Love Come Softly – Chapter 4 – Update

Love4

.

.

Kita sudah sepakat bukan? Kau keluar jika tidak menyetujui persyaratan yang aku ajukan.

AKU MAU JADI NAMJACHINGUMU, PUAS!!!

Apa dia namjachingumu itu? yang berciuman denganmu? apa dia benar-benar namja?

Namja babbo!! Aku bertanya baik-baik padamu, kenapa kau tidak menjawabnya hah!!

Akuh….. lelah….. siwon…. akuh.. mohon…. lepaskan…. akuh…..

Maaf, aku selalu merepotkanmu.

Kalau kau keberatan dengan kehadiranku disini karena selalu menganggumu, aku akan pergi.

Kau ada masalah dengan namjachingumu itu huh?

Huh? Kau baru berpacaran dan sekarang kau sudah bertengkar dengannya? Hahahaha….

Ah… kenapa tidak kau bawa saja namjachingumu itu kesini, jadi kau tidak perlu mengenalkannya pada kami minggu depan.

Bisakah kalian berhenti membahas soal kekasih? Aku benar-benar muak mendengarnya.

Eungh….

‘Eomma….’

.

Chap 3.

Main Cast : Yesung, Siwon and Other cast

Disclaimer : They are belongs to God, themselves and also their Parents, but This Story is mine

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rate : T

Summary : Sosok yang ia temui tiba-tiba itu begitu mirip dengan seseorang dimasa lalunya. Namun pertemuan itu begitu menyebalkan. Apakah akan ada rasa cinta yang tumbuh sedikit demi sedikit karena pertemuan itu?

Warning : Yaoi, Typo(s), alur cepat, OOC.

hope you like guys ^^

DON’T LIKE? DON’T READ ^^

.

Previous Story Chapter 3

.

.

.

Cloudhy3424_Present © 2014 YeWon Fanfiction

Love come Softly_Chapter 4

Happy Reading

.

.

.

Pagi ini terasa begitu cerah, suara burung yang ada diluar sana sudah berteriak lantang, pun ketika sinar mentari menyusup masuk dari helaian gorden yang bergoyang karena tiupan angin disela-sela jendela yang sedikit terbuka.

Namun tampaknya dua orang yang berada diatas ranjang itu belum mau membuka mata.

Sang namja tampan masih saja memeluk possessive seseorang yang ia pikir adalah sebuah ‘guling’ yang terasa empuk dan hangat. Sedang sang namja manis pun merasa begitu nyaman berada didekapan seseorang yang ia pikir adalah eommanya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Tok…. Tok…. Tok…..

“Tuan muda……”

Tok…. Tok…. Tok…..

Keduanya mulai tampak terganggu dengan ketukan pintu yang terdengar berulang kali itu. lambat laun keduanya mulai menampakkan obsidian dan onix yang sejak tadi malam bersembunyi dibalik kelopak mata.

“Eungh…..” Si manis lebih dulu bersuara, menyingkirkan sesuatu yang berat diatas perutnya.

Merasa ada yang aneh, ia pun menoleh kesisi kanan, berpikir beberapa saat dengan apa yang ia lihat saat ini.

Sedang si tampan mulai bereaksi pula, menatap kesisi kiri dimana ada seseorang yang berada dekat dengannya, bahkan napas keduanya saling berbaur satu sama lain.

5 menit……

10 menit…….

“KYAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

Keduanya menjerit secara bersama-sama.

“Argh!!” walau sedikit merasa pusing, Yesung akhirnya bangkit dan mendudukkan tubuhnya, begitupula Siwon.

“Kau!!! Apa yang kau lakukan dikamarku!!!” Siwon, namja tampan itu menunjuk-nunjuk kearah Yesung yang seperti tengah mengamati sesuatu.

Iapun meraba-raba tubuhnya dan baru saja sadar jika ia dalam keadaan shirtless!!

“YA!!! BABBO APA YANG KAU LIHAT!!!” serunya. Ia buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, tidak ingin jika Yesung terlalu lama menatap tubuh kekarnya itu.

Yesung menatap datar Siwon yang kini seperti orang yang takut kehilangan keperjakaannya. “Dasar bodoh!! Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau berada dikamarku?”

Siwon tercengang, ia menatap sekeliling dan benar saja, kamar ini berbeda dengan kamarnya, Jadi yang ia pikir adalah sebuah guling empuk dan nyaman tadi malam itu……

-ia-sudah-memeluk-erat-Yesung-semalaman-

Yesungpun teringat sesuatu, ia membulatkan matanya horor, saling bertukar pandang dengan obsidian Siwon, seakan mengatakan……

-ternyata pelukan hangat itu berasal dari tubuh Siwon.

“KYAAAAA!!! APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADAKU TUAN ANGKUH!!!” tidak peduli dengan kepalanya yang terasa berdenyut lagi jika ia terus-terusan berteriak.

“Mwo?” Siwon mengernyitkan dahinya, “Ya!! YA!! HARUSNYA AKU YANG BERTANYA, DIMANA KAU LETAKKAN KEMEJAKU? KENAPA AKU TIDAK MEMAKAI BAJU SEPERTI INI HAH!!!”

PLETAK_

Karena kesal, Yesung memukul keras kepala Siwon dengan tangan kanannya, menghasilkan erangan dari namja tampan itu. “Arrghh!!! Kenapa kau memukulku huh!!”

