Bloody Eternity – Chapter 3 [END]

Chap 3 of 3

Main Cast : KyuSung

Pairing : Pairing lainnya akan muncul seiring berjalannya cerita

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/Comfort

Rate : M

Summary : Apakah Yesung akan kembali bertemu dengan Kyuhyun? Dan apakah terjadi sesuatu yang mengejutkan dikehidupan Yesung maupun Kyuhyun?

Warning : Yaoi, NC, Typo(s), alur cepat, OOC, Keluar dari kata LOGIS >< [mianhae jika ada yang gak suka]. FF absurd pertama yang pernah author buat ^^

Cr : For all who requested this Story ^^~. And Thanks to Kyuna for the Tittle ^^~

Previous Story Chapter 2

.

bloody3

.

Apakah salah bila seorang Vampire mempunyai mimpi agar dilahirkan menjadi seorang manusia biasa? Apakah seorang Vampire tidak boleh mempunyai rasa yang bernama ‘Cinta’? bila memang semua itu tidak boleh dirasakan oleh seorang Vampire, bisakah ia berharap untuk merubah takdir itu?

.

‘Apa yang aku lakukan jika aku bertemu denganmu, hm?’ tanyanya entah pada siapa. ‘Kau tau aku sangat mencintaimu tapi juga membencimu Cho Kyuhyun. Dan kau tau, beberapa hari lagi aku akan bertunangan dengan orang yang tidak aku kenal.’

“Donghae.” Ucapnya tiba-tiba. Teringat namja teman dari Kyuhyun yang sudah lama tidak ia jumpai. Setelah menatap jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam, Yesung bergegas untuk segera keluar dari istananya, tidak untuk mencari seorang korban, tapi bermaksud untuk menemui Donghae.

.

Happy Reading

.

“Oohhh~ Hae-ah~ ppaliii~ There~” desahan terus saja keluar dari bibir namja bergummy smile itu. Sedangkan namja berjuluk Fishy itu terus menusuk hole milik namjachingunya.

“Ohhh~ Hyukkie… kauh ketaaat!! Ugh!!”

“Ahhhh~ ak-kuuuh keluaaarrrrr!!”

“AAAHHHH HYUKKIEEEEE!!!”

Splurt.

Cairan putih kental langsung membasahi tubuh mereka berdua, tubuh Donghae roboh di atas tubuh mungil Hyukkie, mereka masih berciuman walau keduanya sudah merasa sangat lelah. “Saranghae Hyukkie-ah!!”

“Nado~” tautan bibirpun kembali mereka lakukan dengan junior Donghae yang masih tertanam di hole Hyukkie.

“Apa kalian belum selesai?” sebuah suara datar yang terdengar dikamar Donghae itu membuat mereka berdua melepaskan tautan bibirnya dan bertatapan. “Aish~ kenapa aku bisa melihat kejadian memalukan ini, eh?” suara itu, suara yang pernah dikenal oleh Donghae beberapa tahun yang lalu.

Donghae ataupun Hyukkie sama-sama menoleh kearah suara itu datang, disudut kamar mereka terlihat sekilas seorang namja manis berjubah hitam tengah melipat kedua tangannya didepan dada. “SI-SIAPA KAU!!!” jerit Hyukkie seraya mendorong tubuh Donghae untuk tidak berada diatasnya lagi. “KENAPA KAU MASUK TANPA MEMINTA IJIN, HUH!!”

“Hahahaha!! Untuk apa aku meminta ijin, eh? Aku bisa masuk kapanpun aku mau!!”

“Hae-ah siapa dia? Mengapa dia bisa masuk?”

“Hyu-hyukkie aku tidak tau, dan kau…” Donghae memicingkan matanya saat melihat sosok gelap itu, merasa Donghae tengah menatapnya, namja manis itu benar-benar menampakkan dirinya. “Kau!!”

“Apa?” tanya Yesung saat dirinya dan juga Donghae duduk dibalkon rumah Donghae.

“Ne, aku mendengar beberapa saat yang lalu, jika Kyuhyun akan bertunangan dengan seseorang pilihan Appanya.” Yesung menatap kearah lain, sungguh ia sangat terkejut dan sedih. Mengapa setelah sekian lama ia tidak tau kabar Kyuhyun, sekarang malah terdengar kabar jika namja yang ia cintai akan bertunangan dengan orang lain.

“Apa kau tau dimana dia tinggal?” tanya Yesung tanpa menatap kearah Donghae.

“Mianhae Yesung-ah, aku tidak tau, dia tidak mengatakannnya.”

‘Kau tidak mencintaiku!! Akhirnya aku sadar apa alasan kau meninggalkanku, bukan karena aku seorang Vampire, melainkan kau tidak benar-benar mencintaiku.’ Batin Yesung seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Yesung-ah?”

“Aku pergi,”

Wust.

Tanpa menunggu ucapan dari Donghae, Yesung sudah lebih dulu menghilang dari pandangan. “Aku belum memberitahumu bahwa Kyuhyun sangat mencintaimu Yesung!!” lirih Donghae saat semuanya sudah terlambat.

.

::Bloody Eternity::

.

Hari yang ditunggu-tunggupun datang. Setelah hari dimana Yesung menemui Donghae, Yesung sudah memutuskan untuk menerima keputusan sang Appa, bertunangan dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal.

Mungkin benar kata orang-orang, cinta itu akan datang seiring dengan berjalannya waktu, dan Yesung sudah mulai mempercayainya, ia percaya takdir yang akan membuatnya bahagia.

“Kau sudah siap sayang?” belaian lembut dari Jaejoong tidak membuat Yesung tersenyum ataupun merubah mimik wajah dinginnya. Jaejoong merapikan jas hitam yang dipakai oleh Yesung dan juga menyisir rambut Yesung yang sedikit teracak. “Kajja kita keluar, tunanganmu sudah menunggu lama.”

Yesung menghembuskan nafasnya berat. ‘Semuanya sudah berakhir Kyuhyun, aku akan melupakanmu, selamanya.’

“Mom!!”

“Hng? Ne?”

“Apa aku akan sebahagia kalian?” Jaejoong tersenyum lalu memeluk tubuh putranya dari belakang yang masih fokus pada cermin.

“Kau pasti bahagia, bahkan akan bisa lebih bahagia dibanding Mom dan Dad.”

“Betulkah?”

“Kau harus percaya ucapan Mom, dulu Mom juga percaya ucapan Eomma Mom, dan kau lihat!! Mom sangat bahagia hidup bersama Daddymu.” Sepintas Yesung terdiam dan berpikir, tidak ada salahnya ia menuruti keinginan orangtuanya, bukankah itu akan lebih baik karena menurutnya Kyuhyun sudah benar-benar meninggalkannya?

