tumblr_lhn6w4hIci1qc7a7co1_500

It Has To Be You – Chapter 3

Chapter 3.

Main Cast : Yekyu (Yesung, Kyuhyun)

Pairing : Pairing lainnya akan muncul seiring berjalannya cerita

Disclaimer : Mereka milik tuhan, orangtua mereka, saudara, SMTOWN. Tapi FF ini  milik saya dan dipersembahkan untuk saeng tercinta ^Chloe^ dan para READER yang setia nge-review ne. ^^/ #masih berharap Yeppa milik saya.

Summary : Kyuhyun benar-benar hamil? APAAA… #Alay…

Genre : Romance / Angst

Rate : M .. xixixi..

Warning : Unsur YAOI, Mpreg, Alur kecepetan, OOC, Mbulet, Typo(s), Cerita abal-abal, bingungin. Mianhaeyo!!

Kyu kita harus menunda liburan kita? Aku harus ke China selama 2 minggu!! Bagaimana dengan Kyuhyun? Yesung tega meninggalkan Kyuhyun ke China? Kyuhyun kan sedang hamil. Huaaah.. Author banyak bacot. Langsung reading aja ne. ^^

.

.

^Happy Reading^

.

.

.

“Oh.. Cuma hamil.” Kata Kyuhyun enteng sambil menoleh kearah lain. Tiba-tiba matanya terbuka sempurna. “APAAAA!! HAMIL!!!!” Dia menatap Yesung tidak percaya, dia mengambil map yang ada ditangan Yesung dan mencoba membacanya sekali lagi, berharap yang dia baca itu salah.

.

.

“Chukkae Yesung Hyung.” Ucap Taemin sambil menyodorkan tangannya bersalaman, tapi Yesung masih terpaku dan menatap Taemin tidak percaya.

“Ke..kenapa Kyuhyun bisa hamil? Kyuhyun kan seorang namja?” tanya Yesung terbata-bata. Taemin kembali melayangkan senyum termanisnya.

“Bersyukurlah, namjamu ini adalah namja yang dianugrahi sebuah rahim, jadi dia bisa hamil layaknya seorang yeoja.”

“Kau bercanda kan Taemin Hyung? Tes kesehatan ini salah kan?” tanya Kyuhyun masih tidak percaya akan apa yang dia baca.

“Anii Kyuhyun-ah, kau memang benar-benar hamil.”

“Aku…. akan jadi Appa?” Ucap Yesung seraya tersenyum kepada Taemin. Taemin mengangguk. “KYUNNIE…” Yesung memeluk erat namja yang ada disampingnya itu.

“Hyung lepaskan!!” Kyuhyun berontak karena kaget melihat sikap Yesung. Tapi yesung tidak menghiraukannya, dia masih terus memeluk Kyuhyun.

“Mulai sekarang kau harus banyak minum vitamin, makan dan jaga kandunganmu baik-baik Kyuhyun-ah?” Kyuhyun mempoutkan bibirnya lalu mengangguk pelan.

“Gomawo Taemin-ah.”

“Ne. Hyung, kau harus menjaga Kyuhyun baik-baik. Dia harus mendapatkan perhatian extra. Oya, nanti waktu usia kandungannya menginjak 3bulan, dia harus mengurangi jadwal manggungnya, atau kalau bisa harus cuti dulu sampai bayinya lahir karena kalau dia masih bekerja terlalu keras itu akan sangat berpengaruh pada janinnya.”

“Ne. Arraseo Taemin-ah. Gomawo.” Taemin mengangguk dan tersenyum.

.

.

“Kau kenapa Kyunnie? Kau tidak suka mengandung anakku, eh?”

“Anii Hyung, bukan begitu.” Kata Kyuhyun seraya menatap lurus kedepan. Dia menggenggam erat safetybelt yang dia kenakan.

“Lalu?”

“Apa yang harus aku katakan pada Appa dan Ummaku Hyung? Apa aku gugurkan saja kandungan ini!!” Yesung menepikan mobilnya dan menatap Kyuhyun intens.

