Seeking Our Love – Chapter 4

Chapter 4.

Main Cast : Yesung, Siwon, Kyuhyun and other cast

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Romance, Fluff, Hurt/comfort

Rate : T

Summary : Siwon dan Yesung harus dihadapkan pada sebuah pilihan yang amat sulit. Lalu apakah pilihan yang sudah mereka pilih adalah yang terbaik untuk mereka?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

Cerita ini terinspirasi dari video SEEKING FOR YOU, bisa dibilang mirip tapi juga tidak ^^~~ hope you like guys.

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

Previous story Chapter 3 | Next Story Chapter 5

.

seeking4

.

Ia harus membuat sebuah pilihan.. pilihan yang akan membawanya kepada suatu takdir yang menyakitkan. Mencoba untuk menghindarpun tidak ada gunanya, karena semua sudah terjadi seperti apa yang digariskan Tuhan padanya.

.

“Liontin itu berisi fotoku dan Yesung hyung, Yesung hyungpun juga mempunyai liontin yang sama seperti itu.” terang Kyuhyun sembari menyerahkan sebuah liontin berbentuk kura-kura. Obsidian Siwon tiba-tiba mengabur, ia menyentuh kepalanya yang terasa begitu sakit.

“A…aku harus pergi…” tutur Siwon seraya mengembalikan liontin itu kepada Kyuhyun, ia memutar tubuhnya dan berlari keluar dari apartemen itu. Kyuhyun berseringai ketika ia berhasil membuat namja tampan itu terlihat begitu kacau.

_Cklek_

“Siwon!!” Tatapan Kyuhyun terarah pada sebuah suara yang sangat ia kenal, pintu apartemen yang tadinya tertutup itu tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan sesosok namja manis.

“Sungie hyung…”

“Dimana Siwon?” tanya Yesung saat ia tidak melihat Siwon, ia mencoba mengedarkan pandangannya. “SIWON!!” Ia melihat bayangan Siwon jauh dari pintu apartemennya, berlari keluar meninggalkan dirinya dan Kyuhyun. “SIWON!!”

.

Cloudhy3424_Present

Seeking Our Love Chapter 4

Happy Reading

.

“Yesung hyung!!” Kyuhyun berteriak ketika Yesung berlari meninggalkannya. Yesung terus berlari hingga ia melihat sebuah audi putih yang ia yakini milik Siwon mulai menyala dan langsung meninggalkan apartemen itu.

“SIWOOOONNNNNNN!!” Yesung berteriak sangat kencang dengan terus berlari mengejar laju mobil itu, ia tidak peduli bahwa apa yang ia lakukan adalah sia-sia. Mobil itu melaju dengan sangat kencang. “SIWOOOOONNN!!”

Bugh!

.

Siwon mengeratkan kedua tangannya dikemudi mobilnya, ia melihatnya, melihat sosok itu terus berlari mengejarnya dari kaca mobilnya. Siwon mendengar teriakan itu, teriakan pilu yang membuat liquid panas keluar dari obsidiannya. Ia tidak mau menghentikan mobilnya, malah laju mobilnya semakin ia kencangnya, hatinya begitu terluka, benar-benar terluka.

Sesekali ia menghapus kasar airmatanya dan tertawa, merutuki apa yang sudah ia rasakan. Perasaan yang seharusnya tidak ada dihatinya. Keputusan bodoh yang sudah ia buat, sebuah keputusan yang benar-benar membuat hatinya hancur berkeping-keping.

Walau ia terus tertawa untuk mencegah airmata menganak dikedua pipinya, tapi tetap saja cairan yang ia benci itu keluar tanpa mau berhenti. ‘Sangat….sakit….’

.

Yesung menangis, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, menunduk dan terduduk dijalan raya. Membiarkan beberapa pasang mata melihat aneh kearahnya. “Hyung..” hingga sebuah tangan menyentuh kedua pundaknya. “Ayo pulang…” ajaknya.

Sejenak Yesung menatap sosok itu, sosok yang ternyata juga menangis saat melihatnya. “Kyu…” kedua tangan Yesung terulur untuk menghapus airmata yang leleh dikedua pipi Kyuhyun. “Kyu…”

“Aku.. baik-baik saja hyung..” tuturnya seraya mencoba tersenyum. Ia menangis karena rasa sakit yang ia terima dihatinya. Melihat Yesung berlari meninggalkannya, mendengar Yesung terus menerus memanggil satu nama yang membuat sesak dadanya.

“Maaf…” lirih Yesung dengan menatap intens caramel milik Kyuhyun. Tanpa diduga, Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya, menghapus jarak diantara mereka, menautkan bibir mereka, merasakan untuk kali pertama bibir Yesung setelah sekian lama mereka bersama.

Yesung membiarkan semua berjalan seperti apa yang digariskan Tuhan padanya, ia menutup matanya, merasakan rasa sakit yang ada dihati Kyuhyun, mendengar suara isakan dari Kyuhyun di sela-sela ciumannya. Lumatan lembut yang hanya didasari dengan cinta. Ciuman yang Kyuhyun berikan untuk menunjukkan seberapa besar cintanya pada Yesung.

Yesung merasakannya, merasakan jika ternyata Kyuhyun masih benar-benar mencintainya, tapi kenapa ciuman yang Kyuhyun berikan tidak seperti saat Siwon menciumnya? Rasanya begitu berbeda. Ciuman Kyuhyun menyimpan begitu banyak luka dan kesakitan, sedangkan ia merasakan ciuman Siwon begitu banyak memberinya kebahagiaan.

“Aku… mencintaimu…hyung…” lirih Kyuhyun setelah mengakhiri ciumannya. Mereka saling menempelkan kening mereka dan menutup kedua matanya, sesekali Kyuhyun menggesek-gesekkan hidungnya kehidung Yesung. “Aku… sungguh mencintaimu hyung…”

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

“Minumlah dulu hyung.” Kyuhyun memberikan segelas susu hangat kepada Yesung yang tengah meringkuk diatas ranjang tidurnya. Ia tidak bersuara, hanya mengambil apa yang diberikan Kyuhyun padanya lalu menyesapnya perlahan.

Kyuhyun duduk diatas ranjang yang sama dengan Yesung lalu merapikan rambut Yesung yang terlihat sedikit berantakan, kemudian iapun mengecup lembut kening itu. “Istirahatlah, jangan berpikir macam-macam.”

Tangan Kyuhyun terulur untuk mengusap lembut surai Yesung. “Kyu…” ucap Yesung dengan meraih tangan Kyuhyun yang ada dikepalanya.

“Hng?”

“A…apa kau…benar… tidak apa-apa?”

“Ne?” Kyuhyun tersenyum dengan sedikit memiringkan kepalanya. “Nan gwaenchana Sungie hyung, cepatlah tidur.” Kyuhyun mengambil gelas yang ada ditangan Yesung, lalu membantu namja manis itu merebahkan tubuhnya, kemudian menutupi tubuh itu dengan selimut tebal. “Selamat malam hyung, mimpi indah.”

“Kyu….” langkah Kyuhyun terhenti saat mendengar panggilan dari yesung, ia memutar tubuhnya. “Hng…. selamat malam…” Kyuhyun mengangguk.

“Ne hyung.” Kyuhyun keluar dari kamar itu sembari menutup pelan pintu kamar Yesung, ia mengambil nafas panjang seraya menutup kedua matanya, bersandar pada pintu yang sudah tertutup. mencoba menetralkan aliran darah yang terasa tersendat didalam tubuhnya. ‘Maaf hyung… maaf…’

.

Tanpa Kyuhyun duga, Yesung yang semula ia lihat sudah menutup matanya ternyata berpura-pura untuk tidur. Onix itu kembali terlihat dan menatap sinar bulan yang menerobos masuk melewati jendela kamarnya.

