AvcwWScCQAERTOj

X-Change Identity – Chapter 1 ~Straight~

 

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jong Woon, Lee Sungmin, Park Ririn, Kim Rae Mun, Han Sungbi And Other Cast

Pairing : KyuRin, SungRae, MinBi

Disclaimer : They are belongs to God, themselves and also their Parents, but This Story is mine

Rate : T

Summary : Bagaimana bila kau harus bertukar tempat dengan sahabatmu? Ya.. sahabatmu, bukan saudara kembarmu, bahkan kalian tidak ada hubungan darah sama sekali.

Cr : Thanks to El-Chan/El-Min/ @_Verzeihen for the Title. This story for @hachidarksky and @imLSungbi saeng ^_^9

.

.

Dia adalah sahabatku.. tidak bukan hanya sahabat, aku sudah menganggapnya sebagai saudaraku sendiri. Banyak yang mengira aku dan dia itu kembar, padahal aku sama sekali tidak ada hubungan darah dengannya.

.

.

Happy Reading

.

.

“Kau sedang apa Re?” Sapa teman satu kost’anku Park Ririn saat aku sedang sibuk berkutik dengan laptop yang ada didepanku.

“Hahaha.. aku jadi penasaran dengan namja ini, lucu sekali, konyol.”

“Hah? Re.. gwaenchana?” tanyanya sambil menepuk bahuku saat aku tidak menjawab pertanyaan dia.

“Eh? Ririn? Sejak kapan kau pulang?”

“YA!! Berarti daritadi aku menyapamu kau tidak mendengarkan, eh?” pekik Ririn kesal, aku hanya cekikikan mendapati teman satu kost’anku itu kesal.

Ohya.. kenalkan namaku Kim Rae Mun, tapi semuanya memanggilku dengan sebutan Rere, dan dia adalah Park Ririn, teman satu kost’anku semenjak aku duduk dibangku kuliah. Aku dan dia kuliah di Inha University, jurusan kitapun sama, kita masuk dijurusan Seni Musik.

“Bagaimana kerja part time mu malam ini? Ada kejadian apa?”

“Huft…” Ririn menghempaskan tubuhnya keranjang lalu menutup kedua matanya.

“Aku sedang kesal.”

“Hm.. Kesal?” aku berjalan mendekatinya lalu duduk diranjang yang sama dengannya. “Waeyo?”

“Aku muak dengan kakak pemilik cafe itu.” Ucapnya lalu bangkit dari ranjang.

“Muak bagaimana?” dia menatap tajam kearahku lalu melemparkan bantal yang ada disampingnya kewajahku.

Bug…

“YA!! Ririn-ah.. kenapa kau malah melemparku, huh!!” dia tidak menjawab, hanya memicingkan matanya lalu merebahkan tubuhnya membelakangi aku. “Cih.. dasar yeoja pabbo!!”

.

.

X-change Identity

.

.

“Pliss.. Ririn-chagi.. mau ya kau menyamar menjadi aku? Plis.. plis.. plis…” pintaku saat aku dan Ririn sedang ada dikelas, untung saja saat itu Dosen belum masuk, jadi aku masih bisa mengobrol dengan teman-teman yang lainnya.

“Anii..” jawabnya ketus seraya terus fokus pada buku yang ia baca.

“Ayolah Rin, kau tau kan aku paling takut bertemu secara langsung dengan seorang namja.”

“Lalu kenapa kau mau saja diajak ketemuan dengannya, huh?”

“Ya.. itu kan.. aku…” aku gelagapan menjawab pertanyaan darinya. Jujur, aku memang yeoja yang usil dan tidak bisa diam, tapi kalau masalah namja atau percintaan, jangan tanyakan aku. Sampai usiaku hampir 19 tahun ini, aku belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta. Hehehe.. memang rasanya aneh, tapi itulah aku.

Berbeda dengan teman atau bisa dibilang sahabat karibku ini, Ririn sudah sering merasakan jatuh cinta, tapi sayangnya, dia tidak pernah beruntung kalau masalah percintaan. Hubungan percintaannya selalu kandas ditengah jalan.

Aku merasa kasihan sekali dengannya, mungkin karena itu aku jadi tidak berani merasakan jatuh cinta, aku takut akan tersakiti seperti dirinya. Huhuhu. Menyebalkan sekali diriku ini.

“Ririn.. plis..” aku masih tetap merajuk kepadanya agar dia mau menggantikanku untuk bertemu dengan namja yang berkenalan denganku lewat dunia maya itu. Aku terus menarik-narik lengannya agar dia menatap kearahku. “Ririn-ssi, kau kan sudah aku anggap saudara sendiri, apa kau tidak kasihan kepadaku?”

Buggg…

Ririn menutup buku tebalnya dengan keras lalu menatap kearahku. “Baiklah Kim Rae Mun!! Aku akan menggantikanmu bertemu dengan namja itu.” Ucapnya dengan penuh penekanan.

“Yeii…. Park Ririn, kau memang saudaraku yang paling baik.” Pekikku sambil memeluknya erat, sangat erat.

“Tapi sebagai gantinya, kau harus menggantikanku bekerja di Coffe Shop itu, deal?” aku mengangguk antuasias sambil tersenyum semanisnya.

.

.

X-change Identity

.

.

