Love Disease – Chapter 4 [End]

Chap. 4 of 4 [END]

Main Cast : KyuSung Slight WonSung

Pairing : Pairing lainnya akan muncul seiring berjalannya cerita

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Angst

Rate : T

Summary : Siwon mendapatkan donor jantung untuk membuatnya kembali sadar dari komanya, dan Yesung mendapatkan donor mata yang membuatnya bisa melihat kembali, lalu bagaimana dengan Kyuhyun?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

[Harap diperhatikan lebih detail karena alur cerita maju mundur ^^]

Previous Story Chapter 3

.

love disease4

.

Haruskah semuanya direlakan begitu saja? Tidak bisakah ia mendapatkan sedikit kebahagian untuk hatinya? Tidak bisakah ia membuang beban yang membuatnya sulit untuk bernafas? Apakah semua selalu seperti ini, apakah hidup memang selalu sesulit ini?

.

.

‘Kau sangat mencintai Siwon Hyung, Itulah yang membuatmu sulit menerimaku Jongwoon.’ Kyuhyun tersenyum miris, kembali berpikir bahwa yang ada dihati Yesung hanyalah Siwon.

‘Dan selamanya aku tidak akan bisa menjadi seperti dia, aku tau dia lebih sempurna dibanding diriku, itulah kelebihan yang membuatmu mencintai dirinya.’

Ia menatap handphonenya, tersenyum saat melihat wallpaper handphone miliknya. Lagi-lagi foto Yesung yang terpajang disana. ‘Aku mencintaimu Jongwoon.’ Ucapnya entah sudah yang keberapa kalinya. Ia akan terus mengatakan semua itu hingga ia tidak bisa lagi mengeluarkan suaranya.

Semenit kemudian, kembali Kyuhyun menjalankan mobilnya memutari kawasan yang entah sejak kapan sudah jauh dari tempat ia berhenti tadi. Hingga disebuah jalan menurun yang sangat tajam, ia tersenyum saat merasakan sesuatu. Kyuhyun merogoh handphone yang ada di saku celananya dan mengetik sebuah pesan singkat untuk seseorang.

.

Happy Reading

.

Sungmin, Donghae dan Hyukkie tengah terdiam dirumah Donghae, tempat dimana mereka biasa berkumpul. Tidak ada suara, tidak ada percakapan, tidak ada helaan nafas berat yang terdengar. Mereka bertiga masih tetap melamun dalam pikiran masing-masing.

“Minnie-“

“Diamlah!!” Hyukkie terdiam sebelum berhasil menyelesaikan kalimatnya.

“Minnie-ah, kau tidak bisa terus seperti ini.”

“Lalu apa yang bisa aku lakukan Hae?”

“Kalau kau memang mencintainya, katakan yang sejujurnya.”

“Tidak ada gunanya juga aku mengatakan padanya.”

“Kau menyerah? Sungmin yang dulu aku kenal tidak mengenal kata menyerah akhirnya menyerah tanpa berbuat apa-apa?”

“Maksudmu apa Hyukkie?” Sungmin mulai terlihat kesal, ia menatap sinis ke arah Hyukkie.

“Tidak perlu aku jelaskan, harusnya kau paham maksudku!!”

“Kau-“

Beep… Beep.. Beep..

Sungmin merasa handphonenya bergetar, iapun merogoh saku celananya dan melihat sebuah pesan singkat dari..

“Kyu.”

“Kyu?” tanya Donghae dan Hyukkie mengikuti ucapan Sungmin. “Waeyo?” Sejenak Sungmin menatap aneh ke arah dua namja yang ada dihadapannya tersebut.

“Dia mengajakku bertemu sekarang, katanya ada kabar gembira.” Terang Sungmin seraya menatap layar handphonenya. “Dia memintaku untuk cepat kesana.”

“Tunggu apalagi? Kita pergi sekarang!!!”

“Tunggu!!” cegah Sungmin. “Ada yang aneh,”

“Aneh? Sudahlah, kau terlalu banyak berpikir, kajja Hyukkie!!”

“Ne,” melihat Donghae dan Eunhyuk berlari membuat Sungmin akhirnya ikut berlari mengikuti mereka.

.

“Kita mencari dimana Yesungie?” Leeteuk mencoba terus mengayuh sepedanya dengan sangat hati-hati melewati setiap jalan yang Yesung perintahkan.

“Entahlah Hyung, tapi perasaanku tiba-tiba terasa tidak enak.” Jawabnya sambil terus mengeratkan pegangan tangannya dipinggang Leeteuk.

“Tenangkan dirimu, itu hanya perasaanmu saja, kau terlalu ingin bertemu dengannya Yesungie.”

‘Aku juga berharap seperti itu Hyung, aku berharap tidak terjadi sesuatu kepada Kyuhyun.’

.

_Love Disease_

.

“Mr. Cho Mrs. Cho!!” sebuah panggilan membuat 2 orang paruh baya itu menoleh dan mendapati seorang Dokter yang tadi merawat Siwon berlari ke arahnya.

“Dokter, apa yang terjadi?”

“Tidak terjadi sesuatu kepada Siwon kan Dok?”

“Tidak, melainkan sebuah kabar yang mengejutkan.”

“Kabar? Mengejutkan? Apa itu Dok?”

“Kami sudah menemukan donor jantung untuk Siwon-ssi.”

“Be-betulkah? Kalau begitu tunggu apalagi? Cepat lakukan operasi itu Dok, saya akan mengurus semua yang anda inginkan.”

“Saya mengerti, hanya saja…..” Dokter Tan mulai menggantungkan ucapannya dan menatap senduh ke arah dua orang tersebut.

“Hanya saja apa?” Dokter tan mengambil nafas panjang dan mulai mengatakan sesuatu.

.

