Loving You is like Breathing – Chap 2 [END]

Chap 2 of 2

Main Cast : Kyu-Sung / Ye-Kyu

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Romance, Fantasy, Hurt/Comfort

Rate : M

Summary : Yesung harus masuk kedalam ruang Operasi!! Sedangkan Sungmin kembali kedalam kehidupan Kyuhyun!! Lalu apakah Yesung dan Kyuhyun akan tetap bisa bersama? Apakah cinta mereka akan berakhir dengan indah?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC, NC.

CR : This story request by Someone, ElfCloudRani and all reader ^^.. ^Saranghae^

^^ Don’t LIKE Don’t READ!! ^^

Previous Story Chapter 1

.

loving1

.

Indah.. aku hanya ingin merasakan pernikahan yang indah seperti setiap pasangan pada umumnya. Mempunyai kehidupan yang selalu dilingkupi oleh canda dan tawa dari bibir keluarga kecil yang aku cintai.

Aku sangat mengerti bahwa setiap kebahagian selalu menginginkan pengorbanan, dan aku akan mengorbankan segalanya untuk mereka, karena aku percaya ‘Takdir’. Ya.. lagi-lagi aku berbicara soal ‘Takdir’,

Aku percaya bahwa ‘Takdir’lah yang akan mengantarkanku kepada kebahagiaan.

.

Ia tidak tidur, membiarkan tubuhnya semakin lemah. Lingkaran hitam terlihat dimatanya, tatapannya hanya terus fokus kearah luar jendela yang ia lihat dari kamar tempat ia tidur. Berkali-kali hembusan nafas terdengar dari bibirnya, sangat menyakitkan saat malam tadi ia mendengar suara desahan-desahan nista dari kamar Kyuhyun, yang memang kamarnya tidak jauh dari kamar utama yang Yesung tempati.

Yesung tidak menutup telinganya, ia membiarkan suara itu terdengar jelas, sangat jelas. Hampir 3 jam Yesung tidak beranjak dari kamarnya, bahkan untuk sekedar mengubah posisi duduknya saja ia tidak melakukannya.

Cklek.

Suara pintu yang terbuka membuatnya menoleh, ia sedikit terkejut saat mendapati seorang yang masuk kedalam kamarnya.

.

Happy Reading

.

Sesosok namja tampan tengah berdiri didepan kamarnya. “S-Siwon?”

“Kenapa kau sendirian disini? Dimana Kyu?” tanya Siwon seraya berjalan menghampiri Yesung. ia duduk disamping Yesung yang tengah bersandar pada sandaran ranjang. “Kau sedang sakit Yesungie? Wajahmu sangat pucat!!” tangan kekar Siwon terulur dan menyentuh kening Yesung, mengecheck suhu badan Yesung. “Kau demam!! Dimana Kyu? Kenapa membiarkanmu sendiri dikamar seperti ini hah!!” Suara Siwon meninggi, ia menganggap Kyuhyun mengabaikan namja manis yang sedang sakit itu.

“Uljimma Siwonnie, aku baik-baik saja, sungguh.” Ujarnya dengan menggenggam erat tangan Siwon yang tadinya berada di keningnya. “Kau tidak perlu cemas.”

“Jujur Yesungie, dimana Kyuhyun? Apa dia bersikap kasar padamu?”

“Aniya~” Yesung menggeleng sambil terus tersenyum, menyembunyikan seluruh luka yang tertoreh dihatinya. “Dia baik sekali padaku, dia menyayangiku.”

“Kau bohong.” Siwon memicingkan matanya, melihat sepintas luka dimata Yesung, walau memang terlihat samar namun masih kentara di obsidian Siwon. “Dia pasti-“

“Kau mencariku Hyung?” Siwon menghentikan ucapannya saat sebuah suara yang ia kenal menggema dikamar itu. Yesung ataupun Siwon mengarahkan pandangannya kearah pintu, dimana terlihat sesosok namja tampan dengan membawa sebuah nampan. “Baby, mianhae aku lama kembali, mencari ramen kesukaanmu disini sangatlah sulit.” Kekeh Kyuhyun dengan berjalan mendekati Siwon dan Yesung.

‘A-apa?’ Yesung tidak bisa berkata-kata, ia terperangah saat Kyuhyun membawakan semangkok ramen kesukaannya. Ternyata Kyuhyun masih sangat ingat makanan kesukaan Yesung, hampir saja Yesung menangis, namun ia langsung menatap kearah lain agar airmatanya tidak turun.

Dengan hati-hati Kyuhyun naik ke atas ranjang, duduk disebelah Yesung. “Ayo makan dulu Baby, kau pasti sudah lapar.” Ujar Kyuhyun dengan masih tersenyum, dan itu semakin membuat Yesung ingin menangis. Melihat bagaimana baiknya Kyuhyun hari ini.

“Kau darimana Kyu? Kenapa meninggalkan Yesung sendirian dikamar ini, eh? Kau tidak tau jika Yesung sedang sakit.” cercah Siwon datar, ia tidak peduli kemesraan yang ditunjukkan Kyuhyun padanya, karena ia sangat tau bahwa Dongsaengnya itu memang pintar berakting seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Hng? Bukankah aku sudah mengatakannya Hyung, aku mencari makanan kesukaan Babyku ini.” jawab Kyuhyun dengan mengelus-elus perut Yesung, dan saat Siwon terkekeh sembari menatap kearah lain, tiba-tiba Kyuhyun meremas perut Yesung.

“Argh!!” mendengar eluhan dari Yesung, spontan membuat Siwon menatap mereka lagi.

Baby gwaenchanayo?” tanya Kyuhyun pura-pura khawatir, sedangkan Yesung menatap tidak percaya kearah Kyuhyun. Ternyata apa yang ia pikirkan jika Kyuhyun berubah adalah salah. Namja tampan itu berakting didepan Siwon, agar semua terlihat baik-baik saja.

“Yesungie, kau benar tidak apa-apa?” tanya Siwon meyakinkan karena Yesung tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“A-aku…” Yesung mencoba menetralkan pernafasannya yang sempat tersendat beberapa saat. Ia menatap kearah Siwon dan tersenyum. “Nan…. gwaenchana Siwonnie.”

“Hng~ baiklah, sepertinya kau butuh istirahat Yesungie, aku akan meninggalkan kalian disini, untuk beberapa hari aku akan tinggal disini.” Terang Siwon yang langsung mendapatkan tatapan datar dari Kyuhyun. “Aku keluar dulu.” Lanjutnya dengan berjalan keluar dari kamar itu.

‘Sial!! Kenapa dia malah tinggal disini beberapa hari, hah? Arggghhh!! Kau benar-benar sialan Cho Siwon!!!’ batin Kyuhyun dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“K-Kyuhyun.” Panggil Yesung lirih, ia sedikit takut saat melihat sorot mata tajam yang Kyuhyun perlihatkan.

“……………..” Kyuhyun tidak menjawab, karena pikirannya masih fokus menatap pintu yang sudah tertutup itu.

“K-Kyu?” kali ini Yesung berhasil membuat Kyuhyun menatap matanya, manik kembar milik mereka saling bertabrakan, dan saat itu juga Kyuhyun merasakan debaran dijantungnya.

‘A-apa ini? k-kenapa tiba-tiba seperti ini???’ batinnya dengan terus saling berpandangan, mencari sesuatu yang ganjil diantara manik kelam yang Yesung miliki. ‘Aniya!! Aniya aniya aniya!! Tidak mungkin aku merasakannya!! Tidak mungkin!!’ lagi. dan kali ini Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau baik-baik saja Kyu?” tanya Yesung dengan menyentuh bahu Kyuhyun dan itu semakin membuat Kyuhyun merasakan keanehan dihatinya. “Kyu.”

“Lepaskan aku!!” cetus Kyuhyun dengan menepis tangan Yesung yang bertengger dibahunya. Ia turun dari ranjang dengan sebelumnya meletakkan kembali mangkok yang ia bawa keatas nakas disamping ranjang.

