yewook

Don’t Leave Me Hyung – chapter 8 `End`

 

Chapter 8 END.

Cast : Member Super Junior

Pairing : YeWook Slight KyuSung

Summary : Cinta yang benar-benar tulus akan indah pada akhirnya

Genre : Fantasi / Romance

Rate : T

Disclaimer : Mereka milik tuhan, orangtua mereka, SM town. Untuk Yesung Oppa boleh kan milik saya?#dibunuh Clouds. FF ini pyur milik saya, jadi sifat mereka sesuka saya, kan saya Author..hahaha #ditabok reader

Warning :ย  YAOI, OOC. Mian ne Untuk Siwonest, disini si Wonppa aku jadiin Evil, kan bosan lihat Wonppa yang seperti malaikat itu. #bow

.

.

Aku berharap kau sembuh Hyung, ya.. kau sembuh.. aku ingin cinta kita akan abadi untuk selamanya, karena aku begitu mencintaimu. kumohon jangan tinggalkan aku.

.

.

.

“Mianhae Hyung..” akhirnya kata itu terucap dari bibir seorang namja perfect, Choi Siwon. Ke 4 temannya itu terperangah mendengar kata-kata Siwon.

“Apa yang kau katakan Siwon-ah?” tanya Hangeng menyakinkan yang ia dengar.

.

.

Happy Reading

.

.

“Mianhae Hyung.. Jeongmal Mianhae…” airmata kembali mengalir dipipi Siwon. Siwon berlutut dihadapan ke 4 temannya itu. Membuat mereka memundurkan satu langkah kebelakang.

“Teukie Hyung!” terdengar teriakan dari seorang Ryeowook, dan ternyata itu memang Ryeowook, dia bersama KyuMin, EunHae dan… Kibum. Mereka semua berlari menghampiri Leeteuk.

“Si…won..” Ryeowook tidak percaya kalau yang berlutut dihadapan Leeteuk itu Siwon. Di ujung bibir Siwon juga terlihat bekas darah. Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“Kau… pasti kau yang sudah membuat Hyung-ku seperti ini kan?” Pekik Ryeowook marah seraya memukul-mukul dada Siwon. Siwon hanya terdiam, dia membiarkan namja mungil itu terus memukulinya.

“Wookie, sudah, tenanglah!” Sungmin meraih tubuh Ryeowook agar menjauh dari Siwon dan memeluknya erat.

“Ini semua karena dia Hyung.” Ucap Ryeowook menangis. Semuanya tertunduk dan tenggelam difikiran masing-masing.

“Aku akan menghubungi keluarga Yesungie, agar dia segera di operasi.” Usul Leeteuk lalu menjauh dari kerumunan teman-temannya.

.

.

Setengah jam kemudian, operasi Yesung dimulai, semuanya menunggu diluar ruang operasi dengan harap-harap cemas. Kibum yang sebelumnya tidak mengerti apa-apa akhirnya mengerti semua, mengerti kenapa Siwon menyuruhnya untuk mendekati Ryeowook. Ia menatap Siwon yang duduk sendiri sambil terus menundukkan kepalanya.

“Hyung..” sapanya. Siwon mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Kibum. Kibum tersenyum lalu menggenggam erat tangan Siwon.

“Hyung tidak perlu merasa bersalah seperti ini, semua ini sudah ada yang mengatur. Yesung Hyung seperti ini karena memang ini adalah takdir dia. Hyung jangan terus menyalahkan diri Hyung sendiri.”

“Tapi ini semua memang salahku Bummie, kalau saja saat itu aku merelakan Yesung Hyung bersama Wookie, dia tidak mungkin seperti ini.” Kibum semakin mempererat genggamannya.

“Cukup Hyung! Hyung sudah menyadari kesalahan Hyung, jadi sekarang Hyung tidak perlu menatap kebelakang lagi. Hyung hanya perlu menatap masa depan.”

“Kibummie.”

“Hyung… aku tau dan mengerti bagaimana perasaan Hyung, tapi sekarang percuma kalau Hyung terus menyalahkan diri Hyung sendiri, tidak ada gunanya. Aku yakin Yesung Hyung sudah memaafkan Hyung.” Siwon mulai tersenyum tipis.

“Gomawo Kibummie, kau sudah membuatku merasa baikan… dan.. mianhae aku sudah bersalah padamu.”

