yewook 10

Don’t Leave Me Hyung – chapter 5

Chapter 5.

Cast : Member Super Junior

Summary : Menyembunyikan penyakit Yesung kepada Ryeowook, apa itu yang terbaik?

Genre: Fantasi / Romance

Rate : T Setengah M … #hahaha#tertawa evil

Disclaimer : Mereka milik tuhan, orangtua mereka, SM town. Untuk Yesung Oppa boleh kan milik saya?#dibunuh Clouds. FF ini pyur milik saya, jadi sifat mereka sesuka saya, kan saya Author..hahaha #ditabok reader

Warning : Yaoi, OOC, Typo

.

.

Kenapa aku baru tau soal penyakitmu itu Hyung? kenapa kau sembunyikan semuanya dariku? Sungguh aku tidak percaya semua ini terjadi padamu.

.

.

“Dan kau sangat rendah hati Choi Siwon, sepertinya aku sudah mulai menyukaimu.”

.

.

Dari situ, Yesung dan Siwon selalu bersama, kemana-mana mereka selalu berdua. Ke 3 sahabat Yesung juga sempat merasa terabaikan, karena semenjak kedatangan Siwon, Yesung lebih banyak menghabiskan waktu bersama Siwon ketimbang bersama sahabat-sahabatnya itu.

Tapi seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya bisa menerima keadaan itu. mereka bisa menerima kedatangan Siwon ditengah-tengah mereka.

“Kita kasih nama apa ya?” Tanya Leeteuk sambil mengutak-atik laptopnya. Mereka sedang mencari-cari nama yang cocok untuk kelompok mereka atau juga bisa disebut member, karena mereka selalu bersama.

“Terserah kau saja lah Teukie Hyung.” Jawab Heechul sambil terus melakukan adegan mesra diranjang bersama namjachingunya, Hangeng. Mereka bertiga sedang berada dirumah Heechul, basecamp mereka kalau orangtua Heechul sedang tidak ada dirumah.

Tok.. tok… tok… mendengar suara ketok pintu, Heechul dan Hangeng bukannya berhenti, mereka semakin terlihat ganas, Leeteuk yang melihat kejadian itu hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Ne?” tanya Leeteuk seraya membuka pintu, dia tidak membuka pintunya lebar-lebar, jadi yang terlihat hanya kepalanya saja.

“Hyung..”

“Eh.. Yesungie, Siwonie. Ayo masuk!” kata dia lalu membuka pintunya. Yesung datang bersama Siwon sambil menenteng bungkusan besar ditangan kanannya.

Siwon melihat kejadian yang mungkin saat itu membuat dia sedikit shock, bagaimana bisa kedua Hyung-nya itu melakukan adegan ranjang didepan para sahabatnya.

“Heechul Hyung, Hangeng Hyung, istirahatlah! Ini kami bawakan makan.” Kata Yesung lalu duduk menghadap laptop yang ada didepan meja dekat jendela.

“Sebentar Yesungie, lagi asyik nih!” jawab Hangeng sambil terus melakukan adegannya.

Siwon duduk disofa yang menghadap kearah ranjang, Siwon meneguk ludahnya dengan susah, dia menunduk, dia merasa sedikit malu melihat adegan Heechul dan Hangeng. Sedangkan Leeteuk menghampiri Yesung yang berada didepan laptop.

Bagi Leeteuk dan Yesung, adegan seperti itu adalah hal biasa yang mereka lihat, karena memang, Heechul dan Hangeng sudah menjalin hubungan sejak lama. Mereka juga sering melakukan adegan seperti itu didepan Leeteuk dan Yesung.

“Aku sedang mencari nama yang cocok untuk kita Yesungie.” Kata Leeteuk sambil ikutan menatap layar laptopnya bersama Yesung.

“Sudah ketemu?”

“Anii.” Jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.

“Ya sudah kita cari nanti! sekarang kita makan dulu. Aku bawakan kimchi dan Coffe Lotte.” Kata Yesung sambil berdiri lalu menghampiri ranjang Heechul dan Hangeng. Dia mengambil bantal yang berserakan dilantai lalu melemparkannya ketubuh Hangeng yang saat itu ada diatas tubuh Heechul. Spontan mereka menghentikan aktifitas mereka.

“YAK, Yesungie!” Heechul histeris.

“Hyung, disini masih ada yang dibawah umur!” kata Yesung santai sambil duduk dilantai yang beralaskan karpet.

