Blessed Sin – Part 2/End – Update

Part. 2/End

Main Cast : KyuSung

Pairing : Pairing lainnya akan muncul seiring berjalannya cerita

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Angst, Romance, Death Chara

Rate : T

Summary : Kyuhyun harus dihadapkan dengan ‘sesuatu’ yang membuatnya tidak bisa lagi merasakan kebahagiaan di dunia, apa yang sebenarnya Kyuhyun rasakan hingga akhirnya ‘sesuatu’ itu membuatnya pergi selama-lamanya….

Warning : Yaoi, Typo(s),  alur cepat, OOC, Two Shoot.

Cr : This Story Request By Winz Cloud

Previous Story Part 1

.

Kebahagiaannya adalah kebahagianku, kesedihannya adalah kesedihanku, tawanya adalah tawaku dan tangisnya juga tangisku. Aku ingin merasakan semua yang ada pada dirinya tidak terkecuali, karena cintaku akan selamanya tulus untuk dirinya.

.

.

‘Kyunnie kau harus sadar, kau harus sembuh!! Aku akan terus berusaha mencari biaya untukmu, aku berjanji.’ Yesung kembali memantapkan hatinya dan menatap kedepan. “Aigooo~ sudah lampu hijau!!” ia berlari menyebrangi jalan itu. Tapi naas, karena ia terlalu fokus menatap ke depan, ia tidak menyadari bahwa lampu sudah berganti menjadi merah.

Sebuah mobil Audi TT Coupe berwarna putih tengah melaju kencang ke arahnya, pengemudi mobil tersebut tengah tidak berkonsentrasi karena sibuk dengan tablet yang ia bawa. “ASTAGA!!!” melihat seseorang tengah menyebrang jalan dengan berlari kecil, namja yang mengendarai mobil tersebut menginjak rem secara mendadak, tapi…

CKIIIITTTT… BUGGHH…

“KYAAAA!!!” jeritan histeris dari orang-orang yang berlalu lalang disekitar situ membuat namja itu keluar dari mobilnya.

.

.

Happy Reading

.

.

Terlihat namja manis itu, Yesung, sudah terkapar di aspal, memang tidak ada darah yang terlihat karena mungkin tubuh Yesung hanya terkena kap depan mobil itu. Melihat Yesung masih tidak sadarkan diri. Namja tersebut mengangkat tubuh Yesung untuk dimasukkan kedalam mobilnya.

Dengan bantuan orang-orang yang ada disekitar situ, namja itu berhasil membawa Yesung pergi dari tempat kejadian.

.

.

“Hng~” tubuh mungil itu mulai bergerak, matanya sedikit demi sedikit terbuka saat merasakan tempat yang aneh bagi dirinya.

“Kau sudah sadar ternyata,” Yesung yang sudah membuka matanya menoleh ke arah suara tersebut, dilihatnya sesosok namja tampan mengenakan kaos berwarna putih tengah tersenyum padanya disofa yang ada dikamar itu.

“Siapa kau?”

“Kau tadi tertabrak mobilku,” ucapnya sambil berjalan mendekati Yesung dan duduk di ranjang yang sama dengan namja manis itu. “Ini minumlah!!”

Perlahan, Yesung mendudukkan tubuhnya dan meraih segelas air itu. “Ghamsa,”

“Siapa namamu?”

“Yesung,”

“Oh, nama yang bagus, aku Choi Siwon,”

“Mianhae, tadi aku tidak berkonsentrasi saat menyebrang jalan.”

“Gwaenchana, salahku juga karena tidak berhati-hati saat menyetir,” Yesung menundukkan kepalanya. “Oh ya, mianhae, tadi aku tidak sengaja melihat isi tasmu, kau sedang mencari pekerjaan?”

Yesung menatap Siwon penuh harap, ia berharap semoga namja yang ada dihadapannya saat ini akan memberikan kabar baik untuknya. “Ne, aku sedang mencari pekerjaan dengan gaji yang tinggi,”

“Apa? untuk apa?”

“Ehm.. ada.. sesuatu yang harus aku lakukan.” Siwon terkekeh melihat tampang lugu yang ditunjukkan Yesung.

“Aku lihat kau belum pernah bekerja, eh? Dan sekarang kau ingin bekerja dengan gaji yang tinggi?” Yesung kembali menundukkan kepalanya, ia mendengar kali ini namja tampan itu tertawa lebar.

“Aku harus melunasi biaya rumah sakit dan biaya kemoterapi seseorang.”

“Apa?”

“Itulah sebabnya aku membutuhkan pekerjaan dengan gaji yang besar Siwon-ah,”

“Orangtuamu sakit? Atau yeojachingumu yang sakit?”

“Namjachinguku mengidap kanker darah stadium akhir,” ucapan Yesung membuat Siwon terdiam, ada perasaan aneh bercampur dengan kaget saat ia mendengar pernyataan itu.

“Namjachingu?” Yesung mengangguk.

