Hyung.” Yesung melepas paksa tangan Siwon yang sedang menggenggamnya. “Hyung… Mianhae… ini semua kemauan Appaku, dia ingin aku belajar mengelola perusahaan ferarry kita disana.”

“Kau akan meninggalkanku?”

“Mian Hyung.” Kata Siwon sambil menundukkan kepalanya.

“Berapa lama?”

“Aku tidak tau, mungkin akan sangat lama!”

“Kalau kau pergi, hubungan kita berakhir.” Siwon menatap tajam kearah Yesung.

“Hyung…”

“Kau sengaja membuat hatiku sakit seperti ini Siwon-ah, kenapa tidak dari dulu saja kau pergi, kenapa kau harus membuat aku jatuh cinta dulu kepadamu, kenapa kau harus berjanji akan mengajakku ke Kanada, KENAPA!”

“Kenapa Siwon, KENAPA!” bentaknya sambil memukul-mukul dada Siwon.

“Hyung…”

“Kau jahat Siwon-ah, kau tega padaku!” Yesung menangis sambil terus memukul-mukul dada Siwon.

“Mian Hyung..” hanya itu yang bisa dikatakan Siwon, dia terus membiarkan Yesung memukuli dadanya. Dia tau betapa sakitnya hati Yesung, karena dia juga merasakan hal yang sama.

Saat melihat Yesung sudah mulai kelelahan, dia memeluk Yesung erat. “Aku membencimu Choi Siwon!” katanya marah saat dia tenggelam didada hangat Siwon. Siwon tidak membiarkan Yesung melepas pelukannya, dia terus memeluk Yesung dengan eratnya.

“Aku mencintaimu Kim Jong Woon. Selamanya akan tetap mencintaimu…”

Sejak saat itu Yesung memutuskan untuk melupakan Siwon, melupakan kenangan-kenangan indah bersama namja yang dia cintai itu.

“Mulai hari ini dan seterusnya, kau hanyalah masa laluku Choi Siwon. Kau sudah bukan namjachinguku lagi.”

“Aku akan membuang semua memory tentangmu. sekarang, kau hanyalah luka yang akan terus menggores hatiku, walaupun mungkin akan sangat sulit bagi diriku untuk melupakanmu, tapi aku tidak mau terus mencintaimu.”

FLASHBACK END

“Aku akan merebutmu Yesung Hyung… kalau aku tidak bisa memilikimu, tidak ada seorangpun yang boleh memilikimu.”

.

.

Ryeowook terbangun saat mendengar suara isak tangis dari seseorang dikamar itu, dia membuka matanya dan melihat Hyung-nya tidur membelakangi dia. Dia bangkit dan menarik pundak yesung.

“Hyung…”

“Jangan lihat aku Wookie-ah!” katanya tanpa menatap Ryeowook, dia terus membelakangi Ryeowook. Karena merasa ada sesuatu pada Hyung-nya itu, dengan kasar dia menarik pundak Yesung sampai Yesung menoleh padanya.

“Hyung…” terlihat wajah Yesung memerah, matanya bengkak karena terlalu banyak menangis. Ryeowook menarik tubuh Yesung sampai akhirnya Yesung duduk diranjang yang sama dengannya. “Waeyo Hyung? Kau mimpi buruk?”

“Wookie-ah Mianhae…” ucapnya sambil menunduk.

“Maksudmu apa Hyung?” bukannya menjawab pertanyaan Ryeowook, Yesung malah menangis sambil meremas-remas rambutnya. “Hyung hentikan!”

“Aku salah Wookie-ah!” jeritnya sambil terus meremas rambutnya.

“Hyung, hentikan, kau akan menyakiti dirimu sendiri!”

“Lebih baik aku mati Wookie, daripada aku terus menyakitimu!” Ryeowook membatu, dia menatap Namja yang sangat ia cintai itu terus menyakiti dirinya sendiri. “Aku tidak bisa terus seperti ini!”

PLAAAKKK… sebuah tamparan melayang ke pipi mulus Yesung, Yesung terdiam begitu juga Ryeowook.

“Wookie-ah…”

“Aku benci dengan kata-kata itu!” ucapnya marah. Tatapannya pun menjadi sangat dingin.

“Mianhae..” hanya itu yang bisa dikatakan Yesung sambil menundukkan kepalanya. Ryeowook merasa terluka setiap melihat Hyung-nya ini menyakiti dirinya sendiri, dia menarik tubuh Yesung dan memeluk Hyung-nya itu erat.