“Siapa?” Heechul dan Hangeng menatap kearah Siwon yang sedari tadi menunduk, wajahnya merah merona. HAHAHAHA… Tawa Heechul dan Hangeng pecah saat melihat ekspresi Siwon.

“Ne… Ne.. Arraseo! Kita hentikan dulu ya Chagi, nanti kita lanjut lagi.” Kata Heechul sambil bangkit dari ranjang dan memakai pakaiannya. Begitu juga Hangeng.

Mereka duduk bersila dilantai sambil memakan Kimchi dan Coffe Lotte yang dibawakan Yesung dan Siwon. Sedangkan Leeteuk memangku laptopnya sambil meminum coffe lottenya.

“Ehm… bagaimana kalo namanya Bintang kejora.” Usul Leetuek sambil terus menatap serius layar laptopnya.

“Jelek sekali Hyung, Bintang Kejora? Ah.. anii.. ganti-ganti..” Kata Heechul sambil memakan Kimchi yang ada didepannya.

“Ehm.. S.P.B, gimana kalau itu saja?”

“Apalagi tuh S.P.B?”

“Sang Pangeran Bintang.”

“Teukie Hyung, Apa gak ada yang lain?” Yesung dan Siwon hanya tersenyum melihat ketiga sahabatnya itu ribut mencari nama.

“Harus ada kata “Bintang” kah Teukie Hyung?”

“Hem… Hangeng-ssi, begini! Menurutku Bintang itu adalah sesuatu yang sangat istimewa, selalu bersinar dan selalu menemani sang Bulan. Langit tanpa bintang tidaklah sempurna, langit tanpa bintang akan terlihat gelap walaupun ada sang bulan. Kita selalu di anggap Bintang oleh orang-orang, jadi menurutku lebih bagus kalau ada nama ‘Bintang’, bagaimana menurut kalian?” Jelasnya sambil bergaya layaknya guru yang sedang menjelaskan kepada muridnya.

Semuanya terdiam dan masuk kedalam fikiran masing-masing. “Bagimana kalau Funf Sterne?” kata Siwon mencairkan suasana yang tadinya hening.

“Apa? Fu.. Fu.. apa?” tanya Yesung tidak mengerti karena cara bicara Siwon yang terlalu cepat.

“Artinya apa?” Leeteuk menimpali.

“Itu dari bahasa Jerman, artinya Lima Bintang. Kita kan berlima, dan kata Hyung lebih bagus kalau ada kata “Bintang”.” Semua manggut-manggut mengerti.

“Apa tadi? Kedengarannya keren.”

“Funf SterneHeechul Hyung.”

“Fun Ster…”

“Funf Sterne.” Semuanya tertawa karena sulit mengucapkannya. Mereka belajar mengucapkan kata itu bersama-sama. Sampai akhirnya setengah jam berlalu.

“Okay! Ayo!” Heechul mengangkat coffe lottenya. Semuanya mengikutinya. “Mulai hari ini kita resmi menjadi FUNF STERNE. Kita adalah member Funf Sterne!”

“Yaaa! Chersss!”

Mulai saat itu resmilah nama mereka yang tadinya tidak bernama sekarang menjadi Funf Sterne. Heechul yang tadinya tidak bisa menerima kehadiran Siwon ditengah-tengah mereka, akhirnya bisa menerimanya. Sedangkan Siwon yang hanya dekat dengan Yesung, sekarang menjadi akrab dengan member yang lain.

.

Tanpa terasa 3 tahun sudah mereka bersama. Saat itu adalah wisuda kelulusan mereka. Semua siswa siswi sekolah itu berkumpul digedung besar nan megah. Terdengar keramaian dari seluruh penjuru gedung itu. tapi keramaian itu tidak berlangsung lama. Keheningan terasa saat member Funf Sterne, memasuki gedung itu bersama-sama.

Semua siswa siswi itu menatap mereka, mereka mengeluarkan aura yang membuat semua pasang mata menatap kearah mereka. Mereka menunjukkan pesonanya, membuat para yeoja-yeoja itu berteriak histeris.

Saat acara kelulusan itu berakhir, member Funf Sterne dikelilingi oleh para yeoja-yeoja yang ingin meminta tanda tangan dan juga foto bersama. Tanpa penolakan, mereka meladeni permintaan para “Fans-fans” nya itu.

