515569313

X-Change Identity – Chapter 3 ~Straight~


Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jong Woon, Lee Sungmin, Park Ririn, Kim Rae Mun, Han Sungbi And Other Cast

Pairing : KyuRin, SungRae, MinBi

Disclaimer : They are belongs to God, themselves and also their Parents, but This Story is mine

Rate :  M ^^

Summary : Karena terpengaruh oleh alkohol, tanpa sadar, Kyu dan Ririn atau yang menyamar sebagai Rere melakukan hubungan yang tidak mereka duga, apa reaksi mereka setelah sadar apa yang sudah mereka lakukan? dan bagaimana dengan hubungan Yesung dan Rere mengingat hubungan mereka sudah semakin rumit?

Cr : Thanks to El-Chan/El-Min/ @_Verzeihen for the Title. This story for @hachidarksky and @imLSungbi saeng ^_^9

Cr NC by : El-Min a.ka @_verzeihen

.

.

Aku takut akan apa yang sudah kita lakukan? aku benar-benar tidak menyangka akan melakukannya dengan orang yang baru saja menjadi kekasihku. Cinta ini benar-benar membuatku buta, buta akan semua yang ada disekitarku, hanya kau.. kau yang ada di pikiranku sekarang.. kau… Cho Kyuhyun…

.

.

Happy Reading

.

.

Chapter 3.

“Oppa sedang apa? Oppa tidak mau kesini?”

“Eh?” Kyuhyun naik keatas ranjang lalu membelai halus pipi Ririn. “Kau mabuk baby.”

“Hahaha.. aku mabuk? Anii.. aku tidak mabuk!! Aku masih sadar Oppa!!” ucap Ririn. Tanpa sadar ia menarik dagu Kyuhyun dan melumat bibir manis itu. “Urhm~”

.

.

X-change Identity

.

.

“Ba-by.. Urhm~” Ririn melumat bibir itu sambil terus menekan tengkuk Kyuhyun. “Argh~” karena terpengaruh alur permainan Ririn, Namja yang mempunyai kurang lebih 50 julukan itu mulai menurunkan ciumannya. Ia mengecup perlahan leher putih Ririn dan memberi kissmark disekitar situ.

“Arrrhh~ Oppa~”

“Humn..” Kyuhyun terus menikmati suguhan yang ada didepannya. Selagi ia menciumi dan memberikan tanda kemerahan disekitar leher Ririn. Tangan kanan Kyuhyun mulai membuka satu persatu kancing kemeja Ririn.

Setelah semua kancing telah terbuka, Kyuhyun menatap tubuh putih mulus yang ada didepannya itu. Ia mulai membuka baju dalam yang dikenakan Ririn dan mulai memilin tonjolan berwarna pink itu. Tidak lupa ia mengecup dan menjilat tonjolan yang sudah menegang sedari tadi itu.

“Urhm~ Mo-ree~” pintanya seraya menjambak rambut ikal Kyuhyun. Merasa sang yeoja semakin bernafsu, Kyuhyun mulai melucuti pakaian yang ia kenakan. Begitu juga pakaian yang dikenakan Ririn sampai akhirnya mereka berdua dalam keadaan naked.

Kyuhyun mulai menindih tubuh mungil itu dan melumat bibir tipis itu kembali, lalu mulai turun perlahan keleher, tubuhnya sampai akhirnya sampai dibagian intim Ririn.

“Re..” panggil Kyuhyun, tapi sepertinya sang yeoja sudah tidak bisa mendengarkan suara Kyuhyun. Namja itupun mendekat ketelinga Ririn dan membisikkan sesuatu. “Kau siap melakukan semua ini? Slurp~” tanyanya lalu menjilat daun telinga Ririn.

Ririn tidak menjawab, ia hanya mengangguk patuh, entah karena kesadaran mereka yang sudah tidak ada, akhirnya Kyuhyun melanjutkan apa yang ia lakukan tadi. Tapi sebelumnya ia mengecup sepintas bibir Ririn.

Bibir Kyuhyun akhirnya bergerak perlahan dari bibir Ririn menuju ke leher, belahan dada, perut hingga berhenti tepat di atas bagian intim Ririn. Dia memberikan kecupan-kecupan ringan untuk menenangkan Ririn yang sepertinya sedikit gemetar, mengantisipasi apa yang sedang terjadi. Jujur, Ririn takut, bagaimana tidak? Sebentar lagi dia akan melakukan hubungan yang lebih lanjut terhadap namja yang baru saja menjadi namjachingunya itu.

Beruntung pengaruh alkhohol membuat Ririn merasa sedikit lebih tenang. Desahan-desahan nikmat akhirnya keluar dari bibirnya, terdengar bagaikan melodi bagi namja berambut ikal itu.

Slurp.

Lidah Kyuhyun menjulur, menjilati paha Ririn bagian dalam sementara kedua tangannya perlahan membuka paha Ririn hingga dia bisa melihat bagian intim yeojachingunya lebih jelas. Dia menjilat bibirnya karena sudah tak sabar untuk menikmati hidangan utamanya.

”Arhh~” Badan Ririn melengkung ke atas ketika dia merasakan sesuatu yang hangat memasuki dirinya. Rasanya begitu nikmat. Dia seolah terbang ke langit ketujuh. Badannya menggeliat meminta sentuhan lebih dari Kyuhyun. Kedua tangannya dia gunakan untuk menutup mulutnya, sedikit merasa aneh dengan suara desahan yang keluar dari mulutnya.

”Keluarkan (jilat) saja desahanmu (jilat) Re~” gumam Kyuhyun di sela-sela kegiatannya.

”Urngh…ahh…faster…ohhh…” racau Ririn. Dia telah melepaskan pertahanannya saat Kyuhyun mengatakan itu, membiarkan pengaruh alkohol membuat dia merasakan kenikmatan dari namjachingunya.

Mendengar apa yang dikatakan oleh Ririn, Kyuhyun semakin mempercepat kegiatannya. Dia menikmati essence dari yeojachingunya dan melihat reaksi dari Ririn, dia tahu bahwa yeoja itu juga menikmatinya. ”Urnggh…cum…cumming oppa!” Cairan kewanitaan Ririn kemudian membasahi mulut Kyuhyun. Tidak merasa jijik, Kyuhyun justru menjilatnya dan mencicipinya. Dia kemudian mendekati kepala Ririn dan mencium yeojachingunya, membagi cairan tersebut.

”Nggh,” desah Ririn. Kyuhyun menggigit bibir Ririn sehingga bibir itu terbuka, memberikan akses bagi Kyuhyun untuk memasukkan lidahnya. Dia melakukan eksplorasi terhadap gua hangat yang mengundangnya sedari tadi.

Tangan kanan Kyuhyun membelai tubuh Ririn yang terekspos, menyentuh kulit halus yang menggodanya sejak dia sadar tadi (karena sekarang dia setengah sadar oleh pengaruh alkohol). Jari-jari lentik Kyuhyun meraba setiap inci tubuh Ririn yang bisa dia sentuh hingga akhirnya dia tiba pada bagian kewanitaan Ririn yang mulai basah lagi untuk mengantisipasi Kyuhyun.

”Hmm…kau sudah basah lagi untukku, eh?” goda Kyuhyun.

