wonkyusung2

My Sacrifice – LongShot

Main Cast : WonSung slight KyuSung

Pairing : Pairing lainnya akan muncul seiring berjalannya cerita

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Hurt/Comfort, Romance, Angst (maybe) ^^

Rate : T

Summary : apa yang Siwon lakukan dengan penyakit yang ia derita? Apa pernikahan yang ia rencanakan akan berjalan dengan semestinya? Atau malah terjadi sesuatu yang membuat pernikahan itu menjadi suatu hal yang aneh?

Warning : Yaoi, Typo(s),  alur cepat, OOC, LongShot.

.

.

Happy Reading

.

.

Dia pernah bermimpi suatu saat akan kembali dilahirkan sebagai orang yang berbeda..

Dia pernah bermimpi suatu saat dia ingin bertemu lagi denganNYA…

Seseorang yang membuatnya jatuh cinta.. seseorang yang membuatnya mengerti akan cinta.. dan seseorang yang selalu melindunginya..

Sakit… dia merasakan sakit yang amat sangat saat orang itu pergi darinya..

Kenangan itu hilang.. semuanya hilang bersamaan dengan linangan airmata..

.

.

> My Sacrifice <

.

.

Namja manis itu tengah menutup matanya, menghirup udara segar di atas bukit yang begitu indah, hamparan langit biru, kicauan burung yang terdengar dari penjuru arah, dedaunan yang berjatuhan, serta ranting pohon yang bergoyang menambah keindahan yang selalu ia sukai.

Hingga sepasang tangan kekar melingkar di pinggangnya, ia merasakannya, senyuman manis ia luncurkan masih tanpa membuka matanya. “Indah, sama sepertimu baby,” bisik namja yang tengah memeluknya itu. Namja tampan itu semakin mengeratkan pelukannya tanpa memberikan celah bagi kekasihnya untuk lepas dari pelukannya.

Kekehan kecil terdengar mewarnai pagi itu. “Betulkah? Aku indah?” tanya namja manis itu seraya memutar tubuhnya menghadap ke arah namjachingunya. tapi sekejap ia terperangah saat melihat ada sesuatu yang terlihat di wajah namjachingunya itu.

“D-darah,” tangan mungilnya terulur dan menyentuh darah yang merembes dari hidung namja yang ada di depannya itu. “I-ini darah Wonnie, kau kenapa?”

Namja yang di panggil Wonnie atau Siwon itu langsung menjauhkan tubuhnya dan menghapus darah di hidungnya dengan telapak tangannya. “Ahh~ gwaenchana Baby, ini hanya mimisan ringan, kau tidak perlu khawatir,”

“Anii, kau berbohong Woonie, katakan kau kenapa? Kau sakit, eh?” Namja manis itu masih tidak percaya, ia terus menerus menyentuh tiap senti wajah Siwon.

“Sungie Baby dengarkan aku!!” telapak tangan itu berganti menyentuh pipi namja manis yang diketahui bernama Sungie atau Yesung itu. “Kau tidak perlu khawatir, ini Cuma efek karena aku terlalu lelah,”

“Kau bohong,”

“Aku tidak berbohong, sungguh aku tidak berbohong Baby,”

“CUKUP WOONIE!! Cukup bersikap kalau kau baik-baik saja!! Aku tau semuanya, aku tau kau kenapa!! Aku mohon jangan berakting lagi, hiks~”

Berakhir, semuanya akan berakhir.. Dia sudah tau apa yang terjadi pada namjachingunya, sudah hampir 6 bulan ini, Siwon selalu menyembunyikan apa yang terjadi padanya, dan sekarang.. semua itu sudah tidak bisa di tutupi lagi. Yesung menangis, ia memegangi dadanya yang terasa sangat sesak.

Ia tidak tau harus berbuat apa. “Baby aku mohon berhentilah menangis, jangan memperlihatkan wajah sedihmu di hadapanku,” Siwon menarik tubuh Yesung masuk ke dalam pelukannya. Ia memeluknya erat, sangat erat seakan tidak peduli walaupun mereka tidak bisa bernafas karena pelukan itu. “Aku mohon!!”

“Sampai kapan? Sampai kapan kau akan membohongiku kalau kau baik-baik saja Woonie, sampai kapan!!!”

“Mianhae~” Yesung melepaskan pelukan itu dan mendorong tubuh Siwon menjauh darinya.

“Kau sengaja, hah!! Kau sengaja tidak mengatakannya agar aku tidak khawatir padamu, dan setelah itu kau akan meninggalkanku, bukan begitu??”

“Anio Baby, aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu, aku mohon jangan berpikir seperti itu, aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu,”

“YOU LIE CHOI SIWON!!!” bentaknya.

“Baby~” keheningan mereka rasakan saat itu juga. Hanya tatapan yang mewakili ucapan mereka.

Dan tidak ada lagi yang bisa di sembunyikan. Dedaunan demi dedaunan yang berguguran menjadi saksi dimana rahasia besar yang di sembunyikan Siwon akhirnya terbongkar begitu saja.

Siwon menunduk, kedua tangannya mengepal kuat, sangat kuat hingga jari-jarinya terlihat memucat. Ia menutup matanya kuat-kuat dan membukanya kembali saat melihat banyak bayangan pada diri Yesung yang ada di depannya.

Ia tau, lambat laun, tubuh kekarnya itu tidak akan lagi berdiri sekuat ini. Ia mengerti saat waktu itu tiba, ia tidak akan lagi bisa menjaga orang yang sangat ia cintai itu.

Yesung, seorang namja yang sangat ia cintai, semangat hidupnya ada pada diri namja manis itu, semua kebahagiaan yang ia rasakan semuanya ada pada Yesung.

Ya.. Siwon tidak ingin kehilangannya, tapi apa yang bisa ia lakukan sekarang, eh? Apa sampai waktu itu tiba, ia masih bisa berdiri sekuat ini dan menjaga Yesung?

Tangan kanannya menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut, nafas yang ia hembuskan mulai tak teratur, kesakitan yang amat sangat itu menyiksanya lagi dan lagi.

“Wonnie, kau kenapa?” Yesung mendekati Siwon dan menyentuh pipi halus itu.

_BRUG_

Siwon roboh, ia terjatuh.. Oh, tidak.. ia masih bisa duduk walau sekarang kepalanya terasa sangat sakit. “Ak-kuh tak apa Baby,” dia tersenyum, Ya.. Siwon masih tersenyum agar tidak membuat Yesung khawatir, sungguh akting Siwon yang seperti ini sangat membuat Yesung muak.

Sudah cukup selama ini dia berakting seperti itu, Yesung tidak mau lagi melihat ketegaran Siwon yang seperti ini. “Mengeluhlah Wonnie, katakan kalau kau kesakitan, katakan kalau kau tidak kuat dengan penyakitmu, aku ingin mendengarnya sekali saja dari bibirmu,” Yesung terduduk di depan Siwon, liquid itu kembali lolos dari matanya, dia tau Siwon sangat sulit untuk mengatakan apa yang ia rasakan.

Ia selalu berakting kalau semuanya baik-baik saja dan Yesung tidak suka akan hal itu. “Baby~”

“Aku ingin mendengarnya Wonnie, aku tidak mau melihat ketegaranmu ini, aku mohon,” dengan sisa tenaga yang ia punya, Siwon kembali merekuh tubuh itu dengan sangat erat. “Jebal Wonnie!!”