“Ne, aku percaya. Gomawo Mom.” Yesung memutar tubuhnya dan membalas pelukan Jaejoong, sangat hangat dan membuatnya merasakan ketenangan yang sudah lama tidak ia rasakan.

Dengan mencoba untuk tenang, Yesung dan Jaejoong menuruni anak tangga untuk menuju kesebuah ruangan pesta pertunangan Yesung. Saat sampai disebuah pintu besar, Yesung terdiam dan mengambil nafas panjang. “Kau sangat manis sayang, jadi kau tidak perlu gugup, orang-orang akan terkagum melihat penampilanmu.”

“Mom~” rajuk Yesung dan terlihat sangat manja, membuat Jaejoong tersenyum dan mengecup pipi sang anak. “Saranghae Mom.”

“Nado sayang, kajja!!”

Pintu itu terbuka, dan terlihat banyak sekali namja serta Yeoja berpakaian hitam yang menatap kearah mereka berdua. “Ba-banyak sekali orang.” Ujar Yesung lirih, ia benar-benar gugup saat ini, pesta pertunangan yang ia kira hanya sebuah pesta kecil ternyata berbeda dengan apa yang ia pikirkan.

Pesta yang begitu mewah dan dihadiri oleh berbagai tamu yang juga sama seperti keluarganya, ras Vampire. “Kau benar-benar mengagumkan Yesungie.” Puji Heechul yang membuat Yesung menunduk malu. “Kajja, tunanganmu sudah menunggu.” Heechul menarik tangan Yesung untuk membawanya kesebuah meja dimana tunangan dan juga keluarganya sudah menunggu. “Daddy~”

Dengan suara manja yang dikeluarkan Heechul, dan Yesung yang masih menunduk malu. Sebuah kejadian yang tidak diduga terjadi. Xian dan keluarganya yang memakai setelan berwarna putih terdiam dan terkejut menatap sosok Yesung. “Yesung.” Panggil Yunho.

‘Apa? Y-Yesung?’ batin Xian lalu menatap sosok itu lebih dalam, matanya membulat sempurna saat melihat namja manis tersebut.

Glup.

Yesung yang mengerti panggilan sang Appa langsung mengangkat kepalanya dan betapa ia sangat terkejut saat melihat namja tampan yang memakai setelan putih itu. ‘Kyuhyun.’

Benar-benar diluar dugaannya, Yesung ataupun Xian yang ternyata adalah Kyuhyun tetap saling menatap tanpa suara. Kyuhyun juga seorang Vampire sama seperti Yesung, hanya saja beberapa tahun yang lalu ia melarikan diri dari istananya untuk mencoba menjadi seorang manusia biasa.

Dan saat itu ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Yesung, itu jugalah yang membuat Kyuhyun tidak takut saat bertemu dengan seorang Vampire seperti Yesung. Kyuhyun ingin membuat Yesung seperti dirinya, seorang Vampire yang hanya menghisap darah dari Hewan, bukan manusia.

Tapi satu tahun yang lalu, keluarga Kyuhyun geram dan berhasil menemukan dimana Kyuhyun tinggal, hingga akhirnya mereka menyeret Kyuhyun untuk dibawa kembali menjadi seorang Vampire. Xian, itu adalah nama Kyuhyun di ras Vampire. Sama seperti Hyungnya, Yuan, nama aslinya adalah Siwon.

Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Yesung. Sedangkan Heechul mulai duduk dan ikut mengobrol dengan Yuan dan keluarganya. Membiarkan Yesung dan Kyuhyun terdiam dalam tatapannya. “Yesung.” Kyuhyun mengulurkan tangannya perlahan untuk mencoba meraih tubuh yang sangat ia rindukan tersebut.

“Yesungie~”

“Jangan sentuh aku!!” suara itu terdengar lagi, kali ini terdengar sangat dingin, Kyuhyun melihat perubahan diwajah Yesung, namja manis itu terlihat menakutkan dari sebelumnya.

“Kalian sudah saling kenal?” tanya Leeteuk yang juga Eomma dari Kyuhyun dan Siwon.

“Betulkah kalian saling mengenal? Baguslah kalau memang begitu.” Sahut Jaejoong menambahi.

.

::Bloody Eternity::

.

Dihutan gelap yang ada belakang istana Yesung. Terlihat dua orang namja yang duduk disebuah kursi panjang tanpa bersuara, tanpa menatap ataupun saling berdekatan. Mereka seperti sedang berpikir keras dengan apa yang terjadi saat ini.

“Yesung.”

“Jadi kau juga seorang Vampire?” Kyuhyun menoleh kearah Yesung yang fokus menatap kedepan. “Itulah yang membuatmu tidak takut saat bertemu denganku bukan?”

“Aku-“

“Kenapa kau membohongiku? Kenapa kau tidak mengatakannya jika kita sama? DAN KENAPA KAU TIBA-TIBA MENINGGALKANKU!!” bentaknya seketika dengan mata merahnya yang sudah sangat marah. Taring itu keluar, dan kuku-kuku runcing Yesung terlihat.

Kyuhyun sedikit memundurkan tubuhnya karena merasakan aura membunuh yang sangat hebat dihadapannya. Ia tidak pernah merasakan aura ini sebelumnya. ‘Aura ini….’

“Argh!!” Kyuhyun memejamkan matanya saat Yesung mencekik lehernya dan sedikit mengangkat tubuh Kyuhyun keatas. “Ye-sung-gie aarrghh!!”

Yesung seperti tidak terkendali, yang ia pikirkan sekarang hanyalah membunuh, membunuh namja yang ada dihadapannya. Rasa cinta yang ia rasakan sebelumnya tiba-tiba menghilang, entah apa yang merasuki dirinya saat ini. Kyuhyun merasa yang ada dihadapannya saat ini bukanlah Yesung. “Ye-sung-gie Jeb-baal… mi-an-haee!! Ugh!!”

Kyuhyun tidak berniat mengeluarkan kuku runcing serta taringnya karena ia tidak mau menyakiti namja manis itu. Rasa cintanya melebihi apapun hingga membuat ia rela walau harus mati sekarang. Bila harus dibandingkan, Kyuhyun bisa lebih kuat daripada Yesung, tapi semua itu tidak ada gunanya saat ini. “Sa-rang-hae!!”

BUGH.

Tubuh Kyuhyun terjatuh ketanah saat Yesung tiba-tiba melepas cekikannya. “Uhhukk Uhhuukkk!!” Kyuhyun menyentuh lehernya yang sudah memar karena cekikan itu. “Yesungie, uhuuukk!!”

“Aku tidak mau mendengarnya!!” lirihnya, kuku, taring serta mata yang tadi terlihat kejam sudah tidak terlihat lagi, kata-kata Kyuhyun seperti membuat kesadaran Yesung kembali.