Beep… Beep.. Beep…

“Eh? Sebentar Yesungie!!” Leeteuk menghentikan laju sepedanya saat merasakan getaran handphone di saku celananya.

“Ada apa Hyung?” Leeteuk terkejut saat melihat siapa yang tengah menelfonnya.

“Telfon dari Rumah Sakit.”

“M-mwo? Rumah sakit? cepat angkat Hyung, mungkin kita akan mendapatkan kabar soal Siwon ataupun Kyuhyun.” Sedikit aneh memang apa yang dipikirkan Yesung. tapi kali ini ia tidak bisa berpikir logis lagi. Yang ada dipikirannya hanya Kyuhyun, Kyuhyun dan Kyuhyun.

“Yeoboseyo.”

“……………..” sedikit lama Leeteuk terdiam membuat Yesung yang tidak mendengar apa-apa mulai curiga.

“Hyung, ada apa? Katakan!!” masih tidak ada suara dari Leeteuk, hingga ia merasakan Hyungnya itu menuruni sepedanya. “Hyung, wae?”

“Ada kabar dari Rumah sakit Yesungie.”

“Ru-rumah sakit? ada apa Hyung? Tidak terjadi sesuatu pada Siwon ataupun Kyuhyun kan?”

“Anii~”

“Lalu?”

“………….” Leeteuk tersenyum dan masih terdiam, mencoba menggoda dongsaengnya yang sudah dilanda rasa penasaran yang tinggi.

“Hyung katakan ada apa? Jangan membuatku penasaran!!”

“Dokter mengatakan bahwa….”

“Ne? mengatakan apa?”

“Mengatakan bahwa………”

“Ayolah Hyung, berhenti membuatku penasaran!!”

“Baiklah.. Baiklah.. Hyung akan mengatakannya.”

“Kajja Hyung!!”

“Ada seseorang yang berbaik hati mendonorkan matanya untukmu Yesungie!!”

Deg.

Terdengar suara Leeteuk sangat gembira, ia memeluk tubuh Yesung dengan sangat erat. “K-kau bercanda kan Hyung?”

“Anio~”

“Ja-jadi…….”

“Itu artinya kita harus segera ke Rumah Sakit dan sesegera mungkin menjalani operasi itu!!”

“Kau serius Hyung?”

“Ne Yesungie, Hyung sangat serius.” Yesung tersenyum dengan penuh kebahagiaan. Ia membalas pelukan Leeteuk dengan sangat erat.

“Aku bahagia Hyung, akhirnya aku akan bisa melihat lagi.”

“Ne, Hyung juga bahagia untukmu Yesungie.”

‘Kyu, tunggu aku.. setelah ini aku pasti benar-benar bisa melihatmu, aku sudah tidak sabar menunggu hati itu tiba.’ Batinnya kembali mendongakkan kepalanya ke arah langit. ‘Aku mencintaimu Cho Kyuhyun.’

.

_Love Disease_

.

2 minggu kemudian, tepatnya dirumah sakit, namja tampan yang sudah hampir setengah bulan tidak sadarkan diri itu akhirnya membuka matanya. “M-mom…” ucapnya seraya membuka matanya perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya.

“Ne sayang, ini Mom.” Yeoja yang sedari tadi menunggu kesadaran anaknya itu akhirnya bangkit dan menggenggam erat tangan sang anak.

“D-dad…”

“Daddy disini Wonnie.”

“K-kyu m-mana?” mendengar ucapan Siwon membuat 2 orang itu saling bertatapan dalam diam, terlihat raut kesedihan diwajah sang Eomma. “M-mom, D-dad, dimana K-kyu?” tanya Siwon lagi saat tidak mendengar jawaban, ia menoleh ke arah Eommanya dan terkejut melihat ekspresi yang ditunjukkan sang Eomma.

“D-dia…”

“Ak-ku sang-ngat merindukannya Mom,”

“Wonnie~” akhirnya tangis itu pecah tepat di pelukan Siwon, eommanya sudah tidak bisa lagi menahan kesakitan yang mendera perasaannya.

“M-mom kenapa menangis?”

“Kyu-kyunnie,”

“W-wae? Ada apa dengan Kyunnie?”

“D-dia…” Siwon diam dan mulai menatap Eomma serta Appanya bergantian.

-ccc-

“Kau yakin disini tempatnya Minnie-ah?”

“Aku yakin, di pesannya ia menulis kita bertemu disini.”

“Tapi setauku tidak ada cafe ataupun Restaurant disekitar sini.” Celetuk Hyukkie sambil mulai mengedarkan pandanganya.

“Jalanannya juga kenapa tiba-tiba semacet ini, eh? Apa yang sebenarnya terjadi?” Donghae mulai menurunkan kaca mobilnya, mencoba melihat lebih detail apa yang membuat jalan yang biasanya sepi ini terlihat sangat ramai.

“Dia anak orang kaya raya itu kan?” terdengar percakapan dua orang namja yang melewati Donghae.

“Ada apa Hae?” tanya Sungmin melihat ekspresi Donghae yang berubah aneh.

“A-anio,”

“Aku yakin dia tidak akan selamat, lukanya sangat parah, kasihan dia.”

“Kecelakaan?”

“Wae Hae?”

“Sepertinya didepan ada kecelakaan Minnie-ah,”

“Apa?” mereka bertiga saling bertatapan serius.

“Kita tidak memikirkan hal yang sama bukan?” Donghae memecah keheningan, ia beranggapan tatapan satu sama lain mempunyai satu arti yang sama.

“Aku harap tidak.” Sungmin kembali menolehkan pandangannya ke depan, menggenggam kuat kemudi mobilnya. Sedangkan Hyukkie yang ada di jok belakang menunjukkan ekspresi terkejut.