~Ririn PROV~

Aku berjalan menuju sungai han untuk bertemu dengan namja yang di maksud Rere, yah aku sedikit kesal, tidak… sangat kesal, bagaimana tidak? Selain karena Rere tidak memperbolehkan aku memakai mobilku, aku dipaksa bertemu dengan temannya dari dunia maya. Aish.. sungguh, aku benar-benar kesal dibuatnya.

aku menendang-nendang kerikil yang ada dikakiku, dan…

Buggg…

Aku terjatuh dengan tidak etisnya saat ada seseorang yang menabrakku dari belakang.

“Aaaahhh…” aku berteriak karena sekarang wajahku membentur aspal dan karena hal itu, kening dan hidungku mengeluarkan darah. “Oemma… hiks..” aku mulai meringis kesakitan sambil mulai mendudukkan diriku dan memegangi hidungku.

“Eh.. mianhae, aku tidak sengaja, apa kau baik-baik saja?” ujar seseorang dan aku yakin itu suara namja, aku mengangkat kepalaku untuk menatap wajahnya.

“Kau lihat aku, apa aku terlihat baik-baik saja?” tanyaku sinis, sungguh aku merasa kening dan hidungku sangat sakit.

“Mianhae aku benar-benar tidak sengaja, aku akan membawamu kerumah sakit.” Ucapnya lalu tiba-tiba menggendongku ala bridal style.

“Hey.. turunkah aku, apa yang kau lakukan??” berontakku sambil memukul-mukul dadanya.

“Aku akan membawamu kerumah sakit, aku tidak mau kau akan melaporkanku ke polisi karena aku tidak mau bertanggung jawab.”

“Tapi tidak begini juga caranya, sekarang lepaskan aku!!”

“Tidak!!”

“Lepaskan aku Namja Pabboya!!”

Bugg…

“Omoo..” dia benar-benar melepaskanku, aku terjatuh dan sekarang badanku terasa remuk.

“Aku sudah melepaskanmu. Jadi jangan memberontak lagi.” Aku meringis kesakitan sambil memegangi perutku yang tiba-tiba terasa sangat sakit.

“Argh…” rintihku, darah masih menetes dari hidungku saat aku menunduk.

“Hey.. gwaenchana?” dia menjongkokkan badannya lalu menarik daguku agar menatap kearahnya. Aku hanya bisa menggigiti bibir bawahku sambil terus merintih kesakitan.

“Ish… sekarang diam dan jangan memberontak.” Dia kembali menggendongku dan aku tidak memberontak lagi. Dia membawaku ke klinik tidak jauh dari tempat itu.

.

.

“Bagaimana Dokter keadaan dia?”

“Tidak apa, lukanya tidak terlalu parah.”

“Tapi kenapa hidungnya terus mengeluarkan darah?”

“Itu karena tadi saat terjatuh, hidungnya membentur aspal, jadi itu yang membuat dia mimisan.”

“Oh, apa dia sudah bisa pulang?” Dokter itu mengangguk.

“Ne, boleh. Istirahat ya.”

“Ne. Dok, Ghamsahamnida.” Aku turun dari ranjang lalu membungkukkan badanku dan keluar dari ruangan itu dengan cepat.

“Hey.. Yeoja..” dia memanggilku, tapi aku benar-benar sudah kesal kepadanya. “Hey..” dia menarik tanganku sampai akhirnya aku berbalik menghadap kearahnya.

“Bisakah kau membiarkanku pergi darimu, huh? Ntah apa yang aku mimpikan tadi malam, hari ini aku benar-benar sial bertemu denganmu.”

“Ireumi Mwoyeyo?” tanyanya sambil memiringkan sedikit kepalanya, sungguh aku melihat dia terlihat sangat manis, tapi aku langsung menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Untuk apa kau menanyakan siapa namaku, huh?”

“Aku ingin mengenalmu dan meminta maaf kepadamu yeoja, naneun Cho Kyuhyun Imnida.” Ucapnya seraya menyodorkan tangannya kearahku, mataku langsung membelalak sempurna saat tau siapa namanya.

“Kau tidak mau membalas tanganku?” aku langsung menundukkan kepalaku.

‘Sial, jadi ini namja yang dimaksud Rere?’

‘Namanya Cho Kyuhyun, dia bilang, akan memakai baju putih dengan garis-garis berwarna biru dan celana jins warna hitam.’ Aku mengenang ucapan Rere dan kembali menatapnya dari bawah sampai atas.

“Wae? Ada yang salah dengan penampilanku?”

“A-anii.”

“Mianhae, tadi aku ada janji dengan seseorang disungai han, dan aku takut akan telat, jadi aku berlari dan tidak sengaja menabrakmu.”

“K-kau ada janji dengan seseorang?” dia mengangguk.

“Ya, dan sekarang aku benar-benar mengingkarinya.” Ucapnya sambil menunduk.

“Na-naeun Ri… Ehm… Naneun Rere Imnida.” Dia menatapku lekat.

“K-kau?? Rere-ssi? Apa kau yang…”

“Ya.. aku siTurtle itu.” Aku sungguh malu saat mengatakan kalau aku siTurtle itu. Ini semua gara-gara Rere, dia melakukan chat bersama dengan namja ini dengan menggunakan pen nameTurtle.

“Dan aku si Kitten itu Re.” Cih.. terserah kau lah, mau kucing, buaya, harimau, aku tidak peduli. “Ehm.. karena ternyata kau adalah siTurtle itu, sebagai permintaan maafku, aku ingin mengajakmu makan, boleh kan?”

Aduh… aku harus bagaimana sekarang, aku benar-benar merasa bad mood karena dia, dan sekarang dia mau mengajakku makan? Tuhan.. apa yang harus aku lakukan sekarang?