“Dia harus menjalani kemoterapi untuk memperlambat sel-sel kanker menyebar ditubuhnya.”

“Kau tau kalau tidak ada kesempatan untuk hidup bagi penderita kanker darah? Apalagi sudah sampai stadium akhir.”

“Aku tau, oleh sebab itu Dokter juga menyarankan untuk menjalani kemoterapi,”

“Itu hanya akan sia-sia, karena pada akhirnya, namjachingumu juga akan-”

“Dia tidak akan mati, aku percaya, Kyuhyun adalah namja yang sangat kuat,” Siwon melihat kesungguhan yang terpampang diwajah itu, ia berseringai lalu berdiri dari ranjang. “Kau ingin pekerjaan dengan gaji besar?”

“Apa? kau mau memberiku pekerjaan seperti itu?”

“Tentu kalau kau mau,” Yesung langsung meraih tangan Siwon dan tersenyum lebar.

“Aku mau Siwon-ah, aku akan bekerja dengan keras, aku berjanji.”

“Kau tidak perlu bekerja dengan keras Yesung-ah, karena pekerjaanmu cukup mudah.”

“Cu-cukup mudah?”

“Yeah, kau hanya perlu melayani aku, dan tidur denganku.”

JLEB.

Mata Yesung membulat saat itu juga, ia melepaskan tangan Siwon dan memundurkan tubuhnya kebelakang. “Ti-tidak Siwon-ah, a-aku tidak mungkin melakukan itu,”

“Itu satu-satunya cara untuk bisa mendapatkan uang banyak Yesung-ah, kau ingin kekasihmu itu menjalani kemoterapi bukan?”

“Aku yakin masih ada pekerjaan selain itu!!”

“Aku akan membayarmu 6x lipat dari harga pelacur paling mahal sekalipun.”

“KAU-“

“Kolegaku banyak Yesung-ah, mereka juga membutuhkan seorang namja sepertimu, aku akan mengenalkanmu kepada mereka,” Yesung menggelengkan kepalanya, ia mengambil jaketnya yang tergeletak di atas ranjang dan memakainya.

“Kau boleh berpikir dulu, aku memberimu waktu 2 hari untuk berpikir, dan aku sangat yakin kau pasti menerima tawaranku ini,” tidak ada jawaban dari Yesung, ia diam tanpa menatap ke arah Siwon.

.

“Kyunnie, aku tidak tau harus bagaimana, ada seseorang yang menawariku pekerjaan, tapi… pekerjaan itu sangat berat untukku terima.” Ia meletakkan kepalanya disisi ranjang tempat dimana Kyuhyun masih belum membuka matanya.

“Aku tau dia akan memberiku gaji yang sangat besar, tapi aku tidak mungkin menghianatimu Kyunnie, aku tidak mau memberikan tubuhku untuk orang lain.” Yesung menangis, ia tidak bisa menahan lagi perasaan sakit yang ada dihatinya.

“Aku tidak mau kehilanganmu Kyunnie, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa.” Itulah terakhir kalinya Yesung merasakan tubuhnya belum terjamah oleh siapapun, tidak terkecuali Kyuhyun. Ia menerima pekerjaan dari Siwon demi uang yang ditujukan untuk Kyuhyun.

Tapi Yesung masih berbicara jujur kepada Kyuhyun jika dia menjual tubuhnya kepada Siwon dan kolega-koleganya demi agar Kyuhyun bisa menjalani kemoterapi. Marah? Pasti, Kyuhyun sangat marah saat mengetahui apa yang dilakukan kekasihnya itu. Tapi apa yang bisa ia lakukan?

Nasi sudah menjadi bubur, waktu tidak akan pernah bisa diputar. Tubuh suci milik Yesung sudah bukan miliknya lagi, selama dia berpacaran dengan Yesung, ia belum pernah merasakan tubuh itu, dan sekarang ia harus merelakan tubuh itu dirasakan oleh para namja yang membayar Yesung.

Flashback End

Suara saxophone itu masih terdengar sangat merdu, namja tampan itu masih memainkan apa yang menjadi kebiasaannya setiap hari. Tidak peduli walaupun hujan ataupun badai akan menerpanya sekalipun, ia tidak akan berhenti memainkan suara musik tersebut.

“Cho Kyuhyun.” Tapi kali ini ada suara yang membuatnya harus berhenti memainkan Saxophone miliknya. Suara yang tidak pernah ia dengar seumur hidupnya. Ia membuka matanya dan melihat sesosok namja tampan dengan mengenakan jas berwarna hitam tengah berdiri dihadapannya.

“Nugu?”

“Aku Choi Siwon.” Mendengar siapa orang yang ada dihadapannya itu membuat ia menguatkan tubuhnya untuk berdiri, menyetarakan tingginya dengan Siwon. “Kau tidak perlu berdiri Kyuhyun-ah, karena aku tau kau tidak akan kuat berlama-lama berdiri.”

