is_yewon_couple_by_sujusaranghae-d303tdgs

Don’t Leave Me Hyung – chapter 6


Chapter 6.

Cast : Member Super Junior

Pairing : YeWook Slight WonSung

Summary: Ryeowook tau siapa Siwon sebenarnya!

Genre: Fantasi / Romance / Hurt

Rate : Ehem… M … #Author yadong ne. hahaha#tertawa evil

Disclaimer : Mereka milik tuhan, orangtua mereka, SM town. Untuk Yesung Oppa boleh kan milik saya?#dibunuh Clouds. FF ini pyur milik saya, jadi sifat mereka sesuka saya, kan saya Author..hahaha #ditabok reader

Warning:  YAOI,  OOC. Mian ne Untuk Siwonest, disini si Wonppa aku jadiin Evil, kan bosan lihat Wonppa yang seperti malaikat itu. #bow

.

.

Kenapa aku baru tau soal dia? soal masa lalu orang yang aku cintai, banyak hal yang kau sembunyikan dariku.

.

.

.

“Wookie… Wookie…”

“WUAAAAAHHHHHHHH…” Hosh.. hosh…

Ryeowook bangkit dari tidurnya, keringat dingin mengucur deras dari tubuh mungilnya. Dia baru saja bermimpi, mimpi yang sangat buruk yang membuat rasa takut yang amat dalam.

.

.

.

“Chagi kau baik-baik saja?” dia menoleh kearah suara itu, dan didapatinya Yesung sedang menatap dia bingung.

“Hyu… HYUUUUNG!” Ryeowook memeluk erat tubuh namjachingunya itu. “Hiks.. Hyung..”

“Kau kenapa Wookie? Kau mimpi buruk?” ucap Yesung seraya akan melepaskan pelukannya, tapi Ryeowook tidak mau melepasnya.

“Jangan dilepas Hyung, aku takut.”

“Takut apa Wookie? Ada Hyung disini, kau tidak perlu takut!” Ryeowook melepaskan pelukannya lalu menatap Hyung-nya itu lekat. “Cerita sama Hyung, apa yang terjadi?”

“Hyung.. berjanjilah! Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku!”

“Apa?” Yesung terdiam, dia tidak menjawab pertanyaan dari namja mungil yang masih menangis itu.

“Hyung berjanjilah, berjanjilah padaku.”

“Wookie…”

“Apa Hyung mau meninggalkanku?”

“Wookie…”

“Kenapa Hyung tidak pernah mengatakannya padaku? Kenapa Hyung menyembunyikan penyakit Hyung padaku? Kenapa Hyung! Kenapa!” berbagai pertanyaan terlontar dari bibir mungil Ryeowook, dia tidak memberikan kesempatan pada Yesung untuk bicara. Yesung hanya menundukkan kepalanya. Butiran bening menetes dan mengenai telapak tangannya.

Dia tidak berani menatap namja-nya yang sekarang sedang dikuasai emosi yang membara. Nafas yang tidak beraturan dari tubuh Ryeowook terdengar saat keras. Setelah dirasa nafasnya sudah mulai teratur, Ryeowook menarik dagu Yesung agar mereka saling bertatapan.

“Hyung…” Wajah Yesung memerah karena dia benar-benar menangis. “Kau tau kan Hyung kalau aku sangat mencintaimu, kenapa kau menyembunyikannya padaku?”

“Mianhae..”

“Hyung dengarkan aku.” Ryeowook memegang kuat-kuat kedua pipi Yesung. “Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu padamu Hyung. Jadi aku mohon, jangan pernah menyembunyikan sesuatu padaku. Lebih baik aku mendengarnya dari bibirmu sendiri daripada aku mendengarnya dari bibir orang lain.”

“Aku Cuma tidak ingin membuatmu khawatir Wookie.” 1 ucapan akhirnya keluar dari bibir namja yang sedang menangis itu.

“Hyung, aku khawatir karena aku menyanyangimu, kalau aku tidak menyanyangimu, aku tidak akan pernah peduli padamu.” Yesung menarik tubuh namja mungil itu masuk dalam pelukannya.

“Gomawo Wookie, aku tidak tau harus berkata apa, tapi aku sungguh-sungguh bahagia memilikimu. Saranghae, jeongmal saranghae.” Ucapnya seraya mengecup kening Ryeowook. Ryeowook tersenyum tipis.

“Nado jeongmal saranghae Hyung.”

.

.

“Hyung kau akhirnya sadar.. kau sadar!” Jerit Eunhyuk seraya menggoyang-goyangkan tubuh Yesung saat Yesung sedang duduk-duduk diruang keluarga.

“Eunhyuk-ah, kau itu apa-apa’an! Lepas!” kata Yesung kesal sambil menepis tangan Eunhyuk.

“Hyung, jangan apa-apa’in Hyung-ku, dia baru sadar.” Celetuk Ryeowook sembari keluar dari dapur dan membawakan susu hangat untuk Yesung. “Ini Hyung susunya.”

“Gomawo chagi.”

“Yesung Hyung, kau sudah sadar?” Sungmin datang dengan wajah cerah bersama namjachingunya, Kyuhyun. Mereka duduk disofa yang ada disebelah sofa Yesung duduk.

“Kapan kau sadar Hyung?”

“Hyung-ku sadar 1 jam yang lalu Kyuhyun-ah.” Jawab Ryeowook sambil memeluk Yesung dari samping.

