Fall Too Deep – Chapter 1

Chap 1.

Main Cast : Kyuhyun, Yesung and Other cast

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Hurt/Comfort, Romance, fluff, Fantasy

Rate : T – M

Summary : 2 tahun setelah kematian Siwon, Kyuhyun berusaha membuat Yesung bangkit dari keterpurukan. Lalu apakah Kyuhyun juga akan berhasil membuat Yesung mencintainya?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

Nb : FF lanjutan dari Serenade of the Endless Love. Jika ada yang belum paham boleh membaca FF sebelum ini terlebih dahulu ^^. Gomawo and hope you like guys. #kisseu

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

Next story Chapter 2

.

fall1

.

Berusaha untuk menjadikan ‘dia’ miliknya adalah impiannya, walau ia tahu apa yang ia impikan adalah hal yang sangat sulit. Namun ia tidak pernah menulis dihatinya kata-kata ‘menyerah’. 8 huruf yang akan membuatnya terlihat lemah, sangat lemah.

Ia yakin bahwa suatu saat nanti ia akan meraih apa yang sudah ia impikan. Cukup dengan terus bersama dengannya dan tidak menyakitinya. Namun apakah benar ia tidak akan menyakiti?

.

Cloudhy3424_present

Fall too deep Chapter 1

Happy Reading

.

Yesung berjalan menyusuri sebuah lorong panjang dengan terus bersenandung, tangan kanannya masih setia menenteng sebuah kantung besar berisi jajangmyeon, makanan special yang ia beli untuk Kyuhyun.

Tanpa terasa 2 tahun berlalu semenjak Siwon meninggal karena penyakitnya, ya.. semenjak itu pula Yesung menjadi sangat tertutup dan tidak pernah bersuara hingga Kyuhyun memutuskan untuk membawa Yesung tinggal diapartemen bersamanya agar ia bisa selalu menjaga Yesung.

Dan…. menepati janjinya kepada Siwon.

Mereka berdua sepakat keluar dari management SM karena saat itu kondisi Yesung tidak memungkinkan untuk menjalani karir mereka. Sepeninggal Siwon, Yesung seperti kehilangan semangat hidup, ia seperti seorang mayat hidup yang hanya menatap kosong kearah depan. Berbulan-bulan Yesung menjadi seperti itu hingga Kyuhyun memutuskan untuk fokus menjaga Yesung dan merelakan karirnya sebagai seorang penyanyi.

Mengembalikan sosok Yesung seperti semula dan…. Kyuhyun bisa melakukannya. Melihat senyum manis yang sudah lama ia rindukan dibibir Yesung.

Setelah memasukkan password pintu apartemen yang tersedia, Yesungpun mendorong pelan pintu itu untuk terbuka. Riuh-riuh terdengar suara gelak tawa dua orang namja didalam apartemen itu.

Yesung berdiri tanpa tahu apa yang harus ia lakukan saat melihat Kyuhyun tengah memeluk erat tubuh seorang namja manis didepan ruang TV. Ia terus berada disana hingga suara Kyuhyun membuatnya sadar.

“Hyung, kau sudah pulang? Darimana?”

“Hng…” Yesung belum beranjak dari tempat itu walau kesadarannya sudah mulai kembali, ia tersenyum lalu berjalan pelan kearah dapur, segera meletakkan apa yang ia bawa keatas meja sesaat sebelum ia melihat ada banyak makanan di atas meja. “I-ini….”

“Minnie hyung yang membuatnya hyung, katanya untuk kita, dia tahu jika kita belum makan.” Sahut Kyuhyun yang sepertinya tahu apa yang sedang Yesung pikirkan.

“Oh.” Hanya itu yang bisa Yesung ucapkan. Ia kembali tersenyum lalu berjalan kearah tong sampah yang ada dibawah meja dapur, membuang apa yang ia bawa kedalam tempat itu. ‘Kau pasti tidak membutuhkannya, makanan itu terlihat lebih enak dibanding apa yang aku bawa.’ Batinnya.

Yesung berjalan keluar dari dapur hingga lagi-lagi suara Kyuhyun membuatnya menghentikan langkahnya. “Kau darimana Hyung? Kau belum menjawab pertanyaanku.”

“Siwon.” Singkat, tapi itulah Yesung. Tanpa menunggu waktu lama, Yesung masuk kedalam kamar, menutup pelan pintunya lalu menguncinya dari dalam. Ia terduduk dibelakang pintu dengan menekuk kedua lututnya. ‘Siwon…aku merindukanmu…’ gumamnya seraya meletakkan kepalanya dikedua lututnya. ‘Sangat merindukanmu.’

“Dia kenapa Kyu?” tanya namja manis yang disebut-sebut bernama Minnie atau Sungmin yang ada dipelukan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun masih terus fokus kearah pintu yang telah membuatnya tidak lagi melihat sosok Yesung. “Kyu?”

“Hng~ ne? Ada apa hyung?”

“Kenapa melamun? Aku tanya dia kenapa? Sikapnya dingin sekali.” Kyuhyun hanya menggeleng tanpa memperlihatkan senyuman yang tadi masih terlihat dibibirnya.

‘Apa aku menyakitinya?’

.

“Baby~ baby~ irreona!! Jangan tidur dilantai seperti itu, kau bisa sakit baby!! Cepat bangun!! Ppaliii!!”  Yesung membuka matanya seketika saat mendengar sebuah suara yang sangat ia rindukan.

“Siwon.” Tanpa sadar mungkin karena terlalu lelah, Yesung tertidur selama hampir 1 jam dilantai tanpa alas apapun, iapun bangkit dan duduk lalu mengusap kasar wajahnya. “Itu hanya halusinasiku saja, suaramu masih terus terdengar ditelingaku walau sudah 2 tahun kau meninggalkanku Wonnie.” Miris. Yesung hanya bisa tersenyum miris dengan menatap awan yang menggantung diatas langit dari jendela kamarnya.

