Love Come Softly – Chapter 2

Chap 2.

Main Cast : Yesung, Siwon and Other cast

Disclaimer : They are belongs to God, themselves and also their Parents, but This Story is mine

Genre : Romance,Hurt/Comfort

Rate : T

Summary : Sosok yang ia temui tiba-tiba itu begitu mirip dengan seseorang dimasa lalunya. Namun pertemuan itu begitu menyebalkan. Apakah akan ada rasa cinta yang tumbuh sedikit demi sedikit karena pertemuan itu?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

.

Previous Story Chapter 1 || Next Story Chapter 3

.

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

.

love2

.

.

“Aku tidak peduli tuan angkuh, kau harus menampungku sampai aku kembali mendapatkan kontrakan baru.”

“BABBO CEPAT KELUAR!!” Seru Siwon seakan emosinya sudah mencapai puncak.

“Tidak mau.” Ia menggeleng keras.

“YA!!! INI MOBILKU, AKU TIDAK SUDI MENAMPUNGMU DIRUMAHKU. RUMAHKU BISA KOTOR JIKA ADA ORANG SEPERTIMU!!”

“Itu urusanmu, bukan urusanku.”

“AISH!!! JINJJAAAAA!!!” Siwon histeris lagi dan mengacak surainya kasar, menatap Yesung yang dengan santainya menatap kearah luar jendela mobil.

.

.

Cloudhy3424_Present © 2014 YeWon Fanfiction

Love come Softly_Chapter 2

Happy Reading

.

.

.

Bias-bias mentari mulai masuk melewati jendela sebuah kamar yang terasa asing baginya, suara burung-burung yang bernyanyi diluar sana menandakan bahwa dirinya harus segera bangun dari acara tidurnya yang terasa sangat nyenyak dari biasanya.

Onixnya terbuka, tubuhnya bergeliat diatas ranjang yang sangat empuk, ranjang yang sudah lama tidak ia rasakan semenjak ia memutuskan untuk pindah ke Seoul.

Ia memicingkan matanya menatap jam dinding yang masih menunjukkan pukul 6 pagi. Yesung bangkit dan membuka selimut tebal yang menutupi tubuhnya, alisnya menyatu, ‘Hng? Yang aku ingat, tadi malam aku tidur dimobil tuan angkuh itu, tapi kenapa sekarang aku sudah berada didalam kamar?’

Matanya menelusuri seluruh penjuru kamar yang begitu mewah dan megah, tak henti-hentinya ia memuji bagaimana design artistik yang terlihat dikamar yang ia tempati. Lebih indah dari sebuah kamar hotel berbintang pikirnya.

Ia hampir menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang ketika ia melihat kedua lututnya berbalut kasa, ‘Apa tuan angkuh itu yang mengobati kakiku?’

Berbagai pertanyaan keluar dari pikirannya, serasa ketika ia bangun dari tidur, semua tampak sangat membingungkan.

Ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, lalu akhirnya keluar dari kamar. Benar saja, rumah yang ia tempati saat ini begitu indah, matanya mengerjap-erjap melihat pesona yang terpancar dari rumah itu.

Tapi…. rumah yang sangat sepi, tidak ada siapapun yang terlihat sejauh mata memandang. Yesung sedikit ragu, kenapa rumah semegah ini tidak ada orang?

Dan berpikir keras membuat perutnya mulai meraung-raung karena kelaparan, ia berlari menuju dapur dan melihat isi lemari pendingin yang penuh dengan makanan. Ia tersenyum bahagia dan dengan keahlian yang ia miliki, ia mulai memasak.

Membuat masakan untuk dirinya, sekaligus orang yang sudah menolongnya walau pada kenyataannya ia yang memaksa untuk tinggal dirumah tuan angkuh itu. Yesung terkekeh jika memikirkan hal yang sudah ia lakukan.

Beberapa menit ia berkutik dengan bahan-bahan makanan yang ada didapur hingga akhirnya ia tersenyum puas melihat bagaimana hasil dari masakannya yang tertata diatas meja.

Asap yang mengepul dari beberapa makanan yang ia buat semakin membuat dirinya lapar ingin segera memakan makanan tersebut.

“Apa yang kau lakukan?”

Yesung yang saat itu hampir saja duduk dikursi meja makan menghentikan langkahnya, menatap sesosok namja dengan setelan berwarna abu-abu berjalan kearahnya.