“Re… apa kau mau?”

“Ehm.. Oppa.. mianhae, bukannya aku menolak ajakanmu, tapi badanku sakit semua, dan sekarang yang aku butuhkan hanya istirahat.”

“Oh.. begitu?” katanya sambil menundukkan kepalanya, aku tau dia pasti kecewa dengan jawabanku, tapi….

“Ehm.. baiklah, kita makan sebentar setelah itu kita pulang.” Entah siapa yang mendorongku untuk mengatakan ini, akhirnya aku menyanggupi ajakannya. KIM RAE MUN!!! Tunggu pembalasanku.

Aku dan Kyuhyun menuju mobilnya yang terparkir dipinggir jalan, Ya.. dia mengendarai Hyundai NF Sonata warna hitam, dia membukakan pintu mobil untukku dan saat aku masuk kedalamnya, aku melongo dibuatnya. Mobilnya penuh dengan CD game, ada Starcraft, Thousand Years, Diablo dan Suddent Attack.

Hahaha.. aku tertawa dalam hatiku, ternyata aku masih ingat dengan game-game itu. Dulu sebelum aku masuk ke Inha University aku juga seorang maniak game, sampai akhirnya Eomma dan Appa marah karena aku jadi tidak berkonsentrasi dengan pelajaranku. Sejak saat itu aku mulai melupakan game-game itu.

“Hm.. mian Re, mobilnya berantakan, soalnya sebelum kesini aku mampir dulu ke Game Center.”

“Kau… suka main game?” tanyaku takut-takut. Dia menoleh kearahku lalu tersenyum manis.

“Ne. Teman-teman memanggilku gaemGyu.” Jawabnya sambil mulai melajukan mobilnya.

“Lalu kenapa kau bisa mengenal Rere… ups!!” aku langsung menutup mulutku. Aigo.. aku keceplosan. Gawat.

“Kau itu bicara apa Re?” tanyanya seraya cengingisan, sepertinya dia tidak mengerti apa yang aku katakan barusan.

“Ehm.. itu… aahh.. sudahlah.. tidak penting juga.” Ucapku sambil menatap kearah luar. Jangan sampai dia mengetahui kalau sebenarnya aku bukan Rere, melainkan Ririn.

~Ririn PROV END~

.

.

X-change Identity

.

.

~Rere PROV~

Karena Ririn sudah berbaik hati menggantikanku untuk bertemu dengan kitten a.ka Cho Kyuhyun, sekarang aku harus membantunya untuk bekerja di Coffe Shop ini. Handel And Gretel, Coffe Shop yang ramai akan costumer yeoja. Entah apa yang mereka suka dari Coffe Shop ini, menurutku makanan disini cukup mahal.

Ohya, dan kenapa aku bisa menggantikan Ririn bekerja disini untuk sementara waktu? Jawabannya cukup aneh, banyak yang bilang aku dan Ririn itu saudara kembar, karena wajah kita mirip, nama panggilan kita mirip, rambut sama-sama panjang bergelombang, Cuma bedanya warna rambut Ririn hitam legam, sedangkan aku agak kecoklatan, tapi itu sama sekali tidak membuat orang curiga kalau aku bukanlah Ririn.

Padahal aku dan Ririn tidak ada hubungan darah sama sekali, tapi orang-orang selalu menganggap kita saudara kembar. Yah.. hampir 3 tahun selalu bersama memang membuat orang terasa sangat dekat, dan aku sangat menyanyangi Ririn layaknya saudaraku sendiri, mungkin itu yang menjadikanku dan Ririn sedikit mirip.

“YA!! Ririn-ah!! Kenapa melamun terus daritadi, eh?” sial.. lagi-lagi aku kena marah, ini sudah ketiga kalinya mulai tadi pagi aku selalu dimarah-marahi oleh namja pemilik coffe shop ini. Apa namja ini yang dibicarakan Ririn tadi malam?

“Mian Oppa.”

“Kau bisa bekerja tidak sih?” bentaknya. Sungguh aku ingin sekali menghajar namja ini, yah, dia memang tampan, tapi sifat dan sikap dinginnya terhadap yeoja itulah yang membuatku kesal padanya. Dia baru pulang dari Kanada, biasanya hanya dongsaeng dan Oemmanya yang menjaga coffe shop ini, tapi semenjak 3 hari yang lalu, namja ini sudah mulai datang kesini. Dan kebetulan Oemma dia sedang pulang ke kampung halamannya di Cheonan.

“Mian Oppa, aku akan bekerja dengan baik.”

Hari itu aku benar-benar dibuat lelah olehnya, disuruh kesana kemari, mengerjakan semua yang biasanya tidak aku kerjakan. Cih.. benar-benar memuakkan. Aku tidak habis fikir kenapa Ririn bisa betah bekerja disini.

“Ireumi Mwoyeyo?” tanyanya saat aku sedang mencuci piring. Aku hanya diam seolah-olah tidak mendengar apa yang ia tanyakan. “YA!! Kau tidak mendengar pertanyaanku?”

“Park Ririn.”

“Park Ririn?” Aku mengangguk.

“Darimana asalmu?”

“Cheonan. Ups..” aku membelalakkan mataku saat aku salah mengatakan tempat asal Ririn. Cheonan itu kan tempat lahirku, Sedangkan Ririn itu asli Mokpo.

“Kau juga dari Cheonan?”

“I..itu… aku…” Mati kau Re, lalu apa yang harus aku katakan sekarang.