“Yesungie-“

“Stop!!” Yesung memundurkan langkahnya saat Kyuhyun berdiri dan ingin meraih tubuhnya.

“Ye-“

“AKU BILANG BERHENTI!!” Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap senduh kearah Yesung.

“Aku mohon maafkan aku!!”

Dugh.

Yesung membulatkan matanya saat Kyuhyun duduk dengan menumpukan tubuhnya dengan kedua lututnya tepat dihadapan Yesung. “Mianhae.” Ucapan Kyuhyun begitu menyakitkan dihati Yesung, dan tanpa diduga, butiran-butiran salju mulai turun perlahan, menambah kesan dingin ditubuh mereka berdua.

“Aku mohon maafkan aku.”

“…………” semua terasa seperti mimpi, seseorang yang terduduk didepannya sangat membuat Yesung tidak tau harus melakukan apa.

Disisi lain ia masih sangat mencintai namja tersebut, tapi dihatinya yang lain, masih ada rasa benci yang menutupi karena kejadian masa lalu.

“Aku tau aku bersalah, aku berbohong kepadamu, aku tidak mengatakan yang sebenarnya kepadamu, kumohon maafkan aku Yesungie, aku masih sangat-“

“CUKUP!!” Potong Yesung seraya menutup kedua telinganya. “Cukup!! Aku tidak mau mendengar ucapanmu, semua itu hanya omong kosong!!”

“Ye-“ tanpa mendengar ucapan Kyuhyun, Yesung berlari meninggalkan Kyuhyun untuk masuk kedalam istananya. Menyisahkan Kyuhyun yang masih saja terduduk dengan bertumpu pada kedua lututnya.

‘Aku akan tetap disini sampai kau memaafkanku Yesungie, aku akan membuktikan bahwa cintaku tidak omong kosong.’ Batin Kyuhyun seraya menengadahkan kepalanya kelangit, membuat wajahnya terkena butiran-butiran salju yang sangat dingin.

.

::Bloody Eternity::

.

“Yesungie, dimana Xian?” tanya Heechul saat melihat Yesung masuk kedalam istananya sendirian.

“Yesungie?” Yesung hanya menatap keluarganya dan keluarga Kyuhyun dengan tatapan datar lalu berjalan meninggalkan tempat itu, berjalan masuk kedalam kamarnya.

“Mianhae, Yesung memang sangat dingin, sikapnya selalu seperti itu, tapi dia adalah namja yang sangat baik, aku mohon maaf jika kalian tidak menyukainya.” Berulang kali Jaejoong membungkuk pada keluarga Kyuhyun karena merasa tidak enak.

“Aniya, gwaenchana Joongie-ah, kami mengerti!! Tolong jangan seperti ini.” Sahut Leeteuk sambil meraih bahu namja cantik dihadapannya itu.

“Aku akan mencari Xian Mom.” Kata Yuan sambil melangkah meninggalkan mereka.

“Aku akan mengikuti Yuan juga Mom.” Kata Heechul mengikuti lalu berlari mengejar Yuan.

“XIAN!!” Yuan dan Heechul berlari saat melihat Xian duduk ditengah rintik salju yang sangat dingin. “Xian apa yang kau lakukan? Cepat bangun!! Kau tau salju mulai turun!!”

“Tinggalkan aku disini Hyung, aku ingin menebus kesalahanku pada Yesung.”

Glup.

“Apa? menebus kesalahan?”

“Maksudmu apa?” dengan masih tidak bergerak dalam duduknya, Kyuhyun tersenyum lalu mulai menceritakan semuanya.

“Ja-jadi sebelumnya kalian sudah…..” Yuan tidak bisa melanjutkan ucapannya, apa yang dikatakan dongsaengnya sangatlah tidak bisa dipercaya.

“Dia adalah orang yang aku ceritakan padamu Hyung, dia adalah orang yang sangat aku cintai.”

“Xian.”

“Tolong sampaikan pada Mom dan Dad kalau aku akan terus berada disini sampai Yesung memaafkanku.”

“Berpikirlah logis Xian, kau tau salju sudah turun, walau kau seorang Vampire yang mempunyai kekuatan hebat, tapi jika kau berhari-hari disini tanpa makan, kau bisa mati!!”

“Tidak Hyung, aku tidak akan selemah itu, aku kuat, aku akan kuat sampai Yesung memaafkanku. Tolong percaya aku Hyung!!”

“KYUHYUN-AH!!” Bentak Yuan, ia sudah tidak tau lagi bagaimana cara untuk menasehati dongsaengnya tersebut.

“Siwon Hyung.” Siwon tercengang karena baru kali ini Kyuhyun memanggilnya seperti itu. “Kau pasti bisa mengerti apa yang aku rasakan bukan? Aku sangat mencintainya Hyung, aku tidak bisa melakukan apapun jika dia tidak memaafkanku, ku mohon!! Akan aku lakukan semua yang kubisa untuknya.”

“Yuan, sudahlah, ini adalah pilihan Xian. Aku akan terus memantaunya.”

“Chullie-ah-“

“Kajja kita masuk.” Sejenak Siwon menatap Kyuhyun yang tersenyum kearahnya seperti berkata ‘Aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku.’

“Berjuanglah Kyuhyun-ah, Hyung mempercayaimu, kau pasti bisa membuat Yesung memaafkanmu.”

“Pasti Hyung.” Siwon memberikan pelukan hangat kepada Kyuhyun lalu berjalan pergi dari hutan itu.

Tidak ada penyesalan dihati Kyuhyun, ia memang sudah rela melepaskan semuanya, ia sudah rela walau harus menyerahkan nyawanya agar membuat Yesung memaafkannya. ‘Aku akan terus berada disini sampai aku tidak mampu lagi menahan berat tubuhku, aku akan mengorbankan semuanya untukmu Yesungie, saranghae.’

Permintaan Kyuhyun yang disampaikan oleh Siwon awalnya mendapatkan penolakan dari keluarganya ataupun keluarga Yesung, karena sama saja Kyuhyun tengah menyiksa dirinya. Tapi saat Siwon menceritakan semua kronologi apa yang terjadi, mau tidak mau dengan berat hati mereka harus mengiyakan permintaan Kyuhyun.

Seharian sudah Kyuhyun terdiam dengan posisi sama, ia menunduk dengan wajahnya yang mulai pucat, bagaimana tidak, Salju sudah turun dengan lebat dan terlihat menumpuk diseluruh tempat. Pikiran Kyuhyun kosong, ia sama sekali tidak bergeming dengan keadaan yang ada disekitarnya.

Walau ia merasa tubuhnya sudah sangat kedinginan karena ia hanya memakai setelan jas tanpa jubah ataupun mantel yang menutupi, ia masih terus berusaha untuk membuat hati Yesung tergugah.

