Seeking Our Love – Chapter 6

Chapter 6.

Main Cast : Yesung, Siwon, Kyuhyun and other cast

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Romance, Fluff, Hurt/comfort

Rate : T

Summary : Siwon bertemu dengan Yesung, namun ternyata Kyuhyun sangat membenci sosok Siwon. Lalu bagaimanakah hubungan Yesung dan Kyuhyun setelah kedatangan Siwon ditengah-tengah hubungan mereka?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

Cerita ini terinspirasi dari video SEEKING FOR YOU, bisa dibilang mirip tapi juga tidak ^^~~ hope you like guys.

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

Previous Story Chapter 5 | Next Story Chapter 7

.

seeking6

.

Katakan aku takut menyadari perasaanku padanya, namun itulah yang aku rasakan. Entah kenapa sulit sekali bagiku hanya untuk mengatakan ‘aku mencintaimu..’ . aku tidak tahu sampai kapan aku akan terus seperti ini. mungkin nanti, ketika aku siap, aku akan mengatakan yang sejujurnya.

.

“Kita keluar sebentar, ada yang harus aku bicarakan denganmu Siwon.” Tutur Yesung melembut.

“Tapi baby, aku-“

“Aku tidak akan lama Kyu, kajja Siwon!!” tanpa pikir panjang, setelah mengambil jaket yang tergeletak disofa, Yesung menarik tangan Siwon untuk secepatnya pergi dari tempat itu. meninggalkan Kyuhyun yang benar-benar sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi.

“ARRGHHH!!!!”

BRAAAK…

PRAAANGG…

Kyuhyun berkacak pinggang seraya menatap pintu apartemen yang tertutup itu. ia membiarkan makanan dimeja makan yang tadinya rapi kini tidak terlihat lagi karena ia sudah menghancurkan meja makan tersebut.

‘Aku tidak akan pernah menyerahkan Yesung hyung kepadamu Siwon.’

.

Cloudhy3424_Present

Seeking Our Love Chapter 6

Happy Reading

.

Mereka membiarkan keheningan mendominasi, tanpa menatap, seharusnya mereka bisa merasakan apa yang ada dihati masing-masing. Namun saat ini, mereka memilih untuk membiarkan semuanya mengalir seperti air.

Terkadang, suara hembusan namja manis itu terdengar indah ditelinga namja tampan itu, walau ia tahu hembusan itu bukannya hembusan yang membahagiakan, melainkan sebuah hembusan yang menyakitkan.

“Yesung.”

“Siwon.” Mendengar suara mereka bersahutan, kekehan lirih terdengar diantara keduanya. Mereka kembali menunduk.

“Bicaralah, apa yang ingin kau katakan.” Pinta Siwon lebih dulu. Sejenak ia menoleh kearah Yesung yang masih saja menunduk seakan bingung untuk mengatakan sesuatu.

“Hm… Siwon… aku….” Yesung mulai mengangkat kepalanya dan menatap wajah Siwon, wajah yang sangat ia rindukan. Dimple indah itu, obsidian tajam itu, sungguh Yesung merasa akan menjadi orang yang paling jahat jika ia mengatakan yang sejujurnya tentang hubungannya dan Kyuhyun, tapi……

“Wae?” Mata Siwon memicing, ini bukanlah Yesung, Yesung yang ia kenal adalah namja yang tidak pernah menunduk dan berdiam diri seperti ini.

Pluk_

Siwon memukul pelan kepala Yesung. “Y..YA!! Kenapa kau memukulku huh?” pekik Yesung tiba-tiba ketika merasakan Siwon memukul kepalanya, walau pelan.

“Kau sendiri bicara seperti itu, kau aneh pabboya!!”

“Mwo? Aneh?” Siwon mengangguk lalu bangkit dari kursinya, berjalan mendekati pagar pembatas sungai. Ia mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. “Hey jelaskan!! Kenapa kau mengatakan aku aneh hah?” cetus Yesung yang masih tidak terima dengan ucapan Siwon, iapun berdiri dan memposisikan tubuhnya sama dengan Siwon.

“Kau memang aneh kura-kura lambat.” Ujar Siwon tepat didepan wajah Yesung. dan sontak apa yang dilakukan Siwon membuat wajah namja manis itu merona merah, merasakan hembusan nafas Siwon yang menerpa wajahnya “Bwahahahahaha.. kenapa wajahmu merah pabboya!! Bwahahahaha…” Siwon tertawa keras karena sukses membuat wajah Yesung semerah tomat.

Sedangkan Yesung yang memang merasakan panas diwajahnya mulai mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab ucapan Siwon. “A..aku tidak apa-apa.. iya.. wajahku memang selalu merah setiap terkena sinar matahari.” Tuturnya seraya membuang muka kearah sungai. Siwon menengadahkan kepalanya menatap kearah langit.

“Kau memang pabbo, aku kira setelah pulang dari Amerika, kau akan pintar, ternyata sama saja.” Kekeh Siwon terus menerus.

“A…apa maksudmu huh?”

“Lihat!!” Siwon berdiri dibelakang Yesung lalu mengarahkan tangannya untuk mengangkat kepala Yesung keatas, memperlihatkan bagaimana cuaca hari ini. “Ini mendung pabboya.” Bisik Siwon.

Blush.

Lagi-lagi apa yang dilakukan Siwon membuat wajah Yesung memerah, jantungnya berdebar kencang merasakan tangan hangat itu masih bertengger diceruk lehernya. “Si…Siwon….”

“Ne?” Siwon masih belum sadar bahwa apa yang ia lakukan saat ini membuat Yesung terdiam mematung.

“Bi..bisa kau alihkan tanganmu?”

“Ne?” Siwon yang mendengar permintaan Yesung sontak menjauhkan tangannya, ia lantas berdiri disamping Yesung yang entah sejak kapan sudah menundukkan kepalanya. “Hng.. mianhae…Yesung-ah…”

“Ti…tidak apa-apa.”

“Hmm.. sekarang katakan, apa yang ingin kau bicarakan disini? Apa kau ingin mengatakan bahwa kau merindukanku huh?” oh~ Siwon  benar-benar percaya diri. Ia melakukan semua itu untuk mencairkan suasana yang terlihat canggung.

“M-mwo? Aku merindukanmu? Hahahahah.. mungkin kau yang merindukanku.” Siwon terkejut, karena Yesung mulai membalas ucapannya tak kalah percaya diri sepertinya. Senyum Siwon semakin lebar saat tawa Yesung mengeras. “Kau percaya diri sekali Siwon-ah!! Apa selama aku pergi meninggalkanmu, kau juga seperti ini huh? Benar-benar tidak berubah.” Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mulai mengecilkan suara tawanya.

Siwon terdiam dan fokus menatap sosok Yesung yang berdiri disampingnya, menengadahkan kepalanya dengan memejamkan mata rapat-rapat, merasakan hembusan angin yang terasa sedikit dingin. Namja mungil itu mulai menggigil, terlihat dari kedua tangannya yang memeluk rapat tubuhnya walau tubuh itu tengah memakai jaket.

Greb.