“Kyu, kau itu bicara apa!!” Bentak Yesung.

“Hyung.. Appa dan Umma akan marah sekali melihatku seperti ini.” Ucapnya seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Kyunnie, look at me!!” ucap Yesung seraya meraih dagu Kyuhyun. “Aku yang sudah membuatmu seperti ini, jadi aku akan bertanggung jawab penuh terhadap janin yang kau kandung. Aku mohon jangan pernah berfikir untuk menggugurkan bayi ini Kyu, dia buah hati kita, dia tidak bersalah.”

“Hyung….. aku takut kau akan meninggalkanku.” Mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Kyunnie. Aku janji!!” kata Yesung tegas lalu mengecup kening Kyuhyun. “Kita akan menghadapi orangtuamu bersama-sama.” Kyuhyun terdiam, Yesung menggenggam erat tangan namjachingunya itu.

.

.

Mereka sampai didepan sebuah rumah yang amat mewah nan megah. Yesung memarkirkan mobilnya dihalaman rumah itu. “Kajja Kyunnie, kita harus segera memberitahu orangtuamu.” Ajak Yesung seraya membuka safetybeltnya. Tapi Kyuhyun masih belum bergerak, dia terdiam sambil terus menundukkan kepalanya.

“Kyunnie..”

“Aku tidak yakin Hyung..”

“Sudahlah Kyu, kalau tidak mencoba mana bisa tau. Aku akan selalu disampingmu.” Kyuhyun menatap sepintas namja yang sangat ia cintai itu. Lalu membuka safetybeltnya.

Dia berjalan dengan langkah gontai, disisinya Yesung setia menemaninya sambil terus menggandeng tangannya. Sampai akhirnya mereka sampai diruang keluarga rumah Kyuhyun, terlihat Appa dan Umma Kyuhyun sedang bersantai sambil menonton televisi.

“Annyeonghaseyo Ahjossi, Ahjumma..” sapa Yesung seraya membungkukkan badannya.

“Oh, Yesung-ssi, duduklah. Kau darimana Kyuhyun-ah?” tanya Appanya. Kyuhyun terdiam sambil terus berdiri. Appa Kyuhyun memang baik sekali terhadap Yesung karena menurutnya, Yesung adalah namja yang sangat baik dan patuh, dia juga seorang namja yang pekerja keras dan juga berbakat didunia hiburan.

“Kyuhyun-ah, ada apa?” tanya Ummanya lembut. Kyuhyun masih belum menjawab, dia menggenggam erat tangan namja yang ada disebelahnya.

“Appa.. Umma.. aku mau mengatakan sesuatu.”

“Waeyo Kyu? Jangan buat Appa dan Ummamu penasaran.”

“Appa… Umma.. Aku….” Kyuhyun menghentikan kata-katanya lalu menatap kearah Yesung. Yesung tersenyum dan mengangguk. Dia mengambil nafas panjang. “Aku hamil.” Appa dan Umma Kyuhyun terdiam, tidak ada suara, hening terasa. Appanya berjalan mendekatinya.

“Kau jangan bercanda Kyuhyun-ah, Appa sedang tidak ingin bercanda.”

“Mianhae Appa, tapi aku tidak bercanda, ini kenyataan Appa, aku hamil..”

PLAAAKK..

Sebuah tamparan melayang ke pipi Kyuhyun. “Kyunnie.” Darah merembes keluar dari pucuk bibir Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa terdiam seraya terus menunduk. Sedangkan Ummanya hanya bisa menangis tanpa melihat Kyuhyun ataupun Namphyonnya.

“Apa yang kau fikirkan Kyuhyun-ah!! Apa otakmu sudah tidak bisa berfikir logis?” bentak Appanya. Kyuhyun tau kalau Appanya sedang marah, lebih baik dia diam agar emosi Appanya cepat mereda.

“Mianhae Appa.”

