Yewook021

Don’t Leave Me Hyung – chapter 7

 

Chapter 7.

Cast : Member Super Junior

Pairing : YeWook Slight WonSung

Summary : Kenapa Ryeowook dan Yesung tidak saling menyapa?

Genre : Fantasi / Romance

Rate : Balik lagi ke T.. #Author geje

Disclaimer : Mereka milik tuhan, orangtua mereka, SM town. Untuk Yesung Oppa boleh kan milik saya?#dibunuh Clouds. FF ini pyur milik saya, jadi sifat mereka sesuka saya, kan saya Author..hahaha #ditabok reader

Warning : Unsur YAOI, Cerita abal-abal, mbulet, Alur kecepetan, gak jelas, mbingungin, OOC. Mian ne Untuk Siwonest, disini si Wonppa aku jadiin Evil, kan bosan lihat Wonppa yang seperti malaikat itu. #bow

.

.

Cinta itu harus hilang, ya.. harus hilang.. kau sudah bukan siapa-siapa dia lagi Choi Siwon.. aku miliknya.

.

.

.

“Gomawo Wookie-ah.”

“Saranghae Hyung… Joengmal Saranghae..” Yesung melingkarkan tangannya dipinggang namja mungilnya itu. lalu tertidur dengan lelap. Ryeowook tersenyum lalu menggenggam erat tangan namjachingunya yang ada dipinggangnya itu dan ikut tertidur.

.

.

^HAPPY READING^

.

.

Paginya..

Mereka bersiap-siap untuk kembali ke Seoul, jatah libur kuliah sudah selesai. Mereka sudah bersiap-siap untuk pergi dari rumah itu.

“Sudah tidak ada yang tertinggal?” tanya Leeteuk meyakinkan seraya menutup bagasi mobilnya.

“Ne. Hyung..”

“Baiklah, ayo kita masuk.” Leeteuk masuk ke mobilnya diikuti Kangin, Yesung dan Ryeowook. begitu pula Eunhyuk yang dibelakangnya diikuti Donghae, Sungmin dan Kyuhyun. Heechul dan Hangeng pun masuk kedalam mobilnya, tapi tunggu, Siwon, dimana dia?

Ternyata dia pulang lebih awal, dia tidak mau orang lain selain Funf Sterne melihat wajahnya saat ini. 2 jam kemudian, mereka akhirnya sampai di apartement mereka. Leeteuk dan Kangin selalu tertawa saat melihat raut wajah Ryeowook, kenapa? Karena mereka melihat Ryeowook duduk tidak seperti biasanya, sesekali mereka mendengar rintihan kesakitan dari Ryeowook, dan mereka tau apa penyebabnya.

“Kalian mau langsung istirahat?” tanya Leeteuk sambil menaruh tasnya di sofa ruang tamu.

“Ne. Hyung.. kita istirahat dulu saja.” Kata Yesung seraya menggandeng tangan Ryeowook. Leeteuk tersenyum sembari melihat kedua dongsaengnya itu.

“Ayo kita istirahat juga Hyung.” Ajak Kangin. Leeteuk mengangguk.

“Hyung, aku buatkan makan dulu ya, setelah itu baru istirahat.” Ucap Ryeowook sambil membuka jaket yang ia kenakan.

“Anii Chagi, kita istirahat saja, lagipula aku sedang tidak lapar.”

“Tapi Hyung…” tidak mendengar yang dikatakan Ryeowook, Yesung langsung merebahkan tubuhnya diranjang tidurnya.

“Uuuuhhh.. enaknya…” pekik Yesung sambil bergeliat di ranjang. “Argh..”

“Hyung…” Ryeowook cemas karena tiba-tiba Yesung memegangi perutnya dan merintih kesakitan. “Hyung kau kenapa?” Yesung tidak menjawab, dia menutup matanya sambil terus meringis kesakitan. “Aku akan panggilkan dokter.” Saat Ryeowook akan keluar, langkahnya terhenti saat Yesung menarik tangannya.

“Anii.”

“Apa?” Yesung menatap Ryeowook dan mencoba tersenyum.

“Jal jinaemnida Wookie. Aku hanya perlu istirahat saja.”

“Hyung tapi kau…”

“Aku mohon, cukup kau yang menemaniku Wookie. Aku tidak butuh orang lain.”