“I-itu…” ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya, lidahnya terasa keluh saat menemukan sesuatu didepan sana saat para pejalan kaki yang mengerumuni tempat itu mulai terlihat renggang.

“Wae Hyukkie? Kau melihat apa?”

“A-aku pasti salah lihat!!”

“Mwo?” Donghae ataupun Sungmin sama-sama menoleh ke belakang, mereka mengerutkan keningnya saat Hyukkie menjulurkan jari telunjuknya ke arah depan. Spontan Donghae dan Sungminpun mengikuti arah telunjuk Hyukkie tersebut.

“I-itu mobil K-kyu.”

Glup.

Sama-sama menelan ludah dengan sangat susah, mencoba menelaah apa yang mereka lihat didepan sana. “Ti-tidak mungkin.” Donghae yang pertama bisa sadar akan apa yang ia lihat. “I-itu mobil Kyuhyun.”

“Kalian tidak berpikiran sama sepertiku?”

“Sepertinya pikiran kita sama Minnie-ah!!”

“Kajja kita keluar!!” mereka bertigapun keluar dari mobil dan berlari menuju mobil Kyuhyun. Seketika tubuh mereka melemas saat melihat mobil bagian depan Kyuhyun sudah tidak utuh lagi.

Tatapan mereka mengarah ke sekerumunan orang-orang, dengan penuh kekuatan, mereka berlari menerobos kerumunan tersebut dan benar saja. Sungmin terpaku, seolah-olah ia tidak bisa meminta kakinya untuk berjalan.

“KYUHYUN-AH!!” Donghae dan Hyukkie sudah berlari ke arah Kyuhyun yang tergeletak di tanah dengan banyak darah yang terlihat ditubuhnya. “Kyu, Kyuhyun-ah kau kenapa?” Donghae memeluk tubuh Kyuhyun dengan sangat erat, sedangkan Hyukkie sudah mulai menangis disamping Donghae.

“Apa yang terjadi, katakan Kyu!! Kenapa jadi seperti ini, eh?”

“Ha-hae-ah, Hyukkie, ka-kalian lama sekali, huh?” Kyuhyun terkekeh, di saat segenting ini ia masih bisa terkekeh.

Tidak ada suara, hanya ada tangis yang menyelimuti mereka berdua. Sungmin? Ia masih diam membatu tanpa tangis, ia masih belum bisa percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.

“M-minnie Hyung, kem-marilah!!” pinta Kyuhyun seraya mencoba menggapai tangan Sungmin yang berdiri tidak jauh darinya. Dan berhasil, ia menarik Sungmin untuk jongkok disampingnya sama seperti Donghae dan Hyukkie. “Mi-mianhae Hyung, selama ini ak-ku selalu menyaki-timu.”

“Kau bodoh!!” Sungmin berucap, terdengar sangat dingin.

“Ak-ku tau, ak-ku memang selalu bodoh.”

“Kau adalah orang bodoh yang pernah ku kenal.”

“Go-mawo,”

“Kenapa kau berterima kasih, eh? Biasanya kau selalu marah, mana Evil Kyu yang biasanya aku kenal, hah? MANA??” terlihat nafas Sungmin memburu menahan ketakutan yang ada dihatinya.

“Kau akan meninggalkan kami? Kau akan pergi begitu saja? JAWAB KYU!! JAWAB CHO KYUHYUN!!” tidak ada suara, bahkan pejalan kaki yang mengelilingi merekapun diam dan terlihat sedih

“Ak-ku-“

“Aku akan sangat membencimu bila kau melakukan ini!!” saat Sungmin hampir berdiri, dengan segera Kyuhyun menahan kembali tangan mungil itu.

“Mi-mianhae Hyung, ak-ku benar-benar minta ma-af.”

“Tidak ada gunanya kau minta maaf!!”

“Ma-maukah kau memelukku?” mendengar permintaan Kyuhyun sangat membuat Sungmin merasa bahwa itu adalah pelukan terakhir yang diminta oleh Kyuhyun. Tanpa sadar setetes demi setetes liquid bening mengalir dipipinya.

“H-hyung, ap-pa kau tidak m-mau memelukku?” tidak menunggu waktu lagi, Sungmin langsung meraih tubuh Kyuhyun, dipeluknya erat tubuh yang sudah tidak berdaya tersebut.

“Kenapa kau melakukannya Kyu, kenapa? Apa kau benar-benar tidak ingin hidup lagi, eh?”

“Ak-ku ingin menebus kesalah-hanku, Ak-ku ingin membuat mereka baha-gia.”

“Tapi kau tau ini tidak akan membuat mereka bahagia, justru mereka akan sangat sedih, kita akan membawamu ke Rumah Sakit sekarang!!”

“Ti-tidak, aku tidak m-mau diselamat-kan,”

“KAU BODOH!! APA YANG KAU PIKIRKAN, HUH!!” Jeritan Sungmin terdengar sangat memilukan, Donghae dan Hyukkiepun tidak banyak bertindak, mereka saling mengaitkan tangan mereka cukup kuat.

“Si-siwon H-hyung harus disel-lamatkan.”

“Apa?”

“Min-nie Hyung, tol-long berikan i-ini pada Jongwoon, ah~ maksudku Yes-sung saat ia bisa melihat lag-gi.”

“Maksudmu apa?” Kyuhyun hanya tersenyum sambil menyerahkan sebuah cincin ke tangan Sungmin. “Ini?”

“Mianhae Ak-ku menyaki-timu lag-gi Hyung.”

“Aku mencintaimu Kyu, sungguh aku benar-benar mencintaimu.”

“Jang-ngan!! K-kau tidak boleh mencintai orang seper-tiku Hyung, kar-rena aku tidak bis-sa membahagiakan sem-mua orang.”

“tapi-“

“Hae-ah, Hyukkie-ah,” Kyuhyun mengarahkan kepalanya ke arah Donghae dan Hyukkie.