“Kyunnie!!”

Deg!!

Langkah Kyuhyun terhenti secara tiba-tiba, ia tidak sedikitpun menolehkan pandangannya kearah Yesung. “Kyu-“

“Cukup!!” sahut Kyuhyun sebelum Yesung menyelesaikan ucapannya. “Berhenti memanggilku seperti itu, dan ingat!! Aku hanya akan berpura-pura baik kepadamu selama namja bodoh itu tinggal disini, kau mengerti!!” terangnya tanpa menatap kearah Yesung. “Dan satu hal lagi!!” kali ini Kyuhyun memutar tubuhnya, lalu mendekati Yesung, lebih tepatnya berbisik ditelinga namja manis yang belum bereaksi sama sekali itu. “Jangan pernah berpikir bahwa aku akan mencintaimu Kim Yesung.” Bisiknya dengan penuh penekanan.

Ia mulai menegakkan tubuhnya dan akan berjalan keluar dari kamar itu, tapi lagi-lagi suara Yesung menghentikannya. “Mianhae Kyuhyun-ah, tapi aku akan tetap membuatmu menerima janin yang ada dirahimku, ini adalah anakmu, anak kita. Dan kalaupun kau tidak mencintaiku, tidak apa-apa, setidaknya kau harus mencintai anak kita.”

Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat, menunduk, dan terkekeh. “Teruslah bermimpi namja bodoh.” Cetusnya lalu benar-benar keluar dari kamar itu.

‘Aku tidak akan menyerah Kyuhyun-ah, kau harus menerima bayi yang aku kandung ini, aku akan tetap berusaha membuatmu sadar akan kehadirannya. Kau harus bersabar Baby, Mommy akan berusaha sekuat tenaga walau harus mengorbankan semuanya.’

.

“Kyu.” Kefokusan Kyuhyun didepan laptop musnah saat mendengar suara Siwon yang datang menghampirinya.

“Wae?”

“Ini apa? Mengapa PSP mu ada dikamar tamu?” tanya Siwon dengan menyerahkan sebuah PSP baru milik Kyuhyun yang ia temukan dikamar tamu, kamar yang Kyuhyun tempati sebelum Siwon menginap dirumahnya tersebut.

Kebetulan kamar yang ada dirumah itu hanya ada 2, satu adalah kamar utama, dan satu lagi adalah kamar tamu. Kyuhyun terlihat bingung, ia menutup laptopnya lalu mengambil PSP yang berada ditangan Siwon. “Aku juga menemukan beberapa barang dan pakaianmu yang tergantung di lemari kamar itu, apa selama ini kau dan Yesung tidak satu kamar?” selidik Siwon.

Ia memicingkan matanya ketika Kyuhyun mulai terlihat gelagapan. “I…itu.. hahahahahaha~ kau itu bicara apa Hyung? Selama ini aku selalu satu kamar dengan Yesung.” Siwon diam, ia curiga dengan ucapan Kyuhyun yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

“…………..”

“Aku tidak berbohong, aku memang satu kamar dengan Yesung.”

“Lalu kenapa PSP kesayanganmu itu serta lemari dikamar tamu ada pakaianmu huh?”

“I-itu… itu k-karena….” Kyuhyun bingung, ia tidak tau harus memberi alasan yang seperti apa. ia mulai menggaruk tengkuknya dan berpikir keras.

“Jadi benar? Selama ini kau dan Yesung tidak satu kamar?”

“Siapa yang mengatakannya Wonnie?” suara Yesung terdengar menyahut pertanyaan Siwon. “Siapa yang mengatakan jika aku dan Kyunnie tidak satu kamar Wonnie?” tanyanya lagi seraya menyerahkan secangkir expresso untuk Kyuhyun. “Untukmu Kyunnie.”

Kyuhyun tidak menyahut, ia hanya mengambil secangkir expresso yang diberikan Yesung kemudian meminumnya perlahan. “Aku selalu satu kamar dengan Kyuhyun.”

“Kau tidak berbohong kan…. Yesungie?”

“Aniya~” raut wajah yang ditunjukkan Yesung sangat gembira, membuat sedikitnya keraguan yang Siwon rasakan musnah. “Kehidupan kami setelah menikah sangat indah Wonnie, kau tidak perlu mencemaskannya.”

“Ingat Kyuhyun-ah!! Sekali saja Daddy mengetahui jika kau menyia-nyiakan Yesungie, istrimu itu!! Kau akan Daddy coret dari nama keluarga besar Cho, dan itu artinya kau akan bercerai dengan Yesung, keluar dari keluarga Cho dan tidak akan pernah mendapatkan sedikitpun harta dari Cho Group. Kau mengerti!!”

Kyuhyun sangat mengingat kata-kata Yunho padanya, kata-kata yang dilontarkan Appanya saat resepsi pernikahannya beberapa waktu yang lalu. Kyuhyun mengusap kasar wajahnya, ia tidak memperdulikan namja yang kini tengah menatapnya dari atas ranjang besar dikamar utama. “Kyu, tidurlah disini, aku berjanji tidak akan menyentuhmu, aku hanya tidak ingin kau sakit jika tidur di sofa itu.” Kata Yesung merasa kasihan ketika Kyuhyun memutuskan untuk tidur di sofa kamar Yesung.

“Tidak usah peduli kepadaku, karena aku juga tidak peduli padamu!! Dan…” Kyuhyun menatap Yesung intens. “Jangan harap aku akan berterima kasih padamu karena kau sudah mencoba melindungiku tadi.”

“Tidak, aku tidak akan berharap. Aku tidak akan memintamu untuk berterima kasih padaku, aku hanya tidak ingin jika Siwon tahu yang sebenarnya.”

“Hah!!” Kyuhyun kembali terkekeh, ia merebahkan tubuhnya di sofa yang memang kurang nyaman untuk dibuat tidur, tapi itu adalah pilihannya, mau tidak mau Kyuhyun harus tidur di sofa itu karena ia tidak mau tidur satu ranjang dengan Yesung. “Kalaupun kau seorang malaikat!! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah jatuh cinta kepadamu.” Ucapnya lalu mulai menutup matanya, membiarkan Yesung terdiam perih atas kata-katanya.

‘Apa yang membuatmu begitu membenciku? Apa semua ucapanmu dulu adalah bohong? Ya.. semua memang bohong!! Kau mengatakan bahwa kau mencintaiku hanya karena kau ingin membuat Sungmin cemburu.’

-CCC-

“Aku mencintaimu Hyung, jadilah kekasihku?” Kyuhyun menundukkan kepalanya, wajahnya memerah karena tiba-tiba berkata sesuatu yang tidak terduga. Sedangkan Yesung terperangah, ia menghentikan alunan melody pianonya dan menatap kearah Kyuhyun.

“Mwo? Nan Dangsin-Ege Myeonghwaghage Deul-Eul Su Eobs-eo?”

Kyuhyun menghela nafas panjang. “Aish~ Hyung~ jangan menyuruhku untuk mengulanginya lagi!!” rengek Kyuhyun yang membuat Yesung terkekeh.

“Hahahaha~ ne ne arrayo Kyuhyun-ah!!” Yesung kembali fokus pada tuts piano dan melangkahkan kembali jemari mungilnya. “Lalu?”

“Hng? Lalu apa?”

“Apa kau serius dengan ucapanmu? Lalu bagaimana dengan namjachingumu itu?”

“Aku sudah putus dengannya.” Terang Kyuhyun dengan menunduk, terlihat kesedihan diraut wajahnya. Yesung menghentikan kembali melody pianonya lalu mengusap bahu Kyuhyun.

“Ah~ mianhae Kyuhyun-ah, Hyung tidak bermaksud seperti itu.”

“Aniya, nan gwaenchana Hyung. Geundae… Dangsin-I Doebnikka?”

