Love Come Softly – Chapter 3

Chap 3.

Main Cast : Yesung, Siwon and Other cast

Disclaimer : They are belongs to God, themselves and also their Parents, but This Story is mine

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rate : T

Summary : Sosok yang ia temui tiba-tiba itu begitu mirip dengan seseorang dimasa lalunya. Namun pertemuan itu begitu menyebalkan. Apakah akan ada rasa cinta yang tumbuh sedikit demi sedikit karena pertemuan itu?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

.

Previous Story Chapter 2 || Next Story Chapter 4

.

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

.

love3

.

.

“Kau…. harus berpura-pura menjadi namjachinguku.”

“MWO?!!” Yesung histeris. Sontak semua pasang mata langsung menatap aneh kearah mereka.

“Ya!! Pelankan suaramu!!”

“Kau gila tuan angkuh!!”

“Ya!! Namaku Siwon, Choi Siwon!! berhenti memanggilku tuan angkuh.”

“Uh.. terserah.” Ia mengerucutkan bibir, melipat kedua tangannya didepan dada.

“Bagaimana? Apa kau mau? Hanya saat kau bertemu dengan para sahabatku saja.”

Yesung menggeleng pelan, ia tidak habis pikir dengan kesepakatan yang diberikan namja angkuh didepannya, “Kenapa harus aku? Bukankah kau bisa mengencani sekretaris seksimu itu?”

“Dasar babbo!! Itu juga karena kesalahanmu!!”

“Hng? Kenapa aku? Bahkan aku tidak melakukan apapun!!”

kau harus setuju dengan kesepakatan ini, jika tidak, hari ini juga kau harus keluar dari rumahku dan membayar kerusakan bemper mobilku yang lecet karena sepeda bututmu!!”

Mata Yesung membulat, “Mwo? Kenapa harus aku? Kau sendiri yang menabrak sepedaku, kenapa aku yang harus mengganti kerusakan mobil jelekmu itu.”

“YA!!”

“APA?”

“APA YANG KALIAN LIHAT!!”

.

.

Cloudhy3424_Present © 2014 YeWon Fanfiction

Love come Softly_Chapter 3

Happy Reading

.

.

.

“What? Aku harus berpura-pura menjadi namjachingunya? berpura-pura mesra didepan sahabatnya yang terkenal sadis? Arrghhh!! Aku bisa gila!!” tangan mungilnya mengacak surai hitam miliknya ketika ia berada dikamar megah rumah Siwon.

Tak henti-hentinya ia berjalan kesana kemari untuk berpikir jernih, menyanggupi kesepatakan yang dibuat Siwon? oh~ Tuhan, mimpi apa dirinya!!

Kenapa ia harus bertemu dengan namja angkuh nan aneh seperti itu. ia terus saja merutuki kebodohan yang sudah ia lakukan.

Cklek!

“Babbo!”

Mendengar baritone berat yang membuatnya kesal, ia hanya melirik jengah kemudian membuang muka kearah lain.

“Ada apa?” tanyanya datar sembari melirik dingin kearah Siwon.

Namja tampan itu terkekeh pelan seraya masuk kedalam kamar, “Kenapa wajahmu seperti itu huh? Aku kesini hanya untuk mengajakmu membeli pakaian yang pantas untuk kau pakai ketika bertemu dengan sahabatku.”

Yesung menatap tajam sosok Siwon yang duduk diatas ranjang, melipat kedua tangannya didepan dada, terlihat sangat terhormat walau saat ini Siwon hanya mengenakan pakaian santai.

“Bukankah acara itu minggu depan? Lagipula aku belum mengatakan setuju.” Ia mengerucutkan bibirnya imut, jujur saja, hal itu membuat Siwon meneguk salivanya susah, tidak pernah ia sadari jika ternyata Yesung kelewat imut jika sedang mengerucutkan bibir seperti itu.

Tapi tak lama setelahnya ia menggeleng pelan, mengusir pikiran aneh yang masuk kedalam otaknya, “Kalau kau tidak menyetujuinya, sekarang juga kau harus keluar dari rumahku, dan itu artinya kau tidak punya tempat tinggal.” Si tampan berseringai.

Yesung lantas menggembungkan pipinya kesal, kalau saja tubuhnya lebih besar dibanding namja didepannya itu, ia pasti sudah menghajarnya habis-habisan. Sayangnya Tuhan tidak mengabulkan apa yang ia ingin saat ini.