“Apa?” Kibum tersenyum lalu menggeleng. “Anii Hyung, kau tidak perlu minta maaf, aku mengerti kenapa kau berbuat seperti itu.”

“Kau tidak marah padaku?” sekali lagi Kibum menggeleng.

“Anii Hyung karena Aku melakukannya dari hati.”

“Apa?”

“Jujur semenjak kali pertama aku bertemu Hyung, aku merasakan ada yang aneh dalam hatiku. Setiap Hyung menyuruhku untuk mendekati Wookie, perasaan benci selalu menyeruak didalam diriku. Aku selalu mencoba untuk menghindari perasaan ini, tapi…” Kibum menghentikan ceritanya dan menatap Siwon pekat.

“Tapi semakin aku mencoba menghindari perasaan ini, semakin sakit yang aku rasakan Hyung.. Hyung… Mianhae kalau aku mengatakan ini, tapi… saranghae..” Siwon terperangah mendengar ucapan Kibum, dia tidak percaya kalau Kibum menyukainya.

“Ki…kibum.. aku…”

“Hyung tidak perlu menjawabnya, aku juga tidak berharap Hyung mau menjadi namjachinguku. Aku mengatakan ini agar aku merasa lega.” Jelas Kibum sambil tersenyum manis.

“Kibum…” Siwon menarik tubuh kecil namja yang ada disampingnya itu dan memeluknya erat.

“Gomawo kau sudah mencintaiku, aku juga menyayangimu Bummie, tapi kalau untuk cinta… mianhae Bummie, untuk sekarang aku masih belum bisa membalas cintamu.” Kibum merasakan sakit hati saat Siwon berucap seperti itu, tapi disisi lain, dia juga senang karena telah mengungkapkan perasaan dia yang sebenarnya.

“Tapi aku berjanji, aku akan mencoba untuk membuka hati untukmu Kibum.”

“Hyung…” Siwon menyentuh kedua pipi Kibum dan tersenyum. Teman-temannya yang melihat kejadian itu hanya tersenyum simpul, mereka juga merasakan hal yang sama. Rasa sedih, senang, takut, bahagia tercampur aduk jadi satu.

.

.

.

4 jam berlalu sejak operasi itu dimulai, tapi sampai sekarang tidak ada satu dokter ataupun suster yang keluar dari ruangan itu. Diluar ruang operasi, tidak ada suara yang terdengar dari mereka. Hanya terdengar suara isakan dari Ryeowook yang sedari tadi ada dipelukan Leeteuk.

“Uljima Wookie, kita berdoa saja agar operasi Yesungie berjalan dengan lancar.”

“Aku takut Teukie Hyung, kalau operasinya gagal bagaimana?” Leeteuk menarik dagu Ryeowook.

“Wookie, kau harus percaya kalau Yesungie akan sembuh, kau tau kan Yesungie bukan namja yang lemah, buktinya selama hampir 3 tahun ini dia bisa menahan penyakitnya.” Terang Leeteuk mencoba membuat Ryeowook berfikir positif. Ryeowook menunduk dan masih mengeluarkan airmata, Leeteuk kembali memeluk erat tubuh namja mungil itu.

“Aku mencintainya Hyung, sangat mencintainya.”

“Aku mengerti.” Leeteuk sudah tidak bisa menahan tangisnya, diapun mulai meneteskan airmata dengan derasnya. Tidak ada satupun dari mereka yang tidak menangis, mereka terus menggenggam erat tangan pasangannya.

Klek…

Pintu ruang operasi terbuka, lampu emergency yang ada diatas pintupun sudah meredup. Terlihat sosok seorang dokter seraya melepaskan masker menghampiri mereka.

“Dokter.” Mereka serempak berdiri dan berjalan mendekati Dokter itu. Mereka berharap Dokter akan memberikan kabar baik.

“Dokter bagaimana keadaan Yesungie?”

“…” tidak ada jawaban dari Dokter itu, namja yang berusia hampir setengah abad itu hanya menunduk.

“Dokter, Hyung-ku baik-baik saja kan?” Ryeowook mulai khawatir saat melihat raut wajah Dokter yang sepertinya akan memberikan kabar yang sangat buruk. Siwon pun tak kalah cemas, dia menghampiri Dokter itu dan meraih tangan sang Dokter.

“Dokter tolong beritahu kami..” pinta Siwon memelas. Tiba-tiba raut wajah Dokter itu berubah lagi, beliau menggenggam erat tangan Siwon.

