NO MATTER who you are !! – Chapter 2 [END]

Chap 2 of 2

Main Cast : Ye-Won / Won-Sung

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rate : M

Summary : Yesung tidak bisa menahan kesakitan yang ditorehkan Siwon, ia memutuskan sesuatu yang membuat Siwon terlihat begitu kacau selama berhari-hari. Apa yang Yesung lakukan kepada Siwon?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC, NC.

CR : This story request by Via Clouds’Yeskie and all reader that I Love ^^ .. Merry Christmas and Happy new year ^^~ god bless you guys ^^

^^ Don’t like Don’t read Don’t bash and Don’t be a Silent Reader ^^

Previous Story Chapter 1

.

nomatter2

.

Aku bertahan… ya, bertahan sampai aku benar-benar merasa tidak bisa menahannya lagi, ini sungguh amat sangat menyakitkan, memikirkan bahwa kau tidak berada disisiku karena kau harus mengerjakan ‘sesuatu’ yang menjijikkan bagiku.

Aku berharap bahwa apa yang kau lakukan sekarang ini, kelak tidak akan pernah terjadi lagi. kau hanya milikku, seutuhnya milikku. Bukankah kita menikah atas dasar saling mencintaiku? Bukankah kita menikah untuk saling membahagiakan satu sama lain?

.

“Baby.”

“Ne Wonnie,” Yesung menyamankan tubuhnya didekapan erat tubuh Siwon, Sedangkan tangan kanan Siwon mengelus surai secerah malam itu.

“Tahun baru besok, kau ingin kita kemana?”

“Hng~ kemana?” Yesung memutar bola matanya mencari sebuah jawaban. “Aku tidak tau Wonnie, wae?”

“Pikirkan kau mau kemana, aku akan membawamu kesana.” Yesung lantas melepaskan pelukannya dan menatap fokus kearah Siwon. “Wae? Ada yang aneh? Kenapa menatapku seperti itu, eh?”

.

Happy Reading

.

“A-aniya, hanya sedikit terkejut.” Siwon tersenyum lalu menarik dagu Yesung, melumat bibir tipis itu dengan penuh kelembutan. “Urhm~” Yesung mendesah saat lidah Siwon mulai menelusup masuk kerongga hangatnya, mengeksplor bagian didalamnya. Kedua tangan mungil Yesung mulai melingkar dileher Siwon, sedangkan tangan kekar Siwon mulai melingkar dipinggang Yesung.

“Ungh~” Yesung semakin melenguh saat sekarang tubuhnya mulai direbahkan ke sofa yang lumayan besar dengan tubuh Siwon berada diatasnya. Mulai mengecupi setiap senti wajah mulus istrinya tersebut. Memberikan kecupan-kecupan lembut secara terus menerus. “Hnngggg~ Wonnieeehh~”

Jari-jari Yesung mulai menelusup kesela-sela surai halus milik Siwon, menariknya perlahan saat menikmati setiap kecupan bibir Siwon dilehernya. Memberikan kissmark dengan terkadang menggigit pelan leher putih Yesung. “Wonnieeehhh~ Uuhhhh~” kedua tangan Siwon mulai mengangkat kaos yang dikenakan Yesung sampai sebatas leher.

Ia tersenyum saat melihat kedua nipple berwarna pink itu sudah menegang dan ingin segera dinikmati. “Ja-ngaaaan aaahhhhh~” belum sempat Yesung berbicara, Siwon sudah lebih dulu menjilat ujung nipplenya. “Uuhhhh~ Wonnieeehh~ jah-ngaaan meng-godahkuuuuhh~ Unggghhh~” bukannya menghentikan apa yang diminta Yesung, ia malah semakin mengecupinya dengan kasar, menggigitnya lalu menghisap nipple itu kuat-kuat. “Uunnggghhh~”

Setelah puas mempermainkan nipple-nipple itu, Siwon mulai menurunkan kecupannya, mengarah terus kebawah dengan tangannya yang sudah beraksi membuka celana yang digunakan Yesung, menariknya kebawah hingga sesuatu milik Yesung terlihat menegang. Siwon mengernyitkan dahinya lalu berseringai. “Kau menggodaku, eh?”

Wajah Yesung memerah karena malu, ia memang sudah menyiapkan yang special untuk malam ini, menyiapkan tubuhnya yang hanya dibalut dengan pakaian luar yang mudah dibuka. Ia mengalihkan pandangannya untuk tidak menatap Siwon. “Baby, hmm?” Siwon menarik dagu Yesung agar menatapnya. “Benar begitu?”

Yesung menggembungkan pipinya lalu mengangguk pelan. Siwon masih menunjukkan seringaiannya dengan menggigit bibir bagian bawahnya dan sesekali menjilat kulit bibir bagian luarnya. Jari telunjuknya mulai berjalan menggeser dari bawah kaki Yesung, paha, kedua twins ball milik Yesung hingga batang junior milik namja manis itu, membuat Yesung menggelinjang karena geli.

“Unggghhh~ Wonnieeehh~” racauan Yesung semakin menjadi saat telunjuk Siwon berhenti tepat diujung juniornya. “Andwaeehhhh~ jeb-baaaal~ Uuhhhhhh~” bukan Siwon namanya jika ia tidak membuat Yesung semakin mendesah tidak karuan, ia menggeser-geserkan telunjuknya yang halus disekitar ujung junior itu dengan terkadang menekan-nekannya hingga cairan pre-cum mengalir keluar. “Aaahhhh~ Wonnieehhh~ gumanhaaaeee~”

Tangan Yesung terkepal cukup kuat, hingga terlihat memutih, menahan setiap sentuhan nikmat yang diberikan oleh Siwon. “Aku masih ingin bermain-main Baby, jadi bersabarlah ne.” Tutur Siwon dengan memulai memainkan lidahnya kembali dilubang pusar Yesung, menjilatnya lalu membuat tanda merah kebiruan disekitarnya, membuat suatu bentuk barisan disekitarnya.

“Wonnieeehh~ ak-kuuuh~ tidak kuaaatttt~ aaahhhhh~” Juniornya berkedut sangat cepat, setiap sentuhan Siwon selalu membuat libidonya semakin naik, dan ia tidak bisa menahan sesuatu yang ingin ia keluarkan. “Wonnieeeehhh~” dengan suara desahan hebat yang ia keluarkan serta lenguhan tubuhnya membuat Siwon segera mengulum junior tersebut, menyesapnya hingga terdengar suara ‘flop’ dan meng-in out-kan junior itu dibibirnya.

Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya kuat dan sedikit mengangkat tubuhnya untuk meraih kepala Siwon, meminta lebih dari sekedar apa yang diberikan Siwon padanya. “AAAHHHHHHHH~”

Splurt.

Yesung kembali merebahkan tubuhnya saat ia berhasil mengeluarkan cairan spermanya penuh, ia masih merasakan Siwon mengulum juniornya, menghabiskan sisa cairan yang keluar, menyesap dan membersihkannya. “Wonnie~”

“Hng?” namja manis itu masih memejamkan matanya sembari mencoba mengatur deru nafasnya. Ia meraba kepala Siwon lalu menariknya keatas, melepaskan juniornya yang masih terus saja Siwon kulum. Ia melumat bibir Siwon, meminta sisa cairan yang masih ada didalam rongga bibirnya. Menyesap kuat lidah Siwon dengan sesekali menggigitnya pelan. “Ungghhh~”

Siwon mulai mendesah, ia selalu tidak bisa menahan dirinya jika Yesung sudah memainkan lidah lincahnya. Tangan nakalnya mulai kembali terulur kearah bawah, dengan sebelumnya ia mengangkat kedua paha Yesung keatas lalu menahannya dengan tubuhnya. Jari tengahnya mulai mengarah ke hole Yesung yang sudah basah karena kegiatan mereka sebelumnya.

Siwon memainkan jari tengahnya disekitar hole itu, membuat keduanya meracau nikmat. “Hnnngggg~” Yesung melenguh saat jari tengah Siwon mulai dengan perlahan masuk kedalam holenya, menembus dinding rectumnya lalu menggerak-gerakkan secara tidak beraturan.

