X-Change Identity – Chapter 4 ~Straight~

Chap 4.

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Jong Woon, Lee Sungmin, Park Ririn, Kim Rae Mun, Han Sungbi And Other Cast

Pairing : KyuRin, SungRae, MinBi

Disclaimer : They are belongs to God, themselves and also their Parents, but This Story is mine

Rate : T – M

Summary : Bagaimana bila kau harus bertukar tempat dengan sahabatmu? Ya.. sahabatmu, bukan saudara kembarmu, bahkan kalian tidak ada hubungan darah sama sekali.

Cr : Thanks to El-Chan/El-Min/ @_Verzeihen for the Title. This story for @hachidarksky and @imLSungbi saeng ^_^9

Nb : lama banget gak fokus sama nih FF ._. jadi mianhae kalau ceritanya gak nyambung atau malah terlihat gak jelas ^//\\^ … jeongmal mianhae…..

Don’t Like? Don’t Read ^^

Previous story Chapter 3

.

x-change4

.

“Bagaimana? Nikmat bukan?” tanya Sungmin saat mereka selesai melakukan pembagian minuman yang menurutnya nikmat dan pertama kali mereka lakukan.

“Kau memang nakal Oppa… Uhmp~” Sungmin langsung mengunci bibir tipis itu dan mendorong tubuh Sungbi untuk tidur disofa.

.

.

Cloudhy3424_Present

X-change Identity Chapter 4

Happy Reading

.

.

Tubuh ramping Sungbi terdorong kesofa, ia tidak bisa berkutik saat tubuhnya sudah terkunci rapat oleh tubuh namjachingunya. sesekali ia mengeluarkan desahan saat lidah namjachingunya dengan lihai mulai memanjakan seluruh bagian tubuhnya. “Uhhh….oppah…..”

“Hng?” dehem Sungmin tanpa menghentikan lidahnya bergerak lincah menuruni leher sang yeoja. Sungbi merasakan nafasnya memburu karena perbuatan Sungmin, ia menengadahkan kepalanya bukan untuk melancarkan pergerakan Sungmin, namun untuk mengambil udara sebanyak-banyaknya.

Tangan kanannya mengenggam sandaran sofa, sedangkan tangan kirinya ada disela-sela rambut Sungmin. Telapak kaki kirinya terasa dingin karena menyentuh lantai berwarna putih itu, sedangkan kaki kanannya tengah melingkar dipinggang namjachingunya.

Tubuh Sungmin sedikit menindih tubuh Sungbi tanpa berhenti mengecupi setiap senti leher indah itu, terkadang ia membuat bekas-bekas ungu kebiruan yang terus membuat yeojanya melenguh tidak karuan. “Ssshh….Oppah….ugh…..ah….”

Mata indahnya terpejam dan hanya bisa merasakan nikmat ketika lidah lincah itu bergerilya ditubuhnya. Sungmin mulai menurunkan ciumannya sembari melepaskan kemeja yang dipakai oleh Sungbi hingga terlepas dari tubuh itu. ia tersenyum tak kala melihat tubuh putih tanpa noda dihadapannya, hanya ada bekas-bekas kissmark yang ditinggalkannya beberapa hari lalu.

“Kau memang selalu indah….chagiya….” ujarnya setelah sebelumnya mengecup lagi bibir Sungbi.

“Hng…..Ah….” tubuh Sungbi sedikit naik keatas saat ia merasakan lidah Sungmin mulai menghisap nipple kanannya, sedangkan tangan kanan Sungmin tidak dibiarkan menganggur, ia memilin dan mempermainkan nipple sebelah kiri yang menegang tersebut. “Uhh…Oppa….more….” pinta Sungbi lebih.

Apa yang dilakukan Sungmin memang selalu membuatnya meminta lebih, setiap sentuhan yang ia rasakan adalah surga yang terasa menyenangkan, tak ayal perlakukan Sungmin adalah candu baginya.

Sungmin memutar-mutarkan lidahnya disekitar tonjolan pink tersebut dengan sesekali melumat hingga menggigitkan dan itu membuat sesuatu didalam celananya mulai bergerak ingin segera keluar. Kedua tubuh mereka mulai bergerak resah karena kegiatan itu.

Ia tidak menghentikan aktifitasnya terlebih dahulu, ia masih ingin memberikan jejak-jejak yang sangat ia sukai ditubuh putih yeojanya tersebut. Kali ini kedua tangannya mulai berjalan kembali kearah bawah, membuka zipper celana pendek yang digunakan Sungbi lalu menariknya kebawah.

Sungmin menegakkan tubuhnya ketika membuka sisa kain yang melekat ditubuh Sungbi, ia melihat yeoja cantik itu masih memejamkan matanya dan mencari udara sebanyak-banyaknya. Ia tahu ia selalu berhasil membuat yeojanya tersebut kewalahan.

Setelah puas melihat tubuh Sungbi dalam keadaan naked, ia bermaksud untuk melakukan hal lebih dengan terlebih dahulu mengecup bibir tipis yeojanya. Menyapu kulit bagian luar bibir Sungbi lalu melumatnya pelan, tanpa mau menyakiti. “Urhm…..” desahan itupun lolos begitu saja.

“Aku… akan membuatmu rileks chagiya…” bisiknya seraya meniup-niup daun telinga Sungbi, terkadang ia mengulum daun telinga itu dan menjilatnya hingga tubuh Sungbi bergeliat lagi. “Lalu melupakan kegelisahanmu karena kejadian tadi siang.”

“Hng……kajjah….oppaah….ah….” pintanya sudah tidak kuat menahan keinginannya. Sungmin hanya tersenyum lalu membantu tubuh Sungbi untuk bangkit, menyandarkan tubuh itu kesandaran sofa, lalu ia duduk dengan bertumpu pada kedua lututnya dilantai, memang terasa dingin, namun ia tau Sungbi akan menikmatinya.

Kedua tangan Sungmin menaikkan kedua kaki Sungbi dan membukanya sedikit lebar, memperlihatkan bagian intim Sungbi yang sudah memerah dan sedikit basah. ia mengulurkan telunjuknya untuk sekedar menyentuh bagian sensitif yeojachingunya tersebut.

“Uhh……ahh….oppaahh….” eluhnya, tubuhnya bergerak lagi ketika telunjuk Sungmin mempermainkan bagian intimnya. “Ahh….andwaeh…..uuh…..geumanhaee….oppaah…” Sungmin tersenyum melihat Sungbi terus mendesah tidak karuan. Bagian yang ia sentuh adalah titik sensitif yang benar-benar sangat ‘bahaya’ bila disentuh oleh jari ataupun lidah, dan Sungmin sangat menyukai suara Sungbi yang seperti ini.