Blush.

Wajah Ririn semakin memerah mendengar perkataan Kyuhyun, dia memalingkan wajahnya membuat lehernya kembali terekspos. ”Nggh…Hyaa~” Ririn mendesah bukan karena bibir Kyuhyun, namun karena kembali sesuatu yang kali ini lebih besar memasuki dirinya. Dia menggerak-gerakkan badannya, meminta lebih dari sekedar satu jari Kyuhyun yang masuk.

Kyuhyun terkekeh pelan. Pengaruh alkohol membuat Ririn sedikit lebih agresif dan dia suka akan hal itu. Dia mengecup kening Ririn dengan lembut. ”Sshh…aku ingin melakukannya dengan perlahan. Ini pertama untuk kita bukan?” bisiknya.

Ririn hanya bisa mengangguk. Deru nafasnya sudah tidak teratur. Badannya meminta lebih. Sementara Kyuhyun, dia sudah tidak sabar untuk merasakan ketat dan hangatnya kewanitaan Ririn yang akan mendekapnya. Dia bisa membayangkan bagaimana nikmatnya hal itu, namun dia juga tidak ingin terburu-buru. Biar bagaimanapun ini adalah yang pertama untuk Ririn dan dia harus mempersiapkan yeoja itu dengan baik.

Bibir Kyuhyun kemudian bergerak turun menuju ke dada Ririn yang bergerak naik turun karena kegiatan bernafas yang dilakukan sang yeoja. Lidahnya terjulur dan kemudian menjilati nipple kiri Ririn yang terlihat menegang karena kegiatan mereka. Tangan kirinya meremas dada kanan Ririn yang terasa pas di tangannya sementara ibu jarinya menyentuh nipple Ririn yang semakin menegang.

”Nggh…hyaa….ahhh…oppa…” desah Ririn. Dia merasa di awang-awang. Semua yang dilakukan Kyuhyun membuat dia terasa memabukkan, tidak membantu juga saat tahu dia sedang di bawah pengaruh alkohol.

Satu jari dimasukkan Kyuhyun dan dia melakukan gerakan scissoring untuk membuat hole Ririn sedikit lebih lebar. Dia tahu bahwa organ kewanitaan memiliki elastisitas sendiri, tapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan Ririn juga bukan? ”Oppa…fuck me…jebbal…ahhhh~”

Kyuhyun mengangguk. Dia sendiri juga sudah tidak sabar. Segera dia mengocok kejantanannya meskipun sebenarnya tidak terlalu perlu karena bayangkan saja dengan rangsangan seperti itu dan kejantananmu tidak membesar? Abaikan kalimat terakhir. Kyuhyun mengecup bibir Ririn sesaat sebelum kemudian keduanya saling bertatapan. ”Saranghae,” bisik Kyuhyun. Ririn mengangguk dan menutup matanya, mempersiapkan untuk apa yang akan terjadi berikutnya.

”ARGHHH!!!” Ririn berteriak kesakitan saat ujung kejantanan Kyuhyun memasuki dirinya.

Sakit. Perih. Bagaimana mungkin orang-orang mengatakan malam pertama begitu indah? Ini sangat menyakitkan. ”Tarik nafas…ssh…tenangkan dirimu, ini aku, Re, gwenchana,” gumam Kyuhyun perlahan. Kyuhyun tak dapat menutupi rasa khawatirnya saat melihat Ririn yang terlihat begitu kesakitan. Dia kemudian mencium bibir Ririn sekali lagi untuk mengalihkan perhatian yeojachingunya. Kedua tangannya memainkan kedua dada Ririn yang kenyal.

Ririn mengerang di sela-sela ciuman mereka. Rasa perih yang dia alami tadi mulai hilang karena buaian lembut dari Kyuhyun. Dia merasakan bahwa Kyuhyun berdiam sedang menunggu sampai dia menyesuaikan dengan ukuran Kyuhyun. Fyi, ukuran Kyuhyun juga tidak bisa dibilang kecil, jadi yah, kalian mengertilah.

Anggukan dari Ririn membuat Kyuhyun kemudian melakukan gerakan in dan out terhadap kewanitaan Ririn. Begitu hangat dan ketat, membuat Kyuhyun terbuai dalam kenikmatan, tapi kemudian dia juga tahu bahwa ini bukan hubungan satu pihak. Sex bukanlah tentang memuaskan diri sendiri, tetapi juga pasanganmu. Dia memegang kedua paha Ririn sehingga melingkar di pinggangnya membuat gerakan yang dia lakukan lebih mudah.

”Ohhh~” Ririn tidak mengerti kenapa sesuatu yang begitu menyakitkan dapat terasa begitu indah dan memabukkan. Dia hanya tahu saat Kyuhyun memasukkan miliknya pada posisi ini, dia mendapatkan sebuah kenikmatan. Pikirannya mengabur, hanya ekstasi yang terasa. ”Oppa…there…ahh….lagi….ohhh~”

”Kau…urgh…ketat…urgh…” desah Kyuhyun. Dia tahu bahwa dia berhasil menemukan titik prostat Ririn dan tanpa perlu diberitahu, Kyuhyun terus menerus menekan titik yang sama membuat desahan Ririn semakin tidak teratur.

Deeper….oppa…there…faster….ahhh!”

Dan itulah yang dilakukan Kyuhyun, dia semakin mempercepat gerakannya membuat gesekan dengan dinding kewanitaan Ririn mendatangkan rangsangan bagi dirinya. Kejantanannya semakin menegang dan dengan sudut yang sama, dia kembali menumbuk titik prostat Ririn. Badan Ririn yang melengkung ke atas membuat payudara sang yeoja terpampang dengan jelas di depan Kyuhyun. Kyuhyun mengeluarkan lidahnya sembari sedikit membungkukkan badannya untuk kembali mencicipi nipple Ririn yang sedari tadi menggodanya.

”Ahh….ohh…more….moreee~”

”Ah…kau ketat…urgh…great…ohh…”

”Oppa…lagi…ahh….ohh~”

Ririn mulai bisa merasakan bahwa Kyuhyun sebentar lagi akan klimaks. Dia melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun untuk mengurangi jarak di antara mereka hingga bibir keduanya kembali dipertemukan. Saling bertarung memperebutkan dominasi. Lidah saling bertautan. Kecipak kulit tertangkap indera pendengaran. Saliva yang kemudian terbentang bagaikan jembatan yang menghubungi sepasang bibir merah milik kedua kekasih ini. Mata saling bertatapan dengan nafsu dan cinta. Ciuman kedua lebih agresif dan Kyuhyun tidak melupakan keadaan di ’bawah’.

Satu hentakan terakhir dan keduanya keluar bersamaan. Deru nafas yang tidak teratur. Bibir yang saling bersentuhan membentuk sebuah lengkungan indah. Jarak yang perlahan menghilang ketika sepasang lembaran merah itu saling menyentuh. Tangan Ririn masih melingkar di leher Kyuhyun sementara Kyuhyun sudah mulai menyelipkan tangannya pada punggung Ririn.

