Fall Too Deep – Chapter 7

Chap 7.

Main Cast : Kyuhyun, Yesung and Other cast

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Hurt/Comfort, Romance, fluff, Fantasy

Rate : T – M

Summary : Hubungan Kyuhyun dan Yesung sedang diambang kehancuran, apakah mereka benar-benar akan berpisah?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, NC, OOC.

Nb : FF lanjutan dari Serenade of the Endless Love. Jika ada yang belum paham boleh membaca FF sebelum ini terlebih dahulu ^^. Gomawo and hope you like guys. #kisseu

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

Previous Story Chapter 6 | Next Story Chapter 8

.

fall7

.

Maaf… karena aku, semua menjadi semakin rumit.. aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.

.

Sungmin.. Sooman.. tanpa diketahui siapapun, mereka adalah keluarga, Sooman adalah paman dari Sungmin. Dan sampai saat ini tidak ada yang mengetahuinya, begitupula Kyuhyun dan Yesung.

Yang membuat Sooman bersikap seperti ini adalah keterpurukan Sungmin beberapa bulan yang lalu ketika mendengar bahwa keponakan kesayangannya itu hampir saja bunuh diri karena dicampakkan oleh Kyuhyun.

Sooman tidak terima, ia berjanji kepada Sungmin untuk membantunya mengambil lagi sosok yang dicintai keponakannya tersebut. Melakukan segala cara agar Sungmin kembali menemukan kebahagiaannya, dan menghancurkan kebahagiaan Yesung dan Kyuhyun.

Diam-diam, Sungmin sangat membenci Yesung, ia tidak mau jika orang yang dicintainya bersama orang lain, ia ingin membalas dendam atas rasa sakit yang ia rasakan dulu. Menghancurkan Yesung adalah bagian dari rencananya.

Dan rencananya semakin lancar ketika mendengar sendiri perkatakan jika  Yesung membenci Kyuhyun.

“Aku tidak sabar menunggu hari itu datang…”

.

Cloudhy3424_Present

Fall Too Deep chapter 7

Happy Reading

.

Yesung hanya diam, kedua tangannya mencengkram kuat sprei yang ada dibawahnya. Ia membiarkan Kyuhyun dengan emosinya melepas satu persatu pakaiannya secara kasar, menyobek, lalu melumat kasar bibir tipis itu hingga terlihat membengkak.

Jujur saja, Yesung juga sama hancurnya seperti Kyuhyun, ia ingin sekali menghentikan semua ini, ia ingin sekali memeluk erat tubuh Kyuhyun, tapi perasaan marah yang masih mencuat dihatinya membuat Yesung tidak bisa berbuat apa-apa.

‘Akh…’ Yesung memejamkan matanya, menggigit kuat bibir bagian bawahnya, mendesah dalam hati ketika Kyuhyun mengisap kuat leher hingga mulai turun secara perlahan.

CKLEK_

Tapi tiba-tiba pintu kamar itu terbuka. Menampilkan sosok tampan dengan tubuh kekarnya menatap terkejut apa yang ada didepannya, lebih tepatnya dua orang namja yang berada diatas ranjang.

.

“Aish… sial, aku terlambat 10 menit.” Umpat namja tampan yang mengenakan kacamata hitam dengan terus melangkah cepat dilorong panjang sebuah apartemen.

“Semoga Yesung tidak marah.” Ia menarik nafas panjang dengan tangannya yang mulai bergerak untuk memencet bel yang ada disamping pintu kamar apartemen itu.

Tapi ketika ekor matanya melihat bahwa pintu itu tidak tertutup sempurna, iapun mengurungkan niatnya dan memilih untuk segera masuk kedalam.

Matanya mengedar keseluruh ruangan apartemen itu, langkahnya terhenti ketika mendengar suara aneh disebuah kamar tidak jauh dari tempatnya berdiri. Perlahan ia mengarah kearah pintu itu, mengulurkan tangannya meraih knop pintu dan mendorongnya kebelakang.

CKLEK_

Pintu itu terbuka, seketika matanya membulat melihat kejadian yang ada didepannya. Yesung tengah berebah diatas ranjang dengan tubuhnya yang sudah dalam keadaan naked, terdiam tanpa melakukan apapun, kecuali raut wajahnya yang terlihat kesakitan dengan mata tertutup.

Sedangkan diatasnya, Kyuhyun yang tengah shirtless menindih tubuh mungil Yesung dan dengan kasar mengecup seluruh tubuh indah itu. matanya nyalang, tangan kekarnya terkepal sempurna.

“YA!!! HENTIKAN!!” Pekiknya, ia berlari menghampiri, menarik tubuh Kyuhyun agar turun dari ranjang dan berhenti melakukan sesuatu yang menurutnya kasar kepada Yesung.

BUGH!!

Kangin melayangkan pukulan keras kearah wajah Kyuhyun hingga namja yang sudah tidak memakai kaosnya itu terpelanting dengan pelipisnya yang membentur kedinding cukup keras.

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA YESUNG HAH!!”

Kyuhyun menghapus darah yang keluar dari bibirnya, juga mengabaikan darah yang mengucur dari pelipisnya.

Yesung? namja manis itu masih tetap diam seolah-olah ia kehilangan jiwanya. Hanya mendengar lagi-lagi Kyuhyun mendapat pukulan dari Kangin.

BUGH!!

“Akh…”

Yesung mendengarnya, Kyuhyun merintih kesakitan.

BUGH!!

“Ugh… Ba…by…”

Kyuhyun memanggilnya, suaranya terdengar serak, bau anyir pun menyeruak diruangan itu. tanpa Yesung tahu, tubuh Kyuhyun sudah merasa sangat hancur, hampir seluruh wajah tampan namja bermarga Cho itu tertutupi darah.

Kangin melakukannya karena ia terlalu emosi, ia tidak terima jika Kyuhyun melakukan tindakan yang menurutnya sangat melecehkan, yang ia tahu Kyuhyun dan Yesung tidak mempunyai hubungan apa-apa, ia tidak tahu jika pada kenyataannya mereka adalah sepasang suami istri.

