Fall Too Deep – Chapter 5

Chap 5.

Main Cast : Kyuhyun, Yesung and Other cast

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Hurt/Comfort, Romance, fluff, Fantasy

Rate : T – M

Summary : Sebuah kenyataan berat diterima oleh Kyuhyun, apakah hubungan Kyuhyun dan Yesung akan berjalan baik-baik saja?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, NC, OOC.

Nb : FF lanjutan dari Serenade of the Endless Love. Jika ada yang belum paham boleh membaca FF sebelum ini terlebih dahulu ^^. Gomawo and hope you like guys. #kisseu

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

Previous Story Chapter 4 | Next Story Chapter 6

.

fall5

.

Satu persatu masalah datang dikehidupan mereka, seperti sebuah batu besar yang tengah menghadang dan tidak mau berpindah sendiri. Mereka merasakannya, sebuah ujian yang benar-benar menguji kesetian dan rasa cinta keduanya.

.

Raut wajah namja berusia kira-kira 40 tahunan itu berubah-ubah membuat Yesung dan Kyuhyun saling berpandangan bingung. “Dok, apa yang terjadi?”

Terdengar helaan nafas dari namja paruh baya tersebut, ia menyerahkan sebuah map putih kearah Kyuhyun. “Saya benar-benar tidak mengerti Kyuhyun-ssi, tapi disitu dikatakan bahwa….” sejenak Dokter itu menghentikan ucapannya lalu membuka kacamata yang dikenakannya. “Apa kalian sudah menikah?”

Glup.

Kyuhyun dan Yesung membuka matanya lebar-lebar, tidak boleh… tidak boleh ada yang tahu bahwa mereka sudah menikah, mereka masih sangat ingat kata-kata Sooman pada mereka. Tidak ada yang boleh membocorkan soal pernikahan mereka. Beruntung saat pernikahan mereka, pesta itu tidak terlalu meriah dan juga tidak banyak yang mereka undang.

“Ka…kami….”

“Yesung-ssi hamil.”

.

Cloudhy3424_Present

Fall Too Deep chapter 5

Happy Reading

.

Deg.

Yesung merasa jantungnya berdetak sangat cepat, ia menghempaskan tubuhnya kesandaran kursi. Hamil? Tidak… ini tidak mungkin. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dan tersenyum miris.

“Ja..jangan bercanda dok, aku seorang namja, mana mungkin bisa hamil.”

“Coba baca map itu Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun tidak banyak bicara, ia membuka map tersebut dan membacanya dengan teliti. Tertulis bahwa Yesung positif hamil. Namja bermarga Cho itu menatap Yesung tidak percaya, ia tidak tahu apa yang ia rasakan. Bahagia? Atau bahkan sebaliknya?

“3 bulan, kandungannya sudah menginjak 3 bulan.”

“Ti…tidak mungkin.”

“Yesung-ssi mempunyai rahim seperti seorang yeoja Kyuhyun-ssi, ia bisa mengandung layaknya seorang yeoja, tapi bedanya, kandungannya sangat lemah dan ia bisa sewaktu-waktu kehilangan janinnya. Tapi yang saya bingungkan disini, siapa namja yang sudah membuat Yesung hamil?”

“A..apa?” Lagi-lagi Kyuhyun menatap Yesung horor, sedangkan Yesung menundukkan kepalanya dalam-dalam. “A…aku….”

“Sudahlah, saya tidak berhak ikut campur.” Kekeh Dokter tersebut. “Yang terpenting sekarang, Yesung harus banyak istirahat dan tidak boleh terlalu lelah. Kalau bisa kau harus mengurangi jadwal manggungmu Yesung-ssi.”

“Terima kasih Dok, saya akan selalu mengingatkan Yesung hyung untuk selalu istirahat dan tidak terlalu lelah.” Sahut Kyuhyun, ia berdiri dan membantu Yesung yang masih belum bereaksi.

“Jangan lupa minum vitaminnya Yesung-ssi.” Yesung mengangguk lemah lalu berjalan keluar dari ruangan itu.

“Dok maaf, tolong rahasiakan dulu masalah kehamilan Yesung hyung kepada media atau siapapun.”

Dokter itu tersenyum lalu menepuk bahu Kyuhyun. “Saya mengerti Kyuhyun-ssi, menjaga kerahasian pasien adalah tugas seorang Dokter.” Kyuhyun tersenyum lalu membungkuk kearah Dokter dan berjalan keluar dari ruangan itu.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Yesung terduduk diatas ranjangnya dengan pandangan kearah luar jendela. Seharusnya ia merasa bahagia karena didalam perutnya ada sebuah nyawa hasil dari buah cintanya dengan Kyuhyun. Tapi kenapa saat ini yang ia rasakan berbeda?

Ini sudah seminggu semenjak ia mengetahui bahwa ia hamil. Tapi hingga saat ini tidak ada senyum yang mengembang dibibirnya, hanya tatapan datar dan penuh dengan masalah. Ia mengusap kasar wajahnya lalu menekuk kedua lututnya, menenggelamkan kepalanya disela-sela kaki. Dan isakan lirihpun keluar dari bibirnya, sangat lirih.

_Cklek_

Pintu kamar itu terbuka dan menampakkan sosok tampan yang membawa nampan berisi makanan dan juga vitamin. “Baby.” Kyuhyun berucap dengan berjalan mendekati, ia cukup curiga melihat sikap Yesung saat ini. “Baby kau kenapa?”

Masih tidak ada jawaban dari Yesung, tapi Kyuhyun melihat bahu Yesung mulai bergetar. Ia lantas meletakkan nampan tersebut keatas nakas dan duduk dekat dengan Yesung, meraih kedua bahu namja manis itu. “Baby lihat aku!!” pintanya.

Ia mengangkat kepala Yesung untuk menatap kearahnya, darisitu ia melihat manik yang biasanya terlihat cerah kini menunjukkan sesuatu yang menyakitkan.

“Aku harus menggugurkannya…..kan?” tanya Yesung lirih dengan memberi jeda disetiap ucapannya.

“Apa? Apa maksudmu baby?”

“Aku tidak boleh hamil, dan anak ini…. tidak boleh dilahirkan.”

“Cukup!! Siapa yang mengatakan seperti itu? ini anak kita, calon buah hati kita.” Ujar Kyuhyun seraya mengusap perut Yesung. “Aku tidak akan pernah memperbolehkanmu menggugurkan bayi ini baby.”