“Hyung.” Ryeowook mendekat kearah Yesung lalu duduk disebelahnya. Dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, Hyung-nya ini memang sangat keras kepala.

.

.

3 hari semenjak kejadian itu, mereka menjalani aktifitas kuliah mereka seperti biasa. Tidak ada yang berubah, yang berubah hanya sikap Funf Sterne kepada Siwon, semenjak kejadian dirumah Hangeng waktu itu, Siwon yang sekarang lebih suka menyendiri ketimbang berkumpul dengan Funf Sterne.

BRUAAKK..

Siwon menabrak seseorang didepannya. “KAU BUTA!” Bentaknya. Namja cantik yang ada didepannya itu hanya menunduk.

“Mian Hyung, aku tidak sengaja.” Katanya. Padahal sebenarnya yang salah itu Siwon, tapi karena dia sedang emosi, dia tidak mau disalahkan. Semua yeoja dan namja yang ada disekitar situ hanya bisa menatap diam kejadian itu.

“AWAS KAU!” Ancam Siwon sambil berlalu meninggalkan namja cantik yang sedang menunduk itu.

“Kibum, kau baik-baik saja?” tanya Changmin, teman dekat Kibum. Kibum mengangkat wajahnya dan tersenyum.

“Aku baik-baik saja Min-ah.”

“Dia itu memang Namja gila, mentang-mentang dia berkuasa di kampus ini, jadi bisa semena-mena.”

“Memangnya kau kenal siapa dia?” tanya Kibum sambil berjalan beriringan dengan Changmin menuju ruang kuliah mereka.

“Ehm.. tidak terlalu sih, kan aku juga baru setahun masuk kampus ini. yang aku tau Cuma, dia salah satu member Funf Sterne dan dijuluki si namja perfect.”

“Namja Perfect?” Kibum mengernyitkan dahinya. Changmin tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

“Tapi jangan coba-coba mendekati dia, selain Heechul Hyung, dia juga terkenal kejam di Funf Sterne.” Kibum terdiam seraya menatap tajam kedepan.

.

.

“Chagi…”

“Hyung…” Yesung melenggangkan tangannya dipinggang Ryeowook saat melihat Ryeowook, Donghae, Sungmin dan Eunhyuk duduk dilapangan basket.

“Kenapa kau sendirian Sungmin-ah? Dimana Kyuhyun?” tanya Heechul sambil memutar-mutar bola basket ditangannya.

“Anii Hyung, tadi dia bilang mau kebelakang sebentar, tapi entah sampai sekarang belum balik-balik.”

“Ayo main!” ajak Leeteuk sembari merampas bola basket yang ada ditangan Heechul.

“Hyung, kau jangan ikut!” Ryeowook mencoba mencegah Hyung-nya saat Yesung ingin mengikuti permainan itu.

“Chagi jangan mulai deh, aku baik-baik saja, kau tak perlu kawatir.” Katanya lalu berlari menghampiri teman-temannya yang sudah ada ditengah-tengah lapangan basket.

Ryeowook mengerucutkan bibirnya seraya menyilangkan tangannya didepan dada. Yah, Ryeowook cukup senang, karena sekarang Siwon sudah jarang berkumpul dengan Funf Sterne. Jadi dia tidak kawatir kalau Hyung-nya akan didekati Siwon lagi.

.

.

“Apa setiap hari kau selalu menghabiskan waktumu disini Hyung?”

“Kau… sedang apa disini?” Siwon menatap bingung kearah Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lalu ikut duduk didekat Siwon.

“Kau sedang kesal, Eh? Tadi aku lihat kau marah-marah.”

Siwon menatap dingin kearah Kyuhyun. “Kau mengikutiku?” Kyuhyun membalas tatapan Siwon dan tertawa kecil. “Apa sebenarnya maumu?”

“Apa?”

“Kau tidak usah berbelit-belit Kyuhyun-ah?”

“Siwon Hyung, Aku Cuma ingin berteman denganmu, kata Teukie Hyung, kau dulu adalah namja yang sangat baik, jadi aku penasaran denganmu.”

“Aku bukanlah Choi Siwon yang dulu, Choi Siwon yang sekarang adalah Choi Siwon yang dibenci semua orang.”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Kenapa kau berfikir seperti itu? Kau tidak sejahat yang mereka kira kok.”