“Apa dengan kata maaf semuanya selesai? Gugurkan kandunganmu!!” perintah Appanya, Yesung langsung berdiri tepat didepan Kyuhyun.

“Anii Ahjossi, mianhae kalau aku ikut campur, tapi ini semua salahku, aku akan bertanggung jawab atas bayi yang dikandung Kyuhyun.”

PLAAKKK..

Sekali lagi, sekarang berganti Yesung yang mendapatkan tamparan keras dari Appa Kyuhyun. “Hyung..”

“Namphyon…” Umma Kyuhyun mulai angkat bicara. “Aku mohon, maafkan Kyuhyun, dia tidak bersalah, semuanya sudah diatur yang diatas, Kyuhyun… seorang namja, tapi dia bisa mengandung, itu berarti kita mempunyai anak yang istimewa.”

“Ane..”

“Namphyon.. Aku mohon, jangan suruh Kyuhyun untuk menggugurkan kandungannya.” Appa Kyuhyun menatap ketulusan istrinya, diapun menghela nafas panjang lalu berlalu meninggalkan ruangan itu tanpa berkata sedikitpun

“Umma…” Kyuhyun memeluk erat tubuh yeoja yang usianya menginjak 40an itu. “Mianhae Umma.. Jeongmal Mianhae..”

“Sudah Kyu.. Umma mengerti.” Kyuhyun melepas pelukannya. “Untuk sementara waktu, carilah apartement untuk kau tinggal sampai emosi Appamu mereda, Umma akan berusaha membuat Appamu menerima bayi yang kau kandung.”

“Ahjumma..”

“Yesung-ssi, jangan panggil Ahjumma, kau adalah Appa dari Sonjaku.. panggil Umma.” Yesung tersenyum, bibirnya sedikit berdarah karena tamparan Appa Kyuhyun tadi.

“Gamsahamnida Umma.”

Umma Kyuhyun mengangguk. “Tolong kau temani Kyuhyun, ne!! Tinggallah bersama Kyuhyun. selama kehamilan, Kyuhyun harus mendapat banyak perhatian.”

“Tentu Umma, aku akan menjaga Kyuhyun, tidak akan kubiarkan Kyuhyun dan Bayiku kenapa-kenapa.”

“Ya sudah, cepat pergilah!! Nanti Umma akan sering menengokmu.”

“Umma..” Kyuhyun kembali memeluk Ummanya lalu melenggang pergi bersama Yesung.

.

.

.

“Apa yang kau fikirkan Chagi?” tanya Yesung sambil memeluk Kyuhyun dari belakang, dia menyandarkan dagunya dibahu Kyuhyun.

“Aku masih memikirkan Appa Hyung.” kata dia sambil terus menatap gelapnya malam dari balik tirai di apartement baru mereka.

“Kau ingat yang dikatakan Umma kan?”

“Tapi aku masih ragu Hyung.” Yesung menarik pundak Kyuhyun untuk menghadap kearahnya.

“Aku mohon Kyunnie, jangan terus memikirkan masalah ini, aku takut bayi kita akan ikut stres kalau Ummanya stres.” Kyuhyun tersenyum. Yesung jongkok didepan Kyuhyun lalu mendekatkan telinganya di perut Kyuhyun.

“Hey.. baby.. ini Appamu yang paling tampan, kau tau, sekarang Ummamu sedang sedih, kau jangan ikut-ikut sedih, ne.” Kyuhyun melebarkan senyumnya saat mendengar Yesung mencoba berinteraksi dengan anak yang ada dikandungannya. “Kau harus cepat lahir, ne. Appa sangat menyayangimu.”

“Aduuuh…” Kyuhyun memegangi perutnya.

“Chagi.. kau kenapa?” tanya Yesung cemas melihat Kyuhyun meringis kesakitan.

“Bayinya nendang-nendang Hyung, sepertinya dia mulai nakal.” Yesung mengernyitkan dahinya.