“Tapi Kyu, kau tahu kan apa konsekwensi yang dikatakan Sooman kepada kita? Apa yang akan aku katakan jika media tahu aku hamil? Siapa suamiku? Dan kenapa seorang namja sepertiku bisa hamil? Aku harus bagaimana Kyu?” tangis itupun pecah, dicoba menahannya pun percuma.

Kyuhyun memilih untuk merekuh tubuh itu, memeluknya sangat erat seraya mengusap lembut punggung Yesung.

Baby tenanglah, jangan seperti ini, aku yakin semua akan baik-baik saja. Akan aku pikirkan cara terbaik untuk kita.”

“Aku….takut Kyu…”

“Sssttt!! Tidak ada yang perlu kau takutkan, ada aku disini, kau mengerti?” Kyuhyun mungkin bisa mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, tapi apakah semudah itu? tidak!! semuanya sangat rumit dan masalah ini adalah masalah yang sangat besar.

Apa yang harus ia katakan pada pihak management mereka, mengingat perut Yesung semakin lama akan semakin membesar. Mereka juga tidak bisa memutus kontrak secara sepihak karena mereka tahu apa konsekwensi yang didapat setelahnya.

Lalu… apa yang harus mereka lakukan?

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Pagi ini lagi-lagi tidak secerah biasanya, Kyuhyunpun terbangun tanpa ada morning kiss yang biasa Yesung berikan padanya, ia menoleh kesamping dan mendapati Yesung sudah tidak ada disana. Ia yakin istrinya tersebut pasti sudah berada didapur untuk menyiapkan makanan.

Setelah memutuskan untuk mandi terlebih duhulu, ia akhirnya keluar dari kamarnya dan melihat Yesung meletakkan kepalanya diatas meja yang sudah tersedia makanan untuk keduanya.

“Pagi baby, kau bangun pagi sekali.” Sapa Kyuhyun sembari mencuri start ciuman bibir dari Yesung.

“Mianhae Kyu, aku tidak membangunkanmu.”

Kyuhyun tersenyum dengan mengacak gemas surai Yesung. “Tak apa, aku mengerti, kajja kita makan, aku sudah lapar.” Yesung mengangguk lalu mengambilkan apa-apa saja yang diminta oleh Kyuhyun.

Pagi itu sarapan lagi-lagi terasa aneh. Tidak ada kecerewetan Yesung lagi, yang terlihat hanya tatapan sendu tanpa semangat.

Ketika sendok dan garpu menyentuh makanannya pun serasa tidak ingin ia makan. Kyuhyun menyadari hal itu, ia menghentikan makannya dan menatap intens sosok Yesung didepannya.

Baby makanlah, kau harus banyak makan, ingat kau sedang mengandung.”

Memikirkan lagi bahwa kini ia sedang mengandung semakin membuat Yesung terpuruk dalam kesedihannya, memang dari lubuk hatinya ia merasa bahagia karena diperutnya kini tengah tertanam benih cinta mereka.

Tapi sebaliknya, secara sadar ia tahu konsekwensinya. Tidak ada yang tahu bahwa mereka menikah, lalu bagaimana bila secara tiba-tiba kehamilannya diketahui banyak pihak?

Baby?” tangan kanan Kyuhyun terulur, menggenggam erat tangan kiri Yesung yang ada diatas meja. “Hey, lihat aku sayang…” titah Kyuhyun.

Sedikit berat, Yesungpun mengangkat kepala yang tadinya tertunduk, menatap caramel cerah milik suaminya. Sejenak ia merasakan kehangatan dimanik tersebut. Sedikit merasa lega karenanya.

“Aku tahu apa yang kau rasakan sekarang, tapi kau harus percaya padaku baby, kau tidak sendirian, aku akan selalu bersamamu.. ingat itu…”

“A…aku hanya… takut….”

Kyuhyun menghela nafas panjang lalu bangkit dari kursinya, mendekati Yesung dan berjongkok dihadapan namja manis itu. ia menangkupkan kedua pipi chubby kesukaannya itu.

“Kau tidak perlu takut lagi, aku akan extra ketat menjagamu, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan bayi kita ini.” Kyuhyun mengusap lembut perut Yesung, mendatangkan sedikitnya senyum tipis dibibir kissable Yesung.

Namja yang masih duduk dikursinya itu mencondongkan tubuhnya dan menyatukan bibir mereka, mengecup lembut tanpa ada nafsu, hanya didasari rasa cinta yang mendalam. “Gomawo Kyunnie, aku mencintaimu…” ucap Yesung setelah mengecup bibir Kyuhyun, ia meletakkan keningnya dikening Kyuhyun dan menggeser-geserkan hidung mancungnya kehidung Kyuhyun.

“Aku lebih mencintaimu baby… lebih dari apapun…” mereka berdua tersenyum dan terus menatap dalam manik satu sama lain.

Ting… Tong….

Hingga suara bel apartemen mereka membuyarkan segalanya. Yesung menegakkan tubuhnya kembali, diikuti dengan Kyuhyun. Mereka berpandangan bingung, pasalnya hanya pihak SM yang tahu apartemen mereka, dan ini masih terlalu pagi jika pihak dari management mereka datang berkunjung.

“Biar aku yang membukanya, kau duduk disini saja.” Ujar Kyuhyun lalu sedikit berlari menuju pintu, meninggalkan Yesung yang masih dipenuhi tanda tanya diotaknya.

Secara perlahan Kyuhyun meraih knop pintu itu, memutarnya lalu menariknya kebelakang. Ia mengernyitkan dahinya ketika melihat seorang namja dengan t-shirt hitam polos berdiri membelakanginya.

“Nuguseyo?” tanya Kyuhyun secara langsung, dan tidak lama kemudian matanya melebar melihat siapa orang yang ada dihadapannya saat ini.

“Annyeong Kyunnie-ah…”

Greb_

Glup_

“Siapa Kyu-“ Yesung menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang tengah memeluk erat tubuh Kyuhyun.

“Ah…” Kyuhyun tersadar, ia mendorong kasar tubuh namja yang tadi memeluknya tersebut lalu menoleh kebelakang, melihat Yesung terpaku dalam keterkejutannya. “Baby…”

“Ah.. annyeong Yesung-ah…”

“Sung…min…”

.