“Wonnieeehhh~ Aaaahhhhh~” Yesung melepaskan tautan bibirnya dan kembali mendesah, sungguh ia tidak bisa terus seperti ini, Siwon selalu mempermainkan Yesung sebelum mereka melakukan bagian inti. Ia hanya melihat suaminya itu tersenyum dengan terus menggerak-gerakkan jarinya. “Jeb-baaaaal~”

Siwon mengendikkan bahunya lalu menambah dua jari lagi untuk masuk kedalam hole itu. “ARGGHHHHH!!!” dan kali ini suara jerit sakit bercampur nikmat yang terdengar. Cairan bening milik Yesung lolos bersamaan dengan tiga jari yang sudah menembus dinding rectumnya. “Wonnieeeeh~ gumanhaeeee~ jebaaal~”

Lagi-lagi Siwon tidak mendengarnya, ia malah menusuk hole itu secara kasar hingga tubuh Yesung bergoyang keatas dan kebawah, tusukan-tusukan nikmat sekaligus menyakitkan, hole Yesung sangat terasa perih akibat jemari Siwon yang bergerak didalamnya, ia menggigit kuat bibirnya hingga terlihat sedikit darah tercium indera penciuman mereka berdua.

Baby,” sejenak Siwon menghentikan gerakannya dan menatap intens wajah manis itu. “Baby jangan digigit seperti itu, bibirmu berdarah.” Ujar Siwon sambil menyentuh bibir kissable itu.

“S-sakit Wonnie, perih, hiks           ~”

“Sssttt!! Uljimma Baby, akan aku hentikan.” Siwon menarik pelan ketiga jarinya keluar dari hole dengan lenguhan kesakitan dari Yesung. Siwon mengecup kedua mata Yesung yang terpejam lalu menatap tangannya yang dipenuhi dengan darah.

“S-sakiiiit~”

“Ssstttt!! Uljima, aku sudah menghentikannya.” Siwon sedikit curiga kenapa hole Yesung kembali mengeluarkan darah, padahal beberapa hari yang lalu mereka baru saja melakukan hal itu dan semua baik-baik saja. Siwon masih mendengar isak lirih dari Yesung, ia memeluk tubuh itu dengan sangat erat. Lalu turun dari sofa, menelusupkan tangannya diceruk leher Yesung serta bagian bawah pahanya untuk digendong masuk kedalam kamar.

Siwon meletakkan tubuh itu perlahan keatas ranjang lalu menarik selimut mereka. “Hng? Wae?” Tanya Yesung bingung karena Siwon malah menyelimuti tubuhnya.

“Wae? Kau sakit Baby, lebih baik kau tidur.”

“Aniya Wonnie, lakukan saja, bukankah hari ini christmas day? Anggap saja ini hadiah lebih dariku.”

“Tapi-“

“Aku tidak apa-apa, sungguh. Mungkin karena aku terlalu gugup hingga merasakan perih saat ketiga jarimu masuk kedalamnya.” Terangnya dengan tersenyum.

Baby-

“Kajja lakukan Wonnie, lakukan semaumu, aku ingin memuaskanmu.” Siwon terdiam dan menatap manik kelam tersebut. Ada gejolak dihatinya, Ia ingin melakukan hal itu dengan Yesung tapi ia sadar bahwa kondisi Yesung saat ini seperti tidak memungkinkan.

“Aku-“

“Lakukan sekarang atau aku tidak akan mau lagi melakukan ini denganmu.” Ancamnya dengan menunjukkan smirk andalannya.

“Aish~ ancamanmu selalu membuatku gemas Baby.” Yesung tersenyum lalu menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, ia melepaskan kaos yang masih saja menempel ditubuhnya hingga tubuhnya terekspos polos, begitu pula Siwon yang melucuti pakaiannya hingga terlihat naked.

Siwon mulai naik keatas ranjang, lebih tepatnya menindih tubuh mungil Yesung, mengecupi seluruh bagian tubuh indah itu tanpa terkecuali. Ia masih melihat sisa darah diluar hole Yesung. Siwon membungkukkan badannya lalu mengangkat kedua kaki Yesung untuk diletakkannya dikedua bahunya, menenggelamkan wajahnya disela-sela kaki Yesung. “Uuhhhhh~” Yesung mulai meracau ketika Siwon mengulum twins ballnya.

Siwon lalu mengarahkan lidahnya ke hole Yesung dan menjilat sisa cairan merah yang masih menempel disana. “Aaahhhh~ Wonnieeeehhh~ hnnnggggg~” desahan Yesung semakin menjadi saat lidah lincah itu menusuk masuk ke dalam dinding rectumnya, memainkan hole itu dengan penuh kelembutan.

Yesung bergeliat kecil, rasanya sungguh aneh, sesuatu yang basah, kasat dan lembek masuk kedalam holenya lalu memberikan kesan yang menggelikan. “Urrhmmmmm~ Wonnieh~”

“Teruslah slurp~ mendesah Baby Slurp~

“Ooohhhhh~ Gumanhaeeee~ ras-sanyaah~ Uuhhhhh~” tangan Yesung mencengkram sprei yang ada dibawah tubuhnya, menarik-nariknya hingga terlihat acak-acakan. “Wonnieeh~” Siwon menghentikan jilatannya karena ia tau tubuh Yesung tidak bisa terlalu lama menahan kelelahan lagi, ia memposisikan juniornya tepat dihole itu.

Sedikit demi sedikit ia memasukkan junior yang terbilang besar itu ke hole sempit yang ada dihadapannya. “Tahanlah sedikit Baby, akan terasa sakit.” Ujar Siwon seraya menghapus peluh yang ada dikening Yesung. Ia menyadari bahwa hole Yesung menyempit saat ia menjilati bagian dalamnya, dan itu berarti akan terasa sakit lagi jika ia memasukkan sesuatu yang besar kedalamnya.

Dan benar saja, saat ujung dari junior Siwon masuk, Yesung berteriak kencang. “ARRGGGHHHH!!!!” Tubuhnya terasa kaku, keringat dingin menguar dari seluruh tubuhnya. Ia membungkam mulutnya dengan tangan saat junior itu benar-benar masuk dengan sempurna kedalam holenya. Yesung memejamkan matanya erat-erat.

Beberapa menit Siwon masih membiarkan juniornya bertengger dihole Yesung, menyesuaikan hole itu dengan juniornya. Siwon mengangkat kedua kaki Yesung yang tadinya sudah tidak ada dibahunya untuk kembali diletakkan dikedua bahunya, menindih tubuh itu lebih dalam hingga terlihat tubuh Yesung yang sedikit melengkung.

Deru nafas Yesung mulai teratur, ia membuka matanya perlahan walau ia merasa sudah tidak bisa fokus, tatapannya buram, kepalanya mulai berdenyut menyakitkan tapi ia masih memaksakan diri untuk tersenyum. “Lakukan Wonnie, bergeraklah.”

Siwon hanya mengangguk paham lalu mulai menggerakkan juniornya keluar masuk hole itu dengan tempo perlahan. Awalnya Yesung mulai bisa menyeimbangkan nafasnya dengan gerakan in out Siwon, tapi semakin lama tusukan Siwon mulai terasa sedikit cepat.

“Ooohhhh~ Boleh-kaah~ Babyhh~ Hnngggg~” pinta Siwon bermaksud untuk mempercepat tusukannya. Yesung hanya mengangguk ragu dan kembali memejamkan matanya.

“Uuhhhhh~ Hmmmmmmppp~” Siwon terus menusuk hole itu dengan terkadang menggoyang-goyangkan pinggulnya, membuat alur lingkaran yang dirasakan oleh Yesung. “Ooohhhh~ Wonnieeeehhh~ faster~ Hmmmppp~”

As you wish baby.” Tanpa menunggu waktu lama, ia mempercepat tusukannya, berkali-kali lipat lebih cepat dibanding sebelumnya, hingga tubuh mereka sama-sama bergoyang. Ruangan itu terasa sangat panas untuk mereka hingga kedua tubuh itu mengeluarkan keringat dingin yang bercampur menjadi satu.