“Kyu, kami mohon, kau harus kuat, kita akan membawamu segera ke Rumah Sakit.” kembali namja tampan yang sudah berlumuran darah itu menggeleng dan tersenyum.

“Berjanjilah ka-lian akan sal-ling menjaga.”

“Kyu, kita-“

“Mianhae~”

“Kyu~” melihat Kyuhyun juga sudah tidak kuat menahan kesakitannya, mereka bertiga memutuskan untuk memeluk erat tubuh Kyuhyun, tidak dihiraukannya walau pakaian yang mereka kenakan sudah berubah menjadi merah karena darah dari tubuh Kyuhyun.

“Kami menyayangimu Kyu, kami mohon kuatlah!!” tidak ada lagi yang bisa Kyuhyun lakukan selain tersenyum, senyuman penuh arti yang mungkin akan membawanya pergi dari dunia itu. ia menengadahkan kepalanya ke langit.

“Aku jug-ga sangat menyayangi kal-lian.”

‘Dan aku sangat mencintaimu jongwoon.’ Sedetik kemudian mereka merasakan tidak ada pergerakan dari Kyuhyun, dan benar saja, saat mereka melepas pelukan itu, airmata mereka semakin deras mengalir.

“Anii Kyu~ kau tidak akan meninggalkan kami!! KYUHYUN-AAAAHHHHH!!!”

.

_Love Disease_

.

“Jantung yang kami temukan adalah jantung anak kalian, Cho Kyuhyun.”

Jleb.

Bagaikan tertusuk sebuah pedang yang amat tajam, kedua orang paruh baya itu memundurkan langkahnya kebelakang.

“Jangan bercanda Dokter Tan, itu semua tidak mungkin, Kyuhyun masih hidup, bagaimana bisa dia mendonorkan jantungnya.” Terang Mr. Cho mulai emosi.

“Dok, ini bukan lelucon, nyawa anak saya ada padamu, dan kami mohon jangan mengatakan hal seperti itu.”

“Kami tim Dokter tidak mungkin mengada-ngada Mr. Cho, Mrs. Cho, tapi ini benar.”

“TIDAK!! KYUHYUN MASIH HIDUP DAN DIA TIDAK BOLEH MENDONORKAN JANTUNGNYA!!” Jerit Mrs. Cho yang sudah tidak kuat mendengar ucapan sang Dokter.

“Kyuhyun sudah meninggal Ahjumma.”

Deg.

Suara itu bagaikan sebuah dentingan kematian yang amat menakutkan, mereka bertiga menoleh ke arah suara itu dan melihat ada tiga orang namja dengan pakaian yang sudah berlumuran darah tengah berdiri menatap pilu ke arah mereka.

“Su-Sungmin-ah, jangan bercanda, dia baru datang kesini!! Dia menemui kami!!!” bentak Mrs. Cho.

“Mom, Dad, aku mencintai kalian, mianhae selama ini aku belum bisa membahagiakan kalian.”

“Kau itu bicara apa Kyu? Kau adalah anak kebanggaan kami.”

“Itu menurut kalian, tapi tidak menurutku. Aku gagal menjadi seorang anak yang baik, aku tidak bisa menjadi seperti Siwon Hyung.”

“Kyu, berhentilah berucap seperti itu, Daddy dan Mommy sangat bangga memilikmu dan Siwon.” Mr. Cho memeluk erat tubuh anaknya yang terasa begitu dingin. “Kau kedinginan Kyu? Kenapa tubuhmu dingin sekali?”

“Kau sakit sayang?” tambah Mrs. Cho saat merasakan hal yang sama.

“Aniya, aku baik-baik saja Mom, Dad. Aku harus segera pergi.”

“Pergi? Kau mau kemana? Kau akan kembali bukan?” Kyuhyun tersenyum lalu sejenak mengecup kening Eommanya. Tidak lupa ia juga memeluk tubuh sang Appa.

“Kalian harus jaga diri baik-baik, aku yakin Siwon Hyung pasti bisa menjaga kalian, dan sekali lagi mianhae Mom, Dad karena aku tidak bisa menjaga kalian lagi.”

“Ma-maksudmu apa?” tidak ada jawaban dari Kyuhyun, ia berdiri dan langsung berlari meninggalkan kedua orangtuanya yang masih membatu dengan kata-katanya.

“Tidak mungkin, TIDAK MUNGKIN!! KALIAN PASTI BERCANDA!!” Mrs. Cho sudah tiba mengontrol emosinya lagi saat selesai mendengar cerita dari Sungmin, Donghae dan juga Hyukkie. Ia histeris dan terus menangis hingga akhirnya tubuhnya melemas dan tidak sadarkan diri.

Mom, Dad.. Mianhae~.. aku hanya ingin kalian tau bahwa aku sangat mencintai kalian, tolong jangan membenciku. Aku memang tidak bisa menjadi seperti Siwon Hyung, tapi aku sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik sampai detik ini.

Dan mungkin hanya ini yang bisa aku berikan pada kalian. Siwon Hyung membutuhkan sebuah jantung bukan? berikan jantungku untuknya, dan mianhae Dad, Mom.. bisakah kalian memberikan mataku untuk Yesung? aku ingin dia bisa melihat dunia, ku mohon Dad, Mom.. anggap saja ini adalah permintaan terakhirku.

Aku mencintai kalian.. –Cho Kyuhyun

Mr. Cho mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan airmata yang sudah ingin jatuh begitu saja. Dadanya berdegup sangat kencang saat membaca pesan yang ditulis Kyuhyun di Tablet  yang kebetulan sekali tidak hancur saat kecelakaan itu. Tablet itu ditemukan Hyukkie tidak jauh dari tempat kejadian.