“Cherrssss!” Ting… suara gelas berbenturan dan gelak tawa terdengar dan terpancar dari semua wajah member Funf Sterne. Mereka sedang mengadakan pesta kelulusan mereka di mini bar rumah Heechul.

HAHAHAHA… “Tadi kau lihat wajah si Tiffany, kayaknya beraaaat banget untuk berpisah dengan Siwonie, padahal Siwonie kan tidak menyukainya.” Leeteuk membahas soal kejadian tadi saat perpisahan, ada seorang yeoja yang menggilai Siwon. berulang kali dia menyatakan cinta pada Siwon, tapi selalu ditolak mentah-mentah oleh Siwon.

“Kau lihat Siwonie?”

“Ne. Teukie Hyung.” Siwon yang tadinya seorang namja yang pendiam dan tidak banyak bicara, berubah drastis saat dia sudah masuk menjadi member Funf Sterne. Dia menjadi banyak tingkah, banyak bicara dan juga sedikit sombong. #JDAR#Ditempok Siwonest#

“Tadi dia minta nomor handphonemu, ne?” tanya Heechul sambil menuangkan soju ke gelasnya.

“Ne, sudah sering dia minta nomorku.” Katanya sambil meminum sojunya. “Dia itu yeoja yang pantang menyerah, sudah aku tolak berkali-kali tetap saja menyukaiku.”

“Bagus kan?berarti dia yeoja yang setia, kenapa kau tidak menyukainya?” Hangeng ikutan nimbrung. Sedangkan Yesung daritadi hanya diam dan terus menuang soju ke gelasnya lalu meminumnya. Senyuman yang tampak dibibir Siwon memudar.

“Dia bukan typeku Hyung.” Ucapnya datar lalu menoleh kearah Yesung yang ada disebelahnya. Ketiga sahabatnya yang ada didepannya ikutan menatap kearah Yesung.

“Waeyo?” tanya Yesung saat merasa semua sahabatnya memandanginya. Siwon meraih gelas yang ada ditangan Yesung dan menaruhnya diatas meja. Dia menggenggam tangan Namja yang sudah setengah mabuk itu erat-erat.

“Karena.. typeku adalah Yesung Hyung.” Leeteuk, Heechul dan Hangeng yang mendengarnya terperangah, mereka tidak percaya akan apa yang dikatakan Siwon. “Hyung.. Saranghae!”

Yesung terdiam, walaupun dia sudah setengah mabuk, tapi fikirannya masih bisa terkontrol. “Sejak kali pertama aku berkenalan denganmu, aku berfikir kau adalah namja yang aneh, Tapi aku comfort bila bersamamu Hyung. Semakin lama aku bersamamu, semakin aku tidak bisa menahan perasaan ini Hyung.”

“Siwonie…”

“Hyung, jeongmal saranghae, apa kau mau menjadi namjachinguku?”

“Apa?”

“Mungkin bagi sebagian orang, ini adalah hal yang tabu, tapi aku tidak bisa hidup tanpamu Hyung.” Leeteuk, Heechul dan Hangeng yang ada didepan mereka hanya diam dan terus menatap kearah mereka.

“Apa kau benar-benar menyukaiku?” Siwon mengangguk dengan mantap. “Kenapa? Bukannya aku namja yang aneh?”

“Kau memang aneh, karena itu memang keistimewaanmu Hyung.”

“Siwonie…” hening terasa. Tidak ada suara, tidak ada kata-kata yang terucap, hanya terdengar suara angin yang berhembus dari AC di ruangan itu. “Nado saranghae Siwonie.”

Mendengar ucapan dari bibir namja yang ada didepannya itu, Senyum sumringah terpancar dari bibir erotis milik Siwon. Dia langsung memeluk Yesung dengan erat.

“Gomawo Hyung, Gomawo…” Yesung membalas pelukan Siwon dengan erat.

“Yaaa… akhirnya teman kita jadian juga!” Jerit Leeteuk membuat suasana yang tadinya romantis dan tenang menjadi kacau karena jeritannya.

“YAK! Hyung, kau membuat kita kaget!” Leeteuk hanya cengingisan. Dan mulai saat itu, Yesung resmi menjadi namjachingu Siwon.

Hubungan mereka sangat indah dan romantis, membuat orang-orang yang melihatnya iri. Siwon dapat menutupi kekurangan Yesung, begitu juga Yesung. Benar-benar sepasang kekasih yang sempurna.