Rasanya bercampur aduk menjadi satu, nafasnya memburu seketika. Sungbi menengadahkan kepalanya, bersandar pada kepala sofa hingga memperlihatkan leher jenjang yang sudah berwarna biru keungu-unguan tersebut.

Tidak mau menunggu waktu lama, Sungmin menenggelamkan kepalanya disela-sela kedua paha Sungbi yang terbuka. Mulai menyantap hidangan yang sudah ia nantikan. Sebelumnya ia menjilat titik sensitif yeojanya tersebut cukup lembut dan langsung mendapat erangan nikmat dari Sungbi.

Iapun mulai menghisap tanpa merasa jijik, dan hal itu membuat libidonya semakin naik, ia mengerti sesuatu miliknya sudah berkedut dan ingin segera dimanja, namun kali ini ia mencoba bersabar hingga yeojanya tersebut merasa puas.

“Ahh…..yeah…..oppaah….more…..ssshhhh…..” racaunya, tanpa sadar ia mengalungkan kedua kakinya dileher Sungmin hingga kepala namja yang super manis itu lebih dalam masuk kedalam bagian intimnya. Kedua tangannya masuk kesela-sela rambut Sungmin dengan terkadang menariknya cukup kuat.

Ia memang tidak pernah bisa menahan desahannya yang semakin terdengar keras setiap kali Sungmin mempermainkan titip sensitifnya tersebut. “Urgghh…..sshhh…cum….cumming…oppaaahhhh….” Sungbi menaikkan tubuhnya keatas merasakan sesuatu yang keluar dari bagian intimnya. Dan benar saja, tak lama setelah itu, cairan kewanitaan Sungbi keluar dan tanpa rasa jijik Sungmin langsung menelan habis cairan tersebut.

“Sshh….ah…..cukup….oppaah….” pintanya lirih. ia masih berusaha mengatur nafasnya yang sudah berkurang karena perlakukan Sungmin padanya.

“Kau.. memang….” ujar Sungmin seraya mengecup daun telinga Sungbi, sesekali deru nafasnya yang terasa ditelinga Sungbi membuat yeoja cantik itu memejamkan matanya nyaman. “Sangat mempesona… Lee Sungbi….”

“Hng…..” alur nafas Sungbi kembali tidak terkendali, ketika ia membuka matanya, Sungbi melihat namjachingunya tersenyum lalu secara perlahan mengarahkan tubuhnya untuk berbalik, dalam artian Sungmin membawa tubuh Sungbi untuk menungging dan membelakanginya.

Sungbi memegang ujung sandaran sofa cukup kuat. Kaki kanannya ia naikkan keatas sofa, hingga hanya tersisa kaki kiri yang ada dilantai. Sedangkan Sungmin saat itu membuka pakaiannya hingga ruangan itu menjadi bukti dua makhluk yang sama-sama dalam keadaan naked.

“Kita mulai acara pertama chagiya~” bisik Sungmin lagi sambil mulai memasukkan kepala kejantannya kedalam liang kewanitaan Sungbi yang sudah tidak seketat pertama mereka bercinta dulu. Sungbi yang merasa sedikit terkejut karena Sungmin tidak memberinya aba-aba malah mengencangkan liangnya membuat Sungmin mendesah karena merasakan pijatan liang Sungbi sungguh mencanduinya.

Sungmin merasa sangat gelisah, ia ingin langsung mendorong seluruh kejantannya namun ia tahu bahwa Sungbi butuh ketenangan untuk beberapa saat. “Hng……Oppaaahh….ppalli……” erangnya sambil terus memegang kuat sandaran sofa tersebut.

“Ssttt… uljimma chagiya…“ lirihnya ditelinga Sungbi seraya terus memasukkan batang kejantanannya secara perlahan. Tubuh Sungbi mulai kaku ketika ia merasakan sesak diliangnya. Ia menutup matanya rapat-rapat sembari menggigit bibir bawahnya.

Walaupun ini bukan kali pertama mereka melakukan semua ini, namun hingga saat ini setiap ia melakukan –this and that- bersama Sungmin, ia masih merasakan sakit dan perih dibagian kewanitaannya. “Aahhh…..”

Setelah dirasa miliknya sudah sempurna masuk kedalam liang Sungbi. Sungmin menuntun Sungbi untuk mulai menegakkan tubuhnya, tidak terlalu tegak, hanya sedikit mengangkat tubuhnya. Sedangkan Sungmin melingkarkan tangannya dipinggang Sungbi untuk lebih dekat.

Sejenak Sungmin mengeluarkan kejantanannya hingga menyisahkan ujung kepala kejantanannya, lalu perlahan memasukkannya lagi secara utuh, cukup lama Sungmin bergerak seperti itu hingga Sungbi mengerang gelisah akibat perlakukan Sungmin padanya.

“Oppah….faster….Ooohh…..” pintanya lebih. Gerakan Sungmin sangat lambat dan itu semakin membuat Sungbi gemas. Ingin sekali ia menggoyang-goyangkan pinggulnya, namun saat ini Sungmin mengunci pergerakan pinggulnya hingga iapun hanya bisa menikmati setiap tusukan pelan yang diberikan Sungmin.

“Wae? Nikmati saja chagiya…uh…. ini menyenangkan… ah….” ujarnya disela-sela tusukan halusnya.

Sungbi sedikit menoleh kebelakang walau kesusahan, ia menunjukkan seringaiannya lalu tersenyum. “Ituh…ah…. maumu oppah??” Sungmin hanya membalas dengan anggukan kemudian mengecupi tengkuk Sungbi terus menerus. “Hng…..kau….ah….nappeun…..”

“Uhh….Chagiyah….ah…..” tanpa Sungmin sadari, lagi-lagi ia merasakan liang Sungbi menghimpit kuat kejantanannya. Ia mengerang seraya terus melingkarkan kuat tangannya dipinggul Sungbi.

“Cepat….ah….atau aku akan….ah….terus menggodamu….oppah….” ancamnya. Sungmin menyadari yeojachingunya itu memang selalu berhasil menggoda dirinya, terbukti saat ini ia sudah hampir merasakan klimaks untuk yang pertama. “Ppallii…………”

Pikiran Sungmin berkecamuk, ia masih ingin dalam posisi ini, namun liang Sungbi yang terus menghimpitnya membuat dirinya mau tidak mau harus mempercepat tempo permainannya.