Sebuah ciuman akhir untuk mengakhiri kegiatan intim mereka. Satu ciuman yang merupakan awal bagi hubungan mereka. Kyuhyun membiarkan miliknya berada di dalam Ririn dan berbaring di samping yeojachingunya. Tangan mereka saling bertautan dan wajah saling berhadapan. Rasa senang menjalar di hati keduanya. Masing-masing dari mereka tahu bahwa akhirnya mereka berhasil menemukan kepingan pasangannya.

Dan bulan serta bintang menjadi saksi ketika dua hati ini saling bergabung, berdetak bersama dalam satu bagian.

.

.

“Hoam…” Rere bergeliat kecil diranjang seraya membuka matanya sedikit demi sedikit. ‘Empuk..’ itulah perasaan pertama yang ia rasakan saat mulai membuka mata, rasanya tidak mungkin kasur dikost’annya terasa seempuk ini. Tunggu?? Memangnya sedang ada dimana Rere sekarang.

Saat Rere membuka matanya sempurna, ia langsung bangkit dari tidurnya. ‘I-ini dimana?’ ia mengedarkan matanya keseluruh ruangan itu. Ruangan yang simple dengan warna biru muda, design yang sangat calm dan terkesan menenangkan hati untuk siapa saja yang masuk dan tidur dikamar itu.

“Kau sudah bangun?” tanya seseorang sembari masuk kedalam kamar lalu menutup kembali pintu kamar itu. Rere membesarkan matanya saat mengetahui siapa yang masuk kedalam kamar itu.

“O-oppa…”

“Kau tidak perlu kaget seperti itu.” Ucapnya sambil berjalan mendekati Rere.

“T-tapi bagaimana aku bisa berada disini Oppa?”

“Tadi malam kau tertidur didalam mobilku saat aku mengantarmu pulang, aku coba mencari kunci kost’anmu tapi tidak kutemukan. Akhirnya aku membawamu pulang kesini.”

“Oh, jadi aku…” Rere mengangguk mengerti. “T-tapi tunggu Oppa.. bagaimana dengan orangtuamu?”

“Kau tenang saja, Oemma dan Appa masih di Cheonan, jadi di apartement ini hanya tinggal aku dan Jongjin.

“Mianhae Oppa, sudah merepotkanmu, aku akan kembali ke kost’an sekarang.” Katanya sambil bangkit dari tempat tidur.

“Tunggu!!” tanpa sadar Yesung menarik tangan Rere sampai akhirnya tubuh mungil yeoja itu tanpa sengaja jatuh kepelukan Yesung.

‘Aahh~’ wajah mereka sama-sama merona merah, bagaimana tidak, sekarang tubuh Rere bukan hanya jatuh kepelukan Yesung, tapi lebih tepatnya jatuh diatas tubuh Yesung yang ada diatas ranjang.

Mereka saling bertatapan sampai akhirnya Tangan kanan Yesung menarik tengkuk Rere pelan lalu menyatukan bibir mereka. Berawal dari ciuman pelan dan hangat sampai akhirnya lidah Yesung mulai memaksa masuk kerongga hangat itu.

Merasa tidak disambut oleh bibir Rere, Yesung sedikit memberikan gigitan ke bibir mungil itu. “Argh~” Nah. Terbuka sudah bibir mungil itu, dan tanpa menunggu waktu, lidah Yesung menyusup masuk kebibir mungil itu.

Ia mulai menyusuri deretan rongga hangat itu dan mengabsen satu persatu deretan gigi putih milik Rere. Yeoja berwajah oriental itu hanya bisa memejamkan matanya seraya mencekram kuat kaos yang digunakan Yesung. “Urhm~”

Yesung mulai mengubah posisinya, dengan masih menautkan bibir mereka, namja tampan itu membalikkan tubuh Rere sehingga akhirnya, dia berada diatas tubuh Yeoja cantik itu. Serasa tersadar dari apa yang sedang ia lakukan dengan Yesung, Rere mendorong tubuh Yesung untuk menjauh darinya. ‘Apa yang kau lakukan Re?’ batinnya.

“O-oppa.. apa yang mau kau lakukan!!” tanyanya dengan tubuh yang bergetar hebat.

“Mi-mianhae Ririn-ah, a-aku…” Yesung menundukkan kepalanya. Sedangkan Rere bangkit dari tidurnya sambil membenahi baju yang hampir saja terkoyak.

“Permisi Oppa, aku harus pulang.” Ucapnya lalu berjalan keluar dari kamar itu, tapi sekali lagi langkahnya terhenti saat tiba-tiba Namja itu memeluknya erat, sangat erat. “Oppa~”

“Saranghae.. Jeongmal Saranghae.. Ririn-ah~”

DEG…

Jantung Rere seketika berhenti berdetak, tubuhnya seketika melemas, lidahnya keluh, darahnya berdesir. Sungguh ucapan tadi membuat dia sulit untuk percaya.

“Mian…” Yesung mulai melepas pelukannya dan berjalan mundur menjauh dari Rere. “Mian aku sudah jatuh cinta kepadamu Ririn-ah.”

‘Aku yang seharusnya minta maaf Oppa, karena aku bukan Ririn, aku Rere.’ Gumamnya dalam hati.

“Kau tidak perlu membalas cintaku Rin, aku tau, aku tidak pantas untukmu, kau terlalu sempurna untukku, dan aku terlalu jahat untukmu.”

“Tidak Oppa, tidak seperti itu, kau salah kalau berfikir kau tidak pantas untukku.” Yesung menautkan alisnya. “Kau pantas, kau sangat pantas untukku, hanya saja…” Rere menggantungkan ucapannya lalu menunduk.

“Hanya saja apa Rin?” Yesung berjalan mendekat dan mengangkat dagu Rere untuk menatap kearahnya. “Ada apa?”

‘Ririn, apa yang harus aku lakukan? Jujur aku mencintainya, tapi sekarang, yang ia cintai itu kau, bukan aku.’

“Kenapa kau diam Rin? Ada apa?”

“Ti-tidak.. Tidak Oppa, tidak ada apa-apa.”

“Hm? Kau yakin?” Rere mengangguk pelan.

“Baiklah Oppa, aku harus pergi.” Ucapnya lalu berbalik dan mengambil tas berwarna coklat miliknya.

“Rin…” belum sempat Yesung melanjutkan ucapannya, Rere sudah buru-buru keluar dari kamar itu. ‘Kau memang pabbo Yesung, mana mungkin Yeoja seperti Ririn mau menerimamu menjadi namjachingunya, bahkan membalas cintamu saja itu tidak mungkin.’ Batinnya sambil tersenyum kecil dan menunduk.

“Saranghae Oppa, Nado Jeongmal Saranghae.” Tiba-tiba Yesung melebarkan matanya saat mendengar suara Ririn –lebih tepatnya suara Rere-.

“Ri-Ririn…” ternyata Yeoja cantik itu masih ada didepan pintu, tersenyum manis saat melihat Yesung sudah Blushing karena ucapannya. “Kau.. kau se-serius dengan ucapanmu itu?”

“Ne. Oppa, Nareul Saranghae.” Yesung tersenyum lalu berlari dan meraih tubuh Rere, memeluknya erat, serasa tidak ingin melepaskannya.

“Gomawo Rin, gomawo kau sudah membalas cintaku.”

