Love Sickness – Straight

 

Main Cast : Yesung, Kim Rae Mun, Choi Hyera and other cast

Disclaimer : They are belongs to God, themselves and also their Parents, but This Story is mine

Summary : Yesung harus menaklukkan seorang Yeoja dalam 2 bulan, ini adalah permintaan dari Yeojachingunya, apa maksud dari yeojachingu Yesung tersebut? Dan apakah Yesung akan berhasil menaklukkan Yeoja tersebut?

Genre : Hurt/Comfort, angst, romance, Death chara

Rate : T

Warning : Alur cepat, Typo(s), OOC, ONESHOT

Cr : Thanks to El-Min a.ka @_verzeihen for the title. This story for Jura a.ka Choi Hyera

.

.

Aku tidak ingin bertemu denganmu walau didunia kedua kelak, karena aku hanya ingin kau melupakanku dan bersamanya. Aku egois, aku aneh, memang.. karena aku tidak ingin menyakiti orang yang sudah tulus mencintaimu, lebih tulus dibanding diriku.

.

“Kau harus membuktikan jika kau memang bisa menaklukkan seorang Yeoja Oppa, aku ingin tau apa kau bisa melakukan semua itu!!”

“Kau memintaku untuk melakukan semua itu? Apa kau yakin tidak akan menyesal?” tanya seorang namja tampan dengan rambut hitamnya, gaya dandannya terlihat sangat modis walau hanya mengenakan celana jins warna hitam dan Hoddie berwarna coklat.

“Tentu, kenapa aku harus menyesal, aku yakin kau tidak akan bisa.” Ujar sang Yeoja seraya tersenyum manis pada namjachingunya tersebut.

“Kau percaya diri sekali Raeby, aku seorang member Super Junior, jadi aku pasti bisa menaklukkan semua yeoja.”

“Kau memang member Super Junior dan aku yakin semua yeoja tidak akan menolakmu, tapi aku hanya tidak percaya jika kau bisa dengan mudah menaklukan seorang yeoja yang tidak menyukai Super Junior, dalam artian kau harus menaklukan seorang Yeoja yang tidak mengenal siapa itu Super Junior.”

“Kau gila, eh? Tidak mungkin ada seorang Yeoja di Korea yang tidak mengenal Super Junior, mereka semua pasti mengenal Super Junior.” Kembali Yeoja itu tersenyum tipis seraya menatap hamparan langit luas.

“Pasti ada, aku yakin!! Aku hanya akan memberimu waktu 2 bulan untuk mencari dan membuat dia jatuh cinta kepadamu, jika kau berhasil, aku akan menerima pinanganmu.”

“Apa kau tidak mencintaiku? Kenapa kau menyuruhku seperti itu? Kau tau itu akan melukai seorang yeoja?”

“Aku punya pemikiran sendiri, jadi kau hanya perlu melakukan apa yang kupinta Oppa.” Ucapnya ketus lalu meninggalkan sang namja sendiri dengan berbagai pertanyaan.

.

Happy reading

.

Seorang Yeoja dengan balutan dress berwarna coklat itu terdiam didalam mobilnya, tatapannya masih terus tertuju pada satu titik, dengan alunan melody dari lagu K.R.YLet’s Not yang terputar di tape mobilnya, sesekali ia mendesah menatap seorang namja tampan yang mengenakan kemeja kotak-kotak sedang duduk didalam mobil audinya.

Saying that this moment is the last to you whom I loved so much. 
even if you try to turn it back, 
even if you hold onto me crying, 
I was the one who said no and bid our farewell. –Let’s not

 “Kita harus berpisah, mianhae.. aku harap kau mengerti.”

“Kenapa? Apa alasan kau mengakhiri hubungan kita ini?”

“Karena aku sudah tidak mencintaimu lagi, mianhae.”

“Oppa-“ Chu~ kalimat Yeoja yang dipanggil Rae atau bernama lengkap Kim Rae Mun itu terpotong saat namja tampan itu mengecup lama keningnya. Ia menutup matanya dan merasakan kecupan hangat yang mungkin akan ia rasakan untuk yang terakhir kalinya.

“Lupakan aku, Karena aku juga akan melupakanmu.”

I Always act strong, but I’m a cowardly man didn’t have 
the confidence to protect you forever and left. –Let’s not

Drrtttt.. Drrttt..

Lamunan Rae menghilang seketika saat ia merasakan getaran handphone di jok sampingnya. Iapun meraih handphone tersebut dan melihat ada sebuah pesan singkat dari namjachingunya.

To : Raeby

From : Yesung Oppa

Baby, aku tunggu kau di Sungai Han sekarang, ada sesuatu yang ingin aku berikan untukmu, aku tunggu kau ne, saranghae..

Don’t love someone like me again. don’t love make someone 
to miss again. one who looks at only you and needs only you. 
meet someone who loves you so much they can’t go a day 
without you.. please. –Let’s not

Tidak ada expresi yang ditunjukkan Rae saat membaca pesan tersebut, hanya hembusan nafas yang lagi-lagi terdengar. ‘Kau harus mendapatkan orang lain Oppa, bukan aku orangnya. Karena aku tidak akan bisa bersamamu.’ Batinnya seraya belum bereaksi untuk melajukan mobilnya.

Kejadian 6 bulan yang lalu selalu ia ingat, kejadian dimana Siwon, namjachingunya yang sangat ia cintai memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Dan disaat Rae sedang terpuruk, Yesung datang dan membuatnya bangkit kembali.

Rae sangat mencintai Yesung, tapi ternyata ada sesuatu yang membuat Rae harus memberikan seseorang yang akan bisa bersama dengan Yesung selamanya. Sesuatu yang paling dibenci oleh Rae dan hanya yeoja tersebut yang tau apa ‘sesuatu’ yang sedang ia tutupi itu.

Ia memberikan tantangan untuk Yesung agar bisa menaklukkan seorang yeoja yang tidak mengenal siapa itu Super Junior karena Rae hanya ingin ada seorang Yeoja yang mencintai Yesung dengan tulus tanpa tau siapa dia sebenarnya.

2 bulan? Waktu yang ditentukan Rae agar Yesung dapat menemukan seorang yeoja seperti kemauannya, tapi apakah ia cukup kuat menahan ‘sesuatu’ didalam tubuhnya selama 2 bulan kedepan?