“Lakukan Dok!!” sebuah suara menghancurkan keheningan yang ada, mereka bertiga dan juga Dokter menatap Mr. Cho tidak percaya. “Lakukan yang diminta Kyuhyun, segera lakukan operasi itu untuk Siwon, dan berikan mata Kyuhyun untuk…” sejenak Mr. Cho diam dan menarik nafas panjang. “Donorkan mata Kyuhyun untuk Yesung.”

-ccc-

“Tidak Mom, Dad!! Kalian pasti sedang bergurau, Kyuhyun masih hidup, tidak mungkin dia meninggalkanku!! AKU YAKIN DIA MASIH HIDUP!!”

“Siwon, Daddy mohon tenanglah.”

“TIDAK MUNGKIN DAD!! KYU TIDAK MUNGKIN PERGI!! INI PASTI MIMPI!! AKU PASTI BELUM SADAR SAAT INI!!” Siwon menekan dada sebelah kirinya yang terasa sakit karena jeritannya. “Argh!!!”

“Siwon, mom mohon tenanglah!! Kesehatanmu belum membaik sepenuhnya.”

“Aku ingin bertemu dengan Kyu Mom, aku ingin bicara dengannya, aku ingin menghajarnya!!” Siwon mencoba melepas selang infus yang ada ditangannya.

“Siwon berhentilah!! Kau harus tenang!! Kau masih harus banyak istirahat!!”

“AKU HARUS MENEMUI KYU DAD!! HARUS!!”

“DOKTER!! DOKTER!!” Jerit Mrs. Cho saat Siwon mulai tidak terkontrol, sedangkan Mr. Cho tengah menahan pergerakan Siwon.

“KYUHYUN-AAAHHH!!!” Siwon menangis histeris sambil terus memberontak, terus mencoba terlepas dari kekangan sang Appa. “AKU MEMBENCIMU KYU!! AKU MEMBENCIMUUUUU!!! ARRGGGHHHHHHH!!!!”

.

_Love Disease_

.

“Buka matanya perlahan ya!!” pinta Dokter sembari meletakkan perban yang tadinya menutupi mata namja manis yang duduk diranjang rumah sakit tersebut.

Dengan perintah Dokter, iapun sedikit demi sedikit membuka matanya. “Argh!” kembali ia menutup matanya saat terasa sangat perih. “Sakit Dok!!” eluhnya.

“Tenanglah Yesung-ssi, kau masih harus menyesuaikan dengan cahaya yang kau terima.”

“Coba lagi Yesungie,” terdengar suara Leeteuk berada disampingnya seraya menggenggam erat tangannya. Sejenak Yesung mengangguk lalu kembali mencoba membuka matanya.

Hingga tak lama kemudian, ia benar-benar telah membuka matanya lebar-lebar. Tapi keningnya berkerut saat melihat sesuatu di sudut ruangannya. Seorang namja tampan yang tengah menatapnya dengan senyum manis yang melekat dibibir indahnya.

“D-dia siapa Hyung?” Yesung menunjuk ke arah namja itu berdiri.

“Nugu? Tidak ada siapa-siapa disana Yesungie,” Leeteuk melihat ke arah yang ditunjuk oleh Yesung, tapi memang tidak ada siapun disana. Lalu siapa yang Yesung lihat? tidak ada yang tau akan hal itu.

“Bagaimana? Apa masih terasa perih? Apa kau bisa melihat kami?”

“N-ne Dok, saya bisa melihat semuanya, saya sudah bisa melihat.” Ujarnya bahagia. Ia menatap Leeteuk dan memeluknya dengan sangat erat. “Aku bisa melihat lagi Teukie Hyung.”

“Aku bahagia Yesungie, akhirnya kau bisa melihat lagi.”

“Ne,”

“Aku mencintaimu Jongwoon.”

Deg.

Yesung terpaku dan menatap ke arah sosok namja yang tadi ia lihat. “Wae Yesungie? Ada sesuatu?” Yesung terdiam, tidak menjawab ucapan Leeteuk. Tatapannya masih terus fokus pada satu arah, tapi ia masih belum merubah mimik wajah penasarannya.

“Baiklah, kami pergi dulu, Yesung-ssi kau masih harus banyak beristirahat.”

“Ne, Dokter gamsha hamnida.” Dokter bersama suster itupun melenggang pergi meninggalkan ruangan Yesung. “Kau mau makan Yesungie? Hyung ambilkan ne?”

“…………” satu sosok yang terus Yesung tatap, bahkan ia merasa tidak mendengar apa yang diucapkan Leeteuk, iapun tidak mengetahui bahwa Dokter dan Suster yang tadi berada diruangannya sudah tidak ada lagi.

“Yesungie? Gwaenchana?”

‘Kenapa wajahnya mirip dengan Siwon? Apa jangan-jangan dia Kyuhyun?’ batinnya terus menerus, tidak ada sedikitpun rasa ingin menatap ke arah lain.

“Yesungie?”

“Nuguseyo? Mengapa kau terus berdiri disitu, eh?” tanya Yesung kepada namja tersebut, membuat Leeteuk melebarkan matanya kaget.

“K-kau bicara dengan siapa Yesungie?” namja itu hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Yesung, ia berjalan menuju ke pintu keluar.

“YA!! Kenapa kau diam!! Katakan siapa kau?? Apa kau Cho Kyuhyun?” namja yang tengah berjalan akan keluar itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Yesung. Lagi-lagi ia tidak menjawab, ia hanya tersenyum seperti ingin mengatakan. ‘Harusnya kau tau,’

“Yesungie sadarlah, apa yang terjadi?”