“Ne. Oppa.” Jawabnya sambil membalas pelukan itu. “Tapi Oppa, aku bisa mati kalau kau memelukku seperti ini terus, uhh!!” eluh Rere saat merasa pelukan namjachingunya itu semakin lama semakin erat.

“Eh, mian Rin, aku terlalu senang.” Ucapnya seraya melepaskan pelukannya. “Tapi, kau benar-benar tidak bercanda kan Rin dengan ucapanmu itu?”

“Oppa tidak percaya ucapanku, huh?” tanya Rere dengan raut wajah kesal.

“Bu-bukan begitu Rin, jujur, aku shock dengan nama Cinta, aku takut tersakiti kembali.”

“Oppa.. apa karena mantan Oppa itu?” Yesung mengangguk pelan. “Hey, Oppa!! Apa wajahku seperti orang yang berbohong, eh? Coba lihat aku!!” Rere menyentuh kedua pipi Yesung.

“Lihat mataku Oppa, lihatlah apa aku berbohong kepadamu.” Yesung mulai menatap orb coklat yang berkilau itu, mencari kebohongan yang mungkin saja tersirat disana, tapi ternyata ia sama sekali tidak menemukan kebohongan itu. “Apa Oppa melihatnya? Apa Oppa merasakan kalau aku berbohong, huh?” cetusnya kesal dengan berwajah yang bisa dibilang.. err… sangat lucu.

“Ti-tidak Chagi..” Yesung tersenyum semanisnya lalu kembali merekuh tubuh mungil yeojachingunya itu. “Saranghae Chagi, mulai sekarang, tetaplah berada disisiku, apapun keadaannya.”

“Ne. Oppa, arraseo!!” Rere tersenyum getir, ia merasa sangat bersalah karena telah membohongi orang yang ia cintai. ‘Mian Oppa karena aku telah berbohong kepadamu, mungkin kalau kau tau aku bukanlah Ririn, kau akan membenciku, dan sebelum itu terjadi, aku akan berusaha membuatmu bahagia berada disisiku.’

.

.

X-change Identity

.

.

Ririn PROV

“Ung~” aku bergeliat kecil diranjang tidurku. “Argh~” eluhku saat merasa bagian bawahku terasa perih. ‘Kenapa ini? apa yang aku lakukan semalam?’

Lalu akupun melihat tubuhku yang tertutup selimut. ‘OMMO~’.

Sesaat setelah itu, aku menoleh kesamping dan terlihat Kyuhyun, namjachinguku tengah tertidur dengan sangat lelap tanpa mengenakan pakaian bagian atasnya. ‘Jangan-jangan.. aku… dia…. aargghh’. Batinku menjerit.

“Uhm~” melihat Kyuhyun mulai membuka matanya, dengan cepat aku mendudukkan tubuhku seraya menarik selimut untuk menutupi semua tubuhku. “Hm.. pagi baby, kau sudah bangun.” Sapanya. Sungguh, baru kali ini aku melihat wajahnya sangat bersinar walaupun dia baru bangun tidur.

Aku hanya terdiam, melamun sembari terus menatap kearahnya. “Baby kau kenapa?” tanyanya heran saat melihatku tak berkedip melihatnya. Ia bangkit dan mendekatiku.

“Jangan mendekat!!” ucapku spontan. Ia semakin heran melihat tingkah anehku ini, ya.. aku juga merasakan kalau tingkahku sangat aneh.

“Baby kau kenapa? Apa aku ada salah kepadamu?”

“A-apa yang k-kita lakukan tadi ma-malam Oppa!!!”

“Hmm?” ia mengernyitkan dahinya bingung dengan sedikit memiringkan kepalanya. “Kau lupa baby?”

“Lu-lupa? Lupa apa Oppa?”

Bwahahahaha… tawanya menggelegar saat melihat wajah polosku (?). mwo? Polos? Tidak.. aku sudah tidak polos lagi, aku yakin tadi malam aku dan dia….. ARGH…..

Tiba-tiba dia menarik tanganku dan memelukku erat, membuat selimut yang aku pakai untuk menutupi tubuhku, sedikit terbuka. “Kau tidak perlu takut baby, aku akan bertanggung jawab penuh, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.”

‘Bagaimana ini? aku dan dia sudah melakukan itu, dan pasti dia menganggap, aku adalah Rere. Mianhae Rere, Mianhae…’

“Baby…” dia menarik daguku keatas. “Kau percaya padaku, bukan?” aku terdiam seraya terus menatap iris coklat itu.

“N-ne.. Oppa, a-aku percaya.” Dia tersenyum lalu mengecup bibirku lembut seraya menarik selimut untuk menutupi kembali tubuhku yang masih dalam keadaan naked.

Ririn PROV END

.

.

 “Oppa~” Yeoja cantik dengan mata yang terlihat sipit itu membangunkan namjachingunya yang sedang tertidur dengan sangat nyenyak. Ya, siapa lagi kalau bukan Han Sungbi. Dia sedang berada di apartement Sungmin, namjachingunya.

“Hm~ sebentar lagi nae bi, masih ngantuk.” Eluhnya seraya menarik kembali selimutnya untuk menutupi tubuhnya.

“Ayolah Oppa, sampai kapan kau akan tiduran seperti ini, kita harus membantu Yesung Oppa di Coffe shop’nya.” Sungbi mengoyak-oyak tubuh namjachingunya itu. “Oppa~ ayo bangun~”

“Hmm~” hanya satu kata ‘hmm’ saja yang daritadi Sungmin ucapkan, ia benar-benar sangat mengantuk. Bagaimana tidak, tadi malam ia baru saja melakukan –This and That­­- bersama dengan siapa lagi kalau bukan yeojachingunya, Han Sungbi.

“Oppa~ Ayolah~” Sungbi terus saja merengek sambil masih mengoyak hingga menarik tubuh Sungmin.

“Ok.. Ok.. aku bangun!!” seru Sungmin mulai kesal. Ia beranjak dari tidurnya, dan menoleh kearah Sungbi yang berdiri disamping ranjangnya. Ia hanya bisa terdiam melihat tubuh Sungbi yang terekspos sempurna, yeoja cantik itu hanya mengenakan kemeja putih panjang nan tipis dan memakai celana pendek, membuat orang yang melihatnya pasti mengira dia tidak memakai celana untuk menutupi bagian bawahnya.

“Na-nae Bi… ka-kau~”

“Wae Oppa? Kenapa kau menatapku seperti itu?” Sungmin meneguk ludahnya dengan susah.

‘Kau sangat sexy Nae Bi, sungguh kau membuatku semakin ingin melakukannya.’

“Ahh~ ya sudah deh, aku mau memasakkan sarapan dulu buatmu Oppa, segera mandi lalu ke meja makan, ne!!” pintanya lalu beranjak keluar dari kamar itu. Namja yang masih duduk diranjang itu terus menatap yeojachingunya sampai menghilang dari pandangan.

“La..la..la..la…” Sungbi bersenandung seraya mengaduk-ngaduk sup cream labu kesukaan namjachingunya itu. “Srup~ hmm~ sudah matang sepertinya.” Saat Sungbi akan mengangkat panci berisi sup itu, tiba-tiba ada tangan yang melingkar di pinggangnya.