.

::LOVE SICKNESS::

.

3 jam sudah Yesung menunggu di sungai Han, dan sampai sekarang ia masih belum melihat sosok yang sangat ia cintai. Sesekali untuk mengusir rasa bosannya, ia berjalan kesana kemari, lalu melemparkan kerikil ke arah sungai. Helaan demi helaan nafaspun terdengar. Ia melihat sebuket bunga mawar yang ia letakkan di kursi hampir terlihat layu.

Earphoneberwarna merah pemberian dari Yeoja tercintanya itu masih setia menutup telinganya, melody Love Desease –Super Junior terputar dari handphonenya.

You followed me annoyingly, and took a deep breath trying 
to catch me, who’s leaving you alone. –Love disease

‘Sebenarnya apa yang terjadi padamu Rae? Mengapa ada sesuatu yang lain pada dirimu.’ Batinnya seraya menatap lukisan alam yang paling indah, langit. Akhir-akhir ini Yesung merasa Yeojanya berubah, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Rae, tapi ia selalu gagal membuat Rae bersuara ataupun mengutarakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Mianhae aku terlambat.” Sebuah suara yang sangat ia kenal membuat bibirnya merekah, ia membuka earphone yang ia pakai dan menoleh kebelakang.

Terlihat yeoja berambut hitam panjang dan bergelombang tengah menatapnya tanpa senyum. “Raeby, akhirnya kau datang.”Yesung berjalan cepat menghampiri Yeoja itu dan memeluknya. Yesung membuat penyamaran dengan memakai topi dan masker agar tidak ada fans yang mengetahuinya.

Kebetulan sekali ia paling hafal jika jam-jam malam seperti ini, sungai han terlihat sepi dari pengunjung. “Aku kira kau tidak akan datang,”

“Untuk apa kau memintaku kemari?” Yesung masih terus tersenyum walau tidak ada balasan dari Rae, ia mengambil sebuket mawar yang ada di kursinya dan memberikan mawar tersebut kepada Rae.

“Untukmu,”

“Hah? Bunga lagi? Untuk apa, hmm? Sudah banyak bunga yang kau beri untukku akhir-akhir ini, dan itu semua tidak ada artinya.” Sakit, kata-kata itu benar-benar sangat menyakitkan untuk Yesung. Tapi sebisa mungkin ia tidak mau mendengarnya dan menganggap apa yang diucapkan Rae hanya bualan semata.

“Aku lapar Raeby, kita makan ne?”

“Tidak, aku mau langsung pulang.”

“Sebentar saja ne? Temani aku untuk makan,” pinta Yesung memelas, ia benar-benar ingin merasakan kencan yang belum pernah ia rasakan bersama Rae beberapa minggu ini, karena selama ini setiap Yesung mengajaknya makan, Rae selalu menolak dengan berbagai alasan.

“Mianhae, aku benar-benar lelah, aku mau langsung pulang,” ujarnya lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Yesung yang terdiam. Dalam perjalanan menuju mobilnya, ia menunduk dan tiba-tiba liquid beningnya mengalir dengan derasnya. ‘Kau harus menemukan seseorang yang terbaik untukmu Oppa, seseorang yang bisa bersamamu selamanya.’

The disease where my love is slowly dying. it hurts a little, 
but I don’t want to get better. Every single memory is erasing, 
going back to the times when we were strangers. –Love disease

Didalam mobilnya Rae menangis dengan sangat kencang, hatinya begitu sakit harus bersikap seperti itu kepada orang yang ia cintai. Sungguh ia benar-benar sudah tidak kuat bersikap sekeras ini, ingin sekali ia meminta Yesung mengucapkan kata ‘Berakhir’ kepadanya, tapi itu hanya angan-angan belaka.

.

::LOVE SICKNESS::

.

Seorang yeoja yang sedang membawa tas ranselnya tengah menatap pemandangan yang ada dihadapannya. Choi Hyera, yeoja yang terus tersenyum itu menunjukkan dimple indah yang tercetak dikedua pipinya. Hingga tanpa sadar sebuah mobil melaju kencang kearahnya.

“HUWAAAAA~”

CKIIIITTTTT…. BRAK…

Yeoja itu melenguh kesakitan saat kakinya menabrak bemper depan mobil hitam itu, ia menunduk merasakan sakit yang amat sangat hingga terdengar suara seorang namja yang melangkahkan kaki kearahnya. “Hey, kau baik-baik saja?”

“Argh~ kakiku~” eluhnya tanpa menatap namja tersebut.

“Kakimu berdarah, ayo kita kerumah sakit,” pinta namja tersebut saat melihat darah di kaki kiri yeoja itu.

“Anii~ aku tidak mau ke rumah sakit, aku takut.”

“Tapi aku harus bertanggung jawab, kajja!!”

“Tapi.. Huwaaaa~” lagi-lagi Yeoja itu histeris saat tiba-tiba namja itu menggendongnya untuk dibawa kedalam mobil.

.

“Apa lukanya serius Dok?”

“Tidak Yesung-ah, dia baik-baik saja, hanya lecet sedikit.” Ujar Dokter tersebut sembari membereskan perlengkapan saat selesai mengobati yeoja itu.

“Oh~ baiklah, ghamsa Dok.”

“Ne, lain kali berhati-hatilah Yesung-ah, kalau sampai ada yang serius, bisa panjang urusannya.” Namja yang ternyata adalah Yesung itu tersenyum dan mengangguk. Ia pun melenggang keluar dari ruang rawat itu bersama yeoja yang tadi ditabraknya dengan sebelumnya membungkukkan badan kearah Dokter.

“Sekali lagi mianhae aku sudah membuatmu terluka.”

“Tidak.. tidak.. aku juga yang salah, kau tidak perlu minta maaf.” Yesung menunduk dan tersenyum. “Kau sering kesini ya? Kenapa Dokter itu mengenalmu? Dan aku lihat sedari tadi orang-orang yang ada disini terus melihatmu.” Yesung terperangah dan menatap yeoja itu, apa mungkin yeoja itu tidak tau bahwa ia adalah member Super Junior?

“Kau tidak mengenalku?” tanya Yesung meyakinkan, sedangkan yeoja itu masih tetap fokus menatap setiap orang yang berlalu lalang dan menatapnya dengan tatapan aneh.