“Ah… selamat pagi.” Sapanya, tersenyum lebih lebar untuk sekedar menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Aku tanya apa yang kau lakukan pada dapurku huh?” Siwon memasang wajah dingin, berdiri tidak jauh dari meja makan yang menyajikan beberapa makanan enak yang menggugah selera.

“Kau tidak lihat ini apa hum?” Yesung menunjuk satu persatu hasil masakannya, “Rumahmu sepi sekali dan aku kelaparan, akhirnya aku memasak untuk kita makan pagi.”

“Kita?”

Yesung mengangguk manis, “Ayo duduklah, kita makan.” Yesung sedikit berlari menghampiri Siwon lalu menarik tubuh kekar itu untuk duduk dikursi yang disediakan.

“Kau tidak sopan sekali, kenapa tidak meminta ijin terlebih dahulu?” omel Siwon masih dengan tampang dinginnya, walau sebenarnya ia sudah sangat lapar bila terus berbicara.

“Aku tidak melihat seorangpun berada dirumah ini, dan… hey! Apa kau tinggal sendiri disini?” tanya Yesung seraya duduk dikursi dekat dengan Siwon.

“Untuk apa kau bertanya?”

Yesung mengerucutkan bibirnya, ia bermaksud  baik pagi ini tapi kenapa si namja angkuh itu begitu menyebalkan baginya?

Ia menarik napas panjang dan mencoba tersenyum kembali, “Hng… tuan angkuh, terima kasih sudah memberikan tempat aku tidur dan mengobati lukaku.”

Uhuukk!!

Siwon yang saat itu tengah meminum segelas air tersedak.

“Eh? Kau baik-baik saja?” Yesung menepuk sedikit keras bahu Siwon.

“Ya!! YA! Apa yang kau lakukan, jangan menyentuhku!!”

“Huh?” Yesung benar-benar bingung dengan apa yang ia lakukan, kenapa ia selalu saja bersikap salah dihadapan Siwon.

“Aku tidak memberikan tempat untukmu tidur, aku ingin hari ini juga kau angkat kaki dari rumahku.”

Yesung mengernyitkan dahi untuk kesekian kalinya, “Ke..kenapa? aku hanya ingin kau memberiku tempat untuk beberapa hari selama aku belum mendapatkan kontrakan baru, setelah aku mendapatkan tempat tinggal baru, aku janji akan keluar darisini.”

Siwon menggeleng, menolak keinginan Yesung, “Tidak bisa, aku minta kau segera pergi, aku tidak mau jika media kembali membuat gosip jika aku mempunyai seorang kekasih, apalagi seorang namja.” Siwon melirik Yesung dengan tatapan –aku-tak-sudi-.

Yesung menunduk, diam untuk beberapa saat hingga mereka merasakan kecanggungan. “Tuan angkuh, jebal~~” tanpa diduga Siwon, keheningan yang tadi tercipta pecah seketika saat Yesung kembali mengangkat kepalanya, meluncurkan puppy eyes yang membuat Siwon meneguk salivanya susah.

‘I…indah….’ batinnya.

“Aku bisa memasakkan makanan untukmu tiap hari, aku bisa membersihkan…. rumahmu…. ini….” ia sedikit ragu dengan ucapan akhirnya, bagaimana mungkin ia membersihkan sendiri rumah sebesar ini, matanya mengelilingi seluruh penjuru rumah megah milik Siwon.

“Kau yakin dengan ucapanmu itu?” tanya Siwon dan Yesung langsung mengangguk setuju tanpa pikir panjang. “Akan aku pikirkan nanti.” Lanjutnya.

Siwon memulai acara makannya bersama Yesung, dan ini memang kali pertama Siwon makan dimeja makan rumahnya setelah sekian lama ia tidak pernah sekalipun makan dirumah pribadinya.

Jangan tanyakan kenapa Siwon tidak menyewa maid untuk membersihkan ataupun memasakkan makanan untuknya, karena pada intinya Siwon tidak ingin rumahnya menjadi ramai dengan beberapa orang didalamnya.

Ia ingin tinggal sendiri dirumah megah yang ia bangun dari hasil kerja kerasnya selama ini. Kalaupun ia ingin membersihkan rumah, halaman dan pekarangan, ia akan menyewa beberapa maid untuk membersihkan dalam waktu sehari, setelah itu ia ingin maid-maid tersebut pergi dari rumah.