“Aku tidak tau apa maksud semua ini Hyung, tapi bagiku, walaupun kau tidak meminta maaf padaku, aku akan selalu memaafkanmu Hyung.” Mendengar kata-kata Ryeowook, Yesung semakin tenggelam didada hangat namja mungil itu.

“Memang ada kalanya, aku marah sekali padamu Hyung, tapi itu tidak bertahan lama, jujur aku akui, aku tidak bisa marah kepadamu Hyung, karena aku terlalu mencintaimu.” Yesung mendongak menatap wajah Namja-nya itu.

“Wookie…”

“Ssstt…” Telunjuk kecil Ryeowook menutupi bibir Yesung, membuat Yesung terdiam sejenak. “Sudah Hyung, kau tidak perlu minta maaf lagi padaku. Kan aku sudah bilang, aku akan selalu memaafkanmu Hyung!”

Yesung tersenyum sumringah sambil terus menatap namja cantik itu, dia baru menyadari kalau namjachingunya ini benar-benar berhati malaikat.

“Aku berjanji Wookie-ah, aku tidak akan menyakitimu, tidak akan pernah.”

“Hyung, kau jelek sekali kalau sedang menangis begitu.. jadi malas aku lihatnya.” Kata Ryeowook cemberut sambil melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya. Dia bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju jendela kamar itu.

Yesung ikutan bangkit dan berjalan mendekati Ryeowook, dia memeluk Ryeowook dari belakang. “Kau tau Chagi, kau terlihat semakin cantik kalau kau cemberut begitu.”

“Hyung..” desahnya sambil mengerucutkan bibirnya.

“Lihat aku!” Ryeowook menatap Hyung-nya itu. Yesung tersenyum sejenak lalu mencium bibir Ryeowook. “Saranghae Chagi, Saranghae Kim Ryeowook.” Ucapnya disela-sela ciuman itu.

“Kim Jong Woon, kau menyebalkan..”

“Karena aku menyebalkan, makanya kau menyukaiku, eh?” Ryeowook langsung melepas pelukan Yesung dan berjalan keluar dari kamar.

“Ne. Dan kau juga namja yang sangat aneh Hyung, sangat!” kata Ryeowook sambil ber-evil smirk pada Hyung-nya itu.

“Awas kau Kim Ryeowook!” HAHAHAH… Ryeowook berlari karena Yesung mengejarnya. Mereka berlarian dirumah itu.

.

“Hey jangan lari-larian begitu!” jerit Donghae saat melihat Yesung dan Ryeowook berkejar-kejaran.

“Eh.. awas nanti jatuh!” Cetus Sungmin yang sedang membawa makanan saat Ryeowook berlari didekatnya.

.

“Kau mau makan ini Chagi?” tanya Yesung saat mereka semua sedang berkumpul dimeja makan untuk makan, Yesung menyuapi namjachingunya sambil diselilingi gelak tawa.

Siwon yang berada disebrang Yesung menunjukkan tatapan sinisnya, sedangkan Kyuhyun yang berada disamping Yesung mulai curiga dengan tatapan Siwon kepada Yesung, dia terus memandang Siwon dengan tatapan curiga.

“Kyuhyun-ah, kenapa kau terus memandangi Siwon-ssi seperti itu?”

“Apa? Ah.. anii Chagi, goenchanayo!” katanya sambil mengelus-elus rambut Sungmin. Dia tau kalau namja-nya itu cemburu saat melihat dia terus memandangi Siwon.

.

.

“Hyung.. diamlah, aku bisa kalah kalau kau menggoyang-goyangkan tubuhku!” Ryeowook histeris. Karena saat itu dia sedang asyik bermain game dari tablet milik Yesung diruang tamu. Yesung yang merasa diacuhkan oleh Namja-nya itu, malah menggodanya.

“Chagi, daripada kau mengacuhkanku seperti ini, ayo kita jalan-jalan!”

“Anii.. sedang asyik Hyung!” jawabnya enteng seraya terus menatap layar tabletnya dengan serius.

“Huft..” Yesung mengerucutkan bibirnya. Mendengar desahan dari Hyung-nya itu, Ryeowook meringis lalu menarik dagu Yesung dan menciumnya bibir Namja tampan itu.

“Apa sekarang masih merasa diacuhkan?” Ryeowook tersenyum manis, membuat Yesung terus menatapnya. Tidak kuat menatap namja-nya yang sangat mempesona itu, sekarang berganti Yesung yang menarik dagu Ryeowook dan menciumnya.