“Aku hitung sampai……” Siwon menghentikan sejenak ucapannya, membiarkan Yesung semakin penasaran dengan apa yang akan ia ucapkan.

“Sampai?”

“Satu!! Okay!!!” Siwon berdiri bertepuk tangan satu kali lalu berjalan kearah lemari kayu dipojok ruangan.

“Ya… YA!! Apa yang mau kau lakukan?” Siwon diam, ia membuka lemari itu dan mengeluarkan isi pakaian yang sudah ditata Yesung. “Siwon!!”

“Kita sudah sepakat bukan? Kau keluar jika tidak menyetujui persyaratan yang aku ajukan.”

“Tapi kau tidak bisa seperti ini.” Tangan mungilnya menahan pergelangan tangan Siwon, menariknya untuk tidak lagi mengeluarkan seluruh isi lemari pakaiannya.

Siwon memutar tubuhnya, menghempaskan tubuh mungil Yesung ke dinding. Ia menekan dagu Yesung agar onix cerah namja manis itu menatap obsidiannya. “Akh!! Si…won….”

“Aku sudah mengatakannya bukan? Kau tidak setuju? Kau pergi darisini.”

Glup!

Yesung menelan bulat-bulat salivanya, wajah mereka yang terpantau cukup dekat sontak membuat wajah manisnya memerah. deru napas Siwon terus saja menerpa wajahnya, sejujurnya ia merasa cukup hangat berada dekat dengan Siwon seperti ini.

Siwon pun merasakan hal lain saat obsidiannya terus saja fokus pada onix cerah Yesung, wajah manisnya, hidung mancungnya, bibir tipis yang benar-benar menggoda, lalu kulit putih susu yang terlihat begitu indah, ah… apa yang sedang dipikirkan namja Choi itu?

“Lepaskan aku!!” Yesung mendorong dada Siwon hingga sosok tersebut sedikit jauh darinya, ia lantas merapikan kemejanya dan melemparkan tatapan tajam kearah Siwon.

Siwon melipat kedua tangannya didepan dada, tersenyum meremehkan seperti ia sudah tahu apa jawaban yang akan dilontarkan namja manis itu.

“Baiklah.. baiklah… aku mau.”

“Mau apa?” tanya Siwon, mencoba menggoda Yesung walau sebenarnya ia sudah tahu apa maksud dari ucapan Yesung.

Sang namja manis menggembungkan pipinya, tangannya terkepal ingin memukul keras kepala Siwon, mana mungkin namja tampan itu tidak mengerti maksud ucapannya.

Ia diam, memilih untuk mengambil pakaiannya yang tercecer dilantai, melipatnya dan memasukkan kembali kedalam lemari.

“Hey.. aku tanya, kau mau apa?”

“…………..” masih bungkam, tidak mau menatap Siwon yang kini sudah berjongkok layaknya Yesung.

“Namja kepala besar, aku bertanya padamu.” Siwon mengetuk-etukkan jari telunjuknya kearah kening Yesung.

“Ish… hentikan!!” lagi. Yesung mendorong tubuh Siwon hingga tubuh itu terduduk dilantai. “Kau itu terlalu bodoh atau apa hah?”

“Kenapa kau marah, aku kan hanya bertanya.”

Yesung semakin kesal setiap melihat senyum yang terasa seperti meremehkan dirinya. Ia menghembuskan napas berat dan menatap tajam kearah Siwon.

“AKU MAU JADI NAMJACHINGUMU, PUAS!!!” Serunya.

Pada akhirnya senyuman Siwon semakin melebar mendengar penuturan keras Yesung, “Tapi ingat!! Ini hanya pura-pura namja kepala besar.” Yesung mempoutkan bibirnya, merasa tidak suka dengan panggilan yang lagi-lagi diberikan Siwon padanya.

Sosok tampan itu berdiri, mengibas-ibaskan celananya yang sebenarnya tidak kotor dan berjalan menuju pintu, “Karena ini hanya pura-pura, aku harap kau tidak jatuh cinta padaku ne?”

“Apa?” Yesung mengernyitkan dahinya, apa maksud dari ucapan Siwon huh? Kenapa ia terlalu percaya diri seperti itu?

“Sekarang bersiap-siaplah, kita akan membeli pakaian untukmu.”

Blam!