“Dimana orangtuamu?” tanya Yesung disela-sela kuyahan makanannya, sedang Siwon masih merasakan masakan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

‘Ini… enak sekali…’ batinnya. Ia menatap Yesung yang masih setia menatap wajahnya seolah-olah menunggu jawaban yang belum ia berikan.

“Apa? kenapa menatapku seperti itu?” Siwon berdecak, cukup kesal karena tatapan Yesung.

“Apa… rasanya tidak enak?” Yesung mulai khawatir, ia takut jika tuan angkuh itu tidak menyukai masakannya, dan artinya ia tidak mempunyai kesempatan tinggal dirumah megah tersebut.

“Kau tadi menanyakan apa?” Ego Siwon meminta untuk tidak menjawab pertanyaan Yesung, diakuinya masakan Yesung benar-benar enak, namun ia tidak mau mengutarakan yang sebenarnya, ia masih mempunyai rasa ego yang tinggi dan tidak mau jika namja dihadapannya itu akan besar kepala mendengar pujiannya.

“Oh~ orangtuamu dimana?” sang namja manis hanya bisa mendesah karena Siwon malah mengalihkan pembicaraan.

“Jepang.” Jawabnya singkat.

“Jepang? Mereka tidak pernah pulang dan tinggal bersamamu?”

“Tidak.”

“Jadi kau selalu sendirian dirumah ini? Tanpa maid ataupun teman?”

“Ne.”

“Apa kau tidak merasa takut ataupun kesepian?” Siwon terdiam, ia yang tadinya menjawab singkat sembari memakan makanannya mulai fokus lagi pada Yesung.

“Kalau aku berada diposisimu, pasti aku akan merasa kesepian,” Yesung bersandar pada kursi, matanya tidak bosan-bosannya berlari kesana kemari menatap kemegahan dihadapannya.

“Orangtua dan namdongsaengku meninggal 8 tahun yang lalu karena kecelakaan tragis di Cheonan,” namja berdimple smile itu benar-benar menghentikan acara makannya, bukan karena ia tidak suka dengan cerita Yesung, tapi ia sedikit merasa keanehan dihatinya ketika Yesung tiba-tiba menceritakan jati dirinya.

“Semenjak saat itu aku mulai pindah ke Seoul, bermaksud untuk tidak lagi terpuruk pada kesendirianku, tapi nyatanya aku tidak bisa. Aku seperti kehilangan sosok jati diriku sendiri, aku tidak bisa tersenyum. Aku hanya terus menangis jika aku berada dikontrakan kecilku karena merasakan rindu pada mereka.”

Cerita Yesung begitu mengiris hati Siwon, ia melihat onix namja manis dihadapannya seperti mulai berkaca-kaca.

“Tapi aku tidak menyangka jika 2 tahun setelahnya, aku bertemu dengan seseorang yang merubah hidupku, seseorang yang nyatanya sangat mirip denganmu tuan angkuh.” Yesung terkekeh saat ia menatap Siwon.

Siwon sendiri hanya mengernyitkan dahinya, tidak bermaksud menyela, namun juga tidak bermaksud berbicara.

“Dia yang membuat aku mendapatkan kembali jati diriku, kembali merasakan senyum dan tidak pernah sekalipun membuatku menangis, aku bahagia bersamanya. Seorang namja yang tidak aku ketahui darimana asalnya dan siapa dia sebenarnya. Seorang namja yang benar-benar special dihatiku, Tapi……” Yesung menggantungkan kalimatnya, ia menunduk.

‘Kenapa dengannya?’

“2 tahun setelah aku bertemu dengannya, dia menghilang secara tiba-tiba. Aku tidak bisa mencari keberadaannya, aku tidak tahu dimana rumahnya, aku tidak tahu dimana sanak saudaranya. Karena dia yang selalu datang kerumahku, dan tidak pernah sekalipun menceritakan kehidupan dirinya.”

‘Seorang namja yang mirip denganku? Seorang namja yang tidak ia ketahui darimana asalnya?’

“Dan ketika aku bertemu denganmu pada saat itu, aku benar-benar terkejut, rasa rinduku padanya seolah-olah mencuat, dan tanpa sadar aku….. menciummu.”

Blush..

Mereka berdua menunduk, merasakan panas yang menjalar diwajah mereka.

“Aku minta maaf tuan angkuh.”

“………….” Siwon masih tidak mau membuka suara.

“Aku kira kau adalah namja yang sangat angkuh dan tidak mempunyai hati, tapi ternyata aku salah.” ia tersenyum. “Terima kasih sudah mengobati kakiku.”