Ia mulai membuka kamarnya, beranjak keluar dari kamar saat merasakan lapar. “Ugh!!” eluhnya dengan mengelus perutnya yang terasa sangat lapar, tapi lagi-lagi Yesung terdiam mematung melihat namja itu… ya.. namja itu, Kyuhyun dan Sungmin tengah tertidur lelap dengan posisi tubuh Sungmin berada dipelukan Kyuhyun. ‘Harusnya aku tidak melihat ini, kau bodoh Kim Yesung, untuk apa kau merasa kesal, eh?’ rutuknya lalu sedikit berlari kecil kearah dapur.

Dalam kegiatannya mencuci piring dan gelas kotor yang ada didapur, pikirannya tidak bisa fokus dengan apa yang ia lakukan, entah apa yang ia pikirkan saat ini, semua membuatnya bingung. Kenapa ia merasa kesal saat Kyuhyun memeluk namja itu? Memang apa masalahnya jika Kyuhyun mempunyai seorang namjachingu? Bukankah Yesung menganggap Kyuhyun tidak lebih dari sekedar dongsaeng? Bukankah sampai saat ini Yesung belum bisa melupakan sosok Siwon? Menggantikan seorang Siwon didalam hatinya?

Yesung menggelengkan kepalanya pelan. ‘Tidak!! Lupakan Yesungie, lupakan lupakan..lupakan!!!! kau tidak seharusnya berpikir seperti ini!!!’

Greb.

“Eh?” hampir saja gelas yang dibawa Yesung terjatuh saat merasakan sepasang tangan melingkar dipinggangnya, tanpa ia menolehpun, ia sudah tahu bahwa tangan itu adalah tangan Kyuhyun. “Ada apa Kyu?”

“Kau sedang apa hyung?” Tanya Kyuhyun seduktif dengan meletakkan dagunya dibahu sebelah kanan Yesung.

“Kau lihat aku sedang apa hm? Sedang bermain?” Yesung balik bertanya dengan tampang datarnya.

“Kau marah padaku?” Tidak ada jawaban, hanya gelengan singkat dari Yesung. “Lalu kenapa tiba-tiba kau bersikap seperti ini padaku Sungie hyung?”

“Aku tidak apa-apa Kyu, kau tidak perlu khawatir, tidak usah berpikir bahwa aku marah padamu, karena memang aku tidak berhak marah padamu.”

“Apa?” Kyuhyun sedikit menajamkan telinganya. “Kau bilang apa hyung?”

“Tidak, lupakan.”

“Biar aku yang mencuci piringnya.” Pinta Kyuhyun dengan melepaskan pelukannya, berdiri disamping Yesung untuk segera menggantikan aktifitas yang dilakukan Yesung.

“Aniya, tinggal sedikit lagi, kau tidak perlu membantuku Kyu, lebih baik kau tidur lagi, suruh temanmu itu pindah kekamarmu.”

“Hng? Biarkan saja, dia sudah sangat terlelap.”

Yesung nampak berpikir sejenak hingga akhirnya ia memutuskan untuk menatap Kyuhyun, meletakkan piring terakhir keatas rak piring yang ada disebelah kirinya. “Kyu-ah, boleh aku bertanya?”

“Kau mau tanya apa hyung?” Yesung mulai gelisah, antara iya atau tidak, antara mau bertanya atau kembali mengurungkan niatnya, ia menggigit bibir bawahnya karena terlalu gugup. “Hyung?” Kyuhyun sedikit mengangkat dagu Yesung agar kedua manik kembar milik mereka bertatapan. “Apa yang ingin kau tanyakan hm?”

“D-dia…dia…si…siapamu Kyu?”

“Ne?” tanya Kyuhyun meyakinkan.

“Ah~ sudahlah, tidak perlu dijawab!!” tepis Yesung dengan melangkah pergi dari hadapan Kyuhyun sebelum akhirnya ia merasakan tangan Kyuhyun menarik lengannya hingga mau tidak mau tubuhnya terputar dan berada dekat dengan tubuh Kyuhyun. “Enggghh~ K-kyuuu~” gugup. Yesung benar-benar sangat gugup saat melihat wajah Kyuhyun berada tepat didepan wajahnya hingga nafas mereka saling beradu.

“Dia orang yang aku sukai dulu hyung.” Sontak apa yang dikatakan Kyuhyun membuat namja manis itu kembali menatapnya datar, ia tersenyum sangat tipis lalu mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh darinya.

“Oh, jadi dia orangnya.” Ujar Yesung mencoba mengubah suasana hatinya yang kembali terasa buruk. “Seorang namja yang kau sukai sejak kau duduk dibangku sekolah dasar itu?” Kyuhyun mengangguk pelan. Kyuhyun memang sudah menceritakan semuanya kepada Yesung, menceritakan bahwa dulu Kyuhyun pernah mempunyai seorang first love saat ia duduk dibangku sekolah dasar.

Tapi selama itu pula Kyuhyun tidak pernah mau mengungkapkan perasaannya, ia terlalu takut, terlalu beranggapan bahwa jika dirinya mengungkapkan perasaannya, namja itu akan membencinya dan pergi meninggalkannya.

Cinta Kyuhyun pada namja itu sangat besar, dan Kyuhyun menjadi sangat hancur saat namja yang ia sukai pergi dari Korea untuk melanjutkan studynya diluar negri saat mereka duduk dibangku kelas 3 SMA.

Kyuhyunpun mulai menutup dirinya, mulai berhenti percaya dengan kata cinta, mulai beranggapan bahwa cinta hanya membuatnya terluka. Namun saat ia masuk keperguruan tinggi dan bertemu dengan Yesung, semua yang dipikirkannya tiba-tiba berubah. Melihat Yesung tersenyum, bernyanyi, tertawa, menangis, sedih, membuat hatinya merasakan perasaan yang berbeda, terkadang ia merasakan sangat sesak, lebih sesak daripada saat ia harus kehilangan namja yang ia cintai dulu.