“AAAHHHHH~ WONNIEEEHHH~ THERE~ DEEPER~” Titik prostatnya tertembus oleh junior Siwon, ditusuknya berulang kali hingga membuat jantung Yesung serasa berdetak sangat cepat melebihi apapun. “AAHHHH~ WONNIEEEHHH~ FASTER~

“Uuhhhhh~ Babyh~” Siwon lebih membungkukkan badannya untuk mengecup dan menggigit ringan nipple Yesung secara bergantian, tangan kanannya mengocok junior Yesung seirama dengan tusukannya, sedangkan tangan kirinya tengah mengusap pipi Yesung lembut.

“HNGGGGGG~ WONNIEEEEHH~ AK-KUUH TIDAK KUAAAAT~ AAAHHHHHH~”

Splurt.

Yesung lebih dulu mengeluarkan cairan spermanya hingga membanjiri perutnya dan Siwon, sedangkan Siwon semakin mempercepat tusukannya karena juniornya mulai berkedut, ia melumat bibir Yesung, menyesap lidah itu kuat-kuat dan memejamkan matanya saat sebentar lagi ia juga akan mencapai klimaksnya. “AAAHHHHHH~”

Splurt.

Yesung maupun Siwon masih saling bertatapan dan mengatur nafas mereka, setelah Siwon rasa cairannya sudah keluar penuh dihole Yesung, ia mulai menariknya pelan lalu masih mengambil nafas dalam-dalam, ia melihat Yesung sudah menutup matanya dengan deru nafas yang teratur. Tidak biasanya, itulah yang Siwon pikirkan. “Baby?” Siwon menyentuh pipi Yesung. “Baby irreona, kau tidur?”

Tidak ada reaksi dari Yesung, ini benar-benar sangat aneh, biasanya Yesung tidak pernah seperti ini, ia selalu terjaga untuk beberapa saat setelah melakukan kegiatan itu, dan jika Siwon membangunkannya, ia akan langsung terbangun. “Baby bangun!!!” kali ini Siwon mulai khawatir, ia mendekat kearah Yesung dan menggoyang-goyangkan tubuh itu, apa Yesung pingsan? Siwon sangat khawatir melihat tubuh Yesung saat ini. “Baby, Aku mohon bangunlah!!”

Segera ia pakai pakaian lengkapnya dan menelfon seorang Dokter untuk datang ke apartementnya.

.

::NO MATTER who you are!!::

.

Manik kembarnya terbuka dan menatap setiap butiran salju yang turun dari jendela kamarnya. Kepalanya masih terasa sangat berat, mungkin karena apa yang baru saja ia lakukan tadi malam. Kali ini ia arahkan kepalanya kearah kanan, menatap sosok Siwon yang masih menutup matanya dengan hanya bersandar pada kepala ranjang.

Yesung mengernyitkan dahinya dan berpikir bagaimana bisa ia tidur dalam posisi duduk seperti itu? Apa punggungnya tidak terasa sakit? Apa kepalanya tidak pusing dengan hanya bersandar seperti itu?

Yesung menggerakkan tubuhnya pelan untuk menyamankan tubuhnya dekat dengan Siwon. Tapi ternyata pergerakannya membuat Siwon terjaga dari tidurnya. “Hng~ Baby, kau sudah bangun?”

“Kenapa tidur seperti itu?”

“A-aku sebetulnya tidak ingin tidur karena harus menjagamu yang tiba-tiba pingsan, tapi ternyata aku ketiduran.” Ujarnya dengan menunduk, merutuki kebodohan yang sudah ia lakukan.

“Pabboya!! Aku tidak apa-apa, tidak usah khawatir seperti itu.” Pinta Yesung dengan mengerucutkan bibirnya.

“Kau bodoh Siwon-ah, kau harusnya tau tubuh istrimu ini sangat lemah, anemia yang diderita tidak bisa membuat tubuhnya terus mengikuti kemauan nafsumu.” Siwon mengingat ocehan kesal dari Dr. Hankyung, Dokter yang juga adalah temannya sendiri.

“Wonnie,”

“Lain kali jangan seperti ini lagi, beruntung saja Yesung hanya pingsan, aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi jika kau melakukan ini lagi, kesehatan Yesung berada ditanganmu, arraseo!!”

“Wonnie kau kenapa?” Yesung menggoyang-goyangkan tubuh Siwon. Ia yang sudah tersadar dari lamunannya hanya menggeleng pelan dan tersenyum. Tiba-tiba Yesung bangkit dari tidurnya secara perlahan.

Baby kau mau kemana? Kau harus istirahat penuh hari ini.”

“Aniya, aku harus bekerja!! Bosku bisa memecatku jika aku membolos, lagipula aku tidak sakit.” Celotehnya panjang lebar lalu turun dari ranjang.

“Anii!!” Siwon menarik pergelangan tangan Yesung hingga namja manis itu menatapnya heran. “Kau tidak boleh bekerja!!”

“Wae? Aku hanya ingin membuktikan padamu jika aku bukanlah namja yang lemah Tuan Choi.” Tegasnya dengan penekanan dimarga Siwon. Ia menyentakkan tangan Siwon lalu berjalan cepat menuju kamar mandi.

Kejadian tidak terduga terjadi saat Yesung sudah bersiap berangkat untuk bekerja. Siwon berdiri didepan pintu dengan tangan kanannya yang menggenggam kuat kunci apartemennya. Sedangkan Yesung sudah melipat kedua tangannya didepan dada seraya menghentak-hentakkan kakinya dilantai.

“Cepat buka Wonnie, aku sudah terlambat!!”

“Aniya!! Apa kau tidak mendengarnya? Kau tidak boleh bekerja, kau masih sakit!! Kau harus istirahat penuh dikamar.”

Yesung terkekeh miris lalu berseringai, “Apa aku adalah anak berusia 5 tahun yang harus selalu berada dikamar, eh? Apa aku adalah seorang namja lemah dan berpenyakitan serta hanya mempunyai umur yang pendek sehingga harus membuatku terus berada ditempat membosankan seperti itu?”

Baby, tapi kau sakit!! Dan aku tidak mau terjadi sesuatu padamu!! Aku suamimu dan sudah seharusnya kau menurut apa kataku.”

“Aku menurut apa katamu, tapi apa kau juga menurut apa kataku, huh?” suara Yesung kali ini terdengar menaik, Siwon paham jika istrinya itu sudah mulai emosi. “Katakan!! Apa selama ini kau menuruti apa kataku? Apa selama ini kau berhenti dari pekerjaan terkutuk yang sangat aku benci itu? KATAKAN!!” Bentak Yesung.

Baby, tapi hanya ini yang bisa mencukupi kehidupan kita.”

Bullshit!! Aku yakin tanpa kau melakukan pekerjaan seperti itupun harusnya kita masih bisa mencukupi kehidupan sederhana kita.”

“Tapi-“

“Sebenarnya kau hanya ingin menikmati tubuh-tubuh itu karena aku bukanlah seorang istri yang bisa memuaskan suaminya. Aku lemah dan hanya bisa menyusahkanmu, aku tau jika kau selalu kecewa kepadaku karena itu.” Siwon terkejut dengan ucapan Yesung yang sangat menyakitkan tersebut. Apa yang sedang merasuki tubuh istrinya pagi ini, mengapa tiba-tiba ia mengatakan hal yang tidak mungkin seperti itu.

“Aniya!! Kau salah!! aku mencintaimu Baby, dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyesal menikah denganmu.” Lagi-lagi Yesung terkekeh miris lalu berjalan mendekati Siwon.

“Berikan kuncinya karena aku harus segera berangkat bekerja.”

“Andwae!!”

“Berikan!! PPALLI!!”

“ANDWAEYO BABY!!”

“CHOI SIWON!!”

PLAK.

Yesung membulatkan matanya tidak percaya, ia menatap telapak tangannya yang memerah karena baru saja menampar pipi Siwon dengan sangat keras. Apa yang baru saja ia lakukan? Apa kesalahan Siwon sehingga ia melakukan hal seperti itu? Siwon menyentuh pipi kirinya yang memerah.

Ia menatap Yesung tidak percaya, baru kali ini selama ia menikah, Yesung menamparnya secara tiba-tiba. “Wae? Wae kau melakukan semua ini?” Yesung mengepalkan tangannya kuat-kuat lalu merampas kunci yang ada ditangan Siwon dan dengan cepat membuka pintu apartemen itu.