Tidak ada yang bisa Siwon katakan, ia tau semua yang ia katakan saat ini hanya akan sia-sia, mungkin hanya pelukan yang bisa menenangkan namjachingunya itu. Ya.. benar, hanya pelukan yang dibutuhkan namja manis itu untuk membuatnya tenang dalam tidurnya.

Siwon tersenyum merasakan tidak ada pergerakan lagi dari Yesung, hanya suara hembusan nafas yang teratur yang ia rasakan dan itu artinya namjachingunya sudah tertidur pulas dalam pelukannya.

‘Mianhae Baby, mianhae~’ batinnya.

.

.

> My Sacrifice <

.

.

Namja tampan itu tengah duduk di balkon kamarnya seraya menatap jauh ke arah langit, tangannya tak henti-hentinya menulis di sebuah diary yang di hadiahkan Yesung untuknya setahun yang lalu.

Tangannya menyentuh cover diary yang bermotif kura-kura itu, senyumnya mengembang mengingat semua kenangan yang sudah ia torehkan bersama Yesung.

‘Tolong beri aku waktu sedikit lagi Tuhan, aku ingin membahagiakannya sekali lagi, biarkan aku memberikan seseorang yang bisa menjaganya setelah aku pergi,’ Siwon memeluk erat diary itu dan memejamkan matanya.

“Hyung,” panggilan dari seseorang itu membuyarkan lamunannya, ia membuka matanya perlahan.

“Kyunnie,”

“Kau sedang apa?” Namja berwajah putih pucat itu berjalan mendekati Siwon dan duduk di sebelahnya. “Kau sudah meminum obatmu Hyung?”

“Aku lelah harus terus meminum obat yang hasilnya tidak dapat di prediksi itu Kyu,”

“Kau itu bicara apa hyung!! Kau harus meminumnya, obat itu-“

“Hanya memperlambat kematianku bukan?” sela Siwon dengan di iringi senyum manisnya. “Lambat laun penyakit ini juga akan mengambil nyawaku Kyu,”

“Hyung kau-“

“Kyu, aku ingin meminta tolong,”

“Hng? Minta tolong? Apa?” namja tampan itu menghela nafas panjang lalu meraih tangan dongsaeng satu-satunya itu. Ya.. Choi Kyuhyun adalah dongsaeng satu-satunya yang dimiliki Siwon.

Setelah orang tua Siwon meninggal 2 tahun yang lalu, dia hanya tinggal berdua bersama Kyuhyun, kekayaan yang mereka nikmati sekarang bukan karena harta kedua orangtuanya, tapi karena Siwon bekerja keras untuk mendirikan kembali perusahaan Appanya yang sempat pailit pasca kematian orangtuanya.

“Aku tau kau mencintai Yesung bukan?” Kyuhyun tercengang mendengar pertanyaan dari sang kakak, tangannya tiba-tiba bergetar karena ia tau apa yang akan di lakukan Hyungnya ini.

“Tidak Hyung, kau tidak boleh melakukannya!!”

“Hanya itu satu-satunya cara agar aku tenang Kyu, kau tau aku tidak bisa melepaskan dia bersama namja lain, tapi kalau bersamamu, aku bisa, aku sangat berharap kau bisa bersamanya.”

“ANIO!! CUKUP HYUNG!!” Berhenti, Kyuhyun ingin sekali menghentikan waktu saat ini juga, kalau saja ia mampu, ia ingin memutar kembali waktu dan melompati waktu ini. Ia berdiri dan menatap tajam ke arah Siwon. “BERHENTI BERPIKIR KAU AKAN MATI HYUNG!! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU, APA KAU TEGA MEMBUATKU SENDIRIAN DI DUNIA INI, EH?”

“Kyu~”

“Aku mohon Hyung, berpikirlah kalau kau akan sembuh,”

“Tapi itu tidak mungkin Kyu, kemungkinannya sangat kecil,”

“SHUT UP HYUNG!!” Cukup. Kyuhyun tidak kuat lagi mendengar ucapan dari Siwon, ia mencengkram kuat pundak Siwon. “Kalau kau memang mau pergi meninggalkanku, bawa aku juga, bawa aku untuk menemui Appa dan Eomma, dan kita akan bersama lagi selamanya,”

“Jaga Yesung Kyu,”

“Apa?”

“Aku mohon jaga Yesung, jaga dia untuk tidak menangis lagi, jaga dia saat aku benar-benar meninggalkan kalian,”

_PLAK_

Sebuah tamparan melayang keras dipipi Siwon, Kyuhyun tidak kuat lagi mendengar ucapan dari Siwon hingga akhirnya tangan kanannya harus ikut berbicara.

Namja tampan itu menyentuh ujung bibirnya yang memerah dan sedikit mengeluarkan darah. “Mianhae Hyung, kalau tidak seperti ini, kau tidak akan sadar akan apa yang kau ucapkan!! Kau tau, Yesung Hyung tidak membutuhkanku, yang dia butuhkan itu kau Hyung, hanya kau!!” tegasnya lalu berjalan keluar dari kamar Siwon dengan perasaan gelisah.

Siwon menunduk, ia mengerti kenapa Kyuhyun melakukan semua itu. Ia hanya ingin setelah kepergiannya, Yesung akan bahagia bersama dengan Kyuhyun yang memang juga mencintainya.

Siwon tau jika dongsaengnya itu juga menyimpan sebuah rasa kepada Yesung, dan rasa itu adalah Cinta, bukan cinta antara Hyung dan Dongsaeng, tapi cinta seperti yang ia rasakan kepada Yesung.

.

.

> My Sacrifice <

.

.

jami wa, jami wa, i jiteun nunmul kkeute kkeuti wa, nae bang

changmun bakk, gwanshim bakk

deung dollin chaero myeochil bami ga, ni gieoki

Dentingan piano yang sangat merdu memenuhi rumah bergaya kuno itu, jemari-jemari mungil berlarian di atas tuts piano dan memperjelas kesakitan yang sangat dirasakan orang tersebut.

cheoeum biga naerin nal buteo, jeojeun majimak kkaji

ginagin teoneol sok, eodum do

kkum sogeseon jogeum cheoncheonhi seumi neunde

Andante.. sebuah lagu yang di ciptakan oleh sahabatnya untuk dirinya. Lagu yang menurut dia sangat cocok untuk keadaan hatinya saat ini.

geudae ye gieok dolgo dora bwado, pihae galsu eobtneun geumal

he eojim ye kkeute dara, dashi dora, dashi dora

mata indah yang terpejam itu terbuka mendengar suara merdu yang sangat ia kenal. Tersenyum.. lagi-lagi ia tersenyum merasakan orang yang sangat berharga untuknya itu datang di waktu yang dibutuhkan.

neurit neurit ssaha onsu manheun gamjeong do

neurit neurit dama on sumanheun chueok do

jogeum mandeo (neurit neurit) ijeul ge andante

Jemari yang berlarian di tuts piano itu berhenti bersamaan dengan pelukan hangat yang ia rasakan dari belakang. Hembusan nafas yang ia rasakan di telinganya menandakan ia perlu menghentikan permainannya.

“Kau sudah datang?”

“Kenapa kau selalu memainkan lagu itu Baby? Kau tau lagu itu terlihat sangat menyedihkan.”