Bayangan Siwon lagi-lagi harus ia lihat diantara segerombolan bintang-bintang, membingkai sebuah senyuman yang entah sejak kapan sangat ia sukai. Kedua sudut bibir Yesung menarik keatas membentuk sebuah senyuman walau terlihat begitu tipis. ‘Siwon….’

Sejenak Yesung menutup kedua matanya untuk merefreshkan pikirannya dari seluruh kekacauan yang ia rasakan, hingga akhirnya ia mengambil handphone yang ada diatas nakas, mencari sebuah nomor yang ia tuju dan mengetik sebuah pesan singkat.

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

Kedua sosok namja yang duduk diantara banyak botol-botol kosong disebuah bar itu hanya bisa menatap heran kearah namja tampan yang terus menerus menghabiskan minumannya. Entah sudah berapa botol minuman beralkohol yang ia minum. Wajahnya sudah sangat merah namun ia tetap tidak menghentikan apa yang ia minum.

“Siwon-ah!! Berhentilah!! Itu sudah kesekian kalinya kau menghabiskan minuman itu, kau sudah mabuk berat.” Pinta namja bergummy smile dengan mencoba meraih botol yang ada ditangan namja bernama Siwon itu.

“YA!! Biarkan saja…hik…Hyukkie-ah, aku…hik… menikmatinya..” tuturnya dengan tersenyum-senyum karena kesadarannya benar-benar hilang.

“Siwon-ah aku mohon!! Kau tidak pernah seperti ini, berhentilah Siwon!!” kali ini Donghae mencoba memaksa Siwon tapi lagi-lagi apa yang ia lakukan sia-sia.

BRAK!!

Siwon meletakkan botol kosong itu keatas meja dan menyandarkan tubuhnya kepunggung sofa. “Apa yang sebenarnya terjadi padanya Hyukkie?” tanya Donghae yang semakin takut dengan keadaan Siwon yang seperti ini. Namja tampan itu seperti tengah menyembunyikan sesuatu yang sangat menyakitkan, dan ia melampiaskan semuanya dengan minuman.

“Aku tidak tahu Hae-ah, Siwon tidak pernah seperti ini sebelumnya.” Jawab Eunhyuk tidak kalah cemas, mereka berdua sedikit terkejut saat Siwon berdiri dari sofanya dengan langkah gontai. “Ya!! Siwon-ah kau mau kemana?”

“Aku mau turun…hik… kelantai dansa….” tandasnya dengan berjalan gontai, Donghae hendak membantunya untuk berjalan tapi Siwon langsung mendorong kasar tubuh itu untuk menjauh darinya. “Aku tidak..hik..apa-apa…Hae-ah…kau tidak….perlu…hik…menolongku….” Donghae bertatapan dengan Eunhyuk hingga akhirnya mereka membiarkan Siwon turun kelantai dansa. Menari dengan kesadaran yang benar-benar menghilang.

Siwon terus menari tanpa peduli dengan tatapan orang-orang disekitarnya, sesekali ia membiarkan tubuhnya disentuh oleh beberapa yeoja yang juga bekerja di bar itu, pikirannya saat ini benar-benar tidak terkontrol, hatinya tidak bisa merasakan kenyamanan lagi hingga ia memutuskan untuk membiarkan semuanya berjalan seperti apa adanya.

Drrtt… Drrtt… Drrtt…

Mata Eunhyuk menangkap sesuatu yang menyala dan bergetar diatas meja dekat dengan botol minuman kosong yang diteguk oleh Siwon tadi. Handphone Siwon, Eunhyuk mengambil handphone yang terus bergetar itu dan melihat ada beberapa pesan dari orang yang sama.

“Hae-ah lihat!!” Donghae yang sedari tadi terus mengawasi gerak-gerak Siwon mulai menatap Eunhyuk.

“Wae?”

“Lihat!! Ini handphone Siwon kan? Ada beberapa pesan dari….Yesung…” Donghae mengernyitkan dahinya dan menatap layar yang ada ditangan Eunhyuk. ‘Yesungie’. “Apa kita buka saja? Aku merasa Yesung sepertinya tahu apa yang membuat Siwon seperti ini.”

“Cepat buka Hyukkie, kita tidak bisa menunggu lama lagi. Aku tidak mau Siwon seperti itu terus.” Eunhyuk mengangguk lalu membuka beberapa pesan masuk tersebut.

Siwon… aku minta maaf.

Mereka bertatapan lagi ketika membaca pesan singkat dari Yesung, sangat singkat.

Siwon.. apa kau tidak mau memaafkanku? Aku bisa menjelaskan semuanya.

“Apa maksudnya?”

“Aku tidak tahu Hae-ah, kita lihat pesan selanjutnya.”

Kyuhyun memang kekasihku, tapi…. ah~ sepertinya aku tidak perlu menceritakan semuanya, karena menurutku itu sangat tidak perlu. Aku hanya ingin meminta maaf .. sekali lagi maaf…

“M-mwo? K-kyuhyun itu….”

“Kekasih Yesung?” Donghae dan Eunhyuk yang tadinya bertatapan kaget kali ini menatap kearah Siwon, entah sejak kapan namja tampan itu dikelilingi oleh banyak yeoja yang meminta untuk menari dengannya. Melihat beberapa yeoja itu sudah hampir membuka kemeja yang dikenakan Siwon, buru-buru Donghae dan Eunhyuk berlari menghampiri.

“Siwon!! Hey awas!!” sedikit kasar, Eunhyuk mendorong yeoja-yeoja itu pergi dari Siwon lalu menarik kuat tubuh itu untuk keluar dari bar tersebut.

“Hey!! Apa yang…hik..kau lakukan Hyukkie, Hae-ah!! Aku masih ingin…hik..disana…” Siwon melangkah gontai dengan didampingi Donghae dan Eunhyuk menuju mobilnya, beruntung saat itu Donghae dan Eunhyuk ada didalam satu mobil, jadi Donghae memutuskan untuk membawa mobil Siwon, sedangkan Eunhyuk berada dimobilnya sendiri.

Didalam mobil, Donghae cemas melihat sikap yang ditunjukkan Siwon. Namja tampan itu menangis dalam diam, walau matanya tertutup rapat karena mungkin ia sudah terlelap dalam tidurnya, tapi liquid itu meluncur terus menerus dari kedua sudut matanya, menjelaskan bahwa hatinya saat ini benar-benar sakit dan hancur.

‘Aku mengerti apa yang kau rasakan Siwon-ah.’ Batin Donghae dengan sesekali menatap sosok yang ada di jok sebelahnya tersebut.

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

Yesung membuka matanya perlahan ketika dirasanya sebuah sinar yang sangat terang masuk kedalam retinanya, ia bergeliat resah diatas ranjangnya dan menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Ia menoleh kesamping, lebih tepatnya ingin mengambil handphone yang ada diatas nakas.

Iapun menghela nafas berat saat apa yang ia ingin lihat tidak ada. ‘Dia pasti membenciku.. ugh!!’ Yesung menggembungkan pipinya lalu bangkit dari tidurnya. ‘Tapi tunggu!! Kenapa tiba-tiba aku berbuat seperti ini? Memang apa masalahnya jika dia membenciku? Seharusnya aku patut bersyukur bukan? Karena itu artinya aku tidak perlu lagi bertemu dengan namja yang menyebalkan seperti dia.’ Kali ini Yesung mengerucutkan bibirnya ketika mengingat jika Siwon selalu membuatnya kesal.

Tapi dibalik semua itu, tersimpan sebuah rasa yang selalu ia coba tepis, namun apapun yang terjadi, ia tidak bisa menyangkalnya lagi. Seukir senyuman tercetak dibibirnya ketika ia menunduk. ‘Aku…. gila….’

