Covered Love – Chapter 2

Chap 2.

Main Cast : Kyuhyun, Yesung and Other cast

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Hurt/Comfort, Romance, angst

Rate : T

Summary : Perasaan cinta yang begitu menyakitkan dirasakan Yesung, lalu sampai kapan ia dapat bertahan merasakan sakit dihatinya?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

Cr : Thank to tetua Trias ^^ for the tittle and this is request story by Cloudykyeop a.ka Hana saeng chagi ^^ and all reader ^^… hope you like guys ^^

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

Previous Story Chapter 1 | Next Story Chapter 3

.

covered2

.

Bagaimana caranya melupakan cintaku padanya jika ia juga memberiku perhatian walau hanya sebagai seorang sahabat? Tahukah kalian, setiap aku akan tidur, aku terus berdoa kepada Tuhan, agar sewaktu aku terbangun dari tidurku, semua yang terjadi saat ini hanyalah sebuah mimpi buruk, namun pada akhirnya disinilah aku, tempat dimana aku merasakan sakit dan aku tetap bertahan.

.

Dimple indah itu terlihat sangatjelas, Siwon sedikit berdiri untuk mengacak surai Yesung. “Aku semakin gemas melihatmu Sungie, kau terlihat semakin cantik.”

“MWO? YA!! Hyung, aku tampan, aku seorang namja.” Celotehnya. Siwon tertawa keras melihat Yesung mengerucutkan bibirnya sembari terus berkomat-kamit.

“Ne… Ne.. Ne… kau tampan, tapi sayangnya mataku melihatmu sebagai namja yang cantik.” Yesung semakin menekuk wajahnya kesal, tidak peduli dengan Siwon yang masih saja tertawa.

“-kau masih mencintai Kyuhyun?”

DEG_

.

Cloudhy3424_Present

Covered Love_Chapter 2

Happy Reading

.

Mata Yesung melebar seketika, ia menatap tidak percaya sosok Siwon. bagaimana namja tampan itu tahu jika Yesung mencintai Kyuhyun? Setahunya ia tidak pernah sekalipun mengatakan bagaimana perasaannya kepada orang lain, hanya Ryeowook teman sejak SMAnya yang juga satu kampus dengannya saja yang mengetahuinya.

“H..hyung… kau itu bicara apa? hahahahaha… mana mungkin aku mencintai Kyuhyun, dia itu bukan typeku.”

“Betulkah?” Siwon menyesap secangkir expresso hangat miliknya lalu meletakkannya kembali keatas meja. “Walau kita tidak bertemu hampir 10 tahun, tapi aku tahu jika kau mencintai dongsaengku Sungie, tidak usah ditutupi lagi.”

“Hyung-“

“Aku tidak tahu apa yang kau sukai dari dongsaengku itu, tapi aku salut padamu, karena sampai saat ini kau masih tetap menyimpan rasa itu.” Yesung benar-benar terkejut, ia tidak menyangka bahwa Siwon sudah lebih dulu tahu walau ia tidak mengatakannya.

“Wonnie hyung, aku-“

“Matamu menyiratkan luka, saat kau mengatakan bahwa Kyuhyun sudah mempunyai namjachingu, kau terluka bukan? Disini sakit, sangat sakit.” Ujarnya seraya menunjuk dada atas sebelah kirinya.

Yesung menundukkan kepalanya sembari tersenyum miris. Ini lebih menyakitkan dari apapun. Bisakah ia meminta kepada Tuhan untuk mendapatkan amnesia secara tiba-tiba? Agar ia bisa melupakan segalanya, melupakan rasa cintanya yang mendalam kepada Kyuhyun?

.

::_COVERED_LOVE_::

.

Siwon hyung mengetahuinya, aku tidak menyangka bahwa hyung Kyuhyun lebih tahu bagaimana perasaanku daripada Kyuhyun. kalau aku boleh bandingkan, sebenarnya Siwon hyung jauh lebih sempurna dibanding Kyuhyun, tapi…. entahlah…. kenapa aku tidak pernah bisa mencintai Siwon hyung. Dulu aku pernah berpikir untuk mencintai Siwon hyung, tapi ternyata Kyuhyun seperti sebuah benteng besar yang menghalangi mataku untuk dapat melihat siapapun, Kyuhyun membuatku hanya bisa mencintainya… ya… hanya mencintainya….

Ia menatap cermin yang ada dihadapannya, merapikan coat yang ia pakai sembari melingkarkan scraft dilehernya. Malam ini ia dan keluarganya diundang untuk makan malam dirumah keluarga Siwon, dan otomatis ia akan bertemu dengan Kyuhyun.

Memang semenjak Kyuhyun mempunyai namjachingu, namja berwajah putih pucat itu tidak pernah lagi menginap dirumahnya, padahal dulunya, Kyuhyun selalu saja menginap dirumahnya, tidur satu ranjang dengannya, bercanda sebelum tidur, tertawa ketika menceritakan hal-hal konyol dan marah ketika Kyuhyun terlalu berlebihan saat menggodanya.

Yesung tersenyum tipis, rasanya jika membayangkan semua itu, ingin sekali ia kembali kemasa itu, masa sebelum Kyuhyun berubah seperti ini.

“Yesungie, apa kau sudah siap?” teriakan sang eomma dari luar kamar menyadarkan lamunannya, buru-buru ia merapikan anak rambutnya lalu berlari menuju pintu.

“Ne, eomma.” Ujarnya kemudian. Ia membuka pintu itu dan mengikuti sang eomma untuk turun kelantai bawah. Setelah semuanya siap mereka memutuskan untuk segera menjalankan mobil mereka pergi dari kediamannya. Menuju kerumah Kyuhyun.

.

Suasana santai terasa dikediaman Kyuhyun, terlihat mereka mengobrol ringan sembari menikmati suguhan yang ada diatas meja, tapi ada yang mengganjal dari pertemuan itu, satu sosok yang terkadang ditatap oleh Yesung.

Ya.. sosok Sungmin, sosok yang entah sejak kapan terus berada disisi Kyuhyun, kedua tangan mereka bertaut sangat rapat, sesekali Kyuhyun menatap dalam kearah Sungmin, mengusap lembut surainya lalu tersenyum sangat manis, senyuman yang jujur membuat Yesung merasa sedikit cemburu… ah… mungkin lebih tepatnya, sangat cemburu.

“Bagaimana Mr. Kim, Mrs Kim? Apa masakannya enak?” tanya Mr. Cho ketika mereka tengah duduk dikursi meja makan.

Mr. Kim tersenyum lalu mengangguk mantap. “Ini sangat enak, seperti buatan istriku ini.” ujarnya tak mau kalah sembari mengusap bahu istrinya.

Mr. Cho tertawa diikuti dengan tawa orang-orang yang ada disana, kecuali Yesung yang memakan makanannya tanpa ada daya. Ia merasa tidak ada nafsu untuk makan.