Yesung berlari tanpa menghiraukan Siwon yang masih membatu dengan tangan yang terbuka karena kunci apartemennya dirampas paksa oleh Yesung. ‘Apa salahku Baby?’

.

::NO MATTER who you are!!::

.

Yesung melamun saat ia berdiri didepan meja kasir, tatapan kosong kearah depan, ia membiarkan para pelanggannya mengantri panjang dan berceloteh kesal kepadanya, tapi ia seakan tidak mendengar dan tidak melihat apa yang terjadi dihadapannya saat ini.

Pikirannya tertuju pada kejadian tadi, dimana tiba-tiba ia menampar Siwon tanpa sebab, tangannya memanas karena hal tersebut. Mengapa ia jadi sekasar itu kepada Siwon sedangkan ia tau bahwa Siwon tidak pernah sekalipun bersikap kasar padanya.

“Yesung Hyung!!” Yesung terkesiap saat merasakan sebuah tepukan dibahunya, ia menoleh dan melihat Kyuhyun sudah berdiri disampingnya. “Kajja ikut denganku!! Aku ingin berbicara denganmu.” Yesung menunduk, Kyuhyun mungkin akan memarahinya karena pekerjaannya hari ini benar-benar sangat buruk.

“Terjadi sesuatu? Mengapa kau tidak fokus pada pekerjaanmu?” tanya Kyuhyun dengan fokus menatap wajah Yesung yang masih menunduk.

“Mianhae Kyu-ah.”

“Kau sakit? Mengapa kau paksakan untuk masuk? Aku tidak akan memaksa jika kau meliburkan dirimu karena sakit Hyung. Daripada aku melihatmu bekerja dengan buruk hari ini.”

“………….” Yesung tidak menjawab, masih sangat ragu untuk memberikan penjelasan kepada namja yang ada dihadapannya saat ini.

“Kau bisa menceritakan masalahmu jika kau mau, akan sedikit mengurangi beban yang kau pikul jika kau bercerita dengan orang lain Hyung. Tapi aku juga tidak akan memaksamu jika kau tidak percaya padaku.”

“Mianhae Kyu, bukannya aku tidak bisa mempercayaimu, hanya saja aku berpikir ini masalahku dengan suamiku.”

Deg!!

Kyuhyun membuka matanya lebar-lebar, tidak mengira bahwa namja manis didepannya itu sudah mempunyai seorang suami. “A-apa? S-suami? Kau sudah mempunyai suami?” Yesung mengangguk pelan.

“Mianhae aku tidak menceritakannya dari awal.”

“Lalu mengapa kau bekerja? Bukankah seharusnya seorang suami bekerja untuk menghidupi istrinya?”

“Ada sesuatu yang tidak bisa aku ceritakan padamu Kyu, ini masalah pribadi dan sangat rahasia, mianhae.”

“…………..” berganti Kyuhyun yang menutup mulutnya, mencegah pertanyaan yang ingin kembali keluar dari bibirnya.

“Aku harus kembali bekerja Kyu, mianhae!!” ujarnya dengan membungkuk kearah Kyuhyun dan melenggang pergi meninggalkan namja berwajah putih pucat tersebut. Kyuhyun tidak mengalihkan pandangannya kemanapun, sosok itu sangat membuatnya kagum.

Yesung adalah sosok yang menjadi impiannya sejak dulu, sosok yang belum pernah ia dapatkan walau ia mencari sampai keujung dunia sekalipun. Tapi apakah mungkin ia mendapatkannya yang pada kenyataannya, namja manis itu sudah mempunyai seorang suami, dalam artian ia sudah menikah secara resmi.

“Ahra Noona, untuk apa kau kesini?” tanya Kyuhyun yang melihat kedatangan yeoja bermantel putih yang terlihat sangat cantik tersebut.

“Wae? Memangnya aku tidak boleh kesini, hum?”

“Bukan begitu, hanya saja kau terlihat sangat aneh, selama aku membuka coffee shop ini, baru sekarang kau datang mengunjungiku.”

Pletak.

“Appoooo~” Kyuhyun mengusap kepalanya saat tangan mungil Ahra memukul kepalanya.

“Pabboya!! Aku sedang tidak sibuk, oleh sebab itu aku kesini, dasar bodoh!!”

“Aish!! Aku benar-benar sial mempunyai noona sepertimu.” Dengus Kyuhyun kesal.

“Mwo? Kau bilang apa?”

“A-aniya.” Kyuhyun bersiul-siul dan menatap kearah lain, mencegah kemarahan dari Noonanya kembali.

“Kyunnie-ah, siapa namja itu?” bisik Noona seraya menunjuk kearah namja manis yang dengan seriusnya melayani pelanggan.

“Oh~ itu Yesung, pegawai baruku, wae?”

“Ah~ aniya.” Ahra memicingkan matanya kearah Yesung, menatap tidak suka kearah namja yang sibuk dengan pekerjaannya tersebut.

.

Siwon merapatkan mantelnya, ia berjalan menyusuri perpadatan kota dengan tumpukan salju yang terlihat dimanapun. Salju hari ini turun dengan sangat deras, membuat tubuhnya yang sudah berbalut mantel tebal masih merasakan rasa dingin.

Hingga tak lama kemudian ia sampai didepan sebuah coffee shop yang Yesung beritahukan padanya, tempat Yesung bekerja. Ia tersenyum melihat wajah namja yang ia cintai tengah tersenyum dan bersemangat dalam melayani pelanggan yang terus berdatangan. ‘Yesungie, itulah yang membuatku sangat mencintaimu.’ Batinnya dengan terus tersenyum menatap wajah cantik Yesung.

Ia masih mengeratkan tangannya disaku mantelnya, ia masih menunggu waktu kepulangan Yesung didepan coffee shop itu tanpa berniat untuk masuk, hanya terus mengawasi sosok tersebut terus menerus. Tapi tiba-tiba senyumannya memudar saat melihat keganjalan yang ditunjukkan Yesung. ‘Baby!!’

Siwon melihat Yesung sedikit meringis kesakitan dengan terkadang menutup matanya dan memegang kepalanya, ia takut jika anemia yang dideritanya kambuh karena ia sangat yakin bahwa keadaan Yesung kali ini benar-benar tidak dalam kondisi baik.

Yesung masih mencoba tersenyum, walau ia sudah merasakan pusing dikepalanya, terkadang ia menyentuh dan memijat pelipisnya untuk sekedar meringankan kesakitan yang ia rasakan. Tapi sepertinya apa yang ia lakukan sia-sia, pandangannya mulai mengabur, ia mengeratkan pegangannya kesudut meja kasir untuk menahan berat tubuhnya yang serasa tidak kuat lagi menahan beban tubuhnya.

‘Kumohon, aku tidak ingin terlihat lemah.’ Batinnya dengan keringat dingin yang sudah mengucur diwajahnya, tapi ternyata permintaanya gagal.

Bugh.

Tubuhnya gontai kebelakang, beruntung Kyuhyun dengan sigap menerima tubuh Yesung yang sudah melemas, ia memeluk Yesung yang masih sadar dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, deru nafas Yesung tidak beraturan.

Matanya bertatapan dengan caramel cerah milik Kyuhyun, tapi seketika jantungnya seperti terpacu sangat cepat saat menemukan obsidian tajam yang menatapnya dari atas meja kasir. ‘S-siwon.’

Siwon membulatkan matanya tidak percaya, ia menatap kedua orang namja itu bergantian. Tanpa berpikir panjang, ia berlari untuk masuk kebelakang meja kasir walau semua pasang mata sudah menatapnya aneh.

Ricuh, kejadian tiba-tiba itu membuat tempat yang tadinya nyaman terasa pekat dalam keheningan. “Awas!!” Siwon mendorong tubuh namja yang tengah memeluk Yesung. “Baby, gwaenchanayo?” tanya Siwon khawatir, ia memeluk tubuh mungil itu dengan sangat erat.

“Nuguseyo?” Kyuhyun mempertajam matanya untuk melihat namja yang sekarang membelakanginya itu. Dan saat namja yang memeluk Yesung itu menoleh, betapa terkejutnya ia karena ternyata mengenal namja itu. “Siwon?”