“Apa?” Siwon ber-evil smirk pada Kyuhyun. “Kau tidak mengenalku Kyuhyun-ah, kau hanya tau dari Teukie Hyung.”

“Memang aku tidak sebegitu mengenalmu Hyung, karena itu aku ingin mengenalmu lebih dalam.” Siwon bangkit dari duduknya.

“Tapi aku tidak tertarik untuk mengenalmu lebih dalam Kyuhyun-ah.” Ucapnya lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun menunduk lalu ber-evil smirk pada dirinya sendiri.

.

.

Siwon berjalan dengan hati kesal karena Kyuhyun terus mengikutinya. Dia tidak nyaman Kyuhyun terus menghantui kehidupannya. Disisi lain otaknya masih dipenuhi oleh seseorang yang tidak bisa hilang dari ingatannya, yah, siapa lagi kalau bukan Yesung. Namja yang terus ada dibenak Siwon.

Sudah sering Siwon mencoba untuk melupakan Yesung, tapi semakin dia mencoba untuk melupakannya, semakin sakit hati yang dirasakannya. Dia bersandar ditembok lalu mengambil handphone yang ada disakunya. Bibirnya merekah saat melihat wallpaper handphonenya, ada foto dia dan juga Yesung saat mereka masih bersama.

“Ini?” ucapnya saat tiba-tiba dia mendengar suara dentingan piano yang sangat merdu. karena penasaran, Siwon mulai mendekati ruangan tempat suara dentingan piano itu terdengar.

“Dia…” ternyata yang sedang memainkan piano dengan merdu itu adalah namja yang bertabrakan dengannya tadi, Kibum. Siwon terperangah saat mendengar lagu yang disenandungkan oleh Kibum.

“CUKUP!” Jeritnya yang spontan membuat Kibum menghentikan langkah cantik jemarinya. Kibum menoleh kearah suara itu. “Aku tidak mau mendengar lagu itu terdengar disini.” Ucapnya seraya berjalan mendekati Kibum.

Kibum tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya. “Mianhae kalau lagu yang aku nyanyikan membuatmu tidak suka, tapi bukannya tempat ini untuk umum? Bukan tempatmu ataupun member Funf Sterne.” Kibum menunjukkan senyum evilnya pada Siwon. “Dan satu lagi, apa hakmu marah-marah dan menyuruhku untuk tidak menyanyikan lagu itu? Jelas-jelas itu bukan lagumu, itu lagu Super Junior. So?”

Siwon terdiam. Memang benar, tempat itu adalah tempat umum, bukan tempat dia ataupun tempat member Funf Sterne, tapi yang membuat Siwon merasa kesal adalah lagu yang Kibum nyanyikan. ‘Our Love’. Yah itu adalah lagu dari Super Junior yang mengena sekali di hati Siwon.

Kenapa? Karena saat kejadian dimana Yesung memutuskan dia secara sepihak, lagu itu sedang diputar di radio. Dan lagi Lagu itu selalu mereka nyanyikan setiap waktu, bisa dibilang itu adalah lagu Yesung dan Siwon. Sejak saat itu, setiap Siwon mendengar lagu itu, hatinya seperti tersayat pisau tajam, sangat sakit dan membuat dia susah untuk bernafas.

“Kenapa Siwon Hyung?” Tanya Kibum dengan penekanan dinama Siwon membuyarkan lamunan Siwon.

“Aku tidak pernah melihatmu dikampus ini, tapi baru tadi pagi bertemu, kau sudah sangat membuatku kesal.”

Kibum sama sekali tidak takut dengan tatapan tajam dari Siwon, dia terus tersenyum dan bersantai menghadapi namja berbadan tegap didepannya itu.

“Ne. Aku mahasiswa baru, naneun Kim Kibum Imnida.” Ucap Kibum seraya menyodorkan tangannya untuk bersalaman. Tapi Siwon malah menepis tangannya. Dia menatap Kibum dengan tatapan penuh tanya, “ada yang menarik dari namja ini.” Pikir Siwon.

“Jadi kau mahasiswa baru?” Kibum mengangguk. Siwon menunjukkan senyum evilnya.

.

.

.