“Ne? K-kyu, aku-“

“Hyung.” Kyuhyun menyahut ucapan Yesung, ia menggenggam erat tangan Yesung dan saling berhadapan. “Aku sangat mencintaimu Hyung, sungguh!!”

“K-kita jalani saja Kyu, aku tidak bisa menjawabnya sekarang.” Itulah jawaban Yesung, ia memang tidak bisa langsung menjawab apa yang dilontarkan Kyuhyun padanya. Jujur ia masih sangat shock dengan semua ini. Namja yang baru dikenalnya beberapa bulan dari tempat les pianonya. Namja yang selalu membuatnya tersenyum dengan kekonyolan yang ia buat.

Dan selama itu pula Kyuhyun membuktikan pada Yesung jika apa yang dikatakan Kyuhyun adalah benar. Yesung jatuh cinta, ia sangat mencintai Kyuhyun. Mereka mulai menjalani hubungan mereka ketahap yang lebih serius. Hingga semuanya berubah menjadi tidak terduga.

-CCC-

Selama Siwon berada dirumah itu, mau tidak mau Kyuhyun harus bersikap baik kepada Yesung, seolah-olah hubungannya dengan Yesung memang sangat indah. Keromantisan yang mereka tunjukkan sedikit membuat Siwon sakit dan cemburu.

Tapi apa yang bisa ia lakukan, Yesung adalah milik Kyuhyun, Yesung adalah istri sah dongsaeng kandungnya sendiri. Siwon harus bisa mengubur dalam-dalam perasaan cinta yang masih ia pendam untuk Yesung. Namja yang juga sangat ia cintai, namja yang selalu membuat ia tertawa setiap kali mereka bertemu di cafe teman Siwon.

“Argh!!” Yesung terperosot kelantai kamarnya saat merasakan kesakitan lagi diperutnya. Ia terus meringis kesakitan dengan mencengkram kuat sprei yang juga terjatuh ke lantai. ‘Argh!! Kenapa ini? Kenapa sakit sekali!! Aarrggghhhh!!!”

Sedangkan Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi tidak bereaksi melihat Yesung tengah meringis kesakitan dilantai, dengan santainya ia terus mengusap rambutnya yang basah dengan handuk. “Argh!! Kyu-nniieeh!! S-sakiiit!!”

“Kau kenapa?” tanyanya enteng tanpa menatap kearah Yesung, ia malah sibuk mencari-cari pakaian di lemari untuk dipakainya, sama sekali tidak merespon ringis kesakitan yang keluar dari bibir Yesung.

Sedangkan namja manis itu sudah tergeletak dilantai dengan masih sadarkan diri, tubuhnya melengkung merasakan sakit diperutnya. “Kyuuhh~ jeb-baaal~ argh!!” Yesung bergeliat semakin kuat dengan ringis kesakitan yang juga sedikit mengeras.

“Bisakah kau diam, hah!!” Kyuhyun menghampiri Yesung yang tergeletak dilantai lalu mencengkram kuat dagu Yesung. “Kau mau meminta belas kasihanku, huh? Atau kau ingin Siwon Hyung datang dan menolongmu, lalu mengira akulah yang membuatmu seperti ini, begitu??” ledeknya dengan terus terkekeh tanpa peduli wajah pucat Yesung.

“Kyuuh~ s-sakiiit~ sung-guhh~ aargghhhh!!!” Yesung menangis, menangis karena rasa sakitnya bertambah parah, ia sungguh tidak kuat menahannya. “Kyuuhh!!!” Kyuhyun mulai mengernyitkan dahinya saat melihat tubuh Yesung yang bergetar, ia mencoba melihat tubuh Yesung dari atas hingga bawah dan matanya membulat saat melihat ada bercak darah yang terlihat dilantai.

‘Darah?’

“Arrrghhhhhh!!!” teriakan Yesung terdengar bersamaan dengan kesadarannya yang menghilang seketika.

BRAK!!

Kyuhyun mengarahkan matanya kearah pintu yang terbuka. Caramelnya bertatapan dengan obsidian tajam milik Siwon. Berkali-kali lipat Siwon terkejut melihat Yesung tergeletak dilantai, dan Siwon juga melihat tangan kiri Kyuhyun berwarna merah, bekas dari darah Yesung yang sempat ia sentuh dilantai.

“APA YANG KAU LAKUKAN KYUHYUN-AH!!!”

BUGH!!

Siwon melayangkan pukulannya tepat diwajah Kyuhyun, membuat namja berwajah putih pucat itu membentur kedinding. Pelipis dan sudut bibirnya mengeluarkan darah. “Yesungie!!! Yesungie kau kenapa?” Siwon memeluk tubuh Yesung, menggoyang-goyangkan perlahan. “Yesungie sadarlah!!” percuma saja, Yesung masih tidak bereaksi karena kesadarannya sudah hilang, Yesung pingsan.

“Apa yang kau lakukan pada Yesung, Kyuhyun-ah!!!”

“A-aku….” entah apa yang dirasakan Kyuhyun, dadanya sungguh sangat sesak, bahkan ia hampir tidak bisa bernafas karenanya, bukan karena pukulan Siwon melainkan saat melihat Yesung berada dipelukan Siwon.

“Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yesung, akan kupastikan kau akan membayar semuanya Kyuhyun-ah!!” tegas Siwon lalu menggendong tubuh Yesung keluar dari kamar itu, memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk dibawa kerumah sakit.

Sedangkan Kyuhyun masih terpaku dalam langkahnya, tatapannya samar sesaat melihat Yesung telah pergi dari kamarnya bersama Siwon. Apa ini? Kyuhyun merasa ada sesuatu dihatinya, perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Perasaan sakit yang amat sangat, perih dan begitu terasa menganga dihatinya.

.

::Loving_You_is_like_Breathing::

.

3 hari berlalu dirumah itu tanpa ada suara Yesung, Kyuhyun tersenyum miris ketika membuka kamar Yesung yang tidak berpenghuni, ia berjalan menuju kearah meja makan, memakan sarapannya sendiri tanpa ditemani oleh namja yang beberapa bulan ini bersamanya. Sepi. Itulah yang dirasakan Kyuhyun saat ini.

Apa ia menyesal? Apa ia sudah sadar kehadiran seorang Yesung ternyata berpengaruh dalam kehidupannya saat ini? Entahlah. Kyuhyun belum bisa meyakinkan bahwa apa yang ada dihatinya saat ini adalah benar. Kyuhyun tau jika sampai saat ini Yesung masih berada dirumah sakit dan belum sadarkan diri.

Tidak mencoba menemui Yesung dirumah sakit? Belum, Kyuhyun belum berani melangkahkan kakinya menuju rumah sakit untuk menemui Yesung, ia merasa…. bersalah. Oh~ ayolah!! Apa itu artinya Kyuhyun sudah mulai mempunyai rasa kepada Yesung? Lalu mengapa ia belum sekalipun menjenguk ataupun bertanya keadaannya?

Kyuhyun mengusap wajahnya frustasi, beberapa hari tanpa kehadiran Yesung membuatnya gila.

“Bagaimana keadaan Yesungie, Hyung?” tanya Siwon kepada namja cantik yang baru saja mengecheck keadaan Yesung.

Ia menggeleng sebelum menjawab pertanyaan Siwon. “Belum ada perkembangan yang signifikan Siwon-ah, aku takut Yesung dan janinnya tidak bisa bertahan.” Siwon mendesah lemah, ia mengusap wajahnya lalu memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

“Apa semua ini karena pendarahan yang ia alami beberapa hari yang lalu?”

“Bisa juga karena itu, dan faktor kelelahan serta tekanan yang ia alami selama mengandung juga bisa berakibat fatal.”

“Tekanan?” Siwon menyipitkan matanya, mempertajam pendengarannya. “Tunggu!! Kau sahabat Yesungie bukan? Kau pasti tau sesuatu soal apa yang terjadi pada Yesungie!!” Heechul terdiam, ia menunduk sebelum akhirnya mengatakan sesuatu kepada Siwon.