“Hng? Siwon?” Ahra tak kalah terkejut, ia yang tadinya tidak peduli dengan apa yang terjadi mulai bereaksi. Ia berlari menghampiri ketiga namja yang berjongkok dibelakang meja kasir, dan matanyapun melebar melihat sosok itu. “Siwon?”

“Kau!! A-Ahra?” Yesung masih mendengar apa yang terjadi disekitarnya, walau terkadang matanya terpejam.

“J-jadi kau suami Yesung Hyung?” tanya Kyuhyun tidak percaya dengan berdiri dan menatap tajam obsidian itu.

“Apa? suami? Maksudmu apa Kyu?” Ahra mencengkram lengan Kyuhyun untuk mencari penjelasan dibalik kata-kata Kyuhyun.

“Ne, Noona!! Dia sudah menikah, dan Yesung Hyung adalah istrinya!!”

“APA???” Yesung mulai membuka matanya dan menatap Siwon yang tengah menarik nafas panjang dengan menutup kedua matanya.

“W-wonnie,” lirih Yesung. Terlihat manik kembar itu ingin sekali mengeluarkan airmata, namun ia mencegahnya karena tempat yang saat ini ia tempati begitu ramai dengan pengunjung yang menatap kearah mereka.

“Yesung Hyung, kau menikah dengan seorang namja panggilan? Namja yang menjual tubuhnya untuk orang-orang?”

Jleb.

Ucapan Kyuhyun bagaikan sebuah tusukan yang menyakitkan, Yesung mencoba bangkit walau lengannya sedikit ditahan oleh Siwon. Ia menepis tangan Siwon dan berdiri, menyetarakan posisinya dengan Kyuhyun, begitupula Siwon. “Kau tidak tau jika suamimu ini menjual tubuhnya untuk orang-orang? Bahkan dia juga menjual tubuhnya kepada-“

“Cukup Kyuhyun-ah!!” sahut Ahra yang terlihat menangis dibelakang Kyuhyun. Ia berjalan mendekati Siwon dan tersenyum miris disela-sela tangisnya.

PLAK.

Sebuah tamparan keras bersandar dipipi Siwon, ia tidak membalas bahkan hanya bisa terdiam, begitu pula Yesung yang hanya menunduk dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Aku tidak pernah menyangkanya Siwon, aku tau jika kau adalah namja panggilan, tapi mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku jika kau sudah menikah, HAH!! KENAPA?”

Suara bisik-bisik dari para costumer terdengar ditelinga mereka, namun apa yang bisa mereka lakukan, kejadian yang terjadi benar-benar diluar dugaan. “Kau tidak pernah mengijinkan aku berbicara Ahra, dan bukankah aku sudah mengatakan padamu jika jangan pernah mencintaiku, aku tidur denganmu karena itu tugasku, tidak lebih.” Ucap Siwon enteng.

BUGH.

“AAAHHH!!”

Tanpa diduga, Kyuhyun memukul wajah Siwon secara tiba-tiba hingga tubuh namja tampan itu membentur keras kedinding, suara jeritan dari para pengunjungpun terdengar. “Siwon!!” bukannya Yesung yang berlari menghampiri Siwon, malah yeoja cantik itu yang berlari dan membantu Siwon untuk berdiri. “kau baik-baik saja?” tanya Ahra dengan menyentuh sudut bibir Siwon yang berdarah.

Yesung membatu, ia masih tetap menunduk, seakan-akan mengacuhkan semua yang sudah terjadi disekitarnya. “Untuk apa kau masih peduli pada namja pelacur seperti itu Noona!! Dia tidak pantas dicintai, dia pantas dibunuh karena hanya akan membuat malu!!”

“Kyuhyun-ah cukup!! Aku tidak peduli apa yang kau ucapkan, tapi aku tidak akan pernah bisa berhenti mencintai Siwon!!”

Yesung semakin mengeratkan kepalan tangannya, ucapan Ahra sungguh membuat hatinya sesak dan perih. “NOONA!!! KAU GILA!!! DIA TIDAK LEBIH DARI SEEKOR BINATANG YANG HANYA AKAN MENYAKITIMU!!”

PLAK.

“Argh!” tamparan yang datang secara tiba-tiba membuat Kyuhyun terdiam dan membelalakkan matanya, Yesung menamparnya dengan sangat keras.

“Tutup mulutmu Cho Kyuhyun, kau tidak pantas berbicara seperti itu. Dia suamiku dan aku yang lebih tau apa yang terjadi padanya hingga berbuat seperti ini.” Terang Yesung tanpa menatap kearah mata Kyuhyun, ia masih tetap menunduk untuk mencegah amarahnya yang sudah hampir membuatnya mati.

“Apa? kau harus  membuka matamu Hyung, apa yang kau lihat dari namja seperti dia? Kau harusnya mendapat namja yang bisa melindungimu dan tidak menyakitimu seperti ini.”

“KAU TIDAK TAU AKU!! DAN TIDAK AKAN PERNAH TAU!!” Jerit Yesung lalu berlari meninggalkan coffee shop itu, menerobos kerumunan para pelanggan yang memenuhi tempat itu.

“Yesungie!!” Siwon bangkit dan ingin segera berlari mengejar Yesung, tapi langkahnya terhenti saat Kyuhyun berdiri tepat dihadapannya.

“Jika kau menyakiti lagi orang yang aku sayang, aku pastikan kau akan mati Siwon!!” bisik Kyuhyun lalu membiarkan Siwon berlari keluar dari tempat itu. Kyuhyun mengusap wajahnya kasar dan membiarkan bisikan-bisikan orang-orang yang berada disekitarnya.

.

Baby, Baby!!!” Siwon menarik pergelangan tangan Yesung untuk mencegah namja manis itu terus berlari.

“Lepaskan aku Siwon!!!” rontanya, tapi Siwon langsung menarik tubuh itu untuk masuk kedalam pelukannya. “Lepas Siwon, kumohon lepaskan aku!! Aku ingin bebas!! hiks~” hati Siwon terluka, seperti sebuah goresan yang membuat hatinya mengangah dan perih.

Tangis Yesung dan rontahan yang ia dengar sangat memilukan, yang ia rasakan tubuh itu bergetar hebat untuk beberapa saat hingga akhirnya.

Sreeet.

Tubuh itu serasa tidak bisa menahan beban tubuhnya lagi, Yesung kembali tidak sadarkan diri, beruntung Siwon langsung merekuh tubuh itu kedalam pelukannya. Menatap sejenak wajah polos yang sudah tenang dalam tidurnya. Siwon mengecup kening Yesung lalu menggendong tubuh itu untuk membawanya ke istana mereka, istana dimana mereka selalu menghabiskan hari-hari berdua disana.

Siwon tidak bisa menutup matanya, jemarinya menelusuri setiap lengkuk wajah manis dihadapannya dengan sesekali mengecupinya perlahan.

“Yesung Hyung, kau menikah dengan seorang namja panggilan? Namja yang menjual tubuhnya untuk orang-orang?”

Ucapan Kyuhyun membuat Siwon menghentikan langkah jemarinya yang menelusuri lengkuk indah itu. Siwon paham jika Yesung sudah mengetahui ia menjual tubuhnya untuk orang-orang, namun entah mengapa hatinya begitu sakit saat Kyuhyun mengatakan hal tersebut tepat didepan Yesung.

“Kau tidak tau jika suamimu ini menjual tubuhnya untuk orang-orang? Bahkan dia juga menjual tubuhnya kepada-“

Siwon bangkit dari ranjangnya, ia menutup wajahnya dengan telapak tangannya, tanpa diduga, liquid itu lolos begitu saja, mengapa ia harus terus menyakiti orang yang ia cintai? Bahkan selama ini ia merasa tidak pernah bisa membahagiakan Yesung.

“DIA TIDAK LEBIH DARI SEEKOR BINATANG YANG HANYA AKAN MENYAKITIMU!!”

Sreeet.

Tubuh Siwon terperosot kelantai yang terasa sangat dingin, ia menekuk kedua lututnya lalu meletakkan kepalanya dilutut yang tertekuk itu. ‘Mianhae, aku selalu menyakitimu Hyung.’