“Kalian tidak perlu khawatir, operasinya berhasil.”

“Apa?”

“Aaahhhh..” Seru EunHae lega.

“Jadi… Hyung-ku selamat Dokter?” Dokter itu tersenyum dan mengangguk. Leeteuk langsung melingkarkan tangannya dileher Ryeowook. “Hyung-ku sembuh Teukie Hyung.”

“Ne. Wookie.” Mereka saling berpelukan satu sama lain. Penantian mereka selama hampir 5 jam terjawab sudah. Yesung sembuh, Dokter berhasil mengangkat kanker yang ada dilambung Yesung. Mereka semua benar-benar merasa sangat senang, senyuman terlihat jelas dari wajah setiap orang yang ada disitu.

“Tapi…” ucapan Dokter membuat mereka mengernyitkan dahi mereka.

“Tapi apa Dokter?” tanya Leeteuk ingin tau.

“Yesung-ssi masih koma.”

“KOMA?” Racau Ryeowook tidak percaya. “Tapi Hyung-ku akan sembuh kan Dok?”

“Kami sudah berusaha semampunya, sekarang kita hanya bisa berdoa agar Yesung-ssi cepat tersadar dari komanya.” Raut wajah Ryeowook kembali memucat.

.

.

.

3 minggu berlalu sejak operasi itu selesai tapi Yesung belum menampakkan kalau dia akan segera sadar. Ryeowook, seorang namja yang sangat mencintai Yesung, selalu berada disisi Yesung. Setiap hari ia membawakan setangkai bunga mawar berharap Hyung-nya itu akan segera sadar.

“Hyung.. kau tau.. ini sudah hampir hari yang ke 37 Hyung, tapi kenapa sampai sekarang kau belum sadarkan diri.” Ucap Ryeowook lemah sambil menggenggam tangan namja yang terkulai tak berdaya diatas ranjang.

“Kau tau Hyung.. 3 hari yang lalu, Siwon Hyung sudah kembali ke Italy, dia mengajak Kibum kesana.” Ucapnya seraya tersenyum, berharap Yesung akan melihat senyumannya.

FLASHBACK

“Kau yakin tidak akan kembali ke Korea?” tanya Leeteuk saat mereka semua mengantarkan Siwon dan Kibum ke bandara Incheon.

Yah.. memang Siwon dan Kibum belum resmi berpacaran, tapi Siwon memutuskan untuk membawa Kibum ke Italy, dia sudah bisa menerima Yesung-nya bersama Ryeowook. Walaupun sebenarnya, dihatinya masih ada sedikit rasa tidak rela, tapi bagaimanapun juga, Yesung yang sekarang bukanlah miliknya. Yesung yang sekarang adalah milik Ryeowook.

Siwon tersenyum seraya melingkarkan tangannya dipundak Kibum. “Kalau sempat, aku akan main-main kesini Hyung.”

“Jangan sombong kau Choi Siwon, mentang-mentang kau akan menjadi penerus perusahaan Appamu, kau jadi tidak mau ke Korea.”

“Aniii Heechul Hyung..” kata Siwon sambil mempoutkan bibirnya. “Aku akan tetap kesini.” Mereka tertawa. Siwon memeluk semua temannya tanpa terkecuali. Tapi saat ia memeluk Ryeowook…

“Wookie, kalau sampai aku dengar Yesung-ku sakit karena kau, akan ku rebut lagi dia darimu.” Ucapnya sambil berseringai pada Ryeowook. Ryeowook tersenyum.

“Aku tidak akan pernah menyakitinya Siwon Hyung, percayalah! Aku tidak akan menyerahkan Hyung-ku padamu.” Siwon tersenyum lalu memeluk erat tubuh Ryeowook.

“Jaga Yesung Hyung baik-baik, aku tidak terima kalau dia kenapa-kenapa.”

“Pasti.” Siwon menoleh kearah Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, gomawo.. kau sudah menyadarkanku. Aku sekarang mengerti maksud ucapanmu.”

“Ne. Hyung..” Sungmin menatap bingung kearah namjachingunya itu.

“Ucapan apa Kyunnie?”

“Apa? Ah.. anii Chagi.” Katanya sambil melingkarkan tangannya dipinggang Sungmin.

“Kibumie, kalau Siwon bersikap kasar kepadamu atau memarahimu, cepat kau telfon aku.” Pinta Leeteuk.