“Maaf.. tadi reflek aku memeluk Kyuhyun, aku begitu merindukan…hng… kalian…” tutur Sungmin ragu, merindukan mereka? Apa disini bisa diartikan ia juga merindukan Yesung? sepertinya tidak, hanya saja ia menutupi yang sebenarnya didepan Yesung.

Sedangkan Kyuhyun yang duduk disofa dekat dengan Yesung itu menatap Yesung yang kini hanya diam menatap fokus kearah Sungmin yang ada disofa single disamping Kyuhyun.

“Hmm… gwaen…chana… maaf juga tadi aku mendorongmu.. aku.. sangat terkejut.” Sungmin tersenyum dan mengangguk pelan.

“Tidak apa-apa Kyu, ah… iya, aku membawakan ini untuk kalian.” Sungmin menyodorkan kotak berwarna merah kearah Kyuhyun. Dengan sebelumnya menatap kearah Yesung, Kyuhyunpun akhirnya mengambil kotak tersebut. “Red velvet, anggap saja itu sebagai kado pernikahan kalian karena saat itu aku tidak menghadirinya.” Kekeh Sungmin.

Kyuhyun tersenyum sumringah, ini adalah salah satu cake kesukaannya, dan sudah lama sekali ia tidak merasakannya. “Ah.. gomawo hyung, kau seharusnya tidak perlu repot-repot seperti ini.”

Yesung sudah mulai merasa diabaikan, ia menatap sosok Kyuhyun dan Sungmin bergantian lalu tersenyum miris. “Maaf, aku harus kembali kekamar, bersiap-siap untuk ke SM.” Tuturnya sambil berdiri.

Tapi sebelum ia beranjak pergi, tangan Kyuhyun lebih dulu menahannya. “Tunggu, kita berangkat ke SM bersama-sama baby.”

Yesung kembali tersenyum lalu menghentakkan tangan Kyuhyun. “Tidak perlu, kau temani Sungmin saja dulu, toh hari ini kau tidak ada jadwal bukan?”

“Tapi-“

“Mianhae Sungmin-ah, aku tidak bisa menemanimu, aku ada jadwal hari ini, biar Kyuhyun yang menemanimu.” Tanpa senyum, sosok Yesung lantas menghilang begitu saja dibalik pintu kamarnya.

Sungmin menatap Kyuhyun heran, tapi setidaknya ia mulai merasa bahagia jika Yesung memutuskan agar Kyuhyun menemaninya. Ia tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Kyuhyun.

.

Yesung menarik nafas panjang ketika bersandar dibelakang pintu, tangannya terkepal kuat hingga memperlihatkan jari-jarinya yang mulai memutih. Sesungguhnya ia tidak menyukai kedatangan Sungmin, apalagi ia melihat tatapan Sungmin seperti menyimpan rasa cinta yang masih mendalam pada Kyuhyun.

Yesung tidak mau berlama-lama didalam kamarnya, secepat mungkin ia berganti pakaian dan memakai coat untuk menutupi tubuh mungilnya, menyambar kunci mobilnya sendiri yang tergeletak diatas nakas.

Ia berjalan dan membuka pintu kamarnya, melihat tawa renyah dari Kyuhyun dan Sungmin yang berbincang diruang tamu. “Baby…”

Yesung terdiam dan menatap keduanya bergantian. “Aku berangkat, jangan lupa panaskan makanannya dulu jika kau mau makan.” Terdengar sangat dingin, Kyuhyun sudah mulai memahami suasana ini, ketika Yesung berjalan cepat keluar dari apartemennya, Kyuhyun langsung berlari menghampirinya.

Baby… baby tunggu!!” Kyuhyun berhasil meraih pergelangan tangan Yesung saat namja manis itu sudah berada diluar apartemennya.

Yesung sendiri tidak memutar tubuhnya, masih membelakangi Kyuhyun dan membiarkan tangannya diraih oleh suaminya tersebut. “Kau marah padaku?”

“……………..” tidak ada jawaban dari Yesung, Kyuhyunpun memutar tubuh Yesung dan melihat istrinya tersebut sama sekali tidak menatapnya.

Baby…”

“Aku harus pergi Kyu, aku bisa terlambat.” Yesung menepis kedua tangan Kyuhyun yang seakan bergerak untuk menangkupkan kedua pipinya. Dengan sedikit mengerahkan kekuatannya, Yesung mendorong tubuh Kyuhyun untuk tidak mendekatinya lalu menggerakkan kakinya untuk pergi dari tempat itu.

Kyuhyun membatu, ia bersalah, ia tahu ia sudah bersalah. Namja manisnya kini tengah cemburu, tapi yang membuat ia merasa aneh, kecemburuan yang dikeluarkan Yesung sedikit berlebihan. Apa ini karena pengaruh kehamilannya, Yesung menjadi sangat sensitif?

Kyuhyun mengacak kasar rambutnya dan menendang sebuah tong sampah yang ada disebelahnya. “SIAL!!!!”

.

Yesung meremas kemudi mobilnya dengan matanya yang mulai memanas. “Sial…. brengsek kau!!! ARRGGHHH… KAU BENAR-BENAR BRENGSEK!!!” ia memukul-mukul kemudi mobilnya dengan terus mengumpat.

Ia juga tidak tahu kenapa ia benar-benar tidak menyukai kedekatan Kyuhyun dengan Sungmin, padahal dulunya ia tidak pernah merasa seperti ini. walau dulu ia memang sempat merasakan cemburu, tapi ia juga menyadari bahwa kecemburuannya kini berlebihan.

Ia menepikan mobilnya dan meletakkan kepalanya dikemudi, mengambil nafas sedalam-dalamnya, mencoba menenangkan pikirannya lagi. “Maaf Kyu….” lirihnya.

Ia mengangkat kembali kepalanya lalu mengambil ponselnya yang ada di dashbord mobil, mencari nomor suami yang sangat ia cintai tersebut.

“Ayo angkat Kyu….” gerutunya ketika cukup lama Kyuhyun tidak menerima panggilannya. “Cepat angkat pabboya, kau dimana huh!!!” ia mulai kesal kembali, hingga tidak lama kemudian ia tersenyum ketika merasa panggilannya diterima.