Wajar bukan jika Kangin sekarang menghajar Kyuhyun yang menurutnya sudah melecehkan harga diri Yesung?

BUGH!!

BRAK!!

“Akh…” tubuh Kyuhyun kembali terpelanting kearah lemari hingga pintu lemari itu hancur. Tubuhnya yang sudah tidak berdaya membentur lantai kamar, matanya mulai menyimpit dan hampir tertutup.

Ia melihat Kangin menyelimuti tubuh Yesung dengan selimut lalu menggendongnya –bridal style-, membawa tubuh mungil Yesung untuk segera pergi dari tempat itu.

Tangan Kanan Kyuhyun terangkat, meminta kepada Kangin untuk tidak membawa Yesung. “Ja…ngan…Uhukk…” ucapnya lirih dengan di iringi keluarnya darah dari bibirnya.

Namja kekar yang kini membawa Yesung menatap sekilas Kyuhyun yang masih mencoba mengulurkan tangannya walau dengan gerakan yang bergetar. “Ja…ngan… je…bal….”

“Beruntung aku tidak membunuhmu Cho Kyuhyun.” Desis Kangin lalu melenggang pergi dari tempat itu, mengabaikan seluruh perkatakan Kyuhyun.

Tes…

Liquid panas Kyuhyun mengalir dengan campuran warna merah darah miliknya. Hatinya mencelos, hatinya jauh lebih hancur daripada tubuhnya saat ini.

Apakah ia benar-benar kehilangan Yesung? sebesar itukah kebohongan yang sudah ia perbuat hingga Yesung harus menghukumnya seperti ini?

“A…ku…men…cin…tai…mu…” Kyuhyun mencoba bernafas disela-sela liquidnya yang mengalir deras, rasanya begitu menyesakkan. “Ki…Kim…Ye…sung….”

Ia kehilangan kesadarannya seketika, jika ia boleh memilih, ia tidak mau lagi tersadar jika ketika ia membuka mata, ia akan merasakan sakit lagi. Semua begitu perih, ia tidak cukup kuat jika harus bertahan seperti ini, ia sudah menyerah…

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Yesung meringkuk di atas ranjang king size milik Kangin, ia memeluk erat kakinya dengan tatapan kosong yang terarah kedepan. Pikirannya melayang, sosok Kyuhyun terus melintas dihadapannya, suara Kyuhyun, jeritan Kyuhyun, hingga ketika tadi ia mendengar panggilan dari Kyuhyun membuatnya tanpa sadar meluncurkan setetes liquid kesakitan.

Masih jelas terasa ketika ia merasakan bau anyir dikamarnya, ia yakin Kyuhyun tidak baik-baik saja. Tapi kenapa ia hanya bisa diam tanpa melakukan apa-apa?

Apakah sebesar itu dosa yang sudah Kyuhyun perbuat padanya? Tidak bisakah ia mencoba berpikir apa yang membuat Kyuhyun bersikap seperti itu? tidakkah ia berpikir bahwa tidak semuanya salah Kyuhyun?

Bukankah jika seperti ini ia terlihat jauh lebih egois? Bukankah jika seperti ini ia terlihat sangat jahat dan hanya memikirkan dirinya sendiri? Tidak sadarkah dirinya jika Kyuhyun adalah suaminya? Orang yang sangat ia cintai begitu pula sebaliknya?

“Si…won…” lirihnya, ia menenggelamkan kepalanya disela-sela kaki dan kembali menangis, menangis untuk kesekian kalinya. “Be…benarkah aku sudah sangat jahat? hiks…”

Cklek_

Pintu itu kembali terbuka, sosok Kangin masuk dengan membawa secangkir expresso, ia duduk dan meletakkan expresso itu keatas meja.

“Yesungie, ayo minum dulu.” Pintanya dengan mengusap lembut bahu Yesung. sedang Yesung perlahan mengangkat kepalanya, menatap intens iris Kangin. “Hey, kau menangis…” jemari Kangin terulur dan menghapus liquid yang masih turun itu.

Tapi si manis tetap bungkam serasa bahwa ia tidak bisa bicara selain menangis. Kangin menarik tubuh Yesung kedalam pelukannya, memeluknya sangat erat, mengusap lembut bahu dan surai halus Yesung. “Jangan takut lagi Yesungie, aku akan menjagamu, aku berjanji akan memberi pelajaran pada Kyuhyun.”

Tanpa sadar Yesung yang berada dipelukan Kangin menggeleng, walau sangat pelan namun Kangin masih bisa merasakannya, ia melepas pelukan itu dan menangkupkan kedua pipi Yesung. “Ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi, ada hubungan apa kau dan dia Yesungie?”

Yesung tidak berucap satu katapun, namun setiap tatapan yang ia tujukan pada Kangin membuat namja tampan itu mulai merasa ada yang lain, Yesung dan Kyuhyun memang mempunyai sebuah hubungan khusus yang tengah ditutupi dari media.

“Aku… mencintainya….”

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Namja yang kini terlihat begitu menyedihkan itu tengah duduk dilantai kamarnya dengan bersandar pada sisi ranjang. Ia tidak peduli jika sebenarnya ia harus segera membersihkan lukanya.

Tapi saat ini ia benar-benar tidak ingin beranjak dari tempat itu, hanya fokus menatap tirai jendela yang bergoyang karena tertiup angin.

Masih jelas teringat sebelum tadi ia kehilangan kesadarannya, sosok yang sangat ia cintai dibawa oleh orang lain, lalu ia? Tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat.

Tes….

Ia begitu lemah, hanya untuk melindungi orang yang ia cintai saja ia tidak bisa.

Tes….

Apa benar ia merelakannya? Merelakan Yesung untuk pergi darinya dan bersama orang lain? Apakah ia percaya bahwa Yesung akan bahagia walau tidak bersamanya?

“Kyu…”

Ia memejamkan matanya ketika mendengar suara yang ia kenal, namun bukan suara itu yang ingin ia dengar, suara itu tidak bisa membuat hatinya nyaman, suara itu tidak selembut ketika Yesung memanggilnya.