“Kau bodoh!! Kau yang masuk kedalam kamarku, bahkan aku tidak tahu kapan kau berada diranjang ini, kenapa kau malah bertanya tentang hal bodoh seperti itu hah!!!”

Siwon kali ini berpikir keras, apa yang sebenarnya terjadi hingga akhirnya ia salah kamar seperti ini.

Hingga tak lama kemudian ia teringat akan sesuatu.

‘Tadi malam aku mabuk setelah banyak minum dirumah Heechul hyung, dan…….’

“Kenapa diam? Ini salahmu!! Cepat katakan apa yang sudah kau lakukan padaku!!!”

“Aku tidak melakukan apapun!!!” seru Siwon cepat, tidak terima dengan tuduhan Yesung.

“Tapi kenapa kau bisa melepas bajumu seperti itu, kau pasti sudah menyentuhku bukan?” selidik Yesung, memicingkan matanya untuk memojokkan Siwon.

“A…i…itu….a…..” Siwon bingung untuk merangkai kata-kata, “YA!! SUDAH KUBILANG AKU TIDAK MENYENTUHMU DAN TIDAK AKAN PERNAH MENYENTUHMU NAMJA KEPALA BESAR!!!”

“YA!!!” Yesung ikut berteriak hingga keduanya lagi-lagi melemparkan pandangan mematikan.

“Hah!! Sudahlah, moodku memburuk jika terus bertengkar denganmu seperti ini. Aku mau keluar!!” ujar Siwon pada akhirnya, berjalan kearah pintu dan ia terhenti ketika melihat jaket serta kemejanya ada dilantai kamar itu.

Yesung mempoutkan bibirnya kesal, “Apa-apaan itu, tidak minta maaf.” Gerutunya.

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

Mereka berdua duduk dimeja makan dengan makanan yang sudah tersedia diatas sana. Tidak ada yang saling bicara, hanya saja sesekali tatapan mereka bertabrakan lalu entah kenapa keduanya merasa ada sesuatu yang ganjal didalam hati mereka sehingga saat itu juga mereka akan langsung memalingkan wajah.

Yesung tampak sibuk dengan makanannya, begitu juga dengan Siwon yang juga terkadang menatap ponsel yang ada disamping piring makannya.

“Hari ini aku mau mencari pekerjaan untuk membayar guci yang aku pecahkan kapan hari, tapi mungkin aku akan ke tempat kerjaku dulu, mungkin saja Kibum hyung masih mau menerimaku setelah tiba-tiba aku menghilang.” Yesung bersuara yang nampaknya tidak membuat Siwon menatap kearahnya.

Namja tampan itu bahkan semakin asyik menatap layar ponselnya seperti sedang melakukan sesuatu. Sejenak Yesung mengernyitkan dahinya melihat tidak ada jawaban dari Siwon, tapi baru saja ia membuka bibir untuk mengeluarkan suara, baritone berat Siwon terdengar.

“Lebih baik kau tetap berada dirumah, dokter menyarankan untuk tetap beristirahat beberapa hari kedepan hingga keadaanmu pulih seperti semula.” Ujarnya yang tetap saja fokus pada layar ponselnya, mengabaikan tatapan Yesung yang heran dengan ucapannya.

“Aku baik-baik saja, dan kau tidak perlu mengkhawatirkanku tuan angkuh.” Sang namja manis menggembungkan pipinya, melipat kedua tangan didepan dada sedari bersandar pada sandaran kursi.

Siwon memutar bola matanya jengah, menghiraukan ponselnya yang bergetar untuk menatap sosok Yesung, “Kau pikir aku khawatir dengan keadaanmu huh? Maaf saja namja kepala besar!!”

Yesung mendelik tidak terima dengan panggilan Siwon itu, apa-apaan itu.. namja kepala besar? Hey!! Yesung tidak mempunyai kepala besar, hanya saja… err…. kepalanya itu berbeda dari kepala orang pada umumnya.

“Ish.. tuan angkuh, jangan pernah memanggilku seperti itu.” Yesung semakin kesal dibuatnya, bukannya menunjukkan tampang bersalah, Siwon bahkan terkekeh meremehkan.

“Tapi apa yang aku katakan benar bukan?” Yesung mengerucutkan bibirnya, kenapa ia tidak pernah merasa menang jika berhadapan dengan namja didepannya itu. “Dan lebih baik kau tidak usah bekerja lagi.” Lanjut Siwon, memakan sisa makanannya diatas piring yang sempat tertunda.

Sedang Yesung membuka bibirnya lebar-lebar, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, “M…mwooo???” ia sedikit bangkit dari kursinya.

Siwon merapikan jasnya setelah sebelumnya membersihkan bibir dari sisa makanan, “Seharusnya apa yang aku katakan sudah sangat jelas, jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi.” ia lantas meninggalkan Yesung yang masih menggerutu tidak jelas dengan ucapan Siwon.

.

Dengan perasaan sangat bersalah Yesung memasuki coffee shop tempatnya bekerja dulu? Yesung tidak tahu harus bagaimana mendeskripsikannya, ia belum pernah dipecat ataupun mengajukan resign kepada Kibum –pemilik coffee shop ini-, tapi ketika ia merasakan bahwa ia sudah dengan enaknya tidak masuk kerja tanpa kabar, ia seakan berpikir jika Kibum akan memarahinya ataupun mengusirnya keluar.