Kyuhyun terus menepis pemikiran bahwa dirinya mencintai Yesung, tapi ternyata takdirnya yang membuat ia akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Yesung, walau pada akhirnya ia harus menerima penolakan karena Yesung sudah mempunyai seorang kekasih. “Dia kembali beberapa hari yang lalu dan mencariku. untuk sementara, bolehkan dia menginap disini? Keluarganya masih berada di amerika hyung.”

Yesung sedikit merasakan sesak didadanya, memperbolehkan Sungmin menginap diapartemen ini sama saja membuatnya terus melihat keromantisan yang ditunjukkan Kyuhyun dan Sungmin. “Kau tidak perlu khawatir hyung, biar nanti dia tidur denganku.” Semakin sesaklah apa yang kini ada dihati Yesung, batu kerikil yang tadi masih mengganjal pernafasannya seolah-olah terganti dengan batu yang amat besar.

“Tidak apa-apa kan hyung?” tanya Kyuhyun meyakinkan melihat tidak ada balasan dari Yesung.

“I-itu terserah kau Kyu, ini apartemenmu atau kalau tidak aku akan kembali keapartemenku dulu saat masih bersama Siwon agar kau bisa berduaan dengannya.” Yesung mencoba menggoda Kyuhyun dengan menyenggol-nyenggol lengan namja tampan itu, menutupi apa yang sebenarnya ia rasakan dihatinya.

“Aniya aniya!!” Kyuhyun menyentuh kedua bahu Yesung dan menatap lekat onix milik Yesung tersebut. “Jangan pernah sekalipun kau pergi dari apartemen ini hyung, kau mengerti? Jangan pernah!! Tetap berada disini apapun yang terjadi.”

“A-apa?”

“Aku sudah berjanji pada Siwon untuk terus menjagamu, jadi hanya dengan kau berada disisiku, aku bisa menjagamu hyung.” Terangnya.

‘Dan itu artinya kau mencoba membuatku terluka lebih dari ini Kyu.’

“Hyung kau mengerti kan?” tanya Kyuhyun menegaskan, Yesungpun hanya bisa mengangguk pelan hingga ia merasakan Kyuhyun mengecup lama keningnya, menyalurkan rasa hangat yang tiba-tiba membuatnya merasa dekat dengan Siwon.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

“Waktunya makan!!” seru Sungmin saat selesai menyiapkan beberapa makanan diatas meja, Yesung dan Kyuhyunpun berjalan menuju meja makan, melihat begitu banyak pilihan makanan yang tersuguh didepan mata mereka.

“Aigo minnie-ah, ini banyak sekali, kau membuatnya sendiri?” tanya Yesung kagum dengan semua masakan yang dibuat oleh Sungmin.

“Ne, Yesung-ah, bagaimana menurutmu? Selama ini kalian pasti tidak pernah makan seperti ini bukan?”

“Ne?”

“Maja Minnie hyung, Yesung hyung tidak sepintar kau dalam hal memasak, jadi terkadang kita hanya memakan itu itu saja, tidak ada perubahan.” Eluh Kyuhyun dengan melirik kearah Yesung, iapun duduk disamping Sungmin.

“Aish~ tapi kau suka bukan?” celetuk Yesung kesal dan hanya dibalas kekehan oleh Kyuhyun.

“Sudah sudah, lebih baik kita cepat makan.” Sergah Sungmin merasa situasi yang memanas disekitarnya.

Tidak ada perbincangan saat acara makan malam itu berlangsung, hanya terkadang Yesung melirik kearah Kyuhyun dan Sungmin yang tengah bersikap mesra dihadapannya. “Hng~ Kyu, setelah ini kau mau menemaniku ke supermarket dulu? Persediaan makanan dilemarimu menipis.” Terang Sungmin setelah menyelesaikan makannya.

“Ne? Aku? Apa kau tidak bisa berangkat sendiri hyung?”

“Aish~ aku belum tahu daerah sini Kyu, nanti kalau aku tidak tahu jalan pulang bagaimana?”

“Tidak akan hyung, lagipula supermarketnya ada diujung jalan.”

“Ayolah Kyu, sebentar saja.” Rengek Sungmin dengan menarik-narik lengan Kyuhyun.

“Ta-tapi Yesung hyung?”

“Dia-“

“Aku akan tetap disini, menjaga apartemen, kalian pergilah.” Sahut Yesung seketika.

“Kau yakin Yesung-ah?” Yesung mengangguk dan tersenyum.

“Pergilah!!”

“Tidak bisa hyung, kau harus ikut kami, kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana?”

“Tidak akan Kyu, kau terlalu berlebihan!! Dasar bodoh!!” cibir Yesung dengan melirik tajam kearah Kyuhyun.

“Aish~”

“Ya sudah, kita berangkat sekarang saja Kyu, takutnya malah kemalaman.”

“Tapi-“

“Sudah ayo!!” tanpa pikir panjang, Sungmin menarik tangan Kyuhyun untuk meninggalkan meja makan, keluar dari apartemen tanpa mengucapkan sesuatu terlebih dahulu kepada Yesung.

‘Harusnya….. aku tidak membiarkanmu pergi.’

.

Denting jam berbunyi sebanyak 12 kali, menandakan bahwa saat ini sudah menginjak pergantian hari. Yesung membuka matanya dengan merasakan rasa kantuk yang amat sangat. Ia melihat jarum panjang jam yang ada didinding menunjukkan pukul 12 tengah malam, dan sampai saat ini Kyuhyun serta Sungmin belum kembali ke apartemen.

“Mereka hanya mengatakan sebentar, tapi kenapa sampai sekarang belum pulang.” Gumamnya seraya mengambil segelas air putih didapur.

_Cklek_

Yesung mengarahkan pandangannya kearah pintu yang terbuka, hampir saja suara kekesalannya lolos tapi saat melihat apa yang ada dihadapannya, ia kembali menutup bibirnya untuk bersuara. “Kyu.”