Mereka berlima memutuskan untuk melanjutkan sekolah mereka di Inha University. Dan sama seperti sebelumnya, hanya dalam waktu 2 hari mereka masuk ke kampus itu, mereka menjadi sangat popular, sampai-sampai mereka membuat basecamp dikampus itu.

Ruangan pojok dilantai 1 yang sudah tidak terpakai mereka pakai untuk tempat mereka berkumpul, bertukar fikiran sampai bercerita tentang kejadian-kejadian yang mereka alami setiap hari.

FLASHBACK END

“Hubungan Yesungie dan Siwon kelewat sempurna, mereka membuat orang yang melihatnya menjadi sangat iri.” Leeteuk mengenang kejadian masa lampau itu sembari tersenyum menatap Kyuhyun. “Siwon dapat menerima kekurangan Yesung, begitu pula sebaliknya. Tapi suatu hari, Siwon memutuskan untuk pindah ke Italy.”

“Kenapa?”

“Appanya menyuruh dia kembali ke Italy untuk belajar mengelola perusahaan Appanya.”

“Lalu hubungan mereka?”

“Yesungie berkata, kalau Siwon tetap kekeh berangkat ke Italy, hubungan mereka akan berakhir. Dan benar saja, Siwon lebih memilih untuk pergi ke Italy.” Leeteuk menghentikan ceritanya, dia berjalan menuju jendela yang ada dikamar itu.

“Sejak kepergian Siwon ke Italy, Sifat Yesung berubah drastis, yang tadinya ceria, berubah menjadi sangat pendiam dan tertutup. Dia menjadi playboy, suka bergonta-ganti pasangan dan selalu mabuk-mabukan.”

Leeteuk mulai memancarkan senyuman di bibirnya. “Tapi semua itu akhirnya hilang semenjak kedatangan Ryeowook dikehidupan Yesung. Ryeowook yang membuat Yesung menjadi lebih baik daripada dulu.” Leeteuk menoleh kearah Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, jangan katakan ini kepada siapapun! Ini rahasia antara kita berdua, arraseo!”

“Ne. Hyung. Tapi ada satu hal lagi yang mengganjal fikiranku Hyung.”

“Apa?”

“Kenapa semenjak Siwon Hyung kembali ke Korea, sikap Yesung Hyung kepada Ryeowook berubah?” Leeteuk menunduk.

“Itu… Itu karena Siwonie tau kalau Yesung sedang sakit.”

“Sakit? Maksudmu apa Hyung?”

“Kapan hari saat Yesungie check up ke Dokter, tanpa dia sadar, Siwon yang baru saja datang dari Italy, membututinya.”

“Membututinya?” Leeteuk mengangguk lalu duduk diranjangnya.

“Rencananya, Siwon ingin membuat surprise kepada Yesung, tapi niatnya kandas saat mendengar perkataan dokter kepada Yesung dari dalam ruangan yang pintunya tidak tertutup rapat.”

“Perkataan dokter?” Leeteuk menarik nafas panjang.

“Yesungie… dia…”

“Kenapa Hyung?”

“Dia… mengidap Kanker Lambung, dan harapan hidupnya tidak akan lama lagi.”

“APA!” Kyuhyun histeris mendengar kalau harapan hidup Yesung tidak akan lama lagi. “Hyung, kau bercanda kan?”

“Anii Kyuhyun-ah, Yesung sendiri yang menceritakannya padaku, Kangin, Donghae dan juga Eunhyuk, tapi dia meminta agar merahasiakannya kepada Ryeowook, karena dia tidak ingin membuat Ryeowook sedih.”

“Apa tidak bisa sembuh?”

“Dokter menyarankan untuk menjalani kemoterapi dan juga terapi penyinaran untuk mengurangi gejala dan memperpanjang harapan hidupnya, tapi Yesung tidak mau melakukannya, karena menurut dia, itu hanya membuang-buang waktu.”

“Aku masih belum bisa percaya Hyung, ini semua seperti mimpi. Lalu saat Siwon Hyung mengetahuinya, bagaimana reaksi dia Hyung?”

“Dia menyuruh Yesungie untuk melakukan kemoterapi, dia terus mendekati dan merayu Yesungie. tapi percuma, Yesungie itu orang yang keras kepala. Dan yang kau tanyakan tadi, kenapa sikap Yesung berubah terhadap Ryeowook semenjak kedatangan Siwon, itu karena Siwon terus mendekati Yesung.”