“Bukan aku yang mengobatinya.”

“Huh?” Yesung menyatukan alisnya.

Namja tampan yang sudah menyelesaikan makannya itu berdiri dari kursi, merapikan setelan jasnya. “Maid yang mengobatimu.” Usai mengucapkan semua itu, ia berlalu begitu saja dari hadapannya Yesung, meninggalkan sang namja manis yang benar-benar tidak mengerti dengan sikap dingin Siwon.

‘Aku tidak mungkin mengatakan jika aku yang mengobatimu, tidak akan pernah.’

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

“Bagaimana? Kau sudah siap mengenalkan namjachingumu itu pada kami?”

Siwon tidak bergeming didepan laptopnya, pun tak menghiraukan namja yang juga adalah sahabatnya masih saja mendesak dirinya untuk mengenalkan sosok namja yang dikira adalah namjachingunya.

“Hmm… aku benar-benar penasaran dengan sosok namjachingumu, aku yakin dia pasti sangat manis sehingga seorang presdir Choi Siwon bisa jatuh cinta seperti ini.”

Walau ucapannya tidak dibalas sama sekali oleh Siwon, Donghae –sahabatnya itu- masih saja melontarkan berbagai kalimat yang sejujurnya membuat telinga Siwon panas.

Ddrrt…. Ddrrt….

Mereka berdua sedikit terkejut dengan getaran ponsel diatas meja, keduanya mencari dimana letak getaran ponsel itu berasal. tapi ternyata Donghae yang tersenyum sumringah dengan menunjukkan bahwa getaran ponsel itu berasal dari miliknya.

Siwon mendengus kesal, diabaikannya kemesraan yang diperbincangan Donghae dengan seseorang yang ia yakini adalah namjachingu sahabatnya tersebut.

Tapi tak lama kemudian ia mulai mengingat sesuatu, ia mengambil tas yang tergeletak disamping meja dan merogoh sesuatu didalamnya.

Tidak ada.

Ia memeriksa juga jas serta celana kain yang dipakainya.

Tetap tidak ada.

‘Aish… ponselku tertinggal dimeja makan.’ Ia mengusap kasar wajahnya, betapa bodohnya ia sampai sebuah ponsel yang begitu berharga baginya bisa tertinggal begitu saja.

.

“Tinggi sekali…” sosok namja manis dengan tas ranselnya menatap sebuah gedung dihadapannya. Ia menatap ponsel persegi berwarna hitam yang ada ditangannya. “Dasar tuan angkuh babbo, ponsel saja bisa tertinggal.” Umpatnya.

-ccc-

“Dasar orang aneh.” Yesung membersihkan piring dan makanan yang ada diatas meja hingga ekor matanya menatap sebuah benda berwarna hitam tergeletak diatas meja.

“Eh? Ini milik siapa?” ia mengambil benda tersebut dan mencoba menyalakannya. “Choi Siwon? apa ini milik tuan angkuh itu? dan jika ini tertinggal itu artinya……” wajah Yesung berubah datar.

“Annyeong…” Yesung terkejut mendengar suara beberapa yeoja dibelakangnya, ia menoleh dan mendapati setidaknya ada 6 orang yeoja yang bersiap dengan alat-alat kebersihan.

“A…annyeong…” ia gugup, bagaimana tidak. Tidak banyak dari mereka adalah yeoja cantik dengan usia yang masih terlampau muda, dan Yesung pun hanya bisa meneguk salivanya berkali-kali.

“Kami mau membersihkan rumah tuan muda Siwon, tolong biarkan piring kotor itu diatas meja, kami yang akan membersihkannya.”

“Hng… a…i…iya….” Yesung sedikit mundur kebelakang. “Hng… a..ahjumma…” ia bersuara, akan bertanya pada seorang yeoja paruh baya yang berada disampingnya.

“Ne tuan muda?”

Yesung melambaikan tangannya tidak setuju dengan panggilan ‘tuan muda’ yang ia dengar. “Namaku Yesung, jangan dipanggil seperti itu.”

Sang yeoja tersenyum, “Ponsel tuan angkuh.. hng… maksudku Siwon tertinggal dimeja makan, sepertinya aku harus mengantarkannya ketempat dia bekerja, apa ahjumma tahu dimana dia bekerja?”