“Chagi.. anak kita kan baru 1 bulan, masak sudah bisa nendang-nendang?” ucapnya polos. Tawa Kyuhyun meledak, dia sebenarnya hanya berakting didepan Yesung, tapi karena melihat tampang polos namjachingunya itu, dia tidak bisa menahan tawanya.

“Aish… kau membohongiku Kyunnie?” tanya Yesung melotot. Kyuhyun berlari sambil terus tertawa. “Awas kau, eh!!” Yesung berlari mengejar Kyuhyun. Apartement yang mereka tempati lumayan besar, ada ruang tamu, dapur, 2 kamar, ruang kerja, ruang santai. Cukup besar untuk dinamai apartement.

.

.

3 bulan kemudian

Hari demi hari rasanya perut Kyuhyun semakin membesar. Nafsu makannya pun sangat besar. Untuk sementara Kyuhyun cuti dari keartisannya sampai bayi yang ia kandung lahir. Banyak fans dan media yang menyayangkan hal itu. Karena disaat karier Kyuhyun semakin melonjak, dia harus cuti dan berbohong pada Media dan Fans kalau ia harus melanjutkan sekolahnya diluar negri.

SME, Yesung dan Keluarga Kyuhyun tutup mulut. Mereka mengatakan kepada publik kalau Kyuhyun melanjutkan study ke luar negri, dan mereka tidak mengatakan dimana tepatnya. Yesung pun masih melanjutkan job-jobnya sebagai artis.

Dan kabar yang paling membuat Kyuhyun senang adalah, 2 minggu setelah diumumkan Kyuhyun ke luar negri, Appa Kyuhyun menemui Kyuhyun di Apartement dan mengatakan kalau dia sudah bisa menerima bayi yang dikandung Kyuhyun. Setelah itu, Yesung dan Kyuhyun menikah secara diam-diam, dalam artian hanya keluarga dan teman-teman terdekatnya saja yang tau.

Sekarang hari-hari Kyuhyun adalah terus berada didalam apartement, memainkan PSPnya, nintendo wingsnya dan memainkan piano yang dihadiahkan Appanya kepada dia.

“Hem… enak, Hyung pasti suka.” Kata dia saat mencicipi masakannya. “Sudah jam 8 malam, kenapa Hyung belum pulang.” Eluhnya saat melihat jam dindingnya. Dimeja makan sudah tersedia banyak makanan yang dihidangkan Kyuhyun untuk namjachingunya tercinta.

Dia duduk dikursi sambil memainkan sendok yang ada dimeja makan. “Sudah jam 10”gumamnya saat melihat jam dinding. Dia melihat layar handphonenya, Yesung tidak menghubunginya sama sekali, bahkan telfon dan sms Kyuhyun tidak direspon sama sekali.

Dia berjalan menuju balkon untuk melihat bintang sekedar menghapus rasa bosannya. Tapi sampai pukul 1 malam, Yesung juga tidak kunjung pulang. Kyuhyun tertidur dimeja makan. Sampai akhirnya dia terbangun saat mendengar suara pintu yang terbuka.

“Hyung..” ucapnya sambil menyipitkan matanya.

“Kenapa kau tidak tidur Kyunnie?” kata Yesung sambil membuka jas yang ia pakai.

“Aku menunggumu, kenapa baru pulang? Ini sudah jam 3 pagi.”

“Aku banyak kerjaan hari ini.” Yesung memijat-mijat tengkuknya.

“Kau sudah makan?”

“Aku tidak lapar, aku mau langsung tidur saja.” Cetusnya lalu merebahkan badannya diranjang tidurnya. Kyuhyun menunduk, dia tidak tau apa yang terjadi pada Hyung-nya itu, tapi yang dia rasakan sekarang adalah Yesung mulai berubah.

.

.

.