Akhirnya Sungmin membantu Sungbi untuk menungging lagi dan kali ini kedua tangannya berada dikedua pantat Sungbi. “Kau yang memintanya Lee Sungbi…” tuturnya.

Awalnya Sungmin lagi-lagi mengeluarkan kejantanannya lalu dalam sekali hentakan menghujam liang Sungbi secara terus menerus dengan tempo yang sangat cepat. “Arrghhhh……Ahh……yeah……more…..oppahh……”

“Uhhh…..kau…..masih sangat….ketat….ahhh…..” Sungmin menghujam tanpa ampun liang Sungbi, berusaha mencari titik kenikmatan milik yeojachingunya tersebut.

Sembari terus melakukan tusukannya, tangan-tangan Sungmin tidak ia biarkan menganggur, tangan kanannya berjalan keatas untuk memilin secara bergantian nipple-nipple Sungbi, sedangkan jemari kirinya menelusup masuk ke ujung sebelah atas antara kedua bibir vagina dalam, mempermainkan klitoris milik Sungbi yang alhasil membuat pemiliknya mengerang keras.

“Arrghhhh……andwae…..oppaaahhh…..” tidak bisa dipungkiri, setiap jemari Sungmin bermain didaerah sensitifnya itu, tubuhnya terasa menegang dan ia merasa ingin terus disentuh tanpa mau dilepas.

“Hng……rasakan….ah…..ini milikku….ah… seutuhnya…Lee Sungbi….” lirihnya. Ia tahu apa yang ia lakukan membuat nafsu Sungbi semakin menaik, apalagi ia sudah mengenal lama sosok yeojachingunya itu.

Hingga tak lama kemudian, desahan Sungbi berubah menjadi teriakan yang cukup keras ketika kejantanan Sungmin menusuk tepat dititik kenikmatannya. Terus menerus dihujam tanpa ampun. “ARGHHHH!!! YEAH….THERE…OPPA……DEEPER!!!”

Nafas keduanya memburu mengingat mereka sama sekali tidak menurunkan tempo permainannya, apalagi Sungmin yang tanpa ampun menusuk tepat dititik kenikmatan Sungbi. “Yeahbingo….uhh….”

“Ah…..faster….more…..oppaaaa……”

“Desah….terus….aaahhh….aku menyukainya….uh…..chagiya…..”

Sungbi menggeleng-gelengkan kepalanya kuat, ia juga merasakan kejantanan Sungmin yang ada didalam liangnya mulai berkedut hingga hanya membutuhkan dua kali hentakan, keduanya mengalami klimaks secara bersama-sama.

Keduanya mengambil udara sebanyak-banyaknya dan masih dalam posisi yang sama. Sungmin masih membiarkan kejantanannya berada diliang Sungbi dan mengeluarkan semua cairan miliknya yang pasti bercampur dengan milik Sungbi.

Brug…

Tubuh Sungbi terduduk disofa dengan nafas yang terengah-engah. Matanya sedikit terpejam namun ia melihat Sungmin masih berdiri didepannya dengan nafas yang juga tak kalah terengah seperti dirinya. “Kau lelah?” tanya Sungmin seraya mendekatkan wajahnya kearah Sungbi.

Sungbi hanya menggeleng sambil tersenyum, lalu menyambut bibir Sungmin yang memang sangat dekat dengan wajahnya. Menautkan bibir mereka hingga kedua tangannya mulai melingkar dileher Sungmin. “Urhm…..” desahnya.

Dengan kekuatan yang masih ada ditubuhnya. Sungmin menggendong tubuh Sungbi yang memang sangat ringan secara bridal style untuk dibawa kekamar mereka. Tanpa sebelumnya melepaskan tautan bibir mereka. Sungmin meletakkan tubuh Sungbi keatas ranjang lalu menindihnya.

Masih dengan berciuman, Sungmin yang memang saat itu tidak benar-benar menindih, melainkan bertumpu pada kedua lututnya lagi-lagi memainkan kedua belah buah dada milik yeojanya yang juga tidak bisa dikatakan kecil.

Sedangkan tangan Sungbi masih melingkar dengan terkadang mengusap lembut tengkuk Sungmin. Sesekali keduanya saling memiringkan kepala secara berlawanan untuk lebih mendalami sesi ciuman mereka.

Lidah Sungbi dengan nakalnya menerobos masuk kedalam goa hangat milik Sungmin dan mengabsen deretan gigi putih yang ada didalamnya, sesekali mereka saling bertukar saliva yang tak ayal membuat kejantanan Sungmin kembali menegang.

Setelah dirasa keduanya mulai kehabisan sisa oksigen, keduanya menjauhkan kepala mereka hingga tercetak benang saliva yang cukup panjang.

“Sekarang biarkan aku….” Sungbi menghentikan ucapannya sejenak lalu menarik kepala Sungmin, menghembuskan nafasnya tepat ditelinga Sungmin. “Yang memuaskanmu….oppa….” bisiknya lagi.

“Hng?” Sungmin memiringkan kepalanya heran melihat senyuman aneh dibibir yeojanya tersebut. Hingga sebelum kesadarannya benar-benar pulih, dengan sisa kekuatan Sungbi membalik keadaan.

Entah bagaimana caranya, tubuh Sungbi sekarang tengah berada diatas tubuh Sungmin, duduk dipinggul namjanya itu. “Eungh….” lenguh Sungmin ketika kejantannya bergesekan dengan pantat Sungbi.

Sungbi tersenyum lalu mencodongkan tubuhnya lagi, mengecup bibir manis yang sangat ia sukai, tidak peduli walau saat ini bibirnya sudah mulai membengkak.

Cklek_

“Hng?” Sungmin melepaskan ciumannya dan menatap kearah atas, lebih tepatnya kesandaran ranjang, kedua tangannya sudah dikunci rapat dengan borgol yang tak tahu darimana Sungbi bisa mendapatkannya. Memang tadi ia merasakan kedua tangan Sungbi menuntun kedua tangannya untuk keatas kepala, tapi ia tidak tahu jika ternyata yeojachingunya tersebut malah mengunci pergerakan kedua tangannya.

“-chagiya, apa maksudmu? Lepaskan borgol ini? darimana kau mendapatkannya?” tanyanya mendetail. Sedangkan Sungbi menjulurkan lidahnya sembari merapikan anak rambut yang menutupi keningnya.