“Untuk apa kau kesini?” memang benar apa yang dikatakan Siwon, Kyuhyun tidak bisa terlalu lama berdiri karena tubuhnya sangat lemah, jadi ia berdiri dengan berpegangan pada pohon yang ada disebelah kanannya.

Siwon tersenyum sinis sambil duduk dikursi panjang yang Kyuhyun duduki tadi. “Duduklah, kita bicara baik-baik.” Rasa kesal Kyuhyun rasakan saat ini, bagaimana tidak, dia harus bertemu dengan orang yang paling dia benci, orang yang selalu melukai Yesung. “Hey Kyuhyun-ah, duduklah, aku tidak mau kau pingsan disini!! Bisa-bisa semua orang menuduhku telah melukaimu.”

“Jangan bertele-tele Siwon, aku tau pasti ada sesuatu yang ingin kau bicarakan.”

“Kau sangat pintar Kyuhyun-ah, kau bisa tau maksud kedatanganku kesini.” Kyuhyun meremas batang pohon yang ia pegang, sungguh jika saja ia kuat, ia ingin menghajar orang yang ada dihadapannya ini.

“Kau tau bukan kalau Yesung menjual tubuhnya demi kau.” Siwon menatap Kyuhyun dengan seringaian yang ada dibibirnya. “Dan kau mengerti bukan kalau hidupmu tidak akan lama lagi walaupun kau menjalani kemoterapi?”

“Apa maumu sebenarnya!!!”

“Aku bisa menyembuhkan penyakitmu, aku mempunyai kenalan seorang Dokter yang baru saja berhasil menyembuhkan seorang penderita kanker stadium akhir. Dia tinggal di Jerman. Kalau kau mau aku bisa mengirimmu kesana tapi dengan satu syarat.”

“Sudah aku duga, kau pasti meminta sesuatu kepadaku.”

“Syaratnya cukup mudah Cho Kyuhyun, kau hanya tinggal merestuiku untuk menikah dengan Yesung.”

DEG.

Kyuhyun terdiam, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, matanya terus fokus pada namja tampan itu. “setelah itu kau akan ku kirim ke Jerman, tapi kau harus berjanji setelah kau sembuh dari penyakitmu, kau harus pergi untuk selama-lamanya dari kehidupan Yesung.”

“Jangan bermimpi Choi Siwon, lebih baik aku mati daripada harus menyerahkan Yesung Hyung kepadamu.”

Siwon tertawa keras, wajahnya merah karena tawanya begitu menggelegar. “Kau serius dengan apa yang kau ucapkan, hm? Kalau kau mati, akan sangat mudah menjadikan Yesung sebagai istriku.”

“Yesung Hyung tidak akan mau menjadi istrimu.”

“Tidak ada yang tau takdir seseorang bukan? Bisa saja saat kau mati nanti, Yesung akan dengan senang hati menawarkan dirinya untuk menjadi istriku. Lagipula apa kau tidak kasihan melihat Yesung yang seperti ini?”

“Pergi kau darisini!!” Siwon bangkit dari tempat duduknya lalu mendekati Kyuhyun. “Jangan pernah bermimpi akan bisa mendapatkan Yesung Hyung!!!” ucapan Namja yang memakai pakaian rumah sakit itu tidak membuat Siwon takut. Siwon malah mengulurkan tangan kekarnya untuk mencengkram kuat dagu Kyuhyun. “Argh~”

“Cepatlah mati Cho Kyuhyun karena setelah itu, aku akan memiliki Yesung sepenuhnya.” Cetusnya lalu mendorong tubuh Kyuhyun hingga terjatuh ke tanah.

“Argh~” Kyuhyun merintih kesakitan, ia melihat Siwon kembali berseringai kepadanya hingga akhirnya namja tampan itu berlalu meninggalkannya.

.

.

Namja itu kembali meratapi nasibnya, ia melihat hujan sudah mengguyur langit sore itu. Ingin sekali ia merasakan lagi tetesan hujan yang membasahi tubuhnya, tapi itu semua hanya bayangan semata. Ia hanya bisa menyaksikan hujan turun dengan derasnya dari jendela kamar rumah sakit yang sudah hampir 6 bulan ia tempati itu.

Ckleek.

Ia tidak bereaksi saat mendengar suara pintu yang terbuka. “Diluar hujannya sangat lebat, beruntung makanan ini tidak basah. Kyunnnie, kau sedang apa?” sapanya sambil menghampiri Kyuhyun yang masih menatap luar jendela. “Kyunnie lihat, aku membawakan makanan kesukaanmu,” Yesung membuka bungkusan yang ia bawa dan menunjukkan kepada Kyuhyun. “Jajangmyeon, kau sudah lama tidak memakan ini bukan?”