“Yesung, kau baik-baik saja? Apa kau sakit?” Siwon lebih dulu menyadarinya karena memang ia duduk tepat disebrang Yesung.

“Ah~ ne gwaenchana hyung.”

“Sungie hyung, benar kau baik-baik saja?” Kyuhyunpun ikut bertanya, ia tak kalah khawatir melihat sikap aneh yang ditunjukkan Yesung. sedangkan Siwon memang tahu apa yang membuat Yesung seperti ini, karena tanpa sengaja matanya selalu bertabrakan dengan mata Yesung yang tengah menatap miris kearah Kyuhyun dan Sungmin yang terlihat begitu romantis.

Yesung mengangguk dan mencoba tersenyum untuk membalas pertanyaan Kyuhyun. Cukup lama mereka menjalani sesi makan malam itu, dengan diiringi canda dan gelak tawa ruangan itu terasa lebih nyaman bagi sebagian orang.

Hmm.. kenapa sebagian orang? Karena disana hanya Yesung dan Siwon yang merasa tidak nyaman. Siwon peduli bukan karena ia mencintai Yesung, tidak… Siwon hanya menganggap Yesung tidak lebih dari seorang dongsaeng, malah bisa dikatakan ia lebih menyayangi Yesung dibanding Kyuhyun yang tak lain adalah dongsaeng kandungnya sendiri.

Siwon merasa sedih, sangat sedih melihat seberapa luka yang sudah ditorehkan Kyuhyun pada Yesung, orang yang sangat mencintai dongsaengnya.

“Hmm… dad, mom, hyung, ahjussi, ahjumma dan Sungie hyung, aku ingin memberitahu sesuatu yang penting kepada kalian.” Keheningan terasa pekat ketika Kyuhyun berbicara. Mereka lantas menatap Kyuhyun yang tersenyum hangat kearah mereka.

“Sesuatu yang penting? Apa itu Kyunnie?” Kyuhyun tidak henti-hentinya tersenyum lalu menatap kearah Sungmin, meraih tangan namja manis itu dan menggenggamnya erat. Yesung sedikit tersentak, tangan kirinya yang memang ada dibawah meja tengah meremas ujung kemeja yang dipakainya.

Sepertinya ia sudah tahu apa yang akan Kyuhyun katakan setelah ini.

“Aku ingin bertunangan dengan Sungmin, secepatnya.”

_DEG_

Mata Yesung melebar, begitupula orang-orang yang ada diruangan itu, tidak terkecuali Siwon yang duduk disebelahnya, tapi tidak lama Siwon menatap kearah Yesung yang seakan tengah merasakan kehancuran.

Hatinya tercabik-cabik, ia seperti merasakan sebuah meteor menghantamnya hingga ia tidak bisa lagi merasakan apapun kecuali luka, luka yang sangat dalam dan menyakitkan.

“Mwo? Kenapa mendadak sekali Kyunnie?” Mrs. Cho merapikan sendok dan garpunya kembali keatas piring lalu menatap fokus kearah Kyuhyun.

“Karena bulan depan, Sungmin akan kembali ke Prancis mom, jadi aku ingin mengikat hubungan kita terlebih dahulu.”

‘Tidak….jangan….’ batin Yesung. ia semakin kuat meremas ujung kemejanya berharap keluarga Kyuhyun tidak akan menyetujui keinginan Kyuhyun yang terburu-buru itu.

“Oh… baiklah, lakukan apa yang kau mau.”

_Prang_

Sendok yang ada ditangan kanan Yesung seketika terjatuh dan membentur piringnya ketika ucapan Mr. Cho selaku appa Kyuhyun menyetujuinya. Kali ini rasanya sangat sesak, nafasnya memburu dan ia menutup matanya erat-erat.

“Yesungie gwaenchanayo?”

“Sungie hyung kau kenapa?”

“Yesungie katakan kau kenapa?” Yesung mendengar semua orang yang ada didekatnya memanggilnya, namun ia masih belum cukup kuat untuk membuka matanya. Ia menekan dadanya sesekali memukulnya ringan, berharap bisa bernafas dengan lega.

“Sungie-“

“Mianhae aku harus ke toilet.” Sahut Yesung terlebih dahulu, tanpa menunggu jawaban dari siapapun ia berlari meninggalkan meja makan diakhiri dengan semua pasang mata yang saling memandang heran.

“Yesung-” hampir Siwon bangkit dari kursinya ketika tiba-tiba tangannya ditahan oleh Kyuhyun.

“Biar aku yang mengejarnya hyung.” Ujarnya. Ia menatap Siwon sambil mengangguk lalu mengalihkan pandangannya kearah Sungmin. “Minnie-ah, bolehkan?” Sungmin mengangguk dengan wajah cemasnya melihat sikap Yesung tadi.

.

Yesung memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak, ia tidak bisa bernafas hingga tubuhnya terperosot kelantai kamar mandi. “Kenapa? Kenapa sesakit ini? kenapa seperih ini? bukankah ini pilihanku?” lirihnya.

Tanpa sadar, liquidnya mulai mengalir membasahi pipinya, iapun menggigit kuat bibirnya, menahan isakan yang seakan ingin keluar. Yesung ingin berteriak, ingin menghancurkan apapun yang ada disekitarnya.

Tapi ia tidak bisa, ia tergugu dengan sesekali memukul-mukul lantai, tidak peduli jika tangannya mulai memerah. Tangannya terasa sakit, namun hatinya jauh lebih sakit. ia menekuk kedua lututnya, menenggelamkan kepalanya disela-sela kaki. “Tidak… aku tidak bisa…”

Suara isakannya mulai terdengar, walau sangat pelan dan mungkin hanya ia dan ruangan itu yang mendengarnya. “Aku tidak bisa…. selamanya tidak akan bisa….”

DUGH… DUGH… DUGH….

“Yesung hyung, hyung buka pintunya!!”

DUGH… DUGH… DUGH…

Yesung mendengar suara Kyuhyun menggedor pintu dan berteriak lantang memanggilnya, tapi ia masih belum bereaksi, ia lebih mengeratkan pelukannya pada kedua lutut yang ia tekuk.

“Yesung hyung aku mohon buka pintunya, apa yang terjadi padamu hyung?”

‘Biarkan aku Kyu, aku sedang membuat hatiku menerima rencana pertunanganmu dengan dia.’ Batinnya miris. Sekuat tenaga ia menahan airmatanya untuk tidak jatuh, tapi ia tidak bisa. Sungguh apa yang sudah dilakukan Kyuhyun benar-benar membuatnya hancur.

“Yesung hyung ceritakan padaku apa yang terjadi?? hyung aku mohon jangan buat aku khawatir seperti ini, hyung.”

Yesung mengangkat kepalanya lalu tersenyum tipis, kedua telapak tangannya mengusap kasar wajahnya. Ia berdiri dan menyalakan kran air diwastafel, membasuh wajahnya agar tidak terlihat kacau seperti sekarang ini.