“Apa kau yang bernama Wookie?” Ryeowook memiringkan kepalanya saat melihat namja mungil, semungil dirinya berdiri dihadapannya. Ryeowook menutup bukunya, saat itu dia sedang berada diperpustakaan kampus.

“Ne. Nuguseyo?”

“Naneun Kibum Imnida.” Ucapnya seraya menyodorkan tangan kepada Ryeowook. Ryeowook tersenyum lalu membalas jabatan tangan dari Kibum.

“Ryeowook Imnida.” Kibum duduk dikursi depan Ryeowook. “Kau tau darimana namaku?”

Kibum tersenyum. “Siapa yang tidak mengenalmu, namja dengan IQ diatas rata-rata.”

“Kau itu bicara apa.” Ryeowook tersipuh malu.

“Oya Hyung…”

“Jangan panggil Hyung, kita kan seumuran. Panggil Wookie saja.”

“Oh.. Ne. Ehm.. aku mahasiswa baru dikampus ini, aku juga belum mengerti soal seluk beluk kampus ini ataupun mata pelajaran yang diajarkan dosen. Kalau kau tidak keberatan, apa kau mau mengajariku? Ehm… jadi guru private gitu.”

“Apa?”

“Aku akan bayar kok.” Ryeowook tertawa.

“Kau itu bicara apa Kibum-ah, kalau kau mau belajar denganku, kau kesini saja setiap saat, aku selalu disini kok.”

“Jinjja? Kau mau mengajariku?”

“Ne. Kenapa tidak!”

“Gomawo Wookie, Gomawo.” Itu adalah awal perkenalan Ryeowook dan Kibum. Ryeowook yang notabene seorang namja dengan IQ diatas rata-rata senang bisa menjadi guru bagi teman barunya.

Semenjak saat itu, kedekatan Ryeowook semakin mendalam dengan Kibum, mereka tidak hanya belajar di perpustakaan kampus, tapi Ryeowook juga sering kerumah Kibum begitu juga sebaliknya.

Pada awalnya, Yesung mengira kedekatan Ryeowook dan Kibum itu biasa-biasa saja, tapi semakin lama, Yesung semakin curiga, karena Ryeowook menjadi terlalu sibuk dengan urusannya sendiri. Dia sering mengacuhnya Yesung, bahkan tidak jarang, mereka bertengkar karena hal-hal kecil. Misal setiap akan tidur, Ryeowook selalu mengirim pesan singkat untuk Kibum, begitu pula sebaliknya.

Sampai akhirnya Yesung mulai geram dengan sikap Ryeowook kepadanya. Saat dia melihat Ryeowook sedang sibuk dengan handphonenya, Yesung langsung merampas handphone Ryeowook lalu membantingnya sampai hancur berkeping-keping.

“HYUUUNG!”

“CUKUP WOOKIE!” kedua mulai tersulut emosi. Leeteuk dan Kangin yang mendengar suara keributan, tidak mau ikut campur, mereka hanya tutup telinga, mereka tidak mau menjadi orang ketiga ditengah-tengah pertengkaran Yesung dan Ryeowook.

Ryeowook mengambil sisa-sisa handphonenya yang tercecer dilantai. “Apa yang kau lakukan Hyung.. hiks..” Ryeowook terisak saat mengamati handphone yang sudah tidak berbentuk itu.

“Lebih baik seperti itu daripada kau selalu melakukan hal yang mengacuhkanku.” Pekik Yesung emosi. Hatinya benar-benar sakit, sakit karena selama ini Ryeowook mengacuhkannya dan sakit karena sekarang ia melihat namja yang ia cintai menangis.

“Kenapa kau kekanak-kanakan Hyung?” tanya Ryeowook ikutan emosi, Yesung terperangah, baru kali ini dia melihat Namja-nya berani menentang dia, baru kali ini Yesung mendengar suara tinggi dari Ryeowook.

“Kau bilang aku kekanak-kanakan? KAU YANG TIDAK MENGERTI AKU KIM RYEOWOOK!”

“CUKUP HYUNG… CUKUP!” Ryeowook berdiri dan berjalan menghampiri Yesung. “Kalau kau masih seperti ini, AKU AKAN KELUAR DARI APARTEMENT INI!” jeritnya lalu berlari keluar dari kamarnya dengan membanting pintu.