.

Hari ke 5… seorang namja dengan tampang lusuh tengah berjalan ragu menyusuri koridor yang sangat menyakitkan itu. Ia terus menunduk dalam langkahnya hingga tanpa sadar ia sampai disebuah pintu kamar yang sangat ia yakini adalah tempat yang dicari.

Tangannya yang bergetar terulur untuk meraih knop pintu kamar itu, tapi sebelum sempat ia meraihnya, pintu itu sudah lebih dulu terbuka. Menampilkan sesosok namja tampan dengan kemeja hitamnya. “H-hyung.”

“Untuk apa kau kesini?” kembali wajah yang tadinya sempat terangkat, menunduk lagi.

“A-aku ingin.. bertemu Yes-sung, Hyung.” Terdengar tawa lirih dari Siwon.

“Kau ingin menyakitinya lagi?”

“Apa?” Kyuhyun mulai memberanikan dirinya untuk menatap obsidian Siwon.

Daddy sudah mengurus surat perceraianmu Kyuhyun-ah, segera bersihkan barang-barangmu dari rumah itu dan secepatnya kau harus pergi!!”

Glup.

Apa maksud Siwon? Kyuhyun benar-benar tidak mengerti. Ia membulatkan matanya tidak percaya, ia memutuskan untuk datang kerumah sakit ini karena ingin bertemu dengan Yesung, tapi mengapa Kyuhyun malah mendapatkan sebuah ucapan dari Siwon yang seperti itu?

“Kau tidak mendengarku?”

“H-hyung, aku-“

“Aku sudah bukan Hyungmu!!” Kyuhyun terperangah, sungguh semua ini sangat sulit ia terima.

“Geundae-“

“Kau.. akan keluar dari keluarga Cho!! Kau akan bercerai dengan Yesung, dan Kau harus segera pergi dari kehidupan kami!!”

“Hyung aku mohon!!” Kyuhyun mencoba meraih tangan Siwon, tapi dalam sekali sentakan, tubuhnya terdorong kebelakang.

“Jangan pernah lagi menemui Yesungie, kau paham!!”

“Hyung aku hanya ingin bertemu dengan….. istriku!!” terlambat. Siwon sudah lebih dulu masuk kedalam kamar itu dengan suara debuman pintu yang sangat lirih. Ia sangat yakin bahwa Siwon tidak mungkin mendengar apa yang baru saja ia ucapkan. “Aku hanya ingin bertemu istriku Hyung, aku mencemaskannya.”

Bugh.

Tubuh Kyuhyun terperosot kelantai yang terasa sangat dingin, ia menekuk kedua lututnya, menenggelamkan kepalanya disela-sela kaki. “Aku ingin tau keadaan istriku dan kandungannya Hyung.”

Berjam-jam Kyuhyun tidak mengubah posisinya, terkadang saat ia melihat Siwon keluar dari kamar itu, ia selalu gagal berbicara dengan Siwon. Saat ia mencoba masuk kedalam kamar Yesung, 2 bodyguard yang ada didepan kamar itu langsung melarangnya, bertindak secara kekerasan.

Kyuhyun tidak bisa melakukan apapun selain menunggu, ia kembali menyandarkan tubuhnya kedinding dengan menekuk lagi kedua kakinya. Meratapi semua kebodohan yang sudah ia lakukan, jika saja waktu dapat diputar, ia ingin semua tidak akan berakhir seperti ini. Tapi itu hanyalah sebuah kata ‘jika’, dan waktu tidak akan pernah bisa diputar mundur. ‘Aku.. menyadarinya, menyadari bahwa ternyata… aku mencintaimu…’

“K-kyu-hyun-ah~” Siwon terkejut saat mendengar suara lirih dari Yesung. Ia berjalan mendekati Yesung yang sedikit demi sedikit membuka matanya.

“Yesungie, kau sudah sadar?” terlihat namja manis itu mencoba menatap kearah Siwon.

“K-kyu-hyun~” ucapnya dengan suara yang bergetar dan sangat lirih, hampir Siwon tidak bisa mendengar suaranya. “K-kyu-hyun-ah~”

“Apa?” Siwon terenyah saat manik kelam itu mulai sedikit berair, Yesung ingin menangis? Apa karena ia merindukan Kyuhyun? Tidak ada yang tahu. Yesung belum bisa banyak bicara karena tubuhnya yang masih sangat lemah.

Siwon berjalan keluar dari kamar Yesung dan lagi-lagi melihat Kyuhyun berdiri dihadapannya. Ia menggertakkan rahangnya kuat-kuat. “Kenapa kau masih disini? Bukankah sudah kubilang seberapapun kau meminta untuk bertemu dengan Yesung, aku tidak akan memperbolehkannya!!”

“Wae Hyung? Dia istriku bukan? Kenapa aku tidak boleh bertemu dengannya?”

“Bukankah aku juga sudah mengatakannya bahwa surat perceraianmu sudah diurus oleh Daddyku.” Miris, itulah yang Kyuhyun rasakan saat ini. Tidak ada satu orangpun yang peduli padanya. Siwon tersenyum sinis lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun, tapi langkahnya tertahan saat Kyuhyun meraih lengannya.

“Hyung..” sejenak Kyuhyun menghentikan ucapannya dan mengambil nafas panjang, menunggu sampai Siwon kembali memutar tubuhnya untuk menatapnya. “Jebal, sekali saja!! Anggap ini adalah yang terakhir, ijinkan aku bertemu dengan Yesung, dan setelah itu aku akan pergi dari kehidupan kalian.” Tidak ada lagi yang bisa dikatakan Kyuhyun, mungkin hanya dengan pernyataan yang menyakitkan seperti itu, yang akan membuat Siwon memperbolehkannya menemui Yesung.

“Aku berjanji Hyung, aku akan pergi setelah bertemu dengan Yesung.” Siwon lebih memilih diam lalu tersenyum kecut. “Kumohon!!” baru kali ini Siwon melihat tatapan perih dari seorang Kyuhyun, ia tidak pernah melihat Kyuhyun seperti ini.

Apa seorang Kyuhyun yang ia kenal telah berubah? Apa tidak ada lagi seorang Kyuhyun yang mempunyai sikap tidak peduli kepada orang-orang disekitarnya? Mengapa tatapan yang Siwon lihat saat ini membuatnya berpikir bahwa orang yang ada dihadapannya saat ini bukanlah Kyuhyun. “Hyung-“

“Baiklah!! Ini yang terakhir, dan aku harap kau akan menepati janjimu!! Setelah bertemu dengan Yesung, segera pergi dari kehidupannya.” Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

“Yakso!!”

.

::Loving_You_is_like_Breathing::

.

Ia melangkahkan kakinya perlahan, mendekati sebuah ranjang pesakitan dimana terlihat seorang namja manis yang masih menutup matanya. ia tersenyum lalu tanpa diduga, ia mengecup kening namja tersebut. “Bagaimana keadaanmu Hyung?” tanyanya lirih dengan menyibakkan anak rambut yang menutupi kening Yesung.

“Aku…. minta maaf, semua ini salahku.” Kyuhyun mencoba berinteraksi dengan Yesung. “Aku yang membuatmu seperti ini, mianhae Hyung, mianhae.”

Kali ini tangan Kyuhyun beralih untuk menggenggam erat telapak tangan Yesung, mengecupinya dengan tanpa sadar liquid beningnya mengalir, hatinya merasa sakit saat ini. Apa ini yang dirasakan Yesung selama ini? Apa sesakit ini? Tapi mengapa Yesung masih bisa bertahan menerima semuanya? Kyuhyun tidak habis pikir mengapa ia bisa setega itu kepada Yesung.