“Ne. Hyung pasti..”

“YAK! Hyung… apa aku sejahat itu?” Cetus Siwon seraya mengerucutkan bibirnya. Kembali gelak tawa terdengar diantara mereka.

“Kami pergi, Ne! Salam untuk Yesung-ku!” jerit Siwon sambil melambaikan tangannya.

“YAK! Jangan pernah memanggil Hyung-ku dengan sebutan seperti itu!” pekik Ryeowook kesal lalu tersenyum.

FLASHBACK END

“Kajja Hyung, kau harus cepat sadar. Aku sudah tidak sabar melihat senyumanmu. Apa kau tidak ingin memelukku.” Ryeowook mencoba berinteraksi dengan Yesung, memang kata orang, pasien koma harus banyak diajak bicara agar sang pasien bisa segera sadar.

“Wookie-ah.”

“Teukie Hyung..” Leeteuk masuk sendirian sambil memakai baju khusus ruangan ICU. Dia menghampiri Ryeowook yang berada disisi Yesung.

“Bagaimana?” Ryeowook menggeleng lemas. “Berusaha, ne! Aku yakin Yesungie akan segera sadar.”

“Pasti Hyung.. aku akan berusaha membuat Hyung-ku sadar.”

.

.

Ryeowook melingkari tanggal 27 yang ada diruangan Yesung. Ini adalah hari ke 40, dan sampai sekarang Yesung belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Ryeowook membelai lembut pipi Yesung dan tersenyum.

Dareun saram piryo eobseo naneun geunyang neorago
Dashi hanbeon mooreo bwado naneun geunyang neorago
Imi neoneun dareun saramiggejjiman
Eojjeol sooga eobseo dashi dorikil soo eobseo Oh~
*Awal lagu It’s You*

Ryeowook menyanyikan lagu yang menurut dia cocok dengan perasaannya sekarang, dia menyanyikannya dengan sangat merdu sambil terus menggenggam erat tangan namjachingunya itu.

Neol saranghanda marhaedo cheonbeon manbeon marhaedo
Nae gaseum sok da booltago mareun ipsool dalhdorok
Na dashi taeyeonandaedo ojik neoppoonirago (Tic Toc Tic Toc~)
Shigani heulleodo
Oh nan~

*Reff lagu It’s You*

Tanpa Ryeowook sadari, jemari kiri Yesung mulai bergerak sedikit demi sedikit. Tapi Ryeowook masih terus menyanyikan lagu itu.

Neorago…

Neorago…

Neora…

“Mmmhh..” Ryeowook menghentikan nyanyiannya saat mendengar suara. Dia mencoba mencari dari mana asal suara itu, dia memutar bola matanya mengelilingi ruangan itu.

“Woo..ki..e…” Ryeowook tercengang, dia menatap tajam kearah Yesung.

“Hyuung..”

“Woo..ki..e..” ucap Yesung terbata-bata sambil mencoba mengangkat tangan kanannya.

“Hyung kau sadar?” mata Ryeowook berkaca-kaca, Yesung memang belum membuka matanya, tapi tangannya sudah mulai bergerak, diapun sudah mulai mengeluarkan suara. Dengan cepat, Ryeowook memencet sebuah tombol yang ada diranjang Yesung berharap Dokter atau Suster akan segera datang.

Ryeowook menunggu diluar sambil menggenggam erat handphonenya, dia baru saja memberitahu Leeteuk kalau Yesung sudah sadar, dan sekarang dia sedang menunggu Dokter keluar dari ruangan Yesung.

Klek..

“Dokter..”

Dokter itu tersenyum. “Benar-benar sebuah keajaiban, saya kira Yesung-ssi akan koma selama berbulan-bulan, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Yesung-ssi sudah sadar.”

Ryeowook menutup mulutnya dengan telapak tangannya lalu tersenyum. “Gamsahamnida Dok.”

“Oya.. untuk sementara waktu dia harus banyak istirahat, jadi jangan terlalu mengganggu dia.”

“Ne. Dok.. arraseo.” Ryeowook masuk kedalam ruangan Yesung dan melihat Hyung-nya tertidur dengan pulas, Yesung sudah tidak membutuhkan oksigen lagi, sekarang dia terlihat seperti namja biasa yang sedang tertidur.