“Kau tidak merasakannya jika aku mengambil borgol itu dari bawah bantal yang ada disampingmu? Aku sebenarnya sudah menyiapkan bantal itu untuk diriku sendiri beberapa hari yang lalu, ingin mencoba gaya lain bersamamu oppa, tapi sepertinya….” Sungbi menghentikan ucapannya lalu tersenyum.

“-akan lebih menyenangkan jika borgol itu untukmu.”

“Chagi…ehmp………” Sungbi membungkam bibir Sungmin terlebih dahulu sebelum namja itu menyelesaikan penuh kalimatnya. Kedua tangannya berada dipipi Sungmin dengan sesekali mengusapnya lembut. Sedangkan kedua tangan Sungmin terkepal kuat, ia tidak bisa terus seperti ini, ia ingin menyentuh tubuh Sungbi yang tengah membuat kejantanannya menegang sempurna.

It’s show time~~” ujar Sungbi diiringi dengan kerlingan nakal matanya. Ia memutar posisi duduknya, menempatkan pantatnya didepan wajah Sungmin, sedangkan wajahnya berada tepat didepan kejantanan Sungmin.

“Oh… yeojaku nakal eh? Mencoba hal baru tanpa memperbolehkan namjamu ini menyentuhmu?” tutur Sungmin dengan menaikkan sudut bibirnya, berseringai karena ia tidak akan kalah diranjang seperti ini.

Ia sudah menyiapkan hal lain yang pasti membuat yeojachingunya itu minta ampun kepadanya. Ia terkekeh ketika Sungbi tidak menatap kearahnya. Dengan gerakan perlahan layaknya slow motion, Sungbi mendekatkan kepalanya dan mulai menjilat ujung kejantanan Sungmin, mempermainkan lubang yang ada disana.

Lidahnya dengan lincah menusuk-nusuk kedalam lubang kejantanan itu dan membuat Sungmin menggelinjang. Namja tampan itu memejamkan matanya erat-erat dengan menengadahkan kepalanya keatas. Apapun yang dilakukan Sungbi saat ini membuatnya lupa jika dihadapannya saat ini tengah ada ‘milik’ Sungbi yang sudah mengoar-oar seperti menertawakannya.

Sedangkan badan Sungbi yang memang saat itu berada dalam posisi condong, membuat sedikitnya kedua buah dadanya bergesekan dengan perut Sungmin. Kedua kaki Sungmin menekuk hingga Sungbi hanya bisa menatap fokus kearah kejantanan Sungmin. Pandangannya terhalang oleh kedua paha namjachingunya itu.

Sungbi tidak tinggal diam, ia malah melingkarkan kedua tangannya dikedua paha Sungmin, mengusapnya perlahan sembari membukanya lebih lebar agar pergerakannya tidak terhalang apapun. Ia mengecup hingga menjilat terus menerus kejantanan yang sudah menegang sempurna itu.

Sungbi meletakkan kejantanan Sungmin disisi kiri kepalanya hingga ia menemukan testis yang menggantung dibawah sana. Dengan lihainya Sungbi mengulurkan tangan kanannya untuk mengangkat testis tersebut agar ia bisa menikmatinya. Menjilat, memijat hingga sedikit memberikan gigitan kecil disana.

“Aahh…..ssshhh…..yeah…..ooohhh…..” erang Sungmin kemudian. Tidak bisa ditutupi lagi, apa yang dilakukan Sungbi benar-benar hebat, membuatnya ingin secepatnya melepaskan borgol yang ada ditangannya dan menerkam sosok cantik yang ada diatas tubuhnya saat ini.

Jilatannya mulai ia rambatkan keatas hingga sampai diperpotongan antara batang kejantanan Sungmin dan testisnya. Cukup lama ia bermain-main di area itu. dengan pintarnya Sungbi memutar kepalanya untuk berkeliling dibagian itu dari kanan ke kiri dan sebaliknya.

Ia tersenyum disela-sela jilatannya karena tahu tubuh Sungmin mulai menggelinjang makin tidak karuan dan erangan serta desahannyapun terdengar tidak tertahankan lagi, ini benar-benar membuat Sungmin gila.

“Oohh…..chagiya….aaahhh….kau…..pintar…..Uhh……more…..” desahnya menerima kenikmatan dari Sungbi. Tanpa menunggu lagi, Sungbi memasukkan kejantanan Sungmin yang terbilang besar itu kedalam mulutnya tapi tidak sepenuhnya.

“Ouhg….hmmpp….” Sungbi tidak berhenti bersuara, iapun mengeluarkan desahannya disela-sela kuluman yang ia lakukan dikejantanan Sungmin. Sedangkan tanpa diketahui Sungbi, Sungmin telah melakukan sesuatu untuk menghancurkan kepala ranjang yang memang terbentuk dari kayu yang dengan mudahnya bisa ia patahkan.

Disamping Sungbi yang masih mengerang ketika mengulum milik Sungmin. Namja tampan itu berseringai cukup lebar hingga….

BRAK_

Suara kayu yang patah terdengar cukup keras diruangan itu, saat Sungbi hampir menoleh dan melepaskan kulumannya, tiba-tiba ia menjerit karena sesuatu yang basah dan lembek lagi-lagi menghisap liang kewanitaannya. “AAHHHHHH…..” Ia mengerang keras.

Sungbi merasakan kedua belah pantatnya diremas kuat oleh Sungmin. Ia lupa jika kekasihnya itu menerima sabuk hitam dalam olahraga taekwondo, dan akan dengan mudah mematahkan apapun apalagi itu hanya sebuah kayu. Sejenak ia melepaskan kulumannya dan menoleh kebelakang. “Op…paahh….ahh….” ujarnya masih dengan mendesah karena Sungmin masih belum menghentikan aktifitasnya.

“Hng?” hanya sebuah deheman yang diterima oleh Sungbi. Yeoja itu melihat kedua tangan Sungmin yang masih diborgol terus meremas pantatnya gemas.

“Oppa….geumanhae…..jebal….aahhh….” bunyi ‘flop’ terdengar dibibir Sungmin ketika ia menghentikan jilatannya pada liang Sungbi.

“Wae? Ini menarik chagiya, kajja kita lakukan!!” tuturnya dengan tersenyum aneh dan penuh misteri. Sungbi mulai merasa takut, sepertinya ini akan jadi malam yang panjang baginya.

Tanpa berusaha mengalihkan tubuhnya, ia kembali menghadapkan wajahnya pada kejantanan Sungmin dan langsung mengulumnya. Terkadang saat ia merasakan Sungmin menghisap klitorisnya, ia akan menggigit kejantanan Sungmin yang ada didalam bibirnya.