“Mianhae Hyung… mianhae!!!” isakannya semakin terdengar, tidak bisa dibendung, airmata yang lolos begitu banyak dan membuatnya tidak bisa berucap lagi selain kata ‘mianhae’

Beberapa menit ia memilih untuk diam dan menenangkan dirinya, menghentikan tangisannya yang mungkin bisa membuat Yesung terbangun. “Baby, ini Daddy!!” sejenak Kyuhyun menghapus kasar airmatanya, lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap perut Yesung yang mulai membesar. “Miahae selama ini Daddy bersikap kasar padamu dan Mommy, Daddy selalu menyangkal bahwa kau adalah anak Daddy, Daddy tidak pernah bersikap baik kepada kalian!! Mianhae!!”

Kyuhyun mulai memantapkan hatinya, ia mengecup kening Yesung, kedua mata, hidung, bibir hingga perut Yesung, mengusapnya perlahan dengan terus tersenyum walau masih terlihat bekas airmata yang menempel diwajahnya. “Daddy harus pergi, kau harus menjadi anak yang baik setelah lahir nanti ne? Jangan seperti Daddy!! Jaga Mommymu baik-baik. Nanti, jika ada waktu, Daddy akan mengunjungi kalian!!” Kyuhyun mengusap punggung telapak tangan Yesung lalu mengecupnya.

“Sekali lagi mianhae Hyung, aku tidak pernah bisa menjagamu, aku hanya ingin mengatakan jika ternyata aku sadar bahwa aku…..” Kyuhyun menarik nafas panjang. “Aku… mencintaimu Hyung.” Tangan kirinya terkepal kuat, ia memejamkan matanya kuat-kuat lalu memutar tubuhnya, ingin segera berlari dari kamar itu sebelum airmatanya kembali membuatnya terlihat lemah.

Tapi tiba-tiba ia merasakan sebuah genggaman dipergelangan tangannya. “K-kau mau kemana Kyu?” Kyuhyun terpaku, itu suara Yesung, ya.. Kyuhyun sangat yakin itu adalah suara Yesung. “K-kau tidak bol-leh kemana-mana!!”

“H-hyung.” Kyuhyun menatap Yesung yang tengah tersenyum kearahnya, seperti tidak pernah terjadi sesuatu diantara mereka. “Hyung, kau harus membenciku.”

“Wae? A-apa alasanmu meminta-ku memben-cimu hm?” tanya Yesung dengan suara parau karena masih merasa sangat lemah.

“Karena aku sudah menyakitimu, bahkan aku yang membuatmu seperti ini.”

Yesung tersenyum dan menggeleng. “I-ini bukan salah-mu Kyu, sungguh!!”

“Geundae-“

“Ji-ka kau pergi, aku ik-kut denganmu!!” katanya sambil terus mengeratkan genggaman tangannya.

“Hyung-“

“Ak-ku tidak peduli Kyu, ak-ku ikut!!” Kyuhyun mendesah pelan melihat seberapa keras kepalanya seorang Kim Yesung.

“Aku-“

“Yesungie!!” baritone tajam yang Kyuhyun kenal membuatnya terpaku, suara ini? Kyuhyun tidak berani memutar tubuhnya.

“D-dad~”

“Yesungie~” Tubuh Kyuhyun terseret kebelakang saat namja yang Yesung rindukan berlari dan memeluknya.

“Eomma~” Leeteuk memeluk erat tubuh Yesung, begitupula Jaejoong. Sedangkan Kangin yang mengerti apa yang sebenarnya terjadi terus melemparkan tatapan tajam kearah Kyuhyun yang menunduk.

“Kau baik-baik saja sayang?” tanya Jaejoong dengan menangkupkan kedua pipi Yesung.

Mom… tidak perlu cemas, aku baik-baik saja.”

“Eomma khawatir saat mendengar berita jika kau masuk rumah sakit dari Siwon.”

“Siwon?”

“Ne Yesungie, Siwon yang memberitahu kami semuanya!!” sahut Yunho dengan tatapan tajamnya kearah Kyuhyun. Yesung yang seakan mengerti arti dari tatapan itu langsung mencoba untuk bangkit dan berusaha meraih tangan Kyuhyun.

“Chagi kau harus banyak istirahat!!” pinta Leeteuk dengan menarik tubuh Yesung agar berebah lagi diranjang, tapi Yesung tetap enggan melakukannya, tangan kanannya mencoba meraih tangan Kyuhyun yang memang tidak jauh dari ranjangnya.

“Kyu~” Yesung belum menyerah, Kyuhyun yang diam tidak merespon, sama sekali tidak membantunya.

“Yesungie sudahlah!! Untuk apa kau terus menutupi kejelekan dia!!”

“Appa!! Kenapa Appa bicara seperti itu??” Yesung menghentikan langkah tangannya dan menatap Kangin yang berdiri disamping Yunho. Terlihat namja bertubuh kekar itu mendekati Kyuhyun.

Bugh!!

Ia mendorong tubuh Kyuhyun kedinding dan langsung mengangkat kerah bajunya. “Appa!! Argh!!” Yesung sedikit meringis kesakitan saat mencoba berteriak.

“Yesungie, Eomma mohon istirahatlah!!”

“Ikut aku kau brengsek!!” Kangin menyeret tubuh Kyuhyun keluar dari kamar itu. Yesung melihat Kyuhyun tersenyum padanya sebelum akhirnya benar-benar menghilang dari penglihatannya.

“Eomma, apa yang akan dilakukan Appa!!”

“Uljimma, tidak akan terjadi sesuatu.”

Mom, aku ingin mengikuti mereka!!” pinta Yesung dengan meraih tangan Jaejoong. “Mom, kumohon!!”

“Tidak bisa sayang, kau harus tetap beristirahat!! Kandunganmu sangat lemah!!”

“Geundae-“

“Istirahat!! Arraseo!!”

.

::Loving_You_is_like_Breathing::

.

BUGH!!

Kangin menghajar wajah Kyuhyun tanpa rasa kasihan, sedangkan Yunho yang juga adalah Appanya hanya bisa melihat dengan melipat kedua tangannya didepan dada. Sejujurnya ia tidak tega melihat anaknya  dihajar oleh orang lain didepan matanya sendiri, namun ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk membiarkan semua berjalan seperti apa yang terjadi. Memberikan pelajaran berharga bagi Kyuhyun.

“AKU SUDAH MENGATAKANNYA PADAMU BUKAN!! JANGAN PERNAH MENYAKITI YESUNG!! TAPI KAU MALAH MEMBUATNYA SENGSARA HAH!!” Bentak Kangin dengan kembali melayangkan pukulannya. Beruntung saat itu mereka berada disebuah tempat yang jauh dari kata ramai yang juga berada dirumah sakit tersebut.

Kyuhyun menunduk, tidak berniat untuk membalas. “Mianhae.”

BUGH!!

‘Ugh!!’ berkali-kali Kyuhyun mengeluarkan darah segar dari mulutnya karena pukulan Kangin yang menjadi-jadi.

“Kau kira dengan maaf semuanya selesai???”

“Hentikan Kangin-ssi!!” Yunho mulai bersuara, menghentikan langkah Kangin yang hampir melayangkan pukulannya kembali. Ia berjalan menghampiri Kyuhyun, berjongkok, menyetarakan tubuhnya dengan Kyuhyun lalu mengelus pipi kiri anaknya tersebut.

“D-dad, mi-anhae.”

PLAK!!

‘Akh!!’ tamparan keras kembali mendarat dipipi kiri Kyuhyun.

“Apakah aku mengajarimu seperti ini, hmm? Apa selama ini aku mengajarimu untuk bersikap kasar kepada istrimu?”

“D-dad mianhae, aku tau aku bersalah, aku-“

“Kau akan bercerai dengan Yesung!! Kau sudah bukan lagi anggota keluarga Cho!!”