“Aku tidak menyangka tempat kelahiran kita sama.”

“Eh?” tatapan itu? Sejak kapan tatapan itu ada? Sepertinya daritadi pagi aku melihat tatapan sadis yang diarahkan padaku, tapi kenapa sekarang berubah senduh seperti itu?

Dia menarik kursi yang ada disamping meja dekat tempat aku mencuci piring lalu menghela nafas cukup panjang. Ia memijat pelipisnya seraya menutup kedua matanya, aku tidak tau apa yang sedang terjadi padanya, tapi hatiku berkata kalau dia sedang ada masalah.

“Oppa? Ehm.. Gwaenchana?” tanyaku agak takut. Seketika dia menoleh kearahku dengan tatapan dingin, dan aku langsung kembali mengerjakan pekerjaanku tadi.

Aduuh.. kau benar-benar pabboya Rere, untuk apa kau bertanya apa dia baik-baik saja, tentu saja dia tidak akan menjawab pertanyaanmu. Kau itu bukan siapa-siapa dia. Aku mempoutkan bibirku kesal mendengar jawaban dari hatiku.

Saat itu Coffe Shop sudah sepi pengunjung, Dongsaeng dia sedang mengobrol dengan karyawan lainnya didepan. “Selesai!!!” ujarku sambil mengibas-ibaskan tanganku yang basah, setelah itu aku mengeringkannya dengan washlap yang ada disampingku.

Tapi ternyata…

Sreeeeetttt..

Deg….

Jantungku tiba-tiba berdegup cukup kencang, rasanya sesak sangat sesak, tapi aku juga merasakan kehangatan yang tiba-tiba aku rasakan, apa yang sedang terjadi?

“Op-Oppa…” kataku terbata-bata. Dia memelukku, Ya.. Dia.. Kim Jong Woon atau yang akrab disapa Yesung, pemilik Coffe Shop ini memelukku. Kenapa? Kenapa jadi seperti ini?

“Oppa lepaskan aku!!” Rontaku, tapi semakin aku meronta, semakin dia mengeratkan pelukannya padakku. “Oppa… Se-sak… Le-paskan… Opp-paa…”. aku mencoba mengatur nafasku disela-sela pelukannya. “Huwaaaaaa”

Bruagg…

Dia tumbang… tidak.. dia pingsan, dan sekarang aku berada tepat diatas tubuhnya. “Hyaaa…” aku bangkit dan menjauh dari tubuhnya yang sudah tidak berdaya. “A-apa yang terjadi.” Aku masih belum berani mendekatinya.

“Hey.. Oppa, Irreona!!” ucapku sambil menyenggol-nyenggol kakinya dengan kakiku, tapi tidak ada respon sama sekali dari dirinya. “Oppa, kau jangan bercanda!!”

Aku mulai khawatir  padanya, dia tidak bereaksi sama sekali. Aku mencoba mendekatinya dan melihat wajahnya memucat. “Aigo..” demam.. Ya.. tubuhnya sangat demam, sepertinya dia sedang sakit. “Oppa, sadarlah!!” aku menggoyang-goyangkan tubuhnya bermaksud untuk menyadarkan dia, tapi sepertinya usahaku sia-sia.

“Tolooooong…” jeritku, dan seketika para karyawan yang ada didepan berlari menghampiriku dan Yesung.

“Ririn-ssi, waeyo?”

“Astaga Hyung…” Jongjin, dongsaeng Yesung yang melihat itu langsung berlari dan mencoba menyadarkan Yesung. “Ririn-ssi, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Hyungku tidak sadarkan diri?”

“Anio Oppa, tiba-tiba dia pingsan begitu saja.” Kataku sambil masih menggenggam tangannya yang terasa sangat dingin. Tapi saat aku sadar apa yang sedang aku lakukan, aku langsung melepas genggaman tanganku dan mulai menjauh darinya.

“Jongjin-ah, apa kita perlu membawanya kerumah sakit?”

“Anii, sepertinya Hyung Cuma demam, aku akan membawanya pulang ke apartement dan memanggilkan Dokter. Hyo Su, kau bisa menutup Coffe Shop ini bukan?”

“Ne, Jongjin-ah.”

“Bagus, kuncinya ada di atas meja kasir, dan kau Ririn-ssi.”

“Eh? Aku?”

“Malam ini aku menugaskanmu untuk merawat Hyungku di apartement!!”

“Wae? Ehm… Op-pa… kau bercanda kan??”

“Aku tidak bercanda Ririn-ssi, apa wajahku terlihat sedang bercanda?”

“Ta-tapi…”

“Aku tidak mau ada penolakan, kau tau kan Oemma dan Appa sedang berada di Cheonan, tidak mungkin aku bisa merawat Hyungku sendiri tanpa seorang yeoja. Jadi aku minta kepadamu, malam ini saja, ikutlah bersamaku untuk merawat Hyungku.”

Memang benar yang dikatakan JongJin, tidak mungkin dia bisa merawat kakaknya sendirian saat ini. “Baiklah, aku akan ikut.” Dan setelah itu, namja yang berada disitu membantu JongJin untuk membopong tubuh Yesung masuk kedalam mobil yang terparkir didepan coffe shop.

Aku duduk disebelah JongJin yang sedang menyetir dengan sangat hati-hati, sedangkan di jok belakang Yesung masih belum sadarkan diri. Aku menyempatkan diriku untuk mengirim pesan singkat untuk Ririn.