“Yeoboseyo…”

Deg_

Hampir saja Yesung mengeluarkan suaranya, tapi seketika ia kembali bungkam mendengar bahwa yang berbicara disebrang telpon bukanlah Kyuhyun melainkan….

‘Sungmin?’

“Yeoboseyo….”

Yesung masih terdiam dalam lamunannya, lidahnya terasa keluh ketika ia akan berbicara.

“Eh? Hyung, siapa yang menelpon?”

Yesung tersentak, itu suara Kyuhyun, lalu kenapa Sungmin yang menerima panggilan darinya?

“Eh Kyu kau sudah selesai? Maaf aku menerima telpon ini, karena kau tadi memintaku untuk menerima panggilan ini.”

Tes….

Sadar atau tidak, kini setetes liquid jatuh membasahi pipi chubby Yesung, kenapa mudah sekali bagi Kyuhyun untuk meminta kepada orang lain menerima panggilan darinya?

“ASTAGA!!! Baby-“

Klik.

Yesung memutus sambungan telponnya sebelum Kyuhyun berbicara, ia lantas menon-aktifkan ponselnya dan melemparkan ponsel tersebut ke jok belakang. Kali ini ia membiarkan tetesan liquid beningnya berubah seperti hujan yang turun dengan derasnya.

Ia mengarahkan tangan kanannya keperutnya dan tanpa sadar meremasnya cukup kuat. Biarlah kali ini ia bersikap egois, ia marah… jujur ia sangat marah pada Kyuhyun.

Yesung tidak suka jika Kyuhyun terlalu percaya pada orang lain, apalagi orang itu adalah bekas seseorang yang dicintainya dulu.

.

Kyuhyun terduduk dan meletakkan ponselnya keatas meja, ia menutup wajahnya dengan telapak tangan lalu mengusapnya kasar.

“Kyu… mianhae…” Kyuhyun merasakan Sungmin duduk disampingnya sembari mengusap lembut bahunya. “Tadi kau memintaku untuk menerima telponnya, jadi aku mengangkatnya dan tidak tahu jika pada akhirnya akan seperti ini.” sesalnya.

‘”Gwaenchana hyung, Yesung hyung sedang sensitif saja.” Ujarnya tanpa menatap kearah Sungmin. Dan saat itu juga Sungmin berseringai, ia puas? Sepertinya iya, rencananya mulai berjalan… lancar.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

“Yesungie, kenapa tidak dimakan? Kalau kau disini hanya untuk menghancurkan makanan, kau membuat mereka sedih.” Yesung menoleh kearah suara tersebut, ketika ia melihat namja yang berdiri didepannya itu menunjuk kesuatu tempat, iapun mengarahkan matanya.

Terlihat dua orang ibu-ibu yang usianya berumur memandang senduh kearahnya. Bukannya berdiri, membungkuk dan meminta maaf, Yesung malah melipat kedua tangannya diatas meja lalu meletakkan kepalanya dilipatan tangannya tersebut.

Namja yang berdiri didepan Yesung itu semakin heran, ia duduk dikursi sebelah Yesung. “Kau kenapa Yesungie? Kau terlihat tidak bersemangat.”

“Aku memang sedang tidak baik-baik saja Kangin-ah…” ujarnya masih dengan meletakkan kepalanya diatas meja.

“Hng? Kenapa? Kau seperti sedang patah hati, terjadi sesuatu?”

Patah hati? Yesung menegakkan tubuhnya, bersandar pada sandaran kursi dan tersenyum tipis. “-dan kau terlihat seperti orang gila.” Lanjut namja itu yang ternyata bernama Kangin.

“Aku…..” Yesung menghentikan ucapannya, tidak mungkin ia mengatakan yang sejujurnya kepada Kangin, ya walaupun Kangin adalah rekan, teman dan salah satu artis SM yang terkenal dekat dengannya, namun ia harus bisa mengontrol ucapannya, tidak ada yang boleh tahu apa yang terjadi padanya saat ini.

“Aku? Kenapa? Ceritakan padaku ada apa Yesungie?”

Yesung tersenyum dan menggeleng pelan. “Aniya, aku tidak apa-apa Kanginie…”

“Kau yakin?” Kangin memicingkan sebelah matanya. Yesung menggangguk seraya mengerucutkan bibirnya imut.

“Kau tidak percaya padaku huh?” Kangin tersenyum lebar ketika melihat namja yang ada dihadapannya saat ini mengerucutkan bibirnya. ia mengacak surai hitam Yesung lalu mencubit pipi chubby itu.

Percaya atau tidak, setiap Kangin melihat Yesung seperti ini, rasanya ada sesuatu yang aneh mendera jantung dan perasaannya, ia begitu bahagia, ingin rasanya ia memeluk tubuh itu, namun ia masih menyadari untuk tidak berbuat diluar batas.

“Nanti malam kau mau jalan bersamaku?” tanya Kangin tiba-tiba.

“Ne?”

“Iya, kita ke bioskop, kau mau?”

“A…apa?” Yesung mulai ragu untuk tetap melanjutkan pembicaraan ini. ajakan kencan? Atau apa?

Ia meneguk salivanya susah lalu menatap kearah lain. “Yesungie, kenapa? Apa kau ada jadwal mendadak?”

“Hng… itu…..” Yesung mulai bingung apa yang harus ia katakan pada namja tampan itu. disisi lain ia masih sangat ingat apa yang dikatakan Kyuhyun padanya untuk tidak dengan mudah keluar diluar jadwal, tapi disisi lain ia masih sangat marah pada suaminya tersebut.

“Yesungie?”

Yesung mengambil nafas panjang lalu mengangguk mantap. “Ne, ayo kita ke bioskop, sudah lama sekali aku tidak kesana.” Tuturnya dengan senyum menawannya.

“Ah… baiklah, sepulang dari latihan nanti sore kita akan langsung ke bioskop.”

“Ne.” Yesung mengangguk dengan tersenyum kearah Kangin lalu menatap kearah lain. ‘Mianhae… Kyuhyun-ah….’

.

“Ini untukmu…”

“Ah.. gomawo…” Yesung menerima popcorn dan softdrink lalu meletakkannya disisi kursinya. Sedang Kangin tersenyum lalu duduk disebelah kanan Yesung. “Ini film romance?”

“Bukan, ini horor, tiket untuk romance habis, kau tidak suka?”