Sedangkan sesosok namja manis tengah menyaksikan Kyuhyun diantara butiran-butiran salju yang turun dari jendela kamarnya yang tertutupi gorden. Tidak ada sedikitpun raut wajah kasihan yang ia tunjukkan. Tatapannya datar tanpa celah.

Tergugah? Mungkin akan sangat sulit, Yesung sama sekali membiarkan Kyuhyun yang seperti  ini, padahal seharusnya ia paham apa yang harus ia lakukan.

“Yesungie.” Suara yang muncul dikamarnya tidak membuat tubuhnya bergerak untuk menatap asal suara tersebut. “Yesungie.”

“Bicaralah!! Jangan bertele-tele.” Sahutnya, ia tau bahwa suara itu adalah suara Heechul, Hyungnya sendiri.

“Kau tidak kasihan kepadanya?” tanya Heechul sambil ikut menatap Kyuhyun yang ada diluar sana, mereka melihat Kyuhyun menggigit bibir bagian bawahnya kuat-kuat karena mungkin merasa sangat kedinginan. “Apa kau tidak merasakan sedih?”

“…………….”

“Apa kau tidak mengerti seberapa dingin salju yang turun saat ini?”

“……………”

“Apa kau tidak percaya jika ia sangat mencintaimu?”

“……………” berbagai pertanyaan Heechul tidak mendapat sambutan hangat dari Yesung, bahkan namja manis itu mulai berjalan menjauhi jendela.

“Apa kau mau dia mati dan meninggalkanmu selamanya?”

Deg.

Yesung terdiam dalam langkahnya, ucapan Heechul kali ini benar-benar membuat perasaannya gelisah. “Apa kau mau jika itu benar-benar terjadi?”

“Diam dan keluar dari kamarku!!” perintahnya.

“Sampai kapan kau akan seperti ini?”

“Aku bilang Diam!!”

“Bukankah kau juga sangat mencintainya?”

“DIAM!!”

“DAN AKU TIDAK AKAN TINGGAL DIAM!!” Bentak Heechul tak kalah kejam, namja cantik itu melihat tangan mungil Yesung tergenggam, aura hitam nan menakutkanpun ia rasakan. “Kau mau membunuhku?”

“……………….”

“Cepat bunuh!! Aku tidak akan takut!!”

Sreeeek..

“Ugh!!” benar saja, tanpa diduga, Yesung sudah berada didepan Heechul dan mencekik leher Hyungnya sendiri, matanya memerah, taring yang menakutkan itu terlihat lagi. “Ugh!!” Heechul kesakitan, ia merasa tidak bisa bernafas.

“Jangan ikut campur masalahku jika kau tidak ingin kubunuh.”

Braaak..

Yesung melemparkan tubuh Heechul kearah lain hingga menatap kedinding dengan sangat keras. “Argh!!” darah segar mengalir dari sudut bibir namja cantik itu. “Ka-kau akan menyesal saat dia meninggalkanmu Yesungie, ingat ucapanku!!” Heechul masih sempat mengingatkan Dongsaengnya tersebut lalu secara perlahan berjalan keluar dari kamar mengerikan itu.

“Ka-kau akan menyesal saat dia meninggalkanmu Yesungie, ingat ucapanku!!”

.

::Bloody Eternity::

.

“Xian, ini Mom berikan mangsa untuk kau makan!!” Jaejoong datang dengan membawakan seekor kucing untuk makanan Kyuhyun tanpa sepengetahuan Heechul pastinya, karena namja cantik itu sangat menyukai kucing, jadi ia tidak mungkin membiarkan ada kucing yang menjadi mangsa seorang Vampire, sekalipun itu saudaranya sendiri.

“Ghamsa ahjumma-“

“Hey, kau panggil apa? panggil Mom, jangan memanggil ahjumma.” Sahut Jaejoong terlihat kesal. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

“Mianhae… Mom.”

“Nah begitu lebih baik, cepatlah makan, Mom tidak ingin sampai Chullie mengetahuinya, dia bisa sangat marah.”

“Tidak perlu Mom, bawa saja kucing itu kedalam, aku masih kuat.” Jawabnya mencoba menutupi rasa sakit yang sudah mulai ia rasakan.

“Kau itu bicara apa? kau bisa mati Xian, sudah hampir 5 hari kau tidak makan, kalau orangtuamu tau, mereka bisa sangat marah.”

“Aniya Mom, aku baik-baik saja, sungguh. Tolong sampaikan pada Yesung bahwa ia harus makan, aku tau jika hampir 5 hari ini dia juga tidak makan sama sepertiku.”

“Apa?” Jaejoong benar-benar terkejut, bagaimana Kyuhyun tau jika Yesung juga tidak mau makan sepertinya sampai saat ini. Apa mereka berdua sudah mempunyai ikatan batin? Tapi kenapa sampai saat ini Yesung belum juga mau menemui Kyuhyun yang sudah terlihat sangat lemah.

“Yesung tidak sekuat aku, dia bisa mati jika terus seperti itu, sebisa mungkin Mom harus merayunya untuk segera makan, aku tidak ingin melihatnya menyiksa diri sendiri.”

“Lalu apa menurutmu kau tidak menyiksa diri sendiri?” suara itu akhirnya terdengar ditelinga Kyuhyun ataupun Jaejoong, mereka menoleh kearah suara itu berasal dan terlihat Yesung tengah berjalan menghampiri mereka berdua. “Apa kau benar-benar bodoh Mr. Cho Kyuhyun? Apa kau mau mati sia-sia disini?” ucapnya dengan penuh penekanan disetiap kata.

“Yesungie.”

“Yesung.”

“Cepat berdiri dan makan mangsamu!!”

“Tidak.” Sahut Kyuhyun dengan menundukkan kepalanya. “Tidak sampai kau mau memaafkanku.”

“Hah!! Kau adalah seorang Vampire gila yang pernah aku temui.”

“Aku paham, itulah aku.”

“Terserah kau jika kau tetap ingin berada disitu, matilah karena kebodohanmu.”

“YESUNGIE!!” Bentak Jaejoong, terlihat namja cantik itu berlari kecil kearah Yesung dan..

PLAK.

Sebuah tamparan keras melayang kepipi Yesung, Kyuhyun membulatkan matanya melihat kejadian itu, sedangkan namja manis itu hanya tersenyum miris dan menyentuh pipinya yang merah dan terasa panas, sudut bibirnya terlihat mengeluarkan darah segar. “Jaga bicaramu Yesungie!! Kau tidak pantas mengatakan hal seperti itu!!”

“Lalu apa yang pantas aku ucapkan Mom? Huh?” tidak ada rasa takut dalam diri Yesung, Jaejoongpun terkejut, baru kali ini ia melihat anaknya begitu berani menatap dan berbicara kasar seperti itu.