“Hyung..” ucapnya lirih seraya memegang jemari Yesung. “Aku benar-benar bahagia akhirnya kau sadar.” Ryeowook menyentuh pipi Yesung dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkannya.

.

.

2 minggu kemudian.

“WELCOME BACK YESUNGIE!” Jerit Leeteuk. Hari ini mereka menggelar pesta kepulangan Yesung ke Apartement. Yesung tersenyum, matanya berkaca-kaca, semua temannya benar-benar membuat dia terharu.

“Gomawo Teukie Hyung.” Kata dia seraya memeluk Leeteuk dan memeluk temannya satu persatu.

“Kita benar-benar bahagia akhirnya kau bisa pulang lagi kesini.”

“Ne. Hyung.” Yesung duduk disofa, keadaan masih lemah, tapi Ryeowook selalu setia disisi Yesung dan membantunya.

“Istirahatlah dulu agar kesehatanmu cepat membaik Hyung.”

“Arraseo Kyuhyun-ah.”

.

.

“Hyung..” sapa Ryeowook saat melihat Hyung-nya sedang tiduran diranjang kamar mereka.

“Wookie, kesinilah!” Ryeowook naik diatas ranjang dan tidur disamping Yesung. Yesung mengernyitkan dahinya saat merasa Ryeowook sedikit bersikap manja kepadanya.

“Wookie..”

“Ne. Hyung?”

“Kalau aku sudah baikan, kita akan berlibur kesuatu tempat, ne!” Ryeowook menatap Yesung bingung.

“Suatu tempat? Kemana?”

“Nanti kau juga akan tau.” Kata Yesung lalu memeluk Ryeowook erat.

“Saranghae Hyung.. jeongmal saranghae..”

“Nado saranghae Chagi.”

.

.

Tepat seminggu Yesung keluar dari rumah sakit, dan sekarang keadaannya sudah membaik. Dia sudah melakukan aktifitasnya sehari-hari. Ryeowook sangat senang karena lusa adalah tanggal dimana hubungannya dan Yesung tepat menginjak 2 tahun. Daritadi Ryeowook terus saja tersenyum sendiri sambil memasakkan sebuah makanan untuk Yesung dan Hyung-nya yang lain.

“Aahhh!” Teriaknya saat tiba-tiba Yesung memeluknya dari belakang. “Hyuuung.. aku sedang memasak.”

Yesung tersenyum lalu menyandarkan dagunya dibahu Ryeowook. “Serius amat sih Chagi.”

“Ada apa Hyung? Tidak biasanya kau seperti ini.”

“Kau ingat lusa itu hari apa?” Ryeowook tersenyum tipis lalu mencoba mengingat-ingat sesuatu.

“Hari apa ya Hyung? Oh.. sabtu. Memangnya kenapa?” tanya Ryeowook seakan-akan dia lupa kalau lusa itu hari yang sangat special untuknya dan Yesung.

“Anio.. bukan itu, apa kau tidak ingat lusa itu adalah hari special?”

“Special? Ehm…” Ryeowook memalingkan wajahnya mencoba menahan tawanya, karena dia melihat wajah Namja-nya mulai kesal. “Tidak ada yang special.”

“YAK! Wookie! Apa kau lupa lusa itu tepat 2 tahun kita menjalin hubungan.” Cetus Yesung sambil mempoutkan bibirnya.

“Apa?” Ryeowook masih tak bereaksi.

“Kau… Uhrm..” Ryeowook menjawab pertanyaan Yesung dengan sebuah ciuman bibir.

“Aku ingat Hyung.. aku sangat ingat.”

“Kau..” Ryeowook tersenyum. Dia kembali memfokuskan dirinya menghadap meja makan seraya menata makanan keatas meja. “Ehm… lalu apa yang harus kita lakukan ya Hyung?”

Tiba-tiba Yesung menunjukkan 2 tiket pesawat kewajah Ryeowook. “MWA! Apa ini Hyung?” Yesung tersenyum sambil terus memeluk Ryeowook dari belakang.

“2 tiket pesawat ke Kanada.” Ryeowook manggut-manggut mencoba mencerna yang ia katakan. “AIGO… KANADA HYUNG?” Pekik Ryeowook saat tersadar.

“Ne. Chagi, besok kita akan berangkat ke Kanada.” Ryeowook memutar tubuhnya hingga menghadap kearah Yesung.

“Hyung kau serius, ini tidak bercanda kan?”