“Hyung.. kita harus turun tangan, kita tidak bisa melihat mereka bertengkar seperti ini terus.” Usul Kangin. Terlihat Leeteuk berfikir keras, disisi lain dia juga bingung apa yang harus dia lakukan, ia tidak mau terlalu ikut campur dengan masalah dongsaengnya ini. “Hyung..”

“Biarkan dulu Kangin-ah.” Kangin bingung dengan sikap Leeteuk, tidak biasanya Leeteuk memilih untuk diam.

Yesung memegangi dadanya yang terasa sangat sesak, kali ini Ryeowook benar-benar meninggalkannya, dia terduduk, betapa sakit yang ia rasakan sekarang, namja yang sangat ia cintai pergi begitu saja karena masalah sekecil ini.

Ryeowook terus saja berlari dan berlari tak tentu arah, airmatanya terus mengalir dengan derasnya. Ia tau kalau perkataannya tadi sangat membuat Hyung-nya merasa sakit hati, tapi entah mengapa, malam ini ia tak bisa menjaga emosinya. Sampai akhirnya dia sampai disebuah taman, begitu gelap karena hanya 1 lampu penerangan yang menyala, dia duduk dan menatap lurus kedepan.

Fikirannya masih tertuju saat dia dan Yesung bertengkar hebat tadi. “Apa aku terlalu berlebihan?” gumamnya dalam hati seraya melihat gelang berwarna ungu yang ada dilengan kirinya, pemberian dari Yesung. Dia menghapus airmatanya, mencoba untuk menenangkan diri. Angin malam berhembus dengan kencangnya, membuat tubuh mungilnya menggigil kedinginan. Dia hanya mengenakan kaos berwarna hitam dan celana tiga perempat.

“Kau bisa mati kedinginan kalau tidak memakai jaket.” Ryeowook kaget dengan suara yang tiba-tiba datang. Dia menoleh kearah suara itu.

“Ki…kibu..mie?” Kibum menghampirinya sambil tersenyum lalu memakaikan jaket yang ia bawa ketubuh Ryeowook.

“Malam-malam begini sedang apa kau disini?” tanya Kibum sembari duduk disamping Ryeowook.

Ryeowook hanya tersenyum tipis. “Kau sendiri sedang apa disini? Dan darimana kau tau aku ada disini?”

“Tadi aku kebetulan lewat, trus lihat kau berlari kearah sini tanpa mengenakan jaket, karena penasaran, aku kesini deh, kebetulan dimobil ada jaket.”

“Oh.. kenapa kebetulan sekali, ne?” Kibum tersenyum.

“Ayo aku antar pulang!” ajak Kibum sambil menggandeng tangan Ryeowook.

“Ehm… Kibummie, ehm… itu…”

“Ada apa?” tanya Kibum bingung melihat Ryeowook tergagap.

“Apa boleh untuk malam ini aku menginap dirumahmu?”

“Apa? Memangnya kenapa?”

“Tidak apa-apa sih, kalau tidak boleh juga tidak apa-apa kok.”

“Anii.. memangnya siapa yang bilang tidak boleh? Boleh kok, kajja!”

“Jinjja?” Kibum tersenyum, dia menggandeng Ryeowook sampai masuk kedalam mobil. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap tajam kearah mereka. Sosok itu mengepalkan tangannya erat, seperti tidak suka melihat kedekatan Ryeowook dan Kibum.

.

.

.

“Hyung.. kau tidak mencari Wookie?” tanya Kangin saat melihat Yesung bersantai sambil menonton televisi. Tidak ada jawaban dari Yesung. “Hyung, apa kau tidak khawatir dengan keadaannya?”

“Untuk apa aku mengkhawatirkannya, toh dia tidak mengkhawatirkanku.”cetusnya dingin.

“Yesungie, setidaknya kau harus mengalah pada uke-mu. Kalau kalian sama-sama egois, bagaimana dengan hubungan kalian?” saran Leeteuk.

“Dia yang memulainya, lagipula pasti sekarang dia berada dirumah teman baiknya.”

“Teman baiknya? Maksudmu Kibum?” Yesung mengangguk.

“Jadi kalian bertengkar karena Kibum?” Yesung tidak merespon pertanyaan dari Leeteuk, dia melempar remote TV-nya ke sofa dan berjalan masuk kekamarnya. Leeteuk dan Kangin hanya bisa bertatapan bingung.