.

Sesekali Siwon melirik kearah tatapan tajam appanya yang seperti mengontrol pergerakannya, setiap suapan yang masuk kedalam sendoknya seakan tidak bisa tertelan jika mata itu terus saja mengawasinya. “Dad, berhentilah menatapku seperti itu!! aku bukan penjahat!!” eluhnya sembari menghentikan makannya.

“Apa yang terjadi padamu beberapa hari ini? Siapa yang membuatmu seperti ini?”

“Ne? Kenapa? Tidak terjadi sesuatu padaku.” Tepisnya seraya mengambil tas ransel yang ada dikursi sampingnya. “Aku berangkat.” Katanya tanpa berbasa basi terlebih dahulu.

“Siwon!!” Siwon menghela nafas panjang mendengar panggilan dari Appanya lagi. “Kunci mobilmu tertinggal diatas meja.”

“Hari ini aku sedang tidak ingin membawa mobil.” Tukasnya lalu kembali berjalan meninggalkan meja makan itu.

.

“Dimana mobilmu? Aku tidak melihatnya ditempat parkir.” Donghae berucap disamping keduanya berjalan beriringan menuju kelas.

“Aku tidak membawa mobil.”

“Ne? Ada angin apa eh? Ini benar-benar sebuah kejutan!! Hahahahaha!! Tuan muda Choi Siwon tidak membawa mobil?” ledek Donghae seraya terus tertawa, sedangkan Siwon hanya melirik jengah, tidak ada niat untuk membalas ucapan Donghae yang menurutnya tidak penting.

“Siwon hyung.” Suara yang belum pernah mereka dengar membuat keduanya berhenti melangkah dan memutar tubuhnya kebelakang. Terlihat 3 orang namja yang baru saja mereka lihat berada disekolah itu tengah menatap Donghae dan Siwon dengan tersenyum manis.

“Siapa kalian?” tanya Donghae membiarkan Siwon untuk diam dan melihat. Donghae memicingkan matanya sembari melipat kedua tangannya didepan dada.

“Ka-kami hoobae kalian, namaku…”

“Oh~ hoobae huh?” sahut Donghae lagi membuat setidaknya ketiga namja itu diam dan mengangguk. “Apa mau kalian?”

“Kami ingin….” saat namja bersurai hitam legam itu angkat bicara, Siwon sudah lebih dulu memutar tubuhnya untuk meninggalkan tempat itu, sama sekali tidak tertarik dengan hoobae-hoobaenya.

“Siwon tunggu!!” jerit Donghae lalu berlari menyusul Siwon yang berjalan terlebih dahulu. Ketiga namja itu mematung hingga kemudian sebuah senyuman terlihat dibibir mereka.

Siwon gila.. Siwon gila karena ‘dia’.. beberapa hari ini sikapnya benar-benar berubah, menjadi sangat dingin dan pendiam, ia tidak banyak bicara walaupun dengan kedua sahabatnya. Setiap berada dikelas, ia hanya terus memfokuskan tatapannya kearah luar jendela, melihat awan yang tidak seterang biasanya, seperti perasaannya akhir-akhir ini.

Ia memutar-mutar handphonenya dengan sesekali menatap layar itu, setiap hari, setiap jam bahkan kalaupun ia mau, setiap detik ia akan terus menatap layar handphonenya.

“Hubungi saja, aku tahu kau sedang menunggu kabar darinya bukan?” tutur Eunhyuk saat melihat sikap Siwon yang begitu membuatnya bosan. Siwon menatap keduanya tanpa berekspresi, lalu kembali membuang tatapannya kearah lain.

“Kau mencintainya Siwon, itulah jawaban yang kau cari.” Donghae menarik tangan Eunhyuk seusai mengatakan semua itu, meninggalkan Siwon sendiri dengan alis yang saling bertaut.

“Kau mencintainya Siwon, itulah jawaban yang kau cari.”

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

“Hyung, kau mau kemana?” tanya Kyuhyun yang melihat Yesung tengah bersiap-siap akan keluar dari apartemen.

“Aku ingin keluar sebentar.” Jawabnya dengan merapatkan jaket yang ia pakai, tanpa banyak bicara lagi, ia melangkahkan kakinya keluar, berjalan kesebuah tempat untuk bertemu dengan seseorang.

Disepanjang perjalanan menuju tempat itu, ia terus berpikir satu hal, jika semua tidak bisa kembali seperti sediakala, ia akan memutuskan semuanya, memutuskan apa yang sudah ia pikirkan. Kata-kata Kyuhyun beberapa hari lalu yang memberinya sebuah pilihan.Walau ada sedikit keraguan, namun toh semua itu sudah menjadi keputusan akhirnya, mau tidak mau ia harus melakukannya.

Ia berdiri dibawah pohon besar nan menjulang seraya bersenandung, bersandar pada dahan pohon itu sambil terus menatap sekeliling. Ia menatap jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 3 sore, berarti setelah ini ia harus bersiap-siap untuk bertemu dengan ‘dia’.

Teettt… Teettt…. teettt….

Suara bel berbunyi nyaring hingga terdengar keluar sekolah elite tersebut. Yesung yang tadinya bermain dengan menggunakan ranting pohon ditanah mulai menegakkan tubuhnya, mengedarkan pandangannya kearah sekolah itu.

Para siswa siswi sudah bergerombol untuk keluar secara bergantian dari pagar besar itu, Yesung sedikit kuwalahan melihat begitu banyak murid yang keluar darisana, mencari satu sosok diantara begitu banyak orang memang sangat menyusahkan. Yesung menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika mulai lelah dengan apa yang tidak ia dapatkan.

‘Kau dimana pabbo?’ gerutunya. Hingga tak lama kemudian ia tersenyum ketika menemukan sosok itu tengah berjalan dengan beberapa yeoja yang berjalan beriringan dengannya. Yesung sedikit merasa tidak suka saat yeoja-yeoja itu bergelayut manja ditangan kekar namja itu. eh? Tunggu!! Yesung langsung memukul-mukul wajahnya, menyadarkan dengan apa yang ia pikirkan. “Bodoh!! Apa yang aku pikirkan!!”

Ia mengambil nafas panjang saat sosok itu hampir mendekati pintu keluar dan itu artinya ia harus sudah siap bertatap muka secara langsung. Tapi ketika sosok itu sudah menyentuh pagar pembatas sekolah, langkahnya terhenti. Yesung merasakannya, sosok itu menatap dalam ke onix cerahnya, tanpa senyum, hanya raut wajah datar yang ia temukan.

Hingga langkah namja tampan itu kembali mendekat seusai Yesung melihat ‘dia’ melepaskan genggaman tangan yeoja-yeoja yang tadi bergelayut manja padanya. “Siwon.” Sapa Yesung ketika Siwon berjalan akan melewatinya. “Hey pabboya!!” Yesung tahu namja itu hanya diam dan menghentikan langkahnya tanpa bersuara, tanpa menatap kearahnya. “Aku….ingin bicara.”

Keheningan langsung menerpa mereka begitu Yesung mengatakan hal itu, matanya tertutup rapat merasakan sikap dingin yang begitu ia benci diperlihatkan oleh Siwon.

.

Mereka berdua duduk disebuah taman dengan sebotol kaleng minuman bersoda. Masih tidak ada yang memulai pembicaraan untuk menghancurkan keheningan yang menerpa mereka berdua. Yesung sibuk memutar-mutar kaleng bersodanya, sedangkan Siwon dengan enaknya meminum minuman kaleng tersebut tanpa peduli apapun. “Siwon…” Yesung mulai bersuara walaupun terdengar sangat lirih.