“Kau-“ saat Jaejoong hampir kembali melayangkan tamparannya lagi, Kyuhyun sudah berteriak terlebih dahulu.

“Mom Jangan!! Biarkan saja, aku tidak mau Mom menyakiti Yesungie, aku mencintainya.”

“Omong kosong macam apa itu!! Berhenti mengatakan hal yang sangat aku benci Kyuhyun-ah!!”

“Terserah kau Yesungie, terserah jika kau mengatakan itu hanya omong kosong, tapi dihatiku, semua itu murni, aku memang sangat mencintaimu sampai kapanpun.” Tangan Yesung terkepal menatap wajah Kyuhyun yang terlihat serius.

Jujur ia ingin segera menyelesaikan ini semua, memaafkan Kyuhyun dan memeluk tubuh rapuh itu, tapi lagi-lagi emosi dan kebencian yang ada pada dirinya selalu menuntunnya untuk bersikap kejam seperti ini.

.

::Bloody Eternity::

.

Seminggu lebih Kyuhyun tidak bergerak ditempat itu, tanpa makan dan terus merasakan tusukan salju yang sedikit demi sedikit membekukan aliran darahnya. Wajahnya terlihat teramat pucat, ia sudah tidak bisa merasakan kakinya lagi, ia merasa tidak kuat lagi menahan beban tubuhnya.

Mata sendu itu terlihat menyedihkan, tubuh Kyuhyun gontai dan bisa sewaktu-waktu roboh, tapi kesungguhan hatinya untuk bisa meyakinkan Yesung sangat besar. Ia sudah berjanji bukan? Dan lagi-lagi ia harus menepatinya, itulah Kyuhyun.

‘Aku kuat, ya aku kuat!!’ ia mencoba menyemangati dirinya sendiri dengan mata terpejam, menahan rasa sakit dan dingin, tubuhnya bergetar hebat. ‘Kau harus kuat Cho Kyuhyun!! Kau harus membuktikan apa yang kau ucapkan itu benar, buktikan pada Yesung jika kau mencintainya.’

.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau tidak takut kepadaku?”

“…………”

“Kau tau jika aku sudah menghampiri seseorang seperti ini, berarti dia akan mati. Apa kau tidak takut?”

“Tidak.”

“Kau sudah siap mati?”

“Kau tidak akan membunuhku manis.”

Kenangan-kenangan itu terputar dimemory Yesung, kenangan saat ia kali pertama bertemu dengan Kyuhyun tanpa disengaja.

“Kau tidak kenal siapa aku? Aku adalah Kim Yesung,”

“Oh~ jadi kau yang bernama Kim Yesung, anak dari Yunho, pemimpin Vampire itu? Aku tidak menyangka bahwa anak seorang Vampire sangat manis.”

“Berhenti mengatakan aku manis!! Aku tidak menyukainya!!”

“Tapi kau memang sangat manis.”

‘Untuk apa aku mengingat kenangan-kenangan itu, eh?’ Yesung tersenyum miris.

“Kyu, Aku boleh bertanya?”

“Apapun.”

“Bagaimana rasanya jatuh cinta?”

“Jatuh cinta ya? Rasanya aneh. Rasanya bercampur-campur Baby, kadang kau merasa bahagia, kadang kau merasa sakit, kadang kau akan merasa sedih dan marah, tapi jantungmu akan berdetak sangat hebat saat kau bersamanya.”

“Kau akan merasa merindukannya jika dia tidak ada disampingmu, kau akan merasa cemburu jika dia bersama orang lain.”

“Kau benar-benar mengerti rasanya jatuh cinta.”

“Ne, karena aku sedang mencintai seseorang.”

“Aku selalu merasa bahagia berada didekatnya, selalu bisa tersenyum, dan selalu merasa bahwa aku adalah orang yang paling sempurna jika bisa mendapatkan dirinya. Ciuman yang tidak kita diduga, membuatku jatuh cinta kepadanya Yesungie. Dan kau tau siapa dia?”

“Aku tidak mau tau.”

“Ada apa? kenapa kau sedih?”

“Aku tidak sedih.”

“Yesungie!! Saranghae.”

Yesung menutup kedua mata dan telinganya rapat-rapat. ‘Mengapa kata-kata itu begitu membuatku sesak dan tidak bisa bernafas?’

“Jangan berbohong Yesungie, kau mencintainya, kau sangat mencintai Kyuhyun, walaupun kau terus menepis pemikiran itu, tapi hatimu tidak bisa berbohong.” Sebuah suara hati terdengar oleh Yesung.

“Tidak, aku membencinya!! Aku tidak mencintainya.”

“Justru itu, kau berpikiran bahwa kau membencinya, tapi apa kau tidak tau bahwa semakin kau mencoba berbohong bahwa kau membencinya, akan semakin sakit yang kau rasakan. Kau mencintainya, ingat itu.”

“Diam kau!!”

“Coba bayangkan, apa kau bisa hidup tanpanya kelak? Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa sampai saat ini rasa cinta untuk Kyuhyun masih ada?”

“AKU BILANG DIAM!!” Bentaknya, Yesung mengacak rambutnya kasar lalu berlari keluar dari kamarnya.

.

::Bloody Eternity::

.

‘Aku tidak kuat lagi.’ Gumam Kyuhyun dengan mata yang sudah hampir menutup sempurna, tubuhnya sudah hampir terjatuh ketanah, tapi Kyuhyun menahannya dengan berpegangan pada tumpukan salju yang mengelilingi dirinya. ‘Ak-ku mencintai-‘

“KYUHYUN-AH!!” jeritan itu tidak bisa membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya, tapi hatinya masih bisa merasakan suara itu.

‘Yesung.’ ucapnya dalam hati, lidahnya terasa beku, bahkan untuk membuka mulutnya saja ia tidak mampu lagi.

Greeb.

Pelukan hangat menjalar ditubuhnya. Kyuhyun merasakannya, Yesung memeluknya dengan sangat erat. “Mianhae Kyu-ah, Mianhae.” Setetes demi setes liquid bening mengalir dan berjatuhan kepunggung Kyuhyun.

“U-u-ul-ji-m-maah!!” suaranya terdengar sangat lemah, Yesung melepaskan pelukan itu dan menangkupkan kedua pipi Kyuhyun.

“Kau harus kuat, aku mohon maafkan aku, aku bodoh, aku orang yang sangat bodoh Kyu-ah.”

“Ss-sst-ttt!!” perlahan Kyuhyun mengangkat tangan kirinya yang bergetar hebat untuk menutup bibir Yesung dengan jari telujuknya.