Reaksi datar masih ditunjukkan oleh Kyuhyun, ia tidak membalas satu katapun ucapan Yesung. “Aku membelinya direstaurant yang membuat Jajangmyeon terkenal di Seoul, kau harus mencobanya.” Yesung menyumpitkan Jajangmyeon itu atau biasa disebut Mie Hitam Korea kesukaan Kyuhyun.

Kyuhyun memalingkan wajahnya, ia tidak menerima suapan dari kekasihnya itu. “Hng? Kenapa? Bukannya ini makanan kesukaanmu Kyu?”

“Kalau aku mati, apa yang akan kau lakukan?”

“Apa? kenapa kau bicara seperti itu?”

“Sudah jawab saja!!” pintanya seraya fokus menatap Yesung. Ia melihat Yesung meletakkan jajangmyeon itu ke atas meja lalu menunduk. “Kau akan menikah dengan Siwon?”

“……….”

“Kenapa tidak dijawab? Benar setelah aku mati kau akan menikah dengan Siwon?”

“Aku harus menjawab apa? apa nanti kau akan percaya pada jawabanku?” ia duduk diranjang yang sama dengan Kyuhyun, menatap tetesan demi tetesan air hujan yang menggunyur kota Seoul.

“Kau tau Kyunnie, setiap aku melakukan ‘itu’ dengan Siwon ataupun yang lainnya, hatiku selalu sakit, aku selalu menangis. Aku berharap melakukan semua itu dengan orang yang aku cintai, yaitu kau.” Perih rasanya hati Kyuhyun saat melihat Yesung berucap seperti itu, wajah yang tadinya cerah berubah menjadi suram kembali.

“Tapi ini adalah satu-satunya cara untuk bisa membuatmu menjalani kemoterapi Kyunnie, aku tidak cukup kaya untuk bisa membayar biaya rumah sakit ini.” Ia menunduk, tangannya tergenggam sangat kuat, liquid bening sudah memenuhi pelupuknya, tapi ia terus saja menahannya. Ia tidak ingin membuat Kyuhyun sedih melihatnya yang sekarang.

Sebuah tangan terulur dan memeluk tubuh mungilnya, disitu Yesung tidak bisa lagi menahan airmatanya, sakit? ya sangat sakit… hatinya sangat sakit, begitu pula Kyuhyun. Jika saja Kyuhyun boleh meminta satu permintaan kepada Tuhan, ingin sekali ia membuat namja yang ia cintai itu bahagia dan tidak menangis seperti ini.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menyentuh kedua pipi Yesung. “Mianhae Baby, mianhae aku sudah menyakitimu.”

“Anii Kyunnie, kau tidak menyakitiku, aku yang sudah menyakitimu. Aku sudah menyerahkan tubuh ini kepada orang-orang itu.” Kyuhyun meneguk ludahnya, ia tidak tau harus mengatakan apalagi, ia mulai mendekatkan wajahnya, menghapus jarak yang tercipta di antara mereka.

Bibir itu akhirnya saling bertautan, rasanya bercampur menjadi satu, airmata Yesung menciptakan sebuah suasana yang jarang mereka temukan di sebuah ciuman. Sudah lama sekali Kyuhyun tidak merasakan bibir manis itu.

Ia membelai halus bibir itu, dan menyusup pelan untuk mulai mengeksplor gua hangat milik Yesung. Namja manis itu masih menangis, ia memejamkan matanya dan membiarkan Kyuhyun melumat pelan bibirnya. Ciuman yang hanya didasari dengan cinta, ciuman yang akan selalu mereka rindukan kelak.

Kyuhyun tidak peduli walau sekarang rasa sakit dikepalanya kembali menyerang, ia hanya menutup matanya kuat-kuat seraya terus mengecup bibir itu, kedua tangannya yang ada dipipi Yesung mulai bergetar, merasakan sakit yang amat sangat. Dan itu membuat Yesung membuka matanya, dengan masih menautkan bibir mereka, Yesung terdiam melihat Kyuhyun meringis kesakitan.

Iapun memaksa untuk mengakhiri ciuman itu. Dilihatnya darah itu sudah merembes ke bibir Kyuhyun dan membuat bibirnya merah semerah-merahnya. “Ahhh~ mianhae Baby, darah ini selalu mengganggu acara kita.” Ucapnya sambil menghapus darah itu dengan tangannya. Sedangkan Yesung? Ia terpaku, nafasnya serasa tercekat melihat apa yang ada dihadapannya.

Ia tau bahwa saat ini Kyuhyun pasti merasakan sakit yang amat sangat menerpa tubuhnya. “Bibirmu jadi ikutan merah karena darahku, mianhae baby.” Ujarnya lagi seraya membersihkan darah yang ada dibibir Yesung. Tapi seketika Yesung menahan tangan itu untuk bergerak.

“Hentikan Kyunnie, tunjukkan kalau kau sedih, menangislah kalau memang kau sudah tidak kuat dengan semua ini.”