“Kyuhyun-ah, apa kau dikamar?”

Ia tidak bereaksi, ia tidak mau berbicara, ia tidak mau orang itu menemukannya dalam keadaan seperti ini, ia tidak mau bertemu dengan orang itu.

Tapi sepertinya Tuhan tidak mengabulkan keinginannya.

Cklek_

Pintu kamarnya terbuka, dan suara langkah kaki yang tadinya begitu lembut kini seperti berlari kearahnya yang masih memejamkan mata.

“Kyu.. apa yang terjadi? kenapa kau seperti ini hah? Kita harus segera kerumah sakit!!” Kyuhyun tidak bergeming, ia membiarkan tubuhnya digoyang-goyang oleh sosok namja tersebut.

“Kyuhyun-ah buka matamu!! Kita harus kerumah sakit sekarang!! Kau bisa mati jika terus seperti ini!!”

Kyuhyun tidak mau, ia rela jika memang ia harus mati saat ini juga, ia sudah siap menerimanya. “KYUHYUN-AH!!”

Bentakkan namja itu membuat Kyuhyun mulai membuka matanya perlahan, ia tidak bisa membuka mata selebar biasanya karena pukulan dari Kangin tadi. Namja yang ternyata adalah Sungmin itu telah menangis didepan matanya.

“Apa yang terjadi padamu huh? Siapa yang sudah melakukan semua ini?” ia merasakan kedua tangan Sungmin menangkupkan kedua pipinya. “Jawab Kyu, siapa!!”

Kyuhyun diam, ia memang tidak ingin mengatakan apapun saat ini, dan ia membiarkan Sungmin membawa tubuhnya kedalam pelukan erat namja manis itu.

Kedua tangannya tidak bereaksi, ia berharap bahwa yang datang menghampirinya adalah Yesung, memeluknya seerat ini adalah Yesung, dan ia ingin jika Yesung yang mencemaskan keadaannya, bukan Sungmin.

.

Sungmin dengan perlahan mengobati luka yang terlihat diwajah dan tubuh Kyuhyun. Terkadang ia melihat wajah namja tampan yang kini terlelap itu. melihat betapa tenangnya sosok Kyuhyun jika sedang tidur.

Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, Sungmin mendekatkan wajahnya, mengecup bibir manis Kyuhyun, melumatnya pelan agar Kyuhyun tidak terganggu dengan apa yang ia lakukan.

Tiba-tiba terlintas sebuah ide besar yang mungkin bisa membuat hubungan Kyuhyun dan Yesung benar-benar hancur.

Sungmin berseringai seraya menatap tubuh Kyuhyun yang tertutupi selimut tebal. Ia mendapatkannya, ide besar yang benar-benar tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.

“Aku akan segera mendapatkanmu Cho Kyuhyun.” Lirih Sungmin sembari mengusap lembut pipi Kyuhyun, lalu kembali mengecup bibir yang terlihat pucat itu.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

“Yesungie, kau bangun pagi sekali hum?” namja yang hanya memakai kaos tipis berwarna biru itu berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur.

Ia heran melihat namja manis yang untuk beberapa hari kedepan tinggal dirumahnya itu sudah sibuk berkutik dengan peralatan dapur.

Sang namja manis menoleh dan tersenyum. “Pagi Kanginie.”

Kangin berjalan mendekat dan mencium aroma makanan yang sangat sedap. “Humm… aku jadi lapar, sepertinya enak.”

“Memang enak.” Yesung tersenyum tanpa menghentikan masakannya. “Kyuhyun paling suka menghirup aroma masakanku setiap aku memasak, kata dia masakanku selalu enak.”

Kangin yang tadinya tersenyum lebar tiba-tiba merasa canggung, ia masih tersenyum walau tidak selebar tadi. Sedikit merasakan sakit dihatinya.

Kangin sudah tahu yang sebenarnya, malam itu Yesung menceritakan apa yang terjadi kepada Kangin, menceritakan juga jika ia pernah mengandung hingga harus kehilangan janinnya.

Awalnya memang sangat sulit dipercaya oleh Kangin, ia tidak menyangka jika ternyata Yesung adalah istri Kyuhyun. Dan sekarangpun ia masih tidak tahu harus melakukan apa, hingga akhirnya meminta Yesung untuk tinggal dirumahnya beberapa saat sampai situasi kembali seperti dulu.

Situasi apa yang dimaksud Kangin? Entahlah. Bukankah jika Yesung terus menghindar seperti ini, akan semakin memperumit masalah? Ini sudah 2 hari berlalu dan Yesung tidak tahu bagaimana keadaan Kyuhyun, begitupula sebaliknya.

Dan selama 2 hari itu pula Yesung ijin untuk tidak ke SM dengan alasan tidak enak badan. Padahal sebenarnya ia tengah menenangkan diri dirumah Kangin.

Sekarang ia sudah mulai merasa tenang hingga sudah mau keluar dari kamarnya, mulai bisa tersenyum lagi walau masih ada sedikit rasa tidak nyaman dihatinya.

“Ayo makan, setelah itu kita harus ke SM.” Tutur Yesung menyadarkan Kangin dari lamunan panjangnya.

Kangin melihat namja manis itu berjalan kearah meja makan dengan membawa masakannya. Ia lantas mengikuti dan duduk disebrang Yesung. “Memang kau yakin akan ke SM hari ini?” tanya Kangin seraya bersiap-siap untuk makan.

Yesung mengangguk sembari menguyah makanannya, “Aku sudah 2 hari ijin Kanginie, aku harus menjalani jadwalku yang tertunda.”

“Lalu jika kau bertemu Kyuhyun, apa yang akan kau lakukan?”

Yesung terdiam seketika, ia menatap Kangin tanpa senyuman yang tadi ada dibibir kissablenya. Ia memang sudah merasa tenang, ia tidak lagi marah kepada Kyuhyun tapi jika untuk bertemu? Sepertinya Yesung belum siap.