“Aku menyadarinya, aku sangat mencintaimu Kyu, aku tidak bisa lagi tanpamu, aku-“

Chu~

Tanpa banyak bicara, Kyuhyun membungkam bibir Yesung perlahan, menyapu bagian luar bibir tipis itu. Tangan dan tubuhnya tidak bisa ia gerakkan lagi, begitupula Yesung yang merasa tubuhnya tiba-tiba melemas. “Saranghae.” Ucap keduanya bersamaan saat mengakhiri ciuman itu dan..

Bugh.

Tubuh keduanya rapuh dan terjatuh ketumpukan salju yang sangat dingin. Yesung jatuh tepat diatas tubuh Kyuhyun dengan tangan mereka yang saling bertaut. Membiarkan butiran-butiran salju terus jatuh dan mengiringi kepergian mereka yang tiba-tiba.

Yesung dan Kyuhyun tidak bisa menahan kesakitan yang sudah lama mereka rasakan, tubuh mereka terlalu lemah karena tidak memakan apa yang biasanya mereka makan. Kekuatan mereka hilang dan mengakibatkan mereka harus pergi dari dunia ini.

“Aku ingin menjadi manusia biasa.”

.

::Bloody Eternity::

.

3 tahun kemudian.

“Kyu-ah cepat bangun!!” namja manis yang berada diranjang yang sama dengan suaminya itu menggoyang-goyangkan tubuh itu dengan keras. “Kyu-ah!!”

“Hng~”

Greeb.

“Eh?”

“Kau cerewet sekali Sungie Baby.” Sahut Kyuhyun dengan masih menutup matanya, ia memeluk tubuh mungil yang ternyata adalah Yesung itu dengan sangat erat.

“Kyu~ lepaskan!! Aku harus menyelesaikan masakku, dan kau harus segera berangkat bekerja!!” rontanya didalam pelukan Kyuhyun.

“Cium aku!! Jika tidak, aku tidak mau bangun!!” rajuknya dengan terus mengeratkan pelukannya.

“YA!! Kyuhyun-ah!! Cepat lepaskan!!”

“Tidak!!”

“Oke Oke!! Aku akan menciummu, sekarang lepaskan aku!!”

“Baiklah.” Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu mulai memajukan bibirnya.

“Ish kau itu~” Yesung terlihat kesal, ia memicingkan matanya dan berseringai. Saat ia melihat Kyuhyun menutup matanya, Yesung menempelkan tangannya dibibir Kyuhyun, sebagai ganti bibirnya.

“YA!! YESUNGIE!!”

“Hahahahaha!!” Yesung tertawa lebar lalu turun dari ranjangnya dan berlari keluar kamar.

“YESUNGIE AWAS KAU YA!!”

-ccc-

Terlihat segerombolan namja dan yeoja berpakaian serba hitam di istana milik Yunho, tangis memilukan terdengar diseluruh penjuru istana. Mereka melihat satu peti mati yang diisi oleh dua orang namja yang sangat mereka cintai. Yaitu Yesung dan Kyuhyun.

Mereka meninggal beberapa jam yang lalu tanpa diketahui siapapun, tubuh merekapun tidak dapat dipisahkan hingga akhirnya orangtua Yesung ataupun Kyuhyun memutuskan untuk membiarkan mereka dalam 1 peti mati.

“Aku tidak percaya mereka akan pergi secepat ini yeobo~” Leeteuk histeris dipelukan suaminya, Kangin. Tidak bisa dipungkiri jika ini semua sangat menyakitkan.

‘Kau benar-benar bodoh Kyuhyun!!’ batin Siwon seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat dan menatap peti mati tersebut.

“Yeobo, kenapa aku harus kehilangan Yesung? Aku sangat mencintainya!!”

“Joongie, sudah tenanglah!! Aku yakin mereka sudah bahagia disana.” Yunho memeluk tubuh lemah sang istri dan membelainya lembut. Kalau saja ia mampu, Yunho juga ingin meneteskan airmata, tapi ia tidak bisa. Yunho berusaha menahan kesedihan yang ia rasakan didepan semua orang.

Sedangkan Heechul yang berada dekat dengan peti itu hanya bisa menatap miris seraya mengelus punggung Yesung yang memang berada diatas tubuh Kyuhyun. Ia sama sekali tidak membenci Yesung walau beberapa saat yang lalu ia hampir dibunuh oleh dongsaengnya sendiri.

“Hyung, aku ingin menjadi seorang manusia biasa.”

Deg.

Heechul menerawang seluruh penjuru istana untuk mencari asal suara tersebut.

“Hyung, aku ingin hidup bahagia bersama Kyuhyun.”

“Yesungie.” Ucapnya tiba-tiba.

“Chullie, ada apa? terjadi sesuatu?” tanya Yunho yang melihat Heechul seperti orang yang kebingungan.

“Aku mendengar suara Yesung, Dad.” Ujar Heechul tanpa menatap kearah Yunho.

“Apa?” sahut mereka bersamaan.

“Jangan bercanda, apa yang dia katakan!!”

“Aku ingin menjadi seorang manusia biasa, aku ingin hidup bahagia bersama Kyuhyun.” Kata Heechul mengulang ucapan Yesung yang ia dengar.

“Siwon Hyung, aku tidak ingin menjadi Vampire lagi, aku ingin menjadi manusia biasa.”

“Xian.” Siwon juga merasa Kyuhyun tengah mengajaknya bicara.

“Yuan, apa yang terjadi?”

“Xian mengajakku bicara Mom, dia bilang ‘Aku tidak ingin menjadi Vampire lagi, aku ingin menjadi manusia biasa.’ Begitulah yang dia katakan.” Yunho dan Kangin saling bertatapan seperti sedang mengatakan sesuatu.

Beberapa saat tatapan itu terjadi hingga akhirnya mereka menggangguk. “Baiklah jika itu permintaan mereka.” Tukas Yunho kemudian. “Kau siap Kangin-ssi?”

“Ne.” Mereka berdua mulai mendekati peti itu. Sedangkan Heechul, Jaejoong, Leeteuk dan Siwon hanya bisa terdiam, seperti mengerti apa yang akan kedua namja itu lakukan.

‘Permintaan terakhir untuk selamanya.’

-ccc-

.

“Kau merindukan mereka?” tanya Kyuhyun seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil itu. Yesung mengulurkan tangannya kedepan untuk meraih butiran-butiran salju yang menuruni balkon apartemen mereka. Sedangkan Kyuhyun tidak mengurangi pelukannya dari belakang.

“Ne, Kyunnie.. aku sangat merindukan mereka, apa kau juga?”

“Ne.”

“Lalu apa yang bisa kita lakukan?”

“Tidak ada.” Terdengar hembusan nafas berat dari Yesung.