“Hng? hyung?” Kyuhyun sedikit terkejut melihat Yesung masih terjaga ditengah malam seperti ini, sedangkan kedua tangannya terlihat kebingungan membawa bungkusan belanjaan serta tubuh Sungmin yang ada digendongannya.

“Ke-kenapa dia?” tanya Yesung sedikit ragu dengan mengambil kantung putih yang ada dikedua tangan Kyuhyun.

“Dia mabuk hyung, hmm hyung, bisakah kau meletakkan apa yang sudah aku belikan ke lemari? Aku mau membaringkan tubuh Sungmin hyung dulu kekamar.” Yesung mengangguk tanpa banyak penolakan, ia melihat Kyuhyun berlalu dihadapannya. Lagi, ada rasa sesak didadanya. Apa ia sudah bisa menyakinkan dirinya bahwa ia mencintai Kyuhyun?

Apa ia sudah yakin akan menggantikan posisi Siwon didalam hatinya? Itulah yang terus ada dipikiran Yesung. Cukup sulit, atau bahkan sangat sulit bagi Yesung untuk menyadari semua itu.

“Selesai!! Huft!!” Yesung tersenyum melihat tatanan belanjaan yang ada di lemari, ia tersenyum lalu berencana kembali kekamarnya saat tiba-tiba telinganya menangkap sesuatu yang ganjil dikamar Kyuhyun.

“Uhhhh~ Kyuuuhhh~ andwaeyoooh~”

Suara desahan dari Sungmin, Yesung membulatkan matanya lebar-lebar. Apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa Yesung mendengar suara Sungmin tengah mendesah dengan terus memanggil nama Kyuhyun.

Yesung berdiri mematung, tidak cukup kuat untuk menggerakkan kakinya, tapi ia juga tidak mau terus-terusan berada disana.

“Aaaahhhh~ Kyuuuhhh~”

Cukup!! Yesung menutup kedua telinganya rapat-rapat, ia berlari menuju kamarnya dengan menutup pintunya perlahan, meringkuk kembali dibelakang pintu dengan tanpa sadar kedua onixnya mengeluarkan sebuah liquid yang amat menyakitkan.

‘Kenapa? Kenapa aku harus menangis? Kenapa aku menangis karena dia?’ Yesung mengusap kasar airmatanya, tetap menepis bahwa apa yang ia lakukan sangat bodoh. ‘Berhentilah menangis Kim Yesung, kau tidak seharusnya merasakan sakit!! Berhenti berpikiran jika kau tidak suka Kyuhyun bersama orang lain!! Dia mempunyai kehidupan sendiri, kau tidak bisa mengatur kehidupan dia!!’

Yesung mulai terisak, menutup mulutnya agar isakannya tidak terdengar keluar . ‘Berhentilah!! Kumohon!! Kau hanya boleh mencintai Siwon, hanya Siwon!!’

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Pagi mulai menjelang, suara itu kembali ia dengar, suara yang setiap harinya selalu membuatnya terbangun.

“Baby!! Kenapa kau tidur dilantai lagi hmm? Bukankah aku sering mengatakan bahwa kau tidak boleh tidur dilantai? Cepat bangun baby!! Ayo bangun!! Ppaliii!!”

“Siwon.” Ya.. itulah satu kata yang selalu terucap oleh Yesung setiap ia bangun dari tidurnya. Tapi kali ini tidak ada senyum yang menghiasi paginya, ia bangkit dari tidurnya dengan merasakan sedikit sakit ditubuhnya.

Semalaman tidur dilantai tanpa bantal ataupun selimut membuat tubuhnya sakit. Iapun merasakan sesuatu yang lengket menghiasi wajahnya. Yesung berjalan keluar dari kamar saat tiba-tiba ia berpapasan lagi dengan namja itu.

“Pagi Sungie hyung, tidurmu nyenyak?” sapa Kyuhyun.

Yesung tidak menjawab dan memilih untuk berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun, tapi lengannya ditahan oleh Kyuhyun seketika. “Kau kenapa hyung? Kau menangis?” tanyanya dengan menghapus sisa airmata yang masih membekas dikedua pipi Yesung. Mata Yesungpun terlihat sembab sama seperti saat Siwon meninggalkannya.

“Aku baik-baik saja.” Sahutnya dengan menepis tangan Kyuhyun yang berada diwajahnya.

“Tidak, kau tidak baik-baik saja hyung, katakan apa yang terjadi? Apa kau merindukan Siwon lagi? Iya? Apa karena itu kau menangis semalaman?”

Yesung menatap getir kearah Kyuhyun, apa ia tidak merasa bahwa Yesung menangis karena ulahnya? Apa saat Yesung menangis seperti ini semuanya harus dihubung-hubungkan dengan Siwon? Yesung kadang terlihat bodoh jika harus berhadapan dengan Kyuhyun.

“Ne, aku menangis karena aku merindukan Siwon.”

“Hyung.” Kyuhyun menarik tubuh Yesung untuk masuk kedalam pelukannya, memeluknya sangat erat walau ia merasakan Yesung memberontak.

“Lepaskan aku Kyu!!” Kyuhyun tidak bergeming, tidak ada niat dihatinya untuk melepaskan tubuh Yesung yang seperti ini, terus saja memeluk hingga beberapa saat kemudian, Yesung mulai tidak memberontak, membiarkan Kyuhyun memeluk tubuhnya yang terlihat begitu rapuh.

Yesung bahagia, walau disatu sisi ia merasakan sakit karena Kyuhyun, tapi ia merasa begitu tenang jika Kyuhyun memeluknya seperti ini. Yesung seperti merasakan kehangatan Siwon ada ditubuh Kyuhyun. Apa ia terlalu egois? Menganggap semua yang ada didalam diri Kyuhyun itu sama seperti Siwon?

Lalu siapa sebenarnya yang ia cintai? Siwon atau Kyuhyun?