Yesung kembali tersenyum dan menggeleng pelan. “Aku…. su…suka, hanya saja… sedikit ta…takut…”

“Hahahahaha.. kau tidak perlu takut Yesungie, ini hanya film, lagipula ada aku disini.” Yesung tersenyum ragu lalu menunduk. Apa maksud dari ucapan Kangin barusan? Apa Kangin tengah berusaha mendekatinya karena berpikir bahwa Yesung masih dalam status ‘single’ ?

Kangin sengaja memilih tempat dibaris atas pojok kiri karena ia berjaga-jaga jika ada fans yang mengetahui mereka. Saat ini mereka harus menyamar untuk mengalihkan perhatian fans kepada mereka.

Ketika lampu benar-benar meredup, barulah mereka membuka kacamata dan juga topi yang mereka pakai. Film yang ditunggu-tunggu keduanyapun dimulai.

Kangin tersenyum lebih lebar, sesekali ia melirik kearah Yesung yang tengah fokus pada layar besar dihadapan mereka sembari memakan popcorn yang tadi ia belikan.

‘Kau…. indah Yesungie…’ batin Kangin seketika.

.

“Ne? dia sudah pulang daritadi?” Kyuhyun mondar-mandir diruang tengah apartemennya ketika mendengar bahwa Yesung sudah pulang sejak 2 jam yang lalu.

“Dia memang sudah pulang karena latihan sudah usai sejak tadi Kyu-ah, tapi aku lihat mobilnya ada dibasement, sepertinya dia membiarkan mobilnya tetap di SM dan dia keluar bersama seseorang.”

“MWO? MOBILNYA ADA DIBASEMENT SM DAN DIA KELUAR BERSAMA SESEORANG?” Jeritnya. Tangannya sudah terkepal kuat karena berita Yesung sudah pulang sejak 2 jam tadi, dan sekarang ia semakin mengeratkan kepalannya ketika mendengar Yesung keluar bersama seseorang??!!

“YA!! Kyuhyun-ah, pelankan suaramu, telingaku bisa rusak karenamu!!”

“Manager hyung, bisakah kau beritahu aku dengan siapa Yesung pergi?”

“Dia bersama….”

.

“AHHHH….” Teriakan keras dari para penonton bioskop itu membuat suasana semakin mencekam, air conditioner yang terasa begitu dingin membuat mereka serasa ada dalam film tersebut.

Dan tanpa sadar pula, Yesung memeluk lengan kekar Kangin, dengan terkadang bersembunyi dibalik lengan tersebut. Kangin yang memang sengaja membiarkan Yesung ketakutan hanya tersenyum.

Ia sama sekali tidak takut dengan film yang ditontonnya saat ini karena kefokusan pikirannya ada pada namja yang tengah memeluk lengannya kuat-kuat. Sesekali ia mengusap bahu Yesung dan menggumamkan kalimat ‘sudah jangan takut, ini hanya film.’

Tapi apapun yang dikatakan Kangin serasa percuma, Yesung benar-benar ketakutan, ia menekuk kakinya keatas tanpa sadar bahwa ia sedang mengandung.

“KYAAAAAAA~~~” Teriakannya semakin keras tak kala hantu yang ada difilm tersebut terasa nyata keluar dari layar. Tubuh mungil itu bergetar hebat dibelakang lengan Kangin.

“Ye-“

Greb_

Kangin membatu, apa yang terjadi saat ini sangatlah tidak nyata diterima otaknya. Entah disengaja ataupun tidak, Yesung berpindah tempat, bukan untuk pindah kekursi disebelah Kangin tapi duduk tepat dipangkuan namja tampan itu, memeluk leher Kangin sangat erat.

“Aku takut Kyu, aku takut…”

Kangin tercengang, ia terperangah, sepersekian detik ia merasa rohnya keluar dari raganya. Kejadian ini sungguh diluar rencananya. Ketika ia merasa tubuh Yesung semakin bergetar kencang, iapun mulai tersadar.

Tapi tunggu, Yesung tadi memanggil nama Kyu? Berarti Yesung tidak sadar dan mengira yang saat ini yang ia peluk adalah…. Kyuhyun?

“Hng… Ye…Yesung….” ucap Kangin lirih.

Yesung seketika tersentak, sontak ia melepaskan pelukannya dan berpindah tempat. “Hng… mi…mianhae… Kangin-ah…” Ia menunduk dalam, ini sangat memalukan, bisa-bisanya ia duduk dipangkuan Kangin dan mengira namja yang ada disampingnya adalah Kyuhyun?

“Ti…tidak apa-apa….” Kangin juga menunduk, ia kecewa saat berpikir bahwa ternyata Yesung seperti tidak menyadari keberadaannya, tapi disisi lain ia juga bahagia, tidak pernah menyangka bahwa Yesung akan memeluknya seerat itu. Tidak peduli dengan nama yang keluar dari bibir kissable Yesung.

Dalam perjalanan pulang dari bioskop, tidak ada obrolan dari keduanya, mereka memutuskan untuk diam dalam keheningan yang mereka ciptakan sendiri. Hanya saja sesekali Kangin mencoba mencuri pandang kearah Yesung yang bersandar dijok mobil dengan tatapan kearah luar jendela.

Ia ingin sekali berbicara, mengobrol, mendengar cerita dari namja manis itu, tapi ketika melihat sosok Yesung saat ini rasanya semua tidak ada gunanya. Ia merasa Yesung ingin sendirian untuk saat ini.

Sedan hitam itu berhenti tepat didepan apartemen mewah yang menjulang, selama beberapa menit mereka masih terdiam didalam mobil hingga tak lama setelahnya Yesung membuka safetybeltnya.

Yesung masih tidak sadar jika ternyata Kangin sudah keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuknya. Yesung tersenyum tipis lalu keluar dari mobil.

“Gomawo Kanginie, mianhae aku jadi merepotkanmu.” Ujarnya seraya menunduk, ia masih cukup malu untuk menatap secara langsung wajah Kangin, masih merasa malu karena kejadian tadi.

“Kau tidak merepotkanku Yesungie, aku yang berterima kasih karena kau mau menemaniku.” Yesung mengangguk lalu ketika ia mengangkat kepalanya untuk fokus pada wajah Kangin, ekor matanya menangkap sesuatu yang mengerikan berdiri tidak jauh dari Kangin berada.