“CUKUP!!” baritone lemah terdengar, membuat Kangin, Yunho dan Kyuhyun menatap kearah suara itu datang. Terlihat Yesung tengah berjalan perlahan dengan dibopoh oleh Siwon dan juga Jae serta Leeteuk. “Aku mohon hentikan Dad, Appa!! Jangan menyakiti Kyuhyun, jebal!!!”

“Yesungie, dia-“

“Aku tidak ingin kalian menyakiti suamiku.” Sahutnya seketika, ia melepaskan tangan Siwon yang tadinya menolongnya untuk berjalan. “Aku tidak ingin dia terluka.” Yesung berjalan mendekati Kyuhyun, lalu duduk ditempat yang sama dengan Kyuhyun. “Kyu, gwaenchanayo?”

“H-hyung.”

“Dia sudah melukaimu Yesungie!!”

“Tidak masalah Appa!! Aku percaya takdir, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk bisa merubah Kyuhyun.”

“Yesung-“

“Pergilah Hyung, benar kata mereka, aku tidak pantas bersamamu, aku adalah seorang parasit.” Ujar Kyuhyun dengan nada lemah, wajahnya yang lebam karena pukulan membuatnya hanya bisa melihat samar-samar wajah Yesung.

“Aniya Kyu, aku tidak akan pergi!! Janin yang ada dirahimku butuh seorang Daddy, Dan itu adalah kau!!” Kyuhyun tersenyum lalu menangkupkan kedua pipi Yesung, menempelkan kedua kening mereka.

“Aku bukan uhuukk~ Daddy yang baik!!” terangnya dengan terkadang mengeluarkan darah dari bibirnya.

“Cukup!! Jangan berbicara seperti itu!! Selamanya bayi ini adalah anak kita Kyu, milik kita, bukan milik orang lain!!” lagi-lagi Kyuhyun tersenyum dan sekarang ia mulai melumat bibir kissable milik Yesung. Membiarkan darah yang ada dibibirnya terbagi juga dibibir Yesung.

“Saranghae…… Kim Yesung, mianhae….” ujar Kyuhyun sebelum akhirnya ia tidak ingat lagi apa yang terjadi.

.

::Loving_You_is_like_Breathing::

.

“Baiklah!! Kami akan memberikan satu kesempatan lagi untukmu, dan kali ini kau harus memanfaatkannya baik-baik!! Kau akan berhadapan dengan kami secara langsung jika ternyata kau kembali menyakiti Yesung, kau mengerti!!”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya dipinggang ramping Yesung saat namja manis itu tengah terlihat sibuk didapur. “Kyu~ jangan terlalu erat memeluknya~”

“Yesung yang meminta kami untuk memberimu kesempatan ini!! dan kami sudah memutuskannya, kami akan terus memantau perkembangan kalian!! Kami harap kau tidak akan mengecewakan kepercayaan kami.”

Kali in Kyuhyun mengecupi pipi Yesung berulang kali. “Kyu~”

“Saranghae Baby~” bisik Kyuhyun seduktif lalu memutar tubuh Yesung, beruntung saat itu Yesung telah menyelesaikan masakannya, hanya tinggal memindahkannya ke piring untuk mereka makan. Kyuhyun menghapus jarak diantara mereka, mengecup lembut bibir yang menjadi candu baginya.

2 bulan sudah mereka lalui kehidupan baru yang sangat indah, tidak ada lagi kesakitan yang Yesung rasakan selama ini. Kyuhyun berubah, suaminya saat ini terlihat begitu peduli padanya.

Tangan Yesung mulai melingkar dileher Kyuhyun, sedikit memiringkan kepala mereka untuk lebih memperdalam ciuman itu. jemari mungil Yesung mulai menyusup ke sela-sela surai hazzel milik suaminya. Terkadang mereka terkekeh dalam ciumannya saat merasakan ada sebuah tendangan kecil yang dirasakan perut Kyuhyun karena perutnya yang berdempetan dengan perut Yesung.

“Aigo~ anak Daddy nakal sekali, eh!!” ujar Kyuhyun seraya berjongkok, lebih mendekatkan wajahnya ke perut Yesung yang semakin membesar. “Kau tidak mau Daddy mencium Mommymu hmm?” tanyanya sambil mengecup perut Yesung.

Dugh!!

“Hng~” lagi-lagi Kyuhyun mendapatkan tendangan dari perut Yesung. ah~ bayi yang ada dirahim Yesung mulai bergerak dan menendang-nendang, seakan mengerti apa yang dikatakan Kyuhyun padanya. “Kenapa kau menendang Daddy lagi, huh?”

“Kyu~ kau tidak boleh kasar.” Sahut Yesung dengan mengusap lembut rambut Kyuhyun. “Dia ingin dimanja seperti kau memanjakanku.”

“Oh~ jadi Baby sekarang ingin dimanja seperti Dad memanjakan Mommy?” tidak ada reaksi yang ditunjukkan bayi yang ada dirahim Yesung. Kyuhyun mendongakkan kepalanya untuk menatap Yesung, terlihat namja manis itu tersenyum sambil mengendikkan bahunya. “Baby marah kepada Dad?”

Ting… Tong…

Yesung mengernyitkan dahinya, siapa yang memencet bel rumahnya pagi-pagi seperti ini. “Ahjumma biar aku saja!!” tandas Yesung yang melihat maid mereka hampir berlari menuju pintu. “Kyu aku membuka pintu dulu.” Kyuhyun berdiri dengan sejenak mengecup kembali bibir Yesung. lalu membiarkan Yesung berjalan menuju pintu.

Ting… Tong…

“Ne~ gidariseyo!!” Yesung sedikit berlari karena merasa orang yang memencet bel rumahnya itu terlalu terburu-buru. Perlahan Yesung membuka pintu rumahnya dan menampakkan seorang namja yang memakai kacamata hitam tengah tersenyum padanya. “Ne? nuguseyo?”

“Kau tidak ingat siapa aku?”

Glup.

Yesung ingat, Yesung hafal suara siapa itu. sedikit demi sedikit namja yang ada dihadapan Yesung mulai membuka kacamatanya. “K-kau!!” Yesung memundurkan langkahnya melihat namja itu.

Baby, siapa yang datang?” tanya Kyuhyun seraya menghampiri Yesung dan langsung melingkarkan tangannya dipinggang ramping sang istri.

“Annyeong Kyuhyunnie.”

Deg.

Kyuhyun melebarkan matanya, ia menatap tidak percaya namja yang ada dihadapannya saat ini. sepersekian menit mereka diam dalam keheningan, saling bertatapan tanpa tahu apa yang akan mereka bicarakan.

“Geureom, mana yeoja yang katanya dijodohkan denganmu? Mengapa malah ada seorang namja yang sedang hamil disini?” tanya namja manis itu dengan melipat kedua tangannya didepan dada.

“S-sungmin Hyung.” Yesung mengeratkan genggaman tangannya kepada Kyuhyun. “A-aku bisa-“

PLAK.

Sebelum Kyuhyun menjelaskan, Sungmin sudah lebih dulu memberikan tamparan kearah namja yang ada dihadapannya saat ini. “Kau tau Kyu!! Aku hampir gila karena kepergianmu yang tiba-tiba itu, kenapa kau melakukan semua ini? APA KAU TIDAK MENCINTAIKU HAH!!!”

Greb.

Kyuhyun dengan terpaksa melepaskan genggaman tangannya pada Yesung, lalu menarik tubuh Sungmin untuk dipeluknya sangat erat. “Mianhae Hyung, mianhae.”

“Kau jahat Kyu!! Kenapa kau melakukan semua ini?” Sungmin menangis parau, ia terus memukul-mukul dada Kyuhyun yang terus mencoba untuk memeluknya erat. “Aku sangat mencintaimu, kenapa kau menghianatiku? Kenapa kau malah menikah dengannya, hah!! KENAPA!!!” terus seperti itu, Sungmin tidak sekalipun berhenti menangis dipelukan Kyuhyun.