“Kau memang pintar membuatku tergila-gila padamu Chagiya.”

.

.

Tanpa mereka sadari, Siwon terus mengamati tingkah laku mereka dari balik pilar besar dirumah itu.

“Senyuman itu akan segera hilang Ryeowook. puas-puaslah tertawa sekarang, karena tidak lama lagi, aku akan merebut Yesung Hyung darimu.” Dia menatap Sinis kearah Ryeowook yang sedang tertawa lebar diruang tamu bersama Yesung.

“Kau sedang apa Siwon Hyung?” Siwon tercengang saat ada yang bertanya tiba-tiba. Dia menoleh kebelakang.

“Kyuhyun-ah.”

“Apa yang kau lihat?” tanya Kyuhyun sambil berjalan mendekati Siwon dan ikutan mengamati apa yang sedang dilihat Siwon. “Siapa kau sebenarnya!” Siwon terpaku mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Aku amati daritadi kau terus memperhatikan Yesung Hyung, aku yakin kau bukan hanya member Funf Sterne, pasti ada sesuatu antara kau dan Yesung Hyung, apa benar perkiraanku ini Hyung?” Siwon tetap membatu dan terus menatap namja yang ada didepannya itu.

Saat tersadar, dia hanya tersenyum sinis dan membalikkan badannya. “Kau tidak perlu tau siapa aku sebenarnya Kyuhyun-ah!” cetusnya lalu melenggang pergi dari hadapan Kyuhyun.

Siwon masuk kekamarnya sambil membanting pintu. Dia mengambil bantal yang ada diranjangnya dan melemparkannya kedinding, begitu juga selimut ataupun benda-benda ringan yang ada dikamar itu,semua menjadi pelampiasan kemarahan Siwon.

“SHIIIT!” jeritnya sambil menaruh kedua tangannya dipinggang.

“Kyuhyun-ah sudah mulai curiga padaku, Aku harus lebih berhati-hati.”

“Aku harus merencanakan sesuatu.” Ujarnya lirih. “Tapi apa?” dia mengacak-acak rambutnya. “AHHHH… ini semua karena kau Kim Ryeowook! kalau kau tidak datang dikehidupan Yesung-ku, hubunganku dengannya tidak akan seperti ini.”

“Aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia dengan Yesung Hyung, ingat itu Kim Ryeowook!”

.

.

Tok.. tok.. tok…

“Siapa?” terdengar jawaban dari balik pintu kamar.

“Ini aku Hyung, Kyuhyun.”

“Oh, masuklah Kyuhyun-ah.” Kyuhyun masuk kedalam kamar itu.

“Teukie Hyung, apa kau sibuk?” tanya Kyuhyun saat melihat namja berparas malaikat itu sedang asyik dengan laptopnya.

“Anii Kyu, waeyo?” Leeteuk mematikan laptopnya lalu menaruh laptop itu dimeja dekat sofa ia duduk. “Duduklah!”

“Ehm.. ada yang ingin aku tanyakan padamu Hyung.” Kata Kyuhyun seraya duduk disofa yang sama dengan Leeteuk.

“Apa? Sepertinya serius sekali?”

“Sebelumnya mianhae Hyung kalau aku ikut campur. Tapi aku benar-benar penasaran.”

“Sebenarnya apa yang mau kau tanyakan Kyuhyun-ah, jangan berbelit-belit seperti itu!”

“Ehm.. ini soal member Funf Sterne…”

“Member Funf Sterne?”

“Ne. Hyung..”

“Oh..” Leeteuk tersenyum. “Kenapa?”

“Siwon Hyung.”

“Siwonie? Kenapa dengannya?”

“Ehm… apa dia ada… ” Kyuhyun menghentikan perkataannya.

“Ada apa Kyuhyun-ah?”

“Apa dia dekat sekali dengan Yesung Hyung?” tanyanya cepat dengan sekali nafas.

“Apa?” Leeteuk meneguk ludahnya dengan susah sambil memalingkan wajahnya. Kyuhyun melihat ada keganjalan terpaut diwajah Namja itu.

“Aku sudah tau semua Hyung, aku tau kalau Siwon Hyung dekat dengan Yesung Hyung.” Katanya jelas berbohong. Dia memancing agar Leeteuk mau mengatakan yang sebenarnya pada dirinya. Padahal sebenarnya Kyuhyun tidak tau apa-apa tentang hubungan Yesung dan Siwon.