“………..” lagi-lagi Yesung seperti berbicara dengan angin, tidak ada balasan yang ia dapat. Ia menoleh dan melihat Siwon tengah menatap kearah lain dengan mencengkram kuat kaleng minumannya. Yesung tahu Siwon benar-benar berubah, tidak seperti dulu, wajah itu tidak sehangat dulu, ia mulai ragu akan mengatakan sesuatu yang besar kepada Siwon.

Yesung menghela nafas panjang dan menunduk. “Aku…. akan pergi bersama Kyuhyun.”

_Kreek_

Seketika seusai ucapan Yesung yang seperti itu, ia terkejut melihat kaleng yang ada ditangan Siwon hancur. “Si…siwon… maaf…”

“………..” tapi ia benar-benar tidak mau mengucapkan apapun, bibirnya terasa terkunci dan ia kehilangan kunci untuk membukanya. tangannya masih meremas kuat kaleng itu hingga tanpa sadar apa yang ia lakukan itu sudah melukai tangannya, terlihat beberapa tetesan darah yang mengalir turun membasahi tanah.

“YA!! Pabboya… apa yang kau lakukan?” Yesung mulai khawatir melihat darah itu, ia meletakkan kalengnya disamping tempat duduknya lalu meraih tangan Siwon, membuang kaleng yang sudah hancur itu ketanah. Siwon tidak menolak, ia membiarkan Yesung mulai membersihkan darahnya dengan saputangan milik namja manis itu. “Kau bodoh!! Kalau infeksi bagaimana huh?” celotehnya kesal. “Kau memang tidak berubah, sangat menjengkelkan dan bodoh.”

“………..” obsidian itu memanas karena terus menatap wajah manis yang tengah mengobati tangannya tersebut, tangan mungil yang membuat hatinya tenang, wajah cemberut yang diperlihatkan Yesung mau tidak mau membuat Siwon sedikitnya mulai tersenyum samar.

“Aku minta maaf Siwon… ini keputusanku, aku akan pergi bersama Kyuhyun.” ujar Yesung setelah ia selesai mengikat tangan Siwon yang berdarah dengan saputangan berwarna merah miliknya. Yesung tersenyum kearah Siwon lalu berdiri dari tempat duduknya. “Aku harap kau akan bahagia.. Aku harus pergi…. maaf….”

Yesung mencondongkan tubuhnya, lebih tepatnya mengarahkan wajahnya lebih dekat dengan wajah Siwon, lalu tanpa diduga, ia mengecup bibir tipis Siwon sebentar, hanya sebentar dan itu membuat Siwon membuka matanya lebar-lebar. “Jaga dirimu baik-baik Tuan Choi Siwon…. aku… menyayangimu…” Yesung tersenyum dengan sebelumnya mengusap lembut pipi Siwon lalu tanpa menunggu lama lagi ia berlari meninggalkan tempat itu.

Ia mengepalkan tangannya erat-erat, matanya tidak bisa lagi menahan setiap tetesan yang keluar dari onix cerahnya. Ia tidak bisa mengatakan yang sejujurnya kepada Siwon melihat bagaimana sikap Siwon kepadanya tadi. Ini pilihannya, ini adalah pilihannya, seharusnya ia tidak menangis, tapi kenapa ia merasakan dadanya begitu sakit, begitu sesak hingga ia harus menekan dadanya kuat-kuat. ‘Berhenti menangis Kim Yesung, kenapa kau sangat lemah hah!! Sejak kapan kau menjadi namja yang cengeng seperti ini?’

Sama dengan yang dirasakan Siwon, tangan kekar itu berjalan menuju kedada atas sebelah kirinya, menekannya kuat-kuat dan menundukkan kepalanya. ‘Haji….mara…Yesungie….’

-ccc-

“Pergilah denganku hyung.” Yesung menatap wajah tampan yang duduk disebelahnya itu, tatapannya seolah menyiratkan begitu banyak permintaan yang begitu dalam.

“A…apa maksudmu Kyu?” Kyuhyun tersenyum tipis seraya meraih tangan Yesung dan menggenggamnya erat.

“Ikut aku pergi darisini hyung, aku berjanji akan membahagiakanmu, kita akan meraih mimpi kita bersama-sama.”

“Kenapa baru sekarang kau mengatakannya?” Yesung terkekeh miris sembari menarik tangannya yang ada digenggaman Kyuhyun. “Kemana saja kau selama ini? Bukankah kau sudah berhasil disana hah? Lalu apa lagi yang harus kau raih?”

“Hyung aku minta maaf karena aku meninggalkanmu, tapi beri aku kesempatan untuk memulainya dari awal, aku akan membahagiakanmu hyung, aku berjanji.”

“Kyu-“

“Hyung!!” Kyuhyun kembali menggenggam erat tangan Yesung sembari mengecup punggung telapak tangan mungil itu. “Ikutlah denganku, kau akan bisa meraih mimpimu untuk menjadi seorang penyanyi sama sepertiku hyung.”

“Apa?”

“Aku mohon.” Yesung mulai mengarahkan tatapannya kearah lain, mencoba berpikir keras,  apa ia akan tetap berada disini atau mengikuti tawaran Kyuhyun.

“Aku….”

“Pikirkan baik-baik hyung, dan aku harap kau akan menerima tawaranku.”

-ccc-

Yesung masuk secara perlahan kedalam apartemennya, hujan deras diluar sana membuat hatinya semakin merasakan sakit setelah benar-benar memutuskan untuk mengatakan hal itu kepada Siwon. Yesung menghentikan langkahnya ketika ia melihat Kyuhyun sudah bersiap-siap untuk pergi.

Koper yang sudah terlihat rapi, serta coat yang ia kenakan sudah meyakinkan bahwa namja tampan itu sudah bersiap-siap untuk meninggalkan tempat itu. “Kyu…” Mendengar suara baritone lembut dari Yesung membuat Kyuhyun menoleh dan mendapati betapa hancurnya sosok Yesung saat ini.

“Hyung?” Kyuhyun bangkit dan sedikit berlari mendekati. “Hyung kau kenapa?” tanyanya dengan menangkupkan kedua pipi Yesung. Tapi namja manis itu hanya bisa diam dan terus mengeluarkan liquid dari kedua matanya, tatapannya fokus pada Kyuhyun yang terlihat begitu khawatir melihatnya. “Hyung apa yang terjadi?”

“Aku…..” Yesung tidak bisa melanjutkan ucapannya ketika isakannya semakin terdengar keras dan itu membuat Kyuhyun akhirnya memeluk tubuh lemah itu sangat erat.

“Ssstttt!!” Kyuhyun mengusap lembut punggung Yesung yang terasa bergetar hebat.

“Mianhae…Kyu…. mianhae…”

“Aku tidak akan memaksamu hyung, itu pilihanmu.” Hati Kyuhyun terasa begitu perih, ingin rasanya ia tidak melepaskan pelukan itu, tapi saat ini ia tidak punya banyak waktu untuk melakukannya. Kyuhyun merenggangkan pelukannya dan mengecup lembut kening Yesung. “Kau….”

“Aku ikut.” Kyuhyun tercengang, sepersekian detik ia masih tidak bereaksi mendengar ucapan Yesung, masih terus berusaha untuk menelaah apa yang baru saja ia dengar. “Aku… ikut bersamamu Kyu.”

‘Siwon sudah sangat membenciku, bahkan ia tidak mau berbicara denganku, lalu untuk apa aku terus berada disini?’ Batinnya dengan memejamkan matanya erat-erat.

“Apa kau yakin?” tanya Kyuhyun pada akhirnya, ia mengangkat dagu Yesung agar namja manis itu membuka matanya. “Hyung aku tanya, apa kau yakin?”