Mata Yesung seketika membulat saat tubuh Siwon memeluknya sangat erat, menyalurkan rasa hangat yang dibutuhkan olehnya. ‘Hangat’

Ini adalah rasa hangat yang Yesung butuhkan, rasa hangat yang sudah tidak ia dapatkan dari sosok Kyuhyun. Awalnya ia cukup ragu untuk membalas pelukan Siwon karena ia masih terkejut dengan perlakuan Siwon. Tapi semakin lama ia merasa semakin nyaman berada dipelukan namja tampan itu hingga akhirnya kedua tangannya mulai melingkar untuk membalas pelukan Siwon.

‘Aku merindukanmu.’ Batin Siwon. Uh… kata-kata itu sungguh sangat-amat-sulit dikatakan oleh Siwon, hingga ia hanya mampu berbicara dalam hati. ia semakin mengeratkan pelukannya ketika Yesung mulai menyamankan posisinya, seperti tengah menikmati pelukan yang diberikan Siwon.

“Siwon….” panggil Yesung lirih. ia memejamkan matanya sembari terus mengeratkan pelukannya, ini sungguh hangat dan Yesung sangat menyukai hal ini. ingin rasanya ia terus berada diposisi ini.

“Ne?”

“Hng…Go…mawo…”

“Untuk?”

“Karena kau sudah-“

“Menghangatkanmu.” Sela Siwon seraya tersenyum, ia meletakkan kepalanya untuk bersandar dipuncak kepala Yesung yang memang lebih pendek darinya. Yesung tidak menjawab, ia hanya mengangguk untuk mengiyakan. “Ternyata seekor kura-kura juga bisa merasakan dingin ne?”

Yesung langsung membuka matanya lebar-lebar saat mendengar ucapan Siwon. “M-mwo? Hey!! Aku ini manusia, aku namja, seorang namja yang sangat tampan.” Cetus Yesung dengan memukul dada Siwon. Ia berusaha lepas dari pelukan Siwon tapi ia tidak bisa melakukannya karena pelukan Siwon semakin erat. “Siwon lepaskan!! Kau menyebalkan.”

Siwon tidak menjawab, ia hanya tersenyum karena ia sudah berhasil membuat Yesung kesal. “Hahahahahaha~ ini yang aku rindukan darimu pabboya, seorang Yesung yang selalu marah-marah dan bersikap dingin, bukan seorang Yesung yang melankolis seperti tadi.”

Sreek_

Pletak_

“Appoooo~” Ringis Siwon saat Yesung sudah terlepas dari pelukannya dan memberinya jitakan keras. Sedangkan Yesung mencoba menahan tawanya melihat raut wajah Siwon yang kesakitan. “Kenapa kau menjitakku kura-kura!!”

“YA!! Berhenti memanggilku kura-kura, namaku Yesung.. KIM YESUNG!!” Pekik Yesung tak mau kalah.

“Namamu Kura-kura, kau tak pantas mempunyai nama seindah itu!!”

“Mwo?? Apa maksudmu? Namaku Yesung bukan kura-kura!!”

“Kau-“

“Siwon!!” Siwon yang kala itu akan membalas ucapan Yesung langsung terdiam mendengar suara yang sangat ia kenal. Sontak ia dan Yesung menatap kearah suara itu berasal. Sosok namja berjas mewah tengah berdiri angkuh tidak jauh dari keduanya.

“D…Dad…” Siwon memicingkan matanya, ia sungguh terkejut melihat Yunho berdiri dengan kedua tangannya yang berada disaku celananya. Menatap tidak suka kearah Yesung.

“Jadi ini? ini yang membuat sikapmu berubah drastis?” tanya Yunho dingin.

Dad.. aku-“

“Namja seperti ini yang membuatmu tergila-gila, sama sekali tidak sepadan dengan Kibum.”

Dad cukup!!” sahut Siwon tak kalah dingin. Ia berdiri tegap didepan Yesung bermaksud untuk melindungi ketika melihat sang appa mulai berjalan mendekati mereka.

“Pulang sekarang Siwon!!”

“Tidak dad, aku sudah bukan anak kecil lagi, aku berhak melakukan apa yang aku suka.”

DADDY BILANG PULANG!!” Siwon sedikit memundurkan langkahnya kebelakang. Ini adalah kali pertama ia melihat kemarahan Yunho. Siwon memang sering melihat appanya marah, tapi tidak seperti ini. mata tajam itu menunjukkan kemarahan yang berkali-kali lipat.

Dad-“

“Pulanglah Siwon.” Ujar Yesung lirih, ia mengusap lembut bahu Siwon dan tersenyum hingga namja tampan itu menatapnya.

“Tapi Yesung, aku-“

“Aku tidak apa-apa, cepatlah pulang, jangan buat daddymu marah.”

“Siwon-“

“DIAM DAD!!” Siwon membentak sesaat ia mendengar Yunho memanggilnya lagi.

“YA!! Pabbo!! Jangan berteriak seperti itu!! kau membuat telingaku sakit!!” tutur Yesung dengan mempoutkan bibirnya.

“Hng.. Yesung, mianhae.. aku-“

“Siwon!!” Siwon menggigiti bibirnya ketika suara itu terdengar lagi, ia tidak suka, ia tidak mau ada yang memanggilnya ketika ia berbicara dengan Yesung, sekalipun itu appanya sendiri.

“Baiklah, aku akan pulang, benar tidak apa-apa jika aku meninggalkanmu disini?” tanya Siwon menyakinkan dengan menyentuh kedua bahu Yesung.

“Aku seorang namja Siwon-ah, jadi aku tidak perlu takut pada apapun!! Sudahlah, cepat pergi sebelum aku memukulmu lagi.” Yesung melepas kasar tangan Siwon dari bahunya lalu sedikit mendorong tubuh Siwon untuk segera pergi darinya.

“O..okay, nanti kita bertemu lagi.” Yesung tidak berekspresi, ia hanya mengangguk lalu membuang tatapan kearah lain. Membiarkan Siwon mulai berjalan menghilang dari pandangannya.

Ia menghembuskan nafasnya berat, tersenyum tipis seraya menatap langit kala itu. ini bukanlah yang ia mau, bahkan ia belum sempat mengatakan apa yang ingin ia katakan pada Siwon.

Ia ingin Siwon-nya ada disisinya dan memeluknya seperti tadi… tunggu!! Siwon-NYA?? Sejak kapan ia menganggap Siwon adalah miliknya? Lalu bagaimana dengan statusnya sebagai tunangan Kyuhyun.

“Arrghhh!!” Yesung mengusap kasar wajahnya dan tersenyum tipis. “Benar yang kau katakan Siwon, aku memang kura-kura lambat yang bodoh…..”

Ia mulai berjalan meninggalkan tempat itu dengan merapatkan jaketnya. ‘-Yang mencintai seorang pangeran tampan yang sudah membuat sang kura-kura bodoh merasa nyaman.’

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

PLAK!!

“Argh!!” Siwon menyentuh sudut bibirnya yang baru saja menjadi tempat tamparan kuat tangan sang appa. Ia menatap jengah kearah namja yang ada dihadapannya saat ini. mulai memberanikan diri untuk fokus menatap obsidian tajam sang appa.

“Jadi dia? Sosok namja seperti itu yang kau suka? YANG LEBIH MEMILIH MENINGGALKANMU  BERSAMA ORANG LAIN DEMI KARIRNYA!!”

DAD-”

“KAU SUDAH  GILA CHOI SIWON!!”

“AKU MEMANG GILA DAD!!” Sahut Siwon tak kalah tinggi. Aura mereka berdua sungguh sangat menyeramkan, keduanya sudah sama-sama terbawa emosi dan tidak tahu cara untuk meredamnya.