Sedangkan Yesung merasakan sakit, ia cemburu saat Kyuhyun lebih memilih untuk memeluk Sungmin dibanding berada disampingnya, ya.. walaupun ia tau memang Sungmin adalah namjachingu Kyuhyun dulu, tapi wajar bukan bila Yesung merasakan kecemburuan? Terlebih lagi sikapnya semakin sensitif saat mengandung seperti ini.

Tatapannya terus fokus pada kedua namja yang saling memeluk itu, sampai akhirnya Kyuhyun melepaskan pelukannya, menangkupkan kedua pipi Sungmin dengan lembut. Yesung semakin miris, bahunya bergetar, ingin sekali ia menangis, namun ia tidak bisa mengeluarkan airmatanya. “Mianhae Hyung, aku memang jahat, aku sudah menghianatimu.”

Tanpa diduga Sungmin menarik dagu Kyuhyun lalu melumat bibir manis yang sangat ia rindukan. Hal itu membuat Yesung membelalakkan matanya, sakit. hatinya seperti tertusuk ribuan jarum yang amat sangat menyakitkan. Sungmin mencium bibir Kyuhyun tepat didepan matanya. Dan liquid itu akhirnya turun satu persatu, menyisahkan sebuah luka yang amat dalam dihati Yesung. ‘Kau.. menyakitiku…’

Yesung berlari masuk kedalam rumahnya, berlari kekamarnya, membanting pintu lalu menutup tubuhnya dengan selimut tebal. Ia menangis sekencang-kencangnya, dan tangisan itu sungguh sangat memilukan.

Ia membiarkan kesakitan yang mulai mendera tubuhnya merasuk, Yesung masih terus menangis hingga ia tidak kuat lagi. “Argh!!!” ia mulai meringis kesakitan, ia membuka selimut yang tadinya menutupi tubuhnya, dan kali ini terlihat cairan kental berwarna putih pucat yang amat banyak dibagian bawah. “A-apa itu?? ARGH!! KYUUUHHHH!!!”

Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin agar ciuman mereka terlepas, ia baru sadar jika ternyata Yesung sudah tidak ada didekatnya lagi. “Apa yang kau lakukan Hyung?”

“Kyu, aku hanya-“

“KYUHYUN-AAAHHHH!!!” Terdengar suara jeritan dari dalam kamar, dan spontan membuat Kyuhyun terpaku. Itu suara jeritan Yesung, dengan tergesa-gesa ia berlari menuju kekamarnya. Kyuhyun sangat cemas melihat Yesung terlihat sangat kesakitan diranjangnya.

Baby kau kenapa?” tanya Kyuhyun dengan mencoba memeluk tubuh Yesung.

“Argh!! Perutku sakit Kyu arghhhh!!!”

“Ca-cairan apa itu?” Kyuhyun bingung dengan cairan yang membasahi tubuh bagian bawah Yesung.

“Kenapa Kyu? Apa Yesung akan melahirkan?” sahut Sungmin ikut merasakan cemas.

“Me-lahirkan???”

“Cepat Kyu, kita harus bawa dia kerumah sakit!!” tanpa menunggu waktu lama, Kyuhyun dan Sungmin langsung membawa Yesung menuju rumah sakit.

.

::Loving_You_is_like_Breathing::

.

Beberapa jam sudah Kyuhyun dan Sungmin berada didepan ruangan operasi, Dokter menyatakan bahwa Yesung harus melahirkan bayinya secara prematur, Kyuhyun sedikit khawatir akan keadaan bayinya dan juga Yesung, namun apapun keadaannya, ia percaya bahwa Dokter akan mengusahakan yang terbaik untuk istri dan anaknya.

“Mianhae Kyu, ini semua salahku.” Sesal Sungmin dengan menunduk. Kyuhyunpun ikut menunduk lalu tersenyum.

“Tidak usah minta maaf Hyung, aku juga bersalah disini. Dan mianhae jika aku benar-benar menyakitimu, jujur ternyata aku sangat mencintai Yesung Hyung.” Sungmin memejamkan matanya kuat-kuat, merasakan sakit didadanya.

“Aku mengerti.” Jawabnya pada akhirnya. Ia tidak mungkin lagi memaksa Kyuhyun untuk mencintainya, ia paham jika Kyuhyun akan lebih bahagia jika bersama Yesung.

“Kyuhyun-ah!!” Kyuhyun dan Sungmin mengangkat kepalanya dan melihat 5 orang namja tengah berlari kecil kearah mereka.

“Siwon Hyung, Dad, Mom.”

“Bagaimana keadaan Yesungie, Kyu?” tanya Leeteuk dengan raut wajah yang sangat khawatir.

“Aku belum tau Eomma, operasinya masih belum selesai.”

“Tenanglah Teukie-ssi, kita harus berdoa semoga Yesungie baik-baik saja dan operasinya berjalan lancar.” Jae mengusap lembut bahu Leeteuk. Mereka menunggu selama berjam-jam dan selama itupula tidak ada pembicaraan diantara mereka, hanya sesekali Siwon menatap tidak suka kearah Sungmin yang berada disamping Kyuhyun.

Hingga tak lama kemudian, lampu darurat di ruang operasi padam. Mereka berbondong-bondong mendekati pintu operasi dan terbukalah pintu itu, menampakkan sosok seorang Dokter cantik yang membuka maskernya. “Hyung, bagaimana keadaan istriku?” tanya Kyuhyun terburu-buru, terdengar sebuah hembusan nafas berat dari Heechul, Dokter yang menangani Yesung.

“Chullie-ah, bagaimana keadaan Yesungie?” tambah Leeteuk.

Raut wajah mereka sangat cemas saat Heechul tidak bereaksi, tapi seketika mereka mengernyitkan dahinya melihat Heechul tersenyum manis. “Chukkaeyo Kyuhyun-ah, bayimu kembar, dan semuanya laki-laki.”

“A-apa? Kembar?”

“Laki-laki?” Leeteuk dan Jaejoong langsung berpelukan, begitupula Yunho dan Kangin, sedangkan Kyuhyun masih membatu, mencerna apa yang dikatakan Heechul barusan.

“Tapi mereka masih harus berada di inkubator bayi karena bobot mereka sangat rendah.”

“I-inkubator?” Kyuhyun lagi-lagi belum bisa tersenyum.

“Ne Kyuhyun-ah, karena Yesung melahirkan secara prematur, bayi kalian masih belum bisa menyesuaikan temperatur diluar perut Yesung, oleh sebab itu kita harus meletakkan bayi-bayi kalian di inkubator untuk sementara waktu.”

“Tenanglah sayang, bayimu akan baik-baik saja.” Jaejoong memeluk tubuh Kyuhyun, menenangkan anaknya yang masih shock mendengar penjelasan Dokter. Kyuhyun tidak mengerti istilah-istilah kedokteran karena memang ini adalah kali pertama ia menjadi seorang Appa.

.

Kyuhyun masuk kedalam sebuah ruangan, ia melihat Yesung tengah menatap kearah luar jendela. “Baby.” Mendengar panggilan dari Kyuhyun, Yesungpun menoleh dan tanpa diduga ia tersenyum. Kyuhyun semakin takut, apa arti dari senyuman itu? seingat Kyuhyun, beberapa jam yang lalu ia baru saja menyakiti Yesung, dan mengapa sekarang namja manis itu seperti tidak terlihat sakit karena ulahnya.

Kyuhyun menggenggam erat tangan Yesung dengan sebelumnya mengecup kening istrinya. “Mianhae.”

“Mianhae? Untuk?” Yesung mengernyitkan dahinya.

“Tadi.. Aku… Sungmin…. itu…”

“Sudahlah, aku tidak apa-apa Kyunnie, kau tidak perlu minta maaf.” Sahut Yesung dengan membalas genggaman tangan Kyuhyun.