Yeoja paruh baya itu tidak banyak diam, ia mengambil pena dan kertas yang ada diapronnya lalu menuliskan beberapa kata nama dan alamat perusahaan kepada Yesung.

“Terima kasih.”

-ccc-

“Huh.. beruntung ada yeoja-yeoja itu yang memberitahukanku dimana tempat kerjamu, dan aku tidak menyangka jika tuan angkuh sepertimu bisa bekerja ditempat semegah dan sebesar ini.” Tak henti-hentinya ia menatap kagum dengan design gedung yang ia masuki.

Cukup lama ia memutari gedung yang sama sekali belum pernah ia masuki itu, sampai akhirnya ia sampai disebuah lorong, dimana diujung lorong tersebut terdapat sebuah ruangan yang cukup besar, terlihat dari pintu yang menjulang cukup tinggi.

Didepannya ada 2 orang sekretaris muda yang cantik dengan keseksian diatas rata-rata. Memakai pakaian super mini dengan belahan dada yang membuat Yesung menegang.

“Tuan…” cukup lama ia terdiam dan membiarkan panggilan dari 2 orang yeoja itu, sampai akhirnya ia tersentak ketika salah satu dari yeoja itu menepuk bahunya.

“Hng…” Yesung sontak mendorong yeoja yang menepuk bahunya kebelakang, beruntung sang yeoja bisa menyeimbangkan tubuh mungilnya. “Ah.. mi…mianhae… aku tidak sengaja…” Yesung membungkuk merasa bersalah karena sudah mendorong yeoja itu.

“Tidak masalah,” yeoja bersurai merah kehitaman tersenyum manis, tubuhnya sedikit dicondongkan kedepan, bermaksud menggoda Yesung karena saat ini belahan dadanya cukup terlihat oleh seorang namja lugu seperti Yesung.

‘Oh… matilah aku, kenapa yeoja-yeoja ini seperti terus menggodaku!! Sialan!!!! Tuan angkuh!!! Perusahaan macam apa ini!!!’

“Ada keributan apa disini?” baritone berat terdengar bersamaan dengan terbukanya pintu yang menjulang dihadapannya.

Ah!!

Yesung menghela napas lega karena ia akhirnya bertemu dengan orang yang ia cari, “Hey tuan angkuh, ini milikmu.” Yesung berjalan mendekat seraya menyodorkan ponsel milik Siwon.

Sedang Siwon terlihat bingung tapi akhirnya ia menerima ponsel miliknya, “Darimana kau tahu perusahaanku?”

Yesung menatap horor kearah namja yang berdiri disamping Siwon, namja yang menatapnya dari atas hingga bawah dengan tatapan yang errr~ -sulit diartikan-.

Siwon yang cukup curiga dengan reaksi Yesung ikut menatap kearah dimana onix Yesung tertuju, ‘Aish~~’

PLETAK!!

“Appoooo~~~~” Donghae mengeluh kesakitan sembari mengusap kepalanya yang terkena jitakan super kuat dari Siwon. “Kenapa kau memukulku hah!!”

“Apa yang kau lihat?”

“Namja ini, begitu…. manis….”

Blush!!

Yesung menunduk dengan warna merah yang menghiasi wajahnya, pujian seorang namja yang tidak ia kenal membuatnya tersipu malu.

“Namja babbo seperti ini kau bilang manis?” Siwon berucap sangat datar, Yesung langsung mengangkat kepalanya dan memberikan deathglare mematikan.

“Hng.. Tunggu, apa dia ini namjachingumu?”

Bingo!

Siwon dan Yesung bertatapan horor seraya meneguk saliva susah, berbeda dengan Donghae dan kedua sekretaris Siwon yang juga menatap heran dua namja yang terus saja berhadapan itu.

“Ah~~ okay, sepertinya aku sudah tahu jawabannya.”

Glup!!

Kali ini obsidian dan onix itu bersamaan menatap Donghae, “Kalian mau berkencan? Baiklah, aku harus pergi sekaligus mengatakan kepada Heechul hyung bahwa aku sudah bertemu dengan namjachingumu… bye Siwon!! bye manis!!!” Donghae melambai dan berlari meninggalkan keempat orang yang masih mematung ditempatnya.

10 detik…

2 menit…..

5 menit….

“YA!!! IKAN ASIN KEMBALI KAU!!!”

Si manis menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan mungilnya, ‘Apa lagi sekarang?’