Yesung sangat sulit melangkahkan kakinya, sedari tadi terus saja mondar mandi didepan coffee shop tersebut hingga tiba-tiba ia merasakan ada yang menepuk bahunya ringan.

“Ah!” Yesung terkejut, sontak ia mundur kebelakang tanpa tahu siapa yang menepuk bahunya.

“Yesung-ah, apa yang sedang kau lakukan disini?”

Onixnya membola, “Ki…kibum hyung?”

Namja manis yang mempunyai killer smile itu tersenyum tipis melihat keterkejutan Yesung saat melihatnya, “Ayo masuk!”

.

Mereka berdua duduk dengan si manis berpipi chubby tengah mengaduk-aduk coffee miliknya, sedang sang pemilik cafe sedari tadi tidak melakukan apapun kecuali menatap wajah manis didepannya.

“Mianhae hyung, aku menerima semua konsekwensi yang kau berikan padaku setelah ini, aku terima jika kau memecatku.”

Alis Kibum bertaut, ingin sekali ia tertawa, tapi mengingat ia adalah namja yang sulit untuk bisa tertawa lebar, yang kini ia lakukan hanya tersenyum tipis, “Aku tidak mengerti apa maksudmu Yesung-ah, bukankah kau sendiri yang mengundurkan diri tiba-tiba tanpa memberitahu aku?”

“Mwo?”

“Aku melihat berita yang beredar dimedia sehari setelah kau tidak masuk bekerja, aku pikir kau sakit hingga tidak masuk bekerja, tapi ternyata…” Kibum tidak melanjutkan kalimatnya, memilih untuk menunduk sedari terkekeh pelan.

“Hyung, jangan berpikir macam-macam.” Yesung mengibas-ibaskan tangannya, menyangkal apa yang dipikirkan Kibum, “Aku dan Siwon-“

“Aku mengerti Yesung-ah,” sahut Kibum, tersenyum sangat manis yang demi tuhan Yesung yakin bisa meruntuhkan beribu-beribu yeoja yang ditemuinya. “Aku tidak memintamu untuk tetap bekerja disini Yesung, tapi kau tetap boleh mampir kesini jika sempat, aku tahu menjadi kekasih seorang presdir seperti Choi Siwon-ssi pasti sangat menyibukkan bagimu.”

Ah! Okay, sepertinya Kibum juga berpikir bahwa Yesung berpacaran dengan Siwon, tapi memang benar, siapa yang tidak berpikir seperti itu jika foto Yesung yang tengah berciuman dengan Siwon tersebar luas didunia maya. “H…hyung… ka… kau berpikir aku dan…”

“Ye, itu sudah terlihat jelas bukan? ah… sayang sekali aku terlambat mengetahuinya, mianhae Yesung-ah.” Kibum mengulurkan tangannya, mengusap lembut punggung tangan mungil Yesung. “Chukkaeyo, kau mendapatkan namja sempurna seperti Siwon, pasti banyak yang iri melihatmu dengannya.”

‘Sempurna? Iri? Apanya? Kalau saja kau tahu bagaimana sifat Siwon sebenarnya, aku yakin kau pasti akan mencabut ucapanmu itu hyung.’ Umpatnya dalam hati.

“Kenapa menatapku seperti itu?”

Yang ditanya langsung saja memalingkan wajah, sadar atau tidak wajahnya pun memerah karena pertanyaan Kibum.

“Kau tidak jatuh cinta kepadaku kan Yesung-ah?” goda Kibum yang lagi-lagi mendapatkan tatapan terkejut dari Yesung.

“H…hyung… kau-“

“Hahahahaha…” dan akhirnya Yesung harus dibuat membeku ditempat ketika melihat tawa keras seorang Kim Kibum, selama ia bekerja di coffee shop ini, ia memang tidak pernah mendengar Kibum tertawa seperti ini, paling tidak Yesung hanya melihat senyuman manis dari pemilik coffee shop itu.

Ia membeku selama beberapa menit hingga Kibum kembali pada raut datarnya, “Mianhae Yesung-ah, kau benar-benar membuatku tidak bisa menahan tawa.”

“Aku yang mengira kau tidak bisa tertawa hyung.” Jawab Yesung sekenanya, tidak sadar bahwa mungkin kalimatnya bisa saja menyinggung hati Kibum.

“Huh?”

Langsung saja Yesung menggeleng selepas dari lamunan panjangnya, “Mi…mianhae hyung, aku tidak bermaksud mengatakan hal itu, mianhae.”

Kibum hanya menyanggupinya dengan senyuman renyah, “Tidak masalah, kau orang pertama yang berani mengutarakan hal itu Yesung-ah.”

Yesung tidak berani tersenyum lebar layaknya Kibum, ia cukup khawatir jika nantinya Kibum akan membuatnya terlempar dari muka bumi ini -okay ini terlalu berlebihan-, tapi sepertinya Yesung perlu mengkhawatirkan hal itu.

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

“Aku tidak memintamu bekerja disini, kau yang sekarang adalah kekasih seorang presiden direktur perusahan terbesar dikorea, mana mungkin aku memperkerjakan kau disini.”

“Tapi aku masih ingin bekerja disini hyung.”

“Kau hanya boleh mampir kesini jika kau mau Yesung-ah, bukan sebagai karyawan, tapi sebagai tamu dan temanku.”

Huft!

