Covered Love – Chapter 8

Chap 8.

Main Cast : Kyuhyun, Yesung and Other cast

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, SM town, tapi cerita ini milik saya ^^

Genre : Hurt/Comfort, Romance, angst

Rate : T

Summary : Perasaan cinta yang begitu menyakitkan dirasakan Yesung, lalu sampai kapan ia dapat bertahan merasakan sakit dihatinya?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

.

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

Previous Story Chapter 7 | Next Chapter Chapter 9

.

covered9

.

.

“Kyuhh…..k…kau…bo…doh…” Kyuhyun tidak bisa melakukan apapun, tidak bisa dipungkiri, tubuh mungil itu begitu menggoda miliknya, bahkan sesuatu ditengah-tengah selangkangannya sudah bergerak ingin keluar.

Yesung mengusap-usap dadanya sendiri disela-sela suara erotis yang keluar dari bibir tipisnya.

Kyuhyun. Hatinya sedang bertarung dengan pikiran bodohnya, disisi lain ia tidak mau melakukan apapun kepada Yesung, tapi disisi lain ia juga ingin menikmati tubuh dihadapannya itu.

Ia masih ingat ketika beberapa namja dirumah sakit bercerita tentang kesexy’an tubuh Yesung dari cara berpakaian dan berjalan. Semakin ia memikirkan ucapan teman-temannya, semakin ia ingin menyentuh tubuh Yesung.

Dengan sebelumnya memejamkan matanya, menarik napas panjang lalu kembali membuka mata, Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk…..

.

.

Cloudhy3424_Present

Covered Love_Chapter 8

Happy Reading

.

.

“Siwon? kau belum tidur? Ini sudah jam berapa?” namja berdimple smile itu menatap jam dinding didalam rumahnya lalu menatap kearah seorang yeoja yang bertanya kepadanya.

Pukul 10 lewat 15 menit.

“Aku tidak bisa tidur mom, entahlah aku sedang banyak pikiran.” Jawabnya. Tangannya sibuk memutar-mutar ponsel yang sedari tadi terus digenggamnya.

“Tidurlah, besok kau harus keperusahaan daddymu pagi-pagi sekali.”

“Ye, arraseo mom, sebentar lagi aku akan tidur.”

“Baiklah, mimpi indah honey, jaljayo.” Sang mommy tidak lupa mengecup kening Siwon lalu berjalan meninggalkan Siwon yang berada dimeja makan.

Ia tidak tahu apa yang terus mengganggu pikirannya, yang jelas ia terpikir akan dua orang yang kini tidak ada disampingnya.

Sosok Cho Kyuhyun dan Kim Yesung.

.

::_COVERED_LOVE_::

.

Kyuhyun membuka satu persatu kancing kemejanya, lalu melemparkan kemeja yang ia pakai kelantai. Kemudian ia naik keatas ranjang, menindih tubuh mungil yang masih bergerak gelisah diatas sana.

“Eungh…..” Yesung mendesah tak kala ia merasakan miliknya bergesekan dengan milik Kyuhyun.

Begitupula Kyuhyun, ia seperti merasakan sensasi yang nikmat atas gesekan juniornya dan Yesung yang masih sama-sama bersembunyi dibalik celana.

Kyuhyun mengecup lembut bibir Yesung atas bawah, menggigitnya perlahan disela-sela desahan yang masih saja terdengar ditelinga keduanya, sedang tangan Kyuhyun sudah merambat kesurai hitam Yesung, meremasnya seperti tengah mencari pelampiasan.

Yesung tidak merasa kesakitan, kedua tangannya hanya sesekali terkepal dikedua sisi tubuhnya, dan terkadang ia meremas sprei yang ada dibawahnya.

Ciuman Kyuhyun semakin menuntut ketika bibir Yesung sedikit terbuka, menelusupkan lidah Kyuhyun untuk mengeksplor bagian didalamnya. Kyuhyun memiringkan kepalanya untuk lebih memperdalam ciuman itu, sedang tangannya masih saja bergelut dengan surai indah Yesung.

“Eungh…..” Kyuhyun tidak berhenti begitu saja, sembari membiarkan bibir dan tangannya bergerak leluasa dibagian atas tubuh yesung, ia menggesek-gesekkan tubuh bagian bawahnya dengan milik Yesung, menimbulkan bunyi yang tercipta diantara kedua kain yang bersentuhan.

Puas membuat bibir Yesung mulai membengkak, Kyuhyun mengecup seluruh bagian wajah Yesung tidak terkecuali. Lalu singgah sebentar untuk mengulum daun telinga Yesung.

“Ohh… Kyuhh…..” Yesung mencoba menjauhkan dada Kyuhyun yang terus saja menindihnya, tapi kekuatannya tidak sebanding dengan namja yang ada diatasnya saat ini.

Setiap kecupan yang diberikan Kyuhyun membuatnya terus mendesah, dan karena kesadarannya yang sudah dikuasai alkohol, iapun tidak bisa melakukan apapun.

Disisi lain, ia juga mendengar bisikan hatinya untuk menolak apa yang Kyuhyun lakukan padanya, tapi otaknya saat ini sedang tidak bisa berpikir logis hingga ia hanya mampu berbaring dan menerima perlakukan Kyuhyun.

Lidah namja tampan itu mulai merambat keleher jenjang Yesung, mengecup dan menjilat serasa itu adalah sebuah permen yang sangat ia suka. Lalu turun kebagian dada dan mengulum dua nipple Yesung secara bergantian.

“Ah…. sshhh….” Tubuh Yesung menegang ketika lidah Kyuhyun memutar-mutar nipplenya, menyesap dengan diiringi gigitan ringan. Ini kali pertama ia merasakan sensasi yang begitu membuatnya tidak bisa berkata-kata.

Lidahnya masih bergerak mengecup nipple-nipple Yesung, sedang tangan Kyuhyun merambat kebawah untuk membuka zipper celana namja dibawahnya kini, membukanya perlahan dan menyentuh sesuatu didalamnya.

“Ahhh… Kyuh….. “ Kyuhyun sedikit meremas junior Yesung, lalu untuk menghilangkan teriakan Yesung, ia mengulum kembali bibir itu, membuat tenang namja yang mulai bergerak gelisah lagi.