“Berubah? Berubah bagaimana?” tanya Sungmin bingung. Kyuhyun menelfon Sungmin untuk datang ke Apartementnya, karena Kyuhyun ingin bercerita tentang Yesung. Dan saat itu kebetulan jadwal Sungmin tidak padat, dia menyempatkan diri untuk datang ke apartement Kyuhyun.

“Dia selalu pulang pagi, sms dan telfonku tidak pernah diangkat dan…. dia sudah tidak pernah memakan apa yang aku masakan Sungmin-ah.”

“Mungkin itu Cuma perasaanmu Kyu, memang akhir-akhir ini aku lihat dia sangat sibuk, apalagi sekarang dia membintangi sebuah film bersama aktor Choi Siwon.”

“Tapi kan setidaknya, dia bisa memberi kabar padaku, dia kan tau aku sedang mengandung anaknya.”

“Uljima Kyu, ini Cuma masalah waktu saja. Kau harus bicara baik-baik padanya.” Kyuhyun mengangguk pelan. Karena ucapan Sungmin itu, Kyuhyun memutuskan untuk tidak diam lagi. Sudah 2 minggu ini, Yesung selalu memperlakukannya seperti itu. Dia ingin ketegasan dari Yesung.

Kyuhyun kembali menunggu diruang tengah. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, dia tidak tidur sama sekali, perutnya sudah mulai terasa sakit, mungkin karena bayi yang ada dikandungannya stres. Dia mencoba terus menahannya.

Klek…

Terlihat sosok yang ia cintai masuk dengan muka lusuh. “Hyung..” sapanya. Tapi Yesung tidak menjawab, dia hanya diam sambil berjalan masuk kedalam kamarnya, Kyuhyun mengikutinya.

“Hyung.. kau sudah makan?”

“Aku tidak lapar, aku mau tidur saja.”

“Hyung aku ingin bicara serius denganmu.”

“Kyunnie, aku benar-benar capek, kita bicara besok saja, ne.”

“Tapi aku maunya sekarang Hyung!!” ucap Kyuhyun dengan nada tinggi. Yesung menatapnya serius. “Aku capek kau begini terus Hyung, kau pulang pagi, tidak pernah mengabariku, dan tidak pernah memakan yang aku masakan.” Yesung tertawa sinis.

“Itu yang mau kau bicarakan?” tanya dia lalu merebahkan tubuhnya diranjang dan tidur membelakangi Kyuhyun.

“Hyung aku serius!!” cetusnya sambil menarik pundak Yesung.

“KYU!!!” Bentaknya, Kyuhyun yang kaget langsung merasa kram diperutnya.

“Argh..” eluhnya seraya terduduk dilantai, melihat Kyuhyun kesakitan, Yesung langsung menghampirinya.

“Kyunnie, kau baik-baik saja?”

“Perutku sakit Hyung, sa…kit seka..li…” eluhnya meringis kesakitan.

“Aku akan panggilkan dokter.” Yesung berdiri dan langsung menelfon dokter.

.

“Bagaimana keadaan Kyunnie Taemin-ah?” Taemin menghela nafas panjang.

“Kyuhyun Cuma kram perut, dan aku periksa disini, dia sedang stres berat.” Terang Taemin seraya menatap Kyuhyun yang sudah terlelap didepannya. Taemin berdiri dan menepuk bahu Yesung.

“Hyung… Kyuhyun sedang dalam keadaan gawat, kalau dia terus menerus stres seperti ini, dia bisa kehilangan bayinya.”

“Apa??”

“Kesehatan bayi tergantung dengan kesehatan Ummanya Hyung, kalau Ummanya stres, didalam rahim, bayi juga akan ikut stres.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan Taemin-ah?”

“Buatlah dia untuk tidak memikirkan hal-hal yang berat yang bisa membuat dia stres. Liburan juga bisa menghilangkan stres. Ajak dia berlibur.”

“Liburan?” Taemin mengangguk, Yesung tersenyum tipis lalu mengantar Taemin keluar dari apartementnya.