“Tapi kau sudah baikan kan Hyung?”

“Ne. Donghae-ah.”

“Yesungiieee!” Uhuk… Yesung tersedak saat meminum susunya, karena tiba-tiba suara menggelegar dari Leeteuk terdengar memenuhi ruangan itu.

“Yak! Teukie Hyung!” bukannya membiarkan Yesung menghela nafas dulu, Leeteuk langsung memeluk erat tubuh ramping Yesung.

“Aku senang sekali akhirnya kau sadar Yesungie.”

“Apa aku terlihat selemah itu.” gerutu Yesung kesal saat Leeteuk masih terus memeluk dia. Tangan kirinya masih menggenggam erat gelas berisi susu yang diberi Ryeowook tadi.

“YAK! Hyung! Sampai kapan kau akan memeluk Yesung Hyung!” jerit Kangin seraya mengerucutkan bibirnya saat melihat namjachingunya itu terus memeluk Yesung.

“Eh.. Kangin-ah..” Leeteuk melepaskan pelukannya lalu berjalan menuju namja-nya yang menggerutu kesal. “Mian Chagi, aku terbawa suasana.” Ucapnya seraya menggenggam erat tangan Kangin.

“Aku tidak percaya kau terbawa suasana.” Cetusnya lalu menyilangkan kedua tangannya didepan dada. “Kau itu… Uhmp…” Perkataan Kangin terhenti saat Leeteuk menutup bibir Kangin dengan ciumannya. “Urhm.. Hyung..” desahnya.

“Aish… pagi-pagi sudah disuguhkan pemandangan seperti itu! benar-benar menyebalkan!” gerutu Heechul kesal saat dia dan Hangeng berjalan menuju ruang keluarga. Ryeowook, Yesung, Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Kyuhyun dan Hangeng tertawa melihat Heechul kesal.

“Mana Siwon?” tanya Hangeng saat melihat tidak ada Siwon disekitar situ. Semuanya terdiam. Mereka semua tidak ada yang tau kemana Siwon pergi.

“Dia bersungguh-sungguh ingin melakukannya.” Ucap Leeteuk dingin.

“Melakukan apa Hyung?” Tanya Ryeowook curiga melihat sikap dingin Leeteuk. Tidak menjawab pertanyaan Ryeowook, Leeteuk berlari menuju kekamarnya. Kanginpun mengikutinya dari belakang. “Apa yang sebenarnya terjadi Heechul Hyung!”

“Tidak terjadi apa-apa Wookie, kau tidak perlu khawatir.” Jawab Heechul lalu pergi bersama Hangeng meninggalkan ruang keluarga.

“Apa kau tau sesuatu Kyuhyun-ah?”

“Apa? Ah.. Anii Wookie-ah.” Jawabnya gagap. Dia menunduk, dia tidak mungkin mengatakan yang dia tau kepada Ryeowook.

“Sudah.. Sudah.. lebih baik kita sekarang memasak untuk nanti!” ajak Sungmin mencairkan suasana.

“Jeoseumnida. Kajja Sungmin Hyung!”

.

BRAAAKKK…

Kangin terhentak kaget saat dia melihat Leeteuk memukul dinding kamarnya dengan sangat keras, terlihat darah segar mengucur dari punggung jari-jari tangannya.

“Hyung kau kenapa?” Kangin berlari menghampiri namja-nya yang sedang emosi, dia meraih tangan Leeteuk, dilihatnya darah terus mengalir dengan derasnya. “Hyung, tanganmu, aku ambilkan obat.”

Kangin berlari menuju lemari untuk mengambil perlengkapan obat. Dia menggandeng Hyung-nya untuk duduk diranjang tidurnya.

“Kenapa Hyung melakukan semua ini?” tanyanya seraya menghapus darah yang ada ditangan Leeteuk. Leeteuk terdiam sambil terus menatap kearah lain. “Hyung…” Kangin melihat tatapan namjachingunya itu berubah menjadi sangat dingin.

“Hyung…”

“Aku tidak akan tinggal diam Kangin-ah, kita harus bisa membuat Siwon sadar akan posisinya sekarang.”

“Apa?” Kangin menatap intens kearah Leeteuk. “Hyung, kau jangan bertindak bodoh. Ini bukan urusan kita Hyung, biarkan saja mereka yang menyelesaikannya sendiri, lebih baik kita tidak ikut campur, daripada urusannya semakin rumit.”

“Aku tidak bisa tinggal diam melihat tingkah Siwon yang seperti itu Kangin-ah, kau tau kan Siwon itu namja yang nekat. Aku takut terjadi apa-apa pada Yesungie ataupun Ryeowook.”

“Aku mengerti Hyung, tapi…” Ucapannya terhenti saat Leeteuk menatapnya tajam, seolah-olah berkata ‘Walaupun kau mencegahku untuk tidak mencampuri urusan mereka, aku akan tetap ikut campur.’ Kangin menghela nafas panjang.

“Terserah kau saja lah Hyung.”

.

.

“Siwon-ah, kau darimana?” tanya Donghae saat melihat Siwon masuk kedalam rumah itu. dia berjalan menuju lemari es yang ada didapur.

Saat itu, didapur ada Ryeowook, Kangin dan Donghae. Sedangkan Kyuhyun, Eunhyuk dan Yesung ada dimeja makan. Dapur rumah itu tidak jauh dari meja makan, jadi kalau ada sesuatu yang terlupa akan mudah mengambilnya.

