206112_469403313085493_1786751872_n

My True Love…. It’s You – chapter 2 ~Straight~

Paginya di sekolah.

“Pagi…. “ Sapa Arra ceria. Setiap masuk ke kelasnya, dia selalu menyapa semua teman-temannya walaupun dia tidak dari kalangan artis.

“Pagi Ra… seneng deh liat kamu tiap hari ceria terus Ra. “ sapa balik Ayame, seorang presenter Televisi swasta yang terkenal. Arra tersenyum dan beranjak menuju bangkunya. Dia menoleh ke bangku Yesung dan menatap jam dinding di kelasnya. “ Yesung kemana? Nggak biasanya jam segini belum datang? Biasanya datang paling awal. “ gumam Arra dalam hati.

“Pagi Kyuhyun…. “ sapa murid-murid TRAIT saat Kyu masuk ke kelasnya, tapi Kyu cuma diam dan menuju ke bangkunya. Arra hanya melirik sinis ke arah Kyu. Beberapa menit kemudian, datanglah guru mereka, ibu Aiwara selaku guru kebudayaan di sekolah tersebut.

“Pagi anak-anak… “

“Pagi bu… “

“Kali ini ibu akan memberi tugas kelompok kepada kalian. 1 kelompok berisi 2 orang dan ibu sudah menentukan ada 12 kelompok. Tugasnya adalah mencari dan meneliti tentang kebudayaan di Eropa, karena tahun depan kita akan melakukan Study Tour ke Eropa. “ Murid-murid tersenyum bahagia mendengar bahwa tahun depan mereka akan ke Eropa. “ tugas ini ibu kasih waktu  1 minggu untuk mengerjakannya, mengerti!!! “

“Mengerti Bu… “

“Bagus, sekarang ibu bacakan kelompoknya. Kelompok pertama Osaka dan Kunika….. “ Bu Aiwara membacakan nama kelompok itu satu persatu. Arra menggenggam tangannya erat-erat dan berdoa. semoga aku bisa satu kelompok dengan Yesung Tuhan.. “ doa Arra. “ Kelompok ke sebelas Kyuhyun dan Cho Arra “ lanjut bu Aiwara. Arra yang mendengar itu langsung Shock, dia lemas, dia melirik tajam ke arah Kyu, tapi saat itu Kyu tidak menanggapinya sama sekali, Kyu hanya terus memandang keluar kelas. “ Kelompok terakhir…. Yuri dan Yesung… “ Yuri langsung jingkrak-jingkrak mendengar namanya satu kelompok dengan Yesung. Para murid perempuan banyak yang kecewa karena mereka juga menginginkan untuk bisa satu kelompok dengan Yesung ataupun Kyuhyun. “ Aku kena sial… “ ucap Arra lirih seraya menempelkan kepalanya ke mejanya.

Waktu pergantian jam. Yuri dan Osaka menghampiri Arra yang saat itu melamun di bangkunya. “ Selamat ya Ra….. “ ucap Yuri seraya menarik tangan Arra, Spontan Arra kaget dan kepalanya membentur mejanya. Aduuhh.. “ maaf maaf Ra.. nggak sengaja.. “ Yuri merasa bersalah karena sudah membuat Arra terluka. Arra memegangi kepalanya.

“Aduuuhh.. sakit tau…. “

.

Happy Reading

.

.

“Sini aku obatin!! “ Osaka menempelkan tangannya di kening Arra. Saat itu Kyu keluar kelas. “Udah nggak sakit kan? “ tanya Osaka seraya menggesek-gesekan tangannya ke kening Arra. Arra tersenyum.

“Makasih ya Os.. “ Osaka tersenyum. “ kamu enak Yur, satu kelompok sama Yesung, sedangkan aku? Kok bisa-bisanya satu kelompok sama si sombong and angkuh Kyuhyun.. Uuuuuhhhh… Aku sebeeeeeeeeeeeelll… “ sambil memukul-mukul mejanya.

“Sabar Ra.. eh.. Kyu itu pintar banget loh, jangan salah… dia lancar berbahasa Jerman.. kan kebetulan kamu suka negara Jerman, jadi gimana kalau kamu pilih negara itu saja, gimana? “ saran Yuri. Arra menaruh kepalanya dimeja. “ udah dong sayang jangan cemberut gitu!! “ lanjut Yuri dengan mencubit-cubit pipi Arra.