“Apa kau mau aku antar ke makam Siwon?” tanya Kyuhyun setelah menyudahi pelukannya, menangkupkan kedua pipi Yesung.

“Tidak perlu, kalau aku mau, aku bisa kesana sendiri.”

“Tapi hyung-“

“Aku mau mandi Kyu, tolong lepaskan aku.” Pinta Yesung lirih. Sepersekian detik Kyuhyun masih membiarkan kedua tangannya berada diwajah Yesung, hingga akhirnya ia melepaskan tangannya, membiarkan namja manis itu berjalan melewatinya tanpa kata-kata lagi.

‘Apa kali ini aku menyakitinya lagi?’

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

“Hyung, jangan melamun seperti itu, kita jadi takut melihatmu.” Tutur Hyukkie saat terus melihat Yesung yang melamun dengan pandangan kosong. Terkadang namja bergummy smile itu menatap Donghae yang ada disebelahnya dengan menggeleng pelan.

“Yesung hyung.”

“Aku baik-baik saja Hae, hyukkie, kalian tidak perlu cemas.” Sahutnya masih terus menatap kearah lurus kedepan.

“Apa kau teringat Siwon?” Yesung menggeleng mendengar pertanyaan Hyukkie.

“Lalu apa yang terjadi hyung? kau bertengkar dengan Kyuhyun?” lagi-lagi Yesung menggeleng. Walau ia tahu ia tidak pandai berbohong, terkadang ia berakting seolah merasa bahwa dirinya ‘baik-baik saja’ walau pada kenyataannya berlainan.

“Hyung, kau bisa cerita kepada kami, jangan terus berpura-pura seperti itu hyung.” Yesung menatap Donghae dan Hyukkie lalu tersenyum manis.

“Aku baik-baik saja, kalian mengerti.” Tegasnya. “Aku harus pulang, ini sudah sore, nanti Kyuhyun mencariku.” Terangnya dengan bangkit dari bangku taman.

“Kita antar kau pulang ya hyung.”

“Aniya tidak usah Hae, aku tidak mau mengganggu kencan kalian berdua.”

“Tidak hyung, kau tidak mengganggu kami.”

“Sudahlah, aku pulang sendiri saja sekalian jalan-jalan.”

“Kau yakin?”

“Aku sangat amat yakin Lee Donghae-ah.” Tandas Yesung lalu mengacak-acak rambut Donghae.

“Ya!! Hyung!! Kau membuat rambutku rusak.”

“Hahahaha!! Kau itu!! Baiklah aku pulang, annyeong~” Hyukkie tersenyum lalu melambai kearah Yesung, disusul dengan Donghae.

“Hati-hati Sungie baby hyung.” Seru Donghae keras.

Pletak.

“Appooooo~” dan inilah balasannya, Donghae mengerucutkan bibirnya saat mendapatkan jitakan dari Hyukkie. “YA!! Lee Hyukjae!! Kau apa-apaan huh?”

“Apa yang kau teriakkan tadi eh? Apa pukulanku kurang keras?” Hyukkie mendeathglare sosok Donghae yang langsung membuat namja berjuluk fishy itu merinding tidak karuan.

“A-aku mengerti Hyukkie chagi.” Rayu Donghae lalu menarik tubuh namjachingunya itu kedalam pelukannya.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Kyuhyun berjalan kesana-kemari, menggenggam erat handphonenya dengan terkadang melihat jam dinding yang terus berdetak dengan cepat. ‘Aish~ dimana kau hah?’ batinnya seraya melihat handphonenya lagi, berharap akan ada pesan ataupun telpon dari orang yang ia tunggu.

“Kyunnie-ah, berhentilah berputar-putar seperti itu, apa kau tidak lelah, huh?” ujar Sungmin yang duduk disofa, ia sedikit kesal melihat Kyuhyun tidak bisa duduk dengan tenang.

“Bagaimana bisa aku berhenti jika sampai saat ini Yesung hyung belum pulang!! Aku sangat khawatir Minnie hyung, tidak biasanya Yesung hyung pulang terlambat seperti ini, apalagi sudah hampir jam 11 malam.” Terangnya, wajahnya terlihat begitu kacau, ia sangat khawatir dengan keadaan Yesung.

“Kau sudah mencoba menghubunginya?”

“Berulang kali!! Aku sudah menghubunginya berulang kali, sudah mengirim pesan untuknya, bahkan aku sudah hampir 50 kali menelponnya, tapi tetap tidak ada jawaban darinya.”

“Tenanglah, mungkin sebentar lagi dia pulang, mungkin dia sedang keluar dengan teman-temannya.”

“Tidak hyung, aku sudah menelpon Hyukkie dan Donghae, biasanya kalau Yesung hyung keluar rumah, dia pasti bersama dengan Hyukkie ataupun Donghae, dan tadi mereka memang mengatakan jika Yesung hyung bersamanya, tapi mereka bilang Yesung hyung sudah pulang sejak tadi sore.”

“Apa? Kau sudah menghubungi teman-temannya yang lain?”

“Selama aku kenal dengan Yesung hyung, ia hanya memiliki 2 teman akrab, itupun aku mengenalnya.”

“Ya sudah, tenanglah dulu, berpikirlah jernih, Yesung pas-“

Ting… Tong…

Sungmin tidak melanjutkan ucapannya saat mendengar bel apartemen yang berbunyi. “I-itu pasti Yesung hyung!!” tutur Kyuhyun lalu berlari menuju kepintu.

_Cklek_

Sepasang caramel cerahnya menyipit saat melihat Yesung berada digendongan seorang namja cantik bertubuh jangkung. Yesung terlihat begitu kacau, rambutnya acak-acakan, kemeja putih polosnya terlihat basah karena keringat. “Yesung hyung!!!”

Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung meraih tubuh Yesung yang ada digendongan namja cantik itu. “Hyung!!” Kyuhyun menggendong tubuh Yesung bridal style dan langsung tercium aroma minuman beralkohol yang terasa mencekat.