DUGH… DUGH… DUGH…

“Hyung-“

“YA!! Kyuhyun-ah bisakah kau hentikan itu!! Aku tidak tenang berada disini babbo!!” serunya hingga ia tidak lagi mendengar panggilan Kyuhyun. Lagi-lagi bersikap bahwa dirinya baik-baik saja.

Ia menarik nafas panjang lalu memutar tubuhnya, menghadap kearah pintu untuk segera meraih knop pintu tersebut.

.

DUGH…. DUGH…. DUGH….

“Hyung-“

“YA!! Kyuhyun-ah, bisakah kau hentikan itu!! Aku tidak tenang berada disini babbo!!”

Kyuhyun mematung mendengar suara Yesung, ia tidak pernah sekalipun mendengar suara Yesung yang seperti ini, menurutnya ada suatu keganjalan. Selama ia mengenal Yesung, tidak sekalipun ia mengetahui suara yang membuat hatinya berdebar seperti ini.

Berdebar merasakan sakit disetiap kata yang terucap dari bibir tipis Yesung. ada apa sebenarnya dengan namja manis itu. apa ia melukainya? Apa ia menyakiti orang yang ia sayangi?

_Cklek_

Kyuhyun menemukan Yesung keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sengaja dibasahi oleh air. Ia mengernyitkan dahinya lalu berjalan sedikit mendekat kearah Yesung. “Apa yang terjadi?” tanyanya.

Yesung tersenyum hambar lalu menggeleng. “Tidak ada yang terjadi, semuanya baik-baik saja.” Bohongnya. Entah sampai kapan ia akan terus berpura-pura seperti ini.

bukankah ia sadar bahwa sikapnya yang seperti ini sedikit demi sedikit akan membuatnya mati? apa ia tengah melakukan bunuh diri? apa yang ada dipikirannya? Kenapa ia terlahir dengan perasaan yang seperti itu?

Kyuhyun mendesah lirih lalu menangkupkan kedua pipi Yesung, memperdekat jarak wajah mereka. “Tidak, wajahmu tidak mengatakan hal demikian hyung, katakan apa yang terjadi? apa kau tidak mau jika aku bertunangan dengan Sungmin?”

_Glup_

Mata Yesung melebar, pertanyaan Kyuhyun benar-benar menancap dijantungnya, serasa disini ialah yang egois jika tidak menyetujui pertunangan itu. Yesung tersenyum tipis lalu menggeleng pelan, ia melepaskan kedua tangan Kyuhyun yang menangkupkan wajahnya.

“Aniya… kenapa kau bertanya seperti itu huh? Aku tidak mungkin menolak kemauanmu Kyu, aku hanya….”

“Hanya?” ulang Kyuhyun melihat Yesung tidak melanjutkan ucapannya. “Hanya apa hyung?”

“Hanya… akan kehilangan seorang sahabat yang babbo sepertimu.” Lidahnya terasa keluh ketika mengucapkan kata ‘sahabat’, benarkah selamanya ia hanya bisa menjadi seorang sahabat?

“Ne?”

“Kalau kau sudah bertunangan dengan Sungmin, mungkin aku tidak akan sedekat ini lagi denganmu, karena kau harus menghargai perasaan Sungmin, tadi aku hanya sedikit terkejut karena kau terlalu mendadak mengatakannya.”

“Mianhae hyung, aku-“

“Tapi aku tidak apa-apa, aku mengerti karena kau mencintainya.” Yesung menggenggam erat tangan Kyuhyun tanpa memudarkan senyumannya, senyuman palsu yang terus ia tunjukkan pada Kyuhyun.

“Hyung…” Kyuhyun meraih tubuh Yesung, memeluknya sangat erat. “Tidak, jangan pernah berpikir seperti itu, walaupun aku sudah bertunangan dengan Sungminpun, kau tetap sahabatku, kau tetap seseorang yang sangat aku sayang hyung. Aku mohon tetaplah bersamaku.”

Yesung tersenyum miris berada didada Kyuhyun, kedua tangannya tidak bergerak untuk membalas pelukan Kyuhyun. “Aniya, setelah ini kau harus lebih memperhatikan Sungmin sebagai tunanganmu, aku tidak mau jika Sungmin cemburu melihat kedekatanmu denganku Kyu, kita tetap bersahabat, namun tidak akan sedekat ini lagi. Aku-“

“Tidak!! Aku tidak mau hyung, aku tidak mau!!”

‘Ugh’ Yesung sedikit meringis merasakan sesak ketika Kyuhyun semakin erat memeluknya.

Disisi lain Yesung merasakan ketenangan dalam pelukan Kyuhyun, sangat hangat dan ia sangat menyukainya, tapi disisi lain ia tahu ia sudah bersalah telah membiarkan Kyuhyun memeluknya.

Kyuhyun bukan lagi sahabatnya yang bebas, yang bisa sesuka hati selalu bersamanya. Kyuhyun yang sekarang memang masih sahabatnya, namun tidak sebebas dulu, dan Yesung harus mulai bisa menerima semuanya.

“Kyu….aku…..”

“Kyunnie.” Sebuah suara yang datang dan terdengar dikedua telinga mereka sontak membuat Yesung menghentikan ucapannya.

Tanpa melepaskan pelukannya, Kyuhyun yang saat itu belum sadar akan siapa yang memanggilnya hanya bisa terdiam hingga akhirnya Yesung mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh setelah melihat bahwa Sungmin ada dibelakang Kyuhyun.

“Su…sungmin….”

“Ba..baby….” Kyuhyun sontak menghampiri Sungmin yang masih terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat. “Baby aku bisa jelaskan semuanya, ini semua tidak seperti yang kau pikirkan?”

Sungmin masih tidak bersuara, matanya fokus menatap Yesung yang menunduk dengan bahu yang bergetar. “-Sungie hyung, bisakah kau membantuku untuk menjelaskan semua ini kepadanya?”

Yesung sedikit tersentak, tapi akhirnya ia tersenyum lalu mengangkat kepalanya. Sungmin terlihat sangat terkejut melihat raut wajah Yesung saat ini. ia menangis? Atau ia tengah menahan tangis? Wajahnya sangat merah dan…… ah…. Yesung benar-benar terlihat kacau.

“Sungmin….apa yang-“

“Aku mengerti.” Sahut Sungmin sebelum Yesung menyelesaikan kalimatnya.

“Apa?”

Sungmin tersenyum setelah menatap kearah Kyuhyun, ia menangkupkan kedua pipi Kyuhyun lalu menempelkan kedua hidung mereka, menggeser-geserkannya perlahan. “Aku mengerti Kyunnie.”