“Itu…” Leeteuk mulai gelisah. Dia mengacak-acak rambutnya yang sangat indah itu.

“Hyung…”

“Ini kenangan 6 tahun yang lalu, saat Aku, Heechul, Hangeng dan Yesungie duduk bangku SMA.” Kyuhyun dengan seksama mendengarkan cerita Leeteuk.

FLASHBACK ON

Leeteuk, Heechul, Hangeng dan Yesung adalah sahabat sejak mereka masih duduk di bangku SMP. Dan ternyata saat mereka masuk ke SMA, mereka menjadi satu lagi. Saat mereka menginjak kelas 1 SMA, mereka begitu popular karena ketampanan, kepintaran dan kekayaan mereka, sampai pada suatu hari ada anak baru pindahan dari Italy bernama Choi Siwon.

“Dia asli Korea tapi tinggal di Italy, anak pengusaha Mobil Ferarry di Italy, Choi Ki Ho. Alasan pindah ke Korea tidak diketahui.” Hangeng membaca sejarah Choi Siwon dari Internet di Laptopnya.

Leeteuk menyilangkan tangannya dibelakang kepalanya. “Oh, anak pengusaha kaya ternyata.” Ucapnya manggut-manggut. Mereka membahas soal anak baru bernama Choi Siwon itu di ruang kelas mereka yang saat itu sedang sepi karena sedang jam istirahat.

“Disini dikatakan, dia adalah namja yang sangat cerdas, pintar dan kalau dia sedang bernyanyi bisa membuat orang yang mendengarnya merasa melayang.” Hangeng dan Leeteuk mengernyitkan dahinya.

“Semerdu apa suaranya? Apa seperti suara Yesungie?”

“Anio Teukie Hyung.”

“Ada apa nyebut-nyebut namaku!” si empunya nama melepas headsetnya saat mendengar suaranya disebut.

“Anii Yesungie.” Kata Hangeng dan Teukie bersamaan sambil cekikian.

Mereka tertarik dengan namja itu, karena baru 4 hari masuk ke sekolah itu, dia sudah sangat popular dikalangan Yeoja dan Namja sekolah itu.

“Kita lihat saja apakah dia sesempurna itu.” ucap Heechul sinis.

.

.

Saat jam pelajaran olahraga, mereka disuruh memutari lapangan. Mereka kaget saat melihat Siwon berlari dengan cepat.

“Dia ada keturunan kuda? Kenapa larinya cepat sekali?” tanya Heechul dengan tampang bego’nya. #Mian Siwonest and Petals,hehehe#

“Iya, cepat sekali.” Saat mereka beristirahat sejenak, Yesung menghampiri Siwon yang sedang duduk sendiri sambil meminum air minumnya.

“Larimu cepat sekali!” Siwon mendongak ke arah suara itu. tapi hanya senyuman yang membalas pertanyaan Yesung. “Naneun Yesung Imnida.” Kata Yesung sambil menyodorkan tangannya.

“Siwon Imnida.” Balasnya sambil meraih tangan Yesung. Yesung duduk disebelah Siwon.

“Sejak kapan kau memiliki kecepatan lari seperti itu Siwon-ssi?” Siwon cengingisan.

“Jangan panggil aku dengan embel-embel โ€“ssi, panggil saja Siwon. Dan aku akan memanggilmu Hyung, kau lebih tua dariku kan?”

“Ne. kau tau darimana?”

“Siapa yang tidak kenal denganmu dan ketiga sahabatmu itu. kalian terlalu popular disekolah ini.” Yesung tertawa.

“Popular? Kata-kata yang tidak aku suka.” Siwon mengernyitkan dahinya saat mendengar suara Yesung berubah menjadi datar.

“Kenapa?”

“Karena popular, aku jadi tidak bisa bebas, karena popular, aku tidak bisa mempunyai privacy, karena popular, kemanapun harus ada penjaga. Benar-benar seperti burung dalam sangkar, tidak bisa bebas kemanapun.” Katanya sambil menatap ketiga sahabatnya yang sedang bercanda dengan yeoja-yeoja yang ada disekitar mereka.

Siwon terus menatap serius namja yang ada disampingnya itu. “Kalau kau bagaimana Siwonie?” Siwon terus melamun, sampai akhirnya dia tersadar saat tangan Yesung melambai-lambai didepan wajahnya. “Kau baik-baik saja Siwonie?”

“Apa? Siwonie?” Siwon kaget saat mendengar dia dipanggil seperti itu.