Merasa Yesung sudah kembali tenang, Kyuhyun tidak lupa memberi tanda kepemilikan disekitar nipple-nipple Yesung, bergerak memutar dan kemudian menurun hingga ia bisa melihat dengan jarak dekat sesuatu milik Yesung ingin sekali dimanjakan.

Sebelumnya ia membuat tubuhnya dan tubuh Yesung terlepas dari kain yang menutupi tubuh keduanya, dengan begitu akan sangat mudah baginya menyentuh seluruh bagian tubuh Yesung.

Setelah benar-benar naked, ia membasahi junior Yesung dengan lidahnya, bergerak naik turun dan bermain sebentar ditestis milik Yesung.

“Kyuh…oh….” Yesung meraih kepala Kyuhyun, memaksa Kyuhyun untuk menghentikan apa yang ia lakukan, tapi pada akhirnya Yesung tidak bisa melakukannya ketika tiba-tiba Kyuhyun langsung mengulum juniornya. “EUNGH……” Yesung menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, rasanya begitu bercampur aduk.

Ia tidak bisa mendeskripsikan apa yang dirasakan tubuhnya saat ini. Ketika juniornya ada didalam rongga hangat Kyuhyun rasanya begitu memabukkan, juniornya terasa dipijat dan dimanjakan.

Tidak berhenti memanjakan junior Yesung, Kyuhyun sejenak mengulum dua jarinya lalu tanpa persiapan, ia memasukkannya perlahan kedalam hole Yesung yang tidak jauh dari wajahnya.

“ARGH!!!!” Yesung berteriak histeris, dua jari yang menembus tubuhnya membuat ia harus kembali menegang, rasanya sangat sakit walau hanya 2 jari yang masuk ke hole yang belum pernah disentuh oleh siapapun itu.

Tubuhnya sedikit melengkung keatas, menggerakkan tubuhnya untuk bisa lolos dari jari-jari Kyuhyun, tapi sia-sia karena Kyuhyun menahan pinggulnya bersamaan dengan kuluman Kyuhyun yang belum terlepas dari junior Yesung.

“Kyuh… ah… geumanhae…. argh…..” Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya, walau ia masih terpengaruh dengan alkohol, sama halnya dengan Kyuhyun, tapi ia masih merasakan sakit ketika sesuatu memasuki tubuhnya.

Kyuhyun serasa terkunci dalam kenikmatan junior Yesung, sesekali ia menggerakkan bibirnya naik turun, dan kedua jari tangannyapun bergerak scissoring didalam hole itu.

“Ah…. Kyuh… akh…..”

Kyuhyun masih bergerak dengan tempo lambat hanya untuk membuat Yesung tenang sebelum sesuatu yang lebih besar memasuki hole sempit itu.

“Ah… sshh… ohhh….”

Lama setelahnya suara rintihan Yesung melirih, berganti desahan yang terdengar lebih indah daripada sebelumnya.

Merasa Yesung mulai tenang karena tubuh itu bergerak seakan ingin meminta sentuhan lebih, Kyuhyun mulai mengangkat tubuhnya, memposisikan juniornya yang sudah menegang kearah hole Yesung.

Sebelumnya Kyuhyun menaikkan kedua kaki Yesung untuk bersandar pada bahunya, dengan sedikit condong, Kyuhyun perlahan mengarahkan ujung juniornya masuk kedalam hole sempit itu.

“ARGH!!!” Masih ujung junior Kyuhyun yang masuk, tapi Yesung sudah mulai berteriak dengan wajah yang terlihat sangat kesakitan.

Yesung semakin memejamkan matanya erat-erat, menghiraukan tatapan Kyuhyun. Namja bermarga Cho itu lantas menjilati bibir bagian luar Yesung, mencoba meminta akses masuk, tapi tetap tertutup rapat, seperti tidak mau sama sekali membuka bibirnya.

.

Siwon benar-benar tidak tenang, berulang kali ia menelpon Kyuhyun maupun Yesung tapi tetap tidak ada jawaban, ia pun sudah berusaha mengirimkan pesan dan sama sekali tidak ada balasan sejak tadi sore.

Bagaimana Siwon bisa tidur dengan tenang jika tiba-tiba merasa segelisah ini, terus berpikir akan dua sosok yang berarti baginya.

Ia terduduk diatas ranjang, masih berusaha menghubungi Kyuhyun dan hasilnya masih saja percuma.

‘Apa yang sebenarnya terjadi!! Kenapa kalian sama sekali tidak merespon telpon dan pesanku!!’

Ia mengacak surainya kasar, berdoa kepada Tuhan agar tidak terjadi sesuatu pada Kyuhyun maupun Yesung.

.

Kyuhyun tidak bisa menunggu lama lagi melihat Yesung tetap bersih kukuh menutup mata dan mengunci bibirnya, hingga akhirnya ia mengeluarkan juniornya sepenuhnya, lalu dalam sekali hentakan ia menghujam hole sempit milik Yesung.

“ARGGHHHHH!!!” mata Yesung terbuka sempurna, teriakannya menggema dikamar yang hanya dihuni oleh dua orang namja yang sudah menyatukan tubuh mereka.

“ARRGHHH…. Sa…..saak….kitttt….” Yesung mencoba menjauhkan tubuh Kyuhyun yang menindihnya, tapi ia tidak bisa ketika tubuh bagian bawahnya terasa robek dan terbelah menjadi dua.

Liquidnya mengalir lagi dan menganak dikedua sudut matanya, rasa panas, perih dan seperti terhujam sebuah pisau tajam membuatnya hanya bisa terdiam dan menangis.

“Arrghhh….sa….sakit….geu…man….geumanhae…Kyuhhh….” ia menggeleng kuat, melihat Kyuhyun yang menatapnya datar tanpa melakukan apapun.

Seperti tengah memberi waktu kepada Yesung untuk menyesuaikan holenya dengan junior milik Kyuhyun.

Tangan Yesung terkepal erat disisi tubuhnya, sesekali memukul-mukul ranjangnya untuk pelampiasan kesakitan ditubuh bagian selatannya.