“Ahhhh.. “ berontak Arra. Osaka dan Yuri tertawa. “ Tukeran yuk Yuri? “ rayu Arra. Yuri menggeleng pelan dengan tersenyum, muka Arra langsung lusut lagi.

*-*-*-*

Teeeeeeeeett,,, teeetttt.. teeeeeeeeettt..

Bel tanda jam istirahat berbunyi, murid-murid kelas itu langsung beranjak keluar kelas. Saat itu, Osaka dan Yuri izin pulang karena ada jadwal pemotretan dan casting. Akhirnya Arra istirahat sendiri, tapi saat dia akan beranjak ke kantin. Tiba –tiba dia berfikir soal tempat yang sering Yesung kunjungi untuk menyendiri, yaitu di lantai paling atas/atap gedung sekolah itu. Arra kembali ke kelasnya untuk mengambil peralatan menggambarnya dan bergegas menuju ke atap. Sesampainya disana, dia mencari-cari mungkin saja ada Yesung disana. Tapi nihil, Yesung benar-benar tidak masuk sekolah. Dia duduk dan mulai menyegarkan fikirannya, dia memulai untuk menggambar. Tanpa dia sadari yang dia gambar adalah sosok Yesung, seorang lelaki yang akhir-akhir ini membuat perasaan dia tidak karuan. “ Haahhh.. apa ini?? “ Arra kaget melihat apa yang dia gambar. “ kenapa aku menggambar Yesung? Apa aku benar-benar jatuh cinta kepadanya? “ gumam Arra resah.

Di lain pihak. Yesung di dalam mobilnya bersama dengan manager dia menuju tempat kedua untuk pemotretannya yang juga tidak jauh dari tempat pertama dia pemotretan, mereka lewat jalan Tol. Tapi tiba-tiba… Ciiiiiiiiiiiit… ciiiiiiiiiiiiiiit…

“Ada apa ini? “ tanya Yamada kepada sopirnya. Mobil yang ditumpangi Yesung Oleng.

“kenapa ini Yamada? “ tanya Yesung cemas kepada managernya. Orang-orang yang berada didalam mobil itu ketakutan termasuk juga Yesung, Karena rem mobilnya tiba-tiba blong. Dan…… Brrruuuuaaaaakkkkk…. Mobil yang ditumpangi Yesung menabrak pembatas jalan Tol, mobil tersebut terpental sejauh 25 meter. Orang-orang sekitar yang melihat kecelakaan itu langsung bergegas menolong dan memanggil ambulance.

*-*-*-*

Saat Arra berdiri dari tempat dia duduk dan akan kembali ke kelasnya, tiba-tiba buku gambar yang dia bawa terjatuh, isi dari buku gambar itu berterbangan kemana-mana tapi anehnya, gambar Yesung ada tepat di bawa kakinya. Dia mengambil gambar itu. “ Kenapa ini? Kok perasaanku jadi nggak enak gini? “ ucap Arra sambil melihat gambar Yesung. Dia berjalan melewati koridor ruang guru. Tapi langkahnya terhenti saat dia mendengar sesuatu.

“APA?? Yesung kecelakaan? “ Ucap Sensei Genta selaku wali kelas Arra. Arra yang mendengar itu langsung lemas. Kakinya terasa mati rasa. Airmata mengalir di pipinya, pikirannya melayang kemana-kemana. Tiba-tiba Sensei Genta keluar dari ruang guru dan mendapati Arra terduduk lemas di pintu keluar ruang guru. Sensei Genta langsung menolong Arra. “Arra kamu kenapa? “ tanya Sensei Genta cemas melihat perilaku Arra.

“Apa benar Yesung kecelakaan pak? “ tanya Arra terbata-bata. Sensei Genta sempat diam, tapi akhirnya Sensei Genta menganggukkan kepalanya. Saat itu juga Arra pingsan.