Apa tidak ada yang bisa ia lakukan? Apa hanya terus meminta maaf untuk menyembuhkan luka dihati Yesung? Apa semua akan semudah itu? Siwon tidak berpikir semua itu berarti, sejuta kalipun ia meminta maaf, itu tidak akan menyembuhkan luka yang sudah menganga lebar dihati Yesung.

‘Apa yang harus aku lakukan Hyung? Apa? kumohon katakan apa yang harus aku lakukan?’ Siwon menjatuhkan tubuhnya dilantai dengan masih menekuk lututnya, ia membiarkan liquid bening itu terus mengalir tanpa henti.

.

::NO MATTER who you are!!::

.

Siwon berjalan menyusuri sebuah jalan setapak yang sangat terasa aneh, perasaannya tidak tenang saat berada ditempat itu, matanya menyusuri setiap sudut tempat yang hanya berwarna putih tanpa ada pemandangan lain.

“Kau menyakitiku, sungguh.”

Ia menghentikan langkahnya, suara merdu yang sangat ia cintai terdengar, ia yakin bahwa itu pasti suara Yesung, matanya semakin gencar mencari dimana suara itu berasal.

“Bagaimana jika aku meninggalkanmu?”

Tidak. Siwon ingin mengeluarkan suaranya, tapi sulit, lidahnya tidak mampu untuk membantunya berbicara, ia melihatnya, melihat sosok yang ia cari. Yesung tengah tersenyum miris menatapnya.

Siwon berusaha keras membuka mulutnya. Sia-sia, ia mencoba terus tapi tetap sia-sia.

“Aku sakit, sakit karenamu, sakit bukan karena penyakitku, tapi sakit karena kau sudah menyiksa batinku.”

Ia tidak bisa lagi mencoba untuk berbicara, mungkin hanya dengan tetesan airmata, itu bisa membantunya menjelaskan apa yang ingin ia katakan.

“Tolong, apa kau tidak mencintaiku lagi? Apa aku tidak berharga bagimu? Hatiku perih saat melihat mereka mencemooh dirimu, mencemooh orang yang paling aku cintai.”

Siwon membatu, ia hanya bisa menggigit bibirnya kuat-kuat dengan pandangan yang mulai mengabur.

“Biarkan aku melepaskan rasa sakitku dengan caraku sendiri.”

Siwon menggeleng, ia mulai mencoba kembali membuka mulutnya untuk berbicara, namun masih tidak bisa, tempat itu menyiksanya, tempat itu membuat ia tidak bisa menjelaskan apa yang ingin ia katakan kepada orang yang ia cintai.

Tempat apa ini sebenarnya? Mengapa semua begitu menyakitkan? Mengapa Siwon harus melihat Yesung menangis dan mengatakan hal-hal yang membuat Siwon sakit?

“Bolehkah…. Siwon?”

.

“TIDAAAAAAAAK!!”

Hosh. Hosh. Hosh.

Siwon meneguk ludahnya dengan susah, ia mengusap peluh yang mengalir deras dikeningnya. Mimpi? Yang ia rasakan baru saja adalah mimpi? Tapi mengapa mimpi itu begitu menyesakkan?

Itu sebuah mimpi buruk yang sangat tidak ia inginkan, Tapi mengapa itu terjadi?

Siwon mengarahkan pandangannya kearah ranjang, ia masih melihat Yesung masih menutup matanya. ia tersenyum tipis lalu merebahkan tubuhnya disamping Yesung. Ia melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh itu.

Sakit. Itulah yang semakin ia rasakan saat ia melihat cairan bening mengalir dikedua sudut mata Yesung, bahkan saat Yesung masih dalam keadaan belum sadarkan diri, ia menangis? Apa sesakit itu yang ia rasakan?

Siwon menyeka liquid itu dengan ibu jarinya lalu mengecup kening Yesung. “Tidak, kau tidak boleh melakukannya, aku yang akan menyembuhkan lukamu Baby, aku berjanji.” Bisiknya lalu mulai menutup matanya, ikut tertidur dalam kesakitan yang ia rasakan.

Tidak adakah kesempatan untuk membantunya menyembuhkan luka dihati Yesung? Tidak adakah kesempatan untuknya bisa membahagiakan orang yang selama ini ia sakiti? Tidak adakah?

Apa takdir itu sangat kejam hingga membuat dua orang yang saling mencintai merasakan sakit? Apakah tuhan begitu kejam kepadanya? Apakah semua itu benar?

.

::NO MATTER who you are!!::

.

Pagi menguar dengan bunyi-bunyian jendela yang terbuka lebar disebuah kamar dengan kesakitan yang masih sangat terasa. Obsidian tajam itu terbuka secara tiba-tiba, ia sangat berharap bahwa pagi ini, kesakitan yang ia rasakan tadi malam akan segera pagi.

Tapi ternyata Tuhan tidak mengabulkannya, kesakitan itu semakin ia rasakan didadanya. Siwon menyentuh dadanya, ia menoleh kesisi kiri untuk menatap orang yang ia cintai, dahinya berkerut heran saat ia tidak menemukan namja itu.

Baby, argh!!” Siwon menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut, ia meraba sisi bibirnya sudah diobati begitupula luka-luka yang lain.

Siwon bangkit dari ranjangnya untuk mencari keberadaan Yesung yang terasa begitu aneh baginya, tidak seperti biasanya ia bangun tanpa dibangunkan oleh istrinya tersebut. “Baby, kau dimana?”

Ia masih mengelilingi setiap ruangan di apartemen itu, tapi ia tidak juga menemukan Yesung. “Baby katakan kau dimana?” Siwon khawatir, ia mulai tidak tenang saat tidak menemukan apapun. Ia berlari kesana kemari, terus mencari disetiap sudut ruangan serta kamar yang ada disana, tapi sia-sia karena namja manis itu tidak terlihat dimanapun.

Tanpa sengaja mata Siwon menemukan sebuah kertas putih diatas meja dengan sebuah kalung yang sangat ia ingat tergeletak didepan ruang TV. Ia melangkah pelan dengan sebelumnya meneguk salivanya. Siwon mulai khawatir dengan apa yang ia pikirkan.

‘Yesung.’ Batinnya benar-benar ketakutan saat tangan kekarnya sudah meraih kertas tersebut bersamaan dengan kalung pemberiannya, kalung hadiah natal darinya.

Pagi Siwonnie.

Mianhae aku harus mengatakan hal ini, aku tidak bisa lagi bersamamu, selama ini aku sudah cukup bertahan, namun ternyata hatiku sudah tidak bisa menerimanya lagi, aku tidak bisa merasakan udara segar yang aku hirup, aku tidak bisa lagi melihat cahaya dimataku, semuanya gelap dan terasa menyakitkan.

Siwon terperosot kelantai dengan masih memegang kertas yang ada ditangan kirinya, sedangkan tangan kanannya meremas kuat kalung berbandul kura-kura yang kini tengah melukai tangannya dengan darah.

Berkali-kali aku tegaskan pada hatiku untuk tetap bertahan disisimu karena aku mencintaimu, walau pada kenyataannya aku pasti akan terus terluka, terluka dan terluka. Tapi sekali lagi mianhae Siwon, untuk saat ini aku ingin berusaha menyembuhkan lukaku sendiri, aku tidak tau apa aku bisa atau tidak, tapi aku akan tetap berusaha.

Jangan berpikir bahwa aku tidak mencintaimu, aku sangat mencintaimu Siwon, bahkan cintaku tidak sedangkal yang orang-orang kira. Dan aku juga tau kau mempunyai rasa yang sama sepertiku. Untuk saat ini, tolong biarkan aku sendiri, aku tidak tau kapan aku akan kembali. Jangan mencariku!! Karena nanti aku akan kembali lagi setelah lukaku sembuh.

Saranghaeyo Choi Siwon.

Choi Yesung.

“Ti-dak..” suara Siwon parau, obsidian yang biasanya tajam terlihat sangat senduh dengan hiasan liquid bening yang sangat menyakitkan. Ia meremas kertas yang ada ditangannya dan membiarkan kalung kura-kura itu terus membuat tangan kanannya berdarah karena terlalu keras menggenggam. “Kau tidak boleh pergi Baby.”