Ia memang mencintai Kyuhyun, sangat mencintai suaminya tersebut, tapi entahlah…. hatinya benar-benar meminta untuk tidak bertemu Kyuhyun terlebih dahulu.

Yesung mengangkat bahunya pelan, “Aku tidak tahu.”

.

Ia kini berjalan perlahan masuk kedalam SM building, mengeratkan kedua tangannya disaku mantel yang ia pakai, sesekali tersenyum pada orang-orang yang berlalu lalang didalam gedung.

“Aku dengar Kyuhyun mengalami gangguan jiwa mendadak.”

DEG_

Langkah mantap Yesung memasuki SM building terhenti seketika, ia dengan cepat bersembunyi dibelakang pilar dimana ada dua orang namja tengah membicarakan suaminya.

“Jinjja? Kau tahu darimana gosip seperti itu?”

“Ah kau itu ketinggalan info huh? Tadi ada beberapa orang yang menemui Sooman-ssi, aku sempat diberitahu oleh orang-orang yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan orang-orang tersebut kepada Sooman-ssi jika Kyuhyun mendadak mengalami gangguan jiwa tanpa sebab.”

“Mwo?”

Yesung membelalakkan matanya, ini tidak mungkin, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi.

“Apa maksud ucapan kalian?” desisnya tiba-tiba sembari keluar dari persembunyiannya. Kedua namja tersebut sontak memundurkan langkahnya pelan.

“Ye…yesung-ssi.”

“Cepat cabut ucapan kalian!!”

“Mianhae Yesung-ssi, tapi kita memang tidak salah bicara, itu semua benar.”

“Hah!! Apa buktinya huh?” Yesung mengeratkan kepalan tangannya yang bersembunyi dibalik mantel.

“I…itu….” kedua namja itu mulai bingung menjelaskan kepada Yesung. mereka melihat Yesung tidak suka jika mereka membicarakan Kyuhyun.

Mereka tahu jika Kyuhyun dan Yesung mempunyai hubungan dekat sebatas hyung dan dongsaeng, jadi pasti Yesung tidak akan terima jika dongsaengnya dibicarakan seperti itu.

Melihat kedua namja itu hanya diam, Yesung memilih untuk acuh dan meninggalkan mereka. Ia sangat yakin bahwa Kyuhyun pasti baik-baik saja.

“Sungmin? Nugu Sungmin?”

“Molla, tapi aku mendengar jika Kyuhyun tinggal bersama namja bernama Sungmin itu.”

Lagi-lagi Yesung menghentikan langkahnya, dan kali ini bersembunyi dibelakang dinding pembatas dirinya dengan dua orang namja dan yeoja yang berada di SM building.

“Kenapa bersama Sungmin? Kalau memang Kyuhyun benar-benar mengalami gangguan jiwa, ia seharusnya dibawa kerumah sakit jiwa bukan?”

Mata Yesung memanas, apa jangan-jangan semua ini rencana Sungmin? Mengatakan kepada semua orang bahwa Kyuhyun mengalami gangguan jiwa? Ia benar-benar mengutuk dirinya sendiri karena telah berbaik hati kepada Sungmin.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

DUGH!! DUGH!! DUGH!!!

Namja manis itu kini tengah mendobrak sebuah pintu rumah minimalis tidak jauh dari pusat kota. Tidak peduli walau tangannya memerah karena terus mengetuk keras pintu itu.

Ia juga tidak peduli walau sebenarnya ada sebuah bel yang terpajang disamping pintu tersebut.

DUGH!! DUGH!! DUGH!!!

“SUNGMIN-AH CEPAT KELUAR!!” Serunya tanpa menghentikan ketukan keras dipintu. “SUNGMIN-AH!!”

Cklek_

Pintu itu terbuka, dan mata Yesung sontak melebar melihat apa yang ada dihadapannya saat ini.

“Hng… ye, kenapa mengetuk pintu seperti itu huh? Kau tidak punya tata krama?” oceh namja manis yang saat ini penampilannya sungguh membuat Yesung terkejut. Dengan mudahnya ia membuka pintu dan sekarang ini tengah mengucek mata, terlihat seperti tengah terbangun dari tidur akibat ketukan keras dari Yesung.

Tubuh bagian atasnya yang saat ini dalam keadaan shirtless dan hanya mengenakan celana pendek selutut, rambutnya terlihat acak dan dari raut wajahnya menampakkan kelelahan.

Yesung mengambil napas sedalam-dalamnya, ia tidak mau berpikiran negatif dulu, ia yakin Kyuhyunnya pasti baik-baik saja.

“Dimana Kyuhyun?” desisnya.

“Hng?” namja manis itu –Sungmin- tersenyum dengan sedikit memiringkan kepalanya. “Kenapa bertanya seperti itu? memangnya kau berpikir bahwa Kyuhyun ada disini huh?”

“Jangan membohongiku, aku tahu Kyuhyun ada disini.” Sungmin masih tersenyum atau sekarang ini bisa dikatakan bahwa ia tengah berseringai lalu melipat kedua tangannya didepan dada.

Yesung tidak bisa menunggu lagi, ia mendorong tubuh Sungmin ketika sosok itu menghalangi pintu, lantas ia berjalan cepat mencari dimana Kyuhyun.

“KYUHYUN-AH!!!” Serunya, berharap Kyuhyun akan menjawab panggilannya.

“Ya!! Ini rumahku, kenapa seenaknya kau masuk huh?” Sungmin berlagak marah, ia masih berseringai saat Yesung tidak melihatnya.

Yesung membuka satu persatu ruangan yang ada dirumah itu, hingga akhirnya ia sampai disatu ruangan yang belum ia buka. Sungmin menjilat bibirnya, tidak menghilangkan seringaian yang tercetak jelas dibibirnya.

‘Kena kau!!’

CKLEK_

Yesung memutar knop pintu kamar, mendorongnya kebelakang dan seketika jantungnya seperti terhujam oleh beribu-beribu pisau, ia merasakan dadanya sangat sesak.

Yesung melihat Kyuhyun dalam keadaan yang sama seperti Sungmin –shirtless- tengah tertidur pulas diatas ranjang dengan selimut yang menyelimuti sampai sebatas perut.