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

“Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan.” Tawar Siwon selesai meletakkan secangkir expresso hangat keatas meja, mereka tengah duduk dikantin kantor Siwon dengan pasang mata yang bergantian menatap… -uhm… -entahlah…. kearah mereka.

“Kesepakatan apa?”

Sebelumnya, Siwon menarik napas panjang, ia sebenarnya tidak yakin dengan apa yang ia ucapkan, namun ia harus mengatakannya. “Apa kau ingin tinggal dirumahku?”

“Huh?”

“Aku bisa membiarkanmu tinggal dirumahku untuk waktu yang lama,” Yesung tersenyum lebih lebar, “Tapi dengan 1 syarat.” Dan senyuman itu langsung menghilang, berganti dengan erutan dahi.

“Syarat?”

Siwon mengangguk, “Kau…. harus berpura-pura menjadi namjachinguku.”

“MWO?!!” Yesung histeris. Sontak semua pasang mata langsung menatap aneh kearah mereka.

“Ya!! Pelankan suaramu!!”

“Kau gila tuan angkuh!!”

“Ya!! Namaku Siwon, Choi Siwon!! berhenti memanggilku tuan angkuh.”

“Uh.. terserah.” Ia mengerucutkan bibir, melipat kedua tangannya didepan dada.

“Bagaimana? Apa kau mau? Hanya saat kau bertemu dengan para sahabatku saja.”

Yesung menggeleng pelan, ia tidak habis pikir dengan kesepakatan yang diberikan namja angkuh didepannya, “Kenapa harus aku? Bukankah kau bisa mengencani sekretaris seksimu itu?”

“Dasar babbo!! Itu juga karena kesalahanmu!!”

“Hng? Kenapa aku? Bahkan aku tidak melakukan apapun!!”

“Aish~~~ jinjjaaa~~~ kau benar-benar namja babbo!!” Siwon mengambil ponselnya lalu mencari sesuatu dimedia internet. “Lihat!!” menyerahkan ponselnya kearah Yesung.

Sang namja manis membaca dengan teliti apa yang tertulis cukup besar didalamnya.

Glup!!

“Kau paham sekarang? Semua ini salahmu, itu karena kau menciumku ditempat umum hingga akhirnya berita itu keluar, dan para sahabatku meminta untuk mengenalkan orang yang berciuman denganku kepada mereka minggu depan.”

Yesung masih mencerna kalimat yang terlontar dari bibir Siwon, “Jika tidak….”

“Huh? Jika tidak?”

“Aku harus menjadi budak mereka selama 2 bulan, dan kau tahu!! Mereka adalah sahabat tersadis yang pernah aku punya!!!”

Yesung melongo, hanya mengerjap-erjapkan matanya bingung, “Sahabat tersadis?”

“Arrghhh!!” Siwon mengacak surainya kasar, “Aku tidak bisa mendeskripsikannya, kau harus setuju dengan kesepakatan ini, jika tidak, hari ini juga kau harus keluar dari rumahku dan membayar kerusakan bemper mobilku yang lecet karena sepeda bututmu!!”

Mata Yesung membulat, “Mwo? Kenapa harus aku? Kau sendiri yang menabrak sepedaku, kenapa aku yang harus mengganti kerusakan mobil jelekmu itu.”

“YA!!”

“APA?”

Mereka berdua saling melemparkan deathglare, mengeluarkan aura hitam yang menyeramkan dikantin kantor tersebut.

Seluruh pasang mata yang menatap tidak bisa banyak berucap, hanya mengedipkan matanya, merasakan keheningan yang begitu menakutkan, melihat bagaimana 2 namja yang sama-sama mengerikan.

Siwon dan Yesung mengedarkan matanya, menatap satu persatu orang-orang yang berada dikantin.

“APA YANG KALIAN LIHAT!!”

.

.

Life is full of beauty, notice it. Notice the bumble bee, the small child, and the smiling faces. Smell the rain, and feel the wind. Live your life to the fullest potential, and fight for your dreams. – Ashley Smith

.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

.

Yayy chapter 2 outtttttttttt~~~~

Mianhae untuk chuz yg udh dari berabad2(?) lalu terus minta chap 2 hahahha… dan janjiku belum bisa terpenuhi *Nyengir* wkwkwkwkw…

Moga kalian suka dengan chapter 2 ini ^^ dan makasih buat yg udah review di chapter 1 *kisseu*

.

Leave a comment lagi ya guys~~ ^^ #kiss

 

52 comments on “Love Come Softly – Chapter 2

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s