“Aku yang akan menyembuhkan lukamu, hanya aku yang bisa melakukannya.” Tuturnya sangat lirih dengan terus menundukkan kepalanya. “Tanpamu aku tidak bisa melakukan apapun, sungguh.”

.

::NO MATTER who you are!!::

.

Semenjak kepergian Yesung yang tiba-tiba, Siwon terus saja mencari kemanapun ia berjalan. Tidak peduli cuaca yang extreme, tatapan jijik orang-orang yang mengetahui bahwa ia adalah seorang namja yang menjual tubuhnya, rasa lapar serta kesakitan yang ada ditubuhnya, ia tidak peduli.

Hatinya yang terasa perih lebih sakit daripada apapun, lebih sakit dari sebuah tusukan pedang kejantungnya. Matanya terus mengedar tanpa henti, bertanya dari satu orang ke orang lain, singgah dari satu tempat ke tempat lain, mencari dari pagi hingga tengah malam.

Terus seperti itu hingga 3 hari berlalu begitu saja. Siwon tergeletak lemas dilantai apartemennya, 3 hari ini ia tidak memasukkan sesuatu apapun diperutnya. Tidak ada nafsu untuk memakan ataupun berjalan kearah dapur untuk mengisi perutnya. Yang ia butuhkan sekarang hanyalah Yesung, namja yang menjadi semangat hidupnya.

Siwon menatap langit-langit ruangan itu dengan meletakkan tubuhnya dilantai yang sangat dingin, tidak ia hiraukan jika lantai itu sangat mencabik-cabik tubuh kekarnya. ‘Aku merindukanmu Baby, kau dimana?’

“Wonnie, aku bahagia bisa menikah denganmu, aku berharap kelak orangtuamu akan merestui hubungan kita, dan aku juga berharap kelak kita tidak akan tinggal berdua lagi, melainkan bertiga, dengan seseorang yang aku harap akan hadir didalam hidup kita, seorang bayi yang sangat lucu.”

Siwon memejamkan matanya, mengenang kata-kata indah dan saat-saat bersama dengan Yesung. Saat-saat yang selalu begitu membahagiakan baginya.

“Aku akan bersamamu, tidak peduli apapun yang terjadi.”

Kali ini ia terkekeh miris dengan masih menutup matanya. ia sangat berharap Yesung bisa menepati kata-katanya, tapi mengapa apa yang ia harapkan berbeda jauh dari kenyataannya. Apakah luka yang dirasakan Yesung sudah mencapai puncaknya? Apakah namja manis itu tidak bisa lagi menahan kesakitan yang Siwon berikan?

“Aku sakit Choi Siwon, aku sakit karenamu!! Aku selalu berpikir bahwa aku adalah namja yang beruntung karena memilikimu dan menikah denganmu, tapi ternyata aku salah, aku tidak seberuntung itu, aku tidak pernah bermimpi akan mendapatkan luka sesakit ini.”

Baby.’ Siwon menangis, menjadi namja yang cengeng karena Yesung, menjadi namja yang lemah karena Yesung, menjadi Choi Siwon yang berbeda dari yang dulu. Ia tidak sekuat dulu, ia tidak setegar dulu, ia sangat menyadari bahwa ia tidak bisa melakukan apapun jika Yesung tidak berada disisinya, tidak bisa.

.

Siwon melangkah gontai kesebuah rumah yang sangat indah dan mempesona. Dengan langkah yang terseok-seok, ia terus berusaha untuk menguatkan tubuhnya.

“Silahkan masuk tuan!!” seorang maid menyuruhnya untuk masuk kedalam. Iapun mengikuti secara perlahan. Tak jauh darisana, terlihat seorang namja cantik tengah bercumbu mesra dengan seseorang diruangan tertutup disalah satu sudut rumah tersebut.

“Siwon?” Tutur namja cantik itu saat maid berbicara lirih padanya, ia menghentikan aktifitas yang ia lakukan lalu menatap kearah Siwon berdiri.

Ia tersenyum sinis saat melihat namja tampan itu terlihat sangat kacau. Ia berdiri dan melipat kedua tangannya didepan dada. “Untuk apa kau kesini, eh? Apa kau butuh uang? Apa uangmu telah habis?” tanyanya dingin.

Siwon tersenyum tipis lalu menggeleng. “Lalu apa yang kau inginkan dariku? Aku tidak butuh tubuhmu lagi Siwon, aku sudah mempunyai dia.” Terangnya dengan menarik namja yang ada disampingnya untuk berdiri lalu memeluknya erat. “Aku sangat mencintainya.” Lanjutnya.

“Mianhae Heechul-ssi, aku kesini bukan untuk uang atau apapun itu. Dan sebelumnya selamat jika kau sudah mempunyai orang yang kau cintai, aku harap dia akan membahagiakanmu.” Ujar Siwon.

“Aku Hangeng, apa kau yang bernama Siwon?” tanya namja tampan dengan surai hitam dan mata sipit namun terlihat begitu berwibawa.

“Ne, aku Siwon, mianhae jika aku menganggu aktifitas kalian, aku hanya ingin meminta tolong padamu Heechul-ssi.” Siwon mulai merendah, ia benar-benar butuh bantuan dari Heechul, karena menurutnya, saat ini hanya Heechul yang bisa membantunya.

“Mworago? Kau bilang apa? setelah beberapa hari lalu kau mengacuhkanku, sekarang kau ingin meminta tolong padaku, huh? Hahahahahah~” Heechul tertawa sangat keras. Sedangkan Hangeng dan Siwon hanya diam. “Wae? Apa istrimu masuk rumah sakit lagi? Apa penyakit dia kambuh dan hampir mati, eh?” ledeknya.

Siwon mengeratkan tangannya kuat-kuat, emosinya hampir memuncak, namun ia sadar bahwa alasan ia menemui namja itu untuk benar-benar meminta tolong. “Aku tidak peduli apa yang kau bicarakan Heechul-ssi, aku hanya ingin mengatakan bahwa apa yang kau katakan semuanya salah, Yesung baik-baik saja, hanya saja….” Siwon menghentikan ucapannya dan menunduk.

“Ada apa Siwon-ssi? Terjadi sesuatu pada istrimu?” tanya Hangeng pelan, berbeda dengan Heechul, Hangeng lebih terlihat sangat baik dibanding namja cantik itu. Tatapan yang ia berikan kepada Siwonpun sangat hangat.

“Hannie-“

“Diam Chullie!!” Heechul terkejut mendengar ucapan berat dari Hangeng, baru kali ini ia melihat Hangeng seperti itu. Hangeng memang adalah teman baiknya sejak dulu yang ternyata menyimpan perasaan Cinta yang sama seperti Heechul. Tapi karena tiba-tiba namja tampan itu menghilang, Heechul menjadi sangat kacau dan mengubah dirinya menjadi namja yang sangat kejam.

Tapi beberapa hari yang lalu Hangeng datang dikehidupan Heechul dan membuat rasa cinta yang masih dipendam namja cantik itu tiba-tiba datang lagi. “Katakan Siwon-ssi, apa yang bisa kami bantu?”

Heechul terlihat sangat kesal, ia duduk disofa dengan melipat kedua tangannya didepan dada. “Istriku…… pergi dari rumah.”

Glup.

Heechul melebarkan matanya. setahunya, istri Siwon tidak mungkin melakukan hal itu, tapi bagaimana mungkin sekarang Siwon datang dan mengatakan jika Yesung pergi dari rumah?

“Apa? Istrimu pergi dari rumah? Sejak kapan?” Hangeng terlihat sangat khawatir, ia mendekati Siwon dan menyentuh kedua pundak namja berdimple smile itu.

Siwon mengangkat kepalanya dengan senyuman miris. “4 hari yang lalu. Aku sudah berusaha mencarinya kemanapun, tapi sampai sekarang aku tidak bisa menemukannya.” Siwon menutup wajahnya dengan tangan kekarnya, lalu mengusapnya frustasi.

“Hey, tenanglah Siwon-ssi, kami akan membantumu untuk mencari dia.”