“Yesung tadi mabuk di bar, aku-“

“Siapa kau!!” Kyuhyun lebih dulu berucap dengan nada tingginya, ia terlihat begitu kesal jika ada seseorang yang membuat Yesung seperti ini. “Kenapa dia bisa bersamamu?”

“Hng~ Aku Heechul, aku teman SMA Yesung, tadi aku bertemu dengannya dijalan lalu-“

“Kau membawanya ke bar?” lagi-lagi Kyuhyun menyahut membuat namja bernama Heechul itu mengernyit bingung.

“N-ne, aku sudah meminta padanya untuk berhenti minum, tapi dia terus-“

“Dan kau bodoh Tuanl!! Kalau kau memang teman Yesung hyung, kau pasti tahu jika Yesung hyung tidak kuat minum, dan akhirnya setiap dia minum, dia akan selalu mabuk seperti ini!!”

“Mianhae, aku sama sekali tidak bermaksud-“

“Sudahlah!! Lebih baik kau pulang!!”

Blam.

Kyuhyun membanting pintu apartemennya, membuat Heechul yang ada didepan pintu menggertakkan rahangnya kuat-kuat.

Kyuhyun merebahkan tubuh Yesung keatas ranjang, lalu melepaskan kemeja yang dipakai Yesung untuk digantikan dengan t-shirt lain yang lebih kering dari sebelumnya. Kyuhyun mengambilkan air bersih untuk membasuh wajah Yesung dari peluh yang terus terlihat diwajahnya, sesekali Kyuhyun menatap intens wajah Yesung.

Tangannya terulur untuk menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening Yesung, lalu mengecupnya lama.

“Kyu.” Kyuhyun memutar tubuhnya untuk menatap suara itu, suara Sungmin yang terlihat berjalan mendekatinya. “Apa dia baik-baik saja?”

“Dia baik-baik saja hyung, dia hanya mabuk, malam ini aku akan tidur disini untuk bisa menjaganya.” Sungmin merasakan kecewa, ia menunduk, sejujurnya ia ingin berkata tidak memperbolehkan Kyuhyun tidur dikamar yang sama dengan Yesung.

Tapi saat ini, mungkin Yesung lebih membutuhkan Kyuhyun dibanding dirinya. “Baiklah, aku tidur duluan ne.” Ujar Sungmin seraya mengusap pelan bahu Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk lalu membiarkan pintu kamar itu tertutup perlahan.

“Si….siwon….” suara Yesung mulai terdengar, Kyuhyun melihat namja manis itu mulai bergeliat resah, matanya masih terpejam kuat. Suaranya terdengar mendesah karena saat ini ia sedang dalam keadaan mabuk, mungkin dalam artian Yesung tengah mengigau. “Dia menyakitiku…. Siwon….”

Kyuhyun mematung, tangannya yang menggenggam erat tangan Yesung mulai mengendur, apa maksud ucapan Yesung? Kyuhyun benar-benar ingin tahu. “Dia menyakitiku, dia selalu menyakitiku…Siwon…”

“Yesung hyung.”

“Apa dia tidak menyadari hal itu hah? Hahahaha~” tanpa sadar, tiba-tiba Yesung membuka matanya, dia bangkit dari tidurnya dan tersenyum saat melihat Kyuhyun. “Ah~ Kyuhyun-ah, kau benar-benar jahat padaku~” tutur Yesung yang masih tidak bisa mengontrol ucapan serta sikapnya saat sedang mabuk seperti ini.

Tangan mungil itu membingkai wajah Kyuhyun lalu tanpa sadar mengecup bibir Kyuhyun cukup lama, melumatnya pelan hingga Kyuhyun merasakan aroma minuman keras yang tadi diteguk oleh Yesung. Kyuhyun terkejut, ia mencoba untuk melepaskan Yesung, tapi semakin ia mencobanya, semakin kuat pula lumatan yang ia terima.

“Apa kau tidak menyadari jika aku mencintaimu huh?” tanya Yesung setelah menyudahi ciumannya. Dan pertanyaan Yesung sontak membuat Kyuhyun berkali-kali lipat lebih terkejut. Yang ia tahu, sampai saat ini Yesung belum bisa melupakan sosok Siwon, belum bisa terlepas dari belenggu cintanya kepada Siwon, tapi kenapa saat ini Kyuhyun mendengar sesuatu yang mengejutkan?

Apa itu hanya bualan Yesung saat sedang mabuk? Apakah saat ia bangun dari tidurnya, memperoleh kembali kesadarannya, ia akan lupa dengan ucapannya?

“Apa?”

“Kau itu bodoh Cho Kyuhyun, kau selalu menyakitiku, apa kau tidak sadar hah? Kau tidak merasakan apa yang aku rasakan? Kau tidak lagi mencintaiku huh? Dan kenapa kau melakukan ‘itu’ dengan Sungmin? apa kau tidak tahu jika aku mendengarnya? Apa kau tidak tahu bahwa saat itu aku menangis karenamu?”

“Y-yesung hyung.”

“Berhenti melukaiku, atau aku akan pergi dari kehidupanmu, ingat ucapanku Kyu!!”

Greb.

Kyuhyun meraih tubuh Yesung, memeluknya sangat erat, tidak peduli bahwa sekarang namja manis itu tengah merontah didekapannya. Rasanya menyakitkan, semua yang ia pikirkan ternyata benar, Kyuhyun melukai Yesung, sangat melukainya, ia tidak pernah menduga bahwa namja yang selama ini ia cintai ternyata mempunyai perasaan yang sama sepertinya.

Kyuhyun selalu berpikir bahwa cintanya tidak akan pernah mendapat balasan dari Yesung, karena Yesung terlalu mencintai Siwon, terbesit dipikirannya saat Siwon meninggalkan Yesung selama-lamanya, betapa hancurnya namja manis itu, rasanya Kyuhyun juga ingin mengakhiri hidupnya setiap melihat Yesung yang seperti itu.