“Tapi Baby, aku sudah-“

“Bagaimana keadaan anak kita?” Yesung mencoba mengalihkan pembicaraan, mungkin lebih baik tidak membicarakan masalah tadi yang akan membuka luka yang sudah coba ia tutup.

Baby-

“Heechul Hyung mengatakan bahwa anak kita kembar? Benarkah?” sejenak Kyuhyun terdiam dan fokus menatap Yesung. “Kyunnie~ kenapa diam? Apa kau sudah melihat anak kita?” Kyuhyun kembali berpikir, ia benar-benar seorang manusia yang sempurna, sempurna karena memiliki seorang istri yang sangat baik seperti Yesung. tak lama setelah ia melihat Yesung mengerucutkan bibirnya, Kyuhyun mengecup bibir itu sekilas.

“Ne, Baby.. anak kita kembar, tapi aku belum sempat melihatnya karena mereka ada di inkubator bayi.”

“Ah ne, bobot mereka pasti sangat rendah karena terlahir prematur.” Yesung menunduk sedih. “Kyu, maukah kau menemaniku melihat mereka?” pinta Yesung dengan puppy eyes andalannya.

“A-apa? T-tapi kau masih harus banyak istirahat Baby, kau-“

“Ayolah Kyu~ aku ingin melihat mereka~” rajuk Yesung dengan menarik-narik tangan Kyuhyun. “Kyunnie~ ayolah temani aku, hanya sebentar, ne?” rajukan Yesung semakin menjadi, bahkan terdengar isakan lirih dari namja manis yang ada dihadapannya saat ini.

“Ah~ baiklah baiklah!! Kita akan melihat bayi kita!!” ucap Kyuhyun pada akhirnya. Kyuhyun tidak bisa lagi mendengar isakan serta rajukan dari Yesung yang membuatnya lumpuh akan segalanya. Ia meletakkan Yesung kesebuah kursi dorong lalu melangkah perlahan menuju kesebuah ruangan dimana kedua bayi kembarnya masih tertidur pulas.

“Lihat Kyunnie, dia mirip sekali denganmu, rambutnya berwarna hazzel sepertimu.” Ujar Yesung dengan memasukkan satu tangannya kesebuah lingkaran yang mempermudah tangannya untuk mengusap lembut bayi mungilnya.

“Dan yang satu ini sama sepertimu Baby, rambutnya berwarna hitam, tapi kulitnya seperti aku, aish~ benar-benar sangat tampan, hahahaha~ sama seperti Daddynya.” Yesung langsung melirik tajam kearah Kyuhyun. “Cho Dae-Hiro, itulah namamu anak tampan.” Kali ini Yesung memiringkan kepalanya heran.

“Hiro?” Kyuhyun mendekati Yesung lalu mendaratkan ciuman singkat dibibir kissable itu.

“Hiro dari bahasa jepang berarti Murah hati, sedangkan Dae dari bahasa korea berarti keagungan, bagus bukan?” Yesung tidak menjawab, Kyuhyun menatap bayinya yang mempunyai rambut sewarna dengan miliknya. “Dan kau adalah Cho Dae-Kin anak manis.” Tandasnya dengan ikut memasukkan tangannya kelingkaran inkubator, mengusap lembut bayinya.

“Kin juga berasal dari bahasa jepang yang berarti emas. Kedua anak ini sangat berarti bagi kita Baby, mereka adalah bukti dari cinta kita.”

“Kyunnie~” Yesung menarik tubuh Kyuhyun, meminta untuk dipeluk. Dan tanpa penolakan, Kyuhyunpun memeluk tubuh Yesung dengan sangat erat.

“Saranghae Baby, hidup kita akan sempurna, sesempurna cinta yang aku berikan padamu.”

“Kyu~ nado. Aku bahagia, sangat bahagia.”

.

::Loving_You_is_like_Breathing::

.

4 tahun kemudian.

“MOMMY!! DAE-HILO MEMUKULKU.. HUWAAAAA!!” balita kecil yang berusia 4 tahun dengan surai hazzel itu menangis sesenggukan saat saudaranya yang memakai kaos putih mendaratkan pukulan dikepalanya dengan menggunakan bantal sofa.

“ANIYA MOMMY!! DAE-KIN YANG MEMUKULKU DULU!!” sergah Dae-Hiro tak mau kalah. Yesung berlari memeluk Dae-Kin sedangkan Kyuhyun yang saat itu bermain PSP tidak merespon sama sekali.

“Cup cup cup, sudah jangan menangis Chagi.” Yesung mengusap lembut punggung Dae-Kin yang masih terisak dipelukannya.

Daddy belmain apa? Hilo mau ikut!!” Dae-Hiro naik keatas sofa lalu melihat apa yang dimainkan sang Appa, sedangkan Yesung mulai berkomat-kamit kesal karena sifat Dae-Hiro ternyata sama seperti Kyuhyun.

“Aish~ Daddy dan anak sama saja.” Gumam Yesung lirih, tapi telinga Kyuhyun cukup bisa menerima apa yang diucapkan Yesung.

“Kau bilang apa Baby?” tanya Kyuhyun tanpa menatap kearah Yesung.

“A-aniya, aku tidak-ehmp!!” entah sejak kapan dan darimana mulanya, Yesung tidak bisa melanjutkan ucapannya saat Kyuhyun melumat bibirnya didepan anak-anaknya. “Kyunnie-ehmp!!” Yesung tidak bisa berkutik, malah sekarang tubuh Kyuhyun sukses menindih tubuh Yesung, menguncinya tanpa peduli bahwa kedua anaknya tengah menatap mereka jengah.

“Aigo~ Daddy dan Mommy mecum!!” ujar Dae-Hiro dengan tampang lugunya, ia menarik tangan Dae-Kin untuk naik keatas sofa.

Daddy dan Mommy cedang apa Hilo? Kenapa Mommy ada dibawah Daddy?” tanya Dae-Kin tanpa tau apa-apa, tatapannya masih terus fokus kearah Yesung yang ada dilantai beralaskan karpet, dengan Kyuhyun yang masih melumat hingga menyentuh titik sensitif milik istrinya, membuat Yesung bergelinjang geli dengan desahan-desahan yang keluar dari bibir tipisnya.

“Tutup mata dan telinga Dae-Kin, meleka cedang belmain!!” jawab Dae-Hiro dengan memainkan PSP yang tadinya dibawa oleh Appanya.

“Belmain? Aku juga mau belmain cepelti itu Hilo, kajja!!”

Glup.

Hiro meneguk salivanya dengan susah saat menatap kerlingan mata Dae-Kin, ia meletakkan kembali PSPnya ke sofa lalu turun dari sofa secara perlahan. “Wae Hilo? Apa kau ciap?”

“NOOOOOO!! HUWAAA DADDYYYY MOMMYYYY!!” Hiro berlari kencang saat Dae-Kin mengejarnya. Membiarkan kedua orangtuanya sibuk dengan desahan yang membuat anak-anaknya ingin melakukan hal yang sama.

“Kau bodoh Cho Kyuhyun!!”

“Karena itulah kau mencintaiku Cho Yesung.”

“ARGGHHHH!!!”

.

.

~END~

.

.

END ^^ mianhae jika tidak sesuai keinginan hehehe~ tapi akhirnya jadi Happy Ending bukan? Kkk~

Gomawo yang udah nyempetin baca dan comment ^^ moga tidak mengecewakan ^^

Leave a comment please ^_^

90 comments on “Loving You is like Breathing – Chap 2 [END]

  1. Aish… aku berharap akhirnya yeye meninggal kekeke… hbisnya kyuhyun kurang sengsara! Kasian yeye~ tpi ak agk marah sma yeye si… hbis dy ngotot banget… masa mkan hrus sma kyu? Udh tau suaminya gtu, soalnya kalo gtu yeye nyakitin anaknya jga to… harusnya yeye lbih perhatian, walau dy ga ngurus tubhnya tpi kan da ank d dlem…
    Tp seneng deh akhrnya happy end~ =D

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s