Tanpa menunggu reaksi Yesung lagi, Kyuhyun menggerakkan keluar masuk juniornya didalam hole Yesung, sangat sempit mengingat mereka hanya melakukan penetrasi cukup singkat.

“ARGHH… KYUHH… APP…POOOO…..”

Yesung masih merasa sakit, sedang Kyuhyun merasa kenikmatan, juniornya terasa dihimpit dan dipijat oleh hole Yesung yang masih sangat sempit.

“Ohh… so…tight… sshh….” Kyuhyun menengadahkan kepalanya, memejamkan mata sembari menjilat bibirnya sendiri.

Yesung sendiri mencoba menyesuaikan diri dengan junior Kyuhyun, ia masih bergerak mencari kenyamanan agar tidak lagi merasa sakit, walau nyatanya itu benar-benar menyakiti tubuhnya.

“Arghhh… Kyuuhhh…..”

Kyuhyun menatap Yesung yang masih kurang nyaman dengan permainannya. Ia memijat junior Yesung perlahan, memberi sedikit ketenangan. Mengocoknya seiring dengan tusukan ringan yang masih ia berikan pada hole itu.

“Eungh…… Kyuhhh….ahh…..” hingga erangan Yesung berubah menjadi desahan nikmat, onix Yesung sudah mulai terpancar dan berani menatap caramel Kyuhyun, tangannya melingkar dileher Kyuhyun dan menarik tubuh itu lebih dekat dengannya.

Yesung mengecup bibir Kyuhyun, membagi rasa kepuasan yang mulai ia rasakan. Tapi kecupan itu terlalu ringan untuk dirasakan Kyuhyun hingga akhirnya Kyuhyun sendiri yang memulai untuk melumat bibir tipis Yesung.

Bibir Yesung terbuka untuk mempermudah akses lidah Kyuhyun bertarung dan bertukar saliva. Disela-sela ciuman yang semakin menuntut dan tusukan junior Kyuhyun di hole Yesung yang mulai dipercepat, jemari-jemari Yesung menyusup kehelaian surai hazzel Kyuhyun, meremasnya cukup kuat.

“Eungh… Kyuhh… ahh……sshhh…..”

Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya, menatap intens sosok manis dibawahnya, mengecup kening, mata, hidung, pipi dan akhirnya bibir Yesung untuk sejenak.

“Kauh… indah….arrhhhh….” mata Kyuhyun tertutup seperti tengah menunggu sesuatu yang besar keluar, begitupula Yesung, namja manis itu menengadahkan kepalanya keatas, memperlihatkan leher jenjang yang begitu menyilaukan bagi Kyuhyun.

Tidak bermaksud membuat kissmark, Kyuhyun hanya mengecupi setiap inci leher Yesung hingga tak lama kemudian suara desahan keduanya semakin keras.

“Yeah…..kau….ugh….nikmat…ahhh….”

“Kyuh…ah….ohhhh…..”

Erangan keduanya berakhir ketika mereka sama-sama mencapai klimaks setelah sebelumnya Yesung mengeluarkan cairan putih kental miliknya lebih dulu, lalu disusul Kyuhyun beberapa saat kemudian.

Tubuh Kyuhyun ambruk kesisi kanan Yesung dengan napas yang terengah-engah, begitu pula Yesung.

“Inih…..per…tama kali….” ujar Kyuhyun lalu memeluk tubuh Yesung dan tertidur setelah melakukan kegiatan yang sebenarnya adalah sebuah kesalahan besar yang pernah terjadi diantara keduanya.

Entah apa yang terjadi nanti. sekarang, mereka hanya berharap bahwa takdir tidak akan lagi mempermainkan mereka.

.

::_COVERED_LOVE_::

.

“Ne Hae-ah, kenapa pagi-pagi kau menelponku? Kau tidak ada kerjaan huh?” namja mungil yang berada didepan cermin itu bergaya mempoutkan bibir sembari menerima panggilan dari temannya.

“Tadi malam entah kenapa aku bermimpi Yesung hyung, Wookie.”

“Kau mungkin terlalu merindukannya Hae, jangan terlalu dipikirkan.”

“Mungkin saja.”

Ryeowook kembali duduk diatas ranjang, “Memang kau bermimpi apa?”

“Aku… bermimpi bertemu dengan Yesung hyung, dia memelukku dan-“

“Dan mengatakan cinta kepadamu?” sahut Ryeowook sedari terkekeh.

“Aniya.. aniya… aku serius, tolong jangan bercanda dulu Wookie.”

Terdengar jelas Donghae mulai serius, dan Ryeowook pun mengecilkan volume tawanya, “Baiklah apa yang kau mimpikan?”

“Aku bertemu Yesung hyung, dia memelukku sambil menangis dan berkata…. aku ingin mengakhiri hidupku.”

DEG_

Ryeowook yang tadinya tersenyum tiba-tiba menjadi terkejut, beribu-ribu kali terkejut.

“Aku tidak kuat lagi dengan semua ini Hae, aku ingin mati saja, aku ingin mati agar aku tidak merasakan sakit ini lagi.”

Ryeowook mendengarkan dengan teliti setiap ucapan yang keluar dari mulut Donghae, iapun mulai merasa khawatir, ia takut jika mimpi Donghae benar, apalagi melihat bagaimana Yesung terluka karena Kyuhyun.

“Wookie? Kenapa diam? Apa kau disana?”

Masih diam, tidak ada tanggapan dari Ryeowook.

“Kim Ryeowook kau masih hidup?”

“N…ne…ne Hae-ah.”

“Bagaimana menurutmu? Aku takut dengan mimpiku itu, aku mencoba menghubungi Yesung hyung tapi tidak diangkat.”

“Hae… bisakah kita bertemu? Aku ingin bicara penting denganmu.”

“Hng? Sepenting apa?”

“Aku tidak bisa menceritakannya sekarang, aku tunggu kau di twosome, cepatlah datang.” Klik.

Ryeowook mematikan telponnya sepihak, ia lantas mengambil jaket dan kunci mobil. Sepertinya ia harus berbicara dengan Donghae masalah Sungmin, dan mungkin Donghae mempunyai ide untuk membuat Kyuhyun percaya ucapannya.

.