Yesung? ia menatapnya, menatap bagaimana kemesraan pasangan yang ada dihadapannya saat ini. memang terasa sangat menyakitkan, namun kali ini ia merasakan organ-organ tubuhnya terasa mati dan tidak bisa digerakkan hingga kemudian matanya membulat melihat Sungmin mengecup sepintas bibir Kyuhyun tepat didepannya.

“-aku tau kau dan Yesung hyung itu sahabat sejak kecil, jadi tidak masalah jika kau menyayangi Yesung hyung sampai seperti itu Kyu.” Sungmin tersenyum seraya menatap kearah Yesung.

“Kau percaya padaku baby?” Tanya Kyuhyun lebih meyakinkan dan Sungmin hanya mengangguk pelan. “Kalau begitu ayo kita kembali ke meja makan.” Ajak Kyuhyun lalu menautkan tangannya dengan Sungmin dan melupakan Yesung yang masih terdiam dan tak bereaksi.

“Tunggu Kyu!!” seketika Sungmin menahannya saat langkah mereka hampir menjauh dari Yesung. “Yesung hyung bagaimana?”

“Astaga…” Kyuhyun menepuk keningnya lalu menoleh kebelakang. “Hyung ayo kembali ke meja makan!!”

Yesung menggeleng pelan dan tersenyum. “Kalian duluan saja, aku masih ingin ke kamar mandi.” Ucapnya, ia masih berharap Kyuhyun akan tetap memaksanya untuk kembali ke meja makan bersamanya. Yesung berharap Kyuhyun akan mengulurkan tangannya, tapi ternyata…..

“Oh baiklah, kami duluan, cepatlah kembali hyung. Kajja baby!!” tanpa menunggu lagi Kyuhyun dan Sungmin berjalan meninggalkan Yesung tanpa sekalipun menoleh kebelakang.

Salahkah Yesung jika ia berharap sahabatnya tersebut akan mengulurkan tangannya? Yesung hanya ingin merasakan kehangatan tangan Kyuhyun ketika menggenggamnya.

Yesung berbohong jika ia masih ingin berada dikamar mandi, ia berjalan melewati ruang belakang untuk sampai di sebuah kolam renang belakang kediaman Kyuhyun.

Berkali-kali Yesung menghela nafas berat. Ia duduk ditepian kolam tanpa takut hawa dingin yang sudah menembus kulitnya. Hanya memakai kemeja yang tidak terlalu tebal tanpa coat? Oh… Yesung, kau mencoba bunuh diri atau apa huh?

Ia menenggelamkan kedua kakinya kedalam air kolam itu, sangat dingin, namun kali ini tubuhnya terasa mati. Ia tidak merasakan apapun kecuali satu, rasa sakit didadanya.

Terlintas sebuah bayangan ketika dulu ia selalu tertawa dan bersenang-senang dengan Kyuhyun, berlari, menjahili orang lain, bermain game bersama-sama, sampai sempat membolos saat sekolah karena permintaan bodoh Kyuhyun.

Yesung terkekeh seraya menggelengkan kepalanya jika memikirkan hal itu, bisakah waktu diputar ulang ke masa-masa yang menyenangkan itu? bisakah Yesung berharap bahwa ia dan Kyuhyun kembali terlahir sebagai seorang anak kecil yang tidak tahu menahu akan arti kata cinta?

Yesung menengadahkan kepalanya kearah langit, memejamkan matanya dan membiarkan segalanya menjadi sangat gelap. Ia meraba dada atas sebelah kirinya, mengusapnya pelan dan mencoba tersenyum. ‘Aku masih cukup kuat untuk menjalani semua ini, ya… masih cukup kuat.’

.

“Kyu? Dimana Yesungie? Kenapa kau hanya bersama Sungmin?” Siwon terkejut melihat dongsaengnya tidak bersama Yesung, bukannya berlebihan, namun semenjak Siwon tahu kejadian yang sebenarnya, ia benar-benar khawatir dengan Yesung.

Yang Siwon tahu, Yesung sangat dekat dengan Kyuhyun, kemanapun dan dimanapun selalu bersama Kyuhyun, dan sekarang? Yesung mungkin akan kehilangan sosok Kyuhyun dalam hidupnya karena sosok namja yang ada disisi Kyuhyun saat ini.

“Tadi dia mengatakan masih ingin kekamar mandi hyung, jadi aku meninggalkan dia.” Ujarnya lalu duduk disofa bersama Sungmin.

Siwon mengernyitkan dahinya dan berpikir keras. tidak mungkin, pasti Yesung tengah menyembunyikan sesuatu. Dan pasti sekarang….

Siwon mulai berpikir macam-macam, tapi saat ia hampir melangkah pergi dari ruangan tersebut, suara berat appanya menghalangi langkah jenjangnya. “Siwon duduklah, kita bicarakan masalah rencana pertunangan Kyuhyun!!”

“Tapi dad, aku mau ke-“

“Ppalli!!!”

Siwon tidak banyak menolak perintah appanya, mau tidak mau iapun duduk dan mulai membahas rencana pertunangan itu, membiarkan tidak ada Yesung dilingkaran tersebut.

.

::_COVERED_LOVE_::

.

Aku berusaha menanti… menanti hari itu tiba, dimana aku menerima uluran tanganmu lagi, merasakan hangatnya genggaman tanganmu, hangatnya pelukanmu, hangatnya senyumanmu yang serasa membuatku tenang dan bahagia jika terus bersamamu. Kau itu jahat Kyu, benar-benar orang terjahat yang pernah aku kenal seumur hidupku, Tapi aku salut padamu, karena kau terus membuatku jatuh cinta kepadamu walau aku tahu rasa ini membunuhku.

“MWO??? BERTUNANGAN??”

Yesung menutup kedua telinganya dengan tangan cukup rapat ketika namja mungil disampingnya berteriak lantang tepat ditelinganya.

“Ya!! Wookie-ah, pelankan suaramu, telingaku bisa sakit.” namja mungil itu menarik kursinya lebih dekat dengan Yesung lalu mengarahkan tubuh Yesung untuk bertatapan dengannya.

“Kau tidak menyetujui pertunangannya kan hyung? Katakan iya kau tidak menyetujuinya!!”

Yesung sudah menceritakan semuanya kepada Ryeowook, menceritakan tentang rencana pertunangan Kyuhyun dengan Sungmin, dan inilah hasilnya… namja mungil bersuara khas itu berteriak histeris karena ia tidak terima dengan pertunangan itu.

Yesung tersenyum tipis lalu menatap kearah luar jendela, melihat sebutir demi sebutir salju yang mulai turun didepan matanya yang hanya berjarak beberapa meter dari jendela.

“Aku tidak mau menjadi pihak yang egois Wookie, ini kemauan Kyuhyun, dia ingin bertunangan dengan Sungmin, jadi biarlah mereka melakukan pertunangan itu.” ujarnya lalu kembali menatap intens caramel milik Ryeowook.

“Tapi bagaimana dengan perasaanmu hyung? Kau mencintainya?”