“Aku tau, tapi aku suka Wonnie,”

“Terus mainkan kalau kau menyukainya,” Siwon mengecup pipi Yesung lalu duduk di sebelahnya.

“Ne Wonnie, aku akan selalu memainkannya,”

“Sekarang ikutlah aku Baby!!”

“Hng? Kemana?” Siwon tidak menjawab, ia menarik tangan Yesung keluar dari rumahnya dan menghampiri mobil Audi TT Coupe berwarna putih ituyang terparkir di halaman rumah Yesung. “Kita mau kemana Wonnie?”

“Nanti kau juga tau Baby, sekarang pejamkan matamu, akan kututup matamu dengan ini,” Ucap Siwon seraya menunjukkan penutup mata berwarna merah.

“Kenapa harus di tutup? Aku tidak mau.”

“Aku ingin memberimu kejutan Baby.”

“Tapi aku tidak mau kalau harus ditutup matanya,” Siwon terdiam dan melipat kedua tangannya didepan dada. “Ahhh~ baiklah, aku mau.” Akhirnya Yesung menyerah setiap melihat posisi diam Siwon yang menurut dia sangat menyebalkan.

Ia memejamkan mataya, memperbolehkan Siwon untuk mengikatkan sebuah kain merah di matanya. “Ayo aku bantu masuk ke mobil!!” Ucapnya sambil membuka pintu mobil, membantu Yesung duduk di sebelahnya, setelah itu dia masuk kedalam mobil dan pergi dari kediaman keluarga Kim.

.

.

> My Sacrifice <

.

.

Sebuah hamparan pasir putih serta desiran ombak yang terlihat sangat indah itu menjadi sambutan selamat datang bagi kedua sejoli yang saling mencintai itu. Yesung mengalungkan tangannya di lengan Siwon dengan sangat erat.

Ia tidak bisa berjalan sendiri mengingat matanya masih tertutup oleh kain merah. “Wonnie ini pantai bukan? Sampai kapan kau akan menutup mataku seperti ini, eh? Kau tau ini sudah sore.”

“Sebentar lagi Baby, bersabarlah.” Siwon mengarahkan Yesung untuk berjalan mengikuti langkahnya ke sebuah tempat.

Tempat dimana terdapat sebuah meja, dua kursi, 3 lilin, 2 gelas, dan beberapa peralatan makan serta makanan yang tersedia di atas meja.

Tempat yang dipilih Siwon berada di sisi pantai dengan pasir putih dan ombak sebagai hiasannya. “Sudah sampai, sekarang aku akan membukanya perlahan Baby.” Siwon berdiri di belakang Yesung lalu pelan-pelan membuka penutup mata itu.

Mata berbias coklat bening itu mengerjap lucu, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya. Ia mengeryitkan dahinya heran saat melihat sesuatu di depan matanya. “I-ini…”

“Untukmu Baby.” Kedua tangan kekar itu melingkar di pinggang Yesung, memeluknya erat seraya menyandarkan dagunya di pundak kiri sang namja.

Candle light dinner ?”

Yes, Just for you my Princess.” Yesung memutar tubuhnya dan mengalungkan kedua tangannya di leher Siwon.

“A-aku tidak tau harus berkata apa Wonnie, ak-aku benar-benar bahagia.”

“Jinjja? Kau senang dengan semua ini?” Yesung mengangguk antusias. “Aku bahagia kalau kau bahagia.”

Siwon mulai mendekatkan wajahnya, mengikis jarak yang tercipta di antara mereka. Perlahan namun pasti jarak itu akhirnya hilang bersamaan dengan bersatunya bibir mereka. Mata mereka sama-sama tertutup menikmati ciuman yang di dasari dengan cinta itu.

“Aku mempunyai 1 hadiah lagi untukmu Baby,” Ucap Siwon setelah mengakhiri ciuman hangat itu.

“Apa?”

Wait a minutes !!” Siwon merogoh sesuatu di saku celananya hingga tak lama kemudian, ia mengeluarkan kotak berbentuk hati dan berwarna merah.

“I-itu?”

“Ne, Baby.”

_KLEK_

Kotak itu terbuka memperlihatkan sebuah cincin dengan ukiran yang terbilang simple namun sangat indah. “Maksudmu apa Wonnie?”

Would you marry me ?”

DEG.

Yesung tercengang, ia tidak menduga bahwa Siwon akan melamarnya saat itu juga. Keheningan kembali mereka rasakan hingga matahari mulai menutup sinarnya. “Baby, apa kau mau bersanding denganku?”

“T-tapi aku…”

“Aku memberikan 2 pilihan untukmu Baby, ambilah cincin ini, dan jika kau tidak menerimaku, lempar jauh-jauh ke laut agar cincin ini hilang bersama desiran ombak. Tapi jika kau menerimaku, pakailah cincin ini di jari manismu.” Terang Siwon.

“Wonnie, jujur aku tidak tau harus berkata apa, aku benar-benar tidak percaya kau akan melakukan semua ini untukku.”

“Akan aku lakukan semuanya untukmu selagi aku bisa Baby,” Yesung mengambil cincin itu dan menatap lekat ke arah sebuah benda yang berkilau emas itu.

“Tapi mianhae Wonnie, aku tidak bisa menerimamu.”

Siwon terdiam, tubuhnya tiba-tiba terasa mati saat mendengar jawaban dari Yesung.

“Aku tidak bisa menerimamu kalau kau tidak mau memakaikan cincin ini di jari manisku.”

DEG.

Kali ini ucapan Yesung membuat Siwon membulatkan matanya sempurna. “Ja-jadi maksudmu…” anggukan dari Yesung cukup membuat Siwon mengerti akan jawabannya.

Dengan sangat bahagia, Siwon mengambil cincin yang ada di tangan Yesung dan langsung menyematkannya di jari manis nan mungil namjachingunya itu. Ia menarik tubuh Yesung masuk kedalam pelukannya setelah sebelumnya mengecup lama kening namja manis itu.

“Saranghae Baby, minggu depan kita akan menikah.”

“A-apa?” Yesung mendongak ke atas, menatap Siwon yang tengah tersenyum padanya. “K-kau bercanda, eh?”

“Anii, aku serius Baby, minggu depan kita akan menikah, disini, di pantai ini kita akan menggelar pesta pernikahan kita.”

“Wonnie~” Yesung mempererat pelukannya dan menenggelamkan kepalanya dalam. “Aku bahagia, aku sungguh-sungguh sangat bahagia, gomawo, jeongmal gomawo Wonnie,”

‘Apapun akan ku lakukan selagi aku bisa, selagi aku bisa membuatmu bahagia Sungie Baby.’

.

Sampai saat itu tiba..

Aku akan menunjukkan kepadamu betapa aku sangat mencintaimu..

.

.

> My Sacrifice <

.

.

 “Wonnie, undangan sudah tersebar, pesta dan juga makanan sudah siap, lalu apa lagi yang kurang?” tanya Yesung seraya memberikan check list di I-Pad yang ia bawa.

Sedangkan Siwon? Ia tengah terduduk di sofa ruang tamu rumahnya, ia terdiam dan menunduk, nafasnya kembali tidak teratur saat merasakan lagi sakit di kepalanya.

Dan rasa sakit ini begitu menyiksanya, terasa sangat perih seperti tertusuk ribuan jarum. “Wonnie, gwaenchana?” Yesung yang melihat sikap aneh dari calon suaminya itu mulai cemas. Ia meletakkan I-Pad yang ia bawah ke atas meja dan menyentuh kedua pipi Siwon. “Wonnie~”

“Gwaenchanayo Baby, Jal jinaeumnida.”