To : Ririn

From : Rere

Rin.. mianhae, malam ini aku tidak bisa pulang, Dongsaeng dari Atasanmu menyuruhku untuk ikut dia ke apartement, Atasanmu pingsan dengan sangat tidak etis -_- aku akan menceritakannya sesampainya di kost’an. Mungkin aku akan pulang besok.

Send. Aku menggenggam erat handphoneku dan tidak berani menatap JongJin sedikitpun.

Drrt… drrtt…

To : Rere

From : Ririn

YA!!! Kau mau melarikan diri, huh? Setelah puas membuatku kesal dengan menyamar sebagai dirimu untuk bertemu si Kitten mu itu, kau sekarang tidak mau pulang? Kau tau betapa tersiksanya aku. Aku tidak percaya kalau namja pabbo itu pingsan, kau hanya dikibuli olehnya saja. Dia tidak mungkin selemah itu!! >_<

Aku tersenyum tipis saat membaca pesan dari Ririn. Kenapa dia marah-marah? Apa Kitten ku mengecewakan dia? Ah tidak mungkin, Kitten ku pasti sangat tampan.

To : Ririn

From : Rere

Waeyo? Apa yang terjadi? Kitten ku kenapa? Dia pasti namja yang sangat tampan, eh? Beruntunglah aku menyuruhmu untuk menggantikanku bertemu dengannya hehehe~. Sudah ah.. aku hampir sampai di apartement, besok saja kita cerita lagi ne!!

Send. Setelah itu aku memasukkan handphoneku kedalam saku jaketku.

.

.

X-change Identity

.

.

Aku membantu JongJin untuk membopoh tubuh Yesung masuk kedalam apartement mereka, sesampainya disitu, JongJin merebahkan tubuh mungil kakaknya ke ranjang lalu berjalan keluar dari kamar.

“Aku akan menyuruh Dokter untuk kesini, dan selama itu, tolong jaga Hyungku, arra!!”

“Ne. Oppa.”

Setelah itu, pintu kamar itupun tertutup hanya tersisa Aku dan Yesung. Aku mulai duduk disisi ranjang seraya memperhatikan wajah namja yang masih belum sadarkan diri itu.

‘Kalau aku lihat sepertinya kau tidak jahat Oppa, kau baik.. sangat baik. Tapi apa yang membuat sikapmu menjadi sangat dingin dan terlihat jahat?’

“So-Yoong…” Aku mengernyitkan dahiku saat mendengar Yesung mulai mengucapkan kalimat yang terdengar sangat pelan.

“Oppa.. kau sudah sadar?”

“So-Yoong..” ucapnya lagi dan sekarang kelimatnya cukup jelas ditelingaku.

“Soyoong? Nugu Soyoong?” tak lama kemudian, Dokter datang dan memeriksa keadaan Yesung. Aku dan JongJin berdiri tepat dibelakang Dokter.

‘Aku penasaran dengan orang yang bernama Soyoong? Apa itu mantan Yesung Oppa? Atau bahkan kekasihnya? Astaga.. apa yang kau fikirkan Re, sadarlah!! Kau tidak perlu ikut campur masalah dia, kau saja baru mengenalnya.’

Yesung memang baru datang dari Kanada, selama 4 tahun dia tinggal di Kanada sendirian, saat Ririn melamar untuk bekerja disitupun yang menerimanya bukan Yesung, melainkan Oemma Yesung, jadi Ririn pun baru mengenal sosok seorang Yesung.

Dan selama itu yang dilihat Ririn dari sosok Yesung adalah namja yang dingin, jahat, angkuh dan juga sangat sombong. Tapi kenapa aku tidak melihat semua itu pada diri Yesung? Aish.. apa yang kau fikirkan Re, Kau tidak ingat apa yang dia lakukan kepadamu di H&G tadi? Aku mengacak-acak rambutku frustasi.

Akhirnya malam itu, aku menginap di apartement mereka bersama JongJin dan Yesung, tapi aku tidak sekamar loh dengan mereka, Jongjin menyuruhku untuk tidur dikamarnya, sedangkan JongJin tidur dikamar Yesung.

.

.

Paginya, karena kebetulan aku juga masih berada di apartement mereka, aku berinisiatif untuk memasakkan sarapan pagi untuk mereka. Yah, beruntunglah aku masih bisa memasak walaupun hanya masakan yang ringan-ringan. Sedangkan JongJin tadi bilang mau berolahraga diluar apartement.

“Nuguseyo!!!” aku terjingkat saat tiba-tiba ada suara yang membuatku kaget. Akupun menoleh kearah suara itu.

“Oppa.. Pagi..” sapaku sambil tersenyum.

“Kau… sejak kapan kau berada disini? Dan apa yang sedang kau lakukan?” tanyanya seraya berjalan menghampiriku.

“Oh, tadi malam JongJin Oppa menyuruhku untuk menginap disini, karena dia takut kalau dia tidak bisa merawat Oppa yang tadi malam tidak sadarkan diri.” Jelasku lalu kembali mengaduk-aduk bubur buatanku.

“Ti-tidak sadarkan diri?” aku mengangguk. ‘Ya, aku ingat, tadi malam aku sempat memeluk dia di H&G dan setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi. Pabboya kau Kim Jong Woon, untuk apa juga kau memeluknya tadi malam.’ Wajah Yesung tiba-tiba memerah, aku menatap wajah itu dengan sedikit memiringkan wajahku.

“Waeyo Oppa? Gwaenchana?”