Yesung meniup-niup poni yang menutupi keningnya, melangkah dengan malas menuju ke sebuah rumah besar selepas turun dari bus. Hari ini ia datang ke Coffee shop milik Kibum untuk kemungkinan besar bekerja sebagai karyawan seperti dulu, tapi ternyata ia tidak berhasil.

Ya.. bisa dikatakan ia dipecat secara tidak langsung. Lalu bagaimana caranya ia bisa mengganti kerusakan guci antik yang sempat ia pecahkan beberapa hari yang lalu jika ia tidak bekerja?

Oh.. sungguh Yesung serasa ingin terjun dari atap gedung dan mati jika tidak mempunyai ide lain seperti ini.

Langkahnya terseok memasuki pekarangan rumah Siwon. Rumah besar yang selalu terlihat sepi tak berpenghuni, rumah mewah yang jauh dari kata ‘bahagia’. Yesung berdecih, bagaimana bisa Siwon tinggal dirumah ini sendirian? Apa dia seorang robot yang tidak punya hati dan rasa takut berada dirumah sebesar ini?

“Kalau aku punya rumah sebesar ini, ku pastikan semua orang aku masukkan kedalamnya.” Cibirnya, kemudian merogoh sebuah kunci rumah didalam saku celananya, kunci yang diberikan Siwon padanya tadi.

.

Siwon tidak mengerti kenapa hari ini ia tidak bisa berhenti tersenyum, bahkan untuk sejenak membuat wajah datar dan seriusnya kembali seperti hari-hari sebelumnya saja sangat sulit.

Kejadian yang terjadi tadi pagi sungguh membuat suatu rasa aneh dihatinya. Pun terkadang ia memeluk tubuhnya sendiri didalam ruangan pribadinya.

Oh… ia benar-benar terlihat seperti orang gila!

‘Aish… kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan dia?’ sedikit mengacak surainya kasar lalu merogoh ponsel yang ada disaku celananya, mencari nomor seseorang untuk ia hubungi.

“Ayo babbo cepat angkat!” ia menggerutu tidak jelas ketika seseorang yang ia hubungi tidak juga mengangkat telponnya padahal jelas-jelas ia sadar bahwa telponnya baru tersambung.

.

Ddrrtt… Ddrrtt…

Sosok manis itu masih tidak sadar akan getaran ponsel yang sepertinya berasal dari tas ransel yang masih ia pakai. Kini dirinya hanya bersandar pada sandaran sofa seraya menutup mata.

Ddrrtt… ddrrtt…

Hingga dirinya sedikit terganggu atau bahkan ia merasa begitu terganggu dengan getaran yang tak kunjung berhenti itu. onixnya kembali terlihat, wajah kesalnya menoleh kekanan dan kekiri mencari asal getaran suara tersebut.

“Aish… darimana getaran itu berasal?” ia mengerutu tidak jelas, melepaskan tasnya sampai pada akhirnya ia merasakan ada yang bergetar didalam tas ranselnya.

“huh?” ia mengernyit, membuka tas miliknya dan mencari sesuatu didalamnya. Sedikit terkejut melihat ada ponsel keluaran terbaru ada didalam tasnya. “Ini ponsel siapa?”

Seingatnya, ia tidak pernah mempunyai ponsel itu.

mencuri? Tidak! Ia tidak mencuri, sampai matipun ia tidak akan mau mengambil barang yang bukan miliknya. Lalu ponsel milik siapa yang sekarang ada digenggamannya?

Ada 4 panggilan tidak terjawab dilayar ponsel itu, dan ketika Yesung berniat untuk membuka kunci layar tersebut, ponsel itu kembali bergetar.

Yesung membulatkan matanya melihat nama yang tertera dilayar ponsel itu, ‘Siwon?’

Ya… namja tampan itu yang berusaha menghubunginya, Yesung mulai bingung harus berbuat apa. ia tidak mungkin menerima panggilan tersebut mengingat itu bukanlah ponsel miliknya, tapi ia juga kesal jika terus terganggu dengan getaran ponsel yang tak kunjung berhenti itu.

“Bagaimana ini? Apa aku angkat saja dan bertanya ini ponsel siapa?” tanyanya entah pada siapa. “Tapi mana mungkin dia tahu ini ponsel siapa. jelas-jelas ponsel ini ada didalam tasku. Argghh!!” ia mengacak surainya.

“Aish! Sudahlah!” tak menunggu waktu lama, akhirnya Yesung menerima panggilan tersebut, sedikit takut untuk mendekatkan ponsel tersebut kearah telinganya.

“YA! KENAPA LAMA SEKALI MENGANGKAT TELPONKU HAH!!”

Bingo!

Apa yang ditakutkannya terjadi, Siwon berteriak lantang hinga sontak Yesung menjauhkan telpon yang ia genggam dari telinganya.

“Aish.. kau itu kenapa huh? Jelas saja aku tidak mengangkat telponmu, aku tidak tahu ini ponsel siapa! Dan kenapa ada didalam tasku?”

“Itu ponselmu dasar bodoh! Aku yang membelikannya untukmu agar sewaktu-waktu aku bisa menghubungimu!”

Kening Yesung berkerut, “Kenapa?” tanyanya polos, tidak paham maksud ucapan Siwon, “YA! TAPI SEHARUSNYA KAU MENGATAKAN TERLEBIH DAHULU KEPADAKU TUAN ANGKUH!” Ia berseru keras, tak kalah seperti yang dilakukan Siwon padanya tadi.