Pintu itu kembali tertutup, menyisahkan Yesung yang hampir saja menghancurkan seluruh kamarnya jika saja ia tidak mengingat bahwa posisinya sekarang… -sedang-dalam-bahaya-.

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

“Selamat datang tuan muda.” Seluruh pegawai sebuah toko besar itu membungkuk ketika seorang namja tampan masuk dengan diikuti namja manis dibelakangnya.

“Ada yang bisa saya bantu Siwon-ssi?” manager toko itu, Shindong, tersenyum dan berjabat tangan dengan Siwon. sedang Yesung yang tidak tahu apa-apa hanya menatap keseluruh penjuru toko itu, terlihat begitu mewah dan elegan, ia yakin bahwa toko ini bukan sekedar toko biasa.

Seumur hidup pun ia tidak akan bisa membeli pakaian yang ada disini dengan gajinya yang dibawah rata-rata, sungguh miris jika Yesung mengingat hal itu.

“Tolong carikan pakaian yang cocok untuknya Shindong hyung, dan aku juga ingin membeli beberapa pakaian santai untuknya.” Ujar Siwon dengan menunjuk kearah Yesung yang masih melihat keatas, atap langit yang terukir sangat indah.

Shindong menatap dari bawah hingga atas sosok itu kemudian tersenyum, sedikit berbisik kearah Siwon, “Apa dia namjachingumu itu? yang berciuman denganmu?”

Blush!

Wajah Siwon sontak memerah, entah harus mengatakan apa, tapi memang Shindong sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri, ia sering datang ketempat ini untuk sekedar main ataupun membeli pakaian yang ia butuhkan. Ia tidak tahu harus jujur atau malah menutupinya.

“Dia sangat manis, apa dia benar-benar namja?”

“Ma….maksudmu apa hyung? D….dia benar-benar nam….ja…..” Siwon seperti kehabisan kata-kata, memang benar apa yang menjadi pertanyaan Shindong, dengan tubuh semungil dan wajah semanis itu, orang-orang bisa saja berpikir bahwa Yesung adalah seorang yeoja, tapi….

Siwon menggelengkan kepalanya, “YA!!! JANGAN DISENTUH!!!”

PRANG!

Siwon membulatkan matanya, baru saja ia berteriak kearah Yesung yang sudah beberapa meter darinya untuk tidak menyentuh guci antik yang terhias disana. Tangan mungil Yesung sudah lebih dulu menyenggol guci itu karena terkejut dengan suara teriakan Siwon.

Shindong mengusap wajah disela-sela kekehannya. “Sudah biarkan saja Siwon.”

“Tidak bisa begitu hyung, itu guci antik yang sangat mahal.” Serunya. Ia berjalan mendekati Yesung yang menunduk seperti ketakutan. “Hey apa yang kau pikirkan hah!! Kenapa sampai membuatnya pecah seperti itu!!!”

Yesung masih menunduk, tangannya meremas-meremas kemejanya, ia memang ketakutan karena sudah memecahkan guci toko tersebut secara tidak disengaja. “Ma…maaf, a…aku tidak sengaja…”

“TIDAK SENGAJA BAGAIMANA HAH!!! JELAS-JELAS AKU MELIHATMU MENYENTUH GUCI ITU HINGGA AKHIRNYA TERJATUH DAN PECAH SEPERTI INI!!!!” Siwon marah, wajahnya sangat merah dan Shindong serta pegawai hingga beberapa customer terdiam menatap kejadian tersebut.

Yesung semakin takut, seumur hidupnya ia tidak pernah mendapat kemarahan seperti ini sekalipun itu bosnya sendiri, tapi sekarang? Siwon, orang yang baru saja ia kenal memarahinya habis-habisan.

“Aku tidak mau tahu!! Kau harus mengganti guci ini dengan uangmu sendiri!! Aku tidak mau bertanggung jawab!!” desisnya lagi lalu meninggalkan toko tersebut tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Shindong.

Selang berlalunya Siwon, Shindong mendekati Yesung dan mengusap lembut bahu namja manis itu, “Sudah jangan dipikirkan, kau tidak perlu menggantinya, aku rasa guci itu juga sudah tua hingga seharusnya tidak perlu dipajang lagi.”

Yesung mengangkat kepalanya, menggeleng sembari membungkukkan badan berulang kali, “Maafkan aku, aku janji akan menggantinya, tapi aku butuh waktu untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, maafkan aku hyung.”