“Kyu…” lirihnya. Matanya tidak berkedip melihat sosok dengan cardigan putih itu mulai berjalan mendekati.

Kangin yang melihat gelagat aneh dari Yesung mulai mengarahkan pandangannya kearah mata Yesung menatap. Ia sedikit terkejut melihat Kyuhyun berjalan mendekatinya, dan…. apa itu? kenapa tatapan Kyuhyun tidak seperti biasanya? Kanginpun merasakan aura yang sangat tidak nyaman mulai menyelimuti.

“Kyu? Hey.. ternyata kau juga tinggal di apartemen ini?” tanya Kangin mencoba mencairkan suasana, pasalnya ia melihat sosok Kyuhyun menatap dingin Yesung yang kini menunduk.

“Kau tau sudah jam berapa ini?” Kyuhyun bersuara, lebih tepatnya bertanya pada Yesung yang terdiam.

“Kyu, mianhae.. tadi aku-“

“Apa kau lupa apa yang aku katakan kepadamu setiap hari?” sahut Kyuhyun kepada Yesung, tidak membiarkan Kangin menjawab pertanyaannya.

“Mianhae….” tutur Yesung lirih, namun masih terdengar ditelinga Kyuhyun dan Kangin.

“Masuk.” Pinta Kyuhyun mencoba meredam emosinya. Berharap Yesung akan langsung menuruti kemauannya, tapi ternyata dugaannya salah, namja manis itu berani menatap fokus caramel Kyuhyun.

Kangin mulai merasa ada sesuatu yang mengganjal, kenapa ia seperti melihat Yesung dan Kyuhyun mempunyai hubungan? Tapi yang ia tahu, Yesung hanya menganggap Kyuhyun sebagai dongsaeng, begitupula sebaliknya.

Ketiganya kini larut dalam keheningan, tidak ada langkah yang terdengar, hanya tatapan tajam yang saling dilemparkan Kyuhyun dan Yesung. “Aku bilang… masuk…” pinta Kyuhyun sekali lagi, namun kali ini dengan penuh penekanan.

“Kyu, aku-“

“KAU TIDAK MENDENGARKU HAH!! MASUK!!!” Bentak Kyuhyun pada akhirnya dan menyeret tangan Yesung untuk mendekat kearahnya.

“YA!! APA-APAAN KAU HAH, LEPASKAN DIA!!” Kangin merasa tidak terima, ia melihat Yesung kesakitan ketika Kyuhyun menyeret tubuh mungil itu, ia pun berusaha melepaskan tangan Kyuhyun untuk tidak menyeret tubuh Yesung lagi.

“SIAPA KAU HAH!!” Kyuhyun tidak tinggal diam, ia masih mencoba membawa Yesung mendekat kearahnya.

“Aku tidak suka kau menyakiti Yesungie!!”

Sepersekian detik mendengar kalimat Kangin membuat Kyuhyun terdiam, namun ia tetap tidak melepaskan genggaman tangannya pada lengan mungil istrinya tersebut.

Kyuhyun terkekeh ketika ia menyadari kalimat itu. “Yesungie? Panggilan yang sangat manis.” Namja yang lebih mudah dari Yesung itu tersenyum, tapi terlihat sekali bahwa senyuman itu adalah senyuman meremehkan. “Sejak kapan panggilan itu kau berikan? Kenapa aku baru mendengarnya?”

“Kyu.. hentikan…” berganti Yesung yang menarik tubuh Kyuhyun untuk tidak berjalan mendekati sosok Kangin.

“Kenapa? Itu hak ku bukan? Yesung bukan milik siapa-siapa, dan dia bukan milikmu Cho Kyuhyun!!” Desis Kangin penuh penekanan.

Jujur saja Kyuhyun ingin sekali menghabisi namja yang kini berada tepat dihadapannya, mereka saling melemparkan tatapan membunuh dengan kepalan tangan yang terlampau kuat.

Ingin rasanya Kyuhyun memberitahukan hal yang sebenarnya, mengatakan yang sejujurnya bahwa Yesung adalah miliknya, namja manis itu sudah sah menjadi miliknya. Ia hanya bisa menjerit dalam hati, rasanya begitu sesak jika ia terus menerus menutupi yang sebenarnya.

“Kenapa? Kenapa menatapku seperti itu huh? Kau tidak terima? Kau ingin menghajarku? Atau jangan-jangan kau sudah mulai mencintai Yesung?”

“Tutup mulutmu!!”

“Kyu sudah hentikan!! Ayo masuk!!” Yesung menarik tangan Kyuhyun kebelakang ketika kedua namja tampan itu semakin ingin saling membunuh. “Kangin-ah pulanglah!! Terima kasih sudah mengantarku.” Ujarnya tanpa membungkuk sebelumnya.

Ia lantas membawa Kyuhyun untuk segera pergi dari tempat itu, menyisahkan Kangin yang terpaku dan menatap tidak suka pada kedekatan Yesung dan Kyuhyun.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

BLAM!!

Pintu apartemen itu tertutup secara tidak wajar, tanpa peduli apapun, Kyuhyun membawa Yesung kedalam kamar dan menghempaskan tubuh mungil yang tengah mengandung anaknya itu ke atas ranjang.

“Akh!!” Yesung merintih kesakitan, ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat dan memegangi perutnya.

“Kenapa kau melakukannya?”

“Kyu… akh…”

“JAWAB!! KENAPA KAU MELAKUKANNYA!! KENAPA KAU MALAH BERDUAAN DENGAN NAMJA ITU!!” Pikiran Kyuhyun mulai tidak terkontrol, semuanya dikuasai oleh iblis. Iapun seperti menutup mata atas kesakitan yang dirasakan Yesung saat ini.

Merasa Yesung tidak menjawab ucapannya, Kyuhyun mencengkram kuat dagu Yesung dan melihat namja manis itu semakin melenguh kesakitan. “K…Kyu…akh….”

“Aku benar-benar tidak menyangkanya, kau tega melakukan semua ini padaku hum? Kau kira aku tidak khawatir padamu? Kau kira aku tidak mencarimu saat tahu bahwa kau pergi bersama Kangin?”

“Kyu…mi…mianhae….” Yesung tidak bisa berbicara banyak, tiba-tiba perutnya terasa begitu sakit, ia mencoba untuk menahan kesakitan itu tapi semakin lama semakin menyakitkan.