Sebuah bias mentari mulai menyusup masuk dan mengenai kelopak matanya yang tertutup, terlihat sekali bahwa ia mulai merasa terusik akan cahaya itu.

Tubuh mungilnya bergerak kecil dan sesekali meringis merasakan sesuatu yang aneh dibagian selatannya. Ia juga merasa ada sesuatu yang berat diatas tubuhnya, dan ketika ia membuka matanya perlahan, ia seperti melihat sebuah tangan yang bersandar pada perutnya.

Sekuat tenaga ia menjauhkan tangan itu dari atas tubuhnya, masih belum menyadari bahwa disampingnya kini ada seseorang yang masih tertidur lelap.

“Eungh….” suara lenguhan namja yang tidur disebelahnya terdengar, seperti terusik karena perbuatannya.

Yesung mulai mengumpulkan kesadarannya, hingga kemudian matanya membulat sempurna, ia menoleh kesisi kanan dan benar, Kyuhyun…. namja tampan itu masih tertidur lelap dengan jarak yang cukup dekat.

GLUP_

Jantungnya berdegup sangat cepat, dicampur dengan perasaan sesak yang memenuhi hatinya. Yesung buru-buru bangkit lalu mengerang karena rasa sakit ditubuhnya, “Argh….”

Ia baru menyadari bahwa saat ini ia dalam keadaan naked, sama halnya dengan namja yang tidur disebelahnya, ia menarik selimut untuk menutupi semua tubuhnya, hingga sebuah liquid meluncur begitu saja tanpa bisa ia cegah.

Ia menangis akan apa yang sudah terjadi, walau tidak mengingat semuanya, namun samar-samar bayangan akan kegiatan yang sudah ia lakukan dengan Kyuhyun tadi malam membuat hatinya mencelos sakit.

Yesung menekuk kedua kakinya, menenggelamkan kepalanya disela-sela kaki, menangis akan sesuatu yang menyakitkan untuknya.

Sama sekali tidak pernah ia bayangkan bahwa hal ini akan terjadi padanya, ia tidak mau melakukan hal sekotor ini dengan seseorang yang menjabat sebagai tunangan orang lain. Walau ia sangat mencintai orang itu, tapi ia sadar akan posisinya.

Namun apa yang sudah ia lakukan? Ia malah membuat masalah semakin rumit. Kenapa ia harus membiarkan Kyuhyun menyentuh tubuhnya? Menyatukan tubuh mereka yang sebenarnya tidak akan pernah bisa bersatu?

“Hiks…..” tangisannya lolos, walau lirih, namun menyiratkan begitu banyak kesakitan didalamnya.

Kyuhyun yang awalnya tertidur mulai terganggu akan suara isakan dan gerakan yang sesekali Yesung buat untuk mengurangi rasa sakit dibagian selatannya.

Ia membuka matanya perlahan dan melihat sosok Yesung meringkuk tidak jauh darinya. Matanya ikut membulat dengan sebelumnya melihat bahwa tubuhnya dalam keadaan naked. jadi…. ia baru saja….

-Membuat luka baru untuk Yesung.

.

::_COVERED_LOVE_::

.

“Apa yang ingin kau bicarakan Wookie?” Donghae menyesap secangkir vanilla dari twosome cafe, sedang namja manis yang ada didepannya terlihat berpikir keras.

“Hng….” Ryeowook masih tampak bingung, ia tidak tahu harus memulai darimana percakapan yang sekiranya sangat penting ini.

Sesekali ia menatap Donghae yang semakin penasaran karena sikap bertele-telenya, “Wookie-“

“Ini masalah Sungmin.”

Donghae terdiam seketika, menatap serius wajah Ryeowook didepannya. Terlihat namja mungil itu menarik napas panjang lalu menghembuskannya, mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Raut wajah Donghae berubah seketika, ia begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Ryeowook padanya, antara percaya dan tidak percaya, antara bingung harus menjawab apa, semua bercampur menjadi satu untuk saat ini.

“Aku sengaja untuk tidak memberitahu siapapun, karena aku tahu Kyuhyun tidak akan bisa percaya begitu saja, apalagi dengan kita yang jelas-jelas tidak terlalu dekat dengannya.”

Donghae mengernyitkan dahinya, menyandarkan tubuh kekarnya pada sandaran sofa, “Kalau begitu Yesung hyung yang harus mengatakannya kepada Kyuhyun.”

“Apa kau yakin Yesung hyung akan percaya ucapan kita? Lagipula tidak ada bukti yang mengarah kearah sana, Sungmin terlihat pintar sekali menyembunyikan semua itu, dan Yesung hyung percaya jika Sungmin mencintai Kyuhyun.” Terang Ryeowook dan hanya dibalas anggukan pelan dari Donghae.

“Benar, Yesung hyung begitu percaya jika Sungmin mencintai Kyuhyun dan begitupula Kyuhyun terhadap Sungmin, ia tidak akan percaya pada ucapan kita jika tidak ada bukti.”

Mereka berdua diam, berpikir keras akan apa rencana yang akan mereka lakukan untuk membuat Yesung ataupun Kyuhyun percaya ucapan mereka.

“Aku tidak percaya jika ternyata Sungmin tahu perasaan Yesung.”

“Sebenarnya sikap Yesung hyung sudah sangat kentara bila dia begitu mencintai Kyuhyun, tapi aku tidak tahu kenapa Kyuhyun sama sekali tidak merasakannya.”

“Sepertinya kita harus membuat rencana Wookie, kita bicara baik-baik saja kepada Yesung hyung, mungkin saja dia mempercayai ucapan kita.”

“Kalau dia tetap tidak percaya?”

Donghae menatap intens iris Ryeowook, “Kita yang akan turun tangan.”

.

Dengan terkadang meringis kesakitan, Yesung mengemasi barang-barangnnya yang akan dibawa kembali ke Seoul, disela-sela itu ia masih saja menangisi apa yang sudah terjadi, walau nyatanya semua itu sudah tidak ada gunanya.

Penyesalan memang selalu datang belakangan, dan entah kenapa ia merasa begitu kotor karena kejadian tadi malam bersama Kyuhyun. Ia merasa seperti sebuah kotoran yang begitu mengganggu.