“Akh….uuhhh….”

Cukup lama mereka berada dalam posisi 69 hingga akhirnya mereka menghentikan apa yang mereka lakukan. Deru nafas keduanya saling beradu, apalagi Sungbi yang merasakan nafasnya selalu tercekat setiap kali Sungmin menjilat dan menghisap kewanitaannya.

Tubuh Sungbi limbung kesamping kiri dengan posisi terlentang. Sedangkan Sungmin yang saat itu masih terlihat kuat, bangkit dengan kedua tangan yang masih terikat kuat oleh borgol. Ia tersenyum melihat tubuh Sungbi yang melakukan kegiatan pernafasan, dadanya naik turun menandakan nafasnya masih belum se-stabil biasanya.

“Kau lelah chagiya? Biar aku yang menyelesaikannya.” Lirih Sungmin ditelinga Sungbi seraya meniup-niup daun telinga itu.

“Hng…..oppaah….” desah Sungbi terus menerus. Tak lama kemudian ketika tubuh Sungmin lebih condong hingga ia juga bisa merasakan tubuh hangat yang dikeluarkan yeojanya tersebut, ia mulai memposisikan kejantanannya tepat diliang Sungbi yang sudah memerah dan basah. “Ssshh……”

Nafas Sungbi yang semula sudah mulai bisa dikendalikan kini mulai memburu lagi, bahkan ritme nafas keduanya saling mengejar. Degup jantung merekapun terasa satu sama lain. Sungmin mengangkat kedua kaki Sungbi secara bergantian untuk diarahkannya pada kedua bahunya lalu mendorongnya kedepan hingga tubuh Sungbi sedikit melengkung.

Tempo tusukannyapun tidak ia pelankan juga tidak terlalu cepat, tempo normal yang membuat keduanya saling menikmati. “Ah….oppa….ppalli…Ohh……ssshhhh….” desah Sungbi terus menerus.

Sungmin hanya tersenyum lalu lebih mencondongkan tubuhnya untuk melumat bibir Sungbi yang menganggur. Melumatnya pelan sesuai tempo tusukannya. Ia juga merasakan lagi-lagi liang kewanitaan Sungbi menghimpit hingga memijat kejantanannya membuat ia merasa akan mencapai klimaksnya.

“AAHHH…..YEAH…..THERE…..OPPAAA….” Sungbi mengangkat kepalanya ketika tiba-tiba Sungmin menghujam liangnya tanpa ampun, sepertinya balasan karena ia sudah menghimpit kejantanannya cukup kuat. Sungmin melepaskan kedua kaki Sungbi yang berada di bahunya lalu memeluk tubuh mungil itu tanpa melepaskan pagutan bibir mereka. “Hmmppp…..” cukup sulit memang  mengingat kedua tangannya masih dalam keadaan diborgol.

Sungbi meracau keras ketika merasakan titik kenikmatannya dihujam berulang kali oleh kejantanan Sungmin. Ia mencoba untuk melepaskan ciumannya dan berteriak, namun apapun yang ia lakukan sekarang sia-sia. Sungmin mengunci pergerakan tubuhnya dan ia hanya bisa mendesah tertahan.

“Hmmppp….hmmmmfftttt…..” Tubuhnya menegang lagi ketika ia merasa mengeluarkan cairan kewanitaannya. Dan dalam beberapa kali hentakan, setelah cairan Sungbi keluar terlebih dahulu, Sungminpun menyusulnya.

Wajah keduanya saling bertatapan, saling merasakan hembusan satu sama lain. Setelah dirasa tidak ada lagi yang keluar, pelan-pelan Sungmin mengeluarkan kejantanannya dari liang Sungbi. “Ah….”

Ia merebahkan tubuhnya disamping Sungbi yang saat ini sudah menutup matanya walau masih terlihat dadanya naik turun untuk mencari udara sebanyak-banyaknya. Hingga kemudian yeoja cantik itu tersenyum seraya membuka matanya. ia bangkit dan mengambil sesuatu dilaci nakas samping ranjangnya.

Ah.. sebuah kunci untuk membuka borgol. “Mianhae Oppa…” kekehnya sembari membuka borgol dari tangan Sungmin lalu meletakkan borgol beserta kuncinya ke laci nakas lagi.

“Nappeun~” tutur Sungmin dengan tersenyum kemudian menarik tubuh Sungbi untuk masuk kedalam pelukannya dengan sebelumnya menarik sebuah selimut tebal untuk menutupi tubuh keduanya.

“Tapi kau menyukainya bukan?” tanyanya sambil mengerlingkan mata. Sungmin tertawa seraya terus mengeratkan pelukannya.

“Gomawo chagiya, saranghae.” Ujar Sungmin lirih seraya mengecup lembut kening Sungbi.

“Nado oppa, nado saranghae.”

.

.

X-change Identity

.

.

2 hari kemudian.

“Rere….” Yeoja yang masih mengenakan tas ransel dan juga jacket berwarna ungu itu berlari saat melihat sahabatnya tengah duduk di halaman kost mereka.

“Ririn?”

“Re…” Yeoja yang ternyata adalah Ririn langsung berlari dan memeluk erat tubuh Rere.

“Eh, Ririn? Waeyo? Kau terlihat bahagia sekali, eh?”

“Ayo masuk!!” buru-buru Ririn menarik tangan Rere untuk masuk ke kost mereka.

“Ada apa Rin? Kenapa kau aneh sekali?” Rere mengernyitkan dahinya saat melihat Ririn terus menerus tersenyum tanpa sebab. “Hey, Rin? Kau kemasukan setan apa, eh? Di jeju banyak setan?”

Pletakk..

“Ommo~” Rere mengelus-elus kepalanya saat ia baru saja mendapatkan jitakan dari Ririn. “Kenapa kau menjitakku, huh?”

“Kau itu bicara sembarangan!!”

“Yang membuatku berfikir seperti itu kan kau!!” ucap Rere seraya mempoutkan bibirnya.

“Re, aku mau bicara serius denganmu.”

“Bicara apa?” tanyanya sambil berjalan menuju lemari es untuk mengambil air minum.

“A-aku.. a-aku..”

“Aku apa? jangan bertele-tele seperti itu, to the point saja.” Ucapnya enteng seraya meminum segelas air.

“Aku  berpacaran dengan Kyuhyun.”

Uhuukkk…

Rere langsung menyemburkan air yang ia minum. “MWOO??” tanyanya meyakinkan sambil berjalan mendekati Ririn yang tengah duduk diranjang.