“Arra… Cho Arra… “ Sensei Genta mencoba menyadarkan Arra, tapi Arra sudah lemas, dia sudah tidak bisa apa-apa. Akhirnya Sensei Genta membawa Arra ke klinik sekolahan. Arra dirawat disana, sementara Sensei Genta dan guru-guru yang lainnya menuju ke Aizu Central Hospital di kota Aizu – Wakamatsu 200 km sebelah utara Tokyo, Jepang, tempat dimana Yesung dirawat. Yesung mengalami luka terparah di antara 3 orang yang ada di mobil tersebut. Keadaannya kritis, dia koma dan sekarang ada di ruang ICU. Sementara di klinik sekolah. Arra mulai membuka mata saat tiba-tiba ada seseorang lelaki duduk di sebelah ranjang tidurnya.

“Kamu sudah sadar? “ tanya lelaki itu. Saat Arra benar-benar membuka matanya, dia langsung bangun dari tempat tidurnya.

“Kamu, ngapain disini? “ ternyata lelaki itu adalah Kyuhyun. Arra langsung bergegas meninggalkan klinik itu, tapi tangannya di pegang oleh Kyu. Tanpa melihat Arra, Kyu berkata..

“Ayo, aku antar pulang, aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian? “ ucapnya lirih. Arra langsung memberontak, dia menarik tangannya.

“Sejak kapan kamu peduli padaku? Bukannya kamu benci sekali padaku? “

Kyu langsung menarik tubuh Arra dan memeluknya.

“Aku…. minta maaf Ra…. “ Ucapnya kepada Arra. Sesaat setelah dia melepaskan pelukan Kyu … PLAAAKK… lagi-lagi, tamparan keras melayang di wajah Kyu, Arra langsung pergi meninggalkan Kyu.

*-*-*-*

Di jalan. Arra berhenti di telfon koin untuk menelfon sahabatnya Yuri. Tapi sampai 4 kali, telp Yuri tetap nggak aktif. Dia juga menelfon Osaka.. tapi saat itu Yuri dan Osaka benar-benar sedang sibuk sampai telfon Arra tidak di angkat. Arra duduk di kursi di samping telfon koin itu. Dia putus asa, tidak tau apa lagi yang harus dia lakukan. Lalu berhentilah sebuah mobil Sedan putih tepat didepan Arra, kaca samping mobil itu terbuka.

“Arra …. “ panggil seseorang itu dari dalam mobil.

“Yuri… “ Arra langsung berdiri dari tempat duduknya.

“Ayo masuk, kamu mau ke Rumah Sakit kan? “ ternyata yang ada di dalam mobil itu adalah Yuri, sahabatnya. Arra mengangguk dan masuk ke dalam mobil.

“Kamu kemana aja Yuri? Aku menelfonmu berulang kali tapi nomormu nggak aktif? “ terang Arra

“Maaf Ra.. Handphone ku lowbat, ini tadi aku liat di televisi kalau Yesung kecelakaan, aku langsung mencari dimana dia di rawat, aku kembali ke sekolah untuk menjemputmu tapi kata penjaga sekolah kamu sudah pulang. Tapi untung saja ketemu. “ jelas Yuri.

“Aku kawatir dengan keadaan Yesung Yuri. “ Yuri mengelus-elus pundak Arra. Arra tertunduk.

“Sabar ya Ra. Aku yakin Yesung pasti baik-baik saja. “ mobil Yuri menuju ke rumah sakit tempat Yesung dirawat. Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan dari mereka berdua.

*-*-*-*

Sesampainya di Aizu Central Hospital.

Mereka bergegas mencari ruang dimana Yesung dirawat. Saat itu para guru-guru dan wali kelas Yesung sudah pulang karena Arra dan Yuri sampai dirumah sakit itu pukul 7 malam. Saat itu Yesung masih di tempatkan di ruang ICU, jadi untuk bisa menemuinya sangat sulit, selain karena ruangan itu ruangan untuk para pasien yang parah. Didepan ruangan ICU itu juga di jaga oleh 4 bodyguard Yesung, yang mencegah tidak semua orang bisa masuk kesana termasuk juga para Dokter ataupun Suster. Hanya Dokter dan Suster yang mengurus Yesung saja yang diperbolehkan masuk keruangan itu.

“Aku Yuri Nishiuchi, boleh aku masuk ? “ tanya Yuri kepada salah satu dari bodyguard Yesung.

“Silahkan Nona. “ tapi saat Yuri dan Arra akan masuk, mereka di cegah oleh bodyguard itu. “ maaf Nona, yang boleh masuk Cuma Nona Yuri saja, Nona ini tidak boleh masuk! “ jelas Bodyguard itu.