“Slurp~” yeoja itu langsung merasakan bulu kudunya merinding saat seseorang menjilat lehernya. Ya, siapa lagi kalau bukan namjachingunya, Lee Sungmin.

“O-oppa~ Aaah~ Apa yang kau lakukan, eh? Aahh~” tanyanya sambil mendesah saat bibir itu mengecup hingga menjilat leher putih nan mulus miliknya.

“Jangan salahkan aku chagi, slurp~!! Salahkan tubuhmu yang menggodaku seperti ini, slurp~”

“T-tapi O-opa.. aarhh~ a-aku sedang memasak.. urhm~”

“Lanjutkan nanti saja chagi, slurp~” Sungmin memutar tubuh Yeojanya hingga menghadap kearahnya. Tanpa menunggu lama, ia langsung melumat bibir plum itu.

“Urhm~” Sungmin  mulai menjilati sisi demi sisi bibir tipis nan merah itu lalu mulai menyusupkan lidahnya kedalam rongga itu untuk mengajak bertarung lidah milik yeojanya itu. “Arhhh~ Oppa~”

Sedikit demi sedikit Namja pemilik julukan Danhobak  itu mendorong tubuh mungil Sungbi untuk tidur diatas meja, tapi sebelumnya dengan kasar, ia menjatuhkan seluruh peralatan makan yang ada diatas meja hingga bertebaran ke bawah.

“Arrh~ Oppa~”

“Biarkan aku menikmatinya Chagi, Slurp~” Sungmin mulai mengecup senti demi senti leher putih itu. Membuat banyak kissmark yang membuat yeoja itu mendesah tak karuan.

“Argh~” Sungbi mendorong tubuh namjanya saat sang namja dengan sengaja menggigit lehernya. “Ommo~ Oppa.. sakit~” ucapnya sambil mengelus-elus lehernya yang terkena gigitan.

“Ahh mianhae Chagi, aku terbawa suasana.” Sungbi mengerucutkan bibirnya kesal lalu turun dari meja. “Kau mau kemana?”

“Aku kesal padamu Oppa, Moodku sudah jelek, aku tidak mau melakukannya.”

“YA!! Chagi, kau tidak kasihan kepadaku, eh?” Yeoja itu melirik tajam kearah Sungmin.

“Untuk apa aku kasihan kepadamu Oppa, kau juga tidak kasihan kepadaku.” Sungmin kembali meraih tubuh yang menggodanya sedari tadi itu dan menjilat leher itu sekali lagi. “Ahhh~ Oppa.. Le-paskan.. aahhh~”

“Tidak… slurp~ tidak akan aku lepaskan Chagi, kau sudah sangat membuatku menginginkanmu lagi.”

“Jinjja?” Sungbi memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan namjachingunya,lalu ia mengalungkan kedua tangannya dileher itu dan memandang namja yang ada didepannya itu dengan tatapan menantang. “Kau menginginkanku kembali Oppa?”

Glup.

Sungmin tidak bisa berkata-kata melihat wajah yang sekarang ada dihadapannya itu sungguh membuatnya semakin bernafsu, tanpa ia sadari, Sungbi mendorong tubuh itu duduk dikursi yang ada dibelakangnya. Yeoja itu duduk dipangkuan Sungmin dan mendekatkan kedua buah dadanya didepan wajah Sungmin.

Tangannya menarik rambut ikal Sungmin kebelakang, memperlihatkan keringat yang mulai mengucur dileher jenjang itu. “Slurp~ kenapa… slurp~ kau begitu menginginkanku Oppa? Slurp~” tanyanya seraya menjilat leher itu.

“Aahhh~ kauh~ sungguh~ nak-kal~ chagi~ aaahh~” desahnya merasakan sentuhan dari yeojachingunya itu

“Hmm? Aku nakal? Kau yang nakal Oppa, sekarang berganti aku yang akan memuaskanmu, slurp~”

“Ooohh~ aahh~” racaunya terus. Sungbi tersenyum saat merasakan ada yang bergerak dibagian bawahnya, dan ia tau apa itu. Dia terdiam seraya terus menjilat leher putih nan menggoda itu, tangan kanannya masih setia menjambak rambut Sungmin kebelakang, sedangkan tangan kirinya mulai menyusup masuk kedalam kaos yang dikenakan namja itu. “Aaarrgggh~”

Sungbi terkekeh saat berhasil membuat namjachingunya meracau kesakitan, karena saat itu, dengan sengaja ia menarik kuat nipple Sungmin. “Nappeun!!” ucap Sungmin seraya mengerucutkan bibirnya.

Yeoja itupun tidak mengulur-ulur waktu, dengan sangat lihai, ia memasukkan lidahnya kedalam rongga hangat nan lembab itu, mengekplorasi semua bagian yang ada didalamnya. “Aaahhhh~”

Lidahnya yang tajam dan lincah mengajak lidah Sungmin bertarung, berbagi saliva hingga saling memberikan gigitan kecil diantara keduanya. Tapi tiba-tiba, seringaian itu kembali tercetak dibibir manis sang Yeoja. Sungbi melepaskan tautan bibirnya lalu berdiri dan berjalan menjauhi Sungmin, mendatangkan erangan kecewa dari sang Namja.

“Bii~” pintanya lebih, tapi Sungbi hanya tersenyum sinis sambil mengambil air minum yang ada di lemari es tak jauh dari tempat Sungmin duduk.

“Hmm?” jawabnya singkat.

“Kenapa dilepas?” Sungmin merasa sangat sakit, bagaimana tidak? Rangsangan yang diberikan yeojachingunya itu cukup membuat miliknya terasa sesak dan berdenyut, rasa sakit karena tidak puas membuat ia terus saja mengerang manja.

“Lain kali kita lanjutkan lagi Oppa, sekarang kita harus bergegas ke cafe, Yesung Oppa pasti sudah menunggu kita.” Ucapnya lalu meninggalkan ruang makan dan hanya menyisahkan Sungmin yang menunduk kecewa.

.

.

Tak lama setelah itu, didalam perjalan menuju Handel & Gretel, Sungmin terus saja diam dan mengarahkan pandangannya kearah depan, kekecewaan sangat ia rasakan sekarang. Sesekali ia melirik yeojachingunya yang ada disebelahnya tengah sibuk dengan Laptop yang ia bawa.

Kembali ia mendengus kesal, merasa diacuhkan oleh yeojanya. ‘Sampai kapan aku didiamkan seperti ini? Aku jadi merasa seperti sopir.’ Gerutunya dalam hati sambil melirik kembali kearah Sungbi.

“Jangan terus melirikku Oppa, katakan apa yang mau kau katakan!!” cetus Sungbi membuat Sungmin meneguk ludahnya dengan susah. “Kau kira aku tidak tau kalau sedari tadi kau terus melirikku?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya kearah laptop yang ada dipangkuannya.

“Sebenarnya kekasihmu itu aku atau laptopmu itu, huh!!” Sungbi mengernyitkan dahinya lalu menatap kearah Sungmin. “Kau jadi seperti Kyuhyun.”

“Hmm? Kyuhyun? Nugu?”

“Teman sekolahku dulu.”

“Apa dia juga maniak laptop seperti aku?”

“Anii, dia lebih maniak dibanding kau, kekasihnya itu PSP.” Sungbi melongo, memangnya masih ada seorang namja yang seperti itu, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

‘Aku jadi penasaran dengan namja itu.’