Yesung menatap sosok manis yang sedang terlelap tidur, dia membelai lebut surai kecoklatan milik namjachingunya itu. “Mianhae Kyu, aku yang sudah membuatmu seperti ini. Aku tidak mau kehilanganmu, aku tidak mau kehilangan bayi kita Kyu.”

.

.

.

Kyuhyun terbangun saat dia mendengar suara dentingan piano, dia membuka matanya perlahan dan berjalan menuju ruang tengah. “Hyung..” ternyata yang sedang memainkan piano itu adalah Yesung-nya. Dia berjalan perlahan menghampiri Yesung.

“Hyuuung…” Yesung menghentikan jemarinya dan menatap Kyuhyun manis.

“Pagi Chagi, kau terbangun karena aku, ne?”

“Hyung sedang apa?”

“Sini!!” Yesung menarik tangan Kyuhyun menyuruhnya untuk duduk disampingnya.

“Kenapa Hyung belum berangkat?”

“Berangkat kemana?”

“SME.” Yesung tersenyum dan menggeleng pelan.

“Anii.. aku ingin menghabiskan waktu denganmu dulu. Aku ingin membuat lagu untukmu.”

“Lagu untukku?” tanya Kyuhyun seraya memiringkan kepalanya. Yesung mengangguk. “Lagu apa?” Yesung menghela nafas panjang lalu mengambil kertas yang ada diatas piano.

“Ini..” Kyuhyun membaca lirik lagu yang Yesung tulis disecarik kertas. Kyuhyun membacanya perlahan dan mulai meresapi setiap bait di lirik itu.

“It has to be you.” Kata Kyuhyun tiba-tiba tanpa menatap Yesung.

“Wae?”

“Ne. Hyung.. It has to be you.” Yesung menggigiti bibir bawahnya dan mencoba untuk berfikir.

“Bagus juga.”

“Sekarang nyanyikan untukku Hyung.”

“Cium dulu baru aku nyanyikan.” Rajuk Yesung manja.

Cup… Kyuhyun mengecup pipi Yesung.

“Kok pipi?”

“Lalu?” Yesung menunjuk bibirnya dengan ibu jarinya. Kyuhyun tersenyum lalu mencium bibir Yesung.

Yesung mulai memainkan piano itu dengan indah.

oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
i gil kkeuteseo seoseongineun na
dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
naneun tto i gireul mutneunda

neol bogo sipdago
tto ango sipdago
jeo haneulbomyeo gidohaneun nal

Awal lagu It has to be you..

Yesung menyanyikannya dengan sangat merdu, Kyuhyun pun tidak diam, dia mencoba untuk menyanyi bersama namjachingunya.

na dasi sarado
myeot beoneul taeeonado
harudo niga eobsi sal su eomneun na
naega jikyeojul saram
naega saranghal saram nan
geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka


neo hanaman saranghanikka

Lirik terakhir It has to be you..

Mereka saling bertatapan dan tersenyum sampai lagu itu selesai.

“Mianhae Kyunnie, kalau selama ini aku selalu menyakitimu. Lagu ini aku tulis dari hatiku untukmu.”

“Hyung…”

“Saranghae Chagi.” Yesung menarik tengkuk Kyuhyun dan mulai menyapu bibir Kyuhyun dengan lembut.

.

“Sedang apa Kyunnie?” tanya Yesung seraya memeluk Kyuhyun dari belakang.

“Kau tidak lihat aku mau masak.”

“Tidak usah masak ne?” Kyuhyun mengernyitkan dahinya lalu memutar tubuhnya menghadap Yesung.

“Kenapa?”

“Hari ini aku mau mengajakmu liburan.”

Kyuhyun memiringkan kepalanya. “Liburan? Kemana?”

“Ehm… bagaimana kalau kita ke pulau Jeju?”

“Pulau Jeju?” Yesung mengangguk antusias. Kyuhyun terlihat berfikir sejenak.

“Bagaimana?”

“Ehm.. Ne. Aku mau Hyung..” ucap Kyuhyun senang.