Ia yakin bahwa Siwon juga akan melakukan hal sepertinya tadi –menjauhkan-ponsel-dari-telinganya-.

“Kau pasti akan menolaknya, lagipula aku ingin kau belajar menggunakan ponsel itu dan tidak terlihat bodoh lagi.”

“Mwo?”

“Kau membutuhkan ponsel karena itu sangat penting, aku tahu kau pasti tidak punya benda seperti itu bukan? Dan toh aku tidak mau jika nanti saat kau berkenalan dengan para sahabatku, mereka akan curiga karena benda semurah itu saja kau tidak punya.”

Yesung kembali menggerutu tidak jelas, ingin rasanya ia menghajar namja tampan itu, tapi ia harus ingat bahwa ia butuh tempat untuk tinggal sampai ia benar-benar mendapatkan pekerjaan dan menyewa sebuah kontrakan kecil untuk ia tinggal.

Pun ia sudah mengikat kontrak dengan Siwon bahwa ia harus berpura-pura menjadi kekasih namja yang menurutnya angkuh itu.

“Hah! Terserah padamu saja, aku sangat lelah jika harus berdebat denganmu.” Baru saja Yesung menjauhkan ponsel dari telinganya, bermaksud untuk mematikan telpon ketika tiba-tiba Siwon kembali berteriak.

“TUNGGU!”

Yesung menggigit bibirnya, bagaimana bisa ia tinggal bersama namja menyebalkan seperti itu?

“Apa lagi?”

“Sekarang juga kau harus kekantorku!”

“Mwo?”

“Tidak usah bertanya kenapa, yang penting sekarang kau harus secepatnya kekantorku! Kalau dalam 20 menit kau tidak sampai, kau akan terima akibatnya!”

Klik!

Yesung masih terdiam membeku, masih merangkai kalimat yang ingin segera meletus dari otaknya,

“CHOI SIWON SIALAAAAAAAAAAN!!!”

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

Yesung melangkahkan kakinya menyusuri lorong panjang gedung tinggi milik Siwon dengan sesekali menghentakkan kakinya dilantai, kesal. Berulang kali umpatan-umpatan terlontar dari bibir tipisnya layaknya sebuah mantra untuk membuat Siwon berhenti bersikap menyebalkan didepannya.

Tapi apakah mungkin?

Tok… Tok… Tok…

Yesung mengetuk pintu didepannya berulang kali, mengingat 2 sekretaris sexy Siwon tidak ada didepan ruangan itu, membuat Yesung harus merelakan jemari kecilnya mengetuk pintu dengan design mewah tersebut.

“Masuk!”

Yesung menghela napas panjang seusai mendengar kalimat perintah dari dalam ruangan. Ia memutar knop pintu dan mendorongnya kebelakang. Onixnya langsung saja menatap penuh kekesalan pada satu sosok yang tengah fokus pada berkas-berkas diatas meja.

Sosok tampan yang kini mengenakan kacamata itu tidak sekalipun memandang Yesung yang mulai berjalan mendekat hingga akhirnya berdiri didepan meja besar milik Siwon.

“Ada apa kau menyuruhku datang? Kau tahu aku tidak ada waktu untuk bermain-main.” Tuturnya dingin, masih menatap Siwon yang terus mengerjakan berkas-berkas didepannya.

Siwon masih bungkam, membiarkan Yesung menggerutu tidak jelas dihadapannya walau terkadang telinganya cukup kuat menangkap maksud dari gerutuan Yesung tersebut.

“Tuan angkuh! Kalau kau memintaku kesini hanya untuk berdiri disini dan melihatmu bekerja lebih baik aku pulang.”

Yesung berniat memutar tubuhnya, tapi sekali lagi baritone berat Siwon membuatnya kembali memutar tubuhnya menghadap Siwon.

“Temani aku mencari kado untuk ulang tahun sahabatku.” Ujarnya, kemudian meletakkan berkas-berkas itu keatas meja sembari melepaskan kacamatanya.

“Mwo?”

“Sepertinya aku harus membawamu kerumah sakit untuk mengecheck keadaan telingamu babbo!”

“YA!” Yesung menggembungkan pipinya kesal, wajah yang dibuat sekesal mungkin itu malah membuat Siwon gemas melihatnya. Kalau saja egonya tidak memenuhi pikirannya saat ini, mungkin ia akan tertawa keras melihat Yesung.

Siwon hanya tersenyum samar, bangkit dari kursi putarnya seraya mengambil jas miliknya yang ia letakkan disandaran kursi putarnya.

“Kajja!”

“Tunggu!!” baru satu langkah Siwon berjalan didepan Yesung, namja manis itu membuat Siwon harus memutar tubuhnya. tidak bermaksud bersuara, membiarkan apa yang akan disampaikan oleh namja manis itu, “Kalau hanya mencari kado untuk sahabatmu, kenapa kau harus mengajakku? Bukankah kau punya banyak sahabat? Kenapa tidak mereka saja yang kau ajak huh?”

“Cerewet! Cepatlah!” seru Siwon yang kembali mendapat tatapan mematikan dari Yesung.

“Bukannya meminta tolong baik-baik, kenapa harus berteriak seperti itu huh!” gumamnya pelan, namun Siwon masih cukup jelas mendengarnya. Ia terkekeh dibelakang Yesung yang berjalan didepannya keluar dari ruang kerjanya.