Sedang Kyuhyun, namja tampan itu tampak duduk didepan ruang TV dengan segelas air putih ditangannya, tatapannya kosong tanpa tahu apa yang harus ia lakukan.

Ia juga merasa bersalah akan apa yang sudah terjadi, ia benar-benar tidak percaya bahwa ia akan melakukan hal gila seperti itu dengan orang yang sudah ia anggap sebagai hyungnya sendiri.

PYAR_

Ia melemparkan gelas kearah dinding hingga pecah dan berserakan dilantai, lantas tangannya mencengkram kuat surai hazzelnya. Benar-benar merutuki perbuatan bodohnya.

Cklek_

Ia menoleh ketika mendengar suara pintu kamar yang terbuka, namja manis yang seperti sudah bersiap-siap meninggalkannya.

“Hyung,” sapanya, berdiri dan menghampiri sosok yang kini membelakanginya tersebut.

“Yesung hyung, mianhae…”

Yesung masih bungkam, tidak berniat sama sekali untuk memutar tubuhnya, hatinya sudah sangat sakit akan luka baru yang ditorehkan Kyuhyun.

Walau ia yakin bahwa disini bukan hanya Kyuhyun yang salah, ia tahu bahwa ia juga bersalah, tapi ia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa. ia memilih untuk diam tanpa mau merespon ucapan Kyuhyun.

“Aku mohon jangan pergi,” Kyuhyun menggenggam pergelangan tangan Yesung, namun secepatnya Yesung menghentakkan kasar tangannya.

Ia melangkah keluar dari penginapan tanpa sekalipun menoleh kebelakang, menyisahkan Kyuhyun yang terpaku dan menatap punggung namja manis yang mulai menghilang dibalik pintu.

Tangan kekarnya terkepal sangat erat, raut wajahnya berubah seketika, “ARGH!!!”

BUGH_

.

Yesung berusaha keras menahan liquid yang terus memaksa untuk keluar dari manik kembarnya, menggunakan kacamata hitam sepertinya cukup berguna, karena beberapa orang yang ada didalam transportasi umum itu tidak tahu jika sesekali Yesung menangis dalam diam.

Ia berpikir keras kenapa semua harus terjadi seperti ini, awalnya ia datang ke Jeju bersama Kyuhyun hanya untuk menemani namja tampan itu menjalani praktek bekerjanya, tapi kenapa sekarang semua begitu……. entahlah…..

Yesung menunduk, mengusap rambutnya sembari menatap kearah luar jendela, berulang kali ia menggigit bibir bagian bawahnya untuk pelampiasan. Berusaha sekali bahwa dirinya tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang-orang.

Berjam-jam ia menahan rasa sakit dengan tidak melakukan apapun, dan hanya merasakan sakit bercampur sesak didalam hatinya.

Ia melangkah pelan dengan wajah yang bisa dikatakan tidak ada semangat untuk hidup. Perlahan akhirnya ia sampai dirumah besarnya, masuk tanpa menyapa kedua orangtuanya yang duduk diruang tamu, mengabaikan mereka yang memanggil namanya.

Ia hanya ingin sampai dikamarnya, menangis lebih keras untuk membuat kelegaan dihatinya. Ia tidak bisa tersenyum, ia tidak bisa menoleh kemanapun saat ini, karena sekali saja ia membuka bibirnya, ia akan menangis lebih keras dan keras lagi.

Yesung terduduk disisi ranjang dengan sebelumnya menjatuhkan tasnya kelantai, menatap kosong kearah depan tanpa mau berpikir lagi, ia hanya ingin hatinya tidak lagi sesakit dan sesesak ini, ia serasa ingin mati jika terus seperti ini.

Bukan hanya bagian selatannya yang terasa begitu sakit dan perih, tapi relung hatinya pun terasa begitu menyakitkan. Ia mengepalkan tangannya erat-erat masih dengan menggigit bibir bawahnya. Ia pun mencium bau besi berkarat yang pasti keluar dari bibirnya, tapi itu memang tidak sakit untuk saat ini.

.

::_COVERED_LOVE_::

.

Namja tampan berdimple yang tengah fokus pada meeting yang digelar diperusahaan appanya itu mulai merasa ganjal dengan pikiran anehnya yang tiba-tiba terfokus pada sosok Yesung. getaran ponsel yang ada disaku membuatnya semakin heran, buru-buru ia mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah panggilan telpon dari seseorang.

‘Kim ahjumma?’

Ia bangkit dan membungkuk sejenak, “Maaf, saya mau menerima telpon dulu.” Ijinnya sopan, dan beberapa kliennya mengangguk.

Siwon keluar dari ruang meeting lalu menekan tombol hijau, “Yeoboseyo..”

“……………….”

“Ah Ye ahjumma, ada apa?”

“……………….”

Raut wajahnya berubah mendengar penjelasan yang ternyata dari eomma Yesung. dan tiba-tiba pula jantungnya berdegup sangat kencang, merasa begitu khawatir dengan ucapan eomma Yesung kepadanya.

“Baiklah, saya kesana sekarang. Terima kasih ahjumma.”

“……………….”

Klik.

Siwon mencengkram ponselnya erat-erat, tanpa membubarkan ataupun mengatakan pada kliennya diruang meeting, ia berlari keluar dari gedung begitu saja, melajukan mobilnya cukup cepat kearah kediaman Yesung.

“Ahjumma tidak tahu apa yang terjadi Siwon, tapi ahjumma benar-benar khawatir karena sikap Yesung yang tiba-tiba berubah sepulang dari Jeju, dia pulang sendiri dan ketika kami memanggilnya, dia tidak menyahut ataupun menoleh kearah kami.”

Ia mengeratkan kepalan tangannya dikemudi mobil, semakin kuat menginjak pedal gas mobil sportnya.

.

Yesung masih tetap pada posisinya, duduk disisi ranjang tanpa melakukan apapun, bahkan ia tidak mengganti baju ataupun melepaskan sepatunya, hanya tadi ia sudah membuat matanya terlepas dari kacamata hitam yang ia pakai dari Jeju.

Tidak ada liquid yang mengalir dari matanya, tidak ada reaksi diwajah manisnya, ia seperti tengah menunggu ajal yang akan mengambil seluruh kesakitannya.