“Hey sudahlah, jangan memikirkan ucapan Siwon, dia memang selalu seperti itu, lupakan saja kejadian ini ne?”

Yesung masih menggeleng, jujur saja matanya mulai memanas, walau Shindong mengatakan untuk melupakan kejadian ini, tapi ucapan Siwon tadi sudah membuatnya sakit, bagaimana pun caranya, ia harus mencari uang untuk mengganti kerusakan guci yang sudah ia pecahkan itu.

“Aku akan menggantinya, tapi aku mohon hyung beri aku waktu, aku akan mengganti kerusakan guci ini, aku berjanji.”

Shindong menghela napas, melihat kesungguhan namja manis didepannya ini sungguh membuatnya percaya bahwa sosok tersebut sangatlah baik, mungkin Siwon yang terlalu kasar padanya.

“Baiklah, jika itu maumu. Kau boleh menggantinya kapanpun kau mempunyai uang, bagaimana?”

Yesung mengangguk dan membungkuk sekali lagi, “Terima kasih hyung, aku berjanji akan berusaha secepatnya. Sekali lagi maafkan aku.”

Shindong mengangguk, “Ne, siapa namamu?”

“Aku….. Yesung,” ujarnya, menyodorkan tangan kearah Shindong dan tersenyum manis.

“Ah Yesung-ah, aku Shindong, baiklah lebih baik kau cepat pulang, Siwon pasti sudah menunggumu diluar.”

Yesung kembali mengangguk lalu berjalan keluar dari toko tersebut. “Hati-hati Yesung-ah….”

.

Yesung mencari kesana kemari mobil yang tadi sempat ia tumpangi bersama Siwon, tapi tidak sekalipun ia melihat keberadaan mobil itu. sepertinya Siwon meninggalkannya begitu saja.

Ia menunduk dan merogoh sesuatu dikantung celananya, hanya ada beberapa uang recehan yang pasti tidak akan cukup untuk memanggil taxi ataupun transportasi umum lainnya.

Ia menghela napas panjang, bagaimana ia bisa pulang? Jarak rumah Siwon dan toko ini terpantau cukup jauh, tidak mungkin ia berjalan kaki untuk bisa pulang kesana, tapi jika tidak berjalan kaki, bagaimana ia bisa sampai kerumah Siwon?

Yesung menatap kearah langit, melihat awan yang berjalan pelan, sesekali awan biru itu menutup cahaya sinar mentari yang langsung meredupkan cahaya disekitarnya. ‘Andai aku memiliki sayap.’

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

Siwon kini duduk tenang dimeja makan dengan berbagai makanan enak yang tersedia diatas meja, kali ini ia membiarkan satu maid berada dirumahnya untuk memasakkan sesuatu karena ia sudah sangat lapar.

Sesekali ia menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam, cukup malam memang jika ia baru saja menyelesaikan makan malamnya. Hanya saja bukan itu masalahnya sekarang.

Sosok itu.. ya… sosok Yesung sedari tadi belum terlihat dipenjuru rumahnya, tadi sebelum ia duduk dimeja makan, ia sempat membuka pintu kamar Yesung dan ternyata sosok itu belum berada didalam kamarnya.

Jelas saja, tadi siang ia meninggalkan Yesung begitu saja ditoko Shindong, dan ia tidak berpikir bagaimana cara namja manis itu untuk pulang, rumahnya cukup jauh dengan toko itu, ia hanya berpikir bahwa pasti sosok tersebut akan pulang dengan menaiki transportasi umum tanpa berpikir bahwa mungkin saja Yesung tidak membawa atau mempunyai uang.

Ia mengunyah bulgogi terakhir yang ada didalam mulutnya, meminum segelas air dan membersihkan bibirnya. Ketika ia bangkit dari kursi, matanya tertuju pada sosok yang terlihat lemas berjalan sempoyongan melewati ruang makan.

“Hey, sudah makan?” tanya Siwon seketika. Sosok itu menghentikan langkahnya tanpa menatap kearah suara orang yang bertanya padanya.

Beberapa menit ia terdiam hingga memutuskan untuk kembali melangkah, benar-benar tidak menghiraukan pertanyaan Siwon pastinya.

“Kenapa dia? Apa dia marah padaku?” tanyanya entah pada siapa. “Seharusnya aku yang marah karena dia sudah membuatku malu.”