“Kau bercanda, kau terlihat sangat pucat. Lebih baik kau istirahat Wonnie, dan biarkan aku yang mengurus semua ini!!”

“Anio, aku tidak mau membiarkan calon istriku mengurus semuanya sendiri,”

“Tapi kau-“

I’m Okay !! Trust me Baby!!” mengangguk, Yesung hanya mengangguk patuh walaupun dihatinya ia begitu yakin jika Siwon tidak baik-baik saja.

Siwon berdiri dari tempat duduknya, berencana akan mengambil sesuatu di atas etalase tak jauh dari sofa ia duduk. Tapi tiba-tiba saja tubuhnya tidak kuat lagi menopang beratnya. Ia terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap. “WONNIE!!!”

Namja manis itu histeris melihat namjachingunya tiba-tiba tidak kuat menahan tubuhnya. “Wonnie, wonnie.. irreona!!!” dengan sekuat tenaga ia memutar tubuh Siwon dari posisi tengkurap menjadi telentang. Ia melihat Siwon sudah menutup matanya dengan darah yang lagi-lagi keluar dari hidungnya. “WONNIE!!! IRREONA!!!” jeritnya.

“KYUHYUN-AH!!! TOLONG!!!” mendengar jeritan dari Yesung, Kyuhyun yang berada di kamarnya keluar dan berlari ke arah jeritan itu, begitu pula penjaga serta maid keluarga Siwon.

“Hyung, kenapa dengan Siwon Hyung?”

“Mollayo Kyu, tiba-tiba dia, hiks-“ tangis lebih dulu keluar dari matanya membuat dia tidak bisa lagi melanjutkan apa yang dia ucapkan.

“Uljimma Hyung, kita akan membawanya ke Rumah Sakit!! Siapkan mobil, kita harus ke Rumah Sakit sekarang!!” perintah dari Kyuhyun langsung di laksanakan oleh para bodyguard dan penjaganya.

Tanpa sadar, sedari tadi Yesung terus ada di pelukan Kyuhyun, airmatanya tidak bisa dia hentikan. Ketakutan yang menjalar dihatinya memaksa airmatanya keluar tanpa henti, tanpa tersisa hingga terlihat kelelahan yang amat sangat di wajah namja manis itu.

“Hyung, aku mohon jangan menangis!! Kalau Siwon Hyung tau, dia pasti memarahimu.”

“Aku takut Kyu, aku takut kehilangannya.”

“Kau tidak akan kehilangan dia Hyung, Siwon Hyung adalah namja yang kuat, dia pasti bisa melawan penyakitnya.”

“Aku-“

_Klek_

Mata mereka berdua mengarah kearah pintu yang terbuka itu, menampakkan seorang dokter muda dengan name tag Kim Kibum tengah menghampiri mereka. “Dokter, bagaimana keadaan Hyungku?”

Dokter itu menghembuskan nafas berat dan menunduk. “Dokter katakan!! Tunanganku baik-baik saja kan Dok?”

“Leukimia yang Siwon derita sudah memasuki stadium akhir,”

Jleb.

Yesung terperosot ke lantai, ia memegangi dadanya yang terasa begitu sesak. Tapi Kyuhyun masih bisa tegar, ia membiarkan Yesung terduduk sedangkan dia masih ingin mengetahui keadaan Hyungnya lebih dalam. “Maksud Dokter bagaimana? Tapi Siwon Hyung masih bisa sembuh kan Dok?”

“Kemungkinan untuk sembuh sangat tipis, karena saya lihat dia sudah hampir menyerah.”

“APA?”

“Ne, tadi dia sempat sadar sebelum akhirnya pingsan kembali. dia berucap sesuatu yang tertangkap oleh indera pendengaran saya,” Yesung mendongak menatap ke arah Dokter muda itu.

“Apa yang dia katakan Dok?”

“Aku menyerah.” Ucapan Siwon yang di ulang oleh Dokter Kibum itu membuat Kyuhyun memundurkan langkahnya kebelakang, ia tidak percaya kalau Hyung yang paling ia sayangi itu akan menyerah dengan sangat mudah.

“Tidak.. Tidak mungkin!!” Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. “ITU TIDAK MUNGKIN!!!” Pekiknya lalu berdiri dan mendorong tubuh Dokter itu ke dinding.

_BRUAK_

“YESUNG HYUNG HENTIKAN!!” Kyuhyun mencoba menarik tubuh Yesung menjauh dari Kibum, ia tau jika Yesung masih belum bisa menerima ucapan yang Dokter itu katakan walau sebenarnya itu ucapan dari calon suaminya sendiri.

“TIDAK MUNGKIN SIWON MENGATAKAN SEPERTI ITU!!” Dokter Kibum hanya terdiam dan tidak melakukan apa-apa. “KATAKAN KAU BERCANDA KAN DOK!!”

“YESUNG HYUNG HENTIKAN!!”  Dengan kekuatan penuh, akhirnya Kyuhyun berhasil menarik tubuh mungil itu menjauh dari Dokter Kibum .”Cepat pergi Dok!!” pinta Kyuhyun seraya memeluk tubuh Yesung agar tidak kembali berbuat anarkis.

“Tidak mungkin Siwon menyerah Kyu, tidak mungkin!!”

“Hyung, uljimma!! Siwon Hyung masih bernafas sampai sekarang, dia tidak meninggalkan kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita, kau paham?”

“Ta-tapi aku takut Kyu, aku takut dia benar-benar meninggalkan aku,”

Tangan Kyuhyun terulur dan menyentuh kedua pipi Yesung. “Kita harus berdoa Hyung, kita berdoa semoga Siwon Hyung tidak akan meninggalkan kita,”

.

Hingga waktu itu tiba, aku masih akan berada disisimu..

Menjagamu, melihatmu tertawa, dan mendengarmu mengatakan ‘Aku mencintaimu’

.

.

> My Sacrifice <

.

.

Ini sudah hari ke 5 semenjak Siwon harus di larikan ke Rumah Sakit. Dan sampai saat ini, belum ada tanda-tanda ia akan sadarkan diri, walaupun keadaannya tidak lagi dalam ancaman kematian.

Namja manis itu, ya.. Yesung.. masih setia menunggu sang pangeran akan terbangun dari tidurnya. Tak henti-hentinya ia bernyanyi untuk menghibur Siwon yang masih menutup matanya. ia berharap Siwon akan mendengar suara nyanyiannya walaupun di hadapannya sekarang, tubuh kekar itu tidak bergerak sama sekali.

“Wonnie, kau tau lusa kita akan menikah, sampai kapan kau akan tertidur seperti ini, eh?” tangan mungil itu menggenggam erat tangan kekar yang dipenuhi jarum infus itu.

“Kita harus menikah Wonnie, kau tidak boleh meninggalkanku begitu saja, aku akan sangat membencimu jika kau melakukan itu!!”

Tangan kirinya terulur dan mengelus pipi Siwon. “Kau mau mendengarku menyanyi, eh? Apa setelah aku menyanyi kau akan sadar?” Yesung terkekeh merutuki pertanyaan konyol yang ia lontarkan.