“Siwon-ah…”

“Apa penting aku mengatakannya, eh?” Dia malah balik bertanya pada Eunhyuk yang sedang duduk dimeja makan dengan wajah innocentnya.

“Kau…”

“SIWON!” Kata-kata Eunhyuk terhenti saat Leeteuk dengan cepat menghampiri Siwon yang sedang meneguk segelas air.

Leeteuk mengangkat kera baju milik Siwon, seolah-olah tenaganya datang secara tiba-tiba. Dia mendorong Siwon sampai kedinding.

“Hyung…” Ricuh. Kangin, Heechul dan Hangeng berlari menuju kedapur. Disitu mereka melihat Leeteuk benar-benar marah, tidak ada yang berani menghalangi kemarahan Leeteuk.

“Sampai kapan kau akan seperti ini, Eh!” bentak Leeteuk. Siwon hanya menatap namja yang ada didepannya itu dengan tatapan datar dan tanpa dosa. Leeteuk mencekik leher Siwon dengan siku tangan kanannya.

Siwon meringis kesakitan, lehernya mulai memerah karena siku tangan Leeteuk yang terlalu kuat mencekiknya.

“Hyung kau bisa membunuhnya.”

“Diam Wookie!” Bentak Leeteuk. Yesung menghampiri Ryeowook lalu memeluknya.

“Sudah Chagi..”

“Hyung, tapi Siwon Hyung bisa terbunuh kalau begitu terus.”

“Kau peduli padaku, eh?” tanya Siwon sinis kepada Ryeowook yang ada dipelukan Yesung.

“Siwon, jangan mengalihkan pembicaraan!” Siwon kembali menatap Leeteuk yang wajahnya sudah sangat merah karena merasa sangat marah.

“Kenapa Siwon Hyung sangat membenciku, aku salah apa Hyung?” tanya Ryeowook seraya terus ada dipelukan namjachingunya.

“Kita pergi saja darisini chagi, kajja!” Ajak Yesung.

“Anii Hyung.” Tegasnya lalu melepas pelukan Hyung-nya itu. “Aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.”

“Kau ingin tau yang sebenarnya?” kembali Siwon melayangkan pertanyaan yang membuat Ryeowook semakin penasaran. “Argh..” Eluhnya saat Siku tangan Leeteuk semakin kencang mencekik lehernya.

“Yesungie, bawa Ryeowook kekamar, begitu juga kalian, segera kembali kekamar, ini masalah Funf Sterne!” pinta Heechul.

Yesung membawa Ryeowook kembali kekamar, walaupun awalnya Ryeowook tidak mau, tapi karena itu perintah dari Heechul, akhirnya dia mengikutinya. begitu juga Donghae, Eunhyuk dan Sungmin yang berjalan menuju kekamar mereka dengan membawa tanda tanya besar diotak mereka, Sungmin memegang erat tangan Kyuhyun yang sedari tadi menunjukkan raut wajah datar.

Setelah dirasa hanya tinggal mereka berlima. Heechul, Hangeng dan Kangin duduk dikursi meja makan, sedangkan Leeteuk masih mencekik leher Siwon dengan Siku tangannya.

“Apa maumu Hyung?” Tanyanya dengan suara terengah-engah, Siwon sudah mulai lelah dan merasa sangat kesakitan atas sikap Leeteuk padanya.

“Seharusnya kau tau apa mauku Siwon-ah.”

“Aku tidak akan mencabut perkataanku tadi malam Hyung.” Ucapnya dingin membuat Leeteuk semakin menatap garang padanya.

BUUUGG… Sebuah pukulan melayang dipipi kanan namja perfect itu. Darah segar mengucur dari sisi bibirnya. Bukannya merasa kesakitan, dia malah tersenyum evil pada Leeteuk. Membuat Leeteuk semakin ingin menghajarnya.

“Kajja.. Hyung mau menghajarku kan? Lanjutkan Hyung, LANJUTKAN!

BUGG..

Leeteuk semakin menjadi-jadi, setiap Siwon akan bangkit, Leeteuk akan memukulnya lagi, di perut, di wajah, di pipi, disemua organ tubuh milik Siwon. Tapi Siwon tetap tidak menyerah, dia tidak membalas pukulan dari Leeteuk, dia hanya tersenyum sinis seraya terus menahan sakitnya.

Ketiga teman mereka, hanya duduk diam dan melihat layaknya sedang menonton pertandingan tinju. “Bunuh aku Hyung, kalau Hyung membunuhku, aku tidak akan merusak hubungan mereka. Ayo Hyung, itu kan mau Hyung?”

Leeteuk terdiam, dia mengatur nafasnya karena kelelahan menghajar Siwon. Rupa Siwon yang tadinya tampan menjadi tidak karuan, semuanya lebam, darah berceceran dimana-dimana. Seluruh wajahnya pun dipenuhi dengan darah.

“Kau benar-benar gila Siwon!”

“Ne. Hyung, aku gila. Aku gila karena YESUNG HYUNG!”

BUGG.. Lagi-lagi Siwon mendapatkan pukulan yang sangat keras dari Leeteuk.

.

.