“Kenapa? Dia juga teman Yesung. “ celetuk Yuri bingung.

“Maaf Nona, tapi ini sudah ketentuan dari keluarga Woon, tidak boleh ada yang masuk kecuali teman-teman dekat Tuan Muda Yesung. Yang juga satu profesi dengan Tuan Muda. “

“Dia ini Arra teman satu kelasnya Yesung. “

“Maaf nona.. saya benar-benar mohon maaf!! “

“Ya sudahlah Yuri, kamu saja yang masuk, aku tunggu kamu di luar. “ Arra sudah pasrah dengan keputusan bodyguard itu,.

“Tapi Ra… “

“Masuk sana Yur, nanti kasih tau aku bagaimana keadaan dia ya? “ Yuri mengangguk dan masuk keruangan Yesung, Arra duduk di luar dekat dengan ruang ICU, ruang dimana Yesung dirawat. Didalam ruangan, Yuri sangat kaget melihat keadaan Yesung. Keadaannya sungguh sangat parah, lehernya di gips karena retak, kepala, kaki dan tangannya penuh dengan perban. Dia memakai Feeding tube atau yang disebut juga Sonde atau Pipa Makanan untuk pasien yang tidak bisa menelan makanan atau terkena penyakit kronis sehingga tidak sanggup untuk makan. Di dadanya terpasang 2 alat bantu pengukur detak jantung atau yang disebut juga Echocardiogram. Yesung pun membutuhkan bantuan pernafasan, dihidungnya terpasang alat pernafasan. Yuri lemas melihat keadaan Yesung.

“Yesung…. “ Ucap Yuri lirih seraya memegang tangan Yesung. Dia tidak bisa berkata banyak, karena dia benar-benar kaget melihat keadaan Yesung yang seperti ini. Tidak lama kemudian, dia keluar dari ruangan Yesung. Dia tidak mau melihat sahabatnya bersedih, akhirnya dia berwajah cerah. Dia menghampiri Arra yang dari tadi menunggu dia di luar. “ Arra… “

“Gimana Yuri keadaan Yesung? “ tanya Arra cemas sedari memegang tangan Yuri, Yuri tersenyum.

“Dia baik-baik saja kok, Cuma masih belum sadarkan diri. “

“Benar dia baik-baik saja? “ Yuri mengangguk.

“Ayo aku antar pulang? “

“Aku ingin melihat Yesung. “

“Aku tau Ra, kita tunggu waktu saja ya, kita fikirkan bagaimana caranya supaya kamu bisa masuk kesana. Sekarang kita pulang ya, sudah malam. “ dengan hati kecewa akhirnya Arra pulang dengan Yuri. Selama perjalanan, Arra terus memikirkan keadaan Yesung. Sesampainya di rumah Arra.

“Kamu nggak mau mampir dulu Yur? “

“Tidak Ra, sudah malam, lain kali saja ya? Salam buat ibu dan adik-adikmu. “

Arra mengangguk dan keluar dari mobil. Yuri menjalankan mobilnya dan Arra masuk ke rumahnya.

“Arra kamu darimana saja? Kenapa tidak memberi kabar? “ tanya ibunya cemas melihat Arra pulang malam.

“Maaf Ibu, Arra tadi ke Rumah Sakit karena teman sekelas Arra ada yang kecelakaan? “

“Kecelakaan? Trus keadaannya sekarang bagaimana? “

“Kata Yuri tadi dia baik-baik saja cuma belum sadar. Hikaru sama Kyoko sudah tidur bu? Mereka sudah makan? “

“Sudah, ini tadi ibu dapat rezeki sedikit, itu ada makanan buat kamu. “ Arra menggeleng.

“Arra nggak lapar bu, Arra mau tidur saja ya bu. “ sambil beranjak ke tempat tidur.

“Ya sudah tidur sana besok sekolah. “

Malam itu Arra benar-benar tidak bisa tidur, yang dia fikirkan hanya Yesung.

*-*-*-*

Paginya di sekolah.

Tidak seperti biasanya, Arra masuk kelas begitu saja tanpa menyapa teman-temannya.