Iapun sudah berjanji kepada Siwon untuk tidak menyakiti Yesung, tapi kenapa ia malah menyakiti Yesung? Kenapa tidak pernah ia pikirkan bila semuanya akan seperti ini. Kyuhyun sakit, ia sangat sakit ketika lagi-lagi mendengar isakan dari Yesung, tubuhnya bergetar dipelukan Kyuhyun. “Mianhae hyung.” Tutur Kyuhyun dengan mengusap lembut punggung Yesung. Sedikit memberikan ketenangan agar Yesung merasa lebih baik.

Membutuhkan waktu cukup lama bagi Kyuhyun hingga akhirnya ia merasa tidak ada getaran ataupun isakan dari Yesung. Kyuhyun sedikit melonggarkan pelukannya dan melihat Yesung sudah terpejam walau masih mengeluarkan sedikit liquid beningnya dari kedua sudut matanya.

“Aku mencintaimu hyung, aku masih sangat mencintaimu. Mianhae.. tapi satu hal yang harus kau tahu, aku tidak melakukan apapun dengan Sungmin hyung.” Lirihnya lalu melabuhkan bibirnya kembali kebibir tipis dihadapannya, sekedar mengecup bibir Yesung tanpa meminta lebih. Hanya ingin membuktikan, hanya ingin menjelaskan jika ia juga cukup sakit melihat Yesung yang seperti ini. Kyuhyun mencintai Yesung, masih sangat mencintai Yesung apapun yang terjadi.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

“Baby kajja!! Buka matamu baby!! Lihatlah kau terlihat lebih baik daripada kemarin, kau tersenyum!! Baby ayo buka matamu!! Irreona baby!!”

Entah apa yang terjadi, setelah kematian Siwon, setiap menjelang pagi, Yesung selalu merasa suara Siwon membangunkannya, ia tahu itu hanya ilusi semata, ia terlalu merindukan Siwon dan menganggap bahwa dirinya akan segera terbangun dari tidurnya saat suara Siwon memanggilnya.

Yesung membuka matanya perlahan, mengerjapkannya beberapa kali hingga akhirnya terbuka sempurna, ia bergeliat resah saat merasakan ada yang memeluknya cukup erat, “Hng~” Yesung masih mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, hingga kedua onixnya menangkap sesosok namja yang tertidur disampingnya, memejamkan matanya tenang, masih tertidur tanpa terganggu dengan pergerakan Yesung sebelumnya.

‘K-kyu?’ mata Yesung melebar, ia baru menyadari bahwa ternyata Kyuhyun tidur disampingnya dengan terus memeluknya sangat erat, wajah mereka terlalu dekat hingga Yesung merasakan panas diwajahnya, Yesungpun merasakan hembusan nafas Kyuhyun. Sejenak ia membiarkan posisinya dekat dengan Kyuhyun, terus menatap sosok itu hingga akhirnya terlihat sedikit senyuman tipis dibibirnya.

Yesung masih tidak memahami apa yang dirasakan hatinya, tapi ia merasakan ketenangan dihatinya, suatu rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, suatu rasa yang ia rasakan saat bersama Siwon.

“Kau suka? Apa kau suka aku memelukmu seperti ini?”

Yesung melebarkan matanya saat melihat sosok Siwon disampingnya, memeluknya erat, menggantikan posisi Kyuhyun yang tadi tengah memeluknya.

“Aku akan terus memelukmu seperti ini jika kau menyukainya baby. Saranghae.”

“Si-siwon?” lirih Yesung yang akhirnya membuat namja yang tengah memeluknya itu membuka matanya perlahan.

“Hng~ Yesung hyung? Kau sudah bangun?” Yesung menggelengkan kepalanya dengan memejamkan matanya kuat-kuat untuk mengusir sosok Siwon dipikirannya. “Hyung, gwaenchanayo?”

Dan saat matanya kembali terbuka, Yesung melihat Kyuhyun tengah menatapnya cemas. “Hyung?”

“K-kyuhyun-ah?”

“Ne, ini aku hyung, kau kenapa?” Yesung hanya menggeleng pelan lalu mengangkat tubuhnya untuk duduk diranjang, disusul dengan Kyuhyun. “Apa aku membuat kesalahan?”

“Apa?”

“Apa kau marah karena aku tidur disampingmu seperti ini? Mianhae hyung aku-“

“Bisakah kau berhenti menyalahkan dirimu sendiri huh?” sahut Yesung dengan menatap fokus kearah Kyuhyun.

“Hyung aku-“

“Apa yang terjadi padaku tadi malam? Kepalaku masih terasa pusing.” Eluh Yesung seraya memegangi kepalanya.

“Eh? Istirahatlah hyung, aku ambilkan kau sarapan dan obat ne? Kau tadi malam mabuk.”

“Ah~ ne, aku ingat!! Aku bertemu Heechul lalu dia mengajakku ke bar.” Kekehnya.

“Hyung?” panggil Kyuhyun lirih.

“Ne?” sejenak tatapan mereka bertabrakan dan membuat keduanya terpaku, menatap dalam kedua manik kembar mereka. Yesung merasakan getaran hebat dihatinya.

“Baby kau melihat apa? hey baby sadarlah!!”  kembali Yesung melihat sosok Siwon menggantikan Kyuhyun, ia sedikit terperangah saat melihatnya, hingga ia merasakan namja itu menggoyang-goyangkan bahunya.

“Yesung hyung kau melihat apa? hey hyung sadarlah!!” dan apa yang dilakukan Yesung sama seperti sebelumnya, ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat, mengusir sosok Siwon didalam pikirannya, kenapa setiap ia melihat Kyuhyun, sosok Siwon selalu hadir dan menggantikan Kyuhyun?

Apa Siwon masih berada disisinya? Siwon merasa kecewa jika Yesung akhirnya mencintai Kyuhyun? Siwon tidak mau jika Kyuhyun menggantikan dirinya? Pertanyaan itu yang tiba-tiba terbesit dipikiran Yesung.