“Hey jangan pergi!! Kyuhyun-ah!!” entah Yesung mengerti atau tidak, tiba-tiba ia memanggil nama Kyuhyun, ia berusaha untuk turun dari ranjang, tapi sia-sia karena Leeteuk sudah lebih dulu memenjarakan tubuh mungilnya. “YA!! Hyung, lepaskan!! Aku harus mengejarnya!!”

“Siapa yang kau kejar? Disini tidak ada siapa-siapa Yesungie!!”

“Itu Kyuhyun Hyung, aku yakin namja itu Kyuhyun.”

“Namja apa? tidak ada orang lain disini selain kita.”

Glup.

“K-kau bercanda Hyung, aku tidak mungkin gila, aku yakin sekali namja yang tengah tersenyum dan menatapku sedari tadi itu adalah Kyuhyun.” Yesung terkekeh, ia menganggap bahwa Leeteuk menggodanya.

“Mungkin sudah saatnya kau tau yang sebenarnya Yesungie.”

“A-apa? maksudmu apa Hyung?” Leeteuk menghela nafas panjang lalu melepas kedua tangan Yesung. “Katakan Hyung, apa yang terjadi.”

“…………..” terlihat kesedihan di wajah Leeteuk, ia duduk diranjang yang sama dengan Yesung dengan masih menundukkan kepalanya.

“Teukie Hyung katakan!! Apa yang terjadi?? Dimana Kyuhyun? Kenapa aku merasa dia tidak menjengukku sama sekali? Katakan Hyung!!”

“Dia sudah meninggal Yesungie!!”

DEG.

Yesung membatu, berbagai pertanyaan yang terlontar dibibirnya hanya dijawab dengan satu kalimat yang sangat menyakitkan. Ia terkekeh, terus menyangkal bahwa apa yang dikatakan Leeteuk semuanya tidak benar. “Berhentilah bercanda Hyung, aku ingin bertemu dengannya, dia pasti sedang menemani Siwon.”

“Hyung tidak bercanda, Kyuhyun mengalami kecelakaan parah dan…. dia tidak ingin diselamatkan.”

Tanpa diduga, setetes liquid bening lolos begitu saja dari mata Yesung, ia menyentuh dadanya yang terasa sangat sesak. Ini sebuah kenyataan atau sebuah bualan dari Hyungnya? Entahlah, Yesung juga tidak bisa memahami apa yang terjadi saat ini.

Baru saja ia merasa bahagia bisa kembali melihat sebuah cahaya dan sekarang ia mendapatkan kabar yang tidak bisa ia mengerti. “Kyuhyun mendonorkan jantungnya untuk Siwon, dan mendonorkan matanya untukmu Yesungie.”

Tidak ada lagi yang bisa dikatakan Yesung, tubuhnya melemas, ia tidak bisa merasakan tangan serta kakinya, bahkan untuk sekedar bernafaspun sangat sulit ia lakukan. “Yesungie, kau harus menerima semua ini, Kyuhyun sudah meninggal, dan kalaupun kau melihatnya tadi, itu hanya roh dari Kyuhyun.”

“Tidak.” Singkat, hanya itu yang bisa ia katakan, sangat sulit untuk membuat mulutnya terbuka, matanya mulai terlihat buram karena genangan airmata. “Kau berbohong Hyung.” Tangan Leeteuk mulai terulur dan menggenggam erat tangan mungil itu. Menyisipkan sesuatu di telapak tangan Yesung.

“Itu dari Kyuhyun.” Semakin sakit apa yang dirasakan Yesung saat ini melihat sesuatu ditelapak tangannya. Sebuah cincin yang diberikan Kyuhyun untuknya. “Kyuhyun menitipkannya kepada Sungmin dan meminta untuk memberikannya kepadamu saat kau sudah bisa melihat.”

Yesung terus saja melihat cincin tersebut, tidak berniat mengalihkan tatapannya ke arah Leeteuk. “Mungkin dia sudah merencanakan ini semua Yesungie,”

‘Kyu-nnie,’

“Yesungie~”

“Keluarlah Hyung, aku ingin sendiri.” Ucapnya lirih tanpa menatap ke arah Leeteuk. Tanpa menunggu waktu lama, Leeteukpun keluar dari ruangan itu, ia sangat mengerti bahwa dongsaengnya ini merasa sangat sedih dan ia membutuhkan waktu untuk menyendiri.

Sejenak ia menatap miris ke arah Yesung lalu menutup pintu itu dengan sangat pelan. Sedangkan Yesung tidak merubah posisinya, masih tetap terduduk dengan satu arah tatapan yaitu ke arah cincin yang ada ditelapak tangannya.

“Ini sudah sore, mengapa kau duduk sendirian ditaman ini?”

“Hey, mengapa kau menangis? Apa ada yang menyakitimu?”

Kenangan dimana mereka baru saja saling mengenal terputar di otak Yesung, menyisahkan seluruh luka yang memenuhi lubuk hatinya. Ia tidak menangis, Yesung tidak mengeluarkan airmatanya lagi, walau sejujurnya ia sudah tidak kuat lagi, dadanya terasa sangat perih dan ia ingin segera mengakhiri semuanya.

“Lalu kenapa kau tidak pulang saat aku tidak datang juga, eh? Kau tau udaranya sangat dingin dan kau hanya mengenakan kaos tipis seperti itu? Apa kau tidak merasa kedinginan? Apa kau mau mati sia-sia disini? Kau tau Jongwoon, aku sangat khawatir padamu,”

Tiba-tiba sebuah melody It has to be you terputar entah darimana asalnya, membuat semuanya semakin memilukan. Tangan kanannya tergenggam sangat kuat. Kalau saja ia bisa, Yesung ingin menghancurkan semuanya, berteriak sekencang-kencangnya hingga ia tidak mampu berteriak lagi.

“Aku akan selalu disampingmu. Ka-karena aku… A-aku… aku menyayangimu Jongwoon.”