.

.

“Sepertinya aku tidak menyuruhmu untuk menyentuhnya.”

“Bukan begitu Siwon Hyung, aku terbawa suasana. Lagipula, aku Cuma menggandeng tangannya, tidak lebih.” Siwon menatap sinis kearah Kibum. Kibum sedang berada dirumah Siwon, tepatnya dikamar Siwon. Sedangkan Ryeowook masih terpejam dikamar rumah Kibum.

“Aku tidak peduli kau terbawa suasana atau tidak, aku Cuma menyuruhmu untuk mendekati makhluk tengil itu.”

“Hyung.. sebenarnya apa tujuanmu menyuruhku untuk mendekati Wookie. Wookie itu namja yang sangat baik Hyung.”

“Kau tidak perlu tau apa tujuanku Kibum, kau hanya perlu melakukan yang aku suruh.” Kibum menunduk. “Apa dia masih dirumahmu?”

“Ne.”

“Suruh dia segera pergi dari rumahmu, aku tidak mau kau tinggal bersama dia, apalagi satu kamar dengannya.”

“Wae?”

“Apa kau tuli?” Kibum mengernyitkan dahinya, ia benar-benar bingung apa maksud Siwon mengatakan semua itu. “Dan satu hal lagi Kibumie, aku tidak mau kau bersentuhan dengannya walaupun itu Cuma sebatas berpegangan tangan.” Kibum terdiam mencoba mencerna setiap kata yang ia dengar.

“Kau itu kenapa Siwon, kenapa kau jadi over protective sekali terhadap Kibum? Kau lupa rencana awal yang kau buat.” Siwon mengacak-acak rambutnya saat dia sendirian dikamarnya. Dia memikirkan yang ia katakan kepada Kibum tadi.

“Kau tidak mungkin jatuh cinta kepada Namja itu. Tapi… kenapa saat melihat dia dekat dengan Ryeowook, hatiku terasa sedikit terbakar? Perasaan yang sama saat aku melihat Yesung Hyung dekat dengan Ryeowook.”

“Kau sudah gila Choi Siwon, jangan-jangan benar, kau sudah mulai jatuh cinta kepada namja lain.” Dia memikirkan kejadian dimana dia melihat Kibum menggandeng tangan Ryeowook saat ditaman. Benar-benar membuat hatinya perih, tapi Siwon masih tetap memungkiri perasaan itu.

.

.

.

4 hari kemudian..

Yesung dan Ryeowook masih belum berbaikan, walaupun sekarang Yesung tau kalau Ryeowook tinggal di Apartement KyuMin dan EunHae. Tidak ada yang mau mengalah diantara mereka berdua, keegoisan masih membara difikiran kedua namja ini. Teman-temannya sudah mencoba untuk membuat mereka berbaikan, tapi gagal. Karena gengsi mereka sangat tinggi.

Yesung duduk sendirian diatap kampus sambil memainkan gelang yang ia pakai, gelang yang sama seperti yang dipakai Ryeowook. “Kau tau Wookie, Jujur aku sangat merindukanmu, tapi kenapa kau masih bersikap seperti ini padaku? Aku memang sengaja tidak mau meminta maaf terlebih dahulu, aku Cuma ingin mengetahui apa kau masih peduli kepadaku.” Yesung menghentikan tangannya memutar-mutar gelang yang ia pakai saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya.

“Untuk apa kau kesini?” tanya Yesung horor, sepertinya dia tau siapa yang datang menemuinya.

“Yesung Hyung..” Mendengar suara yang tidak asing ditelinganya, dia langsung bangkit dari duduknya dan menoleh kearah suara itu.

“Aku sudah sering mengatakannya kepadamu Choi Siwon, jangan coba-coba menemuiku lagi. Apa kau tuli, eh!” ucap Yesung kesal. Siwon ber-evil smirk pada Yesung seraya berjalan perlahan menghampiri Yesung.

“STOP!” Siwon berhenti sambil terus menatap Yesung dengan tatapan yang menurut Yesung ‘aneh’. Tapi sepertinya Siwon tidak mengerti kata Stop, dia berjalan perlahan mendekati Yesung. “Choi Siwon, aku peringatkan kepadamu, kalau kau maju satu langkah lagi, aku akan menghajarmu.”