“Memang kau siapa? kita baru kali pertama bertemu bagaimana bisa aku mengenalmu.”

‘Apa yeoja ini benar-benar tidak mengenalku?’ batin Yesung seraya menatap yeoja yang berjalan beriringan dengannya itu. “Irreumi mwoyeyo?”

“Aku? Choi Hyera,” ujar sang Yeoja seraya menyodorkan tangannya.

“Yesung,” Hyera hanya tersenyum lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah sakit tersebut. “Aku antar kau pulang ne?”

“Tidak.. aku bisa pulang sendiri,”

“Tapi kau terluka, aku tidak yakin kau bisa sampai dirumah dengan selamat.”

“MWO?? Kenapa kau berpikiran seperti itu, eh? Kau mendoakanku tidak akan selamat sampai rumah?” ketus Hyera yang mulai terlihat kesal, ia menghentak-hentakkan kakinya seraya melipat kedua tangannya didepan dada.

Yesung tertawa lebar, ia mengacak-acak rambut panjang Yeoja tersebut dengan gemas. “Anio~ itu hanya angan-angan, oleh sebab itu aku mau mengantarmu pulang, anggap saja sebagai permintaan maafku, ne?” Hyera terdiam seraya fokus menatap namja tampan yang ada dihadapannya. Dan tanpa diduga, Yesung sudah menarik tangannya untuk menuju ke basement mengambil mobilnya.

.

::LOVE SICKNESS::

.

Like having played with fire for a long time, 
everything has burned, and only ashes remain 
(only ashes remain). Like how even the first 
feeling have become faint, everything has 
become useless (useless). –Love disease

Rae masih terdiam dalam lamunannya, entah mengapa ia terus mendengarkan lantunan Love disease dari Earphonenya, sedangkan saat ini ia sedang berada disuatu tempat bersama beberapa member Super Junior beserta teman-teman yeojanya yang juga adalah yeojachingu member tersebut.

Facing you and taking your hands, with a bitter smile, 
I said ‘Please be Happy’ To find a person who will soothe 
and embrace the scars that I’ve left you. –Love disease

“Baby, lihatlah, apa kau yakin Rae baik-baik saja?” terdengar bisikan lirih dari magnae Super Junior Cho Kyuhyun ditelinga yeojachingunya Park Ririn saat melihat Rae terus saja melamun.

“Aku tidak tau Oppa, beberapa minggu ini memang dia terlihat sangat aneh,” jawab Yeoja cantik itu tak kalah lirih. Iapun menolehkan wajahnya kekanan dan membisikkan sesuatu juga di telinga yeoja sekaligus temannya.

“Apa benar seperti itu?” tanya Yeoja yang mendapatkan bisikan lirih dari Ririn. “Rae, Rae apa kau baik-baik saja?” tanya Yeoja yang ada disebelah Ririn seraya melambai-lambaikan tangannya. “Rae~”

“Ah~ Ne?” akhirnya ia tersadar dari lamunannya sembari melepas satu earphone dari telinganya.

“Kau baik-baik saja?”

Ia tersenyum lalu mengangguk. “Nan gwaenchana Bi,”

Drrrttt… Drrttt…

Pandangannya tiba-tiba beralih kesebuah getaran handphone yang ia rasakan dari tas yang ia bawa, saat ia mengambil handphone tersebut, raut wajahnya berubah menjadi cerah karena terlihat panggilan masuk dari Yesung.

“Ehm~ aku mau menerima telepon dulu,” ijinnya lalu melenggang pergi menjauh untuk menerima telepon. “Yeoboseyo,”

“Raeby, kau tau.. ada kabar bagus yang akan aku berikan kepadamu,” terdengar suara bahagia dari Yesung.

“Betulkah? Apa itu Oppa?”

“Aku sudah menemukan Yeoja yang tidak mengenalku,”

DEG.

Rae terdiam dan membatu, ia masih mendengarkan celoteh dari Yesung.

The disease where my love is slowly dying. it hurts a little, 
but I don’t want to get better. every single memory is erasing, 
Going back to the times when we were strangers, 
I want to rest now. –Love disease

“Oh~ baguslah, semakin cepat semakin baik.” Ucapnya mencoba tersenyum. ‘Semakin cepat kau mendapatkannya, semakin rela aku meninggalkanmu.’ Batinnya.

.

::LOVE SICKNESS::

.

“Hyera-ah, itu Yesung Super Junior bukan?” seorang yeoja yang juga teman dari Hyera menarik-narik apron yang dikenakan yeoja tersebut. Ia berteriak histeris saat melihat namja tampan tengah berjalan mendekati mereka.

“Super Junior? Nugu?”

“Kau-“

“Annyeong Hyera-ah,” mendengar suara salam dari seorang namja membuat Hyera menoleh dan melihat Yesung sudah berdiri dihadapannya. Terlihat begitu tampan dengan topi yang melekat dirambut indahnya.

“Yesung Oppa, kenapa ada disini?”

“Apa kau sudah selesai bekerja? Aku ingin mengajakmu makan malam,”

“Apa? Makan malam?” tiba-tiba terdengar suara histeris dari sekitar mereka. “Kenapa mereka sehisteris itu?” tanyanya entah pada siapa.

“Bagaimana? Apa kau mau?” tawar Yesung, dan kali ini yeoja itu mencoba berpikir keras hingga menit berikutnya ia mengangguk. Sesaat setelah itu Hyera dan Yesung menjadi sangat akrab. Hyera pun sempat dibuat terkejut karena ternyata Yesung adalah member boyband terkenal diKorea dan luar asia.

Tapi ia masih menganggap Yesung hanyalah namja biasa, ia tidak peduli walaupun namja yang ia kenal adalah seorang artis terkenal, ia hanya mengenal Yesung adalah namja yang baik dan sangat perhatian kepadanya.

Hingga 1,5 bulan sudah kedekatan Yesung dan Hyera berlangsung, mereka sering bertemu disela-sela jadwal padat yang dilakukan Yesung, bahkan Yesung pun jadi sering tidak bisa menepati janjinya untuk bertemu dengan Rae, yeojachingunya.

“Oppa,”

“Ne?”

“Gomawo,” Yesung menoleh ke arah Hyera dan mengernyitkan dahinya bingung.

“Untuk?” Hyera tersenyum manis.