“Kau benar, tidak ada yang bisa kita lakukan karena sekarang kita adalah manusia biasa.” Mereka berdua mengerti siapa jati diri mereka dulu. Dan kehidupan baru Yesung dan Kyuhyun saat ini adalah menjadi seorang manusia biasa layaknya orang-orang pada umumnya, tanpa mempunyai kekuatan yang dulu mereka banggakan.

“Baby.”

“Hng?”

“Bagaimana keadaan bayi kita?” tanya Kyuhyun seraya mengelus-elus perut Yesung.

Glup.

Pletak.

“Appoooo~” Kyuhyun meringis kesakitan sambil mengelus-elus kepalanya yang baru saja dijitak oleh Yesung. “Baby, kenapa kau menjitakku, huh? Aku benar bukan?”

“I-itu…” wajah Yesung memerah, ia menunduk agar tidak terlihat oleh Kyuhyun, tapi bukan Kyuhyun namanya jika ia tidak bisa membaca apa yang terjadi diwajah Yesung.

“Jangan berbohong Sungie Baby, sampai kapan kau terus menutupi itu dariku, hum? Apa kau mau aku melakukan ‘itu’ secara kasar?” Kyuhyun berseringai dan berjalan pelan menghampiri Yesung.

Dugh.

Kyuhyun memenjarakan tubuh Yesung kedinding, sedangkan Yesung hanya menatap diam dan meneguk salivanya dengan susah. Ia seperti mengerti apa yang akan terjadi setelah ini. “K-kyunnie, jangan macam-macam.”

“Hng? Wae? Kau istriku bukan? Jadi jika kau masih terus menutupi sesuatu dariku, aku akan memberikan sesuatu yang special Chagiya.” Bisik Kyuhyun kemudian.

Yesung menutup matanya rapat-rapat dan menarik kaos yang dikenakan Kyuhyun dengan erat. “I-iya.. iya aku hamil, aku hamil anakmu!!” cetus Yesung pada akhirnya saat merasa Kyuhyun sudah mulai menjilati bagian sensitif diwajahnya.

Kyuhyun tersenyum lalu memeluk erat tubuh Yesung. “Kenapa harus ditutupi, hm? Kau tau akan sangat menantikan hal ini, aku bahagia karena setelah ini aku bisa memiliki seorang anak dari orang yang aku cinta.”

“Kyunnie-ah, aku hanya tidak ingin kau akan memanjakanku bila tau aku sedang hamil, tapi tunggu.” Yesung melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun. “Darimana kau tau aku hamil?” tidak ada jawaban dari Kyuhyun, ia hanya berseringai lalu mengklaim bibir tipis itu dengan penuh cinta.

-ccc-

“Uhkkk~” Yesung terus menerus mengeluarkan cairan bening dari mulutnya, kepalanya terasa berat, tubuhnya lemas, dan perutnya terus saja mual. Sudah hampir 3 hari ia mengalami hal seperti ini.

Hingga hari berikutnya, ia mencoba untuk membeli tes kehamilan, mencoba memakai barang yang seharusnya tidak ia pakai. Dengan hati yang berdebar sangat hebat, pagi-pagi sekali Yesung berlari menuju kamar mandi untuk melakukan tes itu.

Beberapa menit ia berada dikamar mandi tersebut, sembari menunggu Kyuhyun yang masih tertidur pulas diranjangnya. Tangan Yesung gemetaran menunggu hasil yang ada ditangannya dan…

Bingo.

Terlihat tanda plus di alat tersebut yang menyatakan bahwa ia sedang hamil. “Ti-tidak mungkin.” Yesung menutup mulutnya dengan tangan. ‘A-aku hamil?’ perasaannya bercampur aduk, ia begitu bahagia saat mengetahui bahwa ia sedang hamil. ‘Daddy, Mommy, Hyung, aku hamil.. gomawo, aku benar-benar hamil, ini semua berkat kalian.’ Yesung berputar-putar kegirangan didalam kamar mandi.

Yesung berupaya keras untuk tidak memberitahukan Kyuhyun masalah ini terlebih dahulu, ia tidak mau Kyuhyun akan memanjakannya saat tau apa yang terjadi, ia sangat mengerti bahwa Kyuhyun sangat mencintainya hingga apapun yang diminta oleh namja manis itu selalu dituruti.

Yesung berniat menutupi rahasia ini sampai waktu itu tiba, tapi ternyata kebodohan yang ia lakukan, hasil tes kehamilan yang baru saja ia lakukan tidak ia simpan, malah Yesung meletakkan hasil tes itu diwastafel yang ada dikamar mandi.

Yesung benar-benar lupa dengan tes kehamilan itu, hingga saat Kyuhyun masuk kedalam kamar mandi, namja tampan itu sangat terkejut melihat apa yang ada didepannya. “Kau hamil Baby.”

-ccc-

.

“Ugh~ Kyunnie~” tubuh Yesung melenguh keatas saat lidah Kyuhyun menjilati holenya, kedua tangannya mencoba meraih rambut ikal Kyuhyun untuk dijambaknya. Rasanya bercampur menjadi satu, aliran darahnya terasa tersendat-sendat namun Yesung sangat menikmati hal tersebut. “Arhhhh~ Kyunnieeee~ deeper~

Mendengar permintaan sang istri, Kyuhyunpun mengikutinya, ia juga tidak bermain kasar seperti biasanya, ia mengerti bahwa sekarang ia harus extra berhati-hati karena Yesung tengah mengandung anaknya. “Kau~ slurp~ manis~ sekali~ slurp~ baby~”

“Urrrhhmmmm~” Yesung berhasil meraih kepala Kyuhyun, ia mengangkat kepala Kyuhyun lalu melumat bibir manis itu, menggigitnya secara perlahan, lalu mendesah saat ujung junior Kyuhyun bergesekan dengan holenya. “Ppaliii~”

Calm down Chagiya~” jawab Kyuhyun sambil masih melumat bibir tipis itu, saling bertukar saliva dan menghisap lidah Yesung dengan penuh kelembutan.

“Eeemmmmpp~”

Jleb.

“EHMP~~” Yesung berteriak tertahan saat junior Kyuhyun masuk tanpa diduga, ia tidak bisa mengeluarkan suaranya karena saat itu terjadi, Kyuhyun dengan pintarnya membungkam bibir itu. “Ehmmmp~”

Kyuhyun memutar-mutar pinggulnya dan membuat Yesung sedikit menggoyang-goyangkan tubuh bagian bawahnya. “Arrhhh~ Kyuh~ kajjah~” pinta Yesung saat tautan bibir mereka terlepas.

“Kenapa kau jadi tidak sabaran, eh?” Kyuhyun terkekeh lalu mengecup bibir Yesung lagi dan lagi.