“Anii.. apa tampangku menunjukkan kalau aku sedang bercanda? Urhm..” Kembali Ryeowook mencium bibir Yesung.

“YAK! Wookie.. berani kau mencium bibirku ter… Urhm..” Ryeowook terus saja mengunci ucapan Yesung dengan bibirnya.

“Gomawo Hyung…” kata dia senang lalu berlari menuju kamarnya. Yesung menunduk lalu tersenyum senang. Hatinya sungguh bahagia, dia tidak tau harus menunjukkannya dengan cara apa.

.

.

.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Yesung dan Ryeowook tiba. Mereka sudah ada didalam pesawat untuk segera terbang ke Kanada. Ini adalah kali pertama mereka ke Kanada. Didalam pesawat, tak henti-hentinya mereka menunjukkan kemesraannya didepan publik. Sampai-sampai penumpang pesawat itu hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.

“Hyung.. malu dilihat orang.” Cetus Ryeowook kesal saat Yesung terus menciuminya.

“Kita kan naik pesawat ini bayar, lagipula kita tidak mengenal mereka, jadi kenapa harus malu.” Jawabnya sambil terus mengecupi leher Ryeowook. Ryeowook menatap malu sebagian penumpang yang melihat tingkah mereka. Dia mencoba mendorong tubuh Yesung agar berhenti menciuminya.

Tapi sepertinya, Yesung sudah sangat bernafsu dengan tubuh mungil Ryeowook. Melihat Hyung-nya ini semakin terlihat bernafsu, Ryeowook langsung menarik tengkuk Yesung dan melumat bibir Yesung.

“Hmp..” racaunya saat Ryeowook menggigit bibir Yesung. Ryeowook terkekeh, melihat Dongsaengnya ini sudah mulai menantang, Yesung tidak tinggal diam, dia mulai membuka kancing kemeja Ryeowook satu persatu. Merasa Yesung membuka kancing kemejanya, Ryeowook membulatkan matanya dan ingin menyudahi ciuman itu.

Tapi terlambat, Tubuhnya sudah terkunci oleh Yesung, tangannya sudah tidak bisa berkutik. “Hyung.” Pekiknya pelan.

“Kenapa chagi? Kau malu, eh?” bisik Yesung ditelinga Ryeowook membuat Ryeowok bergidik ngeri. Matanya melembar, saat tangan Yesung mulai memilin nipple-nipple miliknya.

“Hyung.. Hen..ti..kan..” desahnya perlahan.

“Ayolah Chagi, kita sudah lama tidak melakukan ini kan?”

“Tap…pi.. tid..dak.. disin..i Hyung..”

“Jadi kau maunya kita melakukannya setelah turun dari pesawat?” tanya Yesung dengan tampang ‘mesum’nya. Ryeowook mengangguk takut, dia melakukannya terpaksa, karena kalau dia tidak mengiyakan, dia bisa semakin malu.

Sampai akhirnya beberapa jam kemudian, mereka sampai di Kanada, mereka segera menuju Hotel yang sudah dipesan Yesung. “Wow.. Besar sekali.” Kagum Ryeowook melihat kamar yang dipesan Yesung.

“Kau suka chagi?”

“Hyung.. seharusnya tidak perlu sebesar ini, kita kan Cuma 3 hari disini.”

“Tak apa. Aku mau mandi dulu, kau tidak mandi?”

“Anii… nanti saja, kau duluan saja Hyung!”

“Atau kita mandi bersama Chagi..” tawar Yesung dan tatapan ‘mesum’ itu kembali terpancar diwajah Yesung.

“ANIIIII!” Jerit Ryeowook sambil melempar bantal kearah Yesung. Yesung terkekeh lalu berlari masuk kedalam kamar mandi.

.

.

“Indah sekali pemandangannya.” Ryeowook terkagum saat melihat pemandangan Kanada dimalam hari.

“Kenapa mantelmu tidak dipakai?” Yesung memeluk erat tubuh mungil Ryeowook dari belakang.

“Hyung..” Ryeowook tersenyum. “Indah ne.” Yesung mengangguk sambil menyandarkan dagunya dibahu Ryeowook. “Hyung pasti pernah kesini.”

“Anii.”

“Anii?”