“Selama ini kau sudah menemaniku, dan membuatku bahagia.” Yesung tertawa dan menatap hamparan langit serta sungai han yang ada dihadapannya.

“Aku juga berterima kasih karena kau sudah membuatku bahagia.”

“Betulkah? Tapi apa aku tidak mengganggu jadwalmu?” kembali Yesung menoleh ke arah Hyera.

“Anio, kau tidak mengangguku, bahkan aku terlalu bahagia bisa bersamamu seperti ini.” sejenak mereka bertatapan dalam diam,entah apa yang sedang mereka cari dibalik mata indah keduanya. Hingga tanpa sadar mereka mulai menghapus jarak diantara mereka. Yesung ataupun Hyera sama-sama memiringkan wajahnya dan akhirnya bibir mereka saling bertautan.

Yesung mengecup lembut bibir Hyera tanpa menyakiti bibir tipis itu, sedangkan yeoja cantik itupun membalas ciuman hangat yang ia terima.

Though it hurts too much now. someday, 
You might wipe your lips as a kiss triggers an unpleasant 
memory. Trying to erase the warmth you felt 
when I held you in my arms, cold tears will 
wash you. –Love disease

Tanpa mereka sadari, tidak jauh dari tempat mereka duduk dan melakukan ‘sesuatu’ itu, sepasang mata indah sudah mengeluarkan airmata dalam diam. Sakit yang ia rasakan ditubuhnya tidak sebanding dengan apa yang dirasakan hatinya saat ini.

Sungguh menyakitkan, ia hanya bisa terus terpaku menyaksikan orang yang ia cintai tengah berciuman dengan yeoja lain. Mungkin ini kesalahannya karena membiarkan namja yang ia cintai harus bersama dengan yeoja lain, tapi ia pun bahagia jika memang semua itu bisa membuatnya rela meninggalkan namja itu untuk selama-lamanya.

Saying that this moment is the last to you whom I loved so much. 
Even if you try to turn it back, even if you hold onto me 
crying, I was the one who said no and bid our 
farewell. –Let’s not

Ia memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat sakit. ‘Argh!!’ racaunya dalam hati, sebelum kesakitan itu semakin besar ia rasakan, buru-buru ia berlari meninggalkan tempat yang sangat menyakitkan baginya.

“Ahhh!!” Yesung yang tersadar akan apa yang ia lakukan segera menjauhkan kepalanya. ‘Apa yang sudah aku lakukan?’ terlihat ada bekas saliva yang tercecer di bibir tipis yeoja yang ada dihadapannya itu. “Mi-mianhae Hyera, a-aku-“

“Tidak apa Oppa, aku juga yang salah.” Sahut Hyera seraya menundukkan kepalanya malu.

“A-aku harus pergi,” Yesung berdiri dari tempat duduknya dan berbalik, bermaksud untuk segera meninggalkan tempat tersebut.

“Saranghae Oppa,” tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar ucapan yang tidak pernah ia duga. “Mianhae karena aku sudah jatuh cinta kepadamu,”

Kali ini Yesung benar-benar terperangah, ia tidak bisa membalikkan tubuhnya hingga ia merasakan yeoja tersebut memeluknya dari belakang dengan sangat erat. “Aku tau ini sangat tidak mungkin, tapi aku tidak bisa membohongi diriku jika aku sudah sangat jatuh mencintaimu.”

Like having played with fire for a long time, everything 
has burned, and only ashes remain (only ashes remain). 
Like how even the first feeling have become faint, 
everything has become useless (useless). –Love disease

.

::LOVE SICKNESS::

.

“Rin, apa kau tau dimana Rae?” tanya Yesung yang saat itu sedang berada di Kona Beans.

“Rae? Molla Oppa, 3 hari ini aku tidak bertemu ataupun saling menghubungi, aku sudah coba mengirim pesan kepadanya tapi tidak dibalas.” Jawab Rin dengan wajah yang terlihat begitu cemas. Memang beberapa hari ini Yesung tidak bisa menghubungi Rae, bahkan setiap ia kerumahnya, Yesung tidak pernah bisa secara langsung bertemu dengan berbagai alasan.

“RIN!! YESUNG OPPA!!” Suara jeritan lantang membuat mereka berdua terjingkat kaget, terlihat seorang Yeoja cantik yang berlari kearah mereka dengan linangan airmata yang sangat deras.

“Bi? Bi kau kenapa?”

Greb.

Sungbi nama yeoja itu. saat melihat Ririn berdiri, ia langsung memeluknya dengan sangat erat, tidak henti-hentinya ia menangis dipelukan Ririn membuat Yesung ataupun Kyuhyun yang berada dibelakang kasir ikut menghentikan aktifitasnya dan berlari menghampiri Yesung, Ririn dan juga Sungbi.

“Katakan apa yang terjadi, kenapa kau menangis seperti ini Bi?”

“Rae… Rae….” hanya itu yang bisa dikatakan Sungbi, sedangkan Yesung hanya bisa diam dan terpaku mendengar kata ‘Rae’ yang terus menerus keluar dari bibir mungil Sungbi.

“Rae? Kenapa dengan Rae??” Ririn juga histeris melihat Sungbi seperti itu, ia menangis karena hatinya sekarang begitu khawatir dengan berita yang mungkin akan sangat tidak mereka duga.

“Rae koma, dan sekarang dia ingin menemui Yesung Oppa,”

DEG.

Yesung benar-benar tidak bisa melangkah lagi, ia merasakan jantungnya sudah hampir tidak bisa berdetak lagi, seluruh tubuhnya terasa mati rasa, tangannya sangat dingin, lidahnya keluh dan penglihatannya sudah mulai kabur karena tertutupi airmata yang hampir jatuh dengan sendirinya.

I grabbed your shoulders tightly and loudly said 
‘We’re through’. That farewell poison has already, 
without you knowing, spread in my heart. –Love disease

.

::LOVE SICKNESS::

.

Yesung berjalan cepat menuju ruang dimana Rae sedang berbaring tak berdaya. Airmata terus saja mengalir tanpa henti, ia tidak menghiraukan panggilan ataupun sapaan orang-orang kepadanya, yang ia pikirkan sekarang hanyalah Yeoja itu, Yeoja yang sangat ia cintai.