“Hyung, apa Siwon Hyung akan baik-baik saja? Aku khawatir padanya Hyung.” Kata Ryeowook saat dia dan namja-nya sedang berada dikamarnya. Yesung hanya diam dan menunduk.

“Apa yang akan dilakukan Teukie Hyung, Hyung? Dia tidak akan membunuh Siwon Hyung kan?”

Yesung menatap lekat wajah Ryeowook, betapa baiknya namja yang ada didepannya itu. Apa kalau dia tau yang sebenarnya, dia akan tetap bersikap baik pada Siwon.

“Hyung..”

“Goenchanayo Wookie, Teukie Hyung tidak akan membunuhnya.”

“Sebenarnya apa yang terjadi Hyung? Kenapa Teukie Hyung bersikap seperti itu pada Siwon Hyung.”

“Anio, Aku juga tidak tau masalahnya Wookie.”

“Hyung, katakan yang sebenarnya, siapa Siwon hyung dimasa lalu.”

“Apa?” Hening terasa. Mereka berdua saling memandang, tapi tidak ada yang bicara sepatah katapun.

“Hyung, aku tidak akan marah.”

“…”

“Apa Siwon Hyung itu… dulu adalah namjachingunya Hyung?”

Yesung membulatkan matanya sempurna. “Apa?”

“Benar kan Hyung?”

“Wookie kau itu bicara apa!” celetuk Yesung seraya mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Hyung tidak usah menutupinya lagi. Aku sudah merasa kalau Siwon Hyung itu mencintai Hyung.”

“Apa?” Ryeowook berdiri dan berjalan mendekat kearah jendela.

“Saat Hyung pingsan, Siwon Hyung datang dan langsung mengambil Hyung dari tanganku.”

“Apa?”

“Saat kita berkumpul dimeja makan, Siwon Hyung terus memandangi Hyung. Saat Siwon Hyung kali pertama kembali ke Korea, Sikap Hyung padaku juga berubah. Dan yang terakhir…” Ryeowook menghela nafas panjang. “Tidak mungkin kalau tiba-tiba Siwon Hyung begitu sangat membenciku. Pasti ada sebabnya.”

“Wookie..”

“Dan penyebabnya adalah aku, aku sudah merebutmu darinya, bukan begitu Hyung?” Ucap Ryeowook mantap seraya menoleh kearah Yesung.

“Cukup!” Yesung bangkit dan berjalan menghampiri Ryeowook. “Baiklah, aku akan menceritakan semuanya padamu, dan aku…” Yesung mengambil nafas dalam-dalam. “Aku akan menerima konsekwensinya.”

“Apa?” Yesung menatap intens kearah Ryeowook, lalu menceritakan semuanya pada Namjachingunya itu. #Udah tau ceritanya kan?jadi author skip ne!hehehe#

.

.

TOK.. TOK.. TOK…

Terdengar beberapa kali suara ketuk pintu diluar kamar Siwon. Tapi dia hanya terus diam,seolah-olah telinganya tiba-tiba tuli, dia duduk disisi ranjang tidurnya dan terus menatap kearah luar jendela, masih terlihat banyak darah diwajahnya, tapi dia sama sekali tidak membersihkannya, seperti tidak peduli dengan kesakitan yang dia rasa saat ini.

Hatinya sudah cukup sakit, sakit karena Yesung, sakit karena Leeteuk dan sakit karena sekarang semua orang membencinya. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Kau tau Hyung, alasanku pergi ke Italy karena aku ingin sukses dan bisa membahagianmu Hyung, kenapa kau tidak mengerti Hyung. Apa kau tau betapa sakitnya aku sekarang? Bukan sakit karena Teukie Hyung menghajarku, tapi sakit karena kau Hyung, sakit karena aku tidak bersamamu.”

Tok.. tok.. tok..

Suara itu terus terdengar ditelinga Siwon. Akhirnya Siwon bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu dan membukanya. Siwon mengernyitkan dahinya saat melihat seorang namja yang ada didepannya. “Kau…”

“Ne. Aku kesini membawakanmu ini.” Kata Kyuhyun seraya menunjukkan kotak obat yang ada ditangannya. Siwon tidak berekspresi, Kyuhyun masuk kedalam kamar Siwon dan menutup rapat pintu kamar itu.

“Kau tidak perlu mengobatiku, aku baik-baik saja. Aku tidak butuh rasa kasihan darimu.” Kyuhyun tersenyum tipis lalu ikutan duduk disisi ranjang yang sama dengan Siwon. Dia membuka kotak obat dan mulai membersihkan wajah Siwon dengan handuk basah. “Cukup, aku bilang tidak usah.”

Tapi Kyuhyun tidak diam begitu saja, dia tetep kukuh ingin mengobati Siwon. Melihat kesungguhan Kyuhyun mengobati lukanya, akhirnya Siwon luluh, dia diam dan terus menatap kearah Kyuhyun yang terus mengobati luka-lukanya.

“Kau itu sama sepertiku Siwonie.”

“Apa?”

“Tapi bedanya, aku yang ditinggal pergi. Dia lebih memilih pindah ke Amerika bersama kakaknya daripada disini bersamaku. Dia berkata akan melanjutkan studynya disana, dia menyuruhku untuk menunggunya.” Kyuhyun menghentikan ceritanya dan menunduk.

“Aku menunggunya selama 2 tahun, dan kau tau… saat dia kembali ke Korea, dia sudah menggandeng namja lain.”

“Kyu..”