Siwon mulai kacau dengan pikirannya sendiri, buru-buru ia berlari menghampiri Yesung yang hampir masuk kedalam kamarnya. “Namja babbo!!” Siwon menarik tangan Yesung dan entah kenapa sosok Yesung langsung terduduk lemas dilantai.

Napasnya memburu, tatapannya senduh hanya mengarah kebawah, tidak melihat Siwon yang berdiri angkuh dihadapannya. “Kau itu kenapa? Aku bertanya baik-baik padamu, kenapa kau tidak menjawabnya hah!!”

“………………” tidak ada suara, Yesung masih diam mencoba untuk menetralkan pernapasannya. Jujur saja ia sudah lelah berjalan jauh dari siang hingga akhirnya sampai dirumah Siwon. walau terkadang ia berhenti sejenak dipinggir jalan karena terlalu lelah, dan sedikit demi sedikit ia akhirnya sampai dirumah tersebut.

Saat ini ia merasakan tubuhnya sudah melemas, jangankan untuk berdiri, untuk mengangkat kepalanya saja ia tidak kuat. Siwon berjongkok, menarik dagu Yesung untuk terangkat keatas, dan seketika ia mengernyitkan dahinya melihat betapa pucatnya sosok manis itu saat ini.

“Akuh….. lelah….. siwon…. akuh.. mohon…. lepaskan…. akuh…..” Yesung berucap lirih sambil terengah. Membuat Siwon semakin heran dengan sosok tersebut.

“Kau sakit? Hanya begitu saja kau sudah sakit?” Yesung menatap senduh kearah Siwon, bukan ia tidak marah karena Siwon lagi-lagi meremehkannya, tapi saat ini ia benar-benar tidak kuat melakukan apapun.

Dengan tenaga yang hanya tinggal sedikit, Yesung melepaskan tangan Siwon yang mencengkram dagunya, ia lantas bangkit hingga tiba-tiba kepalanya terasa berputar.

Ia tidak bisa berpegangan pada apapun sampai pada akhirnya ia tidak mengingat lagi apa yang terjadi.

Siwon yang tadinya melihat tubuh Yesung mulai tidak seimbang dan akhirnya jatuh hanya bisa meraih tubuh itu kedalam pelukannya, melihat sang namja manis menutup mata dan tidak bergerak lagi, pingsan.

.

.

“Dia butuh banyak istirahat Siwon-ssi, keadaannya melemah karena terlalu lelah.”

Ia mendengar lirih-lirih dua orang yang berbincang tidak jauh darinya, tapi ia tidak bisa barang sejenak membuka matanya, hanya sekedar mendengar lirih namun tidak juga paham siapa dan apa yang mereka bicarakan.

“Terima kasih, saya akan memintanya lebih banyak beristirahat.” Siwon membungkuk lalu membiarkan dokter tersebut meninggalkan kediamannya.

Setelah mengantar sang dokter, Siwon kini telah duduk kembali disisi ranjang tempat dimana namja manis itu masih menutup matanya.

Ditangan kirinya tertancap jarum infus yang diberikan dokter karena sebenarnya dokter mengusulkan Siwon untuk membawa tubuh Yesung kerumah sakit, tapi ia tidak mau jika sampai ada yang tahu dirinya membawa seseorang kerumah sakit, gosip-gosip murahan itu akan langsung tersebar, sama seperti ketika ciumannya dengan Yesung.

Tanpa sadar, tangannya bergerak keatas, menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening Yesung. ‘Jika sedang tidur seperti ini, kau terlihat begitu manis, tapi kenapa ketika kau membuka matamu, kau terlihat begitu menyebalkan huh?’ batinnya sembari terkekeh pelan.

Siwon langsung menjauhkan tangannya ketika melihat ada pergerakan sedikit dijemari Yesung. “Eungh…..” dan lenguhan itu terdengar dari bibir tipis Yesung.

Siwon lagi-lagi memasang tampang dingin melihat sedikit demi sedikit mata Yesung mulai terbuka. Yesung menatap keseluruh isi kamar saat matanya terbuka sempurna, mendapati Siwon tengah duduk disisi ranjang dekat dengannya.

“Kau sudah sadar?” tanyanya.