“Baiklah kalau begitu, sekarang kita harus siap-siap untuk berangkat!!” Cetus Yesung bersemangat. Kyuhyun memeluk tubuh namja-nya itu erat.

“Aku bahagia Hyung, akhirnya kita bisa berlibur.” Yesung tersenyum sambil mengelus-elus punggung Kyuhyun.

Akhirnya hari itu, Kyuhyun dan Yesung menyiapkan segala perlengkapan untuk berlibur ke pulau Jeju. Tapi masalah datang, saat mereka sudah siap untuk berangkat. Yesung menerima telfon dari manager dia.

“Yeoboseyo..”

“……” Kyuhyun yang sudah memasang safetybeltnya mengernyitkan dahinya saat melihat ekspresi wajah namjachingunya itu.

“Kenapa mendadak sekali?”

“Kenapa Hyung?” tanya Kyuhyun ingin tau, tapi Yesung hanya tersenyum tipis menandakan bahwa semuanya baik-baik saja. Terlihat raut wajah Yesung berubah muram, dia menunduk. Melihat keanehan itu, Kyuhyun semakin penasaran, hatinya mulai gusar.

“Baiklah.” Klik. Yesung mematikan telfonnya lalu menatap kearah Kyuhyun.

“Everything Okay?”

“Kyunnie…” ucap Yesung lemas.

“Waeyo Hyung? Ada sesuatu terjadi?”

“Sepertinya kita harus menunda liburan kita Kyunnie.” Jelas Yesung seraya menggenggam erat tangan Kyuhyun.

“Apa? Kenapa Hyung?” Raut kekecewaan terpancar diwajah Kyuhyun.

“Joong Hyung baru saja memberitahuku kalau hari ini aku harus berangkat ke China.”

“China?” Yesung mengangguk, dia benar-benar merasa sangat bersalah kepada Kyuhyun.

“Mianhae Kyunnie, aku tidak tau kalau semuanya akan seperti ini.”

“Berapa hari Hyung?”

“2 minggu.” Kyuhyun terhempas, dia seperti kehilangan semangatnya. Dia hanya bisa terdiam seraya bersandar dijok mobil. “Kyunnie, mianhae.” Yesung menggenggam erat tangan Kyuhyun.

“Tak apa Hyung, toh ini juga pekerjaanmu, kau bekerja untukku dan juga anak kita kelak.” Kyuhyun mencoba menenangkan dirinya, walaupun airmata ingin sekali menetes, tapi dia berusaha untuk bisa menahannya.

“Mianhae Kyu, jeongmal Mianhae. Selama aku ke China, aku tidak akan membiarkanmu tinggal di Apartement sendirian, aku akan mengantarmu pulang kerumahmu, disana ada Ummamu yang akan merawat dan menjagamu selama aku di China, kau mengerti Kyunnie?” Kyuhyun mengangguk tanpa menatap kearah Yesung.

“Sepulang dari China, aku akan langsung menjemputmu.” Ucap Yesung seraya menyisir surai lembut milik Kyuhyun.

.

.

Kyuhyun duduk diranjang tidurnya sambil terus memikirkan Yesung, sudah 2 hari semenjak kepergian Yesung ke China untuk menjalani sebuah syuting film, hari-hari Kyuhyun begitu sangat sepi. Walaupun dia tinggal bersama orangtuanya, tapi rasanya begitu berbeda. Biasanya Yesung selalu menemani dia tidur, tapi untuk 2 minggu kedepan, tidak akan ada yang memeluknya saat dia tidur, tidak ada suara nyanyian merdu dari seorang Kim Joong Woon dipagi hari saat ia membuka mata.

Beep… Beeppp… Beep….

handphone Kyuhyun bergetar dan saat itu juga wajahnya berubah menjadi cerah.

“Hyuuung…”

“Chagi, kau sedang apa?” tanya Yesung dari sebrang telfon, suaranya terdengar begitu lemas.