Yesung mengangguk mantap. “Aku… sangat yakin…Kyu…” lagi-lagi Kyuhyun membawa tubuh itu masuk kedalam pelukannya. ‘Maaf… maaf…’

“Aku senang jika akhirnya kau mau ikut denganku hyung.” Kyuhyun tersenyum seraya terus memeluk erat tubuh itu. “Aku mencintaimu hyung… sangat mencintaimu…”

Yesung tidak bisa menahan semuanya, rasanya sungguh menyakitkan, ia semakin memenjarakan tubuhnya pada tubuh Kyuhyun, menenggelamkan kepalanya didada Kyuhyun dengan terus terisak. ‘Sakit… ini… sungguh sangat menyakitkan….’

.

“Aku…. akan pergi bersama Kyuhyun.”

Siwon membiarkan tubuhnya basah oleh air hujan yang seakan mengerti akan kepedihannya. Ia berjalan tanpa tahu arah, tatapannya kosong, pikirannya hanya terpaut pada namja itu, namja yang semakin membuatnya terpuruk dalam kesendirian.

“Si…siwon… maaf…”

Tanpa orang tahu, obsidian itu lagi-lagi harus mengeluarkan airmata walau tidak terlihat jelas karena air hujan menutupinya, luka dihatinya sangat dalam, mengapa ia harus diam saja disaat semuanya semakin sulit ia jalani? Mengapa ia tidak menahan kepergiannya?

‘Kenapa? Kenapa kau meminta maaf?’

Siwon paham ini semua memang kesalahannya, kesalahan karena ia memilih untuk merasakan cinta, cinta kepada seseorang yang menurutnya salah. dan sekarang ia tidak bisa lagi melakukan apa-apa. ia menghentikan langkahnya dan menatap kearah langit, membiarkan setiap tetesan air hujan itu menerpa wajah tampannya.

Ia memejamkan matanya dengan mengepalkan kedua tangannya. ‘Pergilah!! Pergilah sesukamu!! Itu maumu!!’ ucapan yang tidak seharusnya ia ucapkan, ucapan yang berlainan dengan keinginan hatinya. “PERGILAH YESUNG!! PERGILAH!!!! PERGI DARIKU!!! AKU TIDAK MEMBUTUHKANMU!!!!”

Bugh!

Ia membiarkan tubuhnya jatuh ketanah dengan bertumpuh pada kedua lututnya. Jeritannya membuat orang-orang yang ada disekitarnya menatapnya pilu, luka.. luka itu sungguh terlalu dalam, sangat menyakitkan. “Pergilah!!” ia menunduk dalam dengan terus menangis tanpa mengeluarkan suara isakannya. ‘Aku….aku….mencintaimu…’

“SIWON!!” Dua orang berlari menerobos derasnya hujan untuk menghampiri Siwon, Siwon mendengarnya, suara derap kaki dan teriakan untuk dirinya, tapi tubuhnya tidak cukup kuat untuk menatap sosok itu, ia hanya menggunakan indera pendengarannya untuk mengenali mereka.

“Siwon kita harus ke bandara!! Kyuhyun akan membawa Yesung pergi!!” suara itu, suara Donghae yang terlihat begitu tergesa-gesa, Siwon merasakan tangan Donghae mengeras dibahunya.

“Siwon bangkitlah!! Kita harus ke bandara, 10 menit lagi pesawat mereka akan berangkat.” Kali ini suara Eunhyuk yang memintanya untuk bangkit dari keterpurukannya. Tapi Siwon tidak bisa, tubuhnya terasa sangat berat, jangankan untuk berdiri, untuk menatap kedua sahabatnya saja ia tidak mampu. “Siwon-“

“Biarkan.” Sahutnya seketika. Donghae dan Eunhyuk saling bertatapan dengan mata yang membulat sempurna. “Itu pilihan dia.”

“Tapi Siwon, dia-“

“Dia lebih memilih pergi bersama Kyuhyun.” Siwon mulai mengangkat kepalanya dan mencoba tersenyum menatap Eunhyuk dan Donghae. “Kyuhyun kekasihnya bukan?” Eunhyuk dan Donghae terlihat begitu kesal, wajah itu… raut wajah Siwon sungguh sangat membuat mereka merasakan luka yang mendalam, ingin sekali mereka memukul wajah Siwon, memintanya untuk berhenti berpura-pura, karena hal itu akan semakin membuatnya sakit.

“Siwon….”

“Aku tidak apa-apa Hae-ah, Hyukkie. Aku baik-baik saja. Aku… kuat…” Siwon mengusap kasar wajahnya lalu bangkit dan berdiri tegap, dengan dibopoh oleh Donghae dan Eunhyuk, mereka bertiga masuk kedalam mobil Eunhyuk yang memang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

Itu pilihan Siwon, jika Yesung memilih untuk pergi bersama Kyuhyun, Siwon memilih untuk membiarkan cintanya pergi, ia menganggap bahwa mencintai Yesung adalah kesalahannya.

Siwon menutup matanya perlahan dan membiarkan sesuatu yang hangat menerpa tubuhnya, membayangkan bahwa sekarang, Yesung tengah memeluknya dengan sangat erat.

“aku… menyayangimu…”

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

4 years later

Amerika..

“Oppa~” suara jeritan yeoja-yeoja yang ada disekitar mereka berdua membuat dua orang namja yang tengah berjalan dengan bergandengan tangan itu mempercepat langkahnya. “Oppa~”

“Cepat baby, kita harus pergi.” Namja berambut hazzel itu terus berlari kecil tanpa melepaskan genggaman tangannya.

“Aish~ mereka fans kita Kyunnie, kenapa kita harus berlari seperti ini huh?” eluh namja manis yang juga ikut berlari kecil.

“Aku sedang tidak mau dimintai tanda tangan atau foto baby, apalagi jika mereka bertanya-tanya soal rencana pernikahan kita.” Namja manis itu tersenyum tanpa mengurangi tempo larinya. Hingga akhirnya mereka masuk kesebuah toko dan berpura-pura menjadi patung selamat datang.

Beruntung mereka berdua melakukan penyamaran dengan memakai coat tebal, topi serta kacamata hitam sehingga para fans yang sedari tadi terus mengikuti mereka akhirnya kehilangan jejak. “Huft!! Syukurlah mereka tidak melihat kita.”

“Kau itu bodoh Kyunnie.” Namja manis itu memukul lengan tunangannya dengan kesal.

“Tapi kau menyukainya kan… Sungie baby.” Namja berwajah putih pucat itu berseringai dengan mendekatkan wajahnya, nafas mereka terasa satu sama lain hingga membuat wajah namja manis yang dipanggil Sungie atau Yesung itu memerah.

“K..Kyu..nnie….” Yesung mendorong tubuh Kyuhyun lalu berlari meninggalkan toko itu, sedangkan Kyuhyun tertawa lebar melihat tingkah lucu kekasihnya.

“YA!! CHO YESUNG TUNGGU AKU!!”

Mereka bertunangan.. beberapa bulan yang lalu, Yesung memutuskan untuk menerima pinangan Kyuhyun, benar-benar mengubur sosok Siwon didalam hatinya. 4 tahun bersama dan selama itu, Kyuhyun selalu berada disisinya, membuktikan bahwa apa yang dikatakan Kyuhyun tidak omong kosong.

Yesung yang sempat terpuruk karena perpisahannya dengan Siwon akhirnya kembali ceria berkat Kyuhyun yang selalu membuatnya tertawa, membuatnya tidak lagi merasakan sakit. Walau sejujurnya hingga sampai saat ini Yesung terkadang masih memikirkan Siwon, tapi ia sama sekali tidak berbuat apa-apa.