“Mianhae Re, tapi aku tidak bisa berbohong. Aku jatuh cinta kepadanya.”

“Aigo~ kenapa jadi seperti ini.” Rere menggeleng-gelengkan kepalanya lalu duduk disamping Ririn.

“Mian Re, aku sudah membuat masalahnya semakin rumit.”

“Anii Rin, aku juga minta maaf, karena sebenarnya aku….. aku juga sudah berpacaran dengan Yesung Oppa.”

Deg…

Mereka terdiam tanpa menatap satu sama lain. Lalu sedikit demi sedikit keheningan itu pecah karena tawa lirih dari Ririn. Bwahahahaha… semakin lama tawanya semakin keras dan menggelegar. Bwahahaha..

“Kenapa kau tertawa?” Yeoja cantik itu hanya menggeleng sembari terus tertawa. “Huft.. saat dia menyatakan cintanya kepadaku, aku benar-benar ragu mau menerimanya atau tidak.”

“Ne, aku juga begitu Re.”

“Hm? Wae?”

“Karena aku berfikir yang dia sukai itu kau, dia menyatakan cintanya kepadamu bukan kepadaku.”

“Ne, aku juga berfikir seperti itu Rin, aku jadi merasa bersalah kepadanya.”

“Apa kita bongkar saja ya penyamaran kita?”

“Mollayo Rin, aku takut.”

“Aku juga.” Keheningan kembali menerpa mereka. “Aku juga tanpa sadar sudah melakukan ‘itu’ dengannya.” Lanjut Ririn tiba-tiba.

Glup…

Rere menatap horor kearah Ririn, ia tidak percaya akan apa yang di katakan Ririn padanya. “K-kau bicara apa Rin? Me-lakukan a-apa?”

“Seharusnya tanpa aku beritahupun kau harus tau Re.”

“Jangan bilang kau…”

“Aku tidak sadar Re, aku terpengaruh alkohol dan tanpa sadar aku dan Kyuhyun sudah..” kembali Ririn menggantung ucapannya.

“Dan pasti dia mengira melakukan itu denganku bukan?” Ririn mengangguk.

“Mianhae Re,” Ririn memeluk tubuh sahabatnya itu dengan sangat erat.”Aku benar-benar menyesal.”

“Sudah.. kau tidak perlu menyesalinya, berarti sekarang, mau tidak mau kita harus memberitahu mereka kalau kita bertukar posisi. Kita akan bersama-sama menemui mereka.”

“K-kau yakin?” Rere mengangguk mantap.

“Aku sangat yakin, kita harus menerima konsekwensi yang sudah kita buat Rin.”

“Ne.” mereka menunduk dan mulai berpikir dalam.

.

To : My Lovely Oppa

From : Ririn –Rere-

Yesung Oppa, aku ingin menemuimu di Sungai Han besok jam 3 sore, aku akan menunggumu disana Oppa. Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. ­–Ririn-

Send.

“Aku sudah mengirim pesan kepadanya, sekarang waktumu Rin!!” pinta Rere seraya memutar-mutar handphonenya. Mereka sudah berencana akan mengatakan yang sebenarnya kepada Yesung dan Kyuhyun besok, karena kebetulan Rere sedang mendapatkan libur kerja.

Ririn mengembuskan nafasnya berat lalu mulai mengetik pesan singkat.

To : Nae Kyuhyun

From : Your Baby –Ririn-

Oppa, aku harap besok jam 3 sore kau datang ke Sungai Han, aku ingin bertemu denganmu Oppa, ada hal penting yang harus kita bicarakan. ­–Your Baby-

_Bruugg_

Mereka menghempaskan tubuh mereka ke ranjang setelah selesai mengirim pesan. “Aku harap mereka akan mengerti,” ucap Rere sambil menutup mata dengan telapak tangannya.

“Ne Re, Aku harap mereka akan menerima apa yang kita katakan.”

.

.

X-change Identity

.

.

Ririn dan Rere tengah terduduk di ranjang kost mereka, padahal mereka sudah berpakaian layaknya akan pergi berjalan-jalan, tapi mereka merasa tidak ada daya hanya untuk berdiri.

“Kau siap Re?” tanya Ririn seraya terus menatap ke arah depan.

Terdengar suara hembusan nafas yang sangat berat dari Rere. “Kita harus siap, kajja!!” akhirnya mereka melangkahkan kaki mereka keluar dari kost menuju ke sungai han.

Semilir angin yang menerpa rambut mereka yang tergurai membuat 2 yeoja cantik itu memejamkan matanya, merilekskan tubuh dan pikiran mereka.

Ririn dan Rere duduk di bawah rindangannya pohon yang ada di sekitar Sungai Han itu. berkali-kali Ririn terus menatap jam yang ada di tangannya. Menunggu datangnya 2 pangeran mereka. Atau mungkin setelah mereka mengatakan yang sejujurnya, pangeran mereka akan pergi? Tidak ada yang tau soal itu.

“Rere/Ririn.” 2 orang namja yang ada di belakang 2 yeoja yang sedang duduk itu berucap bersamaan, mereka saling menatap dari atas sampai bawah.

“Oppa~” dan seketika 2 namja yang di ketahui ternyata Kyuhyun dan Yesung itu membuka matanya lebar-lebar melihat 2 yeoja yang ada di depannya.

“K-kenapa?”

“K-kembar?” Rere dan Ririn tersenyum sembari menunduk.

“K-kau pasti babyku kan? Rere!!” ucap Kyuhyun sambil menunjuk ke arah Ririn.

“Dan kau pasti Yeojaku, Ririn,” ujar Yesung juga seraya menunjuk Rere.

“Kau salah Oppa, aku Ririn, dia Rere!!” jawab Ririn sambil menyentuh bahu Rere.

“APA? Tidak, kau pasti bohong baby, kau itu Rere, kekasihku.”

“Anii Oppa, aku Ririn, dia Rere.”

“Rin, katakan kalau kalian sedang bercanda!!” pinta Yesung yang mulai bingung dengan apa yang terjadi.

“Mianhae Oppa, tapi yang di katakan Ririn semuanya benar, aku Rere,bukan Ririn.”

_DEG_

Keheningan terasa menerpa mereka, tidak ada suara yang mereka dengar, hanya semilir angin yang mereka rasakan dan mendengung ditelinga keempat orang tersebut.

“Jadi selama ini kau membohongiku?” tanya Yesung dengan sedikit menaikkan nadanya.

“Bu-bukan begitu Oppa, kita tidak-“

“Tidak apa? Tidak membohongi kami, eh?” Sela Kyuhyun saat Rere belum selesai melanjutkan ucapannya.