Bagaimana bisa Siwon sadar hanya dengan suara nyanyiannya? Bahkan setiap hari Yesung selalu bernyanyi untuk menghibur Siwon yang masih belum sadarkan diri.

Tapi itulah Yesung, bagaimanapun juga, ia masih dan akan tetap bernyanyi untuk mengusir rasa kesepiannya.

iksuk haejin kkume chabun chabun hage ibyeoreul junbi hae, yeah

kkum sogeseo do geudae mameun

tong bakkul suga eobt neunde, yeah

eonje jjeum ijeul su isseulkka, nuneul tteumyeon geumsae Thursday tto Tuesday

ijen shigan majeo bballa jyeo ga, jogeum mandeo geudael dama dugo shipeunde

“Uuhhkkk~” Yesung menutup mulutnya saat merasakan mual di perutnya. Ia menghentikan nyanyiannya lalu mengambil nafas panjang.

geunal ye gieok doldo dora bwado

“Uuhhkk~” Kembali Yesung menghentikan nyanyiannya dan memegangi bibirnya lagi. ‘Kenapa ini? Kenapa perutku terasa mual sekali?’

“Uhhkk~” tak tahan merasakan mual yang begitu menyiksa, Yesung berlari masuk ke dalam kamar mandi dan berniat memuntahkan isi perutnya. Tapi ternyata yang keluar hanya cairan-cairan bening, tidak ada sisa makanan atau minuman yang ia muntahkan kembali.

Hingga akhirnya malam menjelang. Yesung tengah bersandar pada dinding yang mengarah ke arah luar jendela kamar dimana Siwon masih terpejam. ‘Aku hamil,’ ia tersenyum bahagia seraya mengelus-elus perutnya. ‘Aku benar-benar tidak percaya kalau aku hamil,’

Ia berjalan ke arah ranjang dan memegang erat tangan Siwon. “Wonnie, kau harus sadar, kau tau, aku hamil, dan ini anak kita, buah hati kita,” Yesung mengecup sepintas kening Siwon dan kembali tersenyum. “Kau pasti bahagia saat mendengar berita ini Wonnie, oleh sebab itu, kau harus membuka matamu, harus Wonnie, agar aku bisa menyampaikan berita ini!!”

.

Aku berjuang.. Yah.. Aku berjuang untuk bisa bersamamu..

Aku berjuang untuk bisa menjagamu dan juga Kyuhyun..

Kalian adalah orang yang teramat penting di kehidupanku..

.

.

> My Sacrifice <

.

.

“Yesung Hyung, ini makanlah!!” Kyuhyun menyodorkan sebuah kotak makan kepada Yesung, tapi dengan cepat Yesung membuat penolakan secara halus dengan menolak kotak makan tersebut. “Hyung, perutmu harus terisi, bagaimana kalau bayi yang ada di kandunganmu tidak sehat, eh? Pasti Siwon Hyung akan marah besar!!”

“Aku mau menunggu sampai dia sadar Kyu,” Namja tampan itu jongkok di hadapan Yesung yang tengah duduk di sofa Rumah Sakit, tepatnya masih di dalam kamar Siwon di rawat.

“Yesung Hyung dengarkan aku!! Kalau kau tidak hamil, aku tidak akan memaksamu untuk makan, tapi masalahnya sekarang, di perutmu ini!!” Kyuhyun menyentuh perut Yesung. “Ada Cokha ku? Dan aku tidak bisa terima kalau sampai Chokha ku sakit karenamu Hyung,”

Yesung tersenyum simpul melihat Kyuhyun kesal bila terjadi sesuatu dengan keponakannya (Chokha). “Baiklah, aku akan makan,”

“Nah harusnya seperti itu,” ucap Kyuhyun seraya mengelus-elus rambut Yesung. “Ini makanlah!!”

“Ne, gomawo Kyu-ah,”

“Cheonma.” Tapi hanya beberapa suapan nasi saja, terdengar suara yang membuat Yesung benar-benar menghentikan acara makannya.

“Ungh~” erangan dari seseorang yang terdengar di kamar itu membuat Yesung dan Kyuhyun bertatapan penuh tanya. “Ba-by~”

“Wonnie,”

“Siwon Hyung,” mereka berdua berjalan cepat ke arah ranjang dan melihat Siwon mulai membuka matanya. Kyuhyun bergegas memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan Siwon yang tersadar, sedangkan Yesung masih setia menunggu calon suaminya itu sampai benar-benar pulih.

.

Aku berusaha sekuat tenaga untuk melawan Leukimia ini..

Geundae… Mianhae… jika aku tidak bisa menepati janjiku..

Aku sudah berusaha sampai aku tidak bisa merasakan rasa nyaman di dalam tubuhku..

Dan sekarang adalah saatnya.. saat dimana aku harus memberikan seseorang yang terbaik untukmu..

.

.

> My Sacrifice <

.

.

Hari ini adalah hari dimana pernikahan Yesung dan Siwon akan di gelar, bukan di gereja layaknya pernikahan-pernikahan pada umumnya. Kali ini Siwon meminta agar pernikahannya di gelar di pantai seperti yang di ucapkan Siwon saat melamar Yesung.

Sore itu, semua tamu, relasi, kerabat serta saudara-saudara dari masing-masing mempelai telah datang dan memenuhi sisi pantai itu. Hiasan-hiasan lampu berwarna-warni yang akan dinyalakan saat malam menjelang itu menambah keindahan pesta pernikahan yang akan di gelar malam itu.

Dan sekarang tiba saatnya Yesung dan Siwon akan mengikrarkan janji suci mereka di depan seorang pendeta dengan saksi semua orang yang berada di sisi pantai tersebut.

Yesung terlihat sangat anggun yang menggunakan setelan Tuxedo berwarna putih, dengan rambut yang terlihat di acak namun masih bisa dikatakan sangat rapi. Sedangkan Siwon mengenakan setelan Tuxedo berwarna hitam, namun sayangnya ia harus berjalan dengan menggunakan kursi roda.

Cukup sulit memang mendorong kursi roda yang Siwon gunakan mengingat sisi pantai itu adalah pasir putih, tapi siapa duga, Kyuhyunlah yang membantu Siwon untuk dengan mudah duduk di kursi roda yang sudah ada di tempat itu.

“Kau bahagia Baby?” tanya Siwon seraya meraih tangan Yesung, ia mendongak ke atas melihat wajah calon istrinya itu memerah karena malu.

“A-aku bahagia Wonnie,”

“Kenapa wajahmu seperti itu, eh?”

“A-aku gugup.” Siwon terkekeh dan tiba-tiba ia merasakan kepalanya begitu sakit.

“Argh~” akhirnya eluhan kesakitan keluar dari bibir Siwon, ia menjambak kuat rambutnya saat kepalanya terasa begitu sakit.

“Wonnie kau kenapa?” Yesung berjongkok dan melihat Siwon tengah kesakitan.

Lagi.. darah itu kembali keluar dan merembes dari hidungnya. “Wonnie~” mendengar isakan keras dari Yesung, Kyuhyun yang saat itu berada tidak jauh dari mereka menghampiri Yesung dan Siwon.

“Hyung ada apa?”

“Wonnie~”

“Siwon Hyung kau kenapa?” kali ini kecemasan dari Kyuhyun dan Yesung mengundang seluruh pasang mata menatap ke arah mereka. “Kita ke Rumah Sakit sekarang Hyung!!”