“Jadi… Siwon Hyung masih…”

“Iya… Siwon masih mencintai Yesungie, masih sangat mencintainya. dan dia masih berharap kalau Yesungie mau bersamanya lagi. Karena menurut dia, Yesung memutuskannya secara sepihak.”

“Dia tidak terima?” Leeteuk mengangguk.

.

Selamanya perjalanan kembali ke kamarnya, Kyuhyun terus memikirkan kata-kata Leeteuk padanya.

“Siwon masih mencintai Yesungie, masih sangat mencintainya. dan dia masih berharap kalau Yesungie mau bersamanya lagi. Karena menurut dia, Yesung memutuskannya secara sepihak”

“Kyuhyun-ah, kau darimana saja? Aku mencarimu kemana-kemana!” Sungmin bertanya saat melihat namjachingunya itu masuk ke kamar dengan raut wajah bingung. Tidak ada jawaban dari Kyuhyun, dia hanya diam lalu duduk diranjangnya bersama Sungmin. “Kyuhyun-ah, kau baik-baik saja?”

“Aku…”

“HYUUUUUNGGGGGG!” terdengar teriakan dari lantai bawah. Mereka saling bertatapan.

“Suara Wookie!” mereka bergegas berlari ke lantai bawah.

“Wookie-ah..”

“Yesung Hyung pingsan Teukie Hyung, hiks.” Ryeowook terisak, sedangkan Yesung sudah tidak sadarkan diri dipangkuan Ryeowook.

“Ada apa?” seru Heechul berlari kearah Ryeowook diikuti Hangeng dibelakangnya. “Yesungie.”

“Kenapa?” Siwon muncul tiba-tiba, dan saat melihat Yesung tidak sadarkan diri, dia langsung merampas Yesung dari tangan Ryeowook, dia menggendong Yesung ala bridal style ke kamar Yesung. Ryeowook terdiam, dia masih belum sadar kalau Yesung-nya sudah di ambil Siwon dari tangannya.

.

“Yesung-ssi, dia…”

“Dokter kita bicara diluar saja ya!” Pinta Leeteuk memotong perkataan dokter.

“Baiklah!”

“Wookie-ah, kau jaga Yesungie ya!” Ryeowook mengangguk pelan sambil terus menggenggam erat tangan namja-nya itu, airmata masih terus menetes dari mata namja mungil itu. “Siwonie ayo keluar!”

“Tapi Hyung!”

“Keluar!” suruh Heechul lirih. Akhirnya mereka semua keluar dari kamar Yesung, meninggalkan Ryeowook yang sedari tadi menatap sedih kearah namjachingunya itu.

“Hyung, kau harus segera sadar.” Ryeowook merebahkan tubuhnya didekat tubuh Yesung, dia melingkarkan tangan kirinya diatas dada Yesung. “Aku tidak mau kehilanganmu Hyung.”

“Kenapa Siwon Hyung tadi merampasmu dariku Hyung? Sebenarnya ada apa antara kau dan Siwon Hyung?”

Tiba-tiba dia bangkit dari tidurnya. “Aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi Hyung.” ucapnya mantap sambil menatap namja tampan yang belum sadarkan diri itu. dia mengecup bibir Yesung perlahan lalu keluar dari kamar Yesung.

.

.

“Kita harus bisa merayu Yesungie agar dia mau melakukan kemoterapi!” kata Leeteuk spontan, membuat semua yang ada disitu menunduk dan berfikir. “Kalian dengar kan Dokter tadi bilang kalau penyakit dia semakin parah.” Sungmin yang tadinya tidak mengerti apa-apa jadi tau apa yang sedang terjadi pada Yesung.

“Sepertinya hanya Wookie yang bisa merayunya Hyung!” usul Sungmin.

“Tapi Wookie tidak tau apa-apa, Yesungie tidak mau Wookie tau soal ini..” celetuk Hangeng. Heechul, Kyuhyun dan Siwon terdiam.

“Sampai kapan kita akan menyembunyikan semua ini pada Wookie, Teukie Hyung?” Heechul mulai mengeluarkan suara. Leeteuk menopang dagunya sambil menggelengkan kepala.

“Kita tidak mungkin terus menerus menyembunyikan semua ini padanya.”

“Aku tau Kyuhyun-ah… tapi ini permintaan Yesungie…”

“Kalau dia mau berangkat ke Italy bersamaku, Aku yakin dia pasti sembuh!” ucap Siwon spontan, sukses membuat semuanya menatap kearahnya. “Aku kenal dokter ahli disana, dokter khusus yang menangangi pasien penderita kanker lambung.”