“Aku peringatkan padamu, jika kau masih saja terlihat berduaan dengannya, aku tidak akan tinggal diam!!”

Bugh_

Kyuhyun mendorong dagu Yesung yang spontan membuat tubuh namja manis itu berebah di atas ranjang secara kasar. iapun melangkah keluar dari kamar dengan membanting pintu.

Tanpa diketahui Kyuhyun, Yesung sudah meringkuk dengan tubuh yang bergetar hebat, wajahnya sangat pucat, ia masih saja menggigit bibir bagian bawahnya untuk tidak mengeluarkan suara, tapi sampai ia merasakan rasa anyir dari bibirnya, kesakitan itu tidak kunjung pergi.

Yesung meremas kuat sprei dan perutnya. “Akh…. KYUUUUHHH…… AAKHHH…..” Suara teriakannyapun terdengar. Ia tidak kuat lagi, ia seperti tengah berada dibatas kematian.

Yesung berulang kali memanggil-manggil nama Kyuhyun, berharap suaminya itu untuk segera datang. Tapi hingga saat ini ia tidak melihat pintu kamarnya terbuka.

“KYUHYUN-AAAHHHH… ARRGHHHHH!!!”

.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya disofa depan ruang TV, ia menyandarkan kepalanya dan menutup wajahnya dengan tangan. Emosi yang ia keluarkan sungguh berlebihan kepada Yesung, tidak sadarkah ia bahwa hal itu setidaknya sudah menyakiti namja manisnya?

“Akh…. KYUUUUHHH…… AAKHHH…..”

Kyuhyun mendengar teriakan dari Yesung, tapi ia masih menutup telinganya rapat-rapat, ia berpikir bahwa Yesung tengah berbohong kepadanya, berusaha bersikap manja dengan berpura-pura sakit agar Kyuhyun memaafkannya.

Berulang kali ia mendengar suara jeritan minta tolong namja manis itu tapi ia enggan bangkit dari sofanya tersebut. Ia mengusap kasar wajahnya dengan masih menutup mata. Suara-suara itu tidak sekalipun terhenti, Kyuhyun mulai frustasi.

“Kau sudah berjanji untuk tidak menyakitinya lagi!!”

DEG_

Seketika Kyuhyun membuka matanya lebar-lebar. Kenapa tiba-tiba terlintas sosok Siwon dibenaknya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya kuat lalu meremas surai hazzelnya.

“KYUHYUN-AAAHHHH… ARRGHHHHH!!!”

Kyuhyun tersentak, ia merasa seperti mendapatkan kesadarannya kembali, suara jeritan Yesung yang seakan tengah menusuk kejantungnya membuat Kyuhyun berlari menuju kamarnya.

Baby!!”

Kyuhyun melebarkan matanya ketika melihat tubuh Yesung sudah tidak bergerak lagi. Dengan cepat ia menghampiri Yesung dan mencoba membangunkan istrinya tersebut dengan terus menepuk kedua pipi chubby itu.

Baby irreona!!! Baby aku mohon sadarlah!!” tidak ada pergerakan dari Yesung, dan yang membuat Kyuhyun beribu-beribu khawatir adalah terlihat darah yang merembes dari celana krem yang dikenakan Yesung.

Tanpa menunggu lagi, ia menggendong tubuh itu untuk dibawa kerumah sakit dengan bantuan beberapa penjaga apartemen tersebut.

.

Kyuhyun terus saja mondar mandir didepan ruangan dimana Yesung kini tengah diperiksa. Ia begitu khawatir dengan keadaan istrinya tersebut, apalagi ia melihat ada darah yang juga keluar dari tubuh Yesung.

Ia takut, sungguh ia takut jika terjadi sesuatu pada calon bayi dan istrinya itu, semua ini salahnya, jika saja ia tidak bersikap kasar seperti tadi kepada Yesung, kejadian ini tidak akan pernah terjadi.

‘Aku mohon Tuhan, selamatkan mereka, aku sangat mencintai mereka…’

Cklek_

Kyuhyun menoleh kearah pintu yang terbuka, nampak jelas raut kesedihan dan penyesalan diwajah dokter yang keluar dari ruangan tersebut.

“Bagaimana dok? Tidak terjadi sesuatu pada Yesung hyung dan kandungannya bukan?”

Dokter itu menghela nafas panjang lalu menggeleng pelan. “Maaf Kyuhyun-ssi, tapi saya harus mengatakan ini…”

Kyuhyun mulai merasakan debaran kuat didadanya, rasanya ia seperti akan mendapatkan berita buruk. Dokter itu masih saja diam hingga beberapa saat kemudian iris hazzel itu menatap caramel Kyuhyun.

“-Yesung-ssi…. kehilangan janinnya.”

DEG_

Kyuhyun tidak bereaksi, ia masih mencerna apa yang diucapkan dokter padanya. “Kandungannya begitu lemah, dan juga…. dia mengalami kelainan rahim.”

Kyuhyun menggeleng kaku, matanya sudah mulai memburam karena cairan yang menggenang dipelupuk matanya. “Aniya… tidak mungkin dok, dia baik-baik saja. Kau pasti berbohong!!” elak Kyuhyun, ia mencengkram kedua bahu dokter tersebut, sangat kuat.

“-katakan kau hanya bercanda!! Ini tidak nyata!! Kandungannya pasti baik-baik saja, iya bukan!! KATAKAN DEMIKIAN!!” Ia lantas menggoncang-goncangkan tubuh itu.

“Maaf Kyuhyun-ssi, saya tidak pernah bercanda dalam urusan seperti ini. Maafkan saya.” Dokter tersebut menjauhkan kedua tangan Kyuhyun dari bahunya lalu melenggang pergi.

Sedang Kyuhyun terpaku, ia tidak bisa menerima ucapan dokter itu, ia tidak mau kehilangan bayinya. Dan sekarang? Ia sudah benar-benar kehilangan bayinya!!

Apa ini salahnya? Apa karena kejadian tadi Yesung jadi kehilangan kandungannya? Kyuhyun mulai berpikir bahwa disini ialah yang bersalah, ialah penyebab segalanya, jika saja saat itu ia tidak berbuat kasar, Yesung tidak akan kehilangan kandungannya, Kyuhyun tidak mungkin kehilangan calon bayinya.