“A-apa.. Ne. Gwaenchanayo!!”

“Aaawwwhh…” aku melemparkan sendok yang aku bawa saat telunjukku menyentuh panci yang sangat panas. “Ommo.. sakit…” rintihku.

“Hey.. kau kenapa?” Aku tidak menjawab, hanya terus memegangi telunjukku yang sudah memerah. “Telunjukmu kenapa?” tanyanya lagi dan sekarang ia meraih telunjukku. “Sampai memerah begini, kau bodoh atau bagaimana, kenapa bisa seteledor ini, huh!!”

Aku mempoutkan bibirku. Bukannya membantu malah memarahiku, huh.. menjengkelkan. “Aw.. sakit Oppa!!” pekikku saat ia menyentuh telunjukku dengan jemarinya.

“Sudah diamlah, kau mau sembuh atau tidak!!” aku terdiam. “Jangan bergerak.” Tiba-tiba dia memasukkan telunjukku kedalam bibirnya.

“Aah..” aku mencoba menarik telunjukku, tapi percuma, ia memberikan tatapan sadisnya kearahku, dan akhirnya aku terdiam sambil terus menatapnya yang mencoba menyembuhkan telunjukku.

“Oppaa..” suara dari seseorang membuat ia melepaskan telunjukku dan mendorong tubuhku jauh darinya.

“Argh..” racauku saat tubuhku membentur dinding.

“Oppa..”

“Sungbi?” Yeoja yang bernama Sungbi itu langsung berlari dan memeluk Yesung. Aku kembali terdiam tidak mengerti apa yang sedang terjadi. “Kenapa kau berada disini?”

“JongJin Oppa yang mengabariku katanya Oppa sakit.”

“Lalu kau kesini bersama siapa?”

“Sendiri.” Siapa Yeoja ini? Apa dia yang bernama SoYoong? Anii.. aku tadi mendengar kalau Yesung memanggilnya dengan sebutan Sungbi.

“Sendiri?” Yeoja itu mengangguk.

“Eh, siapa Yeoja ini Oppa? Sejak kapan di Apartement ini ada Yeoja lain selain Ahjumma?”

“Dia pegawai H&G, JongJin yang mengajaknya menginap tadi malam karena dia takut tidak bisa merawatku.”

“Oh.. JongJin Oppa yang minta. Annyeong, Han Sungbi Imnida!!” dia menyodorkan tangannya kepadaku dan sesaat setelah aku tersadar dari lamunanku, aku membalas tangannya.

“Naneun Rere Imnida.” Ucapku tanpa sadar.

“Rere?” tanya Yesung menyakinkan. Ups.. mati kau, aku salah sebut lagi.

“Oh, mian.. Ririn Imnida.”

“Hahaha.. yang benar namamu siapa? Rere atau Ririn?” tanya Sungbi sambil cengingisan.

“Ririn, mian. Waktu kecil aku sering dipanggil Rere jadi aku sering lupa nama asliku.” Jawabku bohong. Aigo.. Rere.. apa yang kau fikirkan, kau itu menyamar sebagai Ririn. Haduh.. kenapa Yesung menatapku seperti itu. Jangan sampai dia curiga.

“Oh, baiklah kau lucu Ririn-ssi, bangapseumnida. Aku Sepupu Yesung Oppa.” Ucapnya sambil membungkukkan badannya.

“Oh. Ne. Nado bangapta.” Yesung masih terus menatap kearahku dengan tatapan.. err… aneh.

“Wah pas sekali nih, saat aku lapar, disini sedang ada makanan, boleh aku ikutan makan Oppa?” rajuk Sungbi.

“Ne. Tentu. Ayo duduk.” Sungbi dan Yesung duduk dimeja makan, sedangkan aku menyiapkan makanan, piring dan juga air minum untuk mereka.

“Ririn-ssi, ayo kau juga ikut makan!!” Ajak Sungbi.

“Aku?” Sungbi mengangguk. Aku menoleh kearah Yesung.

“Kenapa? Apa harus meminta persetujuan dariku?” aku mengangguk pelan. “Duduklah.”

“Kita tidak perlu menunggu JongJin Oppa?” tanyaku.

“Tidak, dia bilang akan pulang telat. Mau kerumah teman dulu.”

“Oh, baiklah.” Saat Yesung akan meraih sepiring nasi, aku dengan cepat menjauhkan nasi itu padanya.

“YA!! Kenapa kau mengambil nasinya?”

“Oppa tidak boleh makan nasi dulu, Oppa kan baru sembuh.”

“Apa aku terlihat selemah itu, huh!!”

“Memang tidak, tapi aku tidak mau Oppa sakit lagi, nanti JongJin Oppa akan memarahi aku.” Sungbi hanya diam lalu melihatku dan Yesung secara bergantian.

“Kalau aku tidak makan nasi, aku makan apa?”

“Aku sudah membuatkan Oppa bubur.”

“Bubur?” dia memicingkan matanya kearahku. Aku mengangguk antusias. “Anii. Aku tidak mau makan makanan lembek seperti itu.”

“Tapi Oppa harus makan.”

“Tidak mau.”

“Oppa…”

“Tidak…”

“STOP!!!” Pekik Sungbi sambil menutup kedua telinganya. “Kalian ini kenapa sih, makan saja ribut. Kalian seperti sepasang kekasih tau.”

“Wae??” ujarku dan Yesung bersamaan. Sungbi melongo melihatku dan Yesung yang berucap dengan kompak. Akupun menatap Yesung dengan wajah memerah, begitu pula sebaliknya.