Bukannya takut mendapat ancaman dari Yesung, Siwon malah tersenyum tipis. “CHOI SIWON.” Saat tangan Yesung hampir mengenai wajah Siwon, Siwon terlebih dahulu menarik tengkuk Yesung dan langsung mencium bibir Yesung.

Yesung mencoba untuk berontak tapi kekuataannya tidak seberapa dibandingkan kekuatan Siwon. Kedua tangannya dikunci oleh tangan kanan Siwon, sedangkan tangan Kiri Siwon menarik kuat tengkuk Yesung hingga Yesung tidak dapat berkutik sedikitpun. “Uhmp..” Ronta Yesung karena mulai kehabisan nafas.

Siwon tidak peduli, sekarang yang ada difikirannya hanyalah bagaimana cara membuat Yesung tetap menjadi miliknya. “Uhmp..” Yesung terus meronta untuk meminta pernafasan. Wajahnya mulai pucat, sedangkan Siwon masih terus melumat dan menggigiti setiap ujung bibir Yesung. Saat dirasa Yesung sudah mulai tidak memberontak, dia membuka matanya dan melihat wajah Yesung yang sudah sangat pucat, dia langsung melepaskan ciumannya.

Yesung terjatuh, dia memegangi dadanya sambil terengah-engah, wajahnya pucat pasi, matanya seperti sudah ingin terpejam. “Kau… Kau.. Gi..La… Si…Won…” Ucap Yesung terengah-engah. Ingin sekali dia menghajar Siwon, tapi apa daya, kekuataannya sudah tidak ada lagi, untuk bangunpun, dia tidak kuat.

“Aku gila karenamu Hyung.” Siwon juga terengah-engah tapi dia masih bisa mengontrol pernafasannya. Dia menatap namja yang ia cintai itu masih terduduk sambil terus memegangi dadanya.

“ARGHHH!” Pekik Yesung tiba-tiba seraya memegangi perutnya.

“Hyung..” Siwon mendekat dan memegang kedua pundak Yesung.

“Argh… sa..kit…” eluhnya meringis kesakitan.

“Hyung kau kenapa?” Siwon benar-benar dibuat panik, dia bingung harus melakukan apa. “Hyung kita ke rumah sakit ya.”

“JEBAL!” Yesung masih bisa mendorong Siwon. Siwon terdiam, dia melihat Yesung terus menerus kesakitan.

“Argghhh.. Woo..kiiieee…” keluhnya.

“Yesung Hyung..” Siwon tidak percaya kenapa orang yang sangat ia cintai itu begitu mencintai namja lain selain dirinya.

“ARGH WOOKIE!” BUUUG…

Tubuh ramping Yesung tumbang tepat dipelukan Siwon. Siwon masih belum percaya akan apa yang dia dengar barusan, kedua tangannya sekarang memeluk Yesung yang sudah tidak sadarkan diri.

“Yesung Hyung…” ucap Wookie sambil menatap keluar jendela.

“Kenapa Wookie?” tanya Eunhyuk bingung.

“Aku merasa Yesung Hyung memanggilku Hyung.”

“Itu Cuma perasaanmu saja.” Ryeowook menunduk seraya memikirkan perkataan Eunhyuk.

“Ne. Mungkin itu Cuma perasaanku.”

Siwon menggotong tubuh Yesung ala Bridal style masuk kedalam mobilnya, dan dengan kecepatan penuh dia melajukan mobilnya kearah rumah sakit. Sesampainya disana, Yesung langsung dimasukkan ke ruang ICU. Dia hanya bisa meratap sedih diluar ruang ICU.

“Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku membuat orang yang aku cintai menderita seperti ini?” Siwon menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, tanpa ia sadari, butiran-butiran bening merembes dari telapak tangannya. Dia menangis, sekali lagi menangis karena Yesung, orang yang sangat berarti dalam hidupnya

2 jam berlalu, tapi Dokter masih belum keluar dari ruang ICU. Siwon menyandarkan kepalanya kedinding yang ada dibelakangnya. Dia menatap kearah luar jendela, cuaca sedang mendung, gelap, menyeramkan, sama seperti yang ia rasakan sekarang.