“Anii!!” Siwon menarik tangan Kyuhyun yang saat itu hampir berlari meninggalkannya untuk meminta bantuan

“Apa? maksudmu apa Hyung? Kita harus ke Rumah Sakit,”

“Aku tidak mau menggagalkan pernikahan ini Kyunnie,”

“Wonnie, kita masih bisa merencanakan pernikahan kita lagi, yang penting sekarang, kita harus membawamu ke Rumah Sakit.”

“AKU TIDAK MAU BABY!!”  Bentakan keras dari Siwon membuat keheningan di pantai itu terasa sangat pekat. “Aku mohon, jangan paksa aku untuk kembali ke tempat itu, aku tidak suka.”

“Tapi kau-“

“Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian, argh~”

“Wonnie,”

“Hyung~” dengan sisa kekuatan yang Siwon miliki, ia merogoh saku jasnya dan mengambil sebuah kotak merah dan pasti itu berisi cincin pernikahan. Siwon meraih tangan Kyuhyun dan memberikan kotak itu kepada dongsaengnya. “Ma-maksudmu apa Hyung?”

Siwon tersenyum di sela-sela redupnya sorot mata tajam yang ia miliki. Ia juga meraih tangan Yesung lalu mempersatukan tangan mereka dengan ikatan tangan kekarnya. “Kalian… harus… menikah!!”

DEG..

Semua pasang mata membulatkan matanya lebar-lebar. “K-kau bercanda Wonnie!!”

“Hyung jangan bercanda!!”

“Aku.. tidak bercanda… Baby, Kyu. Kalian harus menikah sekarang!!”

“SHIREO!! AKU HANYA MAU MENIKAH DENGANMU SIWON!!” jerit Yesung mulai histeris.

“Hyung.. dengarkan aku!!” tangan kekarnya terulur dan menyentuh kedua pipi Yesung. “Aku.. tidak bisa menjagamu lagi, dan hanya Kyuhyun yang bisa menjagamu,”

“Tapi aku tidak mau Wonnie, aku hanya ingin bersamamu, hiks~” Siwon menempelkan keningnya di kening Yesung dengan sesekali menggesek-gesekkan  hidung mereka.

“Aku tau Hyung, tapi aku tidak bisa bersamamu, aku harus pergi,”

“HYUNG!! Kau tidak boleh pergi, aku sudah katakan kalau kau pergi, kau harus mengajakku!!!” pekik Kyuhyun dengan mulai meneteskan airmatanya. Tidak hanya Yesung dan Kyuhyun yang mulai menangis. Sebagian tamu yang di dominasi yeoja itu mulai terisak melihat pemandangan tragis yang ada di depan mata mereka.

“Mianhae Kyunnie, aku menyayangimu, oleh sebab itu.. kau harus tetap disini dan menjaga Yesung Hyung, kau mengerti!!”

“Tapi aku tidak mau kau meninggalkanku Hyung,” Kyuhyun memeluk erat tubuh Siwon yang mulai melemah. “Kau adalah orang yang aku sayangi,”

“Aku tau Kyunnie, tapi aku mohon, lepaskan aku, biarkan aku tenang. Aku akan melihat kalian dari atas sana,”

“SIWON CUKUP!! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU, KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKAN ANAK KITA, ANAK YANG AKU KANDUNG!!”

DEG.

Kali ini berganti Siwon yang terperangah mendengar ucapan Yesung. “Baby, kau itu bicara apa?”

“Kau tau, aku hamil Siwon dan ini anakmu!! Aku sengaja tidak mau mengatakannya sampai kita sudah resmi menikah, tapi sekarang KAU MEMAKSAKU UNTUK MENGATAKANNYA.”

Tes…

Tes…

Liquid itu lolos dari sorot mata tajam milik Siwon. Sungguh ia begitu menginginkan menjaga anak hasil cintanya dengan Yesung tapi itu tidak mungkin. Tubuhnya tidak lagi kuat menahan penyakit yang sudah membuatnya merasa di ambang kematian. “Itu anakku? Kau mengandung anakku Baby?”

“NE!! INI ANAKMU!! DAN AKU TIDAK AKAN MAU KAU MENINGGALKAN KAMI!!”

“Mianhae Baby, mianhae~”

“Aku tidak butuh maafmu Wonnie, Jebal, Hajimara!!”

“Baby,” Siwon mengulurkan tangannya menyentuh perut Yesung yang masih tertutup dengan setelan Tuxedo lengkap itu. “Choi Wonsung, ini Daddy.”

Yesung dan Kyuhyun saling menatap heran. “Mianhae, Daddy tidak bisa menjagamu dan Mommy, tapi Daddy memberimu seorang Appa yang pasti akan menyayangimu Baby, sama seperti Daddy menyayangimu dan juga Mommymu.”

“Wonnie,”

“Kau tidak marah bukan? Daddy tidak kuat lagi Baby, Daddy menyerah, tapi Daddy janji akan terus menjagamu dan Mommy dari atas sana, kau percaya Daddy kan?”

“Cukup Wonnie hentikan!!”

“Kalau saja Leukimia ini tidak membuat Daddy seperti ini, Daddy ingin sekali menjagamu, membesarkanmu, bertamasya denganmu dan Mommy. Tapi sayangnya itu hanya ‘kalau saja’, waktu tidak akan pernah berputar lagi, mianhae Baby.”

“Wonnie,”

Siwon menoleh ke arah Kyuhyun dan mengelus pipi Kyuhyun. “Kyunnie,” ia tersenyum, Siwon tersenyum di sela-sela airmatanya walaupun ia menangis dalam diam. “Kau tidak hanya akan menjaga Sungie Baby, tapi juga harus menjaga Babyku Kyu, kau mengerti!!”

“Tapi Hyung-“

“Aku mohon!! Jangan ada kata tapi, hanya ini satu permintaanku Kyu, kau bisa kan?” Kyuhyun terlihat berpikir dan akhirnya anggukan pelan menjadi jawaban dari namja berkulit putih pucat itu.

“Sungie Baby,” Siwon menarik dagu Yesung dan mengecup bibir plum itu yang mungkin akan menjadi ciuman perpisahan bagi mereka berdua. “Kau harus mulai mencintai Kyuhyun sama seperti kau mencintaiku, kau tau.. Kyuhyun mencintaimu Baby, dia juga mencintaimu sama seperti aku mencintaimu,”

“…….”

“Kau harus bisa menerimanya, karena dia adalah dongsaeng tersayangku, dan aku yakin lambat laun kau pasti mencintainya.”

“Sulit Wonnie,”

“Tidak sulit Baby, aku yakin Kyunnie pasti bisa membuatmu mencintai dia,” Yesung menunduk, menyembunyikan airmata yang akan lolos lagi dari matanya. “Dan satu hal lagi Baby, tolong jaga baby kita ini,” kembali tangan kekar itu mengelus perut Yesung. “Aku yakin dia pasti setampan Daddynya dan secantik Mommynya.”

Yesung merekuh tubuh Siwon dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Siwon .”Ku mohon berhentilah menangis Baby, kau membuat make up mu luntur,” dalam keadaan sekritis ini, Siwon masih sempat membuat lelucon untuk menghibur namjachingunya yang akan menjadi istri dongsaengnya itu.

“Aku akan selalu mencintaimu Wonnie,”

“Nado Baby, aku juga akan selalu mencintaimu,” Siwon mulai menghapus jarak di antara mereka dan mengecup kembali bibir tipis nan manis itu.