“Ne. boleh aku memanggilmu Siwonie? Kau terlihat sangat manis.” Katanya sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Kau boleh memanggilku seperti itu.” Mereka saling bertatapan cukup lama sampai akhirnya mereka tertawa, tanpa tau apa yang mereka tertawakan.

“Oya, kenapa kau pindah ke Korea? Bukannya sebelumnya kau tinggal di Italy?”

“Oh, aku juga tidak tau alasan Appaku menyuruhku untuk melanjutkan sekolahku disini. Tapi aku sangat senang berada di Korea.”

“Kenapa?”

“Appaku terlalu over protektif padaku, aku tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Jadi disana aku merasa sangat terkekang.”

“Kau tidak pernah melanggar perintah Appamu?” Siwon terkekeh.

“Appaku itu jahat sekali Hyung, sekali marah, rasanya dunia akan kiamat. Makanya Aku takut sekali pada Appaku, sebisa mungkin aku tidak mau melanggar ataupun menentang apa kata Appaku.”

“Memangnya Appamu tidak ikut kesini?”

“Anio, Appa tetap stay di Italy, aku balik ke Korea bersama Ommaku.” Yesung manggut-manggut sambil mengembungkan pipinya.

“Lucu sekali ya kau itu!” kata dia sambil cekikikan.

“YESUNGIE AYO ISTIRAHAT!” terdengar teriakan dari Leeteuk, membuat Yesung dan Siwon menoleh kearah suara itu. Yesung hanya mengangguk.

“Ayo istirahat!” ajak Yesung sambil menarik tangan Siwon. Tapi Siwon hanya terdiam sambil menatap tangannya yang digenggam oleh Yesung. “Siwonie?”

“Eh. Ne.” jawabnya saat tersadar.

.

.

Jam istirahat disekolah itu memang ada 2 kali, pertama sekitar pukul 10 pagi, dan yang kedua sekitar pukul 3 sore.

“Chagi, kau masih ingat kan kalau nanti malam kita diundang ke pesta Choi Minho di rumahnya?”

“Ne. Hyung, aku sudah tidak sabar menunggu nanti malam.”

“Mana Yesungie?”

“Tadi kau sudah memanggilnya kan Teukie Hyung?”

“Ne. dia sudah mengangguk kok.”

“Hyung, lihat siapa yang aku bawa.” Yesung datang sambil terus menggandeng tangan Siwon. Leeteuk, Heechul dan Hangeng kaget saat melihat mereka berdua.

“Annyeong, naneun Choi Siwon Imnida.” Siwon memperkenalkan diri sambil sedikit membungkuk.

“Duduklah!” suruh Hangeng.

“Senang bisa berkenalan denganmu, Siwon-ssi.”

“Panggil dia tanpa embel-embel โ€“ssi Teukie Hyung.” Leeteuk terkekeh.

“Kau sudah tau nama kami kan?” tanya Heechul datar.

“Ne. Heechul Hyung.”

“Wah kau tau Siwon-ah?”

“Ne. Teukie Hyung… dan Hangeng Hyung.”

“Heechul Hyung, boleh kan kalau pesta nanti malam, aku mengajak Siwonie?”

“Siwonie?”

“Eh.. maksudku Siwon-ah, aku memanggilnya Siwonie.” Jelasnya sambil menatap Siwon, namja yang sedang duduk disebelahnya.

“Itu…”

“kalau begitu bergabunglah bersama kita.” Cetus Hangeng memotong pembicaraan namjachingunya.

“Chagiya.”

“Tak apa kan Hyung? Lagipula, dia tidak beda jauh dengan kita kan?”

“Betul kata Hangeng, aku setuju.” Ujar Leeteuk sambil menatap Siwon dari bawah sampai atas.

“Siwon-ah, nanti malam, kita akan menjemputmu pukul 7 malam, kau harus bersiap-siap ya!”

“YAK! Aku kan belum bilang setuju.” Celetuk Heechul kesal. Semuanya terdiam sambil menatap Heechul dengan tampang memelas. Melihat tatapan para sahabatnya itu, Heechul menghela nafas panjang.

“Ne. Arraseo. Terserah kalian sajalah!” Jawabnya malas, Hangeng langsung meraih dagu Heechul dan mencium bibirnya.

“Saranghae Hyung.” Lanjutnya lalu mencium lagi bibir namja-nya itu.

Leeteuk dan Yesung hanya tersenyum, tapi berbeda dengan Siwon yang mungkin agak kaget melihat pemandangan yang ada didepannya.

.

.