Tes…

Liquid itu mengalir perlahan mengingat kata-kata yang sangat Yesung sukai.

“Ak-aku mencintaimu Jongwoon, saranghae… jeongmal saranghae…”

“Mianhae, aku tau ini sangat tidak mungkin, aku tau kau hanya menganggapku tidak lebih dari seorang teman, tapi aku juga tidak mungkin memendam perasaan ini Jongwoon.”

“Aku ingin kau tau perasaanku, aku tidak peduli walaupun kau tidak bisa membalas cintaku,”

“Aku hanya ingin selalu bersamamu dan akan terus berusaha menjagamu walau harus mengorbankan semuanya.”

Yesung mulai menarik kuat rambutnya, ia menekuk kakinya, menenggelamkan kepalanya disela-sela kakinya. ‘Tidak.. Tidak…’

“Aku tidak ingin kehilanganmu, Aku mencintaimu Jongwoon.”

“Aku sangat mencintaimu Jongwoon.”

“ARRGHHHHHH!!!!!” Akhirnya jeritan itu terdengar, ia tidak bisa lagi menahan semuanya, begitu menyakitkan bila harus terus ditahan seperti itu. Ia menangis, menangis tanpa tau jika tubuhnya semakin melemah. Yang ia tau sekarang, semua terasa sia-sia, tidak ada yang berguna. “KYUHYUN-AAAAH!!! KAU PEMBOHOOONGGG!!!!”

Leeteuk mengepalkan tangannya kuat-kuat, ia menunduk dan menangis dalam diam, mendengarkan teriakan dari Yesung yang begitu membuat hatinya sangat terluka. ‘Yesungie,’

Apakah ia harus melihat Yesung kembali terpukul untuk kedua kalinya? Melihat dongsaeng yang sangat ia sayangi terpuruk dalam kesedihan lagi? Tidak adakah seseorang yang membuat Yesung kembali tersenyum saat bersama dengan Kyuhyun?

Berbagai pertanyaan tanpa jawaban terus saja mengalir dipikirannya. “KYUHYUN-AH!! KAU BODOH!! KAU SANGAT BODOH!! ARRRGGGHHHHHH!!!!”

-ccc-

Kyuhyun serius mengemudikan mobilnya tanpa memperdulikan tanda jika mengharuskan dirinya berhenti. Yang ada dipikirannya sekarang hanyalah bagaimana cara untuk bisa membuat Yesung kembali mau berbicara dan bertemu dengannya.

Tidak ada sedikitpun keinginannya untuk menghentikan laju mobilnya yang bisa dikatakan melebihi batas kemampuan mobilnya, dan tiba-tiba saat ia hendak mengijak pedal rem, ia merasakan beberapa kali ia menginjak pedal itu, mobilnya tetap tidak bisa berhenti.

Ia tersenyum hingga akhirnya mengambil handphone yang ada di saku celananya. Mencari nama “Minnie Hyung” lalu mulai mengetik sebuah pesan singkat.

“Minnie Hyung, aku ingin bertemu denganmu, ada kabar gembira, cepatlah datang!! Aku tidak bisa menunggumu lebih lama lagi.”

Seperti itulah pesan yang dikirimkan Kyuhyun kepada Sungmin, ia mengerti bahwa tak ada gunanya juga ia keluar dari mobilnya, lebih baik ia membiarkan dirinya tetap berada didalam mobil yang bisa dipastikan akan mengalami kecelakaan fatal karena kecepatan yang bisa dibilang melebihi batas.

‘Mianhae Jongwoon, aku tidak bisa menjagamu. Tapi kau harus tetap mengerti bahwa aku sangat mencintaimu Jongwoon, aku melakukan semua ini karena aku ingin kau bahagia walau tidak bersamaku.’ Untuk yang terakhir kalinya, ia membiarkan kemudinya terlepas dari genggaman tangannya dan melihat foto Yesung yang berada di handphonenya.

‘Aku bahagia pernah mengenalmu, dan aku tidak akan pernah menyesal karena sudah mencintaimu.’

Ckiiitttt…..

BRUAAAAKKKK..

Dan kecelakaan itupun tidak bisa lagi terelakkan, mobil Kyuhyun menabrak keras sebuah pohon besar hingga mengakibatkan kerusakan total di mobilnya.

-ccc-

.

_Love Disease_

.

Terlihat seorang namja manis yang masih betah berlama-lama duduk dipinggir sebuah gundukan tanah, matanya terus fokus pada bingkai foto yang ada didepan nisan bertuliskan nama Cho Kyuhyun. Sesekali ia meremas tanah yang ada ditangannya. “Jadi kau melakukan semua ini hanya untuk membuatku bahagia? Untuk membuatku bisa melihat lagi? Kau benar-benar sangat bodoh Cho Kyuhyun!!”

“Mianhae Jongwoon, tolong biarkan aku sejenak memelukmu. Aku sedang merasa sangat sakit, dan kesakitan itu tiba-tiba menghilang saat aku memelukmu seperti ini.”

Yesung terkekeh dalam kesedihan, sejujurnya ia tidak ingin melakukan semua ini, tapi saat ini ia sudah tidak bisa menangis lagi, semuanya sudah menjadi bongkahan es yang sulit untuk bisa di cairkan.

“Ah~ tunggu Jongwoon. Ada sisa makanan dibibirmu, kau itu lucu.”

Kenangan itu terputar dipikiran Yesung, saat dimana Kyuhyun membuatnya tersenyum, memeluknya, menciumnya, membelai halus rambutnya hingga marah karena tingkah konyolnya. Dan semua itu benar-benar hanya sebuah kenangan yang tidak akan pernah bisa ia rasakan lagi.