“Aku belum pernah kesini, aku memang pernah berencana kesini sendirian, tapi sepertinya tidak asyik kalau Cuma sendiri, akhirnya aku memutuskan kalau aku akan ke Kanada bersama orang yang akan selamanya berada disisiku, yaitu kau Kim Ryeowook.” Yesung memutar tubuh Ryeowook agar menghadap kearahnya.

“Apa kau mau menikah denganku Wookie?” tanya Yesung intens. Ryeowook terperangah, dia menatap tajam mata coklat milik namjachingunya itu.

“Hyung..”

“Apa kau mau berada disisiku selamanya dan hanya kematian yang akan memisahkan kita?”

“Hyung…” Yesung terdiam membiarkan Ryeowook untuk berfikir. Ryeowook menunduk dan tersenyum simpul.

“Aku mau Hyung.. aku mau menikah denganmu, aku mau hidup bersamamu selama-lamanya.”

“Wookie..” Yesung memeluk erat tubuh Ryeowook. “Gomawo..” dia melepaskan pelukan Ryeowook dan mulai mendekatkan wajah mereka. Yesung mulai mengecup dan melumat bibir mungil Ryeowook.

“Argh..” Ryeowook mendorong Yesung kebelakang saat tanpa sengaja Yesung menggigit lidahnya.

“Hyung sakit.” Eluhnya. Tapi sekali lagi Yesung menunjukkan wajah sarkastisnya.

“Kajja chagi.”

“Apa?”

“Apa kau lupa janjimu padaku tadi?”

“It.. itu…” Ryeowook gelabakan, dia bingung harus mengatakan apa. Saat dia hampir berlari, Yesung langsung menangkap dia dan menggendong dia, lalu menaruh tubuh mungil Ryeowook diranjang.

“Hyu…Hyung..”

Yesung menyeringai. “Kau tidak akan mengingkari janjimu kan chagi?” semburat merah memenuhi wajah Ryeowook, karena sekarang Yesung sudah berada tepat diatasnya.

“Hyung jangan!” rontanya. Tapi Yesung malah semakin beringas, dia mengambil selimut yang ada dibawahnya dan menutupi tubuh mereka dengan selimut.

“KIM JOONG WOON KAU MENYEBALKAAAAAN!”

“Gomawo Chagi, karena itulah kau memilikiku.”

“AAARGH!”

Tidak ada yang perlu tau apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Yang terpenting adalah… akhirnya mereka hidup dengan bahagia tanpa halangan lagi, tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua. Itulah janji yang mereka ucapkan didepan Altar…

.

.

.

** DON’T LEAVE ME HYUNG ~ END **

28 comments on “Don’t Leave Me Hyung – chapter 8 `End`

  1. Yak… Authornya ternyata di sini. Hehe akhirnya semua kembalh pada tempatnya(?) xD

    bkin yewon and kyusung yg bnyak ya.. #eh??๐Ÿ˜„
    Gamsahamnida

  2. Ceritanya bagus thor semuanya menjadi satu wkwk aku kira bakalan sad ternyata happy bener bener keren ‘.’)b
    yg lain kenapa kaga diceritain ? *eh
    itu kyu ditinggal siapa ? *penasaran* ah yg penting ma sungmin
    kayanya yg kaga ada konfik cuma hyuk sama hae nih #plak

  3. jujur nae bukan clouds atau elf
    yapi nae baca FF ini
    beuuh baggus banget >.<)d
    seratus buat author
    eh NCnya kurang hot #digamparauthor
    nae kasih 4 jempol dahh

  4. Ternyata Yesung bisa mesum juga yah,,, xixixiiii
    Aku suka FF yang yesungnya berperan sebagai tokoh penyakitan, hapir mati, menderita, dan tersiksa *dikroyokclouds

    Akhirnya happy ending…

    Author Chingu, bolehkan aku minta PW untuk FF “Betrayal in Love”nya???
    boleh boleh boleh ne,,, jeebbballll *sambilberpuppyeyes

    Bisakah dikirim ke e-mail aku ( @harpa.airiry@gmail.com )
    Aku tunggu ya Author Chingu… ^^

    Gomawo gomawo gomawo *bow-bow-bow

  5. akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa siwon tobat jg
    selamat sibum
    ciyeeee ke italy berdua sweet banget
    sememg deh sm mereka berdua
    done semua
    akhir bahagia yesung sembuh haehyuk oke kyumin oke kangteuk oke begitupun dgn sibum dan yewook happy endingggggggggggg

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s