“N-nae baegopa K-kyu~”

“Hng?” Kyuhyun memiringkan kepalanya.

“Kyunnie-ah!!” Yesung mengerucutkan bibirnya lucu.

“Ne ne hyung, arrayo~” Sejenak Kyuhyun mencubit gemas pipi Yesung lalu mengecupnya cepat, hingga merasa mata Yesung melebar, ia berlari keluar dari kamar.

“YA!! Cho Kyuhyun!!” Pekik Yesung saat tersadar, tapi kemudian ia tersenyum dengan menyentuh pipi sebelah kanannya tepat dimana ada bekas kecupan singkat Kyuhyun.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

“Aku mencintainya Minnie hyung sungguh!! Aku tidak mau lagi menyakitinya.”

“Tapi Kyu-“

“Aku harap kau mengerti.” Ujar Kyuhyun dengan tersenyum kearah Sungmin. “Dulu memang aku sangat mencintaimu, tapi setelah Yesung hyung datang dikehidupanku, aku mulai mencintainya, karena dia adalah seorang namja yang berbeda dengan yang lainnya. Aku sudah berjanji pada kekasihnya dulu jika aku tidak akan menyakitinya lagi.” Terang Kyuhyun dengan menatap kearah anak-anak kecil yang tengah bermain pasir ditaman tidak jauh dari apartemennya.

Kyuhyun memejamkan matanya, menghirup udara segar melalui hidungnya. “Aku harus kembali ke apartemen, aku tidak mau meninggalkannya terlalu lama.” Tandas Kyuhyun lalu bangkit dari kursinya sesaat sebelum Sungmin menahan lengannya.

“Kyu, apa tidak ada kesempatan?” pinta Sungmin, tatapannya sungguh membuat siapa saja yang melihatnya pasti merasa sakit, namun kali ini hanya tatapan Yesung yang bisa meluluhkan hati seorang Cho Kyuhyun.

Perlahan Kyuhyun tersenyum lalu melepaskan tangan Sungmin pelan-pelan. “Mianhae hyung.”

.

“Hmm~ tidak buruk.” Kata Yesung saat mencicipi makanan yang ia buat khusus untuk seseorang di apartemennya. “Dia pasti menyukainya.” Yesung membersihkan dapurnya, lalu menata piring, gelas dan juga makanan ke atas meja.

“Aish~ aku tidak sabar melihat reaksinya.”

“Baby~” Yesung terdiam, kenapa tiba-tiba ia mendengar suara Siwon padahal saat ini ia sedang dalam keadaan sadar. “Sungie baby~” Yesung menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Aniya aniya!! Itu hanya halusinasiku saja!!” ia menepuk-nepuk wajahnya agar dapat melupakan suara itu, ia berpikir apa yang ia dengar hanya sebuah khayalan.

“Sungie baby, apa kau sudah melupakanku?” kali ini Yesung benar-benar terkejut, ini bukan halusinasinya, namun saat ia mencoba mencari sosok itu, ia tidak melihat siapapun ditempat itu. “Apa kau tidak lagi mencintaiku?”

Yesung berlarian kesana kemari, masuk dari satu ruangan keruangan lain, mencari suara yang ia dengar. “Kenapa? Kau mengatakan padaku jika kau hanya mencintaiku bukan? Kenapa kau sudah membuka hati untuk orang lain? Semudah itukah kau melupakanku?”

Yesung mematung, ia sangat yakin bahwa itu adalah suara Siwon, ia menunduk tanpa berbuat apa-apa. “Benarkah apa yang aku ucapkan? Kau sudah tidak mencintaiku?”

“Siwon….” Lirihnya tanpa sadar sebuah tetesan airmata jatuh kelantai yang terasa begitu dingin.

“Tidakkah kau berpikir aku disini menunggumu? Tidakkah kau berpikir aku sangat mencintaimu?”

“Aku…juga…. mencintaimu……” Yesung merasa begitu lemah, bahkan untuk bersuara saja ia seperti berbisik.

“Betulkah kau mencintaiku? Apa kau mau ikut denganku? Ketempat yang Tuhan janjikan untuk kita?”

“Siwon….”

“Aku sangat membutuhkanmu baby, kau adalah orang yang sangat aku cintai, selamanya aku tidak akan bisa melupakanmu walau dunia kita berbeda.”

“Lalu…apa aku boleh….menolak untuk ikut….denganmu?” tanyanya pelan, kedua tangannya mulai terkepal erat.

“Wae? Bukankah kau sendiri yang mengatakannya? Kau ingin ikut denganku? Tidakkah kau ingat semua kata-katamu itu?”

“Aku…..mencintainya Siwon, aku…..mencintainya.”

“Sebesar kau mencintaiku?” Bahu Yesung bergetar saat merasakan sepasang tangan melingkar dilehernya, meletakkan dagunya dibahu Yesung. “Apa cintamu padanya sebesar cintamu padaku?” bisiknya ditelinga Yesung.

“Mianhae…..Siwon, mianhae…..” Yesung semakin tergugu, ia tidak bisa melakukan apapun ketika lengan itu semakin melingkar kuat dilehernya.

“Aku ingin kau ikut denganku baby.”

.

Sosok Siwon tiba-tiba datang menghampiri Yesung dan meminta Yesung untuk ikut dengannya, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yesung akan menyetujuinya mengingat ia masih mencintai Siwon? Lalu bagaimana dengan Kyuhyun yang telah mengetahui perasaan Yesung kepadanya?

.

.

To be continue

.

Otthae?? Apakah masih ada yang tertarik dengan Fic ini? Memang terlalu fantasy karena author terlalu banyak nonton sinetron =_=” /plak/abaikan/

Sekarang terserah reader mau dilanjut atau di END sampai sini kkk~

Leave a comment ^^ gomawo #hugs

92 comments on “Fall Too Deep – Chapter 1

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s