.

Aku memberikan sesuatu yang akan membuatmu bahagia..

Dan aku yakin kau juga akan mencintainya seperti kau mencintaiku..

.

.

> My Sacrifice <

.

.

“Choi Kyuhyun, apa kau bersedia menerima Kim Yesung sebagai istrimu dalam senang maupun sedih, dalam suka maupun duka, dalam kaya maupun miskin, dalam sehat maupun sakit hingga ajal memisahkan kalian?” Kyuhyun menarik nafas panjang dan menatap ke arah Siwon yang berada di samping sang pendeta.

“Ya, saya bersedia.” Siwon memejamkan matanya dan tersenyum.

“Kim Yesung, apa kau bersedia menerima Choi Kyuhyun sebagai suamimu dalam senang maupun sedih, dalam suka maupun duka, dalam kaya maupun miskin, dalam sehat maupun sakit hingga ajal memisahkan kalian?” kali ini Yesung terdiam dan terus menatap Siwon yang ada di hadapannya.

‘Apa aku bisa? Apa aku bisa menggantikanmu dengan Kyuhyun?’

“Jawab Baby!!” pinta Siwon lirih.

‘Aku mencintaimu Siwon, sangat mencintaimu, mianhae..’

Tes….

“Ya… saya bersedia,” akhirnya ucapan itu keluar dari bibir Yesung dengan di selingi airmata.

“Mulai sekarang saya resmikan kalian sebagai suami istri yang sah hingga maut memisahkan.”

Plok… plok… plok…

Suara tepukan tangan bergemuruh di sisi pantai itu, menandakan kebahagian yang di rasakan oleh Kyuhyun dan Yesung ‘mungkin’. “Silahkan menyematkan cincin di jari pasangan kalian dan beri ciuman kepada pasangan kalian.”

Yesung dan Kyuhyun saling berhadapan dan memandang satu sama lain. Kyuhyun menyematkan cincin di jari manis Yesung dan begitu pula sebaliknya. Dan saat ciuman bibir itu akan di lakukan, mereka bersama-sama menatap ke arah Siwon.

Anggukan pelan serta senyuman yang di berikan Siwon adalah penanda bahwa Namja itu benar-benar sudah merelakan pernikahan orang yang paling ia cintai itu.

‘Aku bahagia jika kalian bahagia, terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku, aku mencintai kalian.’ Batin Siwon sambil tersenyum manis saat melihat Yesung dan Kyuhyun berciuman. Dan sedetik kemudian, mata Siwon tertutup.

“SIWON!!” Jeritan dari seorang sahabat membuyarkan ciuman Yesung dan Kyuhyun, mereka melihat orang yang paling mereka cintai itu sudah memejamkan matanya dalam damai.

Mereka menghampiri Siwon dan memeluknya erat, sangat erat. “Hyung kau hanya tidur kan? Kau pasti bangun kan?,”

“Kyunnie hentikan~” suara Yesung terdengar sangat serak karena tangisnya terus saja memaksa untuk turun.

Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu menggoyang-goyangkan tubuh yang sudah tak bergerak itu. “HYUNG!! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU, AKU SUDAH BILANG KAU HARUS MENGAJAKKU HYUNG, HARUS!!!” Namja manis yang melihat kesedihan pada Kyuhyun itu langsung memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat.

“Aku mohon Kyunnie jangan seperti ini, Wonnie pasti sudah bahagia disana,”

“Tapi aku tidak mau dia meninggalkanku Hyung, dia satu-satunya yang aku punya,”

“CUKUP KYUHYUN-AH!!” Yesung memutar tubuh Kyuhyun dan menatap intens ke mata sayu itu. “Aku tau kau bersedih, aku juga merasakannya, aku sangat kehilangannya. Tapi kita tidak akan bisa membangunkannya lagi, dia sudah tenang Kyu, dia sudah bahagia melihat kita.”

“Hyung~”

Mata coklat itu menatap sosok namja yang sudah memejamkan matanya, ia menghampiri tubuh itu dan memeluknya erat. “Wonnie, aku tau kau sudah bahagia sekarang, kau sudah tidak merasakan sakit lagi bukan?”

“Yesung Hyung,”

“Mianhae Wonnie, mianhae kalau selama ini aku tidak bisa membahagiakanmu,” mendengar suara isakan lagi dari Yesung membuat Kyuhyun memeluk tubuh mungil itu dari belakang.

“Hyung~”

“Kau tau aku tidak bisa kehilanganmu Wonnie, dan sekarang aku benar-benar kehilanganmu, hiks~”

“Tapi aku percaya, aku percaya kau akan selalu disisiku dan Kyuhyun. dan anak ini, anak yang berada di perutku ini kelak akan menjadi sepertimu Wonnie, aku percaya akan itu.

“Siwon Hyung, aku berjanji akan selalu menjaga Yesung Hyung dan anak yang ada di kandungannya, aku akan menjaga dan merawat anak itu seperti anakku sendiri Hyung.”

Yesung menatap Kyuhyun dengan tatapan kaget, ia tidak mengira Kyuhyun akan mengatakan hal seperti itu. “Kyu-“

“Itu janjiku Yesung Hyung, aku akan menjagamu dan anak yang ada di perutmu, dia memang anak Siwon Hyung, tapi aku akan menganggapnya anakku sendiri, dan akan selalu menyayanginya.”

“Kau-“

Greb.

Kyuhyun memeluk kembali tubuh itu dengan sangat erat, menenggelamkan kepala Yesung kedada hangatnya. “Gomawo Kyu,” Kyuhyun tidak bergeming, ia hanya mengelus surai halus itu dan matanya selalu terpaku pada Siwon, Ya.. namja yang sudah memejamkan matanya untuk selama-lamanya.

‘Gomawo Wonnie, kau memberikanku seorang namja yang mungkin akan bisa menjagaku dan anak kita, walaupun sebenarnya aku hanya menginginkan kau, tapi aku tau ini pilihanmu, ini keinginanmu sebelum kau bahagia disana. Gomawo kau sudah pernah hadir dihatiku, aku akan selalu mencintaimu walau ragamu sudah tidak berada disisiku lagi.’

.

Aku bahagia, walaupun pada akhirnya aku tidak bisa bersamamu, tapi aku yakin, kelak.. kita akan bersama..

.

.

> My Sacrifice <

.

.

3 tahun kemudian.

“Appa… Mommy, kita mau kemana cekalang?” tanya anak kecil yang berusia kurang lebih 3 tahun itu. Ia duduk di jok belakang seraya menatap sebuah pigora yang ada ditangannya.

“Kita mau kerumah Daddy, Baby!!” ucap Yesung yang di balas senyuman dari Kyuhyun.

“Memang lumah Daddy dimana Mommy?”

“Hng?”

“Rumah Daddy itu di Surga Baby Wonsung,”

“Appa tau?” Wonsung atau Choi Wonsung adalah anak dari Yesung dan Siwon yang akhirnya di rawat oleh Kyuhyun dan Yesung karena Siwon meninggal di pernikahannya 3 tahun yang lalu.

Wajah Choi Wonsung sangat mirip seperti Siwon, terlihat begitu tampan dengan sorot mata yang sangat tajam.

Anggukan singkat dari Kyuhyun membuat namja kecil itu mengangguk-angguk dengan sangat lucu. “Daddy cangat tampan ya Mommy, woncung jadi kangen cama Daddy,” ucapnya lalu memeluk erat pigora itu.