“Jangan menatap daddy seperti itu Siwon!!” tandas Yunho tanpa mengurangi sikap dinginnya.

“Wae? Dad takut?” kekeh Siwon seraya berseringai. Bisa dikatakan, Siwon memang mempunyai sorot mata yang kelewat tajam bila ia sedang dalam keadaan emosi. “Aku…bebas memilih apa yang aku suka!! Dan sekarang… dad harus tahu!! Aku.. mencintai… dia…”

“SIWON-“

“BUKAN KIBUM ATAUPUN YANG LAINNYA!!” Sahut Siwon sebelum Yunho menyelesaikan kalimatnya. “Dia adalah Yesung.. Kim Yesung, namja yang sangat aku cintai. Dan ingat dad!! Jika aku tahu daddy menyakiti orang yang aku cintai, aku tidak akan tinggal diam.”

“Kau mengancam daddy? Kau berani melakukannya?”

“AKU BERANI!! KARENA AKU TIDAK MAU LAGI KEHILANGAN ORANG YANG AKU CINTAI KARENAMU JUNG YUNHO!!”

PLAK!!

‘Ugh!!’ Siwon memejamkan matanya ketika tangan berat itu kembali menamparnya cukup keras. Tapi bukannya takut, Siwon semakin memberanikan dirinya, membuka matanya dan menatap tajam kearah Yunho. Tidak ia pedulikan walau sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah.

“Jaga ucapanmu Siwon!! Aku Daddymu!!”

“hah!!” Kekeh Siwon sembari menghapus kasar darah yang masih terus merembes disudut bibirnya. “Daddyku sudah meninggal, dan KAU JUGA SUDAH MENGAMBIL NYAWA MOMMYKU!!”

“SIWON-“

“KENAPA KAU HARUS DATANG DIKEHIDUPANKU HAH!! KENAPA MOM HARUS MENIKAH LAGI DENGAN ORANG SEPERTIMU, ORANG YANG SUDAH MEMBUAT MOMMYKU TEWAS!!”

“CUKUP SIWON-“

“APA MAUMU SEBENARNYA JUNG YUNHO??!! KAU MAU MENGAMBIL SEMUA HARTA MOMMYKU? SILAHKAN!! AMBIL SAJA KARENA AKU TIDAK MEMBUTUHKANNYA!!”

BRAAAK!!

Siwon menggebrak meja disisi kirinya hingga membuat meja kayu itu hancur berkeping-keping. Ia lantas berlari keluar dari istana megahnya tersebut tanpa membiarkan Yunho berbicara.

“SIWON!! KAU MAU PERGI KEMANA!! KEMBALI!! YA!!” Jerit Yunho saat Siwon terus saja berlari keluar hingga sosok itu menghilang dibalik pintu. “ARRGHHH!!!” Yunho menghempaskan seluruh perabotan yang ada disekelilingnya, ia mengacak kasar rambutnya frustasi. Tidak.. bukan ini yang ia mau, ia menikah dengan Jaejoong –Eomma Siwon- karena cinta, bukan karena harta atau yang lainnya.

Bugh_

Ia terduduk lemas dengan tanpa sadar, liquid itu mengalir, kenangan-kenangan itu kembali terputar di memorynya, kenangan pahit yang sudah ia coba kubur sedalam-dalamnya. ‘Jae… Aku merindukanmu…’

-ccc-

Mommy!!!” Siwon berlari mengejar sosok namja cantik yang bergegas untuk masuk kedalam mobil. “Mommy!!!”

“Hng?” sosok itu menghentikan langkahnya dan melihat anak semata wayangnya tengah berlari menghampirinya. Siwon yang kala itu masih berusia 8 tahun langsung memeluk kaki jenjang sang Mommy, tidak memperbolehkan namja cantik tersebut pergi darinya. “Kau kenapa chagi?”

Mommy tidak boleh pergi.” Ujar Siwon dengan terus merapatkan pelukannya. Jaejoong –namja cantik itu- tersenyum lalu berjongkok, menyetarakan tingginya dengan Siwon.

Mommy hanya mengantarkan makanan dan berkas-berkas ini ke kantor Daddymu.”

“DIA BUKAN DADDYKU!! DADDYKU SUDAH MATI!!”

“SIWON!!” Tanpa sadar, Jae membentak anaknya dan membuat Siwon langsung sesenggukan karena takut.

“M..mommy..hiks…”

“Ssstt… chagi mianhae, maafkan mommy, mommy tidak bermaksud membentakmu.”

“Hiks….wae mom? Hiks… mom tidak pernah sekalipun membentakku saat daddy masih hidup hiks.. tapi kenapa sekarang…huweeee~~~” tangis Siwon semakin keras dan sontak membuat Jae langsung memeluk tubuh mungil anaknya.

“Chagi mianhae, ssttt!!! Jebal jangan menangis, mommy salah, maafkan mommy.” Siwon masih menangis seraya mengeratkan pelukannya ditubuh Jae. “Siwon berhentilah menangis, mom tidak mau mempunyai anak yang cengeng, kau namja, kau harus kuat!!” Jae melepaskan pelukannya lalu menangkupkan wajah tampan sang anak, mengecup kening anaknya lembut lalu tersenyum. “Kau dengar, mom tidak mau lagi mendengarmu menangis.”

Mommy….”

“Dan Siwon, kau harus paham, daddy Kiho sudah meninggal, dan sekarang daddymu adalah Yunho, kau harus mencintainya sama seperti saat kau mencintai daddy Kiho, kau mengerti.”

“Tapi mom….”

Mom tidak mau mendengar kalimat penolakan, mom sudah menikah dengan Yunho, jadi mulai sekarang kau harus memanggil Yunho dengan sebuat daddy, kau paham Siwon!!” Siwon menunduk tak menjawab ucapan Jae padanya. “Siwon!!” hingga akhirnya ia mengangguk.

Siwon adalah anak dari Choi Kiho dan Jaejoong, tapi 4 tahun yang lalu ketika Siwon berusia 4 tahun, Kiho meninggal karena serangan jantung. Saat itu Jaejoong bertemu lagi dengan mantan kekasihnya ketika ia masih duduk dibangku sekolah bernama Yunho, Jung Yunho.

Yunho tahu jika mantan kekasihnya itu sudah menikah dan memiliki satu orang anak bernama Choi Siwon. Walau mereka adalah ‘mantan’, tapi sejujurnya mereka masih saling mencintai hingga akhirnya Yunho memutuskan untuk melamar Jaejoong, mengajaknya untuk menikah dan merubah marga Jung menjadi marga Choi.

Tapi pernikahan mereka tidak seindah yang orang-orang lihat. Siwon tidak mau sekalipun memanggil Yunho dengan sebutan daddy, entah apa yang membuat Siwon tidak menyukai sosok Yunho, tapi lama setelah Jae memintanya untuk bersikap dewasa dan mulai menerima Yunho sebagai sosok daddynya yang baru, Siwon mulai membuka hatinya, mencoba memanggil Yunho dengan sebutan daddy walau sebenarnya kata-kata itu sangat sulit untuk ia ucapkan.