“Arra kamu baik-baik saja? Kamu lagi sakit? “ Tanya Monci karena melihat Arra tidak seperti biasanya. Arra menggeleng. Kedua sahabatnya pun tidak kalah kaget melihat gelagat Arra. Setelah Arra duduk dibangkunya, Yuri dan Osaka menghampirinya.

“Ra.. are you Okay? “ Arra menjawabnya dengan tersenyum tipis.

“Ra… Osaka punya ide biar kamu bisa menemui Yesung, gimana? Kamu mau tidak? Tapi apa kamu yakin mau menemui Yesung? “

“Memangnya kenapa Yuri? Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau Yesung baik-baik saja. “ Yuri merunduk.

“Ra.. aku minta maaf, jujur sebenarnya aku kemarin bohong sama kamu? “

“Apaa Yur? “ Arra menatap tajam Yuri

“Ra.. dengerin aku dulu. Maksud ku bukan seperti yang ada di fikiranmu, aku berbohong karena aku tidak mau kalau kamu tambah sedih,. “

“Lalu bagaimana sebenarnya keadaan Yesung? “

“Keadaannya… “ Yuri terdiam sejenak. “ Ehm… parah Ra, itulah sebabnya aku berbohong padamu, aku hanya tidak ingin membuat kamu sedih Ra, Cuma itu!!“

“Aku nggak peduli bagaimanapun keadaan Yesung, aku ingin sekali melihat dia Yuri… Osaka… aku mohon bantu aku untuk bertemu dengan Yesung. “ Osaka yang melihat keinginan Arra sebenarnya merasakan sakit hati yang sangat hebat, tapi bagaimanapun juga, dia tidak mau kalau persahabatan mereka terputus hanya karena masalah sepele.

“Ya sudah, sepulang sekolah ikut kita ya! “ ajak Osaka. “ Sekarang senyum dulu dong? Kita kan pengen lihat kamu senyum lagi Ra. “ Arra akhirnya tersenyum walaupun dihatinya masih gelisah. Selama jam pelajaran berlangsung, Arra tidak henti-hentinya terus memikirkan Yesung, padahal saat itu sedang ada pelajaran bahasa Mandarin yang gurunya terkenal Killer di sekolah itu yang bernama Ibu Saeko. Tapi dia terus melamun seraya mencoret-coret bukunya. Kyuhyun yang melihat itu mencoba untuk menggodanya dengan melempari dia sobekan kertas kecil yang ada di mejanya. 1…2…3…4… kali Kyu menggodanya tetap tidak direspon Arra, sampai akhirnya Kyu gemas dan melempar kertas yang besar kepada Arra. Spontan Arra langsung kaget dan berdiri seraya berkata…

“Saya bu…. “ Kyuhyun yang melihat itu langsung menutupi mukanya dengan buku. Murid-murid yang laen melihat Arra dengan tampang bingung, Arra pun yang tersadar apa yang sudah dia lakukan akhirnya senyum-senyum kepada teman-teman dan gurunya.

“CHO ARRA .. MAJU… !! “ Bentak bu Saeko. Arra pun berjalan kedepan. Kyu hanya bisa melihat Arra. “ jadi kamu daritadi tidak mendengarkan apa yang ibu jelaskan ya? “

“Maaf bu… “

“Sekarang kamu berdiri di depan koridor sampai jam pelajaran saya berakhir!! “ Tanpa basa basi, Arra keluar dari ruang kelasnya dan berdiri di koridor. Pelajaran itu berlangsung selama 3 jam, jadi Arra berdiri di koridor itu selama 3 jam.

“Gimana keadaan Yesung sekarang ya? “ ucap Arra lirih seraya menatap ke arah luar jendela.

*-*-*-*

Teeeeeeeeett,,, teeetttt.. teeeeeeeeettt..

Jam pelajaran itu pun berakhir berganti dengan jam istirahat. Osaka dan Yuri menghampiri Arra yang ada di koridor depan ruang kelasnya.

“Arra capek tidak berdiri disini? “ tanya Yuri seraya tersenyum-senyum mengejek Arra.

“Tidak Yuri, enak banget malahan!! “ jawab Arra sedari memijat-mijat kakinya. Osaka dan Yuri tersenyum.

“Cho Arra…. “ Panggil seseorang secara tiba-tiba yang membuat mereka bertiga kaget!