Setiap hari ia menunggu Siwon mengiriminya pesan, chat ataupun telpon, tapi ia sama sekali tidak menerima semua itu. Yesung menganggap Siwon benar-benar sudah melupakannya. Mungkin Kyuhyun adalah yang terbaik baginya, begitu pemikirannya.

“Bulan depan kita akan menikah, jadi minggu depan kita akan pulang ke Korea.” Kyuhyun melingkarkan tangannya dipinggang Yesung dan meletakkan dagunya di bahu namja manis itu.

“Kita akan ke Cheonan untuk memberitahukan berita pernikahan kita kepada orangtua kita.”

“Ne, dan juga… apa kau tidak ingin memberikan undangan pernikahan kita kepada…. Siwon?” mendengar kata ‘Siwon’, Yesung langsung merasakan sesak didadanya. Ia melepaskan pelukan Kyuhyun dan berjalan masuk kedalam kamarnya, meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri dibalkon.

“Kyu….”

“Kau juga harus memberitahunya baby, saat acara pertunangan kita, kau sama sekali tidak memberitahunya bukan? Bahkan Donghae dan Eunhyukpun tidak tahu soal itu.”

“Aku….” Yesung bingung harus mengatakan apa, ia melihat Kyuhyun berjongkok dihadapannya dan menggenggam erat tangan mungilnya.

“Bukankah kau sendiri yang mengatakannya padaku bahwa kau sudah benar-benar melupakannya hum?” onix cerah itu sedikit meredup. “Apa jangan-jangan… kau masih mencintainya?”

“Kyu… Aku-”

Baby jawab aku!!” Kyuhyun membingkai wajah manis itu dengan tangannya, mengecup lembut bibir kissable itu tanpa bermaksud melukai. “Baby…”

“A…aku….”

Drrttt… Drrttt… Drrttt..

Belum sempat Yesung berbicara, handphone Kyuhyun yang ada diatas ranjang berbunyi. “A..ada telpon Kyu, cepat angkat.” Yesung mengalihkan pembicaraan dan Kyuhyun sangat paham atas apa yang dilakukan Yesung. Melihat Kyuhyun masih tidak bereaksi, membuat Yesung akhirnya mengambil handphone itu dan menyerahkannya kepada Kyuhyun. “Telpon dari Richard.”

Mau tidak mau Kyuhyun menerima telpon itu karena ternyata managernya yang menelpon dirinya. Kyuhyun berjalan meninggalkan Yesung yang entah sejak kapan sudah kembali menunduk, tangan mungil namja itu meremas kuat sprei yang ia duduki. ‘Benarkah…. aku sudah melupakannya?’

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

Seoul…

Namja tampan yang mengenakan setelan jas berwarna hitam itu tengah memiijat pelipisnya dengan tangan kirinya yang mengetuk-etukkan sebuah pena keatas meja. Tiba-tiba sosok itu kembali hadir dipikirannya dan membuat pikirannya kacau.

4 tahun ini ia sudah mencoba untuk benar-benar melupakan sosok itu, tapi ia tetap tidak bisa melakukannya. Ia baru menyadari seberapa pentingnya sosok itu dalam kehidupannya.

Ia menyandarkan tubuhnya kepunggung kursi putarnya, mengambil handphone yang ada diatas meja, melihat sesuatu yang selalu membuatnya tersenyum. ‘Aku merindukanmu…’ batinnya.

Sebuah foto yang ia ambil diam-diam dan sampai saat ini masih terpajang di wallpaper handphonenya. Dimple smile itu selalu terlihat setiap ia melihat foto itu. walau hanya 1 foto, tapi itu sudah sangat berarti baginya.

_Cklek_

“Siwon-ah.” Baritone berat yang tiba-tiba masuk kedalam ruangannya itu membuat namja yang tadinya masih fokus pada handphone mulai mengalihkan pandangannya. Melihat seorang namja paruh baya yang masih terlihat begitu tampan.

Dad.”

Daddy ingin mengenalkanmu kepada anak sahabat daddy.” Siwon mengernyitkan dahinya sambil bangkit dari kursinya.

“Siapa?” Siwon memicingkan matanya melihat senyuman yang tercetak dibibir Yunho, Appanya.

“Masuklah!!” Yunho menatap kearah pintu dan meminta seseorang untuk masuk kedalam ruangan. Mata Siwon semakin menyipit tak kala seorang namja manis dengan jas abu-abunya masuk dan tersenyum kearahnya.

Ia merasa pernah melihat namja itu, tapi ia lupa dimana tempatnya. “Selamat siang….. Sunbae..”

“Ne?” Siwon sedikit terkejut, mengapa namja itu memanggilnya sunbae? Ia masih berpikir keras untuk mengenali wajah itu tapi tak lama kemudian kening yang tadinya berkerut kini sudah kembali seperti semula. Siwon mengingatnya.

“Dia Kibum, anak dari sahabat Daddy.Ternyata dia dulu pernah menjadi hoobaemu Siwon-ah.”

“Annyeong sunbae, pasti sunbae melupakanku, aku dulu yang pernah menemui sunbae dengan 2 temanku.” Siwon ingat, 3 namja yang dulu pernah memanggilnya saat ia berjalan bersama Donghae menuju kelasnya, tapi sayangnya Siwon tidak tertarik pada hoobae-hoobaenya hingga memutuskan untuk tidak ingin mengetahui nama hoobaenya tersebut.

Siwon tidak membalas sapaan atau apapun, ia hanya menatap datar 2 orang namja yang ada dihadapannya itu. “Baiklah, dad akan meninggalkan kalian berdua disini, Siwon tolong jaga Kibum ne?”

“Ah~ ahjussi tidak perlu seperti itu, saya bisa menjaga diri saya sendiri.” Yunho tersenyum lalu mengelus bahu Kibum.

“Kau benar-benar sangat manis Kibummie, sepertinya kau harus segera ditunangkan dengan Siwon.”

Glup.

Mata Siwon melebar seketika, ia tidak mempercayai ucapan appanya. “Daddy!!” Yunho hanya berseringai lalu berjalan keluar dari ruangan itu tanpa mengatakan apapun. Meninggalkan Siwon dan Kibum yang hanya terdiam dalam keheningan yang mereka ciptakan sendiri.

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

Daddy menjodohkanku lagi.” Siwon mengusap kasar wajahnya lalu mengambil minuman yang ada diatas meja. Donghae dan Eunhyuk hanya bisa terkekeh mendengar kekesalan sahabatnya tersebut. Walau mereka sudah sama-sama menyandang status direktur diperusahaan mereka masing-masing, tapi mereka selalu menyempatkan waktu untuk tetap bertemu.

Daddymu ingin yang terbaik untukmu Siwon-ah, sudah terima saja. Aku tahu Kibum juga tidak kalah manis dari Yesung.” Lagi-lagi Siwon harus mematung jika ada yang berkata tentang ‘Yesung’, rasanya setiap ada 1 kata tentang Yesung yang ia dengar, rindunya semakin tidak terkendali untuk segera bertemu.

Sebenarnya jika Siwon mau, ia bisa saja menyusul Yesung ke Amerika, tapi ia tidak mau melakukannya, ia menghargai semua keputusan Yesung, ia paham jika tidak seharusnya ia menjadi pihak yang merusak hubungan seseorang, apalagi orang tersebut adalah Yesung, namja yang sangat berharga dikehidupannya. Lebih baik terluka daripada melihat namja yang ia cintai menangis karenanya.

“Siwon.” Eunhyuk melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Siwon ketika melihat namja tampan itu melamun. Mata Siwon melebar saat dilihatnya sosok Yesung berada dihadapannya.