-ccc-

“Harusnya kau tidak menikah dengannya mom.” Lirih Siwon seraya terus berjalan tanpa tahu arah. Tubuhnya yang hanya berbalut kaos tipis mulai merasakan dingin yang menusuk kedalam. Tapi ia tidak peduli, tidak peduli bahwa tubuhnya semakin lemah. Yang ia rasakan sekarang hanyalah kesakitan.

Ia tidak mau lagi kehilangan orang yang ia cintai. Cukup sekali saja ia merasakan kehilangan sosok eomma yang sangat ia cintai. Siwon terus berpikir bahwa Yunho adalah penyebab kematian Jaejoong. Tidak ia pahami bahwa kematian Jaejoong adalah sebuah kecelakaan, bukan karena Yunho, karena sejujurnya, Yunho juga tidak ingin kehilangan Jaejoong, sosok yang sangat dicintainya.

-ccc-

“Hahahahaha~ daddy berhenti, aku geli~” Siwon bergeliat dipangkuan Jae ketika Yunho menggelitik perutnya. Sedangkan Yunho yang saat itu dalam posisi mengemudi mobil tidak sekalipun memperlambat laju mobilnya.

Jae tertawa dan berusaha untuk melindungi tubuh Siwon, tapi selalu tidak berhasil karena Yunho juga akan langsung menggelitik perutnya. “Yunnie berhenti…hahahahaha…aku geli….”

“Rasakan, ini akibatnya karena kalian tidak mau memberikan poppo kepada daddy.”

Daddy…hahahaha…mianhae….” perjalanan panjang menuju jeju itu dilalui mereka dengan tawa, hingga akhirnya karena terlalu lelah, Siwon mulai terlelap dipelukan Jae.

“Dia sudah tidur?” tanya Yunho melihat sosok Siwon terlelap.

“Ne, dia terlalu lelah Yunnie.” Yunho tersenyum sembari mengusap lembut surai hitam Jaejoong.

“Joongie.”

“Hm?”

“Maaf.” Jae menatap heran kearah suaminya yang fokus mengemudikan mobil.

“Maaf? untuk?”

“Aku tidak bisa memberimu keturunan, tidak bisa memberikan dongsaeng untuk Siwon.” Ujarnya. Jae tersenyum lalu menggeleng pelan, ia paham bahwa Yunho mengalami infertilitas hingga ia tidak bisa memberikan keturunan layaknya saat Jae menikah dengan Kiho, appa kandung Siwon.

“Tak apa Yunnie, lagipula Siwon juga tidak akan memintanya, karena kau tahu kan Siwon itu anak yang bagaimana?”

Yunho mengangguk dengan tersenyum lalu mengusap lembut surai Jae lagi. “Gomawo Joongie, aku benar-benar bangga mempunyai istri sepertimu, saranghae.”

“Nado Yunnie.” Perjalanan yang tadinya mulus itu mulai terasa tidak nyaman tak kala Jae yang terbangun dari tidurnya melihat raut wajah ketakutan didiri Yunho.

“Yunnie, gwaenchanayo?” Yunho menatap horor sosok sang istri.

“Joongie kita harus keluar dari mobil ini, aku tidak bisa memperlambat laju mobil ini, remnya blong.”

Deg!

Mata Jae membulat seketika, kekhawatiran menerpa tubuhnya, ia melihat Siwon masih terus terlelap dipelukannya tanpa tahu apa yang terjadi saat ini.

“Cepat buka pintumu dan melompatnya Joongie.” Pinta Yunho dengan sedikit menepikan mobilnya kearah rerumputan disisi kanan  Jae, ia berpikir jika Jae melompat kererumputan itu, Jae akan selamat.

“Tidak!! Aku tidak akan pergi tanpamu Yunnie.”

“Joongie aku mohon dengarkan aku, kau harus lompat, kau dan Siwon akan selamat.”

“Tidak!!” Jae tetap bersih kukuh, ia tidak akan keluar dari mobil itu tanpa Yunho, namja yang ia cintai.

“Joongie kita tidak punya banyak waktu, aku mohon melompatlah!!”

“Tidak Yunnie, tidak!!” Yunho mengusap kasar wajahnya dengan sebelah tangannya, ia tidak tahu lagi harus bagaimana jika Jae terus bersikap seperti ini. hingga kemudian ia mengarahkan pandangannya sejenak ke jok belakang mobilnya, mengambil jaket tebal untuk menutupi tubuh Siwon. “Berikan Siwon padaku, dengan begini kau akan percaya jika aku juga akan melompat keluar.”

Jae tersenyum karena ia tahu bahwa Yunho juga akan keluar dari mobil sepertinya. Karena tidak mungkin jika Yunho terus berada didalam mobil itu bila ia tengah menggendong sosok Siwon. “Ne, kita keluar sekarang.” Ujar Jae, Yunho mengangguk lalu mulai memposisikan dirinya memeluk erat tubuh Siwon, dan…..

Brak_

BUGH_

“UGH!!!” Yunho lebih dulu melompat keluar dari mobil seraya terus memeluk tubuh Siwon yang mulai terbangun. Ia tidak sadar jika ternyata Jae masih berada didalam mobil.

“YUNNIE!!!!!! WONNIEEEEEE!!!!”

Yunho mendengarnya, suara teriakan Jae dari dalam mobil. Ia dan Siwon yang saat itu sudah keluar dari mobil tersadar jika ternyata Jae masih berada didalam mobil. Hingga akhirnya…

BRUAK!!!

JDAARRRR!!!

Mobil yang ditumpangi Jae menabrak pohon besar hingga terbakar. Yunho dan Siwon masih tidak bereaksi ketika mobil yang tadi mereka tumpangi sudah dilahap oleh api yang sangat besar. “Mom…my…..” Lirih Siwon seraya terus menatap mobil yang terbakar itu.

“Tidak… Tidak!!! JAAAAAAEEEEEEEEE!!!!!”

Jaejoong tewas ditempat kejadian. Dan ternyata ketika Jae mencoba untuk keluar dari mobil, takdir berkehendak lain, Jaejoong tidak bisa melepaskan safety beltnya hingga akhirnya ia tidak bisa keluar dari mobil. kecelakaan tragis itu sontak merebut nyawa Jaejoong.

-ccc-

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

Namja manis itu membuka pintu apartemennya tanpa tenaga, terlihat begitu lemah dengan raut wajah yang menunjukkan kekecewaan.

Cklek_

Setelah menutup kembali pintu itu, ia yang saat itu masih dalam posisi menunduk tidak sekalipun menyapa Kyuhyun yang duduk disofa ruang tamu. Hingga akhirnya Kyuhyun berinisiatif untuk berjalan mendekati namja manis itu.

“Apa kau sudah mengatakan kepadanya?” tanya Kyuhyun ketika ia sudah berdiri disamping Yesung. tapi tidak ada jawaban dari bibir mungil itu. “Baby-“

“Sudah.” Sahut Yesung tanpa menatap kearah Kyuhyun.

“Kau sudah mengatakannya pada Siwon?” Kyuhyun mencoba menyakinkan karena ia tahu Yesung tidak menatap caramelnya. “Baby-“

“Aku lelah Kyu, aku ingin istirahat.” Selanya lagi. tanpa menunggu Kyuhyun menjawab, Yesung sudah lebih dulu berjalan masuk kedalam kamarnya, membiarkan Kyuhyun terheran karena sikapnya.

Kyuhyun tahu jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh Yesung, namun untuk sementara ini ia memutuskan untuk membiarkan tunangannya tersebut menyendiri.