Tapi karena Yesung tidak berhati-hati dengan langkahnya, kakinya tiba-tiba tersandung ujung karpet lantai ruangan Siwon. “Kyaaaa….”

Yesung berteriak karena tubuhnya hampir saja terjatuh dan membentur lantai jika saja Siwon yang ada dibelakangnya tidak segera menariknya kebelakang. Tapi ternyata semua itu belum selesai, Siwon harus kehilangan keseimbangannya hingga terpaksa membuat tubuhnya terhempas kelantai dan hal itu sontak membuat Yesung ikut terjatuh dan mendarat diatas tubuh Siwon.

Seperti tengah kehilangan jiwa satu sama lain, tidak ada yang bicara dalam keadaan yang sangat strategis seperti itu. Yesung masih terus berada diatas tubuh Siwon yang memeluknya possessive. Pun tatapan mereka seperti menusuk satu sama lain, tapi bukan tatapan benci atau kesal, melainkan tatapan yang penuh dengan kehangatan.

Cklek!

“Siwon, hari ini kau-“

Seorang namja bersurai reddish black itu tidak melanjutkan kalimatnya ketika melihat sahabatnya tengah memeluk seorang namja manis dilantai. Ia mengerjap-erjapkan matanya berulang kali, tapi setelah itu ia berseringai kemudian tertawa.

“Aigooooo… kalau kalian mau melakukan itu, jangan disini! Atau kalau tidak, kunci dulu ruanganmu, bagaimana jika ada yang melihat selain aku huh?”

Namja itu –donghae- masih tertawa hingga ia melihat Siwon dan Yesung berdiri dengan saling memunggungi.

“Le-lebih baik aku tunggu didepan.” Sang namja manis lebih dulu bersuara lalu berlari keluar dari ruangan itu. ia menatap malu sosok Donghae yang masih tertawa didepan pintu.

“Kau membuatku iri Siwon-ah.”

“Diam kau ikan! Lagipula apa maksud kedatanganmu kesini hah?” Siwon mencoba mengembalikan wajah datarnya untuk menggantikan raut merah diwajahnya.

“Hey! Tenang sayang, kau tidak perlu malu seperti itu,” masih tertawa, seakan-akan Siwon adalah orang yang begitu lucu baginya, “Aku tidak akan mengatakannya pada Heechul hyung, kau tenang saja.”

Siwon melirik Donghae sambil membersihkan jas dan celana yang ia pakai, “Tidak usah bertele-tele, aku harus keluar! kalau tidak ada yang dibicarakan lagi lebih baik kau pergi dari sini.”

“Eits… kau kenapa huh? Apa aku menganggu acaramu tadi?” Donghae mengusap pipi Siwon, bermaksud semakin menggoda, tapi Siwon langsung menepis tangannya kasar, “Okay… sepertinya aku memang mengganggu. Aku hanya ingin mengatakan bahwa Heechul hyung memintamu untuk membawa Yesung bertemu dengan kita besok!”

“Mwo?”

Donghae mengangguk, “Ne, besok! Heechul hyung tidak mau terlalu lama, lagipula dia dan Hangeng hyung akan berlibur ke Hawai minggu depan untuk merayakan yang kedua kalinya ulang tahun Heechul hyung.”

“Maksudmu?”

“Heechul hyung akan merayakan ulang tahunnya dulu bersama kita besok di villa keluarganya di nami island.”

“MWO? MAKSUDMU KITA AKAN MENGINAP DISANA?”

Lagi-lagi Donghae mengangguk, “Kau tidak perlu histeris seperti itu, lebih baik kau siapkan perlengkapanmu dan Yesung segera. Kita akan berlibur selama 2-3 hari.” Donghae menepuk bahu Siwon lalu melangkah keluar dari ruangan itu.

Pikiran Siwon berkecamuk, ia sangat yakin bahwa sahabat-sahabatnya itu akan membuat rencana ‘gila’ padanya dan Yesung, terlebih Heechul hyung sangat penasaran dengan Yesung. apa yang harus ia lakukan? Menolak? Tidak mungkin.

Heechul dan yang lainnya akan melakukan segala cara untuk membuat Siwon tetap ikut dalam liburan kali ini. Siwon masih sangat ingat, dua tahun yang lalu Donghae yang baru saja berpacaran dengan Eunhyuk dikunci dikamar semalaman dengan berbagai sextoys diatas ranjang.

Siwon pun mendengar ketika bagaimana malam itu teriakan, desahan hingga suara derit ranjang terdengar didalam kamar Donghae dan Eunhyuk.

Dan apakah saat ini adalah gilirannya? Tapi Yesung bukanlah kekasih Siwon sesungguhnya! Yesung hanyalah kekasih pura-pura dan akan sangat berbahaya jika apa yang terjadi pada Donghae dan Eunhyuk akan terulang lagi padanya.

Siwon mengacak surainya kesal, “Aish… ottokhae?”

.

“Mwo? Bukankah baru 3 hari lagi aku akan bertemu dengan sahabatmu?” Yesung meletakkan kembali sendok dan garpu diatas piring saat ia sudah lebih dulu menyelesaikan makannya.

Sedang Siwon masih bergeming, memakan masakan Yesung sambil sesekali menatap sosok disebrang mejanya tersebut, “Kau ingat Donghae, namja yang tadi masuk ke ruang kerjaku?” Yesung mengangguk pelan, “Dia mengatakan jika minggu depan Heechul hyung dan kekasihnya akan berlibur ke Hawai untuk merayakan lagi ulang tahun Heechul hyung, jadi untuk merayakan ulang tahunnya dengan kita, Heechul hyung merencakan untuk berlibur ke villa keluarganya di Nami island 2-3 hari kedepan.”