Rambutnya terlihat acak, terlihat bekas saliva yang menempel disekitar bibirnya.

Sekuat tenaga Yesung berjalan lebih mendekati sosok suaminya itu. matanya memanas yang bisa sewaktu-waktu pecah dalam sekali ucapan. Ini sangat menyakitkan, ia tidak pernah berpikir bahwa Kyuhyun akan melakukan hal seperti ini dengan orang lain.

Tes…

Dan cairan pedih itupun lolos tak kala Yesung melihat dibagian leher dan dada suaminya terdapat bekas kissmark yang cukup banyak. Tubuhnya melemas, hampir saja ia terjatuh kalau saja ia tidak memutuskan untuk bersandar pada dinding disamping ranjang.

Tatapannya masih fokus pada sosok Kyuhyun yang tak terganggu dengan kedatangannya, deru napasnya yang teratur menandakan bahwa dirinya tertidur pulas. Apa Kyuhyun tidak merasakan jika saat ini istrinya tengah berada dekat dengannya? Apa Kyuhyun tidak tahu jika Yesung menangis dan merasakan sakit didadanya?

“Ya!! Kenapa kau masuk kekamarku huh?” Sungmin dengan mudahnya masuk kedalam kamar dan ia langsung tersenyum lebar melihat Yesung sudah terduduk dilantai dengan cucuran airmata.

‘Mudah sekali kau ditipu Kim Yesung….’ batinnya lagi, ‘Okay, tunggu apa lagi? cepat katakan kepada Kyuhyun jika kau ingin bercerai!!’

“Kyu….” lirih Yesung, ia menunduk dalam dengan tangannya yang merapat pada ujung mantel yang ia pakai. “Kyuhyun-ah….” berulang kali ia mencoba memanggil nama Kyuhyun, walau ia tahu hal itu sangat percuma, Kyuhyun tidak akan mendengarnya mengingat suaranya begitu lirih.

“Maaf Yesung-ah, aku tidak bermaksud melakukannya, tadi malam Kyuhyun memaksaku dan aku tidak bisa berkutik ketika…. hiks….” Sungmin kembali berakting, ia mulai meneteskan liquid kebohongan, seolah-olah disini ia adalah korban.

Yesung semakin sakit, ia tidak mau mendengar penjelasan dari Sungmin, ia ingin tuli saat ini juga, ia ingin buta agar tidak melihat dua orang didepannya itu.

“Yesung-ah… maafkan aku…”

“Tidak mungkin…” ia masih berucap lirih, sangat lirih. “Kyuhyun… tidak mungkin…”

.

Yesung terjebak dalam rencana Sungmin. Pagi itu, ketika Yesung menggedor pintu rumah Sungmin dengan sangat keras, namja manis itu langsung berlari kearah pintu, dan ketika ia melihat dari celah gorden siapa yang tengah berada didepan pintunya, ia kembali mendapatkan ide brilian.

Cepat-cepat ia kembali kekamar yang ditempati Kyuhyun, melihat sosok tampan itu masih tertidur lelap, Sungmin membuka baju yang dikenakan Kyuhyun lalu mulai menghisap leher dan dada Kyuhyun hingga meninggalkan bekas ungu kebiruan.

Lalu ia menjilati pipi dan bibir Kyuhyun hingga lagi-lagi meninggalkan bekas saliva yang tercetak dibibir Kyuhyun.

Namja tampan itupun tidak berkutik karena memang semenjak kejadian dimana ia melihat Yesung dibawa oleh Kangin, sosok Kyuhyun seperti shock dan ia tidak lagi mempunyai keceriaan seperti biasa.

Tidak ada semangat, tidak ada cahaya diwajahnya, tidak ada senyum dibibirnya, tidak ada sikap evilnya, semuanya seperti musnah tanpa sisa. Kyuhyun seperti mayat hidup yang tidak mau melakukan apapun.

Hanya untuk sekedar makan dan minumpun ia tidak mau hingga Sungmin harus memasangkan infus untuk Kyuhyun dan ketika rencana Sungmin berjalan, ia melepaskan infus Kyuhyun dan akan memasang infus itu kembali ketika Yesung tidak lagi berada dirumahnya.

Sungguh rencana busuk yang Sungmin lancarkan agar hubungan Kyuhyun dan Yesung cepat hancur.

Dan lihatlah sekarang!! Rencananya berjalan lancar, Yesung percaya dengan apa yang ia lihat, Kyuhyun-nya… sudah melakukan hal yang benar-benar menghancurkan perasaannya.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

“AARRRGGGHHHHH!!!”

PRANK_

Yesung membanting seluruh barang-barang yang ada dikamar itu, kamar dimana ia tinggal –rumah kangin-.

Ia terus berteriak, menangis, mengacak-acak kamar itu hingga terlihat hancur.

Bugh_

Tubuhnya terhempas kelantai, tertunduk dalam, membiarkan liquid kesakitannya masih saja mengalir. Ingatan-ingatan menyakitkan itu seperti tengah mencoba membunuhnya.

Yesung meringkuk dipojok kamar, menenggelamkan kepalanya disela-sela kaki yang ia tekuk, terus menerus memanggil nama Kyuhyun didalam tangisnya, berharap bahwa saat ini Kyuhyun akan datang, memeluk tubuhnya, mengatakan bahwa ‘semua akan baik-baik saja’.

Yesung merindukan sosok Kyuhyun, sangat merindukan suaminya itu, tapi sekarang ia sudah sangat kecewa kepada Kyuhyun, ia tidak pernah sekalipun berpikir bahwa namja yang sangat ia cintai akan dengan tega mengkhianatinya.

“Kyu….”

.

Caramel itu terbuka seketika, ia menatap keseluruh penjuru kamar yang menurutnya begitu aneh. Tangan kanannya sedikit sakit merasakan jarum yang masih tertanam dikulitnya.

Semua semakin membingungkan baginya. Perlahan ia mengangkat tubuhnya, memposisikan tubuhnya untuk duduk diranjang masih dengan mengedarkan pandangannya.