“Kalian benar-benar cocok.”

“TIDAK!!” Sekali lagi, aku mengucapkannya bersamaan dengan Yesung.

“Hahahaha.. tapi kalian memang cocok, serasi dan juga….. kompak.” Terang Sungbi. Aku dan Yesung menunduk untuk menutupi rona merah yang menghiasi wajah kita. “Sudah Oppa, sama Ririn-ssi saja, Oppa sudah harus melupakan Yeoja itu.”

“Sungbi!!” bentak Yesung. Sekarang berganti aku yang terdiam melihat emosi yang mulai mencuat dari dalam diri Yesung.

Yeoja? Melupakan? Maksudnya apa?

“Oppa, buka matamu, dia itu bukan Yeoja yang baik untukmu. Dia sudah mencampakkanmu. Untuk apa kau masih berharap padanya, huh!!”

“Sungbi cukup!!” Yesung berdiri dari tempat duduknya, begitu pula aku dan Sungbi.

Tidak baik? Mencampakkan? Siapa? Apa jangan-jangan….

“Dia bukan Yeoja sembarangan Sungbi, Oppa tidak akan pernah bisa melupakan dia.”

“OPPA SUDAH DIBUTAKAN OLEHNYA, DIA ITU YEOJA MUNAFIK.”

PLAAAK..

Sebuah tamparan keras mengarah kepipi Sungbi, aku menutup mulutku dengan telapak tanganku karena kaget.

“Oppa tidak suka kau mengatakan dia Yeoja Munafik. Dia tidak seperti itu Sungbi.”

“Lalu seperti apa Oppa??” Sungbi mulai menangis. “Aku tidak bisa mengenal Oppaku yang sekarang, karena dia, yeoja itu, Oppa jadi bersikap dingin terhadap semua yeoja yang ada disekitar Oppa, apa Oppa tidak menyadarinya, huh!!”

“Sungbi..”

“Oppa tau, semenjak dia mencampakkan Oppa, sikap dan sifat Oppa berubah drastis. Oppa sudah bukan Oppaku yang dulu lagi.”

BRAAAK..

Sungbi menggebrak meja lalu berlari keluar dari apartement dengan membanting pintu.

“Sungbi..” Yesung terduduk dengan lemas, akupun tidak berani berbicara sedikitpun, hanya terus berdiri terpaku dengan tetap menatap kearahnya.

Apa yeoja itu SoYoong? Yang dia ucapkan dan aku dengar tadi malam? Kau benar-benar mencintainya? Aku tersenyum tipis, entah kenapa tiba-tiba ada perasaan aneh yang mencuat dihatiku. Sesak, sungguh sangat sesak. Aku merasa tidak bisa bernafas saat mengingat ucapannya kalau dia tidak akan pernah bisa melupakan yeoja itu.

.

.

X-change Identity

.

.

Aku sedang berada di mobil Renault Samsung SM5 berwarna hitam milik Yesung, Yah.. dia sedang mengantarku pulang ke kost’an. Tapi sedari tadi kita hanya diam dan masuk kedalam fikiran masing-masing. Sesekali aku mencuri-curi pandang kearahnya yang sedang menyetir dengan serius… tidak… dia tidak serius, melainkan dia sedang memikirkan sesuatu.

Dan aku tau apa yang ada difikirannya. ‘Apa aku tanya saja ya? Tidak… jangan… ini kan tidak ada hubungannya denganku.’ Aku kembali melirik kearahnya dan dia masih seperti tadi, tidak merubah posisinya sedikitpun.

“Op-pa…” akhirnya satu ucapan itu lolos dari bibirku.

Tiga detik….

5 menit….

10 menit….

Dia sama sekali tidak merespon sapa’anku. Aku menghela nafas panjang lalu menundukkan kepalaku.

“Apa kau mau bertanya soal yeoja yang dimaksud Sungbi?” aku menoleh kearahnya, tapi kemudian aku menunduk kembali.

“Tidak Oppa, aku tidak ingin tau.”

“Dia adalah yeoja yang sangat aku cintai.”

Deg…. tiba-tiba hatiku terasa sakit, aku tidak tau perasaan apa ini, aku menyentuh dadaku dan ternyata jantungku berdegup dengan cukup kencang.

“Aku sudah berpacaran dengannya 4 tahun, dan 2 bulan yang lalu, dia memutuskanku.” Aku menatap kearahnya. “Sungbi dulu sangat menyayangi yeoja itu, tapi 3 bulan yang lalu sebelum aku putus dengan yeoja itu, Sungbi melihatnya jalan dengan namja lain. Tapi aku tidak percaya karena aku tidak melihatnya sendiri.”

“Apa Yeoja itu bernama So-SoYoong?” Yesung langsung menatap kearahku.

“Da-darimana k-kau tau?” aku tersenyum, yah tersenyum secara terpaksa, entah aku merasa sulit untuk bernafas mengetahui kenyataan ini.

“Karena tadi malam kau mengigaukan namanya Oppa. Kau sangat mencintainya, eh?” dan sekarang berganti Yesung yang menunjukkan senyumannya, dan aku tau senyuman itu adalah senyuman luka, bukan senyuman bahagia.

“Ya.. aku sangat mencintainya, dan sampai sekarang aku masih belum bisa melupakannya. 4 tahun bukanlah waktu yang sedikit. Aku mencoba untuk melupakannya, tapi semakin aku melupakannya. Semakin aku mencintainya.”