“Ne, aku memang sangat mencintainya, tapi dia juga sangat mencintai kekasihnya, dan disini-“

“Kau yang mengalah.” Yesung dan Ryeowook mendengar sebuah suara yang tiba-tiba memotong kalimat Yesung. mereka melihat seorang namja tampan dengan kemeja biru terangnya tersenyum miris seraya berjalan kearah mereka.

“-kenapa? Dan sampai kapan kau akan mengalah?”

“Aku tidak mengalah Hae-ah, aku hanya-“

“Tidak ingin merebut Kyuhyun dari Sungmin? Tidak mau mengatakan yang sebenarnya jika kau lebih mencintai Kyuhyun dari siapapun?” sahutnya lagi. jujur saja, walau ia sempat kecewa karena Yesung telah menolaknya, namun ia tidak pernah sekalipun membenci namja manis itu.

Menurutnya, Yesung terlalu berharga untuk dibenci, seorang namja yang kelewat sempurna dengan berbagai rasa sakit yang ia rasakan sendiri dihatinya. Namja seperti apa yang tidak akan sakit hati jika melihat orang yang dicintainya merasakan sakit karena orang lain?

Donghae sakit, Ryeowook sakit, Siwon sakit, dan semua yang mengenal Yesung akan merasakan sakit jika bisa memahami apa yang dirasakan Yesung saat ini, tapi tidak untuk Kyuhyun. Entah karena Yesung terlalu pintar berpura-pura didepan Kyuhyun? Atau memang Kyuhyun tidak tahu apa yang dirasakan Yesung selama ini karena melihat Yesung selalu terlihat ceria setiap bersamanya?

Yesung lagi-lagi tersenyum lalu meraih tangan Donghae yang saat itu sudah berada dekat dengannya, iapun juga meraih tangan Ryeowook lalu menggenggamnya cukup erat. “Kalian ada bersamaku, kalian mengerti apa yang aku rasakan, kalian mengerti apa yang aku pikirkan, aku mohon… jangan bahas masalah ini didepan Kyuhyun.”

“Hyung, aku tidak mau kau terus seperti ini, Kyuhyun harus tau!!”

“Tidak Hae, tidak!! Kyuhyun tidak boleh tahu, dan aku tidak mau Kyuhyun tahu.”

“Tapi yang dikatakan Donghae benar hyung, Kyuhyun harus-“

“TIDAK WOOKIE!! TIDAK!! APA KALIAN TIDAK MENDENGARKU!!” Yesung menaikkan nadanya sembari menghentakkan kasar kedua tangan namja tersebut.

“Hyung….” Ryeowook sangat takut melihat kemarahan dimata Yesung saat ini, ia dan Donghae bermaksud baik, ia hanya tidak mau Yesung terus menerus menyimpan lukanya sendiri, apa itu salah?

“Mianhae Wookie, mianhae…” Yesung menunduk lalu mengusap wajahnya kasar, tanpa menunggu lagi, ia menyambar tas ranselnya lalu berlari keluar dari kelas, mengabaikan Donghae dan Ryeowook yang menatap nanar kepergiaannya.

Yesung berlari tak tentu arah, ia sedang tidak bisa berpikir jernih hingga tidak melihat siapapun yang sudah ia tabrak disepanjang lorong kampus tersebut, hingga akhirnya ia berhenti setelah…..

BRUG…..

BUGH…..

“Aw…..” Tas yang dibawanya terlempar cukup jauh bersamaan dengan dirinya setelah tanpa sengaja menabrak seseorang yang tengah membawa tumpukan buku yang cukup banyak didepannya.

Buku-buku yang dibawa seseorang tersebutpun berjatuhan kelantai dan mengakibatkan seluruh pasang mata menatap kearahnya.

“Ah Sunbae.. mianhae.. aku tidak sengaja, sungguh… mianhae…” Yesung menatap kearah pemuda itu yang terus saja membungkuk dan meminta maaf kearahnya.

“Eh? Ada ap-Sungie hyung…” Kyuhyun yang saat itu berada dibelakang pemuda yang membawa tumpukan banyak buku itu segera menolong Yesung yang masih terduduk dilantai. “YA!! DIMANA MATAMU HAH!!” Pekiknya marah kepada pemuda itu yang diketahui adalah mahasiswa baru semester satu.

“Kyu…Kyunnie sudah hentikan..” Yesung menarik-narik lengan Kyuhyun yang hampir berdiri untuk menghampiri pemuda tersebut.

“Hyung, tapi dia harus diberi pelajaran!!”

“Tidak, jangan.. aku juga yang salah.” Yesung mencoba berdiri dengan berpegangan pada dinding disebelahnya. “Appo….” ia menyentuh keningnya dan melihat ada sedikit darah yang menempel ditangannya.

“Aku benar-benar minta maaf sunbae.”

“Kau-“

“Kyu-ah sudah!!” sahut Yesung lagi ketika tangan Kyuhyun hampir melayang kearah wajah pemuda tersebut.

“Haish!! Kalau bukan karena Sungie hyung yang memintaku, sudah kuhajar kau!! Sekarang cepat pergi darisini!!”

“N..ne…mianhae.” pemuda itu membungkuk lalu berlari meninggalkan Kyuhyun dan Yesung, membiarkan buku-buku yang tadi sempat ia bawa terabaikan disekitar situ.

“Kajja kita ke klinik kampus.” Kyuhyun menarik pergelangan tangan Yesung tapi seketika namja manis itu menahannya.

“Untuk apa? aku baik-baik saja.” Mendengar penolakan dari Yesung, Kyuhyun dengan tampang malasnya mendekati wajah Yesung lalu menarik ujung hidung Yesung cukup kuat. “Aw!! Appooo…. kyuuu….” ringisnya seraya memegangi hidungnya.

“Kalau kau tidak terluka aku tidak akan mengantarmu ke klinik Kim Yesung, sekarang lihatlah.” Kyuhyun mengambil sample darah yang terlihat dipelipis Yesung lalu menunjukkannya kepada Yesung. “See? Sekarang ikut aku hyung!!”

Tak menunggu Yesung menjawab, Kyuhyun menarik tangan Yesung untuk menuju keklinik kampus.

.

“Tidak ada orang, sepertinya aku harus mengobatimu sendiri hyung.” Ujar Kyuhyun seraya menatap sekeliling.

“Ne? Kau mengobatiku? Aniya aniya, aku tidak mau.” Namja berwajah putih pucat itu hanya melirik lalu mengambil kotak obat yang ada diatas meja.

Tanpa berbicara lagi, ia mendorong tubuh Yesung agar duduk dikursi yang tersedia, iapun mengambil kursi dan duduk didepan Yesung. “Sekarang diam karena aku akan mengobati lukamu hyung.”

“Tapi Kyu-“

“Aku bilang… diam…hyungie….aku ini calon….dokter….” tutur Kyuhyun penuh penekanan setelah ia mendekatkan wajahnya kearah Yesung.