Yesung berusaha untuk duduk walau ia merasa sangat pusing, ia pun menerima bantuan dari Siwon dengan memberikan bantal untuk peyanggah punggungnya. Sang namja manis sedikit heran ketika merasakan tangannya kaku, ketika ia melihatnya, ada sebuah jarum dan ia langsung menatap kearah Siwon seperti sebuah pertanyaan.

“Mwo? Kenapa menatapku seperti itu? salahkan tubuhmu yang terlalu lemah hingga dokter mengatakan untuk memintaku membawamu kerumah sakit.” Jedanya, “Tapi aku tidak mau dan memutuskan untuk merawat jalan seperti ini, aku hanya tidak ingin ada gosip lagi dimedia.”

Yesung terdiam, menunduk, “Maaf, aku selalu merepotkanmu.”

Dan entah kenapa, ini adalah awal dari jantung Siwon yang terasa berdenyut mendengar penuturan Yesung, sebelum-sebelumnya ia tidak pernah merasa seperti ini walau sudah menyakiti hati orang lain dengan kata-kata kasarnya, tapi saat ini… semuanya berbeda.

“Kalau kau keberatan dengan kehadiranku disini karena selalu menganggumu, aku akan pergi.”

Deg_

Semakin sakit yang dirasakan Siwon saat ini. Yesung, namja manis itu tersenyum manis kearahnya ditengah-tengah wajahnya yang masih pucat. Ia tidak bisa mengatakan apapun kecuali diam dan mendengarkan denyut jantungnya.

“Maaf Siwon.”

Siwon langsung berdiri, tanpa mengucapkan sepatah katapun, ia berjalan keluar dari kamar yesung.

BLAM_

Tidak tahu kenapa, ia merasa begitu membenci sikap Yesung yang seperti ini. Serasa ia adalah orang yang paling jahat didunia ini.

Sedang Yesung menatap miris pintu yang sudah tertutup, menghilangkan sosok tampan yang tadi keluar dari kamarnya tanpa sebab.

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

“Ada apa denganmu Tuan muda Choi Siwon? kau terlihat berbeda dari biasanya malam ini.” Eunhyuk bertanya ketika melihat Siwon terus terdiam seraya meneguk minuman yang ada dimeja.

Sedang teman-temannya hanya bisa menatap heran, ini bukanlah sosok Siwon yang sebenarnya. Namja bermarga Choi itu seperti tengah patah hati…. tunggu, patah hati? Hey!! Bahkan ia belum mempunyai seorang kekasih.

“Kau sedang banyak pikiran, ada apa? Ceritakan kepada kami!!” ujar Hangeng yang juga berada disana, lebih tepatnya disebuah mini bar lengkap yang ada dirumah Heechul.

“…………..” Siwon masih tidak bersuara, hanya terus meneguk minuman tanpa henti.

“Hey honey, hentikan!! Kau bisa mabuk!!” goda Heechul seraya meraih gelas yang dibawa Siwon.

“Diam kalian, mengganggu saja!!” serunya. Ia berdiri dari kursi dan berjalan kearah sofa ruang tengah yang juga berada dilingkaran mini bar tersebut.

“Kau ada masalah dengan namjachingumu itu huh?” tanya Donghae kemudian dan Siwon langsung saja menatap tajam sosok Donghae.

“Huh? Kau baru berpacaran dan sekarang kau sudah bertengkar dengannya? Hahahaha….” Heechul tertawa keras, diikuti Eunhyuk dan Donghae, berbeda dengan Hangeng yang hanya tersenyum tipis.

“Hey berhenti menggodanya, disetiap hubungan pasti ada masalah yang harus dihadapi, itu wajar.” Hangeng menengahi, berjalan mendekati Siwon dan duduk disebelahnya. “Kau hanya perlu berpikir bagaimana cara untuk mengatasi masalahmu itu Siwon.”

Siwon menatap Hangeng sejenak lalu kembali fokus kedepan, tidak lagi meneguk minumannya.

“Ah… kenapa tidak kau bawa saja namjachingumu itu kesini, jadi kau tidak perlu mengenalkannya pada kami minggu depan.” Usul Eunhyuk.

Sedang Siwon lagi-lagi mendesah malas, ia bangkit dengan sempoyongan karena mulai mabuk, “Bisakah kalian berhenti membahas soal kekasih? Aku benar-benar muak mendengarnya.”

Lantas berjalan meninggalkan keempat temannya yang semakin membuatnya kesal.