Hingga tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat seseorang dengan keragu-raguan akan memasuki ruangan dimana Rae berada. “Hyera,” yeoja itupun menoleh dan melihat wajah namja tampan itu sudah merah semerah-merahnya dengan airmata yang membekas dipipinya.

“Yesung Oppa,”

“Sedang apa kau disini?”

“A-aku tidak tau, tadi-“ belum sempat Hyera menjelaskan kedatangannya, Yesung sudah meninggalkannya dengan memasuki ruang pesakitan tersebut. Kali ini ia benar-benar merasa sangat kacau, Yesung melihat Rae berbaring tidak berdaya dengan bermacam alat-alat medis yang menopang hidupnya.

Sedangkan Hyera pun masuk kedalam ruangan tersebut bersama Ririn, Sungbi dan Kyuhyun. “Raeby,” suara Yesung terdengar sangat serak karena menahan airmata, ia tidak ingin terlihat lemah didepan Rae walau sebenarnya ia ingin berteriak sekencang-kencangnya. “Baby kau kenapa? Apa yang terjadi padamu?” Rae tersenyum lalu menolehkan kepalanya perlahan menatap Yesung yang ada disampingnya.

“Op-pa,”

“Katakan kau kenapa? Apa yang terjadi kepadamu? Kau tidak akan meninggalkanku bukan?” akhirnya tembok kukuh yang dipasang Yesung musnah sudah, semakin deras airmata yang ia turunkan membuat Rae hanya bisa terdiam dan menatapnya dalam.

Tangan mungil itu terarah untuk menghapus airmata Yesung, penyakit yang ia derita sungguh menyiksanya. Leukimia.. penyakit yang membuatnya harus rela meninggalkan semua yang ia cintai. “Jangan menangis Oppa~”

“Aku mohon, kau harus sembuh, kau sudah berjanji akan menerima pinanganku. Kita akan menikah Rae!!” mendengar kalimat itu sungguh membuat Hyera yang ada disamping Ririn terpaku. Tanpa sadar ia meneteskan airmatanya, menangis dalam diam. Ia tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya.

Ia hanya tau bahwa ternyata Yeoja yang sedang berbaring diranjang pesakitan itu adalah Yeojachingu orang yang ia cintai. Ia menunduk dan memegangi dadanya yang terasa sangat sakit. “Hye-ra,” sebuah suara menginterupsinya untuk mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah suara tersebut. Ia melihat yeoja cantik yang berbaring itu mengulurkan tangannya kepada dirinya. “Kemari,” pintanya.

Ririn yang melihat Hyera masih belum bereaksi akhirnya mendorong pelan tubuh itu untuk segera menghampiri Rae dan Yesung. Rae menggenggam erat tangan Hyera dan tersenyum. tidak ada sedikitpun airmata yang terlihat di mata indah Rae, hanya senyuman yang terus terpatri diwajah itu. “Aku tau kau mencintai Yesung Oppa bukan?” pertanyaan yang membuat Yesung ataupun Hyera menatapnya heran.

“Baby-“

“Aku sudah mencari tau siapa kau sebenarnya, oleh sebab itu…” Tiba-tiba Rae menutup matanya kuat-kuat dan terlihat wajahnya seperti menahan sakit yang amat sangat.

“Baby, kau kenapa?”

“Nan gwaenchana Oppa, Uuhh~ penyakit ini benar-benar menyebalkan,” Rae masih sempat tertawa pelan, kalau saja ia mampu, ia ingin berteriak dan menangis karena penyakitnya ini, tapi ia hanya tidak mau orang lain akan kasihan melihatnya seperti ini.

Saying that this moment is the last to you whom I loved so much. 
Even if you try to turn it back, even if you hold onto me 
crying, I was the one who said no and bid our 
farewell. –Let’s not

Rae meraih tangan Yesung dan tanpa diduga, ia menyatukan tangan Yesung dengan Hyera, membuat ketiga sahabatnya yang sudah mulai menangis itu tercengang. “Mi-mianhae Oppa, aku berbohong. Kau ingat saat aku mengatakan akan memberimu waktu 2 bulan untuk bisa menaklukkan seorang Yeoja? itu karena aku ingin kau mendapatkan orang yang bisa bersamamu selamanya.”

“Apa?”

Don’t love someone like me again. 
don’t make someone to miss again. 
one who looks at only you and needs only you. 
Meet someone who loves you so much they can’t 
go a day without you. –Let’s not

“Kau pasti bercanda Rae, aku tau kau tidak akan tega meninggalkanku. Tidak akan!!” Yesung menarik tangannya dan menangkupkan kedua pipi Rae.

“Ak-ku tidak kuat lag-gi Oppa,” akhirnya eluhan itu terdengar dan begitu menyakitkan untuk Yesung, sangat menyakitkan. Ia melihat Rae mulai meneteskan airmata dan itu semakin membuat hatinya sangat sakit. “Kau harus mencintai orang lain, kau harus melupakanku.”

“TIDAK!!! TIDAK AKAN!! TIDAK AKAN PERNAH!!” Jeritan Yesung spontan membuat ruangan itu sangat hening, isakan yang tadinya terdengar menghilang seketika. “Aku mohon kau harus bertahan, aku tidak mau kehilanganmu Rae, tidak mau.”

“Hyera mencintaimu Op-pa, dan aku rela jika k-kau bersamanya,”

“CUKUP!! KENAPA KAU MEMPERMAINKANKU SEPERTI INI!!”  Yesung merekuh tubuh itu dengan sangat erat, ia tidak peduli walau sikapnya ini membuat Hyera tersakiti, ia tidak melihat Hyera sudah menunduk dan menangis lagi. Menangis untuk kesekian kalinya. “Tidak, kau tidak boleh pergi, tidak boleh.”

Hurting, you try to hold me back. 
But I’m a cowardly woman who doesn’t have the confidence 
to give happiness to anyone beside her. –Let’s not

“Kyu, Rin, Bi..” Kali ini Rae melepas paksa pelukan Yesung dan mengulurkan tangannya untuk meraih ketiga sahabatnya tersebut. Bukannya menjawab ucapan dari Rae, Ririn dan Sungbi memeluknya dengan sangat erat. “Hey, k-kalian ini kenapa?”

“Kenapa kau tidak menceritakannya kepada kami, hum? Kenapa kau selalu membuat kita menangis seperti ini?” kesal, marah, sedih bercampur menjadi satu. Rae pun hanya bisa menatap langit-langit kamar tersebut.