“Yesung…” lirihnya. Donghae dan Eunhyuk bertatapan bingung, Yesung? Apa yang sedang dilihat oleh Siwon? Obsidian itu kian menajam membuat kedua sahabatnya bingung. “Yesung…”

“Siwon? Kau bicara apa?”

“Siwon sadarlah!!” Donghae ikut melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Eunhyuk, hingga namja tampan itu mulai bisa mengontrol kesadarannya.

“Eh.. n-ne…”

“Kau kenapa?” Siwon mengusap kasar wajahnya, kenapa terlintas dipikirannya sosok Yesung? tidakkah ia sadar bahwa itu semua semakin membuatnya rindu.

“A…aku harus pergi…” ia bangkit dari kursinya lalu tanpa berbasa-basi, ia berlari menuju mobilnya.

“Dia belum bisa melupakannya.”

“Sangat sulit Hyukkie, Siwon begitu mencintai Yesung.”

Ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, tangannya mencengkram kuat kemudi mobilnya untuk sampai ditempat itu, tempat dimana terakhir ia bertemu dengan Yesung. Tempat yang hampir tiap hari ia datangi, berharap bahwa sebuah keajaiban datang dan membuatnya bertemu dengan sosok itu lagi.

Langkahnya pelan menuju tempat itu, ia tersenyum miris saat didapati bangku itu masih kosong. “Aku akan menunggu… sampai kapanpun… sampai kau datang untuk menemuiku, aku menunggumu…Yesung…”

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

“Kau sudah mempersiapkan semuanya baby?”

“Sudah Kyunnie, kapan pesawat kita akan berangkat?” Yesung merapikan coat yang ia pakai dengan menatap kearah Kyuhyun.

“Nanti sore, tapi kita harus berangkat sekarang baby, takut jika fans akan menghadang keberangkatan kita ke bandara.” Yesung mengangguk pelan dan membiarkan Kyuhyun mengecupi lehernya yang entah sejak kapan sudah dilakukan tunangannya tersebut.

“Kyu~ lepaskan~” Yesung yang mulai merasakan geli, memberontak. Ia mendorong dada Kyuhyun untuk menghentikan apa yang dilakukannya. “Kyu~ geumanhae~”

“Hahahahahaha~ ne ne baby, aku akan berhenti, aku akan menunggu sampai kita menikah.” Bisik Kyuhyun ditelinga Yesung dan langsung mencuri ciuman bibirnya.

“Ish~ kau menyebalkan.” Seperti biasa, Yesung berucap seraya mengerucutkan bibirnya sehingga membuat Kyuhyun semakin tertawa lebar.

Mereka bergegas untuk ke bandara, dengan sedikit penyamaran untuk mengelabuhi fans mereka, Kyuhyun dan Yesung langsung memulai perjalanan panjang mereka menuju ke Korea. Dengan hampir kurang lebih 30 jam berada didalam pesawat, mereka tidak henti-hentinya bercanda dan bercerita terus menerus.

Bayangkan saja, perjalanan mereka sungguh amat jauh dan mereka hanya bisa duduk walau terkadang untuk mengusir rasa bosan, mereka berjalan-jalan didalam badan pesawat.

“Kyunnie~” Yesung menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun yang tengah sibuk memainkan laptopnya.

“Hng? Wae baby?” tangan kiri Kyuhyun mengelus pipi kiri Yesung yang ia rasa cukup dekat dengan bahunya dengan masih terus fokus pada layar dihadapannya.

“Setelah turun pesawat, kita akan langsung ke Cheonan kan?”

“Hmm…. baby,” Kyuhyun diam sejenak lalu menatap kearah Yesung. “Tadi aku sempat menelpon orangtua kita, kata mereka kita diminta untuk menunggu di apartemen kita di Seoul, mereka akan datang menemui kita.”

“Ne? itu artinya… kita tidak akan ke Cheonan?” Kyuhyun mengangguk dan mengecup puncak kepala Yesung. ‘Dan itu artinya aku akan semakin ingin bertemu dengannya Kyu.’ Batin Yesung seraya menatap kearah jendela yang ada disisi kirinya, menatap awan yang terasa bisa ia gapai dengan mudahnya.

.

“Sunbae… sunbae tunggu aku!!” Kibum mempercepat langkahnya untuk menyamakannya dengan Siwon. Sedangkan namja tampan itu seolah-olah tidak peduli dengan panggilan namja manis yang terus saja mengikutinya dibelakang. “Sunbae-“

“Cukup!!”

Dugh!!

“Appo~” Kibum memegangi hidungnya yang terasa sakit karena terbentur punggung Siwon cukup keras. Siwon sengaja menghentikan langkahnya tiba-tiba lalu memutar tubuhnya kebelakang, menatap sosok Kibum tanpa merasa bersalah karena telah membuat namja manis itu kesakitan.

“Berhenti mengikuti Kibum-ah, aku tidak tertarik denganmu, tidakkah kau menyadari sikap dinginku padamu huh?” ujar Siwon sarkartis.

“M..mian sunbae, a..aku hanya mengikuti apa kata-“

Daddyku?” sela Siwon. Kibum mengangguk pelan seraya terus menunduk. Sejenak Siwon menarik nafas panjang lalu menghembuskannya kasar. “Apa kau mau mengikuti apa kata mereka tentang perjodohan kita?”

“A…aku…tidak mungkin menentang apa kata orangtuaku sunbae.”

“Cih.. tidak ingin menentang? Kau sungguh baik Kibum-ah, oleh sebab itu aku tidak ingin menyetujui perjodohan kita.”

“Apa?” Kibum menatap horor sosok Siwon seakan tengah membuat jantungnya terasa begitu sakit. Kibum memang merasakan perasaan lain ketika kali pertama ia bertemu dengan Siwon, menurutnya, Siwon adalah seorang namja yang berbeda dari yang lainnya. Dan entah mengapa, setiap melihat obsidian tajam itu mampu membuat Kibum merasakan kenyamanan yang luar biasa.

“Kau dengar? Aku…sama…sekali….tidak tertarik padamu…Kim Kibum.” Tegas Siwon dengan penuh penekanan lalu berjalan meninggalkan Kibum yang terdiam mematung dalam langkahnya.

Kibum menunduk dengan senyuman tipis yang tercetak dibibirnya, senyuman yang mempunyai sebuah arti yang hanya ia yang dapat mengetahuinya.

.

Siwon dijodohkan lagi? dan setelah Yesung pergi dari kehidupannya, Sikap Siwon kembali kasar dan dingin seperti sedia kala. Tapi ternyata, Yesung dan Kyuhyun tengah dalam perjalanan ke Korea. Apakah Siwon akan bertemu lagi dengan Yesung? lalu bagaimana reaksi dia saat mengetahui Yesung sudah bertunangan dengan Kyuhyun?

.

.

TO BE CONTINUED

.

Yayy ^^ no comment dulu ^^

Leave a comment ne ^^

Gomawo #hugs

57 comments on “Seeking Our Love – Chapter 4

  1. hhh….ni orang dua bikin gregetan,sok2 nggak butuh….
    kyusung mo nikah? andwaeeee!!!,kibum rada2 icik ni kyknya…
    ini udah mulai drama2an ya,padahal seneng liat berantemnya yewon…
    oke deh,ditunggu lanjutannya🙂

  2. duh ye-mom ama won-dad sama2 bodoh!!
    g’ brani ngungkapin perasaan sendiri..
    jadi gemes deh…

    update soon!!!^^

  3. jangan blang nanti siwon sma kibum, kyuhyun sma yesung, tpi kasian kyuhyun.a juga kalo pernikahannya BATAL.. secra mereka udh 4 tahun di Amerika.. hoho sprti.a smakin rumit..