“Kenapa diam?” tanyanya saat melihatku diam dan melamun.

“A-apa? anii..” aku menutup laptopku dan kembali menatap kearahnya. “Kalau boleh tau, dia dimana sekarang Oppa? Kenapa sepertinya kau tidak pernah bertemu dengannya.”

“Mollayo. Memangnya kenapa? Kau tertarik dengannya?”

DEG..

Ucapan Sungmin kali ini membuat dadanya sesak, sepertinya namjachingunya ini mulai merasa cemburu, terlihat dari nada bicaranya yang terdengar sangat dingin. “Oppa, kau marah padaku? Kau cemburu?”

“Anii.” Jawabnya singkat, tangan yeoja mungil itu tergenggam erat, saat ia melihat lampu merah sudah menyala, mobil itupun berhenti. Tanpa menunggu waktu lama, ia menarik dagu Sungmin dan mengecup bibir manis itu. “Urhm~”

Sungbi memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman itu, ciuman ringan dan singkat. Setelah pagutan itu terlepas, ia menggesek-gesekkan hidungnya dihidung pasangannya. “Kau harus percaya kepadaku Oppa, hatiku tidak akan berpindah untuk orang lain, hanya kau… hanya kau yang ada dihatiku.” Ucapnya seraya tersenyum lalu mengecup sepintas bibir itu.

Namja manis itu tersenyum lalu mengecup kening Sungbi. “Aku percaya, aku percaya semua yang kau katakan Nae Bi. Saranghae.”

“Nado.” Kembali mereka menautkan bibir mereka.

Tiiin…. tiiinnnn….

Klakson keras dari mobil yang ada dibelakang mereka membuat mereka tersadar, sejenak mereka tersenyum telah melakukan hal konyol dijalan raya seperti ini. “Cepat jalankan mobilnya Oppa, kau tidak mau semua orang memaki kita, bukan!!”

Sungmin tersenyum lalu mulai melajukan mobilnya kembali kearah H&G.

.

Handel & Gretel, 10.30AM.

Rere tengah sibuk melayani costumer yang ada di cafe itu, hari itu entah kenapa banyak sekali yeoja yang datang ke cafe tersebut. Yesung, pemilik cafe sekaligus namjachingu Rere duduk dibelakang meja tempat karyawan istirahat, matanya terus saja tertuju pada yeojachingunya itu.

Sekilas, senyuman terukir indah dibibirnya, membentuk bulan sabit disekitar matanya. cinta itu akhirnya ia rasakan kembali setelah sekian lama, ia sudah ingin menceritakan apa yang terjadi kepada sepupunya, Han Sungbi. Karena sepupunya itulah, ia jadi berani mengatakan cintanya kepada Ririn yang sebenarnya adalah Rere.

“Kau ini bagaimana sih? Bisa cepat tidak sih!!” salah satu costumer terdengar marah saat Rere sedikit lama melayaninya, sepintas Yesung mengernyitkan dahinya lalu berjalan menghampiri Rere.

“Mianhae, ada yang bisa saya bantu?” ucapnya dari balik kasir. Senyuman itu kembali terlihat dan membuat yeoja yang tadinya marah-marah menjadi luluh seketika, tatapan sadis yang ia lemparkan kepada Rere berubah menjadi tatapan manja seorang yeoja kepada namja.

Rere mendengus kesal, jujur ia merasakan cemburu setiap melihat ada yeoja yang bersikap manja untuk menarik perhatian namjachingunya ini, padahal ini baru hari pertama ia berpacaran dengan Yesung, tapi rasa cemburu ini telah ia rasakan jauh-jauh hari.

“Ini Oppa, pegawaimu terlalu lama melayaniku.” Katanya dengan suara yang terdengar.. err… menjijikkan ditelinga Rere.

‘Ish.. kau mencoba menarik perhatian Namjaku, eh?’ batinnya dalam hati.

“Rin, kau kerjakan yang lain, biar aku yang menggantikanmu disini.”

“Tapi Oppa-“ Belum sempat Rere melanjutkan ucapannya, posisinya langsung diambil alih oleh Yesung.

_Klinting_

Indera pendengarannya menangkap sebuah benda jatuh dibawah kakinya. “Kalung?” ucapnya lalu mengambil kalung berbentuk salip itu, ia membolak-balik kalung salip itu dan saat ia mengamati dengan jelas, terdapat sebuah inisial nama ada dibalik salip itu. “Ye-So”

“Oppa~” suara dari Sungbi menyadarkan Rere dari lamunannya, buru-buru ia menyimpan kalung itu didalam saku apron yang ia pakai. “Annyeong Ririn-ssi.” Sapa Sungbi seraya membungkukkan badannya.

“Oh, annyeong, mian aku kebelakang dulu.” Ucapnya cepat lalu berlalu meninggalkan tempat itu, membuat Sungbi menatapnya heran.

“Oppa, dia kenapa?” tanya Sungbi kepada Yesung yang sedikit sibuk melayani costumer yang semakin membludak.

“Mollayo, Bi… jangan ganggu aku dulu, aku sedang sibuk.”

“Ne, Ne.. Oppa.” Karena penasaran, Sungbi mengikuti kemana arah Rere pergi, ia berjalan keluar dari pintu belakang cafe itu.

Rere mengambil kembali kalung yang ada di saku apron’nya. ‘Apa ini kalung Yesung Oppa? Ada inisial Ye-So, siapa So disini?’ berbagai pertanyaan memenuhi pikirannya. Ia menggenggam erat kalung itu.

“Kau sedang apa Rin?” tanya Sungbi tiba-tiba, spontan Rere menjatuhkan kalung yang ia bawa, dan itu membuat Sungbi menatap kalung yang jatuh tepat dibawah kakinya. “Ini…” ia menggantungkan kalimatnya seraya mengambil kalung itu. “Kalung Yesung Oppa, bukan? Kenapa ada di kau?”

“I-itu… a-aku…”

“Rin, jawab yang jujur, kenapa kalung Oppa ada padamu?” Rere terdiam, ia bingung harus mengatakan apa. “Kau tau kalung ini sangat berharga untuk Oppa? Ini kalung kesayangan Oppa.”

“A-apa?”

“Ne, walaupun kalung ini adalah kalung kenangan dia, tapi dia sangat menyayangi kalung ini.”

“Me-mangnya itu kalung dari siapa?”

“Kau sudah lihat inisial dibelakangnya bukan?” Rere mengangguk pelan. “Ini dari mantannya, Soyoung, mantan yang sudah menyakiti dia.”

DEG..

Hati Rere saat itu benar-benar hancur, baru saja ia merasakan kebahagian, dan sekarang ia harus menerima kenyataan yang sangat pahit. Dan kenyataan itu ia dengar dari orang lain. Bulir-bulir airmata mulai mengenang dipelupuk matanya, dan bisa sewaktu-waktu terjatuh tanpa diduga.

“Kalian sedang apa?” mendengar pertanyaan dari seseorang yang sangat ia kenal membuat airmata yang ditahan oleh Rere akhirnya hancur, pertahanannya koyah.