Gleb.. Tin…

Mereka berlima keluar dari mobil dan berjalan masuk kehalaman belakang rumah Choi Minho yang bergaya eropa itu. Gaya berpakaian mereka mengundang banyak pasang mata menatap kearah mereka, bukan hanya karena itu, tapi juga karena mereka terlihat sangat tampan dan mempesona.

“Choi Minho…”

“Eh.. Heechul Hyung.” Heechul dan Minho berpelukan. “Senang sekali kalian mau datang di acaraku ini.

“Gomawo sudah mengundang kami.”

“Ne Teukie Hyung. eh siapa yang ada disamping Yesung Hyung itu? namjachingunya?” tanya Minho saat melihat namja yang ada disamping Yesung.

“Kenalkan, ini teman baru dari Italy, Choi Siwon.” Ujar Hangeng

“Italy?” Minho mengulurkan tangannya. “Naneun Choi Minho Imnida.”

“Choi Siwon Imnida.”

“Wah sama-sama Choi. Kalian tidak bersaudara kan?” tanya Leeteuk menggoda.

“Anii Hyung.” Mereka tertawa.

Malam itu adalah pesta ulangtahun Choi Minho, Teman mereka saat masih duduk dibangku SMP. Pesta itu benar-benar sangat ramai dan mewah, karena memang Choi Minho adalah anak pengusaha sukses di Ausie.

.

Siwon mencari sosok Yesung yang tiba-tiba menghilang dikerumunan. Dia mencoba mencari disekitar halaman itu, tapi matanya terhenti saat melihat sosok yang dia kenal sedang berdiri disekitar kolam renang tak jauh dari tempat pesta itu digelar.

“Kenapa tidak berkumpul dengan yang lainnya Hyung?” Yesung menoleh ke arah suara itu

“Siwonie.”

“Kenapa berdiri disini?”

“Tak apa, aku sedang tidak ingin dikeramaian. Kenapa kau juga berada disini?”

“Aku mencarimu Hyung, karena kau tiba-tiba menghilang.”

“Kembalilah ke pesta itu Siwonie.”

“Anii Hyung, aku lebih comfort bersamamu.” Yesung menatap Namja tampan itu, lalu tertawa lepas.

“kenapa jantungku berdebar-debar melihat dia tertawa, Aigo, Choi Siwon, jangan-jangan kau…”

“Siwonie.”

“Ne. Hyung..”

“Kenapa setiap bersamamu, aku bisa tertawa lepas ya?”

“Apa?” Yesung menatap tajam kearah Siwon. Siwon mengembungkan pipinya sambil memutar bola matanya. “Ehm.. mungkin karena aku lucu.” Yesung kembali tertawa. Dan sekarang Siwon memeganginya jantungnya.

“Choi Siwon kau benar-benar sudah gila, hanya melihat dia tertawa, jantungmu berdebar-debar?”

“Memangnya Hyung tidak pernah tertawa lepas?”

“Anii.. aku jarang bisa tertawa lepas, walaupun dengan para sahabatku. Tapi entah kenapa, padahal kita baru kenal, tapi itu sudah membuatku sering tertawa.” Jelasnya sambil menatap kearah langit tanpa bintang.

Mereka berjalan menuju kursi yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. “Oya, tadi dirumah, aku sempat search di Internet tentangmu, banyak yang bilang atau bahkan semua orang bilang kau itu namja yang kelewat sempurna. Choi Siwon, anak dari pengusaha mobil Ferrary, Choi Ki Ho.”

“Apa yang kau bicarakan itu Hyung! Aku tidak sependapat dengan mereka. Aku namja biasa sama seperti yang lainnya. Mungkin karena aku anak pengusaha terkaya, jadi mereka bilang aku namja yang kelewat sempurna.”

Sekali lagi Yesung menatap Siwon dalam. Dia mendekati wajah Siwon sampai mereka bisa merasakan desahan nafas satu sama lain.

“Dan kau sangat rendah hati Choi Siwon, sepertinya aku sudah mulai menyukaimu.” Katanya serius lalu mendongak kearah langit. Wajah Siwon memerah karena dia kira Yesung akan menciumnya.

** T.B.C **

3 comments on “Don’t Leave Me Hyung – chapter 4

  1. ihhhhhhhhhhhh siwon
    apa apain si mereka
    yewon nggk aihhhhhh
    jgn sampe ryeong tau
    astaga choi siwon segtu berambisinya itu orang ckckck
    kasian ryeong
    si kyu jg udh mulai curiga ni

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s