“Hyung, kau sakit? Kenapa suaramu lemas sekali?”

“Goenchana Chagi, Cuma sedikit kecapekan saja.”

“Hyung.. istirahatlah, jangan terlalu capek.”

“Kyunnie… bagaimana keadaanmu? Baby kita bagaimana?”

“Baby kita merindukanmu Hyung.” Rajuk Kyuhyun seraya mempoutkan bibirnya, serasa Yesung akan mengetahui kalau dia sangat merindukannya.

“Baby atau Ummanya yang merindukanku?”

“Hyuuuung..” Yesung terkekeh.

“Aku juga sangat merindukanmu dan baby kita Chagi, boleh aku bicara dengan baby kita?” Kyuhyun tersenyum.

“Ne. Hyung.” Kyuhyun meloudspeaker handphonenya, lalu menempelkannya diperutnya yang sudah mulai membuncit.

“Baby Chagi.. ini Appa Chagi, apa kau nakal selama Appa di China?” Yesung melontarkan berbagai pertanyaan untuk merangsang bayi yang ada dirahim Kyuhyun. “Baby, dengar Appa, ne!! Selama Appa di China, kau harus baik-baik, tidak boleh nakal agar Ummamu tidak kesakitan, Arra Chagi.” Kyuhyun merasa sangat bahagia mempunyai seorang namja yang begitu mencintainya dan juga calon bayinya.

“Appa menyayangimu, Appa sangat merindukanmu, dan Appa juga mencintaimu. Kau dan juga Ummamu akan selalu berada dihati Appa, walaupun kita tidak bersama, tapi dimanapun dan kapanpun, kau dan Ummamu akan selalu ada disisi Appa. Saranghae Chagi, Saranghae Kyunnie.”

Kyuhyun mulai meneteskan airmata, mendengar apa yang dikatakan Yesung sungguh membuat hatinya terasa sangat sakit, sakit karena menahan rasa rindu yang amat mendalam. “Kyunnie, kau kenapa?” tanya Yesung saat mendengar isak tangis dari Kyuhyun. “Kyunnie kau menangis?”

“Aku menangis karena aku sangat merindukanmu Hyung, cepatlah pulang, aku tidak bisa jauh darimu Hyung.”

“Aku mengerti Kyunnie, aku juga sangat merindukanmu, sebisa mungkin, aku akan cepat pulang ke Korea, kau jaga diri baik-baik ne!! Jangan lupa makan, minum vitamin yang diberikan Taemin dan harus banyak istirahat.”

“Hyuuung..”

“Aku tidak mau melihatmu sakit, karena setelah pulang dari China, aku akan mengajakmu berperang!!”

“Wae?”

“Tuh kan mulai lagi, senang sekali membuatku mengulang apa yang aku katakan.” Kyuhyun terkekeh pelan sambil menghapus airmatanya.

“Aku tidak akan melepaskanmu Kyu, lihat saja kalau aku sudah sampai di Korea, tak akan kubiarkan kau lari.”

“Kita lihat saja Hyung.” Tantang Kyuhyun. Malam itu Kyuhyun benar-benar merasa bahagia, yah… walaupun Yesung tidak ada disampingnya, tapi setidaknya, Yesung menemaninya lewat telfon.

.

.

Pagi dihari ketiga tetap tidak ada yang berubah, disisi Kyuhyun tidak ada namja yang biasanya menyanyikan dia sebuah lagu selamat pagi. Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan tersenyum tipis sambil mengelus perutnya. “Apa kau juga merasakan apa yang Umma rasakan baby?”

“Semakin hari, Umma semakin merindukan Appamu.”

Tok… tok… tok…

“Masuk.” Suruh Kyuhyun. Pintu itupun terbuka dan betapa kagetnya Kyuhyun saat melihat seseorang yang masuk kedalam kamarnya.

.

.

^^ T.B.C ^^

.

Leave a comment ^_^

One comment on “It Has To Be You – Chapter 3

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s