Aku baru melihat seorang namja yang seperti ini. Betapa beruntungnya yeoja yang akan bersanding dengannya. Sampai akhirnya aku sampai didepan gang kost’anku. Aku sengaja ingin turun didepan gang karena aku tidak mau ia tau kalau sebenarnya aku bukanlah Ririn.

“Gomawo Oppa, sudah mengantarku pulang.” Ucapku sembari melepas safety beltku.

“Aku juga berterima kasih karena kau sudah merawatku tadi malam.”

“Ne. Aku turun Oppa, Oppa hati-hati dijalan.” Dia mengangguk. Akupun keluar dari mobil dan melambai saat mobil itu mulai meninggalkanku.

Sudahlah Re, kau itu kenapa masih memikirkannya, huh? Kau harus sadar, yang dia tau, kau itu Ririn bukan Rere. Aku tersenyum tipis. “Ya.. aku Rere bukan Ririn.” Kataku lalu menundukkan kepalaku.

“Rere-ssi.” Aku mendongakkan kepalaku lalu berbalik kearah suara itu.

“Nuguseyo?” tanyaku saat melihat Namja tampan berdiri didepanku.

“Ne? Kau bercanda, eh? Baru tadi malam kita bertemu, sekarang kau sudah lupa?” lupa? Siapa memangnya namja ini.

“Mian, tapi aku tidak tau siapa kau.”

“Aku Kitten, kau ingat!!”

Jleb… Mataku terbuka sempurna saat mengetahui siapa namja yang ada didepanku itu. Ch-cho Kyuhyun…

.

.

^ T.B.C ^

.

Bagaimana? Aneh ya? Mianhae karena author baru memulai membuat FF Straight lagi, jadi harap maklum ya kalo cerita and alurnya aneh ^_^. Please comment ya biar author tau kurang apa.

Gomawo^^

19 comments on “X-Change Identity – Chapter 1 ~Straight~

  1. AAA~~ nancep.. bagian rere nancep..😄
    sabar ya un.. *pukpuk* XDD

    ah.. kucing saya tampan ya.. ufufufu.. /plakk😄
    lanjutkan~~ :DD
    straightnya udah bagus kok XDD

    kamsa udah bikin cinta segi berapa ini😄 *pelukpeluk*

  2. Aku aku aku….
    Unni Wa e yo aku di tabok? (menyedihkan)

    Uwooh, aku sepupuan sama yesung.. Nyah nyah..

    Unni, joha joha !😄
    mau baca lagi unni aaa.. Lanjutkan !
    HWAITING !

    • Kyaaa.. wkwkw XDD..
      Mian Sungbi *sembunyi dibelakang yeye*

      kayaknya seru kalau km jadi sepupunya yeye wkwkw

      joha apa’an ya? -_-
      ye… ntar unni lanjutkan ^^//
      Hwaiting!!

      • itu yang aku inginkan kok unni… setidaknya sodaraan sama yesung pacaran sama sungmin.. uwuwuw…

        joha itu suka unni.. itu kan di part yesung bonamana dia bilang joha XDD

        hoyeeee… gak sabar gak sabar.. XDD
        HWAITIING !!

  3. Halo cinta ^.~
    Aku baru baca di chap 1 jadinya aku comment chap 1 dulu ya :3
    Bagus kok >ww<
    Yah cuma 1 kendala aja sih, kalau bisa jangan ganti2 POV rasanya aneh ==' tpi gwenchana sih~ itu hanya diriku saja :3 #jduar
    Oke deh cin, aku mau sarapan. Chap 2nya nanti ya ^0^
    Akhir kata

    LANJUTKAN XDD

    • Hai cintaaaa ^_^
      ne ne..😀

      Iya kah?? hmm.. aku juga rada aneh juga sih -_-
      tapi kalo gk ganti prov susah juga ngelanjutinnya wkwkwk..
      Sip deh..

      lanjutannya nungguin km u_u

      • hahaha
        mian ya, tpi aku baca dulu biar resapin u.u
        btw itu kim rae mun pasti kamu😄
        trus itu yesung yang ada di header yg wktu itu kamu pasang dp kren deh, rasanya mau aku raep (?)

  4. eehh.. si KIYU n Yesung
    samasama oon deh..

    masa’ gak bisa bedaaiin Rae Ririn…??

    emmbeerrr saeenggg..!
    Rae _ Yesung ……….ce’ bgt
    Rin _ Kyu ….kurang Ce’ deh saeng….!!!

    eemmbbeerrrr lagiii……saeeng……
    Ce’ an Yesung dr si KYU…..

    tapiii……

    keduanya..eonni suukkaaaa…….!!!!

  5. Aigo ff.a daebak thor. Aku sangat suka. Al.a pas bgt aku jg memiliki twins sister. Hehehe
    owh gtu yah cerita masa lalu Yesung oppa. Aku jadi kasian ma uri Yesung.😦
    aduh seperti.a rere dah jth cinta ma Yesung oppa nih pdhl mrk bru aja ketemu. Sdgkn Ririn hrs menahan kesal.a ma Kyu wkt pertama kali bertemu. Hahaha berbanding terbalik 180 derajat. Kkkk
    wah wah wah ngak nyangka mrk(Kyu dan Rere) bkal ketemu di kost.a mrk(Rere&Ririn) geundae aku lbh suka Ririn ma Kyu oppa dan Rere ma Yesung oppa.
    thor,cerita seru. Keren the pokok.a🙂

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s