“Yesung Oppa, ini milikmu?” Sungbi menyerahkan kalung itu kepada Yesung.

“D-darimana kau mendapatkannya Bi?” tanya Yesung gelagapan.

“Ada di Ririn.” Mata Yesung langsung membulat sempurna, ia melihat yeojachingunya tengah menunduk dan meneteskan airmata.

“Ri-“ belum sempat Yesung melanjutkan ucapannya, Rere sudah buru-buru berlari masuk kedalam cafe meninggalkan Yesung dan Sungbi yang ada dibelakang. Ia melepas apron yang ia pakai dan menaruhnya disembarang tempat. “Rin, kumohon dengarkan penjelasanku!!” cetus Yesung sembari menarik tangan mungil sang Yeoja.

“Lepas Oppa!!!” rontanya, ia mengambil tas yang ada diloker dia dan berlari keluar dari cafe itu.

“Rin~ Ririn~” Jerit Yesung saat melihat Ririn berlari menerobos costumer yang masih memenuhi cafe itu. Kejadian itu sontak membuat cafe sedikit rusuh, mereka bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi saat itu.

“Oppa~ sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Sungbi yang ada dibelakang Yesung.

“Dia Yeojachinguku Bi.”

Glup.

Mata Sungbi membulat, ia terperangah mendengar ucapan dari Yesung. Ia menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya. “Mi-mian Oppa, a-aku sudah-“

“Sudahlah, kau tidak perlu minta maaf Bi, aku saja yang belum menceritakan semuanya kepada dia.” Celetuknya seraya menunduk dan menatap kalung yang ia bawa. ‘Mian Rin, Mian.’

.

.

“Kau kenapa baby?” tanya Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya saat mereka ada di balkon kamar mereka.

“Aku ingin pulang Oppa.”

“Pulang? Kita kan baru saja disini, dan sekarang kau ingin pulang.”

‘Aku khawatir dengan keadaan Rere.’ Batinnya. “Pokoknya aku mau pulang Oppa.” Pintanya seraya menghentak-hentakkan kakinya.

“Baby.. Dengarkan aku.” Kyuhyun memutar tubuh Ririn dan menangkupkan kedua pipi yeojanya itu. “Kita tidak bisa pulang sekarang, kita pulang besok ya.”

“Aku maunya sekarang Oppa, sekaraaaaaaang!!!” rontanya.

“Baby kau itu kenapa, eh? Aku beritahu ne, tidak ada tiket untuk pulang hari ini, ini mendadak sekali. Aku mohon mengertilah, jebal!!” ucapnya menenangkan lalu menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya.

‘Aku cemas dengan keadaan Rere Oppa, walaupun aku sering kesal kepadanya, tapi aku sayang dan peduli kepadanya. Bagaimana kalau sekarang dia membutuhkan aku dan aku tidak ada disamping dia?’

“Apa yang kau pikirkan? Apa yang membuatmu ingin segera kembali ke Seoul?” tanya Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya.

“A-anii.. Anii Oppa, tidak ada. Hanya saja, aku rindu dengan Seoul.”

“Jawaban yang aneh.” Ririn melirik tajam kearah Kyuhyun lalu menggigit pundak namjachingunya itu gemas. “Appo~” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengelus-elus pundak bagian kirinya yang baru saja digigit oleh Ririn. “Kenapa kau menggigitku Baby? Aku tau aku terlalu manis, tapi kau tidak perlu menggigitku.”

“Mwo?? Apa yang kau ucapkan barusan Oppa? Manis? Nugu?”

“Ya!! Baby.. kau tidak menyadari kalau kau mempunyai namjachingu semanis aku, eh?”

“Tidak sama sekali.” Ucapnya ketus lalu kembali masuk kedalam kamarnya.

“Baby.. awas kau ya!!”

Hahahaha… Kyuhyun mengejar Ririn, sampai akhirnya terjadilah kejar mengejar diantara mereka.

.

.

Sungbi meneguk Wine itu untuk yang kesekian kalinya, sesekali ia mengusap wajahnya frustasi. Malam itu benar-benar membuat ia merasakan sangat bersalah kepada Yesung dan juga Rere. Matanya terus tertuju pada luar jendela, tubuhnya ia sandarkan ke badan sofa yang empuk.

“Nae Bi.. siapa yang menyuruhmu untuk minum sendirian, eh?” tanya Sungmin yang tiba-tiba berdiri disampingnya, yeoja itu mendongakkan kepalanya lalu tersenyum.

“Kau belum tidur Oppa?”

“Apa yang membuatmu seperti ini?” Sungmin mengambil Wine yang ada ditangan Sungbi dan duduk disebelah yeojachingunya itu. Sungbi memang peminum yang handal, ia tidak bisa dengan mudah terpengaruh alkohol yang sudah ia minum. Jadi sebanyak apapun ia meminumnya, ia masih bisa mengontrol pikiran dan emosi dia.

“Apa karena kejadian tadi di Cafe itu?” Yeoja itu menoleh dan tersenyum. “Sudahlah Bi, ini semua bukan salahmu, kau mengatakan yang sejujurnya, dan kau juga tidak tau kalau sebenarnya mereka sudah berpacaran.”

“Tapi semuanya salahku Oppa, kalau aku tidak….. arghhh!!!” Sungbi mengacak rambutnya frustasi.

“Hey.. chagi.. dengarkan aku!!” Namja berwajah aegyo itu menyentuh kedua pipi Sungbi. “Kau tidak bersalah, aku mohon jangan terus menyalahkan dirimu, kalau memang mereka saling mencintai, masalah ini akan segera selesai, kau mengerti?”

“Oppa~”

“Sekarang aku temani minum ne? Aku tidak akan membiarkanmu menghabiskan Wine ini sendirian.”

“Sebentar aku ambilkan gelas lagi.”

“Tidak perlu.”

“Hm? Tidak perlu?”

“Aku punya cara sendiri untuk menikmatinya denganmu.”

“Caranya?” Sungmin tersenyum lalu meneguk Wine itu langsung kedalam mulutnya, kemudian ia menarik tengkuk Sungbi untuk membagi Wine yang ada didalam mulutnya. “Urhm~”

Itu bukan hanya sebuah pembagian Wine semata, tapi juga diselingi oleh ciuman yang sangat mesra. Sesekali tetesan Wine itu mengalir dari sudut bibir mereka. Hal itu tidak mereka lakukan sekali, mereka melakukannya berulang kali sampai Wine itu habis tak tersisa.

“Bagaimana? Nikmat bukan?” tanya Sungmin saat mereka selesai melakukan pembagian minuman yang menurutnya nikmat dan pertama kali mereka lakukan.

“Kau memang nakal Oppa. Uhmp~” Sungmin langsung mengunci bibir tipis itu dan mendorong tubuh Sungbi untuk tidur disofa itu.

.

.

^ T.B.C ^

.