“Kau belum mengetahui perasaanku kan Kyu?” Yesung kembali tersenyum dan menyentuh sebuah cincin yang melingkar dijari manisnya, cincin terakhir yang Kyuhyun berikan kepada Yesung. “Sebenarnya, aku ingin mengatakan perasaanku yang sebenarnya saat itu juga, saat aku merasa sangat marah padamu, aku dan Teukie Hyung mencoba mencarimu kemanapun, tapi aku tidak bisa menemukanmu.” Tidak bisa lagi menahan kesakitannya, lagi-lagi Yesung hanya mampu tersenyum tipis walau suaranya sudah mulai terasa berat.

“Sejujurnya aku berbohong saat mengatakan bahwa aku hanya menyayangimu sebagai seorang teman, sebenarnya aku menyayangimu lebih dari teman, dan aku juga sangat mencintaimu.”

Semua memang terasa tidak ada gunanya, sia-sia dan tidak berarti apa-apa. semuanya sudah terlambat, apapun yang dikatakan Yesung saat ini, tidak menjamin akan didengar oleh Kyuhyun. Iapun sangat menyadari hal itu, tapi entah ia ingin terus mengatakan hal itu.

“Kau salah jika berpikir aku masih mencintai Siwon, karena setelah aku mengenalmu, yang aku cintai itu kau Cho Kyuhyun. Aku menyukai saat-saat bersamamu, aku menyukai saat kau merasa kesal padaku, aku…” Yesung tidak bisa meneruskan kalimatnya, ia kembali menyentuh dadanya yang terasa sangat sakit. “Aku merindukanmu Kyu,”

Yesung tercengang saat merasakan sebuah belaian lembut dirambutnya. Ia terdiam dan tidak berani menolehkan pandangannya. Hanya untuk sekedar melirikpun Yesung tidak melakukanya. Ia memejamkan matanya saat semakin lama belaian itu semakin membuatnya rindu akan seseorang.

“Aku sangat merindukanmu Kyu, bolehkah aku menyusulmu kesana?”

“Kau itu bicara apa?” kali ini sebuah suara membuat Yesung yang tadinya menutup matanya terkejut. Ia membuka matanya dan mengarahkan pandangannya kesuara tersebut.

“Si-siwon.”

“Apa yang kau katakan itu? Kau ingin menyusul Kyuhyun, eh? Apa kau yakin bisa bertemu dengannya jika kau menyusulnya saat ini juga?”

“Kau tidak mengerti Siwon!!”

“Aku mengerti, aku juga merasakan kesedihan sama sepertimu Yesungie,” mungkin benar, Siwon juga merasakan apa yang dirasakan Yesung saat ini, berpikir untuk mengakhiri hidupnya pun adalah hal yang konyol. “Yesungie,”

“Aku pergi,” Yesung berdiri bermaksud untuk meninggalkan Siwon, mungkin lebih tepatnya menghindari Siwon, menghindari moment berdua bersama Siwon.

“Yesungie, aku ingin bicara berdua.” Tangan kekar itu menggenggam erat pergelangan tangan Yesung.

“Aku tidak mau Siwon, mianhae aku harus pergi.” Kali ini dengan sedikit kasar, Yesung menepis tangan Siwon dan berjalan cepat meninggalkan tempat pemakaman tersebut. Menyisahkan namja tampan yang hanya bisa terdiam menatap kepergian namja yang masih sangat ia cintai.

‘Mianhae, aku tidak mau menghianati Kyuhyun, aku sudah berjanji akan selamanya mencintai Kyuhyun, kau… harus menemukan yang terbaik untukmu Siwon, bukan aku orangnya, karena aku adalah jantung dari Cho Kyuhyun yang akan terus berdetak walaupun tubuhnya tidak berdiri lagi.’

Memang terasa menyakitkan dan akan terus menyakitkan. Yesung menutup hatinya untuk siapapun, ia memutuskan untuk pergi dari negara itu bersama Hyungnya. Menutup semua kenangan yang tertoreh disana. Membuka sebuah kenangan baru untuk kehidupannya. Dan tidak akan berniat untuk melupakan seseorang yang sangat ia cintai. Seseorang yang sudah menjadi separuh jiwanya.

Dia.. Cho Kyuhyun memang tidak ada lagi bersamanya, tapi sepasang mata yang kini menjadi bagian dari organ tubuhnya adalah bukti bahwa selamanya Cho Kyuhyun selalu ada disampingnya, bersamanya dan terus menemaninya.

Kisah cintaku memang menyakitkan, tapi aku tidak pernah menyesal pernah jatuh cinta terlalu dalam kepadanya…

Gomawo telah menjaga cintaku… Gomawo karena terus mencintaiku…

Aku selalu berdoa Tuhan akan memberiku ijin untuk bisa bertemu denganmu suatu saat nanti, bersamamu untuk waktu yang lama… bersamamu sampai aku tidak mampu lagi menjagamu… dan bersamamu sampai lidahku tidak mampu lagi mengatakan ‘Aku mencintaimu’…

Kim Yesung… selamanya kau adalah mahkota dihatiku, Gomawo sudah membuatku tertawa dan mengerti arti cinta yang sebenarnya. Saranghae… Jeongmal Saranghae Kim Yesung.

.

.

THE END

.

.

Ottae??? ^^ tidak nyesek dan menyedihkan kan? *pundung* author emang gk bisa buat angst tapi suka ff angst kkk~

Gomawo buat yang udah terus baca ^^ ff yg satu lagi masih ditunggu kan? Kkk~

Gomawo ^^ Leave a comment please ^^

99 comments on “Love Disease – Chapter 4 [End]

  1. sumpah thor gue nangis…hkshjs.. sulit ditebak..padahal tadi pas chap 3 end gue kra yesung yg bakal bunuh diri and donorin jntung buat siwon krena merasa bersalah… tpi trnyata….. hweeeee nangis gue!!!!!!!

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s