“Tidak mungkin Siwonie, Yesungie tidak akan mau ke Italy bersamamu.”

“Benar kata Hangeng, lagipula sekarang, kau bukan siapa-siapa dia.” Cetus Leeteuk membuat Siwon terdiam, hatinya sangat sakit saat mendengar kata-kata kasar Leeteuk padanya. Memang benar dia sudah bukan siapa-siapa Yesung, tapi dia masih sangat mencintai namja itu.

Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan seperti berkata ‘Apa maksud semua itu?’. Sungmin pun tak kalah kaget, dia menatap Kyuhyun bingung, sedangkan Kyuhyun hanya menanggapinya datar.

“Kita harus memberitahu Wookie, Hyung. Hanya itu satu-satunya cara agar Yesungie mau melakukan kemoterapi.” Leeteuk menghela nafas dengan berat.

“Aku belum siap mengatakan semua itu padanya Cullie.” Ucapnya sambil menunduk.

“Mengatakan apa Hyung?” tanya seseorang tiba-tiba, membuat mereka terjingkat kaget. Mereka menoleh kearah suara itu datang.

“Woo.. Wookie..”

“Apa yang kalian sembunyikan dariku? Apa yang sebenarnya terjadi Hyung?”

“Wookie kita…”

“JAWAB HYUNG!” bentaknya. Leeteuk menghela nafas panjang lalu berjalan mendekati Ryeowook.

“Wookie-ah…” ucapnya sambil memegang kedua pundak Ryeowook.

“Kenapa Hyung? Apa yang terjadi?” tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

“Yesungie… dia…” hening terasa, tidak ada suara, tidak ada kata-kata.

“Yesung Hyung? Kenapa dengan Hyung-ku Hyung?” Leeteuk terdiam dan menunduk. “Hyung-ku kenapa!”

“Dia mengidap kanker lambung, dan… harapan hidupnya tidak lama lagi.”

“Apa?” Ryeowook terhempas, dia terduduk saat itu juga, dia memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sangat sesak. Airmatanya terjatuh dan semakin lama semakin deras. “Anii Hyung, itu tidak mungkin! kau pasti berbohong kan Hyung, iya kan Hyung!” jeritnya frustasi seraya memukul-mukul dada Leeteuk.

“Hyung, katakan kau hanya bercanda kan!” Leeteuk terus saja terdiam dan menundukkan kepalanya. Dia membiarkan namja mungil yang sedang histeris itu memukul-mukuli dadanya.

Setelah Ryeowook mulai kelelahan sambil terus menangis, Leeteuk memeluk erat tubuh mungil namja yang ada didepannya itu. “Tenanglah Wookie!” ucapnya menenangkan dongsaengnya, butiran-butiran bening keluar dari mata indahnya. Semua orang yang ada disitu hanya terdiam, menunduk dan ikut meneteskan airmata.

“Kita pasti bisa menyembuhkannya Wookie-ah!” kata Kangin mantap seraya ikut memeluk tubuh Ryeowook.

“Kita pasti akan membuat dia sehat seperti dulu.” Hangeng berjalan diikuti Heechul dibelakangnya. “Kau harus percaya.”

“Hyung…” tangisnya pecah, Ryeowook benar-benar tidak kuat menahan airmatanya, dia memeluk erat namja berparas malaikat itu. “Aku tidak mau kehilangan Yesung Hyung, tidak mau Hyung.” Leeteuk terdiam seraya terus memeluk namja mungil yang sedang menangis itu.

“Kau tidak akan kehilangannya Wookie, kita akan mendatangkan keajaiban untuk Yesungie, kau harus percaya itu.” Leeteuk menenangkan Ryeowook yang masih terus menangis dipelukannya.

.

.

Saat makan malam, tidak seperti biasa, mereka makan tanpa berbicara sepatah katapun, hanya terdengar suara decak makanan dari bibir mereka. Sunyi dan sangat sepi. Padahal biasanya setiap waktunya makan, selalu terdengar suara canda tawa dari mulut mereka.

“Aku sudah selesai, aku mau ke kamar.” Kata Donghae seraya membersihkan bibirnya dengan tisu.

“Aku juga.” Eunhyuk mengikuti.

“Aku sudah selesai mau langsung kekamar.. ayo Sungmin-ah!”