‘Ini dimana?’ batinnya. ia merasa tidak pernah tahu kamar yang ia tempati, dan ini…. ia melihat jarum infus yang ada ditangan kanannya, ‘Ada apa denganku? Kenapa harus ada jarum infus disini?’

Tanpa berpikir panjang, dengan tangan kirinya yang bebas, ia mencabut jarum tersebut lalu membuangnya kelantai, dengan tubuhnya yang masih terasa lemah, ia berdiri dan berusaha untuk meraih dinding dekat ranjang.

‘Akh!!!’ kepalanya berdenyut, jantungnya seperti terpacu lebih cepat dari biasanya. Tiba-tiba ia serasa tidak kuat menopang tubuhnya. Tapi ia harus segera pergi dari tempat ini, perasaannya meminta agar ia secepatnya pergi atau kejadian buruk akan terjadi.

Dengan langkahnya yang terhuyung, ia terus saja melangkah keluar dari rumah itu. beruntung saat itu pintu rumah tidak terkunci, buru-buru ia berlari keluar dengan sisa tenaga yang ia punya.

‘Yesung…. yesung…..’

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Namja dengan balutan mantel sewarna malam itu melangkah cepat melewati ruang tengah rumahnya. Ia khawatir ketika sejak tadi sosok yang saat ini tinggal bersamanya tidak menunjukkan batang hidungnya dimanapun.

“Yesung!! Yesung-ah!!” ia terus memanggil-manggil sembari melangkah mendekati kamar yang ia yakini tempat namja manis itu berada.

Cklek_

Matanya membuka sempurna melihat bagaimana hancurnya kamar yang biasanya terlihat rapi itu. Dan… dimana Yesung? Kangin masuk kedalam kamar dan menyingkirkan segala barang-barang yang tergeletak dilantai.

Hingga hembusan angin yang terasa begitu dingin menerpa tubuhnya, ia menatap kearah balkon kamar dimana tirai berwarna putih terhempas beberapa kali oleh deru angin.

Samar-samar ia melihat sosok namja bertubuh mungil yang berdiri didepan balkon, hanya mengenakan kaos tipis dengan menengadahkan kepalanya.

Kangin melangkahkan kakinya perlahan mendekati balkon, tangannya bergerak untuk melepaskan mantel yang ia pakai lalu sesampainya ditempat dimana namja manis itu berada, ia lantas menutup tubuh Yesung dengan mantel tebalnya.

“Udaranya sangat dingin Yesungie, kau bisa sakit.” terangnya dibalik telinga Yesung, menghembuskan napas hangatnya yang membuat onix Yesung yang tadinya terbuka kini terpejam.

“-kajja masuk.” Ia memutar tubuh Yesung untuk menatap kearahnya, sayup-sayup terlihat bagaimana hancurnya wajah Yesung saat ini.

Walau tidak terlalu jelas karena lampu kamar tersebut tidak menyala hingga hanya mengandalkan cahaya bulan, namun Kangin masih bisa menebak apa yang terjadi dengan sosok itu.

“Kyu…” satu ucapan lolos dari bibir Yesung, “Kyuhyun….”

Tangan Kangin sedikit mengeras dikedua bahu Yesung, entah kenapa ia tidak suka dengan kalimat-kalimat yang terlontar dari bibir namja dihadapannya saat ini.

“Kyu…. Kyu….hyun….”

“Cukup Yesung!! Aku Kangin!! Bukan Kyuhyun!!!” geramnya.

Wajahnya mulai merah karena amarah yang mencuat dari tubuhnya. Yesung menggeleng seperti tidak menyetujui ucapan Kangin.

“CUKUP YESUNG!! LUPAKAN KYUHYUN!!!”

Tidak tahu kenapa, tiba-tiba Kangin mengatakan sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan. Ia menarik tubuh Yesung masuk kedalam kamar dan menghempaskan tubuh mungil itu keatas ranjang.

“Akh!!” Yesung meringis merasakan sakit ketika Kangin menghempaskan tubuhnya, saat ia berusaha bangkit dan berdiri, Kangin sudah lebih dulu menindih tubuhnya, melumat kasar bibir tipis Yesung tanpa peduli dengan suara teriakannya.

“Kangin-ah lepaskan aku!! Akh!! Jebaaal!!!” Yesung terus menerus memberontak disisi ciuman yang masih saja ia terima, bibirnya terasa sakit dengan rasa besi berkarat karena terkadang Kangin menggigit bibir tipisnya yang tidak mau terbuka.

“Jebal… akh… lep….pas…. akh!!!”

SRAK!!

“Akh!!! Kangin… lepaskan!!!” Yesung merasa kesakitan karena sikap Kangin yang terlalu brutal, bahkan tak ayal lengan-lengannya menjadi sasaran tajam kuku-kuku jari Kangin.

Tanpa sadar, onixnya mulai mengeluarkan cairan panas, ia sudah bersusah payah memberontak, namun Kangin tetap saja tidak menghentikannya. Bahkan namja tampan yang masih berada diatasnya kini sudah mengecupi sekujur tubuhnya, meninggalkan bekas-bekas merah kebiruan dikulit putih milik Yesung.

“Kangin…. lepaskan…. aku…..” lirih Yesung hingga kemudian kedua tangannya yang tadi sempat memukul-mukul tubuh Kangin, kini hanya tergeletak lemas disisi kanan dan kiri tubuhnya, seperti sudah menyerah akan takdir yang ia terima saat ini.

Ia hanya bisa menangis dalam diam sembari menahan desahan yang serasa ingin keluar dari bibirnya, merasakan sakit dihatinya ketika sadar bahwa ia sudah mengkhianati Kyuhyun.

‘Maaf…. Kyu…. maaf…’

.

BRAK!!

Namja berwajah putih pucat itu mendorong pintu apartemennya kuat hingga membentur dinding dan menimbulkan dentuman yang cukup keras.

“Baby!! Yesungie baby kau dimana!!” ia mengedarkan pandangannya, masuk dari satu ruangan keruangan lain yang berada didalam apartemen.