Sedangkan Yesung mulai duduk diranjangnya, mengambil handphone disaku celananya dan mulai melihat isi galery yang ia sembunyikan didalam file-file handphone itu. bibir kissable itu memperlihatkan senyumnya tak kala ia melihat sebuah foto yang ada di dalam handphonenya, sebuah foto yang sudah lama ia sembunyikan dari Kyuhyun. Foto yang ia ambil lama sebelum ia memutuskan untuk berangkat ke Amerika.

.

Ia sampai, sampai disuatu tempat yang tidak ia duga. Sebuah pintu yang tadi sempat ia singgahi. Obsidian itu sedikit terpejam karena terlalu lelah, tubuhnya mulai terasa panas dan iapun merasakan tak lama lagi ia tidak akan kuat menopang berat tubuhnya.

Tangan kekar itu terulur untuk menekan bel yang ada didekatnya.

Ting… Tong…

Cukup lama ia menunggu didepan pintu, iapun masih terus menekan bel tersebut hingga tak lama kemudian pintu itu terbuka, menampilkan sosok namja berwajah putih pucat yang menatap benci kearahnya.

“Untuk apa kau kesini lagi huh?” tanya namja itu lirih, tidak ingin jika ada orang lain yang mendengarnya.

“K…Kyu…boleh…kah a…aku bertemu dengan…Ye…sung?” pintanya. Ia mencoba meraih tangan namja yang ada dihadapannya kini, tapi dengan kasar namja tersebut menepisnya.

“Jangan sentuh aku Siwon!! Cepat pergi darisini atau aku akan menghajarmu!!” tuturnya dingin. Ia sedikit heran melihat sikap Siwon yang tidak seperti tadi, apalagi wajah namja tampan itu terlihat pucat dengan bekas darah yang masih menempel disudut bibir tipisnya.

“Kyu, a…aku hanya ingin-“

“Aku tidak akan pernah memperbolehkanmu bertemu lagi dengan Yesung, kau mengerti!!”

BUGH!!

“Ungh!!” tubuh Siwon tersungkur kebelakang ketika Kyuhyun mendorong keras tubuh kekar yang sudah tidak berdaya itu. Kyuhyun berseringai sebelum akhirnya menutup pintu apartemen itu kembali.

.

‘Aku tidak akan mengijinkanmu bertemu dengan tunanganku, Siwon!!’ batin Kyuhyun sembari bersandar dibelakang pintu.

“Kyu.” Kyuhyun terkejut saat suara lembut itu terdengar, ia melihat Yesung keluar dari kamarnya.

Baby.” Ia berjalan mendekati Yesung dan mengajak namja manis itu duduk disofa ruang TV.

“Aku tadi seperti mendengar suara Siwon.” Ujar Yesung seraya mengernyitkan dahinya heran, ia mendengarnya, entah kenapa saat ia berada didalam kamarnya, sepintas ia mendengar suara Siwon.

“Tidak, tidak ada Siwon, itu hanya halusinasimu saja baby, sudahlah tidak usah dipikirkan.” Kyuhyun mulai khawatir, bagaimana jika Yesung tahu jika ternyata ia tadi bertemu dengan Siwon didepan pintu apartemennya. “A..ayo kita istirahat dikamar baby, kau lelah kan? Aku juga lelah.” Tandasnya lalu tanpa menunggu lama, ia menarik tangan Yesung untuk masuk kedalam kamar, berjaga-jaga agar Yesung tidak keluar untuk sementara waktu.

Yesung memiringkan kepalanya, ia sedikit bingung dan merasa ada sedikit keganjalan diraut wajah Kyuhyun, tapi toh ia harus mempercayai ucapan tunangannya sendiri bukan? mau tidak mau Yesungpun mengikuti kemauan Kyuhyun. Masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Tidak tahu menahu jika ternyata Siwon masih duduk didepan pintu apartemen mereka.

Meringkuk dengan tubuh yang bergetar hebat.

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

Yesung tengah berkutik didapur untuk mempersiapkan makan malamnya, ini masih pukul 4 sore dan ia sudah sibuk dengan masakannya. Ia membiarkan Kyuhyun masih terlelap dikamar. “Hng?” dahi namja manis itu mengernyit melihat ada beberapa bahan makanan yang sudah habis dilemari.

Ia berpikir sejenak, menyiasati makanan yang akan ia buat, lama sekali ia berpikir hingga tidak ada ide lagi untuk menyiasatinya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya kuat-kuat lalu mengusap kasar rambutnya. “Aku harus membelinya di supermarket.”

Tanpa pikir panjang, Yesung meraih coat yang tergeletak dikursi meja makan, coat milik Kyuhyun yang pastinya sedikit terlalu besar jika ia pakai. Ia tersenyum melihat penampilannya, terlihat tenggelam bila memakai coat milik tunangannya tersebut. Tapi ia tidak memperdulikannya, buru-buru ia membuka pintu apartemen itu dan keluar secara perlahan.

Namun…..

Yesung membelalakkan matanya lebar ketika ia melihat sosok seorang namja yang sangat ia kenal tengah meringkuk disamping pintu apartemennya. Jantungnya mulai berdetak sangat cepat, ia mengenalnya… ya… Yesung sangat tahu siapa namja itu walau ia melihat namja tersebut tengah menenggelamkan kepalanya di sela-sela kaki yang ditekuk.

Dengan tangan yang bergetar hebat, Yesung mulai mengulurkannya dan menyentuh bahu namja tersebut. “Hey….Si-“

Brukk..

“Eh!!” saat tubuh yang disentuh Yesung itu hampir tergeletak dilantai, dengan cepat Yesung meraihnya dan memeluknya sangat erat. Benar saja.. itu adalah Siwon, sosok yang tengah tidak sadarkan diri didalam pelukannya itu adalah Siwon. “Siwon!! Siwon bangun!! Pabboya ayo bangun!!!” Yesung menepuk-nepuk pipi Siwon, mencoba untuk menyadarkan namja tampan itu, tapi ia tidak melihat satu pergerakan dari Siwon.

“KYUHYUN-AH!!! KYU!!” Jerit Yesung mulai ketakutan. Ia takut, sungguh ia sangat takut ketika melihat Siwon seperti ini, bahkan ia melihat ada bekas darah disudut bibir tipis itu. “Siwon bangun, kau kenapa?” Yesung mencari-cari seseorang yang mungkin akan membantunya, tapi ternyata sore itu lorong apartemennya tampak sangat sepi, hingga mau tidak mau ia harus berteriak untuk memanggil Kyuhyun. “KYUHYUN-AH!!! KYUUUU!!!”

.

Namja tampan dengan surai hazzel itu tampak duduk tenang didepan ruang TV, ia tengah memainkan beda hitam itu dengan cukup kasar. ini bukanlah kebiasaannya, ia tidak pernah memainkan PSPnya dengan kasar seperti itu, tapi sepertinya ia memang tengah melampiaskan kekesalannya pada PSP nya.

kesal karena apa? ah~ sepertinya kita sudah bisa menduga apa sebabnya bukan?

Cklek_

“Kyu…” pintu kamar itu terbuka bersamaan dengan terdengarnya suara lembut yang sangat disukainya, tapi Kyuhyun seakan berpura-pura tidak mendengarnya, ia semakin kasar memainkan PSP itu. “Kyunnie….” suara Yesung melembut dan Kyuhyun tahu maksud dari suara itu, namun ia masih tidak bereaksi.