Tidak bisa dibohongi wajah Yesung benar-benar merona merah, deru nafas Kyuhyun terasa dan terus menerus menerpa wajah Yesung. Aroma tubuh yang Yesung sukai dari Kyuhyun mulai menguar dan Yesung mulai merasakan ketenangan.

Ia tersenyum ketika Kyuhyun mengobatinya secara perlahan dan sangat berhati-hati. Terlihat dari mimik wajahnya yang serius saat mengobati luka Yesung. “Kyu…”

“Hmm?”

“Apa setiap kau mengobati pasienmu, kau selalu terlihat serius seperti ini?” tanyanya polos. Sedang Kyuhyun hanya tersenyum tanpa menghentikan apa yang ia lakukan.

“Kalau tidak serius, pasien tidak akan cepat sembuh Sungie hyung.”

Yesung mengangguk paham sambil menggembungkan pipinya. “-sama seperti orang yang berpacaran bukan? Kalau ingin segera menikah harus serius menjalani hubungan, seperti aku dan Sungmin.”

_DEG_

Telak. Kenapa lagi-lagi harus berhubungan dengan itu? Yesung membatu, raut wajahnya berubah menjadi sangat datar. Secinta itukah Kyuhyun kepada Sungmin? Apakah tidak terlintas dipikiran Kyuhyun agar menghentikan obrolan-obrolan mengenai cinta kepada Yesung?

Bukan Yesung tidak menyukainya, tapi saat ini semua luka yang ia rasakan karena cinta diakibatkan oleh Kyuhyun, sumber utamanya adalah Kyuhyun. Yesung ingin sekali Kyuhyun berhenti mengucapkan kata cinta didepannya.

“A…apa kau…ingin…menikah…secepat…nya?” tanya Yesung sedikit ragu, terlihat dari nadanya yang bergetar.

“Hng? Tentu hyung, aku ingin segera menikah dengan Sungmin, sayangnya Sungmin belum mau menikah, dia mengatakan bahwa usia kita masih terlalu muda.” Tutur Kyuhyun dengan berjalan menjauh, mengembalikan kotak obat ketempat semula.

Yesung? ia masih tidak bereaksi, sama seperti biasa. Ia tidak menyangka jika apa yang dipikirkan Kyuhyun sudah sangat jauh. Ia tersenyum hambar lalu berdiri dari kursinya. “Aku pergi dulu Kyu, gomawo sudah mengobatiku.”

“Hyung… Sungie hyung!!” Yesung berpura-pura tidak mendengar, ia mempercepat langkahnya hingga ketika ia sudah sampai diluar ruangan tersebut, ia lantas berlari secepat mungkin, tidak mau lagi mendengar ucapan Kyuhyun lebih dari ini.

Dadanya sudah sangat sesak hari ini dan jika ia terus menerus bertahan bersama Kyuhyun, bisa dipastikan hari itu juga ia akan mati. Terlalu berlebihan memang, tapi Yesung merasakan semua itu dihatinya.

.

Ryeowook berjalan seraya menatap sekeliling perpustakaan tersebut. Sesekali ia bertanya sesuatu kepada mahasiswa yang berada disekitarnya hingga matanya menangkap seseorang yang ia cari.

Seorang namja manis dengan memakai kemeja pink bergaris-garis putih tengah asyik membuka-buka tumpukan buku yang ia pinjam dari perpustakaan kampusnya. Ryeowook mengambil nafas panjang lalu berjalan mendekati namja manis tersebut.

“Sungmin?” tanyanya setelah sampai didepan namja manis bernama Sungmin tersebut.

Mendengar ada yang menyebut namanya, namja yang tadinya masih fokus pada buku tebalnya kini mengalihkan pandangannya kearah depan, ia mengernyit melihat seorang namja mungil tengah berdiri didepannya.

“Ne, nuguseyo?”

“Kim Ryeowook.” Ucap Ryeowook seraya menyodorkan tangannya.

“Kim…Ryeowook? Ryeowook….” Sungmin terlihat mengingat-ingat sesuatu, ia masih belum menerima uluran tangan Ryeowook, ia berpikir keras hingga akhirnya ia tersenyum. “Ah… kau sunbaeku, annyeong sunbae… Lee Sungmin imnida.” Ia berdiri, membungkuk sejenak lalu menjabat uluran tangan Ryeowook.

“-mianhae hyung, aku melupakan wajahmu.”

“Hey, jangan memanggilku hyung, kita seumuran, hanya saja orangtuaku sedikit cepat memasukkanku kesekolah hingga aku terlihat sedikit lebih tua darimu.” Ryeowook tertawa dan dibalas tawa balik dari Sungmin.

“Haahahaha kau bisa saja hyung..ehmp..maksudku Wookie-ah.”

“Nah, seperti itu lebih baik.”

“Ah ne, apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan padaku? Tumben sekali kau menghampiriku kesini?”

Ryeowook tersenyum tipis lalu menggeleng. “Tidak ada yang penting, hanya saja aku mau mengucapkan selamat karena kau akan bertunangan dengan Kyuhyun.”

“Ne?” Sungmin melebarkan matanya. “Kau tahu soal rencana pertunanganku dengan Kyuhyun?” hanya anggukan singkat yang diberikan Ryeowook. “Apa Yesung hyung yang memberitahumu?”

“Sungmin-ah, aku ingin bertanya sesuatu padamu, ini tentang Kyuhyun.” Melihat ekspresi Ryeowook yang kian serius membuat Sungmin menutup bukunya lalu lebih memperhatikan sosok Ryeowook lebih dekat.

“Apa?”

“Apa…. kau benar-benar mencintai Kyuhyun?”

.

::_COVERED_LOVE_::

.

Yesung berdiri bersama beberapa orang serta mahasiswa yang tengah menunggu kedatangan bus dihalte. Dengan menenteng tas ransel yang ada dipunggungnya, tatapannya hanya terarah kearah bawah.

Sesekali ia menendang pelan kerikil yang menghalangi pandangannya yang mungkin menurutnya lebih indah daripada mobil-mobil yang berlalu lalang didepannya. Seperti biasa, semenjak Kyuhyun mempunyai seorang kekasih, Yesung yang biasanya selalu bersama Kyuhyun kini hanya sendiri.

Berangkat sendiri, pulang sendiri, berjalan-jalan ditengah kota sendiri. Memang ada beberapa murid atau bahkan Donghae sendiri yang ingin mengantar jemput Yesung, namun namja manis itu tidak mau. Bukan karena ia tidak suka, tapi karena perasaannya mengatakan bahwa lebih baik menyendiri.

Dan kali ini, entah sudah yang keberapa kalinya ia menghela nafas berat. Sesekali ia menatap kearah langit untuk mengusir rasa bosannya. Tidak memikirkan kata-kata Kyuhyun? Tidak mungkin, Yesung adalah type orang yang pemikir, apalagi jika itu menyangkut Kyuhyun.