“Mianhae,” singkat. Hanya itu jawaban yang diberikan Rae. “Kalian harus baik-baik dengan Kyuhyun ataupun Sungmin, ne? ak-ku akan sangat marah jika tau k-kalian bertengkar lagi.” Dibalik tangis yang tercetak dimata mereka. Mereka masih bisa tertawa walau sebenarnya sakit yang mendominasi hati mereka.

“Kami menyayangimu Rae, sangat menyayangimu.”

“Nado~” Kembali Rae memejamkan matanya kuat-kuat. Sakit.. lagi lagi sakit.. cukup.. Rae sudah tidak bisa menahan kesakitan ini lagi, tubuhnya bergetar hebat. “Hyera-ah, Bo-boleh aku memelukmu?” pinta Rae setelah melepaskan pelukan Ririn dan Sungbi.

“Aku?” seperti ada keraguan di diri Hyera, tapi saat ia melihat Yesung, namja tampan itu menggangguk ke arahnya dengan masih terlihat sangat sedih. Akhirnya ia mendekati Rae dan memeluk erat tubuh yeoja itu.

“Kau har-rus berjanji kepadaku, k-kau akan menjaga Yesung Oppa baik-baik.” Bisik Rae lirih ditelinga Hyera, saat itu juga Hyera semakin mengeratkan pelukannya dan menangis.

“Mianhae Rae.. Mianhae..”

“Hey, ke-kenapa harus minta maaf? K-kau tidak bersalah, aku yang harusnya berte-rima kasih karena kau sud-dah mau menjaga Yesung Oppa.”

“Tapi-“

“Ak-ku tau kau sangat mencintainya, ka-rena itu ak-ku rela memberikannya untukmu,” sejujurnya jika saja ia mampu, Rae tidak ingin ada orang lain yang memiliki Yesungnya, tapi saat ini apa yang bisa ia lakukan? Bahkan hanya untuk duduk saja ia sudah tidak mampu. Suaranyapun sudah semakin lemah dan ia harus extra kuat berusaha untuk berbicara selancar mungkin.

“Berjanjilah Hyera, k-kau tidak akan meninggalkannya ataupun menyakitinya,” tidak ada suara yang terdengar, Rae hanya merasakan Hyera mengangguk dan terus menangis.

“Yesung Oppa mempunyai kebiasaan bur-ruk, d-dia sel-lalu tidur saat pagi hampir menjelang, d-dia mempunyai radang tenggorokan dan juga infek-si lambung, d-dia sangat cerewet dan…” Rae menarik nafas perlahan untuk menahan kesakitannya. “Satu hal yang paling aku suk-ka, d-dia suka bernyanyi.” Jelasnya yang membuat Hyera terkagum. Hanya dalam waktu 6 bulan mereka berpacaran cukup membuat Rae sangat mengerti apa saja yang ada di diri Yesung.

“A-aku mengerti,”

“Bol-leh aku meminta satu hal lagi?” Hyera mengernyitkan dahinya dan melepaskan pelukan Rae. Ia menatap wajah manis yeoja yang sudah sangat pucat itu, ia mungkin tidak bisa merasakan kesakitan yang dirasakan tubuh Rae, tapi ia bisa merasakan kesakitan yang dirasakan hati Rae saat ini.

“Apa?” lagi, Rae menarik kepala Hyera dan membisikkan sesuatu.

“Bol-lehkah untuk yang terakhir kal-linya aku menikmati bibir Yesung Oppa?

Glup.

Ada sesuatu yang sesak dihati Hyera, ia bingung dengan perasaannya kali ini. “Ke-kenapa harus minta ijin? D-dia milikmu Rae.” Rae tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.

“Se-jak kalian berciuman wak-tu itu, ak-ku sudah menyakinkan diriku bahwa Yes-sung Oppa bukan milikku lagi, dia milikmu.”

“Ti-tidak,, tapi dia tidak mengatakan padaku bahwa dia juga mencintaiku, karena aku yakin dihatinya hanya ada kau Rae.”

“Dihat-tinya ada k-kau juga Hyera, kau har-rus percaya kepadaku.” Hyera memundurkan langkahnya kebelakang saat Rae mulai menoleh ke arah Yesung.

I grabbed your shoulders tightly and loudly said 
‘We’re through’. That the farewell poison 
has already, without you knowing, spread 
in my heart. –Love disease

“Op-pa~”

“……………” entah apa yang dipikirkan Yesung, ia hanya diam saat Rae terus menggoyang-goyangkan tangannya.

“Op-pa, bernyanyilah un-tukku.” Pintanya, sebisa mungkin ia tidak mau menangis lagi.

“……………”

Let’s Not, bernyanyilah lagu itu untuk-ku.”

“Tidak, aku tidak mau menyanyikan lagu itu.”

“Tap-pi aku ingin k-kau menyanyikan lagu itu, ak-ku-“

“Aku bilang aku tidak mau!! Jangan memaksaku!!”

“Wa-wae? K-kau tidak mau mengabul-kan perminta-anku?”

“Berhenti beranggapan kau akan pergi Rae, kau akan terus bersamaku, dan kita akan menikah sama seperti janjimu!!” Rae tersenyum lalu memejamkan matanya perlahan saat kepalanya kembali berdenyut sangat sakit.

Even if we are ever to regret our breakup, 
I can’t do anything but give you our farewell. –Let’s not

I soon gani majima kirago.. geutolok saranghan geu dehga eh… nun dollilyuh hehdo oolmyuh meldallyuhdo… geunyang shiltamyuh.. heh uhjimeul malhan naya…

Rae terkejut saat suara yang ia kenal mulai melantunkan melody permintaannya, ia melihat Yesung sudah bernyanyi dengan merdunya seraya menatap intens kearahnya.

Nan hangsang ganghan chukman hajiman.. pyungseng nuh hana jikil jashin.. ubssuh dduhnan.. bigubhan namjaya…

I always act strong, but I’m a cowardly man didn’t 
have the confidence to protect you forever 
and left. –Let’s not

Rae menangkupkan kedua pipi Yesung dengan sesekali menggesek-gesekkan hidung mereka. Hal itu membuat Yesung merasakan kesakitan dihatinya, sakit bahwa mungkin sebentar lagi ia tidak akan bisa melihat yeojachingunya ini kembali.