Sungguh apa yang dirasakan hatinya sekarang seakan memintanya untuk tetap diam dan tidak merespon sosok tersebut. “Kyu… persediaan obat di kotak obat habis, kita butuh obat penurun panas, Siwon demam tinggi.” Ujar Yesung dengan mendekati Kyuhyun.

“Lalu? Kau kira aku peduli dengannya?” tanya Kyuhyun dingin tanpa menatap kearah Yesung. Yesung paham Kyuhyun tengah cemburu hingga ia bersikap seperti ini, namun saat ini Yesung tidak ingin membuat masalah semakin rumit, Siwon harus sembuh terlebih dahulu, itulah yang ada dipikirannya.

“Baiklah, aku akan keluar sebentar, membeli obat untuk Siwon.” Tandas Yesung dengan berjalan mendekati pintu keluar, memutuskan untuk pergi sendiri tanpa didampingi Kyuhyun.

“Berhenti!!” langkah Yesung terhenti seketika. Ia masih berdiri membelakangi Kyuhyun, namun ia mendengar bahwa Kyuhyun tengah berjalan mendekatinya. “Kenapa kau begitu peduli padanya?”

“Kyu, aku-“

“Katakan hyung, kau masih mencintainya?”

“Kyu, dengarkan aku, ini-“

“Kenapa kau tidak menelpon orangtuanya saja dan katakan jika mereka harus menjemput Siwon.”

“Kau…..” Yesung tidak bisa berkata-kata lagi, Kyuhyun benar-benar egois? atau Yesung yang terlalu egois? Namja manis itu tersenyum miris seraya menggelengkan kepalanya pelan. “Kau itu kenapa Kyu? Cemburumu terlalu berlebihan.”

“Apa? Berlebihan? Cemburuku terlalu berlebihan? KAU YANG TIDAK MENGERTI PERASAANKU HYUNG!!” Suara Kyuhyun meninggi dan tanpa menunggu Yesung tersadar dari keterkejutannya, Kyuhyun memilih untuk keluar dari apartemen itu, membanting pintu dengan sangat keras.

BLAM!!

Yesung memejamkan matanya kuat-kuat, kali ini ia merasakan sakit, ini terlalu menyakitkan baginya, Kyuhyun pergi secara tiba-tiba dan Yesung tahu ia adalah penyebab utamanya, tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Siwon dalam keadaan seperti ini. Lalu mana yang harus Yesung pilih?

Tunangannya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya? Atau namja yang ia cintai yang sekarang tengah terbaring lemah diranjang kamarnya? Yesung bingung, sangat bingung. ‘Kumohon, jangan membuatku seperti ini, kalian membuatku…..sakit…..’

Semuanya merasakan sakit, Yesung merasakan sakit karena posisinya sekarang adalah ia harus memilih satu diantara dua pilihan. Tapi ia juga tidak sepenuhnya merasa sakit, karena Kyuhyun dan Siwon lebih merasakan sakit, sakit karena nantinya salah satu diantara mereka harus rela melepaskan orang yang mereka cintai, entah itu Siwon….. atau Kyuhyun….

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

Yesung duduk dibalkon apartemennya dengan memandang kearah langit malam itu. ini sudah hampir menunjukkan pukul 12 tengah malam, namun sampai saat ini Kyuhyun belum juga menampakkan sosoknya, bahkan panggilan ataupun pesan dari Yesung tidak direspon sama sekali.

Sedangkan Siwon masih terlelap diatas ranjang setelah meminum sebutir obat yang tadi sempat Yesung beli ditoko obat tidak jauh dari apartemennya. Yesung menunggu, menunggu kedatangan Kyuhyun yang seakan tengah mempermainkan hatinya, tidak bisa dipungkiri jika Yesung juga merasa khawatir jika Kyuhyun bersikap seperti ini padanya.

Terbesit saat tadi Yesung melihat kesakitan di caramel Kyuhyun, namun ia malah tidak melakukan apa-apa dan membiarkan Kyuhyun pergi begitu saja. Ia menghembuskan nafas panjang lalu memutuskan pergi dari balkon, masuk kedalam kamarnya untuk melihat keadaan Siwon.

Namja tampan itu masih belum membuka matanya, namun Yesung bisa melihat bahwa keadaan Siwon sudah lebih baik daripada tadi. Ia tidak tahu apa yang membuat Siwon seperti ini, tapi yang lebih membuat Yesung terkejut, kenapa Siwon duduk didepan apartemen dalam keadaan seperti itu dan parahnya lagi, ia tidak mencoba untuk meminta masuk?

Yesung benar-benar tak habis pikir, apa Siwon melakukan semua itu karena ia tahu di apartemen ini juga ada Kyuhyun? Tidak… tidak mungkin. Yesung menggelengkan kepala pelan. Ia mengulurkan tangannya untuk mengusap lembut surai hitam namja tampan itu, lalu ia mulai mendekatkan bibirnya, mengecup kening Siwon. Tidak tahu kenapa, cukup lama ia mengecup kening itu, ia merasa Siwon seperti sebuah magnet yang terus membuatnya ingin dekat dengan namja tersebut.

Namun lagi-lagi ketika terlintas bayangan Kyuhyun dipikirannya, dengan cepat Yesung menjauhkan bibirnya. Ia tidak bisa terus seperti ini, Kyuhyun tunangannya, tidak seharusnya ia bersikap seperti ini, ini salah… ya… apa yang Yesung lakukan adalah salah.

BRAK!!

Yesung terkejut saat mendengar suara pintu yang terbuka keras, buru-buru ia berlari keluar dari kamar itu dan matanya membulat ketika melihat Kyuhyun berjalan gontai menuju kearahnya.

Wajah tunangannya tersebut memerah, dan tanpa bicarapun, Yesung bisa merasakan aroma alkohol yang terasa kuat. Kyuhyun….mabuk.

“Kyu, kau darimana?” tanya Yesung lembut tanpa berjalan mendekati, ia masih berdiri didepan pintu kamarnya yang sudah tertutup. Namun Kyuhyun tidak menjawab, namja tampan itu terus berjalan mendekati Yesung dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.

“K..kyu kau kenapa?” Yesung mulai takut, walau ia mencoba untuk melangkah mundur, namun kakinya terhalang oleh pintu yang tertutup. “Kyu-“

Greb!

“Ehmp!!” mata Yesung membulat, Kyuhyun menarik tubuhnya lalu melumat kasar bibir tipis itu. Yesung merasa kesakitan, Kyuhyun melakukannya dengan emosi yang meluap-luap, bahkan tak ayal, bibir tipis itu digigitnya cukup kuat hingga Yesung mengerang kesakitan. “Uhng…Kyu…ehmp!!”

Kyuhyun mendengarnya, ia melihat Yesung kesakitan, tapi ia tidak sedikitpun melepaskan pagutan bibirnya. “Kyu…ehmp!!!” Yesung memberontak, ia mencoba mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh darinya. “Kyu…lepas…ugh!!”

“Kau tahu hyung…” Kyuhyun mulai berbicara setelah Yesung benar-benar berhasil membuat tubuh Kyuhyun terdorong kebelakang, tapi kedua tangan namja berwajah putih pucat itu malah mencengkram kuat bahu Yesung.