“Bu-bukan begitu, aku ingin cepat istirahat Ooohhh~” Yesung menatap kearah lain untuk menutupi wajahnya yang memerah. Tanpa menunggu lama lagi, Kyuhyun mulai meng-in out-kan juniornya dengan tempo pelan, membuat Yesung mengerang dan menggigit bibir bawahnya, merasakan sensasi luar biasa ditubuhnya. “Arrhhh~ Ooohhhh~ Kyuuuh~”

“Kauh~ Uuhhhh~ masih ketaaat~ Babyh~ Ooohhh~”

“Uuuhhhh~ Kyuhh~ Faster~ Jebaaaalll~”

As you wish~ Ooohhh~” tempo permainan Kyuhyun mulai ia percepat, dengan terkadang mengecupi nipple-nipple Yesung, Kyuhyun menusuk hole itu terus menerus. “Ehmmppp~” Kyuhyun mendesah saat Yesung membelai halus tengkuknya.

“Aaahhhh~ Kyuh~ More~~” tangan Kyuhyun mulai meraba junior Yesung yang berkedut, ia mengocoknya dengan tempo pelan, memijatnya dengan penuh kelembutan. Tusukan demi tusukan terus saja Kyuhyun lakukan.

Pendingin yang berada dikamar mereka sama sekali tidak mereka rasakan, aktifitas yang mereka lakukan sangat membuat kamar itu terasa sangat panas. Ranjang yang biasanya rapi menjadi tidak teratur, pakaian mereka yang tergeletak dilantai menandakan bahwa mereka sangat menikmati apa yang mereka lakukan saat ini.

“AARRHHH~ KYUUUUHHH~” racau Yesung saat Kyuhyun menusuk bagian yang sangat ia tunggu. “THERE~ OOOOOHHHH~ PPALLIIIII~” Tubuh Yesung sedikit terangkat keatas, matanya terpejam, bibirnya sedikit terbuka karena terus mendesah. kepalanya terangkat keatas memperlihatkan leher jenjang yang sudah tidak berwarna putih lagi karena terkombinasi dengan warna ungu kebiruan bekas kissmark dari Kyuhyun.

“Uuhhhh~ Kauh~ menggairahkan istriku~ Aaaahhh~” sambil terus menusuk sweetspot milik Yesung dan mengocok junior Yesung seirama dengan alur tusukannya, Kyuhyun mengecupi leher yang sudah terlihat berkeringat itu, menambah warna kebiruan yang mencolok dileher Yesung.

“ARRHHHH~ KYUNNIIIEEEHHHH~” Junior Yesung berkedut dan ingin segera mengeluarkan cairan putihnya. “KYUHHHHHH~”

“Arrggghhhh~ Babyyyyyhh~” Kyuhyun melenguh saat hole Yesung menghimpit kuat juniornya. “Akkuuhhh~ tidak tahaaaaan~”

“ARRRHHHH~”

Splurt.

Akhirnya mereka berhasil mengeluarkan sesuatu dari tubuh mereka. Yesung maupun Kyuhyun masih mencoba menetralisir darah mereka, masih mencoba mengatur nafas mereka yang memburu. “Slurp~

“Uhhh~ Kyuuuhh~ hentikan~” pinta Yesung kegelian saat Kyuhyun menjilat cairan miliknya yang tercecer diperutnya.

“Aniya, aku sangat menyukai milikmu ini Baby, jadi biarkan aku menghabiskannya, slurp~” ujarnya disela-sela jilatan diperut Yesung.

“Ugh!! Kalau begitu, berbagilah denganku.” Lagi-lagi Yesung menarik kepala Kyuhyun lalu mengecup bibir itu, membagi cairan yang ditelan oleh Kyuhyun. Lama sekali mereka berciuman seraya berbagi cairan cinta itu, tidak ada rasa lelah yang dirasakan oleh keduanya walaupun Yesung dalam keadaan hamil.

Hanya saja mulai saat ini Yesung akan mengurangi kegiatan seperti ini bersama Kyuhyun. “Kita melakukannya bukan karena ‘Janji’?” tanya Kyuhyun saat menyudahi ciuman mereka. Yesung hanya tersenyum lalu mengusap-usapkan telapak tangannya dipipi Kyuhyun.

“Kalau kita melakukannya karena ‘Janji’, aku tidak akan mau bersamamu selamanya seperti ini Kyunnie, aku mencintaimu.” Senyuman Kyuhyun mengembang dan ia terlihat begitu tampan, begitu juga Yesung.

“Selamanya tetaplah disisiku Baby, Nado saranghaeyo.” Tukas Kyuhyun lalu memeluk erat tubuh Yesung.

.

::Bloody Eternity::

.

“Kau lihat Yeobo, mereka terlihat sangat bahagia.” Ujar Leeteuk sambil meletakkan kepalanya dipundak sang suami, Kangin.

“Ne, sekarang kau percaya bukan? Kyuhyun pasti bisa menjaga Yesung selamanya, dan mereka sangat bahagia dengan kehidupan mereka saat ini.” Leeteuk tersenyum dan mengangguk. “Kajja, kita harus kembali ke istana.”

Wust.

Dan kedua sosok itu menghilang dibalik butiran-butiran salju yang terus turun dan menutupi setiap tempat dikota itu. Sedangkan Kyuhyun dan Yesung masih saling memeluk dan terus mengungkapkan kata cinta sampai mereka benar-benar tidak bisa lagi mengatakan hal tersebut.

Aku tidak menyesal telah dilahirkan kembali menjadi sosok manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan apapun.

Karena yang aku butuhkan didunia ini adalah kau Kim Yesung, kau adalah nafas yang kupunya, kau adalah jantung yang terus berdetak ditubuhku, kau adalah mata yang membuatku terus bisa melihat, dan kau adalah seorang namja yang membuat hidupku lebih dari kata sempurna.

Aku adalah orang yang paling beruntung didunia ini, memilikimu yang selalu mencintaiku, begitupun aku. Selamanya aku akan menjagamu, hingga saat aku tidak bisa bernafas lagi, aku akan menjagamu dan membesarkan anak kita.

Saranghae.. Kim Yesung.

.

~The End~

.

Kacaaaau!!! Wkwkwkw ini FF ter-absurd yang pernah author buat wkwkwk~ gimana? Aneh dan benar-benar tidak masuk akal bukan? Ah~ biarkan saja ini kan sesuai dengan imajinasi author kkk~

Chapter END ^^ tapi semuanya terjawab sudah bukan?

Jeoseumnida ^^~ gomawo ^^

104 comments on “Bloody Eternity – Chapter 3 [END]

  1. wah kyu beneran cinta sama yesung sampai rela nglakuin itu biar yesung maafin dia….sampai mereka akhirnya meninggal tapi mereka bahagia coz keinginan mereka tercapai hidup sebagai manusia….

    keren thor ceritanya

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s