Sedangkan Kyuhyun, Ririn, Sungbi dan juga Hyera hanya bisa menunduk pasrah dan terus menangs.

Jinan shiganeul sehmyuh apa oolji malgo.. jinan babo gateun sarang geuriwuh malgo.. nuhman barabogo nuh anim an dwesuh, harudo mot buttil mankeum.. saranghae jooneun saram manna.. jebal haengbok hagileul.. doobun dashineun majoochiji malja..

Saat bait terakhir selesai, Rae membungkam bibir tipis Yesung, mengecupnya dengan sangat lembut dan hanya didasari dengan rasa cinta. Ciuman yang juga diselingi dengan airmata keduanya.

Hyera mengepalkan tangannya tangannya erat-erat, ia tidak berani melihat adegan yang menyakitkan seperti itu, ia tidak siap melihat semua itu dan tidak akan pernah siap. “Jang-ngan menangis Op-pa~” pinta Rae saat ia melepaskan ciumannya, jemari mungilnya mengusap lembut airmata yang mengenang dipipi namja tampan itu. “Ak-ku akan sang-ngat sedih jika terus melihatmu seperti ini.”

“Ku mohon, aku-“ kali ini ucapan Yesung terputus saat Rae kembali membungkam bibirnya.

“Apa k-kau mencintaiku?” tanyanya.

“…………..”

“Ak-ku bertanya Op-pa, apa k-kau mencintaiku? Aarrgghh!!” lagi-lagi kepalanya terasa sangat sakit dan kali ini benar-benar sangat menyakitkan.

“Rae-“

“Gwaen-chana Op-pa,”

Greb.

“Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu dan akan terus mencintaimu.” Rae tersenyum bahagia lalu membalas pelukan Yesung. ia memejamkan matanya seraya mengambil nafas dalam-dalam.

“Kau… har-rus mencintai Hye-ra sama seperti k-kau mencintaiku Op-pa.” Tidak ada jawaban dari Yesung, ia hanya bisa terus memeluk Rae tanpa henti. “Ak-ku sang-ngat mencin-taimu Yes-sung Op-pa..” kalimat yang sangat berarti terucap sudah bersamaan dengan terlepasnya pelukan Rae kepada Yesung.

Please, I hope that you’ll be happy, 
let’s never meet again... –Let’s not

“Tidak, kau tidak boleh meninggalkanku Rae!! Tidak boleh!!” Ujar Yesung yang merasakan Rae sudah tidak memeluknya lagi, ia merasa bahwa yeojanya sudah pergi meninggalkannya.

Ririn dan Sungbi yang melihat semua itu langsung berpelukan dan menangis kencang, sedangkan Kyuhyun hanya bisa menunduk dan menangis dalam diam. Hyera? Tubuhnya begetar hebat, ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi kali ini.

“Bangun Rae!! Kau hanya tidur bukan? Hey sayang, kau tidur bukan?” tanya Yesung seraya mengecupi wajah manis yang sudah tenang itu, airmata masih setia menemaninya hingga detik terakhir.

“Baby… aku mohon jangan tinggalkan aku!!”

Sreeetttt.

Don’t love someone like me again. 
don’t make someone to miss again. 
one who looks at only you and needs only you. 
meet someone who loves you so much they can’t 
go a day without you. –Let’s Not

Yesung terperosot ke lantai, ia menunduk dan memegangi dadanya, hingga tiba-tiba ia merasakan sebuah pelukan hangat. Ia merasakan kemeja yang ia pakai basah karena tetesan airmata seseorang. “Hyera, kau tau Rae hanya tidur bukan? dia pasti membuka matanya lagi bukan?”

“Oppa, hiks~”

“Tidak!! Kau harus percaya padaku Hyera, Rae hanya tidur!! Dia tidak akan tega meninggalkanku!!” suara Yesung meninggi, lagi-lagi ia bangkit sesaat setelah ia melepas paksa pelukan Hyera. “BABY BANGUN!! AKU AKAN MEMBENCIMU JIKA KAU TIDAK MAU MEMBUKA MATAMU!!”

“Hyung sudah!! Rae sudah tenang, ku mohon kau harus merelakannya.” Kyuhyun meraih pundak Yesung bermaksud untuk menenangkan Hyungnya ini.

“Kau gila Cho Kyuhyun!! Rae tidak akan pergi!!”

“Yesung Oppa~”

“Dia sudah berjanji akan menerima pinanganku, kita akan menikah!!” ujar Yesung seraya memeluk kembali tubuh yeojanya yang sudah tidak bernafas lagi.

“Hyung~”

“Kenapa kau berbohong Rae? kenapa? Kenapa kau tega meninggalkanku seperti ini?”

.

::LOVE SICKNESS::

.

Semua berkumpul dipemakaman pagi ini, terlihat lautan hitam yang memenuhi pemakaman elit tersebut. Yesung, seorang namja yang terlihat sangat sedih terus saja menunduk dengan memakai kacamata hitamnya. Disampingnya, Hyera selalu setia menemani sang namja yang belum bersuara beberapa hari setelah kematian Rae.

Ia cukup mengerti bahwa Yesung sedang sangat terluka dan merasa kehilangan, ia mungkin tidak bisa menggantikan posisi Rae disamping Yesung, tapi ia akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk orang yang ia cintai itu.

“Hyung, kau harus tabah, Rae pasti bahagia disana!!” Donghae memeluk erat tubuh Yesung dan berbisik, ia mengelus-elus punggung Yesung yang masih belum bereaksi. Begitupula member yang lain, bergantian memberi semangat dan pelukan untuk Lead Vocal Super Junior tersebut.

Hingga tanpa sadar satu persatu orang yang memenuhi pemakaman tersebut meninggalkan tempat itu. Yesung terduduk disamping makam Rae, ia terus menatap bingkai foto didepan nisan bertuliskan nama Kim Rae Mun.

Don’t cry in pain counting the time that’s passed. 
Don’t miss a foolish love that’s already passed. 
One who looks at only you and needs only you. 
Meet someone who loves you so much they can’t 
go a day without you.. –Let’s not

Hyera tertunduk, jujur ia tidak bisa terus menerus melihat Yesung seperti ini, tapi ia tidak bisa bertindak apapun untuk bisa mengubah takdir, ia hanya bisa mendesah dalam kesedihan yang juga ia rasakan. “Aku pergi Oppa,” kalimat yang terdengar dari Hyera memang cukup singkat, ia mengelus pundak Yesung. mungkin jika ia meninggalkan Yesung sendirian, itu akan membuat namja tampan itu lebih baik.