“Darisitu setiap hari aku terus mencoba untuk bunuh diri. Sampai akhirnya aku bertemu Sungmin, dia yang membuatku mengerti segalanya, setiap hari dia terus menemuiku, menghiburku, menemaniku dan selalu mengajakku berpetualang. dia yang membuatku akhirnya melupakan namjachinguku dan mulai mencintainya.”

Raut kebencian diwajah Siwon tiba-tiba menghilang. Kyuhyun menatap wajah Siwon lekat. “Aku tau bagaimana perasaan Yesung Hyung saat kau meninggalkannya Siwonie. Aku juga mengerti bagaimana sakitnya hatimu saat ini. Dia sangat mencintaimu, tapi kau lebih memilih untuk pergi ke Italy.”

Siwon masih terdiam.”Teukie Hyung menceritakannya padaku, setelah kau meninggalkannya, hidupnya hancur. Sampai akhirnya Ryeowook datang dikehidupannya.”

Mendengar kata-kata ‘Ryeowook’, telinganya serasa panas. “CUKUP!” Pekiknya. Dia berdiri dan menatap tajam kearah Kyuhyun. “Kalau kau kesini hanya untuk menyuruhku berhenti merusak hubungan mereka, kau salah tempat. Karena sampai matipun, aku akan terus berusaha mendapatkan milikku lagi.” Tegasnya lalu berjalan keluar dari kamarnya dengan membanting pintu.

.

.

Airmata milik namja mungil itu terus menangis saat Yesung menceritakan semuanya. Yesung hanya menunduk, dia tidak berani bertatapan langsung dengan Ryeowook saat ini.

“Ja..di Hyung sudah… pernah melakukannya dengan… Siwon?” tanya Ryeowook gagap.

“Mian Wookie.” Jawabnya sambil masih menunduk. Ryeowook memegangi dadanya yang terasa sangat sesak.

“Aku tidak percaya semua ini, ini semua seperti mimpi bagiku.” Yesung mengangkat wajahnya lalu menoleh kearah Ryeowook, dia menggenggam erat tangan namja mungil itu.

“Wookie…”

“Hatiku sakit Hyung… sungguh sangat sakit.” Tangisnya pecah, butiran-butiran bening semakin deras mengalir dari matanya. Yesung langsung memeluknya dengan erat. “Kenapa? kenapa baru sekarang Hyung menceritakannya padaku? kenapa tidak dari awal Hyung mengatakannya padaku?”

“Jeongmal Mianhae Wookie, Mianhae.. aku takut kalau kau tau semuanya, kau akan marah padaku,kau akan membenciku dan akhirnya meninggalkanku.”

“Aku tidak marah padamu Hyung, aku tidak membencimu. Tapi hatiku sangat sakit Hyung…” Yesung memegang kedua pipi Ryeowook.

“Aku mengerti Wookie, mengerti. Tapi aku mohon maafkan aku.” Yesung berlutut dikaki Ryeowook. “Aku salah, aku sudah menyakitimu…” Yesung membenturkan kepalanya berulang-ulang dilantai.

“Hyung hentikan.” Ryeowook mencoba menghalanginya. “Hyung jangan melukai dirimu, aku mohon.”

“Kalau kau membenciku, lebih baik aku mati Wookie.”

“Hyung…” Ryeowook langsung menarik tubuh ramping Yesung dan memeluknya. “Aku mohon hentikan, aku sudah memaafkanmu Hyung.” Yesung melepaskan pelukannya.

“Tapi aku sudah menyakitimu Wookie, apa semudah itu kau memaafkanku?” Wookie tersenyum tipis seraya menghapus airmatanya.

“Aku tau Hyung, hatiku juga masih sangat sakit. tapi aku fikir… itu hanya masa lalumu, aku tidak mau melihat kebelakang lagi Hyung, sekarang kita harus menjalani yang ada didepan mata kita. Dan untuk Siwon…” Ryeowook terdiam lalu mengambil nafas panjang.

“Aku… tidak akan pernah menyerahkanmu pada Siwon.”

‘Wookie…” Yesung menarik tubuh Ryeowook lalu mencium keningnya. “Gomawo… aku tidak tau harus berkata apa, tapi sampai kapanpun, aku tidak mau kembali ke pelukan Siwon Wookie, aku akan selalu bersamamu.”

Yesung memeluk Ryeowook, terlihat raut wajah Ryeowook yang tiba-tiba berubah, dia ber-evil smirk, senyumannya berubah menjadi sangat dingin, sepertinya ada yang sedang dia rencanakan.

.

Ryeowook sendirian sedang memotong-motong kentang dan sayur didapur. Hari ini dia ingin memasakkan sesuatu yang special untuk hyung-nya. Tapi tangannya terhenti saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat.

“Kau mau apa Siwon Hyung?” tanyanya sinis tanpa menoleh kearah langkah kaki itu. dia seperti merasa tiba-tiba mempunyai six sense, dia menggenggam erat pisau yang ada ditangannya.

SREEETTTTT.. Ada yang tiba-tiba menarik pundaknya sampai akhirnya dia berbalik, tangannya masih setia dibelakang punggungnya sambil terus menggenggam erat pisau. Dan ternyata benar, itu adalah Siwon. Siwon menatap Ryeowook dengan tatapan penuh benci, dia mencengkram kuat dagu Ryeowook. Tidak terlihat raut ketakutan diwajah Ryeowook, dia hanya menatap santai kearah Siwon.