“Tidak!!” cetus Heechul membuat Hangeng dan Siwon menatap kearahnya. “Tidak akan!! Itu urusanmu Siwon, dan aku tidak akan mau membantumu.”

“Chullie-ah-“

“Hannie!! Aku tidak akan membantunya!!” Hangeng terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.

“Jika kau tidak mau membantunya, aku yang akan membantunya!! Kajja Siwon-ssi, kita cari istrimu.” Ajak Hangeng dengan berjalan mendahului Siwon, ia tidak memperdulikan Heechul yang menatap mereka marah.

“YA!! HANNIIIEEEEEE!!!”

Seharian Siwon dan Hangeng mencari kemanapun hingga malam menjelang. Hangeng menyarankan kepada Siwon untuk tetap menunggu diapartemen, sementara Hangeng mengerahkan para bodyguardnya untuk mencari keberadaan Yesung.

.

::NO MATTER who you are!!::

.

Disuatu tempat, namja manis itu tengah menengadahkan kepalanya kearah langit. Merasakan hembusan angin serta butiran salju yang menyusuri setiap lekuk indah wajahnya. Ia ingin bebas, ingin merasakan ketenangan yang selama ini tidak ia rasakan.

Entah sudah berapa kali ia menghembuskan nafasnya berat. Ia menatap kedepan, dimana terlihat riuh kegembiraan menjelang malam pergantian tahun. Masih sangat ia ingat saat dimana Siwon mengatakan ingin membawanya ketempat yang ia ingin, tapi ternyata itu hanya kenangan. Semua itu tidak akan pernah terjadi.

Yesung tersenyum miris melihat lampu warna warni yang berkelap-kelip, terkadang kembang api terlihat begitu indah dari sudut ia duduk. Duduk dibawah pohon yang terletak didataran tinggi disuatu daerah.

“Tahun ini kita tidak akan merayakan tahun baru bersama Siwonnie, apa kau merindukanku, hm?” tanyanya entah pada siapa, dengan sesekali tersenyum melihat keindahan kembang api. Suara debuman terdengar dari seluruh penjuru, hal yang sangat ditunggu bagi setiap pasangan untuk bisa melalui malam pergantian tahun.

“Aku merindukanmu.”

“Aku juga sangat merindukanmu Baby.”

DEG.

Yesung tercengang dengan suara yang terdengar dari arah belakang, ia tidak berani menoleh, hanya bisa membulatkan matanya ketika sepasang tangan kekar melingkar dilehernya. “Aku merindukanmu Baby, sungguh.”

‘Siwon.’ Batinnya. Ia merasakan Siwon menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Yesung. Sedikit demi sedikit Yesung merasakan basah disekitar leher, bahu serta mantel yang ia kenakan. Yesung menolehkan kepalanya lalu meraih kepala Siwon. “Kau menangis?” tanya Yesung dengan menghapus liquid yang meluncur secara bersamaan dari obsidian itu.

“Ku mohon jangan pergi lagi, Jebal.” Yesung terdiam, bagaimana bisa Siwon menemukan dirinya yang jelas-jelas telah meninggalkan Korea dan tinggal disuatu kota terpencil didataran tinggi di Jepang.

“Darimana kau tau aku disini?”

“Tidak penting darimana aku tau, sekarang aku hanya ingin kau tidak pergi lagi dariku, kumohon!!”

“Tidak sebelum kau berhenti melakukan pekerjaan itu Siwon, aku tidak cukup kuat untuk membiarkanmu seperti itu.” Yesung mengalihkan pandangannya untuk tidak menatap Siwon.

“Aku berhenti!! Aku sudah berhenti!! Dan aku akan berhenti!!” sahut Siwon tanpa menunggu waktu lama. Yesung terperangah dengan jawaban Siwon, tatapan Siwon seakan memberitahukan bahwa apa yang ia ucapkan itu jujur. “Aku berhenti Baby, aku tidak akan melakukan pekerjaan itu lagi.”

“K-kau serius?” berganti Siwon yang menangkupkan kedua pipi Yesung.

“Aku sangat serius, aku tidak akan menyakitimu lagi, aku akan bekerja apapun untuk menghidupi kehidupan kita, tidak peduli walau aku harus menjadi seorang penyanyi jalanan.” Yesung tersenyum disela-sela tangisnya, ia mengusap kasar airmatanya lalu memeluk erat tubuh Siwon.

“Gomawo Wonnie, aku sangat bahagia jika ternyata kau mau berhenti dari pekerjaanmu itu.”

“Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku yang akan menyembuhkan luka dihatimu, dan sekarang aku harus melakukannya.” Yesung semakin menenggelamkan kepala didada Siwon. “Aku mencintaimu.”

“Aku lebih mencintaimu Wonnie, mianhae.”

Jdaaarrr.

“Ahhh!!” Yesung menenggelamkan kepalanya lebih dalam saat terdengar suara debuman keras.

“Hey, lihat baby!! Ini sudah pergantian tahun!!” seru Siwon saat melihat kembang api sudah terlihat begitu indah dilangit. Yesungpun melepaskan pelukannya dan menatap kearah langit.

“Indah.”

Make a wish!!” Yesung menoleh kearah Siwon dengan mengernyitkan dahinya.

Make a wish? Untuk?”

Baby, kita harus membuat harapan ditahun yang baru ini, cepat make a wish!!” Siwon menautkan jari-jari tangannya lalu menutup kedua matanya. diikuti dengan Yesung yang juga melakukan hal yang sama.

Sepersekian detik mereka terdiam dalam keheningan dan hanya menyisahkan debuman-debuman suara kembang api yang menggambar indah dilangit yang hitam. “Sudah.” Ujar Yesung lalu bangkit dari duduknya.

Ia membuka kedua tangannya dan menyesap udara dingin yang begitu membahagiakan baginya. Hatinya terasa begitu tenang dan bisa lagi menghirup udara segar tanpa ada bongkahan batu yang tadinya menutup dadanya.

Greb.

Siwon melingkarkan tangannya dipinggang Yesung dan meletakkan dagunya dibahu kanan istrinya. “Apa harapan dan permintaanmu Baby?”

“Hng? Rahasia.”

“Aish~ kau pelit sekali, eh? Ayo katakan apa!!”

“Aniya, itu rahasia dan kata orang tidak akan terkabul jika diberitahukan kepada orang lain.”

“Tapi aku bukan orang lain, aku suamimu.” Yesung tersenyum lalu memutar tubuhnya untuk lebih dekat dengan Siwon. Ia mengalungkan tangannya dileher Siwon.

“Kau memang suamiku tapi rahasia tetap rahasia.” Ujarnya dengan menjulurkan lidahnya. Siwon berseringai lalu melumat bibir tipis itu, menarik lidah Yesung untuk dihisapnya lebih dalam.

“Baiklah jika itu rahasiamu, bagaimana jika sekarang kita membuat sesuatu agar kita berdua tidak kesepian lagi?” usulnya dengan masih berseringai.

“Membuat sesuatu? Apa?” tanpa pikir panjang Siwon langsung menggendong tubuh mungil itu. “Huwaaaaa~ Wonnie apa yang kau lakukan!! Cepat turunkan aku!!” Ronta Yesung saat Siwon berputar-putar dengan masih menggendong tubuhnya. “Wonnieeee~”

“Kita akan membuat seorang anak untuk melengkapi kehidupan kita Baby.”

.

.

~END~

.

Huwaaaaa~ END ^^ otthae?? Mianhae~ author tau ini sangat sangat weird bgt hahaha~ mianhae untuk yang request ff ini >_< ..

Yang udah baca wajib comment ne ^^

Gomawo #hug

119 comments on “NO MATTER who you are !! – Chapter 2 [END]

  1. langsung baca 2 chap xD
    cerita bagus chingu xD
    ga bisa ngbayangin deh klp ada d posisi yesung😥 aku suka ff yg pnuh kata2 yg menyakitkan (?) xD nice ff ‘-‘)b

  2. hwahh, akhirnya merek bahagia juga^^
    ah, aku sebenarnya ingin sampai ortu siwon merestui mereka.tp gpp deh, yg penting mereka gak terpisah.

    see ya~^^

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s