Cklek_

Ia mendengarnya, suara pintu yang terbuka bersamaan dengan baritone berat yang masuk kedalam gendang telinganya.

“Yesungie.”

Matanya memanas seketika, kenapa sosok itu harus datang diwaktu yang tidak tepat seperti ini. Yesung bukan tidak ingin bertemu, namun saat ini ia benar-benar ingin sendirian, ia tidak mau jika ia melihat sosok itu disampingnya, ia akan kembali menangis seperti sebelumnya.

Langkah mantap sang namja tampan terlihat mulai mendekat hingga akhirnya sampai disisi Yesung, duduk disamping ranjang sama seperti yang dilakukan Yesung.

“Kenapa tidak menelponku kalau kau sudah pulang huh?”

“…………………” ia tidak mengucapkan apapun. Bukankah sudah dikatakan bahwa sekali saja ia membuka bibirnya, menoleh atau menatap seseorang, ia akan menangis.

Siwon mengernyitkan dahinya melihat sikap aneh dari Yesung, ia berniat untuk menyentuh bahu Yesung, tapi belum sempat tangan kekarnya bersandar pada bahu namja manis itu, Siwon sudah lebih dulu melihat sebuah cairan menyilaukan turun dari onix Yesung yang terbuka.

Tes_

Siwon semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi, ia memutar tubuh Yesung untuk menghadap kearahnya.

Tes_

Dan lagi-lagi ia melihat cairan menyilaukan itu, bahkan saat ini cairan yang merupakan liquid bening Yesung lambat laun mulai berderetan turun dan membuat anak sungai dikedua pipi itu.

“A…apa yang-“

Greb_

Tanpa tahu apa yang terjadi selanjutnya, Siwon yang juga belum sempat menyelesaikan pertanyaannya sudah lebih dulu mendapatkan pelukan dari Yesung. tapi saat ini bukan lagi pelukan hangat yang ia rasakan, tapi sebuah pelukan yang syarat akan kesakitan.

Siwon tidak mendengar suara isak tangis Yesung, ia hanya merasakan kemeja putihnya mulai basah yang ia tahu karena sesuatu yang keluar dari kedua mata Yesung.

Siwon tidak banyak bertanya, ia membiarkan Yesung memeluknya dan meluapkan sesuatu yang menyakitkan dihatinya. Ia tidak mau berpikir bahwa semua ini adalah kesalahan Kyuhyun walau dihatinya ia sudah benar-benar menyalahkan dongsaeng kandungnya itu.

Lama sekali Yesung memeluknya dan iapun akhirnya membalas pelukan Yesung, mengusap punggung dan surai namja manis yang ada didadanya. Walau ia tidak mengerti apa yang membuat Yesung seperti ini, tapi setidaknya ia tahu bahwa saat ini Yesung tengah merasakan sakit karena suatu hal.

“Jangan….melukainya…hiks….” suara lirih Yesung terdengar ditelinga Siwon dan wajah tampan itu mulai mengeras.

Sesekali Siwon meremas helaian surai hitam Yesung kemudian mengendorkannya, bukan bermaksud menyakiti, hanya saja ia sudah mulai mengerti apa yang terjadi pada namja dipelukannya itu.

Hampir setengah jam ia memeluk tubuh itu hingga tak lama setelahnya ia mendengar deru napas Yesung yang teratur, Siwon melonggarkan pelukannya dan melihat sosok itu memejamkan matanya yang mulai membengkak.

Masih terlihat jelas bekas liquid yang mengalir dikedua pipinya, bahkan tak ayal dalam keadaan tidur seperti inipun, cairan itu masih memaksa keluar dari sudut mata Yesung yang tertutup.

Yesung sangat terluka.. ya.. itulah yang ada dipikiran Siwon.

Ia merebahkan tubuh Yesung keatas ranjang dan melepaskan sepatu yang dikenakan Yesung. setelah membereskan apa yang sebelumnya berceceran dilantai kamar Yesung, Siwon menarik selimut sampai sebatas dada Yesung dan mengecup kening namja manis itu.

“Tidurlah Yesung, lupakan lukamu. Dan setelah kau bangun, aku harap kau akan kembali seperti sedia kala. Menjadi seorang Yesung yang kuat dan selalu tersenyum apapun yang terjadi.” Bisik Siwon kemudian mengecup pipi Yesung.

Ia melangkah keluar dari kamar dengan sebelumnya menatap sosok Yesung yang tenggelam dibalik selimut dari ujung pintu.

.

::_COVERED_LOVE_::

.

Kyuhyun melangkah menyusuri lorong menuju kamarnya, tangan kirinya membawa tas jinjing sedangkan tangan kanannya bergerak memijat tengkuknya yang terasa lelah. Ia mendorong pintu kamarnya dan masuk dengan melanjutkan pijatan ditengkuknya, tapi langkahnya terhenti ketika melihat seseorang duduk diatas ranjangnya.

Kamarnya memang masih gelap karena ia belum menyalakan lampu, hanya mendapat sebuah sinar dari bulan yang menyusup dari jendela kamarnya yang terbuka.

Ia mengernyitkan dahinya sembari meletakkan tas jinjingnya kearah sofa tidak jauh dari ranjang, “Siwon hyung, sedang apa kau dikamarku?” tanyanya sambil melepaskan jaket dan meletakkannya digantungan.

“Apa yang terjadi padamu dan Yesung?”

Deg_

Tubuh Kyuhyun yang saat itu membelakangi Siwon menegang.

“Kenapa kau pulang lebih cepat dari jadwalmu? Bukankah seharusnya besok kau baru pulang?”

“………………” Kyuhyun masih diam, tidak menjawab ucapan Siwon. iapun tidak memutar tubuhnya.

“Kenapa kau tidak pulang bersama Yesung?”

Kyuhyun tidak tahu harus menjawab pertanyaan yang mana, Siwon melemparkan banyak pertanyaan kepadanya. Sekilas terpikir olehnya apa yang membuat ia harus pulang sendiri seperti ini, tapi mungkin sebaiknya ia tidak mengatakannya kepada Siwon walau namja tersebut adalah hyungnya sendiri.