“Oppa aku mohon dengarkan aku!!” pinta Ririn sambil meraih tangan Kyuhyun, tapi namja itu hanya menatap dingin ke arah Ririn.

“Apa yang harus aku dengarkan, eh? Ririn!!” ucapnya dengan penuh penekanan.

“Oppa boleh marah, Oppa boleh membenciku, aku sudah pasrah, kalaupun aku jelaskan, Oppa tidak akan mengerti.” Ujar Rere yang pasrah melihat wajah Yesung yang menatapkan dingin.

“Rere-ah!!”

“Rin, aku tidak berharap banyak, aku tau ini memang salahku, aku yang meminta semua ini, dan kau Kyuhyun Oppa, aku harap kau bisa memaafkan Ririn dan menerima Ririn apa adanya setelah kalian melakukan itu,” wajah Ririn memerah saat Rere mengatakan semua itu.

Yesung menatap Ririn dan Kyuhyun bergantian. “Kau harus tau Kyu Oppa, Ririn menyukaimu, dia sangat mencintaimu, walaupun dia memang tidak pernah mengatakannya padaku, tapi dia sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, kita memang bukan saudara kembar, tapi kita bisa merasakan sesuatu yang ganjil di antara kita.”

“Re~”

“Yesung Oppa, maaf.. aku benar-benar minta maaf, semua ini salahku bukan salah Ririn, aku yang meminta pada dirinya untuk bertukar posisi, dan aku tau saat kau mengatakan kalau kau mencintaiku, itu pasti untuk Ririn, bukan untukku.”

“Re, kalau kau mengatakan seperti itu, berarti aku juga harus mengatakan hal yang sama kepada Kyuhyun Oppa.” Sanggah Ririn tak mau kalah, ia menatap Kyuhyun yang memang lebih tinggi darinya. “Kyu Oppa, aku juga minta maaf, dan aku tau saat kita melakukan itu yang ada di pikiranmu pasti Rere, yang kau sukai itu Rere.”

“Yang aku sukai memang Rere.”

_DEG_

Ririn membatu mendengar apa yang di ucapkan Kyuhyun, begitupula Yesung dan Rere. “Ma-maaf.. aku harus pergi darisini!!” cetus Rere lalu berlari meninggalkan ke 3 orang yang tengah terdiam itu.

“Rin.. Eh.. Rere-ah tunggu aku!!” Jerit Yesung seraya berlari mengejar Rere.

“Aku tau, seharusnya aku tidak boleh jatuh cinta kepadamu, aku salah sudah jatuh cinta kepadamu Oppa,” Ucap Ririn menunduk dengan mata yang berkaca-kaca

“Tapi ternyata aku salah..”

“A-apa?” Ririn menatap Kyuhyun yang tengah tersenyum tipis padanya.

“Ririn, kau yang ternyata aku cintai, yang selama ini bersamaku, yang selama ini membuatku tersenyum, itu kau bukan Rere. Memang aku mengira kau adalah Rere, tapi ternyata setelah aku tau yang sebenarnya, yang aku cintai itu Ririn.”

“Oppa~” Namja tampan itu menarik tubuh Ririn masuk ke dalam pelukannya, memeluknya erat seraya mengecup puncak kepala Ririn.

“Saranghae Re eh.. maksudku Rin,”

“Kau tidak bercanda kan Oppa?” Tanya Ririn sambil melepaskan pelukannya.

“Anio.. memangnya wajahku terlihat seperti sedang bercanda, eh?”

“K-kau biasanya suka menggodaku Oppa,”

“Anii Baby, kapan aku seperti itu, huh?” Ririn mengerucutkan bibirnya membuat Kyuhyun gemas melihatnya. Ia mengangkat dagu Ririn, menghapus jarak di antara mereka dan mengecup lembut bibir tipis itu, tanpa nafsu hanya ada cinta dan kasih sayang yang tulus.

.

“Rere, tunggu!! Dengarkan aku!!” pinta Yesung seraya menarik tangan Rere agar ia menghentikan langkahnya.

“Apalagi Oppa, aku tidak mau mencintaimu lagi, dan aku harap kau akan membenciku!!”

“Kenapa? Kenapa kau berharap seperti itu, eh?”

“Karena aku tidak mau terlalu mencintaimu Oppa.”

“Apa karena kalung itu, huh?” Rere tercengang lalu menepis tangan Yesung.

“Untuk apa kau membahas soal kalung itu, aku tidak peduli kalaupun kau terus memakainya, itu hakmu!!” ucapnya dengan mulai berlinangan airmata. “Dan sekarang lupakan aku Oppa, aku bukan Ririn, seorang Yeoja yang kau cintai, aku Rere.” Cetus Rere sambil berjalan meninggalkan Yesung.

“Tapi nyatanya sekarang yang aku cintai itu Rere, bukan Ririn!! Seorang Yeoja yang cemburu karena melihatku masih memakai kalung salip itu.” Rere menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke belakang.

“-memang awalnya aku sangat marah mendengar pengakuan dari kalian, aku mencoba membencimu saat itu juga Re, tapi ternyata aku tidak bisa!! Walaupun kau dan Ririn itu mirip dan hampir seperti saudara kembar, tapi sifat kalian berbeda. Dan aku mengerti sekarang, aku menyukai sifat Rere bukan Ririn.”

“Ye-yesung Oppa!!”

Namja tampan itu berjalan mendekati Rere dan meraih tangan sang yeoja. “Re, aku mohon.. jangan memintaku untuk membencimu, tetaplah berada di sisiku.”

“Oppa~”

“Kita mulai dari awal, anggap saja kau tidak pernah membohongiku.”

“Tapi Oppa aku… Ehmp~” ucapan Rere terputus saat Yesung mengecup bibirnya. Meminta untuk tidak berbicara lagi.

“Cukup Re, aku harap kita tidak akan pernah membahas masalah ini lagi,” Rere hanya menunduk sambil mengangguk pelan. Yesung menarik tubuh Rere dan memeluknya erat. “Saranghae…. jeongmal Saranghae,”

“Nado Oppa~”

.

.

X-change Identity

.

.

“Nae Bi, ayo bangun!!”

“Hng? Masih ngantuk Oppa,”

“Ada kabar yang sangat buruk,” Ucap Namja penyuka pink itu sambil menggoyang-goyangkan tubuh Yeojachingunya yang masih memejamkan matanya di ranjang.