“Ne. Kyuhyun-ah.” Satu persatu dari mereka meninggalkan meja makan tanpa senyuman dibibir mereka. Tinggal tersisa Hangeng, Heechul, Kangin, Leeteuk dan Siwon.

“Wookie kemana?” tanya Heechul sambil meneguk minumannya.

“Dia tidak mau makan, katanya mau menunggu sampai Yesungie sadar dulu.”

“Apa dia sudah gila? Kalau dia sakit bagaimana?”

“Anio Teukie Hyung.”

“Aku akan membawakan makan untuknya.” Kata dia sambil beranjak bangkit dari duduknya.

“Habiskan dulu makanmu chagi!” pinta Kangin seraya memegang tangan namjachingunya itu.

“Iya Hyung, habiskan dulu makananmu, setelah itu kita kekamar mereka.” Leeteuk berfikir sejenak lalu duduk kembali. Dia menguyah makanannya dengan malas.

“Siwon-ah, aku tau kau masih mencintai Yesungie, tapi aku mohon jangan rusak hubungan dia dengan Wookie.” Ucap Leeteuk tiba-tiba. Siwon terperangah, dia terdiam seraya menatap intens kearah Leeteuk.

“Aku tau bagaimana perasaanmu melihat orang yang kau cintai mencintai orang lain, tapi relakan Yesungie, dia bahagia bersama Wookie.”

“Teukie Hyung…” Kangin, Heechul dan Hangeng terdiam membisu tanpa menatap kearah Siwon ataupun Leeteuk.

“Kau tidak ingin melihat Yesungie terluka kan? Lepaskan dia, kau masih bisa dekat dengannya walaupun tidak akan sedekat dulu.” Siwon menarik nafas panjang lalu berdiri dari tempat duduknya.

“Mianhae Hyung, tapi Aku tidak peduli apa yang Hyung katakan, selamanya aku tidak akan melepaskan Yesung Hyung untuk orang lain, kalau aku tidak bisa mendapatkan Yesung Hyung, tidak ada yang boleh mendapatkannya.”

BRAAKKK

“SIWON!” bentak Leeteuk sambil menggebrak meja makan. Hangeng, Heechul dan Kangin ikut bangkit dari duduknya. “Kau sudah gila, kau mau menghancurkan persahabatan kita hanya untuk perasaanmu?”

“Siwon kau bercanda kan?” tanya Hangeng dengan sabar.

“Anii Hyung, aku tidak bercanda, aku serius.”

“Kau akan menghancurkan persahabatan kita, kau akan menghancurkan Funf Sterne!”

“Mianhae Kangin Hyung. Mianhae..”

“SIWOOON…” telat. Siwon sudah berlari menuju kekamarnya, dia sengaja tidak mendengarkan panggilan dari Heechul.

PRAAANGG…

“SHIIIT!” Leeteuk membanting gelasnya ke lantai. “Dia benar-benar sudah gila!”

“Sabar Hyung..” Kangin mencoba menenangkan Hyung-nya itu sambil mengelus-elus punggung Leeteuk.

“Gimana bisa bersabar menghadapi dongsaeng gila seperti itu!” #Ditonjok Siwonest#

“Apa yang ada diotaknya, kenapa dia menjadi keras kepala seperti itu!”

“Sudah Cullie, kau jangan ikut terbawa emosi, lebih baik sekarang kita kekamar Yesung, kita bawakan makanan untuk mereka. Mungkin saja Yesungie sudah sadar.” Leeteuk dan Heechul menghela nafas panjang, mereka berdua benar-benar dibuat marah oleh dongsaeng mereka itu.

.

.

“Hyung kenapa kau tidak memberitahuku soal penyakitmu?” desah Ryeowook ditelinga Namjachingunya yang masih belum sadarkan diri itu. Sedari tadi dia terus berbaring didekat Yesung sambil terus memeluk Hyung-nya itu.

“Kau ingat Hyung, saat kali pertama kita bertemu? Kau membantuku agar Heechul Hyung tidak memarahiku.” Ryeowook tersenyum seraya menceritakan saat-saat dimana dia bertemu dengan Yesung. “Saat itu aku benar-benar mulai penasaran denganmu.”

“Dan kau ingat saat kali pertama kau menciumku? aku sangat bahagia Hyung, aku kira kau adalah namja yang cuek dan tidak peduli pada orang disekitarmu, tapi setelah aku mengenalmu, kau malah lebih memperdulikan orang lain ketimbang dirimu sendiri.” Ryeowook mengecup pipi kiri Yesung.