Ia tersenyum sembari memutar tubuhnya, lantas duduk disisi ranjang dekat dengan Siwon. “Tidak terjadi apa-apa hyung, hanya…. sedikit salah paham.”

Sedikit salah paham? Benarkah? Kenapa kau tampak ragu dengan ucapanmu itu Cho Kyuhyun?

Namja bersurai hazzel itu masih menimang-nimang ucapannya, sebenarnya masalah yang ia alami dengan Yesung tidak sekecil dan semudah itu, ini sudah menjadi sebuah masalah besar dan akan sangat berbahaya jika orang lain mengetahuinya, tapi……

“Benarkah? Sedikit salah paham?” tanya Siwon meyakinkan.

Kyuhyun menatap obsidian Siwon yang tersamar oleh gelapnya pencahayaan dikamar itu, Ia mengangguk. “Kau tidak perlu khawatir hyung, nanti juga aku dan Yesung hyung akan baikan seperti semula. Dia mungkin sedang ingin sendiri.”

Siwon tahu jika Kyuhyun tengah menyembunyikan sesuatu, bukannya ia ingin ikut campur, tapi mungkin untuk saat ini ia akan diam sejenak, dan akan bertanya langsung kepada Yesung. ia tidak mau bertindak gegabah, karena jika ia tahu yang sebenarnya terjadi, mungkin ia akan langsung membunuh Kyuhyun.

Setelah sebelumnya menarik napas panjang, Siwon turun dari ranjang dan berdiri didepan Kyuhyun, “Jika aku tahu kau melukai Yesung lagi, kau akan berhadapan denganku Kyu.”

Kyuhyun memejamkan matanya mendengar ucapan Siwon, dan ketika Siwon hampir sampai dipintu kamar, bibirnya terbuka untuk mengatakan sesuatu.

“Apa kau mencintainya…. hyung?” tanyanya tiba-tiba dan langsung membuat Siwon menghentikan langkah.

Namja tampan itu bergeming, masih membelakangi Kyuhyun yang sudah berdiri dibelakangnya.

“Kenapa kau begitu peduli dengannya? Kepedulianmu seperti ini sudah berlebihan jika aku berpikir bahwa kau hanya menganggap dia sebagai seorang dongsaeng sepertiku.”

Siwon mengepalkan tangannya erat, kemudian terkekeh miris dengan memfokuskan obsidiannya pada pintu didepannya, “Aku melakukan semua ini karena aku tidak mau dia terluka lebih dalam lagi, dia sudah cukup tersiksa selama ini oleh cintanya sendiri. Sebuah cinta yang sangat besar untuk seseorang yang sama sekali tidak melihatnya.”

Tersentak. Kyuhyun tidak mengerti apa yang dikatakan Siwon. belum sempat ia bertanya akan kejelasan kalimat Siwon, namja tampan itu sudah keluar dan menghilang dibalik pintu.

“Aku melakukan semua ini karena aku tidak mau dia terluka lebih dalam lagi, dia sudah cukup tersiksa selama ini oleh cintanya sendiri. Sebuah cinta yang sangat besar untuk seseorang yang sama sekali tidak melihatnya.”

‘Cinta yang sangat besar untuk seseorang yang sama sekali tidak melihatnya?’ batin Kyuhyun dengan tanpa sadar menyentuh dada sebelah kirinya, ia mengusapnya beberapa kali karena entah kenapa kalimat Siwon membuatnya sesak.

Ya… Kyuhyun merasakan sesak didaerah yang kini ia sentuh.

.

::_COVERED_LOVE_::

.

Ia duduk dengan menopangkan dagu, bertumpu pada tangan kanannya, sedang tangan kirinya memutar-mutar pena yang ada diatas meja. Tatapannya lagi-lagi kosong mengarah kearah luar jendela ruang kelasnya.

Hari ini ia berangkat terlalu pagi hingga kelas masih begitu sepi, hanya beberapa orang yang sudah dengan rajinnya duduk dibangku masing-masing sembari belajar.

Sedang ia, namja manis yang mengenakan cardigan berwarna hitam serasi dengan rambutnya yang juga sewarna langit malam sedari tadi terlihat menghembuskan napas berulang kali.

Masih sama seperti sebelumnya, ia tidak menunjukkan senyum yang biasanya selalu terpancar setiap kali ia menginjakkan kaki kedalam kampusnya. Ia tengah berusaha menghapus memory pahit yang terjadi 2 hari lalu, sebuah kenangan yang begitu menyayat hatinya.

Onixnya kini bersembunyi dibalik kelopak indah yang tertutup, telinganya terpasang sebuah benda yang biasanya disebut earphone, menyalakan ponselnya untuk mendengarkan sebuah lagu yang selalu membuatnya tenang.

Tapi ternyata melody dead at heart semakin membuat hatinya mencelos, bibirnya yang tadi sempat bergumam seperti bernyanyi lirih sekarang terkantup cukup rapat, bahkan terlihat sekali ia menggigit bibirnya, seperti sedang menahan sesuatu yang ingin keluar.

Hingga beberapa menit setelahnya onix indah itu kembali terbuka ketika merasa ada yang menganggu dengan sengaja melepaskan earphone dari telinganya.

“Tidak baik melamun dikelas seperti itu.” Yesung menatap sosok yang tidak asing baginya. Donghae, namja tampan itu menarik kursi dan duduk didepan Yesung, ikut bertopang dagu layaknya Yesung.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya dingin.

Donghae menangkap sesuatu yang ganjil dipertanyaan Yesung, ia tidak pernah sekalipun melihat sikap dingin dari Yesung.

“Apa yang terjadi padamu hyung? Sikapmu aneh sekali.”

Yesung terdiam, menghiraukan pertanyaan Donghae dengan bangkit dan berlalu keluar dari ruang kelas, benar-benar semakin membuat Donghae terheran.

Yesung melangkahkan kakinya dilorong kampus hingga lagi-lagi ia terhenti ketika berpapasan langsung dengan seseorang yang entah kenapa tidak ingin ia temui untuk saat ini.

Sosok tampan dengan sweater bermotif hitam putih berdiri tepat didepannya. Tatapan mereka saling bertabrakan tanpa adanya yang berani membuka suara.

Ketika Yesung bermaksud melangkahkan kakinya untuk pergi, sosok tersebut langsung menahan pergelangannya.