Yesung terenyah, entah apa yang dia rasakan sekarang, sedih? Gembira? Tidak ada yang tau, yang jelas, ia ingin menangis sekarang. Tapi sebuah tangan terulur dan mengelus pipi Yesung. “Uljimma Baby,” ya.. itu tangan Kyuhyun, dan semua perkataan Siwon itu benar, Kyuhyun berhasil membuat Yesung mencintainya walau mungkin cintanya tidak sebesar rasa cinta yang ia berikan kepada Siwon.

.

.

> Sacrifice <

.

.

“Ini lumah Daddy, Appa?” Kyuhyun mengangguk lalu menurunkan anaknya? -Mungkin bisa dibilang seperti itu- dari gendongannya. Wonsung berlari menghampiri sebuah gundukan tanah dengan nisan yang bertuliskan nama ‘Choi Siwon’.

“Daddy, ini woncung.. aku melindukan Daddy,”

“Hyung kami datang dan mianhae baru bisa membawa Wonsung kemari saat ia sudah berumur 3 tahun,” terang Kyuhyun lalu jongkok dekat dengan Wonsung.

“Wonnie~” Yesung mengelus nisan itu seraya menahan airmatanya yang meminta turun dari pelupuk matanya. “Wonnie kau tau, Wonsung merindukanku, dan aku tau kau juga pasti merindukannya bukan?”

“Wonnie~ gomawo, karena kau.. sekarang aku, Kyuhyun dan Wonsung bahagia walau sebenarnya kebahagian kita akan lengkap jika kau ada bersama kita,” Kyuhyun mengelus pundak istrinya itu, bermaksud untuk menenangkannya.

“Hyung kau tau, Istriku ini sedang mengandung anakku,”

Blush.

Wajah Yesung memerah mendengar ucapan dari Kyuhyun, dengan segera ia mencubit perut Kyuhyun yang mendatangkan tatapan aneh dari Wonsung. “Wae Baby? Kalau ada berita baik kan kita harus menceritakannya, bukan begitu Siwon Hyung?”

“Hng? Daddy?”

“A-apa?”

“Baby Wonsung kau kenapa?”

“Itu Daddy, Appa!!” ucapnya sambil menunjuk ke sebuah pohon tak jauh dari makam Siwon.

“Ahh~ Baby kau hanya berhalusinasi,”

“Anii Mommy, itu benal-benal Daddy, Daddy bilang celamat kalena Woncung akan punya dongcaeng.” Kedua namja itu bertatapan heran melihat tingkah aneh anaknya.

“Daddy bilang, Daddy melindukan kita Mommy, Iya Daddy lindu kita.”

“Ahh~ sudah Baby, sepertinya kita harus pulang, kajja!!”

“Ne!!” mereka berdiri dengan sebelumnya menyentuh kembali nisan itu. “Kami pergi Wonnie, lain kali kita akan kesini lagi, kami mencintaimu.”

“Daddy, kita pulang dulu ne, Woncung cayang Daddy, muah.” Yesung dan Kyuhyun terkekeh melihat tingkah anaknya itu dan akhirnya mereka berjalan pergi meninggalkan makam itu.

.

Aku juga merindukan kalian..

Sampai kapanpun, aku akan selalu bersama kalian..

Terima kasih juga telah menjadi bagian dari hidupku..

Terima kasih telah mengisi kekosongan di hatiku..

Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi,

Disuatu tempat yang mungkin hanya kita berempat yang akan tau.

Saranghae My little Family.

Saranghae…

.

.

THE END

.

Yeiii~ ^^~ Longshot pertama.. ottokae?

aneh ya ^^~ mianhae..

Leave a comment please ^^~

34 comments on “My Sacrifice – LongShot

  1. iseng buka fb ehh nemu ff *soraksoray

    huee T_T unni aku nangis ditempat les gegara baca ff ini u,u but nice ff *angkat jempol tetangga #plakk

  2. Waaah sedih banget…tissue mana tissue
    Feelnya dapat banget thor……hug siwonnie
    Lain kali request yg happy ending donk thor #mian reader rese byk permintaan

  3. annyeong ^^
    Siwon ny end(??) aka mati .. hikzz..hikzzz tpi untung da Kyu yg gntiin dy jgain Yesung & baby ny .. hehehe
    bisa sIkhlas gitu nyerahin org yg dCinta kOrg lain .. saluut bt Siwon
    mati paz acra pernikhan & paz tau klo Yesung hamil .. lengkap deh pnderitaan Siwon
    WonSung bkin bulu kuduk brdiri , bs Liat Siwon paz posisi dBwah pohon pula .. tepat bgtzz tuh moment ny
    ceritany bkin mta kedip2(??) nahan nangis & nahan napas ..wkwkwk
    gomawo & keep writing ^^

  4. hiks hiks T_T
    eonnii tanggung jawab!
    aku mewek malem2 T_T

    sedih banget liat Siwon kayak gitu
    biasanya yg menderita kan Sungie😦
    apalagi pas dia tau Sungie mengandung anaknya T_T

    keep writing eon ^^

  5. huweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee,,,,,,,,,,,,,,,,*tissue mana tissue* dhy unn harus tanggung jawab karna bikin saeng nangis gak henti henti sampe ngabisin 1kotak tissue…*plak
    kasian tuh wonnie harus mati… tapi salut untuk wonnie yang relain sungie nikah sama kyunnie.
    ternyata ending nya kyusung kirain tadi wonsung😄

  6. kok ff chingu sekrg pd sad ending terus sie.. bikin yg happy end dong… reques ff yehae dong… kyknya lucu tuch pairing…

  7. Yes! Hebat ya lu autor *ehh ._.
    Hebat banget ya udah bikin saya nangis! Huhu u,u ya ampun.. Saya minta ampun deh, ini ff kece badai, cetar membahana gempa tsunami banjir tornado *ehh .__.v HUAHAHAHAHA bencana banget yak? :p

    AMAZING, AMAZING! Anda telah sukses membuat saya galau! Huhu u,u keren banget!

    Sukses ya thor buat bikin FF yg baru dan cetar lagi😀 nanti kalo udh ng’post ff yg lebih cetar kabari saya ya thor? Muehehe :p

  8. inii !!! kenapaa ??!!! kenapa Wondad mati (?) setiap ff wonsung pasti ada kyu:3 dan saya gatau kenapa.-. hueee… author knp kamu tega banget ? ya tapi gpp deh, ini ff berhasil bikin saya nyesek #okeinicurhat. Intinya ff ini Hebat (y), sekian terima kasih.

  9. Huwee. . .
    idung nae mampet bca nie~ walau nae suka bca yg Choi.na mendrita tpi enggk untk Encung.na huwee. . . #Plakk
    kisah cinta yg tak bisa brsatu ne, kciant,,,

    Uyee,,, KyuSung ending.na . . . Kyupil disni peran.na jdi Dewasa gtu yak ?! Bkin terharu sja~ ehehe… Kok bisa” W0nsung pxak dedek baby e0n ?! Kpan bkin.na ?! *kepo bkin sequel.na dunk e0n,, jngan lpa usaha KyuSung bwt bkin d0ngsaeng bwt W0nsung ne ?! *pervertm0deon muahahaha . . . *tertawanista #Plakk

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s