“Kau itu bicara apa Baby, aku tidak menangis dan aku tidak akan menangis.” Perlahan Yesung memeluk tubuh itu dengan sangat erat, merasakan aroma tubuh Kyuhyun yang sudah tidak seperti dulu, tubuh Kyuhyun yang sekarang sudah penuh dengan aroma obat-obatan yang dibutuhkan namja tampan itu.

“Jika dengan pelukanku kau tidak kesakitan lagi, maka aku akan terus memelukmu selamanya.”

“Ba-by,”

Yesung memejamkan matanya, ia terus mengeratkan pelukan itu hingga Kyuhyun membalas pelukannya. ‘Tuhan, jika aku bisa meminta satu permintaan kepadamu, tolong.. biarkan aku yang menggantikan Kyuhyun untuk merasakan kesakitan yang ia rasakan. Aku sangat mencintainya, sangat….’

.

.

Pagi yang cerah seperti biasanya, Kyuhyun yang duduk di atas ranjangnya tersenyum saat melihat Yesung tidur di sofa yang ada di depan ranjangnya dengan sangat nyenyak. ‘Apa nanti aku masih bisa melihat kau tidur seperti ini Baby?’

Ia mulai turun dari atas ranjang dan mendekati namja manis itu, dilihatnya wajah tenang itu dari dekat. Nafasnya yang teratur menandakan bahwa namja itu tengah tidur dengan sangat nyenyak. Tangan Kyuhyun terulur dan membelai rambut halus itu. ‘Kalau nanti aku sudah tiada, aku akan meminta kepada Tuhan untuk menjadi malaikat yang selalu ada di sisimu Baby, untuk menjagamu walaupun kita sudah berbeda dunia.’

Drrrtt…. Drrttt…

Kyuhyun menoleh ke arah suara getaran itu, dilihatnya handphone Yesung yang ada di atas meja tak jauh dari sofa itu bergetar. Tangannya meraih handphone itu dan terlihat ada panggilan dari Siwon. Dengan penuh keyakinan ia menekan tombol reject dan langsung me-non-aktifan handphone namjachingunya itu.

“Kyunnie, buka mulutmu, ayo makan!!” titah Yesung seraya menyodorkan sesendok bubur kepada Kyuhyun. Pagi itu benar-benar membuat Kyuhyun bahagia, bagaimana tidak? Hari ini jarang terjadi untuk mereka berdua, biasanya Yesung selalu berangkat pagi-pagi sekali dan akan kembali ke rumah sakit saat sore menjelang.

Wajah Kyuhyun terlihat sangat cerah pagi ini, berbeda dengan Yesung, wajahnya terlihat sangat pucat, tapi ia terus berusaha untuk tidak membuat Kyuhyun khawatir. “Kau tadi tidak melihat handphoneku berbunyi Kyunnie?” hanya gelengan singkat yang ditunjukkan Kyuhyun, ia dengan santainya menguyah makanan yang ada dimulutnya.

“Kemana handphoneku? Kenapa aku lupa menaruhnya.”

“Memangnya kenapa Baby?”

“Apa? ahh~ tidak.. tidak apa-apa, sudah ayo makan lagi.” Setelah makan, Kyuhyun meminta kepada Yesung untuk mendatangi tempat yang sudah lama tidak mereka kunjungi.

Dengan rajukan yang diberikan Kyuhyun, Yesung ataupun Dokter yang merawat Kyuhyun tidak mampu berkata apa-apa. Kyuhyun di ijinkan untuk keluar dari rumah sakit bersama Yesung. Walaupun hanya setengah hari tapi itu cukup membuat Kyuhyun bahagia.

Setelah berpakaian layaknya akan berkencan, dengan penuh kebahagian, segera ia menggandeng tangan Yesung untuk bergegas keluar dari rumah sakit. Dalam perjalanan ke tempat yang mereka tuju, tidak henti-hentinya mereka yang menaiki bus itu bernyanyi dengan sangat bahagia.

Mereka tidak memperdulikan pandangan orang-orang yang menatap aneh ke arah mereka. Senyuman terus saja mengembang dibibir mereka, jemari saling bertaut, tawa yang selalu terdengar menghiasi hari itu.

Sampai akhirnya mereka sampai disebuah tempat yang sudah lama tidak mereka datangi. “Masih sangat indah,” ucap Kyuhyun seraya menghirup udara yang sangat segar itu. Matanya terpejam merasakan desiran angin yang menerpa wajahnya.

Tempat itu adalah bukit, mereka sampai dibukit yang selalu mereka sukai. Pepohonan yang sangat rindang, hamparan langit biru yang terbentang luas, kicauan burung yang menemani mereka, membuat hati keduanya sangat bahagia. “Kau merindukan tempat ini Baby?”

“Ne, Kyunnie, ini tempat favorite kita, mana mungkin aku tidak merindukannya.” Yesung berjalan menjauhi Kyuhyun dan membuka tangannya lebar-lebar, ia menghirup aroma segar yang ada dibukit itu.