“Kyu…sakit….”

“KAU TAHU AKU SANGAT MEMBENCI NAMJA ITU!! DIA BERUSAHA MEREBUTMU DARIKU!! TAHUKAH KAU JIKA AKU TIDAK MAU SAMPAI ITU TERJADI HAH!!” Bentaknya tepat didepan wajah Yesung.

“Kyu….”

“KAU TAHU APA YANG MEMBUATKU SEPERTI INI HUH?”

“Kyu… kau..ugh…sakit….” Yesung sedikit memejamkan matanya saat Kyuhyun semakin kuat mencengkram kedua bahunya. “Kyu….”

Bruk…

“Akh!!” Kyuhyun mendorong tubuh Yesung ke sofa lalu menindihnya. “Kyu…lepaskan!! akh!!” Kyuhyun tidak bisa mengontrol pikirannya, ia mengecup bibir Yesung kasar, bahkan ciumannya semakin tidak terkendali. “Kyu…apa yang kau lakukan!! Cepat lepaskan aku!!!”

Sesungguhnya Kyuhyun mendengar apa yang dipinta oleh Yesung, namun kali ini ia membiarkan pikirannya dikuasai oleh iblis, iblis yang sangat jahat. Ia merobek kaos yang dikenakan Yesung lalu mengecupinya tanpa tahu jika apa yang ia lakukan sudah membuat Yesung terisak.

“Kyu..hentikan…aku mohon….” Yesung lelah, ia sudah mulai lelah karena Kyuhyun tidak mendengarkan keinginannya, bahkan Kyuhyun seperti tengah menyiksanya. “Kyu….”

Yesung menatap langit-langit kamarnya dan membiarkan semuanya berjalan seperti itu, membiarkan Kyuhyun mengecupi tubuhnya hingga ia merasakan ciuman Kyuhyun semakin kearah ‘miliknya’. Yesung hanya bisa terdiam dengan liquid yang mengalir terus menerus dikedua sudut matanya.

Bukan ini yang ia inginkan, ia sudah meminta kepada Kyuhyun untuk tidak melakukannya, namun sekarang? Telinga Kyuhyun seperti tengah tertutup rapat hingga tidak mendengar jeritan Yesung. “Kyu….”

SREEK!!

BUGH!!

PYAARR!!

Yesung tersadar ketika ia mendengar suara benturan yang cukup keras. Ia melihat Kyuhyun sudah terlempar kelantai sesaat setelah menghantam meja kaca disisi sofa. Yesung melihat ada banyak darah yang keluar dari tubuh dan kepala Kyuhyun. Dan yang lebih membuat Yesung terkejut, Siwon… Siwon berdiri tidak jauh darinya, jadi.. yang melakukan semua ini?

“Siwon…” ujar Yesung tidak percaya, tangan namja tampan itu terkepal erat. Yesung melihat kemarahan diwajah tampan itu.

“Pengecut!!” cetusnya dingin. Sedangkan Kyuhyun terlihat tengah terkekeh lalu bangkit untuk menyetarakan tingginya dengan Siwon, membiarkan darah terus mengalir diwajah dan tubuhnya.

“Lalu? Kau tidak suka? Dia tunanganku!! Calon istriku!!”

Deg!

Berganti Siwon yang merasa terkejut, obsidian itu terbuka lebar mendengar penuturan Kyuhyun. Tunangan? Calon istri? Apa maksud dari ucapan Kyuhyun? Semakin eratlah kepalan tangan Siwon yang bisa sewaktu-waktu membuat lawannya jatuh tak berdaya.

“Kyu!!”

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu eh? Kau tidak suka?” tantang Kyuhyun seraya mengusap kasar darah yang mengalir disudut bibirnya. Yesung mulai bangkit, ia tidak bisa terus berdiam diri.

“Cukup!! CUKUP!!” Seru Yesung dengan berdiri diantara Kyuhyun dan Siwon.

“Aku tidak suka kau menyakiti Yesung!!” Siwon menatap tajam iris caramel milik Kyuhyun yang terus memandangnya remeh.

“Siwon cukup!!”

“Aku menyakiti Yesung? harusnya kau sadar diri Choi Siwon!! Kau tidak seharusnya mengganggu hubunganku dan Yesung. oh…. aku tahu, kau sangat mencintai YesungKU bukan? Tapi kau tidak berani mengatakannya secara langsung, begitu? Dasar pengecut!!”

“Kau-“

“Kyuhyun-ah cukup!! CUKUP!! BISAKAH KALIAN DIAM!!” nafas Yesung memburu, apa yang dilakukan Kyuhyun dan Siwon selalu membuat pikirannya kacau, bahkan ia juga merasakan sakit didadanya. Tidak bisakah semua ini selesai secepatnya? Jujur ia tidak ingin melukai mereka, namun kenyataan sekarang adalah ia sudah melukai kedua-duanya.

“Kau akan menikah dengannya? Betulkah itu?” tanya Siwon sembari menyentuh bahu Yesung.

“Kau tidak perlu bertanya, karena-“

“DIAM!! AKU BERTANYA PADA YESUNG!!” Bentak Siwon sebelum Kyuhyun menyelesaikan ucapannya. Kyuhyun berseringai lalu melipat kedua tangannya didepan dada.

“Jawab baby, katakan beberapa minggu lagi kita akan menikah.”

“Yesung lihat aku!! Apa benar yang dia katakan!!” kali ini Siwon menarik dagu Yesung, memaksa onix namja manis itu menatap fokus obsidiannya. “Jawab aku!! Apa benar kau dan-“

“Iya, jawabannya iya Siwon, aku akan menikah dengan Kyuhyun.”

Jleb.

Siwon merasakan tubuhnya melemas, matanya memanas dan hatinya sangat sakit.  Ia menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum. Ingin rasanya ia tidak percaya pada ucapan Yesung, namun ia tahu bahwa kali ini Yesung tidak berbohong, onix itu menunjukkan bahwa apa yang dikatakan Yesung adalah benar. Yesung akan menikah dengan Kyuhyun.

“Kau…”

“Cepatlah pergi, kau benar-benar menganggu kami!!” Sela Kyuhyun seraya mencoba menarik tubuh Yesung untuk menjauh dari Siwon.

“Satu hal yang ingin aku tanyakan padamu Yesung.” pinta Siwon tanpa peduli dengan ucapan Kyuhyun sebelumnya. Ia menganggap bahwa yang ada diruangan itu hanyalah dirinya dan Yesung.

“Hey, apa kau tuli!! Aku bilang cepat pergi darisini!!”

“Apa kau mencintaiku…. Kim Yesung?”

Deg!

Yesung yang awalnya menunduk, kini mulai menatap intens wajah Siwon. wajah itu, obsidian Siwon.. kenapa Yesung tiba-tiba membenci tatapan Siwon saat ini? Jika ia terus menatap obsidian itu, tak bisa dipungkiri jika dihatinya merasa seperti tercabik-cabik. Ini sangat sulit.. sungguh ini sangat sulit.

Lidahnya keluh untuk sedikitnya berbicara satu kalimat, ia hanya mampu terus menatap obsidian itu. “Jawab aku, apa kau mencintaiku? Atau malah… kau membenciku karena aku sudah melukai dia?”

BUGH!!

“Akh!!”

“SIWON-AH!!”

“Itulah jawaban Yesung!!”