“Kita bicara baik-baik hyung, aku bisa menjelaskannya.”

Sejenak Yesung memejamkan matanya rapat sedari tangan kanannya yang bebas terkepal sempurna. Dengan kuat ia menghentakkan tangan Kyuhyun untuk melepas pergelangannya.

Terlepas dari genggaman Kyuhyun, Yesung berlari meninggalkan tanpa mau menatap ataupun membalas ucapan namja yang kini menunduk dalam langkahnya.

Kyuhyun tersenyum miris, tidak bisa dipungkiri, hatinya terasa begitu sakit melihat sikap Yesung yang seperti itu padanya. Jika saja ia mempunyai kekuatan magic, ia ingin sekali memutar waktu dan menghilangkan moment disaat kedua tubuh mereka bersatu tanpa celah.

Walau sebenarnya, jauh dilubuk hatinya yang paling dalam, ia sama sekali tidak pernah menginginkan untuk bisa menghapus moment tersebut. Tapi saat ini bukan saatnya untuk memikirkan hal yang semakin membuat keadaan semakin rumit.

.

Bagaimana hubungan Kyuhyun dan Yesung setelah kejadian tidak terduga itu terjadi? akankah Yesung terus bersikap seperti itu kepada Kyuhyun? Apakah Donghae dan Ryeowook berhasil membuat Kyuhyun sadar siapa Sungmin sebenarnya?

.

.

TO BE CONTINUED OR END?

.

.

Jangan berpikir ini enceh aku buat setelah aku nikah ya -_- Chap ini udah selesai jauh sebelum aku nikah, Cuma aku malas update wkwkwkwkw… jadi maafkan jika mengecewakan ^_^v

Okay untuk konfliknya tidak kunjung teredam kan? /dor/ aku sedang memikirkan untuk memperpendek konflik dan berakhir mati semua *dihajarreader* hahahaha..

Aku masih belum tau kapan bisa update lagi, tapi ini udah aku perpanjang kan mengingat sebagai permintaan maaf setelah sekian lama gk update n nganggurin wp ini hihihi…

Dan happy b’day buat si namja kece n panas n mesum(?) ical oppa~~~ all the best for you ^^

Gomawo……… #hugs_Rae

71 comments on “Covered Love – Chapter 8

  1. aihh yeppa tmbh galau nih.
    Hah smoga kyuppa cpet sadar klo yeppa itu syg sm dia.
    Wonppa pairing nya sm siapa nih tar ya kalo kyusung jadi main pairnya.
    Aku suka ff ini🙂

  2. sebelum kaget aku mau meluk eonni #hug chukkhaeyo buat pernikahan eonni sama keponakan aku yg bentar lagi mau lahir YEAY !! #loncat”barengeunhae aku gak sabar pengen nimang keponakan😀 hihihi
    eh tunggu… itu eomma sama appa lg ngapain?*sokinnocent
    huwaaa~~ eonni ini di sini aku nangis kenapa tambah rumit? tambah nyiksa? dan yang penting bikin rasanya ketusuk” sampe ke jantung,, aku gak kuat liat mereka di siksa terus eonni huwee~~
    Happy ending ne? huwee~ FIghtiiing eonni😥

  3. .hiks.. Hiks.. Cinta begitu menyakitkan, kaLo aQ jd yesung udah dri dLu aQ pergi dr kehidupan kyuhyun.. Tp yesung bgitu berbeda dia sosok yg tegar aQ terharu.. Kpan kyuhyun bisa membuka matanya kaLau yesung bgitu sangat mencintainya.. AQ berharap yesung akan bahagia..
    AQ tunggu keLanjutannya
    KEEP WRITING Author-nim..😀

  4. Daebak! Pas baca lgsg chapter 8, karena gak ngerti jadi ngikutin dari awal bacanya…
    pas baca dari awal sampe akhir cuma bisa melongo, alurnya jadi makin jelas kesini jya tujuan sungmin berbuat kayak gitu ke kyu, tapi kasian yesungnya menderita ㅠ-ㅠ

  5. Q ktinggalan bgt ya bru bca skrg,,,,hehehhe…..
    Rasain Kyu gmna lo Sungie dh brskap dingin ma km!!!! Pkoknya ceritanya smakin bkin gregetan dn ga bs ditebak!!! Palli lanjut!!

  6. ;( kyuhyun lu harus tanggung jawab sama yeye!!! hweee sedih min. keren. terus gimana lanjutan ceritanya. cepet dilanjut ya thor… Y.Y

  7. #tabokkyuhyun
    yesung makin terluka aja,,,, oke sip aku makin penasaran ,,, di tunggu kelanjutan’y,,,moga ga lama” yach🙂

  8. chingu ni ff dah lama banget gak di lanjut..
    kapan mo di lanjut chingu???
    aku selalu nunggu ni ff di lanjuuuuttt..

  9. authornim ni ff kapan di lanjut????
    di lanjut dong yah yah #kedip2
    aku selalu menunggu ni ff up date loh..

  10. woaaaaa….ada nc-nya toch ternyata..#nyengir
    uhh….masih kesel ama kyu….jadi pengen timpuk itu magnae satu ampe benjol-benjol kepalanya #dipitingsparkyu
    #padahal aku sendiri juga sparkyu -_-
    huaaa…..yeye,,,kenapa nasibmu menderita sekali nak??
    pa salahmu sampai author itu membuatmu manjadi menyedihkan seperti ini hmm?? #nangisdipojokan #digamparauthor
    hehe…piss thor V
    next chap>>>

  11. astagaaaaa…………sudah lama buuangeet gak buka bloq ini
    abiiiii nungguin ff ini gak nongol nongol juga…

    aaiisshh.kenapa KYU Pabbo bgt sih..
    masa sih gak berasa juga…
    padahal sudah menyatu gak terpisah…
    kan kasihan Yesung….

    iisshh gregetan liat ke pabbo-an nya si KYU
    pingiiiiin bgt jitak tuh kepalanya…biar bisa waras…

    eeeiii…………..selamat yaah saeng buat pernikahannya………….
    akhiiirnyaaa……..tauuu juga yah gmn rasa nya…………wkwkwkwk…

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s