“Tinggalkan Yesung Hyung atau…”

“Atau apa?” Cetus Ryeowook seraya menodongkan pisau yang dia pegang ke perut Siwon. “Atau apa Siwon Hyung? Atau pisau ini akan menusuk tepat diperutmu?”

“Lakukan kalau kau berani Kim Ryeowook!” tantang Siwon tanpa takut sedikitpun.

“Aku… tidak akan pernah menyerahkan Yesung Hyung padamu Siwon Hyung. Kau adalah masa lalu dia, dan dia sudah tidak ingin bersamamu lagi. Dia sudah tidak mencintaimu lagi.”

“BULLSHIT!” Bentaknya. Ryeowook tersenyum sinis lalu mendorong Siwon dengan sangat keras, entah darimana datangnya kekuatan itu, tubuhnya yang mungil bisa mendorong tubuh Siwon yang bisa dibilang 3x lipat lebih besar dari tubuhnya.

Dia menjatuhkan pisau yang ia bawa lalu berlari menjauhi Siwon yang terjatuh dilantai.

BRAK..

Yesung terjingkat kaget saat melihat namjachingunya itu memasuki kamar dengan nafas yang terengah-engah. Yesung melepaskan headsetnya dan bangkit dari ranjangnya.

“Waeyo Wookie? Kenapa kau berlari-lari seperti itu.” Ryeowook berlari kearah Yesung dan memeluknya.

“Hyung…”

“Kau kenapa?” Ryeowook tidak menjawab. Dia baru saja melewati kejadian yang membuatnya sedikit shock. dia berfikir, setelah ini, Siwon akan semakin menjadi-jadi padanya.

“Hyung.. berjanjilah padaku kau jangan dekat-dekat dengan Siwon Hyung lagi, aku mohon.”

“Kenapa tiba-tiba kau berbicara seperti itu?”

“Aku mohon Hyung!” ucapnya seraya menempelkan kedua telapak tangan Yesung didadanya.

“Ne. Wookie, aku berjanji padamu.”

.

Ryeowook melamun disisi ranjang tidurnya, dia masih tidak percaya kalau tadi dia mendorong Siwon sampai terjatuh.

“Apa yang kau lamunkan chagi?” tanya Yesung sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia baru keluar dari kamar mandi, aroma lavender menyeruak dari tubuh sexynya. Yesung hanya memakai celana pendek tanpa mengenakan kaos.

Ryeowook yang tersadar menoleh kearah Hyung-nya itu dan tersenyum. dia memiringkan kepalanya. “Tumben Hyung-ku ini terlihat sangat sexy.” Gumamnya sambil tertawa kecil.

“Apa yang kau tertawakan?” Yesung berjalan mendekati Ryeowook dan duduk disebelahnya. Dia masih melakukan aktifitasnya, yaitu mengeringkan rambut indahnya dengan handuk, sedangkan Ryeowook sedari tadi terus menatap namjachingunya itu.

Jantung Ryeowook berdegup sangat kencang, dia menggigiti bibir bawahnya melihat pemandangan yang ada disampingnya itu. tiba-tiba Ryeowook mulai mengecupi pundak Yesung. “Ahhh…” Desah Yesung saat Ryeowook mengecupi pundaknya. Ryeowook mulai membuat kissmark di pundak dan Leher Yesung.

“Aroma yang sangat menyegarkan Hyung, aku suka.” Ucap Ryeowook ditelinga Yesung. Yesung menelan ludahnya dengan susah. Dia terdiam saat Ryeowook terus mengecupi setiap bagian ditubuhnya.

“Aaahhh.. Woo…kie..” Racaunya saat Ryeowook mulai mengecupi nipple miliknya. Nafasnya sudah mulai tidak beraturan, melihat Ryeowook semakin membuat dia bernafsu, Yesung menarik dagu Ryeowook lalu menciumnya dengan penuh nafsu.

“Urhm…” Ryeowook mencoba membuka bibirnya agar lidah Yesung masuk ke bibirnya. Saat lidah Yesung sudah masuk kedalam bibirnya, Ryeowook menyambutnya dengan penuh kelembutan, dia menghisap lidah Yesung kuat-kuat.

“Arh…” Erang Yesung saat merasa Ryeowook menggigiti ujung lidahnya. Yesung merebahkan tubuh Ryeowook ke ranjang sambil terus mencium bibir namja mungil-nya itu. Dia tidur diatas tubuh Ryeowook, dan saat itu juga, ciumannya mulai dia turunkan, dia menciumi pipi Ryeowook, lalu turun ke leher putih Ryeowook.

“Aaahh…” Ryeowook mendesah saat Yesung menggigiti lehernya. Yesung membuat beberapa tanda kemerahan dileher Ryeowook. “Kaj..ja Hyu..ng…” desah Ryeowook tidak kuat menahan Yesung yang semakin membuatnya nafsu.

“Apa?” tanya Yesung menyakinkan apa yang dia dengar.

“Lakukan Hyung.. aku sudah siap. Glup..” Jawab Ryeowook seraya menelan ludahnya dengan susah.

“Kau yakin chagi?” Ryeowook mengangguk pelan. “Baiklah.” Yesung tersenyum, dia mulai melepaskan kemeja yang dipakai Ryeowook, dia tersenyum sumringah saat melihat dada putih milik namja-nya itu. Nipple Ryeowook pun sudah meninggi, sepertinya dia sudah sangat bernafsu.