“Kyu apa yang kau lakukan!!” Yesung berlari menghampiri Siwon yang terlempar kebelakang karena pukulan keras dari Kyuhyun. Tapi tiba-tiba lengannya ditahan oleh Kyuhyun. “Kyu lepaskan, kau melukainya!!”

Kyuhyun tidak menjawab. Tapi ia melihat Siwon tersenyum dengan mengusap darah disudut bibirnya. “Aku mengerti… aku sudah mengerti.” Ujarnya lirih.

“Siwon, dengarkan aku dulu, aku-“

“Aku tidak akan menganggu kalian lagi.”

“Siwon-“

“Baguslah, karena aku semakin berpikir untuk mempercepat pernikahanku dengan Yesung.”

“Kyuhyun-ah cukup!!” Yesung menghentak-hentakkan kasar tangan Kyuhyun yang masih saja menggenggam erat lengannya. Ia semakin kasar memberontak ketika melihat Siwon mulai berjalan keluar dari apartemen itu.

“Siwon aku mohon berhenti!!”

Siwon mendengarnya, namun bukan itu yang diminta oleh Siwon, ia hanya ingin Yesung mengatakan jika dirinya mencintai Siwon, tapi sampai saat ini ia tidak mendengarnya, bahkan ketika ia sudah benar-benar keluar dari apartemen itu, Yesung tidak mengucapkannya sama sekali.

Ia sudah menyakinkan hatinya jika ternyata Yesung tidak mencintainya, itulah jawabannya.

‘Aku… mencintaimu… Siwon…’ batin Yesung sembari menundukkan kepalanya.

Baby-“

“LEPASKAN AKU!!” Entah mendapat kekuatan darimana, Yesung mendorong tubuh Kyuhyun kebelakang, lalu ia berlari masuk kedalam kamarnya.

BLAM!!

Meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum miris menatap pintu yang tertutup itu. ia tahu, ia sangat tahu jika ternyata Yesung-NYA sangat mencintai Siwon.

.

~~Seeking_Our_Love~~

.

“Aw.. hae-ah, pelanlah sedikit, sakit!!” eluh Siwon ketika Donghae tengah mengompres sudut bibirnya yang hari ini sudah mendapat 2 pukulan dari 2 orang yang berbeda.

“Siapa yang melakukannya huh? Dan kenapa kau tidak melawan? Kau benar-benar bodoh, untung saja aku mendengar suaramu diluar, jika tidak? Kau akan terus berada disana sampai pagi.” Tutur Donghae seraya terus mengobati luka sahabatnya tersebut.

Siwon memilih untuk diam karena ia tahu apa yang akan dilakukan Donghae jika ia tahu yang sebenarnya. Namja berjuluk fishy itu akan terus menceramahinya siang dan malam, dan Siwon sedang tidak ingin mendengarkan ceramah orang lain.

“Hae, sementara waktu, bolehkan aku menginap diapartemenmu ini?”

“Mwo? Apa jangan-jangan kau bertengkar lagi dengan daddymu?” Siwon mengangkat kedua bahunya lalu bersandar pada sandaran sofa. Sedangkan Donghae meletakkan kembali handuk serta kotak obat itu ketempat asalnya. “Ne, menginaplah selama kau mau, lagipula masih ada kamar kosong.”

“Gomawo Hae.”

“Istirahatlah, aku juga ingin melanjutkan tidurku.” Siwon mengangguk sembari berjalan masuk kedalam kamar yang dimaksud Donghae, dilanjutkan dengan Donghae yang juga masuk kedalam kamarnya.

Ia merebahkan tubuhnya diranjang, mencoba untuk menutup mata, bermaksud untuk tidur? Tidak. Siwon tidak bisa tidur, ia hanya ingin merefresh otaknya, mengembalikan pikirannya seperti semula. Namun apa yang ia lakukan sia-sia, karena semakin ia mencoba untuk melupakan kejadian tadi, bayangan Yesung selalu muncul dibenaknya.

“Satu hal yang ingin aku tanyakan padamu Yesung. Apa kau mencintaiku…. Kim Yesung?”

“Jawab aku, apa kau mencintaiku? Atau malah… kau membenciku karena aku sudah melukai dia?”

 “Itulah jawaban Yesung!!”

Siwon terkekeh miris. Harusnya sejak awal ia tahu bagaimana hubungan Yesung dan Kyuhyun. Bukankah ia pernah melihat Kyuhyun memeluk hingga mengecup pipi Yesung didepan semua fans mereka? Didepan semua orang? Didepannya secara tidak langsung?

Kenapa tidak terpikir olehnya jika pertanyaannya tadi adalah hal konyol. Yesung tidak mungkin mencintainya karena Kyuhyun lebih berharga dibanding dirinya. Kalaupun saat ini ia memilih untuk mati, Yesung juga tidak akan ambil pusing. Sungguh Siwon merasa seperti orang bodoh, sangat bodoh.

“Aku… harus mulai berhenti mencintaimu…” ujarnya lirih. Semakin ia mencintainya Yesung, semakin ia merasakan luka dihatinya. Tapi apakah bisa ia berhenti mencintai Yesung? sosok yang sangat berarti dikehidupannya?

.

Siwon memilih untuk berhenti mencintai Yesung karena mengira Yesung tidak mencintainya… bagaimana kisah mereka akan berlanjut? Akankah Kyuhyun tetap bersikeras membuat Yesung menjadi pasangan hidupnya? Atau malah ia melakukan sesuatu untuk tidak menyakiti hati orang yang dicintainya itu?

.

TO BE CONTINUED

.

salaaaaaaaaaaaah~~ mian mian >_< chapter depan belum end….

mianhae lama banget nih updatenya hohoho~

Adakah yg masih mau nunggu? Kkk~ kemungkinan FF ini akan berakhir di Chapter 9 ^^ kebanyakan ya? *reader:iyaaaa, *me: -_-” *sigh*

hahaha yang masih mau baca silahkan, yang tidak ya silahkan ^^

Leave a comment ne ^^ gomawo… #hugs

83 comments on “Seeking Our Love – Chapter 6

  1. Yak !!? Knpa sie Kyupil egois beud sich, udah tau Encung cinta sma Choi tpi msik tetep ajah di prthanin. *pout kcian Encung khan jdi.x. . .

    Tpi, buahahaha. . . Choi mendrita disni nae sneng *dicekekSiwonest pwese. . . Tpi kciant jga si Choi hrus trsiksa krna cinta.x bel0n lg sma pers0alan keluarga.x

    huft nae bca waktu Boo kcelakaan jdi merinding, enggk kbyang beud. Pzti serem,, Choi yg wktu ntu msik 8 thn pzti trpukul beud tuch . . .

  2. arrrrggggg… yesung knp sih susah bgt buat ngmong ‘cinta’ ama siwon *cubit pipi ye*

    si kyu jg ngeyel bgt sih, udh tau yewon itu saling cinta msh aja kekeuh. aish~

    galau tingkat akut >.<

  3. yesung msih cinta sma siwon, iya kan? aku ga salah kan? *ngotot

    kyu jhat bngt huee
    siwon kasian kaan *prihatin* #pukpuk

    go yesung go yesung go!!! *apaseh*
    ayo donk konsisten, undi ke mau plih sapa #jduakh
    jangn galau, aku jd ikut galawww ><

    next next xD

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s