“Seburuk apa?” tanya Sungbi sambil masih memejamkan matanya, rasa kantuk benar-benar melanda dirinya saat itu.

“Ini buruk sekali, aku sudah bertemu dengan Kyuhyun dan kau tau, Ririn adalah Yeojachingunya!!”

_SREEEK_

Sungbi membuka matanya lebar-lebar saat mendengar nama Ririn. “Ma-maksudmu apa Oppa? Kyuhyun temanmu itu?”

“Iya, aku baru saja bertemu dengannya di jalan dan dia membawa Ririn.”

“MWO!! Kau pasti salah lihat Oppa, bagaimana Ririn bisa kenal dengan Kyuhyun? Lalu apa reaksi Ririn saat melihatmu?” tanya Sungbi menggebu-gebu.

“Aku tidak tau darimana Ririn bisa mengenal Kyuhyun, dan yang aku bingungkan, Ririn seperti tidak mengenalku nae Bi, dia malah mengeratkan tangannya di tangan Kyuhyun.”

“APA?? Oppa yakin kalau itu benar-benar Ririn?”

“Aku yakin seyakin-yakinnya nae Bi, yeoja yang bersama Kyu itu Ririn.”

“Kita harus memberitahu Yesung Oppa sekarang!!” katanya lalu bangkit dari ranjangnya dan berlari menuju kamar mandi.

.

.

Mereka memacu mobil dengan kecepatan tinggi, Sungmin dan Sungbi bergegas menuju H&G. Tak berapa lama, mereka akhirnya sampai di cafe itu, kebetulan sekali cafe itu baru saja mau di buka, jadi belum ada pengunjung yang datang memenuhi cafe tersebut.

“Yesung Oppa.” Sapa Sungbi sambil berlari masuk ke dalam cafe.

“Sungbi-ah, kenapa lari-lari begitu, eh?”

“Aku punya kabar buruk Oppa.”

“Tenanglah, kabar buruk apa?”

“Ririn, ini soal yeojachingumu!!”

“Ririn? Wae?”

“Tadi pagi, Sungmin Oppa melihat dia bersama namja lain,”

“APA?”

“Ne, Hyung.. tadi pagi aku melihatnya bersama dengan temanku, Kyuhyun.”

“Kyu-Kyuhyun?” Sungmin mengangguk, Yesung mulai berfikir seraya menatap kedua orang yang ada di depannya itu.

‘Jangan-jangan yang mereka lihat itu memang Ririn, dia kan kekasih namja bernama Kyuhyun itu, tidak mungkin kalau Rere yang bersama dengan Kyuhyun.’ Batinnya.

“Annyeong.. mianhae Oppa, aku terlambat!!” sapa seorang yeoja sambil membungkuk. Saat Sungbi melihat yeoja yang di bicarakan itu muncul, dengan langkah kesal ia menghampirinya.

_PLAAK_

“Ahh~” Rere meringis kesakitan sambil memegangi pipinya yang mendapat tamparan dari Sungbi.

“Sungbi-ah!! Apa yang kau lakukan??” Yesung berlari menghampiri Rere dan menyentuh pipi yeojachingunya itu. “Chagi, kau baik-baik saja?”

“Nan Gwaenchana Oppa,”

“Oppa untuk apa kau masih peduli padanya, huh? Dia sudah menghianatimu dengan berselingkuh dengan teman Sungmin Oppa,”

“SUNGBI CUKUP!! Apa yang kau katakan itu, eh?Dia tidak mungkin seperti itu, kau tau!!”

“Tapi Sungmin Oppa tidak mungkin berbohong Oppa!!” Yeoja manis itu masih tidak mau mengalah, kegaduhan pagi itu membuat karyawan yang ada di H&G terdiam seraya menatap mereka berempat.

“Benar Hyung, aku tidak mungkin salah lihat, aku benar-benar melihat dia bersama dengan temanku Kyuhyun.”

“Hah?” Rere dan Yesung bertatapan bingung, lalu sedetik kemudian Rere tersenyum.

“Hey, kenapa kau tersenyum, eh? Puas kau sudah menyelingkuhi Oppaku ini?” Rere dan Yesung masih tersenyum melihat Sungbi berwajah kesal, Sungminpun hanya bisa menatap Rere dan Yesung bergantian.

“Yang kau lihat tadi memang Ririn, dan dia memang kekasih Kyuhyun, tapi kalau yeoja ini,” Yesung melingkarkan tangannya di pundak Rere. “Dia Rere, dia kekasihku.”

“APAAAA!!”

.

.

To Be Continue

.

Ahahahahaha mianhae ini super duper lama banget updatenya ^^. Niat awalnya kan nih FF discontinue, ternyata ada yang minta lanjut TT_TT jadi seperti inilah ceritanya.. hiks hikss… mianhae ini sangat mengecewakan…

Special untuk Sungbi karena nunda lama banget, dan itu udah panjang banget kan NC’nya -_- sesuai perjanjian ahahahahaha…

Dan untuk Rin ^^ saengil chukkaeyo ^^ wish you all the best ^^

Last…. hope u like guys and leave a comment ^^

Gomawo ^^

.

14 comments on “X-Change Identity – Chapter 4 ~Straight~

  1. AAAHHHHH *barubukaleptop*
    INI TIDAK ADIIIIILLLL
    KyuRin butuh lebih lama dan lebih kece daripada apa yang sudah terjadi(?)

    ceritanya tidak boleh berakhir seperti ini..
    karena masih ada TBC nya..
    jadi kemungkinan kyurin utk terexpose masih ada *A*)9 #plak #duak #jduar

    lanjutkan ceritanya~
    happy end awaits~

  2. sippppppppppppp ,, d bnyk.in lgi sungrae moment.a ne ???
    panjangin lgi alur.a
    q kira yesung marah sma rere ternyata enggk *oppa baik dehh* hahaha

    lanjut …
    cpt d publish.a ne ,,,😀

  3. khiikhihkkhihkkk………..

    SungBi…edduuaannnnn…………….. nge_NC_an bangeettzz.

    saeenggii……
    ngarep banget tadi….
    awal baca yadongan SungBi………..
    marenmaren yadongan KYURIN………

    Yadongan YERE kapaan…………….!!!

    hiihkhhihkhihik…………….ditungguin saeeng….!!!!

  4. Harus update kilat ini eon…

    Ngerasa terpanggil..hahahaha
    panas bgt NC uming..ngerasa panas jadinya eon..😀

    aku reLa kok di pasangin sama kyu..wlaupn resiko’a dicere yesung..wkwk😀

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s