Ia tidak menyadari bahwa sebenarnya tubuhnya tidak lagi kuat untuk memenuhi seluruh keinginannya, berjalan mencari sosok Yesung.

Brak!!

“Hyung!!” ia tidak menemukan Yesung dimanapun, apartemen itu tampak sepi tanpa penghuni, bahkan ia tidak ingat kapan terakhir kali ia berada di apartemen itu bersama Yesung.

“Yesung hyung bicaralah, kau dimana?” ia masih berjalan keluar masuk dari satu ruang keruangan lain hingga langkahnya terhenti ketika mendengar sesuatu….

PRANK!!

Kyuhyun tercekat, sekuat tenaga ia berlari kearah ruang tengah dan ia terperangah ketika pigura berisikan foto pernikahan dirinya dan Yesung terjatuh kelantai hingga pecah.

Tanpa sadar ia mengarahkan tangannya menyentuh dada atas sebelah kirinya, terasa berdenyut menyakitkan disana. Ia pun tidak mengerti kenapa bisa tiba-tiba seperti itu, yang ia tahu, perasaannya amat sangat tidak nyaman.

Ia berjalan mendekati pigura itu dan memunguti satu persatu pecahan kaca yang berserakan dilantai. Jika dipikir-pikir secara logika, tidak ada angin atau apapun disekitar pigura tersebut, dan biasanya pigura yang sengaja diletakkan Yesung dan Kyuhyun dipojok ruang tengah tidak pernah terjatuh ataupun bergeser tempat.

Lalu sekarang? Kenapa tiba-tiba pigura itu terjatuh? Sungguh karena hal itu, Kyuhyun semakin khawatir dengan keadaan Yesung.

Ia berlari keluar dari apartemen dan terus mencari keberadaan Yesung walau nyatanya ia tdak tahu dimana Yesung berada sekarang.

.

Tubuh itu tergeletak tak berdaya diatas ranjang, warna yang awalnya hanya dipenuhi dengan kilauan putih kini terlihat kontras dengan merah kebiruan.

Kedua tangan mungilnya terarah keatas dan diikat oleh sebuah tali, mengakibatkan pergelangan tangannya kini tersamar dengan warna merah karena luka.

Matanya tertutup rapat, suara hembusan napas yang tadinya memburu kini mulai terdengar indah. Indah untuk namja yang masih berdiri disamping ranjang king size itu.

Ia menatap datar sosok manis didepannya, tubuh yang sama-sama naked seperti dirinya jujur saja membuat sesuatu miliknya terus saja bergerak seperti tidak ingin berhenti.

Ini sudah kesekian kalinya ia melakukan tindakan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, namun ia sama sekali tidak merasa lelah.

Hanya saja ia mulai merasa kasihan karena sosok itu sedari tadi terus mengerang kesakitan, seperti tidak menikmati apa yang sudah ia berikan kepada sosok tersebut.

Jelas saja sosok manis itu tidak menikmati, karena ia tidak menginginkan semua ini, semua ini gila!! Sangat gila!!

Ia…. Kangin, bukanlah suami dari Yesung –namja manis itu-, tapi kenapa ia malah melakukan hal yang semakin membuat Yesung sakit? Bukankah ia ingin menjaga sosok Yesung, kenapa ia malah menyakitinya?

“Eungh…..” lenguhan kecil terdengar keluar dari bibir tipis itu, dan sedikit demi sedikit onix Yesung mulai terbuka, terlihat sekali wajahnya yang memucat tidak seperti biasanya.

Ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan yang terlihat sangat gelap, hanya terkadang bias-bias cahaya bulan yang menyusup masuk kehelaian jendela yang tertiup angin, memacarkan sosok yang membuatnya takut saat ini.

Ia menggeleng pelan dengan liquid yang lagi-lagi harus turun dari kedua sudut matanya, “Aniya…hiks….geumanhae Kangin-ah, jebal…..”

Tangan Kangin terkepal erat, ia begitu kesal jika melihat Yesung menangis apalagi terisak seperti saat ini, ingin sekali ia membungkam bibir Yesung, namun ia tidak ingin melakukannya, akan sangat tidak menyenangkan jika ia tidak mendengar suara sexy seorang Kim Yesung.

Kangin berseringai untuk kesekian kalinya, lalu naik keatas ranjang untuk menikmati tubuh yang sangat mencanduinya itu.

“Andwae… kangin-ah lepaskan aku…. akh….” Yesung melenguh kesakitan merasakan juniornya diremas cukup kuat oleh tangan Kangin. “Hiks… jebal….akh…..”

“Tidak.. untuk saat ini Yesungie.” Kangin menindih langsung tubuh Yesung tanpa mau melepaskan sedikitpun.

“Andwae… jebal andwaeyo kangin-ah…

-ARGHHH!!!”

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Namja berwajah putih pucat itu tampak gelisah diruang tamu apartemennya, sesekali ia mondar-mandir untuk berpikir dimana tempat yang memungkinkan Yesung pergi.

Tangannya menggenggam erat ponsel yang ia tunggu-tunggu akan bergetar, ia menunggu berita dari beberapa orang yang ia minta untuk mencari keberadaan Yesung walau sampai saat ini ia belum mendapatkan apapun.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 pagi, sudah semalaman Kyuhyun tidak tidur walau hanya merebahkan tubuhnya, kali ini ia begitu mencemaskan keadaan istrinya, ia akan bisa beristirahat ketika Yesung sudah benar-benar ditemukan.

‘Baby kau dimana? Aku mohon katakan kau dimana baby.’ Ia memeluk pigura berisikan foto kemesraan dirinya dan Yesung yang ia ambil ketika sedang berkencan di sungai han.

.

Ia merintih kesakitan ketika pagi menjelang, tubuhnya terasa remuk dan pergelangan tangannya tampak memerah karena lecet.

Yesung mencoba bangkit dari ranjang setelah apa yang dilakukan Kangin padanya tadi malam, tanpa ampun namja yang sudah dianggapnya saudara itu malah menyetubuhinya secara kekerasan.