“Kyu…? Ada apa? Ada masalah? “ cetus Arra dengan wajah cemberut. Kyuhyun langsung menarik tangan Arra dan mengajaknya pergi dari situ. Osaka dan Yuri terngangah melihat kejadian itu. “ Hey… lepasin… kamu apa-apa’an sih? “ seraya memberontak kepada Kyu. Para siswa-siswi sekolah itu hanya diam melihat Kyu dan Arra. Arra dibawa ke pojok lantai 2 sekolah itu, dimana di pojok lantai itu hanya ruang Laboratorium dan hanya dipergunakan pada waktu-waktu tertentu. Kyuhyun melepas tangan Arra. “ Kamu ini apa-apa’an sih? “ Arra semakin marah kepada Kyu.

“Aku Cuma mau bicara, tugas kita harus segera di selesaikan? “ ucapnya dengan wajah polos.

“HAH??? Itu yang mau kamu bicarakan?? Kamu menyeret aku kesini Cuma karena itu? “ HAHAHAHAHAHAH Arra tertawa terbahak-bahak. Wajah Kyu memerah melihat Arra menertawai dia.

“Jangan tertawa, tidak ada yang lucu!! “ Arra semakin memperbesar suara tertawanya, sampai-sampai dia jatuh dan memegangi perutnya. “ Ya sudah lah kalau kamu tidak mau mengerjakannya, aku sendiri yang akan mengerjakannya!! “ Celetuk Kyu dengan muka cuek. Saat Kyu akan meninggalkan Arra, Arra menarik tangannya, dan berhenti untuk tertawa.

“Maaf.. maaf.. aku tidak tahan melihat wajahmu waktu kamu bilang tugas kita harus segera di selesaikan… “ Arra mencoba menahan tawanya.

“Memangnya kenapa? Ada yang salah? “ tanya Kyuhyun bingung. Arra senyum-senyum.

“Seingatku baru kemarin Ibu Aiwara memberi tugas ini, dan dikasih waktu 1 minggu kan? Masih ada 6 hari buat mengerjakan tugas ini Kyu.. kenapa harus buru-buru…. “

“Aku tidak mau saja kalau jadwalku jadi keteteran Cuma gara-gara kamu. “ Arra menggembungkan pipinya

“Maksudmu apa? Kok aku yang disalahin? “

“ Jelas dong! Kerjaanku bukan Cuma ini saja, aku masih ada job-job lain, kamu kira aku orang biasa seperti kamu! “ Arra yang mendengar itu langsung naik darah.

“Hey… jangan sok kamu! Mentang-mentang kamu artis, kamu bisa seenaknya ngomong gitu ke aku, aku kira sifatmu sudah berubah tidak seperti biasanya, tapi ternyata sama saja, tidak lebih dari seorang pecundang!! “ Kyuhyun tiba-tiba mengangkat tangannya dan akan menampar Arra. Tapi dia sadar akan apa yang dia lakukan. Dia mengurungkan niatnya untuk menampar Arra. “ Kenapa? Ayo tampar, beraninya Cuma sama perempuan. Ayo tampar kalau berani!!! “

“Kamu……… “ Kyuhyun langsung meninggalkan Arra begitu saja.

“Dasar gila!!! “ Gerutu Arra dalam hati. Dia berjalan kembali kekelasnya.

“Ra…. “ Panggil Yuri dan Osaka seraya berlari menghampiri Arra. “ Kamu darimana saja? Kita kawatir sama kamu, karena tiba-tiba Kyuhyun mengajak kamu gitu saja! “ terang Yuri.

“Aku tidak apa-apa kok, aku baik-baik saja. “

“Yakin? “ tanya Osaka meyakinkan. Arra mengangguk. Mereka berjalan menuju kekelasnya. Sesampainya di kelas, Arra melihat Kyuhyun duduk dibangkunya seraya melihat ke luar jendela. Arra berjalan disampingnya, tapi Kyu sama sekali tidak menoleh kepadanya.

“Kenapa anak ini? Yang harus marah kan aku, kok jadi dia yang marah? Dasar aneh!! “ Gerutu Arra dalam hati sembari duduk di kursinya. Jam pelajaran itu pun berlalu dengan tertib.

^T.B.C^

3 comments on “My True Love…. It’s You – chapter 2 ~Straight~

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s