“Aku bangga mempunyai namjachingu sepertimu Hyung. Aku tidak tau bagaimana hidupku bila tak bersamamu.”

“Kau tau aku sangat mencintaimu Hyung, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu.” Dia menatap wajah namja-nya itu lekat. “Kalau kau pergi, aku ikut Hyung, kemanapun kau pergi, aku akan mengikutimu.” Ucapnya lalu mencium bibir namjachingunya itu. Hiks.. ciuman kali ini benar-benar menyakitkan, airmata terus mengalir dipipi namja mungil itu, tapi dia terus mencium bibir Yesung, seolah-olah dia tidak peduli akan kehabisan nafas.

“Aku mohon jangan tinggalkan aku Hyung. Aku tidak bisa hidup tanpamu.” Katanya lalu merebahkan kepalanya didada Yesung. “Tidak bisa…”

Tak lama setelah Ryeowook tertidur dengan pulas didada Yesung, pintu kamarnya terbuka. Member Funf Sterne kecuali Siwon, menatap sedih kearah Yesung dan Ryeowook.

“Apa perlu kita bangunkan Hyung?”

“Anii Kangin-ah, biarkan saja dulu. Kita pergi saja darisini.”

“Ayo.”

::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::::::::::::::

“Wah apa ini Hyung?”

“Ini untukmu.”

“Untukku?” Ryeowook bingung karena Yesung memberinya pakaian serba hitam. “Kenapa serba hitam Hyung?”

“Kau harus memakainya suatu saat nanti.”

“Maksud Hyung apa? Aku tidak mengerti.” Bukannya menjawab pertanyaan Ryeowook, Yesung malah memeluk erat tubuh namja mungil itu.

“Kau tidak perlu mengerti sekarang Chagi, suatu saat nanti, kau akan mengerti maksud ucapanku.” Ucapnya ditelinga Ryeowook. dia melepaskan pelukannya dan tersenyum manis.

“Hyung, kau tidak akan mening… Urhm..” belum sempat Ryeowook melanjutkan perkataannya, Yesung sudah melayangkan ciumannya dibibir Ryeowook. Ryeowook memejamkan matanya seraya menikmati ciuman dari bibir namja yang sangat ia cintai itu.

Tapi tidak lama setelah itu, tiba-tiba ia merasa ciuman itu terhenti, dia membuka matanya dan saat itu juga dia tidak melihat Yesung dimanapun.

“Hyung, kau dimana?” dia berlari kesana kemari mencari namja-nya yang tiba-tiba menghilang. “Hyung jangan bercanda, kau bersembunyi dimana?”

Situasi menjadi sangat mencekam, semuanya serba hitam, Pemandangan yang tadinya sangat indah, menjadi super gelap, tidak ada suara, tidak ada angin, yang ada hanya suara langkah kaki milik Ryeowook.

“Hyung aku takut, tolong jangan tinggalkan aku, Hiks.” Ryeowook terpaku, dia menunduk sambil terus meneteskan airmata. “Hyung…” dia terduduk. Ryeowook tidak berani menoleh kemanapun. Dia hanya terus menundukkan kepalanya. “Hyung aku mohon… Hiks..”

::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::::::::::::::::::::: ::::::::::::::::::::::::::::::::::::: :::::::::::::::::::::::::::

“Wookie… Wookie…”

“WUAAAAAHHHHHHHH…” Hosh.. hosh…

Ryeowook bangkit dari tidurnya, keringat dingin mengucur deras dari tubuh mungilnya. Dia baru saja bermimpi, mimpi yang sangat buruk yang membuat rasa takut yang amat dalam.

** T.B.C **

5 comments on “Don’t Leave Me Hyung – chapter 5

  1. huhuhu siwon semakin menjadi.. bagaimana kelanjutan’a yewook
    apa yeye bisa sembuh,
    apa wook bisa membujuk yesungie untuk berobat???
    apa keajaiban itu ada
    oke-oke saya penasarann…๐Ÿ˜€

  2. hueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
    ryeong tau sedih banget5
    esmosi parah sm siwon
    ngoto banget yak orng
    udh i biarin aja samasm ryeong
    aigooo kesel sendiri bacanya
    ryeong serem banget smpe mimpi bgtu
    semoga nggk jd kenyataan deh amiennn

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s