Hingga tiba-tiba tatapannya fokus ketika ada sebuah mobil sport berwarna putih berhenti tepat didepannya. Ia menoleh kekanan dan kekiri mengira bahwa mungkin mobil tersebut tengah menunggu orang lain. Tapi ternyata orang-orang sekitar Yesung malah bergumam dengan teman sebelahnya atau jika tidak mereka memandang Yesung seolah-olah tidak percaya bahwa mobil itu berhenti didepannya.

Yesungpun sedikit heran, ketika kaca samping mobil itu turun, Yesungpun sedikit mencondongkan tubuhnya untuk melihat orang yang berada didalam mobil tersebut.

“Sungie-ah kajja masuk!!”

Yesung tersentak dan hampir saja terjungkal kebelakang jika saja ia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Ia begitu terkejut melihat sosok yang memanggilnya dari dalam mobil tersebut. “M..mwo? Wonnie hyung?”

Namja tampan berdimple smile yang mengenakan coat berwarna putih itu tersenyum lalu mengangguk. “Kajja!! Kau mau pulang kan?”

Yesung mengangguk antusias lalu tanpa menunggu lagi iapun membuka pintu mobil tersebut, disambut keterkejutan orang-orang disekitarnya.

“Kenapa kau pulang sendiri? Dimana Kyuhyun? Atau jangan-jangan, setelah Kyuhyun bersama Sungmin, dia tidak pernah lagi menjemputmu?” tanya Siwon beruntun sambil masih fokus pada jalanan kota yang sedikit padat.

Yesung tersenyum sejenak setelah menatap kearah Siwon lalu mengarahkan pandangannya kesamping. “Aniya, dia sedang ada tugas katanya, jadi terpaksa aku pulang dulu.”

Dia bohong? Jelas, tugas apa? bukannya sebelum Yesung meninggalkan kampus itu, ia sempat melihat Kyuhyun tengah berjalan kearah kantin bersama Sungmin? Tapi jangan sebut namja tampan itu Siwon jika tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Siwon terkekeh seraya menggelengkan kepalanya. “Aku heran, kenapa kau benar-benar pintar menutupinya huh? Kau kira aku tidak tahu yang sebenarnya?”

Yesung tersenyum miris dan mendesah pelan. “Kau memang hebat hyung, aku salut padamu.”

“Yesungie-“

“Aku tidak bisa.” Sahutnya, Yesung seperti mengerti apa yang akan dikatakan Siwon saat itu. ia menggeleng lalu menatap namja yang berada disampingnya. “Aku tidak bisa hyung, sungguh. Jadi jangan memintaku untuk berhenti.”

Siwon mengeratkan tangannya pada kemudi, ia merasa frustasi mendengar jawaban Yesung yang seakan tidak akan pernah berhenti dan tidak akan pernah bisa dihentikan. “Jika itu maumu, lakukan!! Tapi jika kau merasa tidak kuat untuk menahannya sendiri….” sejenak Siwon menghentikan ucapannya lalu mengulurkan tangannya, mengusap lembut surai hitam Yesung. “Aku ada disampingmu, berbagilah denganku.”

Yesung tersenyum lalu meraih tangan Siwon yang ada dikepalanya, menggenggamnya sangat erat. “Gomawo hyung.” Bersediakah membagi kesakitan? Yesung merasa cukup sulit untuk melakukannya, bukan karena ia tidak mau, ia hanya tidak ingin membuat orang lain ikut memikirkan kesakitannya, ia tidak mau dikasihani.

Ia melepaskan genggaman tangannya pada tangan Siwon lalu kembali menatap keluar jendela. “Kita ke taman dulu ne? Sudah lama aku tidak kesana. Tidak apa-apa kan jika sedikit pulang terlambat?”

“Ne, gwaenchana hyung, lagipula orangtuaku hari ini ke cheonan untuk mengunjungi harabojiku.”

“Jadi hari ini kau akan tinggal dirumah sendiri?”

“Sepertinya begitu, maid juga sedang mengunjungi anaknya yang sakit di cheonan.”

“Lalu siapa yang nanti mengurusmu?”

“Aish.. aku sudah dewasa hyung.” Yesung mengerucutkan bibirnya hingga membuat gelak tawa Siwon terdengar dimobil tersebut, Yesung memang sudah dewasa, namun dimata Siwon, namja itu masih seperti seorang anak kecil yang sangat manis.

.

“Tidak banyak yang berubah, hanya saja aku sekarang bisa dengan jelas melihat sekitar tanpa digendong lagi.” Tutur Siwon yang mendatangkan tawa dari Yesung yang berjalan bersebelahan dengannya.

“Hahahaha… kau itu lucu hyung, apa kau masih mau digendong? Sini aku gendong kalau kau mau!! Hahahahah” ejeknya. Siwon sendiri yang merasa malu karena orang-orang disekitarnya menatap mereka hanya tersenyum tipis seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Y…Ya!! Yesungie jangan tertawa, aku malu, lihat!! semua orang menatap kearah kita.”

“Ucapanmu lucu hyung, sungguh, bwahahahahahaha!!”

“Ya!! Sungie-ah cukup!!” ucapan Siwon masih saja diabaikan oleh Yesung hingga akhirnya ia mempunyai sebuah ide gila. “Ah.. begini saja, kita lomba lari.”

Sontak ucapan Siwon membuat Yesung menghentikan tawanya. “Hng? Lomba lari? Untuk apa?”

“Kita lomba lari sampai ujung sana, siapa yang menang itulah yang digendong.”

“MWO?  Jadi maksudnya yang kalah yang menggendong?” Siwon mengangguk dengan seringaian yang tercetak jelas dibibirnya. Ia melipat kedua tangannya didepan dada. Sedang Yesung terlihat berpikir dengan memicingkan sebelah matanya. “BAIKLAH!!” serunya nyaring yang lantas membuat Siwon terjingkat.

“Y…Ya!! Yesungie tidak perlu sekencang itu menjawabnya.”

“Ah tidak masalah hyung, tidak ada yang mendengar.” Ia menjulurkan lidahnya. “Yang menang digendong sampai ujung jalan dan berhenti sebelum kita menyebrang untuk sampai dimobil, deal?” Siwon lantas mengulurkan tangannya untuk berjabat, Yesung tersenyum lebar lalu menyambar jabat tangan tersebut.

“Kita mulai… siap….” Yesung mengangguk mantap dan lebih mempersiapkan posisinya. “Hana….dul….” Siwon melirik sekilas kearah Yesung. “set!!!”

Run……. mereka berlari terus sambil sesekali saling menatap satu sama lain, Siwon tahu bahwa ia akan menang tapi melihat bahwa tubuh mungil itu tidak mungkin sanggup menggendongnya jadi ia mulai memperlambat larinya hingga yang tadinya ia berada didepan kini posisi mereka berganti.