  4. gara” salah paham jadi gini kan?
    Siwon si soK gk mau mencehah kepergian ye,jd gini kan??

    Y udah semoga ada kesempatan kedua buat siwon
    ditunggu next chap’y,,,,

  5. Aissh..lagi2 salah paham..
    WonSung sama2 pabbo.. kenapa ga jujur aja???jadi gregetan sndr.. ><

    kibum spertinya bakal trz dkt.in siwon nich..

    hufftt..slalu ada yg terluka dalam cinta.. :((

  6. aaahh~ kenapa siwon semudah itu menyerah, eoh?!
    makin rumit deh ini, yesungie kan sudah mau lagi sama kyuhyun.lah, gimana dengan siwonnya dong…

    mian~ sepertinya baru sekarang aku ikut rcl, yah karna baru nemu ff nya sih hehe.jadi deh bacanya borongan(?) tadi^^

    yak, aku tunggu chapter berikutnya ne°~°`

  7. aigooo *kick yewon*
    pabbo~ udah tau saling cinta tp malah sok2 berkorban gitu ck!
    andwaeeeee kyusung ga boleh nikah sblum siwon tau perasaan yesung sama dia.
    yaaah ada lg org k-4 si kibum -_- tambah riweuh yaaah
    update soon ne unn ! ^^*

  8. Demi apa coba ak meleleh baca ni ff

    Kyusungnya romantisss banget .

    Chagiiii ch 5 updete besok ok !!!

    Daebak, good ff dhy chu…chu..chu ^o^

  9. nah kan…suka gengsi2an sih..jd nyesel kan tuh blkgannya…
    siwon gak mo mencegah yesung pergi, yesung gak mo confess..skrg jd belibet dah tuh…tmbh lg msk si bummie..mkn kusut benang layangannya *lagh* ayo buruan dipertemukan itu kura2 ama kuda..tp klo abis ketemuan trus clbk, trus ujung2nya gak jd merit, kasian si kyupil…walah, dilema ini namanya..
    Intinya, aku menunggu kelanjutannya saja hehehe…:D SEMANJAAAAAAAAAT!!!

  10. Ini gila. Knpa jd serumit ini.

    Jd pd awalnya yesung mmutuskn utk tdk prgi dgn kyuhyun. Tp krna skap siwon pdnya saat itu dan mengira siwon mmbncinya jd yesung mmutskn prgi. Dan siwon mmbiarknnya?
    Oh, knpa kalian bdoh se x.

    Lalu bgaimna ini?
    Yesung brtunangan dgn kyuhyun. Siwon dtunangkn. Dan ntah apa yg akn drncnakn kim kibum.

  11. apa nanti kyu mati?hemm…lbih baik mati dri pda trskiti coz yewon br1.hehe

    next chingu…hehe
    HWAITING

  12. siwon sma kibum, yesung sma evil. aku sma hae xD #plakk
    klo dad tau yesung & kyu mau nikah gmn dong ???
    kasian bgt kibum, g d anggep keberadaan.a(?) sma dad

    lanjut … (y)😀

  13. Huh knp crtanya yesek bgt.andai wonsung mrk slg mengungkapkan perasaan msing2 ga jd gne.dtmbh muncul kibum. Smentara kyusung tunangan.huweeeee……..buat ja kyu cinta ma kibum yar gada yg trluka hatinya.huweee nyesek

  14. kasihan ‘appa’ ku, sepertinya yesung tdk mencintai kyu lg ya? Atau gmna? Tpi daddy jg kasihan hiks😦 knp Ye gk blng aja sih kalau dya cinta sama siwon ._.

    Dan skrng KyuSung dah Tunangan, SiBum dijodohkan , terus nanti KyuSung akan ke korea, bisa saja bertemu siwon kan? Gmna reaksinya nanti?? Dan itu kibum merencanakan sesuatu kah?? Penasarann~!!!!
    Yoshh dilanjuttt eonnie~^^

  15. T_T lebih seneng baca Yewon berantem dripada gini…mereka berantemny nyenengin…
    pas bang Yesung wamil wp jalan terus kan thor?*nangis bombay…

  16. ada beberapa hal yg membuat hana terharus disini :’)

    jadi pada akhirnya siwon masih mencintai yesung begitu pula sebaliknya bukan? Mereka hanya sedang berusaha mempertahankan keegoisan mereka masing2.. berusaha tidak peduli walaupun jauh didalam hati mereka peduli.

    Kyuhyun, dia tahu, sebenarnya dia tahu bahwa yesung belum bisa melupakan siwon… hanya saja dia berusaha menyangkal, dia berusaha meneriakan bahwa semua akan baik-baik saja selama yesung berada disisinya. pada awalnya dia memang ingin melepaskan yesung bukan? tapi yesung telah memilih dan kyuhyun menganggap itu sebagai keputusan final. dan tanpa kyuhyun sadari dia lah yang mencipatakan luka dihatinya sendiri :’)

    Yesung, dia terlalu ‘bodoh’ untuk mengakui perasaannya. dia menyayangi kyuhyun tapi dia mencintai siwon. keegoisannya mengalahkan segalanya… cintanya… perasaannya… bahkan 4 tahu berlalu, dan bayangan itu masih terngiang bukan? karena sampai kapanpun dia akan tetap mencintai Choi SIwon bahkan ketika hatinya tidak mampu lagi untuk memilih :’)

    Siwon. orang paling bodoh yang bersembunyi dibalik kalimat “aku menghargai keputusannya”. Menghargai keputusannya? berharap yesung bahagia? Siwon hanya merasa takut, dia terlalu pengecut untuk memulai sesuatu yang lebih jauh. dia terlalu enggan untuk mengatakan secara jelas bahwa dia mencintai yesung, dia membutuhkan namja itu. dia terus bersembunyi dibalik keegoisan yang perlahan akan membuatnya semakin terpuruk. dia mencintai yesung dan akan seterusnya seperti itu. tinggal menunggu waktu sampai kapan dia mampu bertahan ditengah kebohongan yang dia buat :’)

    dan Kibum…. menjauhlah sekarang, sebelum kau jatuh terllau dalam dan luka itu semakin beradarah… sebenarnya hatinya tahu bahwa apa yang dia lakukan hanyalah sia-sia.. hanya saja… dia mencintai Choi Siwon sesederhana itu… :’)

    *lagi2 magnae komen ga mutu -___- ramyun-ahhhhh…. mianhae~~~ *bow*
    dan ini ada Sibum???! uhhh… noooooooooo!!!! *balas dendam ceritanya*

    lanjut.. lanjut… penasaran sama kelanjutannya.. :3
    gomawo n mianhae~ :*

    • ahahahaha..
      ini nih comment paling panjang sejagat raya wkkwwkwkk..
      semua jelas n tiap main castnya diterangin juga wkwkwk..
      dasar hana… ini nih kalo dicomment author super angst wkwkwkwk..
      diperjelas sejelas jelasnya wkwkwkwk…
      eon sesuju dengan keteranganmu hahahaha….
      semuanya benaaaaaar hahahahaha..
      gomawo hana chagi #hugs

  17. chap ini benar2 menguras emosi ooen >< aq kira dad bakal nyusul mom ke bandara tapi ternyata gak T.T Justru dad membiarkan mom pergi dengan appa agar mom tak tersakiti dan kini…………. jusrtu dad yang mungkin akan tersakiti tahu mom and appa akan menikah.

    mwo 0.0 dad di jodohin ma bummie,,sikap dad kembali kasar dan dingin !!!! hmmm semoda da and mom kembali menyatu ^^

    Lanjut oen ^^

  18. arrrrrgggg… seperti bisa deh chagi… cinta rumit. kkk

    yesung itu msh cinta ama siwon tp malah mau nikah ama kyu. aish~

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s