Tak lama setelah itu, Dokter keluar dari ruang ICU, Siwon langsung menghampiri Dokter itu berharap akan mendapatkan kabar baik. Tapi harapannya pupus saat melihat raut wajah sedih terpampang diwajah Dokter itu.

“Dokter.. bagaimana keadaan Yesung Hyung?” Dokter itu menghela nafas panjang.

“Dia harus segera di operasi, kalau tidak…”

“Kalau tidak apa Dokter?”

“Kalau tidak… dia tidak akan selamat.”

Siwon memundurkan kakinya satu langkah “Apa!”

“Kau harus segera mendapatkan persetujuan dari keluarga pasien agar segera dilakukan operasi secepatnya.” Siwon terdiam dan menunduk. Dia tidak tau harus berbuat apa. Dia terduduk, berfikir yang terbaik untuk Yesung-nya. Dia merogoh saku celananya dan menatap layar handphonenya.

Setelah berfikir cukup lama, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Leeteuk. “Yeoboseyo..”

“…’ Leeteuk tidak menyahut, dia hanya terus diam disebrang telfon.

“Hyung.. segeralah kerumah sakit, Yesung Hyung masuk rumah sakit.”

“APA!” Jeritan dari Leeteuk terdengar di ujung telfon.

“Yesung Hyung ada di Kang Nam CHA Hospital.”

Tit… tit… tit… terdengar Leeteuk mematikan handphonenya. Siwon menatap layar handphonenya pasrah, dia kembali menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Butiran-butiran bening kembali menetes dan semakin lama semakin deras.

Dia merasa sangat bersalah karena sudah membuat Yesung seperti ini. Dia menghadap ke dinding yang ada dibelakangnya lalu menghempaskan kuat-kuat tangannya kearah dinding.

BUGG..

“Kau bodoh Choi Siwon.. Bodoh! Hanya karena keegoisanmu, kau membuat orang yang kau cintai menderita. Kau memang bodoh!” katanya masih menangis.

“Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu padamu Yesung Hyung.”

.

Dia menggenggam gelang milik Yesung yang terjatuh akibat ulahnya tadi. Dia masih menunggu kedatangan Leeteuk dan yang lainnya. Ingin sekali rasanya dia bertemu dengan Yesung, tapi apa daya, Dokter bilang Yesung belum bisa ditemui. Jadi dia hanya bisa menunggu diluar dengan harapan Yesung segera di operasi.

Terdengar suara langkah kaki, lebih tepatnya orang berlari dilorong rumah sakit itu, dan benar saja, itu adalah Leeteuk dan member Funf Sterne yang lain.

“Siwon-ah, bagaimana keadaan Yesungie?” tanya Heechul khawatir, Siwon hanya menunduk tanpa menjawab pertanyaan dari Heechul. Dibelakangnya, Leeteuk sudah mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia mencoba menahan emosinya. Disamping Leeteuk ada Hangeng dan Kangin. Sedangkan ke 5 orang lainnya termasuk Ryeowook masih dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Mendengar tidak ada jawaban dari Siwon, Leeteuk sudah tidak bisa menahan emosinya, dia menarik tangan Siwon lalu…

BUUUGG…

Sebuah pukulan mengarah tepat dipipi kiri namja tampan itu. Darah menetes dari ujung bibirnya.

“Teukie Hyung…”

“Aku sudah pernah mengatakannya padamu, jangan pernah lagi mencampuri hubungan Yesung dan Ryeowook. Kenapa kau selalu membuat Yesung menderita, eh!” Cetus Leeteuk dengan nada tinggi.

“Hyung.. sabarlah, ini rumah sakit.”

“Mianhae Hyung..” akhirnya kata itu terucap dari bibir seorang namja perfect, Choi Siwon. Ke 4 temannya itu terperangah mendengar kata-kata Siwon.

“Apa yang kau katakan Siwon-ah?” tanya Hangeng menyakinkan yang ia dengar.

.

.

.

** T.B.C **

3 comments on “Don’t Leave Me Hyung – chapter 7

  1. gila ya choi siwon bener2 gila
    astaga choi siwon
    akhirnya mereka berantem khan
    aishhhhh kasian ryeong
    parah banget ya si siwon
    semoga si siwon bener2 nyesel deh

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s