Kyuhyun berjalan mendekati Yesung dan memeluknya dari belakang, ia menyandarkan kepalanya dipundak kanan Yesung. Entah apa yang diberikan Tuhan padanya hari ini, ia tidak merasakan lelah untuk berdiri, ia kuat.. ya.. ia sangat kuat hari ini. “Saranghae Baby.” Ucapnya ditelinga Yesung.

“Nado Kyunnie. Nado saranghae.” Ia menyentuh kedua tangan yang melingkar di pinggangnya. “Aku bahagia, sangat bahagia.”

“Aku juga Baby, aku tidak menyesal walaupun nanti aku tidak bisa merasakan semua ini lagi bersamamu. Karena sekarang aku ingin menghabiskan waktu bersamamu.”

“Kyunnie, berhentilah berbicara seakan-akan kau akan mati.”

“Mianhae,” ujarnya seraya mengeratkan pelukannya, ia mengecup pipi Yesung dengan penuh kelembutan. ‘Sungguh Tuhan, aku tidak akan menyesal kalaupun nanti aku akan meninggalkan dia, karena sekarang aku sangat bahagia bersamanya.’

Dan hari itu, mereka mulai bernyanyi bersama, dengan bersandar pada pohon yang ada dibelakang mereka, Kyuhyun mulai memainkan saxophone miliknya, sedangkan Yesung bernyanyi dengan sangat merdu.

Tak terasa, 3 jam sudah mereka menikmati pemandangan itu, mata mereka sama-sama terpejam merasakan angin yang menerpa tubuh mereka. Mendengar suara nyanyian dari para burung membuat mereka merasa menjadi orang yang paling beruntung dilahirkan didunia ini.

“Baby, gomawo.. jeongmal gomawo kau sudah selalu ada dihidupku.” Ucap Kyuhyun seraya membuka matanya dan kembali menatap hamparan langit biru itu. “Aku benar-benar beruntung memiliki seseorang sepertimu.”

“………..”

“Aku berharap tidak hanya sekarang saja kita bisa pergi seperti ini, nanti kita harus datang ditempat lain, ne?” Kyuhyun menoleh ke arah Yesung yang masih memejamkan matanya, ia tersenyum melihat ketenangan yang ada diwajah Yesung.

“Kau pasti sangat lelah, tapi kau bisa masuk angin kalau tidur disini Baby,” ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh pundak Yesung. “Hey, Ba-“

BUGH.

Tubuh Yesung tiba-tiba terjatuh dipelukannya, matanya terbuka sempurna, jantungnya berdetak sangat cepat saat melihat tubuh itu tidak bergerak. “Baby jangan bercanda, ayo bangun!!! Kita harus pulang!!” Kyuhyun mulai menggoyang-goyangkan tubuh itu, ia menyentuh dagu Yesung dan mengecup bibir itu.

“Baby irreona!! Aku sedang tidak ingin bercanda, cepat bangun baby!!!” semakin lama perasaannya semakin gusar melihat tidak ada pergerakan dari Yesung. “BABY!!! AKU BILANG BANGUN!!! KAU TIDAK MENDENGARKU, HUH!!!!” Kyuhyun berteriak berharap bahwa apa yang ada dipikirannya salah, ia terus menepis pikiran itu, ia yakin bahwa Yesung masih terlelap dalam tidurnya.

Dengan tangan yang bergetar, perlahan Kyuhyun mendekatkan telunjuknya untuk mengecheck nafas Yesung yang dikeluarkan dari hidung. ‘Tidak.. kau pasti hanya tidur Baby!!’ batinnya sambil dengan pelan mendekatkan telunjuknya itu. Dan saat telunjuknya sudah sampai dihidung Yesung, kali ini tubuhnya bergetar sangat hebat. “Tidak…” ucapnya lirih. Tangan kirinya mencengkram kuat bahu Yesung. “BABYYYYYYYYYYY!!!!!!!!!!”

.

Kyuhyun berbaring diranjang rumah sakit itu lagi dan lagi, tak henti-hentinya ia menatap langit-langit kamar itu. Airmatanya masih saja turun membasahi wajahnya. Karena mulai saat ini tidak akan ada lagi orang yang paling ia cintai, ia sendirian… Yesung sudah lebih dulu pergi meninggalkannya.

“Kenapa kau mendahuluiku Baby, kau tau aku tidak mungkin hidup tanpamu.” Suaranya terdengar sangat parau, ia tidak mau membuka mulutnya untuk makan sejak kemarin, semenjak ia mengetahui bahwa Yesung-nya sudah pergi untuk selama-lamanya.

Flashback

“Yesung menderita penyakit jantung bawaan, apa kau tidak tau itu Kyuhyun-ah?” namja tampan itu menunduk, ia terus saja menekan dadanya yang terasa sangat sesak.