Yesung meremas selimut yang ia gunakan untuk menutupi tubuh nakednya, kepalanya terasa berputar ketika benar-benar berdiri disisi ranjang. Sekuat tenaga ia berjalan kearah kamar mandi dengan berpegangan pada dinding.

Matanya terpejam, membiarkan tubuhnya menerima cucuran air yang keluar dari shower kamar mandi, menyembunyikan sebuah cairan yang keluar dari onixnya namun tertutupi oleh derasnya air yang ia nyalakan.

‘Maafkan aku Kyu…. maaf….’

Membersihkan tubuhnya yang sudah benar-benar kotor, ia merasa sangat jijik akan tubuhnya, merasa sangat jijik akan bekas-bekas kepemilikan yang terlihat dileher dan dadanya.

‘Kau brengsek Kangin, kau brengsek!!’

BUGH_

Tangan mungilnya ia hantamkan pada dinding kamar mandi, membiarkan cairan berwarna merah keluar dari sela-sela jarinya. Itu tidak terasa sakit sama sekali, karena kesakitannya ada didalam tubuhnya, tubuhnya yang sudah tidak lagi milik Kyuhyun seutuhnya.

.

=_FALL TOO DEEP_=

.

Ia melangkah cepat ketika melihat orang yang ia cari berjalan santai didepannya, setelah cukup dekat, ia meraih bahu namja didepannya itu dan memberikan sebuah pukulan keras kearah wajah.

BUGH_

Namja tersebut langsung tersungkur karenanya. Namja pemilik baritone bass itu mengeraskan wajahnya, berusaha menahan emosi untuk menghajar lagi namja didepannya.

Orang-orang yang berlalu lalang disekitar mereka lantas mencoba melerai perkelahian antara dua artis satu management itu. terlihat juga bahwa namja yang mendapat pukulan tidak terima, ia berusaha untuk meraih kerah kemeja namja didepannya tapi tertahan oleh orang-orang yang menahan pergerakannya.

“Kangin tenanglah.”

“APA MAKSUDMU MEMUKULKU BRENGSEK!!” Seru Kangin berusaha meraih sosok itu lagi, tapi tetap tidak bisa. Ia menghapus kasar darah yang merembes dari sudut bibirnya.

“DIMANA KAU SEMBUNYIKAN YESUNG HYUNG, BASTARD!!”

“Kyu sabarlah, kau tidak boleh terus seperti ini.” Salah satu artis yang juga sahabat Kyuhyun mencoba menjauhkan tubuh Kyuhyun dari Kangin, ia tahu dua artis besar itu akan mendapat masalah jika sampai para tetinggi akan mengetahuinya.

Kangin sendiri mengernyitkan dahinya, belum bermaksud untuk membalas ucapan Kyuhyun, “KENAPA DIAM KAU!!”

“Kyu….”

“Yesung? Kenapa kau berpikir bahwa aku yang membawa Yesung huh?” Kangin tersenyum meremehkan sedari memberontak dari kekangan orang-orang yang menahan tangan serta tubuhnya. “Lepaskan aku!! Aku tidak akan melakukan apapun!!” ucapnya dingin kepada namja-namja yang memeganginya.

Dengan masih berseringai, ia melipat kedua tangannya didepan dada, memandang remeh kearah Kyuhyun, “Bukankah kau sudah bahagia dengan selingkuhanmu itu.”

DEG_

Kyuhyun sangat terkejut dengan ucapan Kangin. Siapa yang dimaksud selingkuhan? Ia benar-benar tidak tahu maksud ucapan Kangin.

“Wae? Kenapa wajahmu seperti itu? apa perlu aku beberkan juga siapa selingkuhanmu?”

Beberapa orang sudah saling berbisik dengan menatap heran sosok Kyuhyun dan Kangin.

“Bastard, tutup mulutmu!!” desis Kyuhyun tak kalah tajam.

“Oh… apa aku juga perlu mengatakan kepada orang-orang apa hubunganmu sebenarnya dengan Yesung hyung?”

Kyuhyun mengepalkan tangannya erat-erat, ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, ia ingin membunuh Kangin saat ini juga.

“Diam kau atau aku akan membunuhmu saat ini juga.”

Aura semakin mencengkam, tidak ada lagi yang berani melerai Kangin dan Kyuhyun, keduanya saling melemparkan tatapan membunuh yang bisa saja membuat gedung itu hancur.

“Huh? Bunuh saja, karena aku juga sudah berhasil menikmati tubuh itu.”

DEG_

Mata Kyuhyun terbuka lebar, kilatan amarah semakin terlihat dicaramelnya. menikmati tubuh itu? apa jangan-jangan….

“SIALAN KAU BASTARD-“

“CUKUP KYU!!”

.

Kangin berhasil menikmati tubuh Yesung, dan saat ini Kyuhyun tahu jika Yesung tinggal bersama Kangin. Apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana hubungan Kyuhyun dan Yesung setelah masalah sebesar ini menghantam kehidupan mereka?

.

To Be Continued

.

Chap 7 selesai ^^~~~. Otthae? Konfliknya tetep ya? Hahaha *biasa author gadungan* kkk~

Rencananya FF ini mungkin akan end kurang dari 2-3 chap lagi hahaha ^^ masih diketik soalnya kkk~

Masih ada yg menunggu???

Leave a comment juseyo ^^

#hugs

99 comments on “Fall Too Deep – Chapter 7

  1. Omonaa.. It’s too much bad guys, I don’t like it..
    Kasian yesung ama kyu, terus2an jd korban..
    Kapan mereka seneng nya sih chingu..

  2. Eonniiiiiiiii
    aaaaaaaaaaaaaaaa
    yemommmmmmmmmmmm
    kangiiiinnnnnnn oppppppaaaaaaa
    #komenan gaje
    shock eonn
    saeng shock

  3. sungmin, bukankah aku sudah menyuruhmu untuk berhenti? dan kangin, ah, kau, apakah kau benar2 mencintai yesung?? jika kau mencintainya kau tdk akan melakukan hal keji seperti itu. :”

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s