“Ada apa dengannya?” Heechul memutar bola matanya kesal lalu duduk dipangkuan Hangeng, namjachingunya.

Sedang Eunhyuk kini melingkarkan tangannya dileher Donghae, mengecup sepintas bibir namjachingunya itu, “Biarkan saja, dia memang orang aneh.” Ujarnya disela-sela ciumannya dengan Donghae.

.

Ia berjalan ditengah kegelapan ruangan yang sengaja tidak diterangi lampu, masuk kedalam sebuah kamar sembari melepaskan jaket yang ia pakai, lalu sepatunya, dan meletakkan dua benda itu kesembarang tempat.

Ia berjalan kearah ranjang seraya membuka kancing kemejanya satu persatu, melepaskan kain yang sedari tadi melekat ditubuhnya membuat tubuh kekarnya saat ini dalam keadaan shirtless.

“Eungh….” ia bergeliat ketika merasakan punggungnya menghantam ranjang yang begitu empuk. Tanpa menyadari dengan apa yang terjadi selanjutnya.

Hanya saja ia sedikit merasa aneh karena ‘guling’ yang saat ini ia peluk terasa begitu hangat dengan wewangian yang membuatnya cepat terlelap.

.

Namja manis itu bergeliat, matanya terasa berat dan rasa kantuk membuatnya tidak mau membuka mata untuk saat ini. Ia pun tanpa sadar mengikuti apa yang sedang terjadi, merasa ada yang menarik tubuhnya dan memberinya pelukan hangat yang sudah lama tidak ia rasakan lagi.

Terakhir kali ia merasakannya adalah ketika ibunya memeluknya saat tidur, dan saat ini ia merasa begitu bahagia. Walau matanya terpejam, namun ia bisa tersenyum tipis sembari menenggelamkan kepalanya lebih dalam.

‘Eomma….’

.

.

The best love story is when you fall in love with the most unexpected person at the most unexpected time. -Unknown

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

Ayayayayaya~~ *joget2barengddangkobrother*

udah hampir ultah nih epep gk di update2 wkwkwkwkw… adakah yg masih menunggu *wink*

jebal mianhae ya… di usahakan tetep update walau gatau bakal kapan lagi lanjutannya *nyengir*

ah okey gak banyak omong.. big thanks thanks super thanks buat yg nyempetin baca n review ^_^9

.

jangan lupa comment lagi ya buat yg udah baca hahaha.. setidaknya biar bikin aku semangat update *ngrayuceritanya* #kisseuuuu

pay-pay “3”

 

32 comments on “Love Come Softly – Chapter 3

  1. annyeong author….
    aku baru pertama kali baca ff di blog ini dan ff love come softly jadi ff yang aku baca pertama….
    ff nya bagus author….
    aku jadi ga sabar nunggu kelanjutan ffnya…
    semangat terus nulis ff chap selanjutnya….
    ditunggu thor…
    ^_^

  2. HUAAAAAHHHH……..KANGEN SEMUA FF DISINI…!!! *CAPSLOCK JEBOL*

    hohoho…..plg sweet pas scene akhir,berpelukan mcm teletubies. ….aww! cweet cweet..kkkkkk…..

    duh,kira2 pas siwon bangu n nyadar posisinya seranjang ama yesung begimna ya?! kok jd blushing dluan….kwkwkwk…..

    ah..lanjut2,kapan aja updatenya saia TUNGGU….hehehe….

  3. setelah sekian lama menanti kelanjutan ff ini..
    kayaknya siwon sudah menaruh hati nih sma yesung.. semoga cinta mereka berlanjut jadi benaran pacaran, bukan cuma bohongan aja..🙂

  4. itu part akhir siwon mbuk trus slah msuk kmar yesung? lol yesungnya mlah mimpi ‘eomma’ xD haha… siwon ‘eomma’ yg br-six pack D: ada eunhae kissue~~ awww..!!❤❤❤ tp CSJ blum muncul pula u,u

    update kelamaan bkn mslah, aku tetap menunggu next chapnya! xD fighting authornim~~ ^0^

  5. kyaaaaaa..dhy update juga, rasanya seperti dapat air di padang pasir nemu ff kayak gini lagi , mom g koment ceritanya abis ch 1,2 nya aja mom lupa, nanti di baca lagi dech , huggg dhy , playing kiss

  6. Akhirnya update lg nih ff tp knp pndk bgt Dhy. Trs possesif sm covered love kpn di updatenya Dhy???? Aku kangen smua ff km nih.
    Itu Siwon napa tega amat yah bentak Yesung dpn org bnyk kyk gt. Kan kasian Yesungnya jd malu gt trs ga bw uang pula buat pulang ke rmh. Siwon kejam bnr sih jd org tar klo dh jatuh cinta sm yesung br tau rs dh.
    Update kilat yah Dhy…..