Yesung mengecup dan menggigit nipple bagian kiri Ryeowook dengan lembut. “Ahh.. Hyung..” desahnya saat merasa sedikit geli. Tangan kanan Yesung tidak tinggal diam, dia membuka gasper milik Ryeowook lalu membuka resleting celana Ryeowook. Terlihat junior Ryeowook sudah menegang.

Yesung menjelajahi seluruh tubuh Ryeowook, dia membuat tanda kemerahan disekitar tubuh Ryeowook.

“Aaaah.. Hyu…ng…” Yesung hanya tersenyum mendengar desahan dari kekasihnya itu. Yesung pun melepas celana yang dia pakai dan sebelumnya dia sudah terlebih dulu membuka seluruh pakaian yang dipakai Ryeowook. Sampai akhirnya tubuh mereka berdua tidak tertutupi sehelai kain sedikitpun.

Junior Yesung dan Ryeowook sama-sama sudah meninggi. Wajah Ryeowook memerah, karena baru kali ini dia melihat Hyung-nya telanjang seperti ini. “Kenapa Wookie?”

“A..anii Hyung..” jawabnya sambil memalingkan muka. “AHHH…” Racaunya saat junior miliknya ada digenggaman Yesung. Yesung menjilati bibirnya dengan lidahnya penuh nafsu. Dia mulai melumuri batang junior Ryeowook dengan ludahnya. “Hyuung…” cairan precum keluar dari ujung junior Ryeowook. Yesung terus menjilati ujung junior Ryeowook dengan lidahnya.

Saat sudah terasa sangat basah, dia mulai melahap habis junior Ryeowook. “AHH…” Ryeowook memejamkan matanya karena juniornya sekarang sudah ada dimulut Yesung, Yesung mulai menaik-turunkan kepalanya dengan tempo sedang.

“Urhm… slup..” Yesung mulai mengeluarkan suara yang membuat Junior Ryeowook semakin menegang, digigitinya junior Ryeowook. diapun mengulum junior Ryeowook, hingga Ryeowook hanya bisa menarik-narik ujung selimut.

“AH.. HYUUUNG!” Saat merasa Ryeowook akan klimaks, Yesung semakin mempercepat tempo permainannya. “HYUUUUUNG!”

Slurp… cairan putih keluar dari junior Ryeowook “Aaah..” Desahnya saat cairannya dilahap habis oleh Yesung. Setelah cairan putih milik Ryeowook sudah tak tersisa, Yesung kembali membasahi bibirnya dengan lidahnya lalu mencium bibir Ryeowook. “Urhm.. Hyung..”

Jemari Yesung sudah mulai bersiap untuk dimasukkan di hole milik Ryeowook, tapi sebelum itu, Yesung memasukkan jemarinya dimulutnya. “Ini akan sakit Chagi, tapi tahan, Ne!”

“Hyung..” Yesung tersenyum, dia mulai memasukkan dua jari tangannya secara perlahan ke hole Ryeowook. “ARGH!” Ryeowook merasa sangat sakit, dia memejamkan matanya, airmata mulai terlihat dari ujung matanya. Mengetahui namja-nya kesakitan, Yesung mendiamkan jemarinya untuk beberapa saat sampai namja-nya itu tidak merasa sakit lagi.

Setelah beberapa saat Ryeowook tidak mendesah kesakitan lagi, Yesung mulai meng-in outkan dua jarinya di hole Ryeowook. “Aaaah.. haaah..” merasa hole Ryeowook mulai membesar, Yesung menambahi satu jari lagi agar hole Ryeowook terbuka lebih lebar.

“Masih sakit chagi?” tanyanya sambil terus meng-in outkan tiga jarinya di hole Ryeowook.

“Ah.. nii Hy..ung..” jawabnya sambil tersenyum disela-sela desahan erotisnya.

“Hyung mulai ya?” Ryeowook memejamkan matanya sembari mengangguk. Yesung ber-evil smirk pada namja mungil yang ketakutan itu. Dia mencium sejenak bibir Ryeowook. “Rileks lah Chagi!”

“Hyung.. aku takut!” katanya sambil menunjukkan wajah memelas.

“Apa yang kau takutkan Chagi?” Ryeowook terdiam, mereka bertatapan cukup lama, sampai akhirnya Yesung tertawa tipis. Yesung bangkit dari atas tubuh Ryeowook lalu duduk diujung ranjang yang mereka tempati. Dia duduk membelakangi Ryeowook.

“Kenapa Hyung?” tanya Ryeowook bingung saat melihat Hyung-nya itu tiba-tiba menjauhi dia dan duduk diujung ranjang, dia bangkit dari tidurnya dan mendekati Yesung. “Hyung…”

“Anii Chagi, kalau kau masih takut, kita hentikan saja.” Ucapnya sambil tersenyum simpul.

“Hyung marah padaku?”