Cukup lama ia terdiam menunggu jawaban dari Yesung, tapi saat tidak ada suara yang terdengar, Hyera memutuskan untuk segera meninggalkan tempat tersebut hingga tiba-tiba ia merasa tangannya ditahan oleh seseorang. Ia menoleh kebelakang dan melihat Yesung tengah menahan pergelangan tangannya dengan masih terus fokus menatap bingai foto Rae. “Hajimara,”

Hurting, you try to hold me back. 
But I’m a cowardly woman who doesn’t have the confidence 
to give happiness to anyone beside her. –Let’s not

Hyera terdiam, ia cukup ragu untuk tetap berada disana. Hingga akhirnya Yesung menoleh kearahnya dan tersenyum tipis. “Tolong, sebentar saja temani aku disini, setelah itu kita akan pergi.” Sangat menyakitkan, entah mengapa permintaan Yesung terdengar sangat menyakitkan, tapi Hyerapun mengerti, ia duduk disamping Yesung tanpa berbicara. Keheningan menyelimuti keduanya.

“Aku sudah merasakan sesuatu yang mengganjal dihatiku saat dia memintaku untuk menaklukan seorang yeoja,” kalimat itu akhirnya terdengar ditelinga Hyera, ia menatap Yesung yang tersenyum tipis kearah gundukan tanah dihadapannya. “Tapi aku terus menyakinkan diriku bahwa mungkin itu hanya perasaanku saja, aku yakin dia akan menepati janjinya untuk menerima pinanganku.”

“Oppa,”

“Aku melihat dia terpuruk saat hubungannya dengan Siwon berakhir, aku mencoba menghiburnya sampai akhirnya aku mulai jatuh cinta kepadanya.” Cemburu? Sedih? Atau sakit? Hyera tidak mengerti apa yang dirasakan hatinya saat ini. cukup bahagia karena akhirnya ia kembali mendengar Yesung bersuara, tapi cukup sakit saat mendengar cerita dari Yesung.

“Kau sangat mencintainya Oppa?” tanya Hyera mencoba tersenyum dan menatap langit biru yang membentang diatas pemakaman tersebut.

“Ya.. aku sangat mencintainya, lebih dari siapapun. Mianhae Hyera, aku-“

“Aku mengerti,” sela Hyera. “Kalau aku menjadi kau, mungkin aku akan bertindak sama sepertimu Oppa.” Terdengar helaan nafas panjang dari Hyera, mungkin ia tidak akan bisa menggapai hati Yesung yang sudah dipenuhi dengan Rae, ia menunduk kembali, hingga sebuah pelukan membuatnya terkejut.

Hangat. Pelukan ini sangat hangat, pelukan yang tidak pernah ia rasakan namun membuat hati yang tadinya terasa sakit kini menghilang seketika. “Oppa~”

“Mianhae Hyera, mianhae.. aku tidak bisa dengan mudah melupakan Rae, tapi aku..” Yesung melepaskan pelukannya lalu menangkupkan kedua pipi Hyera. “Aku akan berusaha membuat hatiku kembali bangkit dan membuatmu masuk kedalam hatiku Hyera, tapi.. mianhae jika ini akan membuatmu sakit.”

“Gwaenchana Oppa, aku tidak memaksamu untuk mencintaiku, aku tidak memaksamu untuk bisa membuka hati untukku, karena berada disampingmu seperti ini, sudah lebih dari cukup Oppa.” Hyera tersenyum miris. Sungguh tidak pernah ia duga bahwa ia akan mengatakan hal seperti itu.

The disease where my love is slowly dying. 
It hurts a little, but I don’t want to get better. 
Every single memory is erasing. Going back to the times 
when we were strangers. –Love disease

Semenjak saat itu, Hyera selalu berada disisi Yesung, menunggu sampai kapanpun, mengabulkan apa yang diminta Rae kepadanya walau terkadang rasa sakit yang sering ia rasakan.

Ia menunggu hingga Yesung mau membuka hati untuknya, mencintainya sama seperti ia mencintai Yesung, menjaganya sama seperti ia menjaga Yesung, dan mengerti apa keinginannya sama seperti ia mengerti keinginan Yesung.

Don’t cry in pain counting the time that’s passed, 
don’t miss a foolish love that’s already passed. 
One who looks at only you and needs only you. 
Meet someone who loves you so much they can’t 
go a day without you..

Please, I hope that you’ll 
be happy. Let’s never meet again.. –Let’s not

.

.

THE END

.

.

Mianhae untuk Saengi Jura a.ka Hyera ^^ ini ff aneeeeeeeeh banget, soalnya unni buatnya ngebut, hanya dalam sehari ^^ jadi mianhae.. ntar kalo sempat unni buat lagi ^^

Gomawo untuk yang udah baca ^^ leave a comment please ^^

Advertisements

4 comments on “Love Sickness – Straight

  1. Ga aneh kok eonn cman mnrtku alur.a agk kcepetan
    hrus.a moment rae ma yeppa dbnyakkin trus hyera.a dbuat lbh mnderita
    knap ga gni eonn rae.a dbiarin idup lbh lma tpi dia dilema krna tau hyera itu adk.a siwon org yg udh mncampakkan.a*y ampun bhasa.a
    trus yeppa dibuat aj lbh kras kpala dia ga mau nrima hyera krna syang bgt ma rae*ngatur
    knapa hyera mncul.a dkit bgt sh eonn*di gorok eonni terlalu bnyk omong
    eh tpi ini udh bgus kok eonn
    ditunggu ff eonn yg lain terutama yg sequel ma yekyu jura pgen liat kyu jd uke stelah bca ff ini.kekeke

    • Wkwkwkww~
      unni jg mkir itu saengi cuma kepanjangan ><
      makanya dibuat cuepet bgt alurnya wkwkwk~
      mianhae mianhae..
      hyeranya muncul dikit bgt hahaha~
      tapi kan ada adegan ciuman =_=
      nyesek unni buat yg itu hahaha~ #plak

      gomawo ditunggu ya saeng 😀

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s