Siwon tersenyum karena sebentar lagi mereka akan sampai difinish walau ia tahu ia akan kalah karena mengalah dan….

“YAYY!!! AKU MENANG!!!!” Yesung melompat-lompat kegirangan setelah berhasil terlebih dahulu sampai difinish. Sedang Siwon sendiri berkacak pinggang, berpura-pura kesal karena kalah.

“Ne… Ne… Ne… kau menang, jadi….”

“Kau harus menggendongku sampai ujung jalan sana hyung!!” Yesung berpose sangat imut dengan memajukan bibirnya, andai saja bisa, Siwon ingin sekali menyambar bibir itu karena terlalu menggoda untuknya. Tapi ia ingat tujuan awal ia dekat dengan Yesung hanya untuk membuat Yesung lebih baik dan tidak terlalu sakit karena Kyuhyun.

“Baiklah… naiklah kepunggungku.” Tuturnya sambil berjongkok membelakangi Yesung. tanpa menunggu lama Yesung langsung saja melompat kepunggung Siwon…

hap… cukup ringan. Siwon mengernyitkan dahinya, ini tidak seperti yang ia pikirkan.

Ia berpikir Yesung akan lebih berat dari ini, tapi ternyata tidak. Ia mulai berdiri ketika Yesung sudah nyaman berada digendongannya. Melingkarkan tangannya dileher Siwon cukup erat. “Berapa beratmu Sungie?”

“Molla hyung, wae? Apa aku terlalu berat?” ia sedikit memiringkan wajahnya untuk lebih bisa menatap wajah Siwon.

“Kau seperti kapas, apa kau jarang makan?” Yesung menggangguk sambil masih menikmati pemandangan tanpa berjalan karena ia merasa nyaman berada digendongan Siwon seperti ini. “Makanlah, kau akan jadi seperti tengkorak jika tidak makan.”

“YA!! Beratku masih normal hyung walau aku jarang makan.”

“Tapi kau bisa sakit Sungie, kau keras kepala sekali seperti Kyuhyun.” Yesung yang tadinya tersenyum kini seperti merasa kehilangan senyumannya setiap kali mendengar nama ‘Kyuhyun’. “Sungie… kenapa diam?” Siwon sedikit khawatir mendengar tidak ada suara dari Yesung ketika ia tanpa sengaja berucap nama Kyuhyun. “Yesungie…”

Kebetulan sekali mereka tepat berhenti diujung jalan, Siwon menurunkan Yesung lalu menatap wajah Yesung yang terlihat tidak bersemangat. Kenapa setiap mengingat Kyuhyun ia merasa tidak bisa mengangkat sedikit bibirnya untuk tersenyum? Padahal tadi ia sudah tersenyum lebar dan terus tersenyum ketika bersama Siwon, kenapa sekarang tiba-tiba semuanya menghilang?

“Sungie, apa ucapanku salah? aku minta maaf.” Yesung menggeleng lemah lalu menatap lampu yang tiba-tiba berwarna merah untuk pejalan kaki. Itu artinya mereka harus menunggu sampai lampu benar-benar kembali berwarna hijau.

“Aniya, nan gwaenchana hyung.” Tanpa mereka duga, saat lampu sudah berwarna hijau dan mereka akan menyebrang, segerombolan orang-orang dengan terburu-buru berjalan cepat dan menggeser tubuh Yesung serta Siwon untuk mundur hingga mereka berdua tidak ada kesempatan untuk berjalan.

Tapi seketika mata Yesung melebar menatap pemandangan yang sangat menyakitkan ada didepannya. Matanya memanas, tubuhnya kaku bahkan ia merasa ingin sekali menusuk jantungnya sendiri melihat pemandangan didalam mobil yang tengah berhenti tersebut.

“Sungie ayo kita menyebrang!!” ketika Siwon hendak meraih tangan Yesung, ia terkejut melihat kedua onix cerah Yesung mengeluarkan liquid yang cukup deras. Menangis tanpa mengeluarkan isakan dan fokus pada satu tatapan.

Obsidiannya pun terarah kearah dimana Yesung menatap, seketika ia membulatkan matanya, tangannya terkepal kuat hingga ia hanya mampu menarik Yesung kedalam pelukannya, membawa tubuh itu untuk tidak menatap pemandangan itu lagi. “Jangan lihat, aku mohon!! Tutup matamu…. Sungie….”

.

Apa yang dilihat Siwon dan Yesung? kenapa mereka begitu shock hingga Yesung sendiri harus menangis didepan Siwon?

.

.

To Be Continued

.

.

Jangan timpuk eon >_<” eon tau ini gak senyesek kalo km yg buat hana chagi… hahaha –-“ .. eon suka angst cuma kalo buat ya gini nih hasilnya hahahaha..

Terlalu sadiskah buat mommy sengsara?? Mianhae ><” dan bagi yang tanya pair disini, YeWon bukan pair utama, tau sendiri kan alasan Siwon dekat dengan Yesung ^^~~ jadi untuk KyuSung Shipper tidak perlu takut pair bakal jadi YeWon.

Untuk YeWon Shipper, mianhae ^^ diusahakan sedikit ada moment yg kalian ingin kok ^^

dan yang lagi galau menunggu kedatangan 6 may 2013 TT_TT,, okesip kita sama-sama ga siap, tapi tetep tersenyum untuk Uri Jongwoonie ne ^^

Gomawo and leave a comment ne ^^ #hugs

109 comments on “Covered Love – Chapter 2

  1. huft~~~ No comment -_-
    ini bnr” menguras air mata Q hik hik😥
    genre angst bnr” favrt Q !! *peluk Dhy eonn* :-*

  2. aku baca ni sambil dengerin lagu “gray paper” from my sungie chagi ma “love hurt” dari LEE SANG GON (NOEL) sungguh tambah nyesek,
    pa lagi waktu adegan terakhir nya, sungie nangis dan dipeluk ma siwon. entah seperti drama film korea aja tepat lagu “love hurt” yg bagian reff nya:
    Love hurts like catching a cold
    Tears are bitter because it comes from love
    My heart only calls you as if it screams
    Although it hurts, hurts and hurts
    The reason I live is you
    Love hurts as much as I love you

    aku sampai nangis, sambil bacanya ditambah siwon bilang ke sungie “Jangan lihat, aku mohon!! Tutup matamu…. Sungie….” sumpah aku nangis bombai
    chingu kau benar keren,

  3. Hya. . . Pa.an yak kira” ?!
    Nae yakin 1000 persen kalo ntar akhr.x Choi bkalan cinta sma Encung e0n . . .

  4. pasti KYU _Min…
    yang diliat Yesung………….

    KYU pabbo kenapa bisa gak tau kalo sungie banget banget cinta sama KYU

    or

    Kyu purapura pabbo…….??????????????

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s