“Marah? Anii Wookie, kita melakukannya kalau kau sudah tidak takut saja.” Jawabnya sambil menatap kearah lain. Merasa kalau Hyung-nya kecewa pada dirinya, dia memeluk Hyung-nya itu dari belakang. “Wookie…”

“Mianhae Hyung, aku sudah membuatmu kecewa.” Yesung tersenyum tipis, pelukan itu terasa sangat hangat, karena tubuh mereka berdua tidak tertutupi kain sama sekali. Ryeowook mulai mengecup bahu Yesung, tercium aroma khas tubuh namjachingunya itu bercampur dengan sabun yang beraroma lavender. “Aroma yang tidak akan tergantikan oleh siapapun.”

“Apa?”

“Ayo Hyung kita lanjutkan!” Yesung memutar badannya menghadap Ryeowook.

“Kau bicara apa?” Ryeowook tersenyum sumringah, dikecupnya bibir Yesung dengan mesra.

“Aku sudah tidak takut Hyung.” Yesung terdiam sejenak, dia menatap pekat wajah Ryeowook yang memerah itu. Lengkungan indah bulan sabit terpancar dibibir Yesung. Dia merebahkan tubuh Ryeowook perlahan. Dia mulai mengecupi kembali seluruh wajah dan tubuh Ryeowook.

Yesung memainkan nipple-nipple milik Ryeowook dan tidak lupa dia membuat kissmark diantara nipple-nipple itu. “Aaah.. Kajja Hyung!” desahnya pelan. Melihat cairan bening sudah mulai keluar di junior Ryeowook dan Yesung, Yesung membalikkan tubuh Ryeowook #doggie style#. Yesung mengambil sedikit demi sedikit cairan bening dari junior Ryeowook dan dia oleskan dijuniornya, agar memperlicin juniornya untuk masuk ke hole namja-nya itu. Yesung memegangi pinggul Ryeowook dan bersiap-siap memasukkan juniornya di hole yang sudah terbuka sempurna itu.

Sluup…

“AHHH..” Jerit Ryeowook saat Junior Yesung memasuki Holenya. Dia meringis kesakitan, holenya terasa sangat sakit dan panas, airmata keluar lagi dari matanya. “Hyung..” Yesung tersenyum, dia membiarkan sejenak juniornya dihole Ryeowook agar namjachingunya tidak merasa kesakitan. Terdengar nafas Ryeowook terengah-engah.

“Kau baik-baik saja Chagi?” Ryeowook terdiam, dia terus menatap kearah bawa seraya mengambil nafas dalam-dalam. Tangannya meremas erat selimut yang ada dibawahnya. Yesung pun masih belum bereaksi, dia membiarkan Ryeowook merasa tenang dulu.

“Lanjutkan Hyung!” mendengar jawaban dari Ryeowook, Yesung langsung memulainya. Dia mengeluarkan sejenak juniornya. “Aaahhh…” pekik Ryeowook saat junior Hyung-nya itu keluar dari holenya. Terlihat cairan bening bercampur dengan bercak-bercak merah.

SLUP…

“ARGH…” Yesung memasukkannya dengan sekali sentakan, sampai-sampai Ryeowook melengkungkan tubuhnya kebawah.

“Haaahh..” Desis Yesung, dia meng-in outkan juniornya dihole Ryeowook dengan perlahan. Tangan kiri Yesung tidak dibiarkan menganggur, dia memijat-mijat junior Ryeowook.

“Haaaa.. aaaah…” desahan Ryeowook sudah menunjukkan kalau dia sudah mulai menikmati alunan permainan Yesung. Selama junior Yesung melakukan in out di hole Ryeowook, tidak lupa, Yesung mengecup dan membuat kissmark dipunggung mulus Ryeowook.

“More Hyung.. More…” Yesung semakin mempercepat permainannya. “AHHH…HYUUNG.. Jebaaalll…” Jerit Ryeowook saat junior Yesung menyentuh sweet spot-nya. “Hyung…” tidak lama setelah itu, Yesung merasa hole Ryeowook mulai menyempit.

“Ah.. Wookie chagi..” Yesung memejamkan matanya saat hole Ryeowook menghimpit juniornya. Mereka berdua sudah hampir klimaks.

“Aaahh… HYUUUUNG!” pekik Ryeowook saat cairan kentalnya terlebih dahulu keluar dan melumuri tangan kiri Yesung, tidak lama setelah itu Yesung menyusulnya, Yesung mengeluarkan juniornya dari hole Ryeowook. Terlihat cairan putih kental dan merah bercampur jadi satu.

Setelah mereka sudah sama-sama klimaks, mereka merebahkan tubuh mereka diranjang. Mereka mencoba mengatur nafas dengan saling berpandangan. HAHAHAHAHA… Tawa Yesung dan Ryeowook menggelegar saat mereka saling berpandangan. Cup.. Yesung mengecup kening Ryeowook.

“Gomawo Wookie-ah.”

“Saranghae Hyung… Joengmal Saranghae..” Yesung melingkarkan tangannya dipinggang namja mungilnya itu. lalu tertidur dengan lelap. Ryeowook tersenyum lalu menggenggam erat tangan namjachingunya yang ada dipinggangnya itu dan ikut tertidur.

.

.

.

** T.B.C **

4 comments on “Don’t Leave Me Hyung – chapter 6

  1. teuki serem #mundurperlahan
    gileeee gue takut
    sorry say aja deh kalo nghadepin teuki ngamuk
    akhirnya yesung cerita jg
    ckckckc bener2
    padahal kyu udh bantui tp siwon masih kekeuh
    pengen banget nampol jg si siwon
    aaaaaaaaaaaaaa nc yewook hootttttttttt

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s