“Aku sudah pernah meminta kepadanya untuk tidak terlalu lelah dan berhenti berhubungan intim dengan orang lain, karena jantungnya tidak akan kuat untuk melakukan semua itu.” Tidak ada jawaban dari Kyuhyun, ia menangis.. ya.. Kyuhyun menangis dalam diam, ia membiarkan airmata itu jatuh terus menerus.

“Kau harus bersabar Kyuhyun-ah, kau harus kuat!! Dia sudah tenang disana, dia pasti bahagia mempunyai seorang kekasih sepertimu.”

Flashback End

Kyuhyun menutup matanya rapat-rapat, ia menggigit bibir bawahnya, rasanya sangat sakit harus tersadar bahwa sekarang ia sendirian, tidak ada lagi tawa dan suara yang sangat ia rindukan.

Tangisnya semakin keras tapi ia tidak mau mengeluarkan suara, ‘Baby~’ rasanya sangat sulit untuk menerima apa yang terjadi saat ini, ia mengambil handphone yang ada di meja samping ranjangnya dan melihat foto-foto Yesung. Tawa, tangis, canda, hingga pelukan ada di foto itu.

Tersenyum? Iya..  Kyuhyun tersenyum disela-sela tangisnya, ia tidak percaya bahwa Yesung yang akan meninggalkannya.

Aku mencintaimu Kyunnie, sangat mencintai Cho Kyuhyun!!!

Kyuhyun mem­-play video yang ada di handphonenya, video dimana Yesung bergaya dengan lucunya seraya berkata bahwa ia mencintai Kyuhyun.

Ingat Cho Kyuhyun, kelak namaku bukan lagi Kim Yesung, tapi Cho Yesung, dan aku mau menamai anak kita dengan Cho Kyusung. Baguskan namanya?

Airmata itu terus menerus lolos dari mata Kyuhyun, dan kali ini semakin deras mengingat rencana menikah mereka sekarang hanyalah mimpi, dan tidak akan menjadi kenyataan. “Baby.. kau tau.. aku… aku… sangat mencintaimu.”

Pyarrr

Kyuhyun menjatuhkan handphone yang ia bawa ke lantai, ia memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. “Argh~ sakiiiit~ baby.. sakiiiit~” eluhnya, ia masih menangis, ia belum pernah mengeluh jika ia merasakan kesakitan yang amat sangat kepada Yesung, dan sekarang… setelah Yesung tidak ada lagi bersamanya, ia baru ingin mengeluh kepada orang yang ia cintai itu.

“ARGH~ SAKIIIIT!!!!” Jeritnya. Tubuhnya terasa sangat kaku, darah kembali mengalir di hidungnya. “SAKIIIIIT!!! BABYYYY!!!!!!” ia terus menjerit kesakitan selama beberapa menit hingga menit berikutnya tidak ada suara lagi yang terdengar. Hanya keheningan yang terasa dikamar itu.

Kyuhyun menutup matanya, bibirnya mengembangkan senyum walau darah dari hidungnya sudah meluber kemana-kemana.

Sesosok bayangan putih berdiri tepat diranjang yang ditempati Kyuhyun, wajahnya terlihat sangat sedih saat melihat tubuh itu. Ya.. itu adalah tubuhnya, bayangan putih itu adalah roh dari Kyuhyun.

Ia sudah tidak bisa lagi masuk ke tubuhnya, ia mengulurkan tangannya untuk mencoba meraih tubuhnya, tapi sia-sia, karena sekarang.. ia sudah tidak ada lagi di dunia. Kepalanya menunduk, ia tidak bisa berkata apa-apa melihat kenyataan yang ada dihadapannya sekarang.

“Kyunnie~” Kyuhyun tersentak, ia mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah suara itu, ia kembali terperangah saat melihat sosok putih yang tengah tersenyum kepadanya.

“Ba-by,” tangan mungil yang selalu Kyuhyun rindukan itu terulur, menunggu Kyuhyun akan meraih tangan mungilnya.

“Ayo pergi!!” hanya dengan senyuman yang tercetak dibibir Kyuhyun, sosok putih yang ternyata adalah Yesung itu meraih tangan Kyuhyun dan merekapun menghadap ke arah langit. Membiarkan sesuatu membawa mereka pergi dari dunia itu.

Cinta mereka memang tidak bisa abadi didunia, tapi cinta mereka abadi didunia kedua, dunia dimana hanya ada mereka dan cinta mereka.

Tangis, kecewa, marah, itu hanyalah rasa sesaat yang mereka rasakan didunia yang keras ini. Tapi semuanya tergantikan setelah akhirnya mereka akan bersama selamanya. Tidak akan ada lagi yang memisahkan mereka, selamanya… Cinta itu akan abadi tanpa ada penghalang yang berarti.

“Aku percaya.. mungkin sekarang aku selalu sakit saat melihatmu seperti ini, tapi kelak.. aku akan merasa bahagia saat melihatmu tersenyum, dan senyuman itu hanya ditujukan untukku.. yaa.. hanya untukku.”