  7. kyaaaaaaaaaaaaaaaaahhh akhirnya betelor jugaaaak -3- muahahaha
    dhy unn banyaki ff jamuran di laptop deh kalo kayak gini xD wakss
    eeh hampir lupak ceritanya, tapi kayaknya ada papah sungjoon nya juga yaah😀
    boleh kasih yejoon (?) nya dikit sih kak xD
    biar lengkap :3
    si siwon mulai nyesel uhuuyy ati ati lu won jatuh cinta lu sama pesonanya yesong *ketawa manis* muahahahah
    next yaa unn ditunggu -3- moaaaahhh

  8. Huuaaaaa akhir ny update jg, siwon trllu gengsi unk mengakui perasaan ny ck klo yesung pergi bru tau rasa ..
    Ok next chap Fighting >_<

  9. gyaaaaa itu pasti yewon tidur satu ranjang ciaaaa!!!!
    apa daddy mulai suka sama mom?hmm trs besok paginya yewon gmna yaa??liat mereka saling berpelukan,siwon yg shirtless kyaaaa *tutup muka* lanjut ummaaa ngga papa lama kn maklum umma banyak uang harus diurusin *nyengir*

  10. Kyaaaa
    #tndangTBC
    wktu kjadian di toko nya Shindong tuh ya, pengen ngejitak si tuan Choi itu rasanya.
    Maunya Yesung bneran aja prgi. Pengen tau gmna reaksi Siwon #maunya lho xD

    yah, kalau udh gni. Tnggal siap” aja menunggu entah smpai kpan.
    Cpt update lg ya Dhya un #brharapMukzizat

  11. wooooooowwww….
    setelah sekian lama !!!! akhirnya publish juga ni ff. keren banget !
    lanjut n cemungut !!
    #peluk cium buat author :*

  12. Ckckck siwon emosimu nguras tenaga yesung,,liat yesung sampe sakitkan heee…heee lanjut thor penasaran sama reaksi yewon klu nanti bangun tidur saling berpelukan…lanjut thor ditunggu

    Ohh ya seneng author update lagi *^▁^*

  13. Akhirnya update juga.. xD

    Siwon kenapa jahat bngt gtu sama yesung sich.. tp hbs gtu, ngerasa bersalah.. ckckck..
    hmm.. klo yesung beneran pergi gimana ya???
    ayo ayo buat siwon menderita.. hehe…

    selalu ditunggu kljtnya ^^

  14. author-niiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiimm,,, kenapa aku suka banget setiap author-nim update,, rasanya lama lama lama lama lama lama lama lama lama lama lama lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget nunggunya😀 hehehe
    author-nim possesive-nya kapan lanjut??? aku suka banget sama FF itu author-nim,,🙂 ditunggu ne😀😀 PAITING!!!! ^_^)9

  15. anyeong …. naneun sohee imnida…^^
    aku reader baru nie author…hehehe
    numpang baca and comment chap 3 dulu gak papa ya,,,^^
    -padahal chap sebelumnya belum baca-
    good thor…pas waktu yesung ngomong ke siwon dia minta maaf udah ngerepotin siwon tuch feel-nya kena binggo^^
    next chap di tunggu ne author???
    sama ijin ngubek-ubek fict yang lain ne?? hehe

  16. Ahirnya dlanjut lgi……smua ffnya kamu slalu dtunggu…..knp siwon kasar bgt sma sungie??????????? Padahal sungie dh mnta maaf!! Nexxttttt

  17. lamaa gak baca ff diblog ini.. soalnya jarang banget update sih -_- tapi tetep nunggu dan support buat author supaya bisa selesaiin ff di blog ini..😀
    waahh.. daddy siwon main serobot kamar orang aja kayaknya itu😀 gimana reaksi mereka nanti pas bangun ?? hahhaa
    semangat buat Author-nim biar rampung semua ffnya..😀 ^haha

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s