Yesung mengangguk-anggukkan kepalanya sedari berpikir hingga matanya membulat setelah menyadari kalimat Siwon, “MWO? 2-3 HARI KEDEPAN? JA-JADI MAKSUDNYA?”

“Kecilkan suaramu!” sahut Siwon santai, menguyah daging terakhirnya kemudian meminum segelas air.

“Ta-tapi kau tidak akan…”

“Tidak akan apa?” Siwon menatap Yesung yang seperti tengah bingung dengan kalimatnya. Namja manis itu menunduk dan memainkan tangannya yang ada diatas meja. Hingga terlalu lama menunggu kalimat selanjutnya yang akan dilontarkan Yesung, Siwon akhirnya berdiri dari kursi dan memunggungi Yesung.

“Lebih baik kau istirahat.” Ujarnya lalu berjalan meninggalkan Yesung dimeja makan.

Yesung masih menunduk, entah kenapa ia seakan takut dengan liburan yang akan ia ikuti besok bersama Siwon. Walau masih belum mengenal sosok sahabat-sahabat Siwon, tapi ia seperti merasakan akan ada sesuatu yang terjadi besok.

“Ottokhae?” ia mengusap wajahnya kasar sambil meletakkan wajahnya diatas lipatan tangannya yang ada diatas meja.

.

.

_LOVE COME SOFTLY_

.

.

“Aigoooo…. jadi ini kekasihmu itu? Yesung? namamu Yesung?” Heechul berseru seraya tangannya bergerak keseluruh wajah manis Yesung. sedang namja manis itu hanya bisa terdiam membiarkan wajah dan rambutnya menjadi sasaran tangan Heechul bergerak.

Siwon menatap jengah sahabatnya tersebut, apa Heechul tidak pernah melihat namja seperti Yesung? kenapa Heechul seperti sangat bahagia bertemu dengan Yesung?

“Siwon, kau hebat! Kekasihmu manis sekali huh? Bahkan jika tadi kau tidak meyakinkan kami bahwa dia adalah seorang namja, mungkin kami akan mengira dia adalah yeoja.” Hangeng melingkarkan tangannya dipundak Siwon yang hanya dibalas senyuman tipis.

“Sudahlah, lebih baik kita segera berangkat!” tutur Siwon yang diiringi anggukan dari pasangan EunHae.

“Ne, chagiya~ berhenti menyentuh wajah Yesung, aku bisa cemburu jika kau terus melakukan hal itu.” gerutu Hangeng yang pasti hanya bermaksud menggoda.

Heechul tersenyum lebar, menghentikan tangannya yang bergerak diwajah Yesung kemudian berjalan cepat memeluk tubuh kekasihnya, “Honey, kau tidak perlu cemburu, lagipula aku melakukan semua itu karena aku terlalu menganggumi kekasih Siwon.” ucapnya sembari melirik Siwon.

“Siwon, kenapa kau tidak romantis sekali huh? Sampai kapan kau akan membiarkan kekasihmu itu berdiri sendiri disana.” Sindir Eunhyuk menunjuk Yesung dengan dagunya.

Heechul dan Hangeng mengernyitkan dahinya, menatap Siwon dan Yesung bergantian. Hal itu sontak membuat Siwon meneguk salivanya susah, Siwon bisa mati jika Heechul tahu bahwa Yesung adalah kekasih pura-puranya.

Dengan cepat ia bergerak meraih tangan Yesung dan menariknya masuk kedalam pelukannya. Yesung terkejut didalam pelukan Siwon, ia belum berani membalas pelukan Siwon walau ia merasakan Siwon sangat erat memeluk tubuhnya.

“Balas pelukanku babbo, jangan kaku seperti ini. Kau bisa membuat semuanya gagal dan kita bisa mati saat ini juga.” Bisik Siwon sangat lirih ditelinga Yesung.

Tak berapa lama akhirnya Yesung membalas pelukan Siwon membuat setidaknya senyuman para sahabatnya semakin lebar. Keduanya menutup mata erat, seakan pelukan itu adalah pelukan hangat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Entah kenapa Siwon maupun Yesung seperti tidak mau melepaskan pelukan itu walau sebelumnya mereka malu melakukannya apalagi didepan para sahabatnya seperti ini. Tapi sepertinya kepura-puraan mereka tidak berlaku saat ini.

“Ah… okay! Hentikan acara pelukan itu yang semakin membuat kita iri, lebih baik kita berangkat sekarang!” Donghae menarik Siwon untuk melepaskan pelukannya dari Yesung.

Sedikitnya hal itu membuat desah kecewa terpikir oleh Siwon, tapi toh ia tidak seharusnya merasa kecewa bukan? Bukankah apa yang ia lakukan dengan Yesung bukanlah sebuah kebenaran?

“N-ne.. kajja!”

.

Keenam namja itu akhirnya sampai didepan sebuah villa tua yang terawat rapi milik keluarga Heechul. Mereka keluar dari tiga mobil yang memang sengaja mereka bawa. Tidak bermaksud saling menumpang, mereka membawa mobil pribadi masing-masing untuk ditempati oleh satu pasangan, sepertinya agar moment didalam mobil mereka tidak terganggu oleh pasangan lain.