Dengan airmata yang sudah benar-benar turun dikedua caramelnya, Kyuhyun melangkah memasuki ruangan itu. terlihat istrinya masih terbaring lemah diranjang pesakitan dengan matanya yang terpejam.

Baby….” lirihnya. Ia menggenggam erat tangan mungil itu dan mengecupnya berulang kali. “Maaf… aku mohon… maafkan aku…. ini semua salahku….” ia tahu bahwa percuma saja berbicara dengan Yesung untuk saat ini, karena namja manis itu dalam keadaan belum sadarkan diri.

Ia mengusap lembut perut Yesung lalu mengecupnya cukup lama. “Maafkan daddy sayang, daddy yang sudah membunuhmu. Maafkan daddy.” Tangan kanan Kyuhyun mencengkram kuat selimut yang digunakan Yesung.

Tidak ia perdulikan bahwa airmatanya semakin menganak dan membasahi selimut itu, saat ini ia hanya ingin mengatakan yang dirasakan hatinya. Ini semua salahnya, Yesung kehilangan bayinya karenanya.

Ia ingin berteriak, ingin meminta pada Yesung untuk sadar dan ia akan mengabulkan seluruh permintaan Yesung, walaupun nanti Yesung meminta dirinya untuk mati, ia akan melakukan semuanya, asal ia dapat menebus seluruh kesalahan fatalnya ini.

“Maaf…..”

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Bias pagi mulai merasuk melalui jendela yang kebetulan sekali tidak tertutup sejak tadi malam, ayunan tirai yang tertiup angin akibat dari sedikit terbukanya jendela membuat suasana semakin terasa dingin.

Hari ini tidak secerah biasanya, mentari seakan tidak mau menunjukkan cahayanya. Sepertinya langit sedang berduka akan kesedihan yang dirasakan namja itu kini.

Namja yang entah sudah berapa jam lamanya hanya berdiri dengan menyandarkan kepalanya didinding, tatapannya nanar kearah luar jendela yang menampilkan kekosongan, hampa.

Tidak ada burung-burung yang berterbangan, tidak ada cahaya matahari yang selalu membuatnya tersenyum, hanya ada mendung seperti yang dirasakan hatinya.

“Eungh….” lenguhan kecil mulai terdengar ketika suasana terasa begitu hening. Ia mulai memutar tubuhnya, ia memejamkan matanya untuk sekedar membuat senyumannya kembali, menyiapkan segalanya jika nantinya Yesung bertanya macam-macam padanya.

“K…Kyu….” baritone lembut itu mulai terdengar sedikit keras, Kyuhyun menarik nafas panjang lalu menarik kedua sudut bibirnya keatas, tersenyum.

Ia berjalan mendekati Yesung, jujur saja ia mulai merasa lemas, ia tidak tidur semalaman dan pada akhirnya ia harus berdiri didekat jendela untuk mengusir perasaan sedihnya.

“Hey baby, kau sudah sadar?” Kyuhyun mengecup kening Yesung dengan tangannya yang menggenggam lembut tangan Yesung.

“Aku kenapa? Kenapa aku berada disini?” tanya Yesung sembari menatap sekeliling.

“Kau sakit, tadi malam kau pingsan, aku minta maaf.” Lirih Kyuhyun, ia mendekatkan wajahnya kearah wajah Yesung lalu mengusap-usapkan hidungnya dipipi chubby itu.

“Hng… aku yang bersalah Kyu, maafkan aku.” Kyuhyun tersenyum lalu mengacak surai hitam Yesung. “Perutku sakit Kyu, dari kemarin pagi rasanya kram, dan tadi malam itu sakit sekali.” Eluhnya.

Kyuhyun mematung, ia terus meneguk salivanya susah. Apa ini saatnya ia mengatakan yang sejujurnya? Tapi ia masih belum siap melihat istrinya itu menangis, apalagi ia baru saja sadar.

“Kyu~~” rengek Yesung dengan menarik-narik tangan Kyuhyun ketika merasa tidak ada ucapan dari Kyuhyun. “Kyunnie~~”

“Hng.. ne? Ma..mana yang sakit baby?” tanyanya mulai tersadar dari lamunanya. Yesung mengerucutkan bibirnya lalu mengusap-usap perutnya.

“Sepertinya baby kita sedang nakal sampai membuat perutku kram terus.”

DEG_

Kali ini Kyuhyun benar-benar seperti terhujam sebuah pedang dijantungnya. Yesung masih mengira bahwa diperutnya masih ada janin hasil buah cinta dirinya dan Kyuhyun.

Bagaimana jika tiba-tiba ia tahu bahwa ia kehilangan janinnya? Apa reaksi yang dikeluarkan Yesung setelah itu? Kyuhyun benar-benar takut.

“Kyunnie~~ kenapa diam lagi huh?” bibir mungil Yesung semakin mengerucut tak kala Kyuhyunnya terus saja diam tak bereaksi.

“N..ne baby…” dengan sedikit ragu, Kyuhyunpun mendekatkan wajahnya pada perut Yesung, dengan sebelumnya mengusap-usap lembut perut Yesung, Kyuhyun mengecup lembut perut itu yang masih tertutupi selimut.

“Aku menyayanginya Kyu… sangat menyayanginya, sama seperti aku menyayangimu…”

Glup_

.

Yesung kehilangan kandungannya, dan saat ini hanya Kyuhyun dan dokter yang mengetahui masalah ini. bagaimana reaksi Yesung ketika ia mengetahui bahwa ia telah kehilangan calon buah hatinya?

.

TO BE CONTINUED

.

Aku tau ini semakin gak jelas >////< semakin membingungkan dan semakin weird hahahaha.. dilanjutkah???? ^^

Next!! Leave a comment please ^^

85 comments on “Fall Too Deep – Chapter 5

  1. itu kenapa si namja pink balik lagi
    ganggu kebahagiaan kyusung aja deh
    tapi rahim yeye gak papa kan
    bikin lagi aja aegyanya
    ayo kyusung hwaiting, semangat untuk berNCan #plaakk salah kaprah
    lanjut eon

  2. Iie~knp author msukin minnie lg sih?? Dsar racchon bisa”ny nyari ksempatn nnt0n film horor ish~ kq bayinya d mati’n *plaak reader kbnyakn pr0tes…jd sdih jg yeppa kna bully evil…y0sh hwaiting th0r *angkat jmp0l masang p0se r0cklee

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s