“Aku mencintaimu Baby, selamanya akan mencintaimu. karena Kau dan aku adalah satu.”

.

.

END

.

Ottokae??? ^//\\^ mianhae kalau FF ini benar-benar membuat kalian kesal, jengkel marah dsb. Maafkan author yang hanya membuat FF dari otak ini heheh~

Ini Chapter terakhir dari Blessed Sin, semoga para reader suka walaupun gak nyesek n gak bikin nangis ^^, author sudah berusaha.

Gomawo.. Leave a comment please ^^

.

41 comments on “Blessed Sin – Part 2/End – Update

  1. Aku berkaca kaca bacanya😦
    nyesek yaa~ tp menurut aku lbh nyesek lg kalo satu aja yg mati.. Hehe
    Kaget sumfeh pas yesungnya yg mati.. Ternyata dia penyakitan jg hueeee T.T
    *brb ngelayat dulu ke kyusung #amitamit

  2. huahh daebakk
    walaupun sedih karena mereka meninggal tapi ga pa2lah kan mereka bisa bersatu lagi..
    di tunggu ff selanjutnya..

  3. mian baru komen #tobat jadi siders#
    huweeeeeeeeeeeee…gak nyangka ecung metong juga..
    next bikin ff yewon yg happy ending ne…
    ghamsa~

  4. kata siapa gak bikin nangis onnie? buktinya aku nangis#hiks…hiks…
    daebakk unnie
    tpi ff requesan mana#tangadah tangan sma unnie

  5. unnie~~~~ walaupun gk sampe nangis tapi nyesek bacanya unn u.u
    gak nyangka sungie yg msti duluan,,, apa lagi gk ada yg tau penyakitnya u.u
    walaupun kyusung gk bs bahagia di dunia ini mereka psti bahagia dialam sana…
    gomawo unn sudah dibuatin ff ini…kereen banget ff ini…

  6. alhamdulilah.. akhirnya 2 2ny mati, yay!!! #buagh.. dihajar gaemcloud#

    tpi bneran, kya gni lbh asik.. 2 2ny mati, jdi ga prlu ad yg sedih gr2 kebayang msa lalu dn akhrny mutusin bnuh diri😄

    hidup Death chara!! hidup!!

  7. lho?? cegek mbaca ini,,, kirain endingnya yeye yang ditinggal kyunnie,, eh ternyata kkk aku salah tebak ,,, tapi bagus lah kkk *angkat jempol

  8. aku ga nyesek..
    aku kesel, aku marah!
    huaaa.. Abangku ternyata ‘lwt’ duluan #amit2mbilketok2meja

    jadi si Ye pnya penyakit tp ga ksih tw Kyu toh..
    Siwon PD gila deh ya #digetokSiwonest
    btw, abang ikan cuma jadi cameo? #puk2lah

  9. Chingu,,, kau sukses membuatku meloloskan airmataku. Chingu-ah,, gomawo kau memberiku ilham (?)… Tapi chingu, siapa yang megatakan kalau Yesungie menderita penyakit jantung?? *bingung antara dokter dan siwon*
    Tapi senangnya kalau Yesungie tidak jadi dimilik si choi yang arogan dan sadis.

    Buat lebih banyak Kyusung ne,,,, *Tebar Virus Kyusung*
    #angkat bannner EVILTURTLE

  10. Aahh… Sumpah sedih banget. Aku kira yesung ga akan mati,, tp ternyata dia mati lebih dlu dari kyuhyun. Benar2 sehidup semati.

  11. Waktu pas bca yeppa yg pergi ninggalin kyupa deluan itu terasa aneh+mengejutkn…….
    Pasalny kan si kyupa dah bilang bklan ninggalin si yeppa luan,tapi ternyata dugaan si kyupa salah besar
    Banjir rumah aq deh terharu bnget liat critany,eh tapi bgus kok gppa klo trakhirny dua”ny mti aku stuju yg pnting akhiranny happy ending
    acungi jempol ahh ma unnie bahkan beribu jempol deh#minjam jempol orng laen
    Maju terus unni aq akn slalu mndukungmu
    Figthing….
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ ツ#senyum terindah se jagat raya #plakkkk…….

  12. Huwaa~ nae ktinggalan~ huks~ kciant Kyupil sma Encung hrus hdup mendrita kyk begtu *lapingus

    Choi kuda bner” xebelin pkek beud yakk !? Udah menjrumuskan Encung xiksa dy pula *deathglareChoi

  13. Huaaaaaaaaa…… aku nangissssss bacanya …….
    mereka meninggal berdua ….
    aku sedihhhh bacsnya😥
    tap….cinta mereka akan selalu abadiiiiiii……

    author buat ff yg kece yahhhh…..

    hwsiting …..
    😀

  14. wah ternyata yesung yang ninggalin kyu duluan….tragis banget tapi akhirnya yesung jemput kyu untuk hidup berdua selamanya di dunia yang berbeda

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s