Mian untuk lama updatenya, and cinta @_verzeihen gomawo buat NC’annya ^^

Leave a comment😀

Gomawo

28 comments on “X-Change Identity – Chapter 3 ~Straight~

  1. KYAAAKKKKKK XDDD
    AKHIRNYA !!
    NC KYURIN *A*)/

    super sekali sodara-sodara.. XDD
    saya terkesima.. dan tertawa disaat yg sama..
    membayangkan apa yg dilakukan kyurin……..

    tapi un..
    saya lebih tahan wine soju drpd bi ..😄
    dan.. sbnrnya wild saya drpd bi /confession /plakplakplak
    d chapter ini juga ceritanya gak sepiro ketok yaa..😀
    yg trlihat para nc…. XDD

    tpi gpp..
    ini..
    sungguh…
    awesome to the max *A*)9
    saya mau kyurin lagi.. kkk😄
    minbi sungrae juga highly anticipated nih nc nya..
    kyknya seru kkk😄

    akan saya baca hingga akhir dari cerita ini..
    dimana sy nc lgi sm kyu /plak
    bukan, mksudku..
    dimana cerita ini akan happy end ….. XDD

    HWAITING !!
    WOOOOHOOO~~~ (/>w<)/

  2. aaaaaaaa…. huwoooooohh.. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..
    Penasaran sama lanjutannya /degdegseer/
    MINBI hwaaaitiiing !!! ahahaha.. XDDD

    cerita ncnya kurang (kurang banyak, kurang lama, ririnnya kurang liar) XDDD
    aku mau sungminnya wilder than sungbi.. tapimainnya lembut (kebanyakan minta deh) /plak XDD
    foreplay sudah geboy banget.. untung bacanya bukan siang siang.. hahaha

    kenapa wine? kenapa bukan soda aja.. yang lebih memabukkan /plak
    Bi kuatnya soda (gak kuat sih) aku tidak lebih hebat dari rin.. sekali minum langsung tepar (kayak pernah minum) hahahaha…

    rere-ah.. mianhae.. ini semua salah sungbi karena tidak tahu apa-apa. Tapi sapa suruh gak bilang dari awalkalau kalian pacaran? hiks.. Ngapain tuh oppa masih nyimpen kalung gituan.. Katanya udah punya pacar barangnya gak di buang dasar.. Jadi yang salah tetep yesung oppa /salahin yesung salahin yesung/ XDDD

    ceritanya ketutup sama nc.. jadi penasaran sama cerita aslinya.. hahaha.. bahasa nc nya mantep bgt.. tapi banyak banget yang aku gaka paham.. (aku polos) hahahaha XDDD /polos beneran/

    un, this and that itu apaan? jelas kan pada dongsaeng polosmu ini… aku sangat terlalu polos unni aaaa… DXXX

    buat yang bikin nc : CERITA NCNYA DAAEBAAAK !! MANTEP BANGET merasuki hati yang terdalam…

    yak segitu saja.. lama lama isinya jadi ff ntar… buahaha.. abis panjang banget XDD

    • soda apa’an?? -________-”
      unni malah gk tau soda itu apa.. /plaak

      yaa.. karena disini kan km sama sungmin lebih lama pacarannya jadi mau tidak mau kau harus lebih wild daripada Rin wkwkwkw😀

      km sih, ngapain pake ngejar Rere, alhasil dia tau semuanya kan *liriksungbi*

      hahah..
      iya.. biasanya emang gitu,, ceritanya jadi ketutup sama NC.. hahah..
      darimana yg gk km paham dari NC’annya -_____-
      padahal itu udah paling gampang lohh (?)

      this and that itu ya ‘gituan’ tapi dipakei bahasa gaul gitu hahaha😀
      Hahaha.. tunggu deh.. NC minbi dibuat yg wild hahah😀

      • ya elah.. soda itu kokakola itu looh… ><

        Tapi minnya harus lebih wild ya dari bi XDDD biar tambah mantep.. hahaha… aku mau sungmin lebih wild pokoknyaaa… /tetep banyak minta/

        hng… jadi salah sungbi… iya deh.. rere-ah.. mianhae.. Sungbi emang babo kok.. aku juga tahu.. /plak

        bahasanya terlalu wah (walopun gampang) muter otak buat anak kecil seperti saya.. jadi this and that itu 'itu' kenapa aku baru paham ya? /plak

        dimana komen polosnya? dimana? aaaaa… tidak ada komen polos di sini… Aku polos dari dalam hati ya.. Kan tanya lebih baik dari pada kesasar.. hahahaha…

        HWAITING NC MINBI !!! WOOOHOOOO !!!! XDDDDD

      • hoihohoho…
        itu poloosss -_____________-
        masak this and that gk tau.. *colekKyurin*

        dia master banget tuh u,u
        soda itu cola? –”
        masak gitu aja udah mabuk /plaak

        kalah dong sama kyurin??? hahaha…
        anak kecil ya -_-
        seharusnya gk boleh baca ini😀
        nanti shock wkwkwkw

      • mana polooos… aku gak polooos..

        sejujurnya, aku masih jauh di bawah kyurin… jaaaauuuuuuuhh banget…

        cola kan soda🙂 gak sampek mabuk, paling banter ketiduran (apa itu apa itu?)

        aku anak kecil yang beranjak dewasa.. tapi karena udah punya ktp aku jadi udah dewasa dong (gak mau ngalah)

      • jauuuuuuuuuh.. ya.. -_-
        berarti kyurin itu bertampang lugu #plaaak

        masak??
        unni habis banyak gk ampe ketiduran tuh -_-
        km aja yg terlalu polos biiiiiiiiiiii….

        HUWAAAAAAAAAAAT!!!
        itu booooooooong..
        gk mungkin anak kecil punya ktp,,
        ktp NC lagi.. wkwkwk

      • bertampang lugu? Kyurin kan? emang /plak huahahahahaha..

        Loh gak percaya, karena sakit perut jadi ketiduran.. Jadi yang mabuk perutku un.. hahaha..

        aku anak kecil yang sangat keren karena sudah ktp :))
        Oh, aku punyaktp indo kalo NC belum bikin.. ntar bikin di negara absurd sedunia aja XDDD /plak/

      • huakakakaka…
        KTP NC di negara absurd yaaaa!!
        mana Kyurin kan bagian buat KTP’nya.. hahaha

        jadi yg mabuk perutnya -_-
        kirain…
        hohoho.. di iyain aja deh wkwk

  3. Mianhe br comment di chap ini,.
    Karna Ά̯͡к̲̣̣ύ kebanyakan dpt ff straight ÿàñĝ oc gini ga nyambung & ga dpt feel ceritanya..
    Nah pas baca ff ini kyknya br deh ngerasa dpt feelnya utk chara ÿàñĝ oc nya, walau kyknya ngeganjel di 2 nama chara cweknya.. Hehehe..
    Minta pw ÿàñĝ chap 4 nya yaa chingu, ke email ini sanctuary.rhein@gmail.com
    Ditunggu yaa, gomawo..

  4. aku udh baca chapter 3-2-1 nya ..
    kok bacanya malah kebalik ya ,, hehe !!
    tapi aku suka banget eon, feelnya dapet sampai merasuki jiwa /? loh*
    apalagi bacanya pas malem2 …
    udh hot makin hot dehh kyurin couple yg amat sangat aku suka ^_^
    oya akan ada lanjutannya lg kn eon.. yg chap-4 nya ..

    kalo gtu aku mau dong pw nya ?? Jebal *puppy eyes*
    kirim ke vikia185@gmail.com eon.. Ditunggu ¡¡¡

    Jeongmal Gomawo

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s