“Akhirnya sampai.”

Bruk!

Donghae merebahkan tubuhnya diatas sofa ruang tamu, disusul dengan Eunhyuk yang melakukan hal sama.

“Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian. Hae dan Hyukkie ada dikamar belakang sebelum dapur, aku dan Hangeng ada dikamar utama, sedang kalian berdua…”

Yesung kembali meneguk salivanya susah, berdoa semoga ia tidak dalam satu kamar yang sama seperti yang diberikan Heechul kepada pasangan EunHae.

“Siwon dan Yesung ada dikamar tengah.”

DEG!

Mata Yesung melebar, doanya tidak dikabulkan oleh Tuhan, ia tidak bisa melakukan apapun sekarang. Sesekali menatap Siwon yang sedang bermain dengan tabletnya. Terlihat tidak terlalu peduli dengan pembagian kamar.

“Hng… H-hyung, apa tidak ada kamar lain? Ah.. maksudku, kenapa aku harus sekamar dengan Siwon?” tanya Yesung tiba-tiba kepada Heechul.

Hal itu menyebabkan Siwon menghentikan permainannya dan menatap tajam kearah Yesung seolah berkata –kenapa-bertanya-seperti-itu-.

“Huh? Memang kenapa Yesung-ah? Apa kau tidak mau sekamar dengan Siwon? bukankah Siwon itu kekasihmu?” selidik Heechul, memicingkan matanya seakan mulai curiga akan sesuatu.

“Hahahaha… mianhae hyung, Yesung hanya terkejut, sudah jangan dipikirkan.” Sahut Siwon, melingkarkan tangannya dibahu Yesung. “Jangan bertanya macam-macam bodoh.” Bisiknya ditelinga Yesung seraya melemparkan senyuman manis kearah sahabatnya.

“Baiklah kalau begitu, aku dan Hyukkie akan kekamar untuk beristirahat, acaranya nanti malam kan hyung?”

Heechul mengangguk, menghiraukan kecurigaan yang sempat ia rasakan pada Yesung dan Siwon. “Ne, sekarang lebih baik kalian istirahat. Pesta akan digelar nanti malam.”

 

.

.

Love isn’t something you find. Love is something that finds you. Loretta Young

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

Annyeong… update buat FF yewon ya ^_^ gak tau masih pada inget atau kagak hahaha..

Yang sempet baca comment juga ne…

#hugs

18 comments on “Love Come Softly – Chapter 4 – Update

  1. Ish Yewon tu ya. Pdhl sneng gtu peluk”an. Tp malah sok kaku gtu #masukinKarung

    pdhl aku pengen nya Yesung bneran prgi wktu inget akhr chapt kmaren. Tp yg udhlah.
    Eh itu Yewon skmar kyaaaa #kunci’in xD
    Buat mereka hal” tak trduga un #apaCoba xDD

  2. Agak2 lupa ama crtanya kkkk ntr update kilat yaaakk
    yewon bakal dKerjain ma tmn2 Siwon kah ? Aduuuhh jgn smp hub pura2 mrk kBongkat deh

  3. bwt siwon cemburu pleeaasseee~

    aduh Yewon adu suara mulu nih, kali2 adu bibir ke #pervertmodeon hahahaha

    ok next, fighting🙂

  4. Eseeekkkkk siwon bakal dapat sasaran empuk nih *lirikYesung :v .
    Hisssss siwon kejem2 dong ke yesung kn kasian yesung ya😦
    Ok ka author ditunggu kelanjutannya .

  5. Kyaaaaaaa~ eonnie comeback! ^<
    Seneng deh yg di update itu ff yewon, secara udah jaraaaang banget ada ff yewon😦
    Aku seng aku seneng yewon nunjukin progress cikiciw :*
    Semoga ide heechul masih kaya tahun lalu k haehyuk yaa.. jadi yewon bisa uhukncuhuk
    Keep writing eonnie walaupun sibuk jadi mama nya zidan🙂

  6. Meski sdikit lupa,,,pi yg pnting dh update lgi…….siwon ga da manis2nya sm skali sm sungie……..hahahahahahaaa sebaiknya sungie sering2 menanyakan hal bodoh didepan tmn2nya siwon,,biar siwon keropotan mnjawab pertanyaan curiga tmn2nya!! Hahahahaahhaaaa
    nexxtttt

  7. Gw benci gw benci gw benci !!!

    Benci si Dhya gak ngasih tau gw kalo ini udah publish. Entah gw udah koment di chap sblmnya apa blm hahaha.

    pokoknya gw udah baca semua… ini menarik!!! tp gw pengennya si Yesung itu harusnya minggat aja pas di omelin Siwon. kan keren.

    aaah pokoknya kalo apdet ff gak boleh gak, harus, kudu tag ke gw

  8. kurang dikit lagi pasti yewon kissing deh! #ngarep
    aku setuju bgt klo yewon dikunci di kamar dan di ranjang banyak sex toys nya wakakaka yg dilakuin yewon apa coba??
    yewon mulai ada rasa ni cieeee
    sungjoon kpn muncul umma??

  9. ahirnya update jg ff ini, senang wonsung udah mulai dekat meski agak terpaksa.
    semoga aja liburan mereka menyenangkan.
    chap depan apa jadi rate M ya, wonsung pasti di kerjain ama hanchul dan eunhae..

ELF ^^!! Enter your email for comment, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s